• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU KARAKTERISTIK DAN PERUBAHAN ZAT KELAS 7

N/A
N/A
Sri Nurhayatiningsih

Academic year: 2023

Membagikan "BUKU KARAKTERISTIK DAN PERUBAHAN ZAT KELAS 7"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

E - MODUL

PEMBELAJARAN

ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)

KARAKTERISTIK DAN PERUBAHAN ZAT

Disusun Oleh :

KELAS VII

SEMESTER GANJIL

TAHUN PELAJARAN 2022/2023

(2)

DAFTAR ISI

Daftar Isi... i

Daftar Gambar... ii

Daftar Tabel... iii

Pendahuluan... iv

Peta Konsep... v

Kata Kunci... v

Ensiklopedi Islam... vi

Materi Pembelajaran... 1

A. Klasifikasi Materi dan Campuran... 1

B. Unsur, Senyawa, dan Campuran... 2

C. Asam, Basa, dan Garam... 4

D. Wujud Gas dan Perubahannya... 8

Rangkuman... 11

Latihan Soal (AKM)... 12

Penugasan (Project)... 16

Daftar Pustaka... 17

(3)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Susunan partikel zat padat, cair, dan gas... 9 Gambar 3.2 Skema perubahan wujud zat... 10

(4)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Lambang unsur menurut aturan berzelius... 2

Tabel 3.2 Beberapa asam yang dijumpai dalam kehidupan sehari - hari... 5

Tabel 3.3 Beberapa basa yang dijumpai dalam kehidupan sehari - hari... 6

Tabel 3.4 Beberapa garam yang dijumpai dalam kehidupan sehari - hari... 7

Tabel 3.5 Pengelompokkan jenis indikator asam - basa dalam larutan yang bersifat asam, basa, dan netral... 8

(5)

PENDAHULUAN

A. Identitas Modul

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas / Semester : VII / Ganjil

Alokasi Waktu : 5 JP

Judul : Karakteristik dan Perubahan Zat B. Komptensi Dasar

3.3 Menjelaskan konsep campuran dan zat tunggal (unsur dan senyawa), sifat fisika dan kimia, perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari - hari.

4.3 Menyajikan hasil penyelidikan atau karya tentang sifat larutan, perubahan fisika dan perubahan kimia, atau pemisahan campuran.

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu : 1. Menjelaskan konsep zat tunggal (unsur dan senyawa) dan campuran.

2. Membedakan antara zat tunggal dan campuran.

3. Menjelaskan sifat fisika dan kimia dari suatu zat / benda.

4. Menerapkan pemanfaatan sifat fisika dan kimia suatu zat / benda.

5. Menjelaskan pengaruh sifat asam, basa, dan garam suatu larutan.

6. Mengidentifikasi sifat asam, basa, dan garam suatu larutan.

(6)

PETA KONSEP

KATA KUNCI

Unsur Senyawa Campuran

Zat Padat Zat Cair Zat Gas

Asam Basa Garam

(7)

ENSIKLOPEDI ISLAM

Dalam Al - Quran terdapat surah yang menjelaskan tentang karakteristik dan perubahan zat, yaitu surah Al - Baqarah (2) : 74

(8)

Perhatikan semua benda yang ada di sekitarmu. Ada pensil, buku, meja, kursi, pintu, jendela, dan sebagainya. Tersusun dari apakah benda - benda tersebut ?

Yuk, mari kita simak penjelasan berikut.

Semua benda yang ada di bumi kita tersusun dari materi. Seorang ilmuwan menggolongkan materi berdasarkan komposisi dan sifatnya. Berdasarkan komposisinya, materi yang ada di alam dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu zat tunggal dan campuran.

Zat tunggal terdiri dari unsur, molekul, dan ion. Sedangkan zat campuran terdiri dari larutan, koloid, dan suspensi.

1. Unsur

Unsur merupakan nama untuk kumpulan / himpunan atom yang mempunyai karakter yang sama. Atom adalah satu buah unsur.

Contohnya : Unsur Alumunium pada Alumunium Foil (Al) 2. Molekul, dibedakan menjadi :

a. Molekul Unsur

Molekul unsur merupakan ikatan dari unsur - unsur yang sejenis.

Contohnya : Tabung berisi gas oksigen (O2).

b. Molekul Senyawa

Molekul senyawa merupakan ikatan dari unsur - unsur yang berbeda.

Contohnya : Tabung pemadam berisi gas karbondioksida (CO2).

3. Ion

Ion berasal dari garam yang kemudian dalam pelarut, sehingga ion hanya ada dalam bentuk larutan. Ion dibedakan menjadi :

a. Kation

Kation merupakan atom yang bermuatan listrik positif.

Contohnya : Na+ dari senyawa NaCl yang terlarut dalam air.

b. Anion

Anion merupakan atom yang bermuatan listrik negatif.

Contohnya : Cl- dari senyawa NaCl yang terlarut dalam air.

4. Larutan

Larutan merupakan campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut zat terlarut atau solut. Sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat - zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven.

Contohnya : Cuka dan Minuman Isotonik.

MATERI PEMBELAJARAN

A. Klasifikasi Materi dan Campuran

(9)

5. Koloid

Koloid merupakan campuran heterogen dari dua zat atau lebih dimana partikel - partikel zat berukuran antara 1 hingga 1000 nm terdispersi (tersebar) merata dalam medium zat lain. Zat yang terdispersi sebagai partikel disebut fase terdispersi, sedangkan zat yang menjadi medium mendispersikan partikel disebut medium pendispersi. Koloid berada diantara larutan dan suspensi.

Contohnya : Mentega.

6. Suspensi

Suspensi merupakan suatu campuran heterogen dari zat cair dan zat padat yang dilarutkan dalam cair tersebut. Partikel padat dalam sistem suspensi umumnya lebih besar dari 1 mikrometer sehingga cukup besar untuk memungkinkan terjadinya sedimentasi.

B. Unsur, Senyawa, dan Campuran 1. Unsur

Zat merupakan materi yang susunan unsur - unsurnya tidak berubah - ubah. Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat - zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa (bukan reaksi nuklir). Tiap benda tersusun atas unsur - unsur.

Wujud unsur dapat berupa padat (misalnya besi), cair (misalnya raksa), dan gas (misalnya oksigen). Pada tahun 1813, Jons Jacob Berzelius (1779 - 1848) memperkenalkan tata cara penulisan nama dan lambang unsur, yaitu :

1. Penulisan nama dan lambang unsur menggunakan nama unsur dalam bahasa latin.

2. Lambang unsur diambil dari huruf pertama nama unsur tersebut dan ditulis dengan huruf kapital.

3. Jika ada unsur - unsur yang memiliki nama dengan huruf pertama yang sama, maka lambang dari salah satu unsur ditambah dengan satu huruf yang ditulis dengan huruf kecil.

Aturan penulisan lambang unsur menurut Berzelius itu kemudian dijadikan sebagai aturan internasional berdasarkan hasil konvensi lembaga kimia sedunia, yaitu IUPAC. Contoh penulisan lambang unsur menurut aturan Berzelius dapat dilihat dalam tabel berikut.

Nama Unsur Nama Latin Lambang Unsur

Tembaga Cuprum Cu

Emas Aurum Au

Perak Argentum Ag

Tabel 3.1 Lambang Unsur menurut Aturan Berzelius

(10)

Sampai saat ini sudah dikenal sekitar 116 jenis unsur yang ada di alam. Dari jumlah tersebut, sekitar 92 unsur merupakan unsur alami (terbentuk secara alami), sedangkan selebihnya merupakan unsur buatan (sengaja dibuat manusia). Untuk mempermudah mempelajarinya, unsur - unsur yang sangat banyak itu dikelompokkan menjadi :

1. Unsur Logam

Sifat - sifat unsur logam, yaitu berwarna putih mengkilap, memiliki titik lebur rendah, dapat menghantarkan arus listrik, dapat ditempa, dan dapat menghantarkan kalor atau panas. Beberapa contoh unsur logam yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari - hari, antara lain :

a. Kromium (Cr) : untuk bumper mobil, dicampur dengan baja menjadi baja antikarat (stainless steel).

b. Besi (Fe) : logam yang paling murah, dicampur dengan karbon menjadi baja untuk konstruksi bangunan, mobil, dan rel kereta api.

c. Tembaga (Cu) : digunakan pada kabel listrik, perhiasan, dan uang logam.

d. Seng (Zn) : digunakan sebagai atap rumah, perkakas rumah tangga, dan pelapis besi untuk mencegah karat.

e. Emas (Au) : logam sangat tidak reaktif, ditemukan dalam bentuk murni, digunakan sebagai perhiasan.

2. Unsur Nonlogam

Unsur nonlogam memiliki sifat - sifat tidak mengkilap, merupakan penghantar arus listrik yang buruk, dan tidak dapat ditempa. Beberapa unsur nonlogam yang bermanfaat dalam kehidupan sehari - hari, antara lain :

a. fluor (F) : ika dicampur dengan pasta gigi berfungsi untuk menguatkan gigi, freon-12 digunakan sebagai pendingin kulkas dan AC.

b. brom (Br) : digunakan sebagai obat penenang saraf, film fotografi, dan bahan campuran zat pemadam kebakaran.

c. yodium (I) : digunakan sebagai antiseptik luka, tambahan yodium dalam garam dapur.

3. Unsur Semilogam (Metaloid)

Unsur semilogam memiliki sifat antara logam dan non logam, biasanya bersifat

semikonduktor. Beberapa unsur semilogam yang bermanfaat dalam kehidupan sehari - hari, antara lain :

a. silikon (Si) : terdapat di alam terbanyak kedua setelah oksigen, yaitu 28% dari kerak bumi.

Senyawa silikon banyak digunakan dalam peralatan pemotong dan pengampelasan, untuk semikonduktor serta bahan untuk membuat gelas dan keramik.

b. germanium (Ge) : keberadaan germanium di alam sangat sedikit, diperoleh dari batu bara dan

bantuan seng pekat, merupakan bahan semikonduktor.

(11)

2. Senyawa

Senyawa merupakan zat yang terbentuk dari beberapa unsur dengan perbandingan massa tertentu dan tetap melalui suatu reaksi kimia. Sifat senyawa tidak sama dengan sifat unsur pembentuknya. Setiap senyawa tersusun atas unsur - unsur penyusun dengan perbandingan massa yang tetap dan tertentu, misalnya

a. Air (H2O), unsur - unsur penyusunnya adalah hidrogen : oksigen dengan perbandingan 1 : 8.

b. Gula (C12H22O11), unsur - unsur penyusunnya adalah karbon : oksigen : hidrogen dengan perbandingan 72 : 88 : 11.

3. Campuran

Campuran merupakan gabungan beberapa zat dengan perbandingan tidak tetap, tanpa melalui reaksi kimia. Suatu campuran dapat merupakan gabungan unsur dengan unsur, unsur dengan senyawa, atau senyawa dengan senyawa. Ada dua macam campuran, yaitu :

1. Campuran Homogen

Campuran homogen merupakan campuran antara dua zat atau lebih yang partikel - partikel penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi. Campuran homogen sering disebut dengan larutan. Contohnya yaitu campuran air dengan gula akan dinamakan sebagai larutan gula.

Ukuran partikel dalam larutan memiliki diameter sekitar 1 nm dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop.

2. Campuran Heterogen

Campuran heterogen merupakan campuran antara dua zat atau lebih yang partikel - partikel penyusunnya masih dapat dibedakan satu sama lainnya. Contohnya yaitu campuran terigu dengan air. Campuran heterogen dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu : - Koloid : partikel - partikelnya berukuran 1 - 100 nm dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop ultra, contohnya susu, asap, dan kabut.

- Suspensi : partikel - partikelnya berukuran lebih besar dari 100 nm dan dapat dilihat dengan mikroskop biasa, contohnya minyak dengan air, air keruh, dan air kapur.

C. Asam, Basa, dan Garam 1. Asam

Asam merupkan zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidrogen (H+). Asam akan terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif. Ion adalah atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik. Kation adalah ion yang bermuatan listrik positif. Sedangkan anion adalah ion yang bermuatan listrik negatif.

Asam memiliki beberapa sifat yaitu rasanya masam, dapat menghantarkan arus listrik, jika dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hidrogen, dapat mengubah lakmus biru menjadi merah, dan korosif terhadap logam.

(12)

No Nama Asam Terdapat dalam

1. Asam Asetat Cuka

2. Asam Askorbat Jeruk, Tomat, Jambu Biji, Sayuran

3. Asam Sitrat Jeruk

4. Asam Borat Larutan Pencuci Mata

5. Asam Karbonat Minuman Berkarbonasi 6. Asam Klorida Asam Lambung, Obat Tetes Mata

7. Asam Nitrat Pupuk, Bahan Peledak

8. Asam Fosfat Detergen, Pupuk

9. Asam Sulfat Baterai Mobil, Pupuk

10. Asam Tartrat Anggur

11. Asam Malat Apel

12. Asam Formiat Sengatan Lebah atau Semut

13. Asam Laktat Keju

Berdasarkan asalnya, asam dikelompokkan menjadi 2 golongan, yaitu :

a. Asam organik : senyawa asam karbon yang dihasilkan oleh tumbuhan dan hewan, umumnya bersifat asam lemah, korosif. Contohnya yaitu asam metanoat (HCO2H) atau asam formiat pada lebah penyengat dan beberapa jenis semut, serta asam malat pada buah apel.

b. Asam anorganik : asam yang dibuat dari mineral - mineral dan nonlogam, umumnya bersifat asam kuat dan korosif, digunakan untuk membuat plastik, serat, pupuk, pewarna, dan bahan kimia lainnya. Contohnya yaitu asam fluorida (HF) dapat melarutkan kaca serta asam borat (H3BO3) yang merupakan bahan baku utama salep mata.

Tabel 3.2 Beberapa Asam yang Dijumpai dalam Kehidupan Sehari - hari

(13)

No. Nama Basa Terdapat dalam 1. Aluminium Hidroksida Deodoran, Antasid 2. Kalsium Hidroksida Mortar dan Plester 3. Magnesium Hidroksida Obat Sakit Maag

4. Natrium Hidroksida Bahan Sabun

2. Basa

Basa merupakan zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH-). Ion hidroksida terbentuk karena senyawa hidroksida dapat mengikat satu elektron pada saat dimasukkan ke dalam air. Basa dapat menetralkan asam (H+) sehingga dihasilkan air (H2O).

Beberapa sifat basa yaitu rasanya pahit, dapat menghantarkan arus listrik, ika dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hidroksida (OH-), dapat mengubah lakmus merah menjadi biru, terasa licin di tangan, dan dapat merusak kulit (kaustik), Contoh zat yang bersifat basa yaitu sabun.

Tabel 3.3 Beberapa Basa yang Dijumpai dalam Kehidupan Sehari - hari

3. Garam

Garam merupakan senyawa yang terbentuk dari reaksi antara asam dan basa. Garam yang terbentuk tidak selalu bersifat netral. Ada tiga jenis garam, yaitu normal (pH = 7), garam asam (pH < 7), dan garam basa (pH > 7). Sifat asam basa larutan garam bergantung pada kekuatan asam dan basa penyusunnya. Larutan garam dapat menghantarkan arus listrik.

Reaksi antara asam dan basa dinamakan reaksi penetralan (netralisasi) karena menghasilkan air yang bersifat netral. Salah satu contoh reaksi penetralan adalah reaksi antara asam klorida dan natrium hidroksida (soda api). Dari reaksi tersebut akan terbentuk garam dapur dan air. Jika menggunakan proses penguapan maka air akan menguap dan tersisa endapan garam dapur saja.

Perhatikan persamaan reaksi berikut.

HCl + NaOH NaCl + H2O Asam Basa Garam dapur Air Manfaat reaksi penetralan bagi manusia, yaitu :

1. Untuk menetralkan produksi asam lambung (HCl) yang berlebihan dengan menggunakan senyawa basa Mg(OH)2

2. Untuk menetralkan tanah yang terlalu asam dengan menambahkan senyawa basa Ca(OH)2 atau air kapur

3. Pasta gigi mengandung basa berfungsi untuk menetralkan mulut kita dari asam yang dapat merusak gigi dan menimbulkan bau mulut.

(14)

No. Nama Garam Rumus Nama Dagang Manfaat

1. Natrium

Klorida NaCl Garam Dapur Penambah rasa makanan

2. Natrium

Bikarbonat NaHCO3 Baking Soda Pengembang kue

3. Kalsium

Karbonat CaCO3 Kalsit Cat tembok dan

Bahan karet

4. Kalium Nitrat KNO3 Saltpeter Pupuk, Bahan Peledak

5. Kalium

Karbonat K2CO3 Potash Sabun dan

Kaca

6. Natrium

Fosfat Na3PO4 TSP Detergen

7. Amonium

Klorida NH4Cl Salmiak Baterai kering

Tabel 3.4 Beberapa Garam yang Dikenal dalam Kehidupan Sehari - hari

Asam + basa menghasilkan garam + air Basa + oksida asam menghasilkan garam + air Asam + oksida basa menghasilkan garam + air Oksida asam + oksida basa menghasilkan garam Logam + asam menghasilkan garam + H2

Reaksi kimia yang dapat menghasilkan garam, antara lain : 1.

2.

3.

4.

5.

a. Identifikasi Asam, Basa, dan Garam

Adanya senyawa asam, basa, atau garam dalam suatu zat dapat diidentifikasi atau ditentukan dengan menggunakan indikator. Indikator merupakan zat yang dapat berubah warna sesuai dengan sifat lingkungannya. Indikator asam dan basa dapat berupa indikator buatan dan alami.

Yang termasuk indikator buatan adalah kertas lakmus, larutan indikator (fenolftalein, metil merah, dan metil jingga), pH - meter, serta indikator universal. Sedangkan indikator alaminya adalah bunga sepatu, bunga mawar, kulit manggis, kubis ungu, dan kunyit.

(15)

No. Indikator Larutan Asam Larutan Basa Larutan Netral

1. Lakmus Merah (LM) Merah Biru Merah

2. Lakmus Biru (LB) Merah Biru Biru

3. Metil Merah (MM) Merah Kuning Kuning

4. Metil Jingga (MO) Merah Kuning Kuning

5. Fenolftalin (PP) Tidak Berwarna Merah Tidak Berwarna

Tabel 3.5 Pengelompokkan Jenis Indikator Asam - Basa dalam Larutan yang Bersifat Asam, Basa, dan Netral

b. Penentuan Skala Keasaman dan Kebasaan

Tingkat keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat diketahui dari nilai pH (power of hydrogen)-nya. Nilai pH ditentukan oleh konsentrasi ion H+ di dalam air. Makin besar

konsentrasi ion H+ di dalam air, makin tinggi tingkat keasaman suatu zat. Sementara itu, makin besar konsentrasi ion OH- di dalam air berarti makin tinggi tingkat kebasaannya. Tingkat pH berkisar antara 0 sampai 14. Larutan bersifat netral jika pH = 7, larutan bersifat asam jika pH < 7, dan larutan bersifat basa jika pH > 7. Makin kecil nilai pH (mendekati nol), makin kuat tingkat keasamannya. Sebaliknya, makin besar nilai pH (mendekati nilai 14), makin kuat tingkat kebasaannya.

D. Wujud Zat dan Perubahannya A. Wujud Zat

Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Setiap zat terdiri atas bagian - bagian yang sangat kecil yang disebut partikel. Partikel disebut juga molekul atau atom. Ada 3 wujud zat yaitu, padat, cair, dan gas yang masing - masing memiliki sifat tertentu.

(16)

Zat Padat, memiliki sifat : 1.

- Memiliki volume dan bentuk yang tetap - Jarak antar partikel yang rapat

- Susunan partikel sangat teratur - Gaya ikat antar partikel sangat kuat

- Gerakan partikel tidak bebas, hanya terbatas pada bergetar dan berputar di tempat Contohnya kelereng, batu bata, dan es batu

2. Zat Cair, memiliki sifat :

- Memiliki bentuk sesuai wadahnya - Jarak antar partikel agak longgar - Susunan partikel sangat teratur

- Gaya ikatan antar partikel kurang kuat

- Gerakan partikel agak bebas sehingga partikel - partikel itu dapat bergeser dari tempatnya, tetapi tidak lepas dari kelompoknya

Contohnya air, sirup, dan minyak 3. Zat Gas, memiliki sifat :

- Memiliki volume dan bentuk yang berubah - ubah mengikuti ruang yang ditempatinya - Jarak antar partikel berjauhan (renggang)

- Susunan partikel tidak teratur

- Gaya ikat antar partikel sangat lemah

- Gerakan partikel sangat bebas sehingga gas dapat memenuhi ruangan yang ditempatinya (difusi)

Contohnya udara, uap air, oksigen, dan hidrogen

Gambar 3.1 Susunan Partikel Zat Padat, Cair, dan Gas

(17)

Membeku

Perubahan Wujud Benda

Zat dapat mengalami perubahan wujud. Perubahan wujud terjadi karena perubahan kebebasan gerak partikel - partikel yang menyebabkan perubahan jarak antar partikel. Perubahan wujud zat dapat digolongkan menjadi 6 peristiwa, diantaranya :

1.

Membeku merupakan perubahan wujud zat dari cair menjadi padat dengan melepaskan energi panas, partikel - partikel zat itu akan bergerak lebih lambat sehingga memungkinkan ikatan antar partikelnya makin kuat.

2. Mencair

Mencair merupakan perubahan wujud zat dari padat menjadi cair dengan memerlukan panas, partikel - partikel zat itu akan bergerak lebih cepat sehingga memungkinkan partikel - partikel tersebut dapat terlepas dari ikatannya.

3. Menguap

Menguap merupakan perubahan wujud zat dari cair menjadi gas dengan memerlukan energi panas, partikel - partikel zat itu akan bergerak lebih cepat sehingga memungkinkan partikel - partikel tersebut dapat terlepas dari ikatannya.

4. Mengembun

Mengembun merupakan perubahan wujud zat dari gas menjadi cair dengan melepaskan energi panas, partikel - partikel zat itu akan bergerak lebih lambat sehingga memungkinkan ikatan antar partikelnya makin kuat.

5. Menyublim

Menyublim merupakan perubahan wujud zat dari padat menjadi gas dengan memerlukan energi panas.

6. Mengkristal

Mengkristal merupakan perubahan wujud zat dari gas menjadi padat dengan melepaskan energi panas.

Gambar 3.2 Skema Perubahan Wujud Zat

(18)

RANGKUMAN

Unsur merupakan nama untuk kumpulan / himpunan atom yang mempunyai karakter yang sama.

Senyawa merupakan zat yang terbentuk dari beberapa unsur dengan perbandingan massa tertentu dan tetap melalui suatu reaksi kimia.

Campuran merupakan gabungan beberapa zat dengan perbandingan tidak tetap, tanpa melalui reaksi kimia.

Asam merupkan zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidrogen (H+).

Basa merupakan zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH-).

Garam merupakan senyawa yang terbentuk dari reaksi antara asam dan basa.

Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Wujud zat dibedakan menjadi Zat dapat mengalami perubahan wujud. Perubahan wujud terjadi karena perubahan kebebasan gerak partikel - partikel yang menyebabkan perubahan jarak antar partikel.

Perubahan wujud zat digolongkan menjadi 6 peristiwa yaitu membeku, mencair, menguap, mengembun, menyublim, dan mengkristal.

tigas, yaitu padat, cair, dan gas.

(19)

Pernyataan yang paling tepat mengenai unsur adalah ....

LATIHAN SOAL (AKM)

A. PILIHAN GANDA

Kerjakan soal - soal di bawah ini dengan memilih satu jawaban yang tepat ! 1.

a. Zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana b. Zat tunggal yang tidak dapat bercampur dengan zat lain

c. Zat tunggal yang sudah tidak dapat dibagi lagi

d. Zat tunggal yang tidak dapat bersenyawa dengan zat tunggal lain 2. Salah satu sifat yang dimiliki unsur logam adalah ....

a. Tidak mengkilap b. Rapuh

c. Umumnya berwujud gas d. Penghantar listrik yang baik

3. Zat tunggal yang tersusun atas beberapa unsur dengan perbandingan massa tetap disebut ....

a. Unsur b. Campuran c. Senyawa d. Larutan

4. Udara segar yang kita hirup banyak mengandung ....

a. Hidrogen lebih banyak

b. Karbon dioksida lebih banyak c. Oksigen lebih banyak

d. Nitrogen lebih banyak

5. Garam yang dimasukkan ke dalam air ternyata larut dalam air sehingga tidak dapat dibedakan lagi. Zat yang terbentuk merupakan ....

a. Campuran homogen b. Campuran heterogen c. Senyawa

d. Unsur

6. Di antara bahan - bahan berikut yang bersifat asam adalah ....

a. Sabun b. Cuka dapur c. Sampo d. Kapur tulis

(20)

Perhatikan ciri - ciri larutan zat berikut.

7. Suatu larutan setelah diidentifikasi menghasilkan data sebagai berikut : - Rasanya asam

- Dapat menghantarkan listrik - Memerahkan kertas lakmus biru

Larutan tersebut dapat diprediksi sebagai larutan ....

a. Asam b. Basa c. Netral d. Garam

8. Jika memiliki bentuk dan volume yang tetap, maka suatu zat tergolong zat ....

a. Cair b. Gas c. Padat

d. Padat dan Gas

9. Pernyataan di bawah ini yang merupakan definisi zat adalah sesuatu yang ....

a. Memiliki massa dan volume b. Memiliki massa dan berat

c. Memiliki massa dan menempati ruang d. Menempati ruang dan memiliki volume

10. Zat berikut yang letak antar molekulnya paling jauh dan gaya tarik antar molekulnya paling lemah adalah ....

a. Kayu b. Es c. Air d. Udara

B. PILIHAN GANDA KOMPLEKS

Kerjakan soal - soal di bawah ini dengan memiliki 2 (dua) jawaban yang tepat ! 1.

1. Menyebabkan keropos pada besi.

2. Memiliki bilangan pH kurang dari 7.

3. Mengubah lakmus merah menjadi biru.

4. Melapaskan ion hidroksil.

5. Memiliki bilangan pH lebih dari 7.

Yang merupakan ciri asam adalah ....

A. 1 B. 2 C. 3

(21)

Larutan P Q R S T Warna lakmus merah dalam

larutan Merah Biru Merah Merah Biru

Warna lakmus biru dalam

larutan Merah Biru Merah Biru Biru

2. Berikut data hasil pengujian larutan dengan kertas lakmus merah dan biru.

Berdasarkan data tersebut, larutan yang mengandung basa adalah ....

A. P B. Q C. R D. S E. T

3. Perhatikan ciri - ciri zat berikut ini.

1. Jarak antar partikel yang rapat.

2. Gaya ikatan antar partikel sangat kuat.

3. Memiliki volume dan bentuk yang tetap.

4. Gerakan partikel tidak bebas.

5. Memiliki bentuk sesuai wadahnya.

6. Susunan partikel tidak teratur.

7. Gerakan partikel bebas.

Berdasarkan data tersebut, yang merupakan ciri - ciri zat padat ditunjukkan oleh nomor ....

A. 1 dan 2 B. 1 dan 5 C. 3 dan 4 D. 5 dan 6 E. 6 dan 7

4. Zat berikut yang letak antar molekulnya agak longgar dan gaya tarik antar molekul kurang kuat adalah ....

A. Kayu B. Air C. Udara D. Meja

E. Minyak goreng

(22)

5. Contoh asam yang dijumpai dalam kehidupan sehari - hari adalah ....

A. Deodoran, Sabum, Jeruk, Tomat B. Cuka, Jambu Biji, Jeruk, Apel

C. Anggur, Asam Lambung, Tomat, Keju

D. Obat sakit maag, Deodoran, Pengembang kue, Sabun E. Penambah rasa makanan, Sabun, Jeruk, Cuka

C. Essay

Kerjakan soal - soal berikut dengan jawaban yang jelas dan tepat!

1. Jelaskan tata cara penulisan nama dan lambang unsur!

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan :

a. Unsur b. Senyawa c. Campuran

3. Sebutkan macam - macam wujud benda beserta sifat - sifat yang dimilikinya!

4. Jelaskan ciri - ciri yang larutan asam dan basa!

5. Tuliskan masing - masing contoh asam dan basa yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari - hari!

(23)

Penugasan (Project)

Silakan download e-modul yang Ibu berikan. Baca dan pahami materinya, kemudian catat poin - poin penting pada buku tulis.

Lihat dan amatilah benda/zat/makanan/minuman yang ada

disekitarmu. Kemudian, kelompokkan

benda/zat/makanan/minuman tersebut (termasuk asam, basa, atau garam) ?

Catatlah data hasil pengelompokkanmu dengan menggunakan tabel.

Buat powerpoint berdasarkan hasil (sertakan foto) pengamatanmu.

kumpulkan tugas di grup whatsapp.

1.

2.

3.

4.

5.

(24)

Daftar Pustaka

Herlina Lina., Iskandar B. Rangga. 2020. "Modul Pembelajaran SMP Terbuka Ilmu Pengetahuan Alam". Penerbit: Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim Penulis. 2015. "Semangat Meraih Prestasi IPA". Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Referensi

Dokumen terkait

Kalor yang diberikan oleh api tidak digunakan untuk menaikkan suhu, namun digunakan untuk mengubah wujud zat dari padat menjadi cair atau dari cair menjadi uap.. Pengaruh kalor

Proses perpindahan panas/energi melalui suatu media zat padat atau cair yang terjadi karena kontak langsung diantara partikel-pertikel yang mempunyai perbedaan

Perubahan tersebut tidak akan terjadi pada zat padat karena wujud zat cair suatu zat pada umumnya memiliki massa jenis yang lebih kecil dibandingkan dengan wujud

Penyimpanan dan penataan larutan yang sudah dibuat di laboratorium didasarkan pada wujud dari zat tersebut (padat, cair dan gas), sifat-sifat zat (Asam dan Basa), sifat

Energi yang diperlukan juga tidak terlalu banyak untuk perubahan wujud zat jika dibandingkan harus merubah dari cair ke gas.. Berkebalikan dengan mencair, ada membeku yaitu

Alasan peneliti dalam pembelajaran fisika pada materi tekanan zat cair menggunakan pictorial riddle karena materi fisika tentang tekanan zat cair ini memerlukan gambar

Proses perpindahan panas/energi melalui suatu media zat padat atau cair yang terjadi karena kontak langsung diantara partikel-pertikel yang mempunyai perbedaan

Buatlah cerita tentang diri kalian, mulailah dengan wujud air sebagai zat padat atau es, uraikanlah perubahan yang terjadi pada diri kalian saat kalian berubah menjadi cair dan kemudian