• Tidak ada hasil yang ditemukan

buku muhammad teladanku - Digilib UIN SUKA

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "buku muhammad teladanku - Digilib UIN SUKA"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

SDIT Salsabila 3 Banguntapan mempunyai program unggulan BCM (Bermain, Bercerita dan Bernyanyi) khususnya bagi pendidik kelas 4B, menerapkan metode cerita dalam kegiatan apersepsi pada siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buku Muhammad Teladanku sebagai sumber belajar merupakan kegiatan apresepsi yang dapat memberikan pengalaman belajar, memberikan informasi yang akurat, dan merangsang siswa berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Buku cerita Muhammad Teladanku (MUTE) yang dijadikan sumber belajar mengandung nilai-nilai keagamaan dari sikap dan sifat baik Rasulullah yang dapat ditiru oleh siswa.

Kegiatan membaca kisah Muhammad Teladanku di awal pembelajaran atau kegiatan apersepsi untuk memberikan teladan atau teladan kepada siswa atas sikap dan sifat baik Nabi yang terkandung dalam cerita tersebut. Dalam kegiatan apersepsi, guru dapat menghubungkan peristiwa-peristiwa yang telah diketahui siswa dengan materi yang akan dibahas. Untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan kitab Muhammad Teladanku sebagai sumber belajar di Kelas IV B SDIT Salsabila 3 Banguntapan.

Wawancara An Nisrina siswa Kelas 4B SDIT Salsabila 3 Banguntapan di Kelas 4B, 6 Mei 2018. Kegiatan ini dilakukan dengan cara membacakan langsung dari buku cerita yang ada kepada siswa sebelum pembelajaran berlangsung. Siswa mendapatkan informasi konkrit tentang sikap dan sifat Rasulullah dari isi cerita, yang dapat dijadikan teladan yang baik bagi kehidupan siswa.

Kitab Muhammad “Teladaniku” dapat merangsang siswa untuk berpikir, bersikap dan berkembang lebih jauh sesuai isi cerita, seperti sikap Rasulullah yang selalu salat tepat waktu dan merangsang para santri untuk salat tepat waktu.

Tabel II.1.  Waktu dan Kegiatan Penelitian .....................................................
Tabel II.1. Waktu dan Kegiatan Penelitian .....................................................

SARAN

Pendidik dapat membentuk karakter tanggung jawab siswa dengan menerapkan metode cerita. minta maaf bila melakukan kesalahan, terimalah. konsekuensi, berprinsip, jujur,. Dari hasil observasi yang dilakukan pada hari pertama, peneliti menemukan bahwa Ny. Isna selaku wali kelas menerapkan metode cerita pada kegiatan pembukaan yaitu setelah siswa melaksanakan shalat Dhuha berjamaah, kemudian Bu. Kisah Isna diambil dari buku cerita inspiratif berjudul Muhammad Teladanku. Siswa antusias, tenang dan memahami cerita yang disampaikan, dibuktikan dengan siswa mampu menceritakan kembali isi cerita.

Dalam aktiviti ini, guru dapat menyampaikan cerita dengan baik kerana perhatian murid tertumpu kepada guru semasa beliau bercerita. Guru juga memberikan pesan moral dalam setiap aktiviti membaca kisah Muhammad Teladanku. Terdapat banyak mesej moral dalam pertemuan ini yang selaras dengan pembentukan sikap bertanggungjawab pelajar, seperti berdikari, tabah, menahan diri dan bersederhana. Tepo slira dalam berpakaian dicontohi oleh pelajar a.n Rani yang disifatkan sebagai seorang yang mempunyai pakaian yang sangat cantik dan mahal, tetapi tidak boleh menunjukkannya kepada orang lain. Dalam aktiviti ini, guru memberikan mesej moral dalam setiap aktiviti membaca kisah Muhammad Teladanku. Dalam perjumpaan ini, terdapat banyak mesej moral yang sesuai untuk membentuk sikap bertanggungjawab pelajar seperti jangan sombong dan jangan marah.

Dalam kegiatan ini guru memberikan pesan moral dalam setiap kegiatan dengan membacakan kisah Muhammad Teladanku.Pesan moral yang ada dalam pertemuan ini banyak yang sejalan dengan pembentukan sikap bertanggung jawab pada siswa seperti tidak saling menghasut dan bersikap tegas. tepat ketika mereka melakukan kesalahan. Dalam kegiatan ini guru memberikan pesan moral dalam setiap kegiatan ketika membacakan kisah Muhammad Teladanku, banyak pesan moral dalam pertemuan ini yang sejalan dengan pembentukan sikap bertanggung jawab pada siswa seperti tidak pantang menyerah dan cinta tanah air. . Disini peneliti menanyakan berbagai hal mulai dari alasan memilih cerita yang disampaikannya, cara penyampaiannya, aspek-aspek yang ingin dicapai dengan bercerita, kelebihan, keterbatasan dan apakah cerita tersebut dapat membentuk sikap bertanggung jawab siswa. .

Alasan beliau memilih cerita inspiratif berjudul Muhammad Teladanku karena di dalam buku cerita tersebut banyak sekali contoh atau teladan nabi yang patut ditiru oleh para santri. Meskipun Bu Isna pertama kali membeli buku cerita tersebut untuk koleksi pribadinya untuk tabungan masa depan anak-anaknya, namun ketika dibawa ke sekolah dan dibacakan kepada siswa, mereka menyukai dan antusias mendengarkan cerita tersebut, sehingga Bu Isna menceritakan kisah Muhammad. Teladan saya setiap hari. Ibu Isna menjawab tentunya sangat memperhatikan aspek-aspek yang akan diperoleh dari cerita-cerita yang disampaikan, terlihat dari cerita-cerita yang disampaikan banyak mengandung hikmah baik yang dapat menjadi teladan dan dapat membentuk akhlak bagi para siswa, sehingga cerita yang disampaikan tidak hanya menghibur tetapi juga dapat mendidik bagi siswa.

Ia hanya memperhatikan bagaimana para siswa dapat memperhatikan dengan serius dan asyik dengan cerita yang disampaikannya, karena itulah kelemahan cerita Bu Isna. Dikatakannya, belum terlalu fokus dalam membentuk sikap tanggung jawab siswa, namun sikap tanggung jawab siswa sudah terlihat dari hal tersebut. Seperti yang telah disebutkan, Bu Isna selama ini belum terlalu memperhatikan hal ini, namun jika dilihat, banyak sekali indikator akuntabilitas pada siswa seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Dalam kegiatan ini guru memberikan pesan moral pada setiap pembacaan cerita Muhammad Teladanku. Tidak hanya itu, guru juga menyadari aspek-aspek cerita yang dapat membentuk sikap tanggung jawab siswa. Pada kesempatan kali ini peneliti melakukan wawancara kepada siswa atas nama Alfarel Reihan dan Nisrina/Ririn. Dalam melakukan wawancara, peneliti tampil dengan santai karena siswa sedang istirahat.

Dalam kegiatan ini guru memberikan pesan moral dalam setiap pembacaan cerita Muhammad Teladank dan tidak hanya itu saja pendidik juga memperhatikan aspek-aspek cerita yang dapat membentuk sikap bertanggung jawab pada siswa dan siswa sangat antusias terhadap apa yang disampaikan. yang disampaikan pendidik. agar tujuan yang ingin dicapai dapat tercapai. .

Gambar

Tabel II.1.  Waktu dan Kegiatan Penelitian .....................................................
Gambar 4.1  Proses Penyampaian Cerita Inspiratif Muhammad Teladanku ......... 58  Gambar 4.2  Buku Cerita Muhammad Teladanku Jilid 6 .....................................

Referensi

Dokumen terkait

Therefore, this research use LRFM analysis to predict student churn or drop out in higher education based on customer lifetime value.. LRFM analysis implementation in churn prediction