Laut Bercerita
1. Identitas buku
Judul Buku : laut bercerita Nama Pengarang : leila s. chudori
Nama Penerbit : KPG (kepustakaan populer gramedia) Jumlah halamn : 378
Harga buku : Rp. 100.000
Gambar sampul : Bergambar kan isi dan kedalaman laut
2. Jenis buku
Novel : Fiksi
Genre : Politik, Sejarah
3. Sinopsis buku
Tokoh utama dalam novel ini ada dua, yang pertama bernama Biru Laut Wibisana dan adiknya yang bernama Asmara Jati.
Mengisahkan kisah dramatis mahasiswa aktivis pada masa orde baru di Indonesia yang di kisah kan oleh dua sudut pandang kedua tokoh utama.Pada era '90-an, Biru Laut, adalah mahasiswa Sastra Inggris di Universitas Gadjah Mada, yang diajak bergabung, karana sikap aktivisnya ke dalam kelompok perlawanan Wirasena dan Winatra.
Kelompok tersebut berjuang melawan rezim Orde Baru yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai mereka. Novel ini menggambarkan perjalanan hidup dan perjuangan Biru Laut, termasuk hubungannya dengan teman-temannya, seperti Kinan, AlexDaniel,Sunu,danBram serta kekasih nya Ratih anjani
Kisah yang tergambar dalam novel Laut Bercerita dibagi menjadi dua babak. Babak pertama menceritakan kisah pada rentang 1991-
1998 dan babak kedua pada periode 2000-2007. kedua babak
tersebut di ceritakan dari sudut pandang kedua tokoh utama. Puncak cerita terjadi pada Maret 1998. Wirasena diculik dan disiksa secara brutal oleh aparat negara. Beberapa aktivis dilepaskan, tetapi
sejumlah lainnya, termasuk Biru Laut, menghilang tanpa jejak.
Babak kedua novel mengambil sudut pandang Asmara Jati, adik Biru Laut, pada rentang 2000 hingga 2007. Asmara Jati,
bersama keluarga dan teman-teman aktivis yang tersisa, berusaha mencari keberadaan Biru Laut dan kawan-kawannya yang hilang.
Mereka mendirikan lembaga khusus untuk menangani kasus orang dihilangkan oleh negara, sembari berharap pemerintah segera
menuntaskan masalah tersebut. Meskipun ditemukan informasi
mengenai tulang belulang manusia di Kepulauan Seribu, Asmara Jati tetap tidak yakin bahwa itu adalah kakaknya.
Akhir cerita novel Laut Bercerita penuh dengan tragedi dan trauma bagi keluarga Biru Laut dan kekasih nya Ratih Anjani. Pada bagian akhir, cerita berfokus pada keluarga yang kehilangan salah satu anggota keluarganya, yaitu keluarga Biru Laut dan teman teman nya yg hilang. Banyak trauma yang mendalam di rasakan oleh
keluarga Biru laut, ibu dan ayah nya yang mulai gila atau stress yang menganggap anak pertma mereka masih ada.
PILIHAN KEDUA
Novel laut bercerita menceritakan tentang aktivis mahasiswa di masa Orde Baru bernama Laut (Ya, Laut di sini adalah nama tokoh) nama lengkapnya Biru Laut Wibisono yang berkuliah sastra Inggris di UGM. Di kampus, laut bergabung dengan kelompok aktivis Wirasena yang bermarkas di Seyegan atau disebut juga Rumah Hantu. Kelompok
Wirasena tersebut terdiri dari Kinan, Sunu, Alex, Daniel, Gala atau Sang Penyair, Gusti, Ahmad, Coki dan Naratama.
Tahun 1998, menjadi tahun yang kelam dan gelap, dimana orang-orang hilang, disiksa, dan dibantai. Pada tahun itu juga, Laut menjadi Sekjen Wirasena sekaligus menjadi buronan pemerintah Orde Baru dan berhasil dijebloskan ke sebuah tempat yang keji. Laut dan teman-temanya disiksa, disetrum berkali-kali, diberi semut rangrang, serta ditendang agar mau memberi kesaksian siapa dalang dari mereka (Wirasena), dan siapa yang membiayai kelompok itu selama ini.
Setelah berhari-hari disiksa, disetrum, dst, Laut dibawa ke sebuah tempat yang sama dengan namanya: Laut. Kemudian ia ditenggelamkan bersama dengan cerita yang belum sempat ia sampaikan kepada Indonesia. Adik Laut ingin sekali meyakinkan kedua orang tuanya bahwa kakaknya Laut tidak akan pulang. Ia sendiri tidak tahu apakah kakaknya masih hidup, sehat, apakah baik-baik saja. Semuanya hanya menjadi tanda tanya.
Sudut pandang novel laut bercerita terdiri atas dua bagian. Bagian pertama mengambil sudut pandang seorang mahasiswa aktivis bernama Laut, menceritakan bagaimana Laut dan kawan-kawannya menyusun rencana, berpindah-pindah dalam pelarian, hingga tertangkap oleh pasukan rahasia. Sedangkan bagian kedua dikisahkan oleh Asmara, adik Laut. Bagian kedua mewakili perasaan keluarga korban penghilangan paksa, bagaimana pencarian mereka terhadap kerabat mereka yang tak pernah kembali. Berusaha mencari secercah harapan tentang saudara;
jika masih hidup, dia disekap dimana. Pun jika sudah mati, dimana mereka menguburkannya. Juga tentang perasaan para korban selamat, bagaimana terpenjara nya mereka atas kejadian tersebut.
4. Kepengaragan
Leila s. cuhdori mengatakan penulisan ini di ambil dari kejadian nyata atau kisah nyata para aktivis pada masa orde baru. Novel
berlatar era 1990-an hingga 2000-an ini menghadirkan cerita masa lalu yang sarat dengan peristiwa traumatis tak terlupakan. Hingga hari ini, aktivis yang dihilangkan oleh negara masih menjadi suatu misteri besar yang belum terpecahkan. Tercatat masih ada 13 aktivis yang hilang. Di antaranya adalah Noval Alkatiri, Herman
Hendrawan, Suyat, Ucok Munandar Siahaan, dan Wiji Thukul.