PANDUAN DAN INFORMASI
AKADEMIK
PANDUAN DAN INFORMASI AKADEMIK
PROGRAM SARJANA (S-1) PROGRAM MAGISTER (S-2)
PROGRAM DOKTOR (S-3)
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
TAHUN AKADEMIK 2021/2022
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL
“VETERAN” YOGYAKARTA
2021
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL A. FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
DEKAN
Nama : Dr. Ir. Sutarto, MT
Tempat/Tanggal Lahir : Klaten/1 Maret 1965
NIP/NIK : 196503011991031001
Email : [email protected]
WAKIL DEKAN BIDANG AKADEMIK
Nama : Dr. Ir. Barlian Dwinagara, MT.
Tempat/Tanggal Lahir : Pekalongan/6 Juli 1964
NIP : 196407061990081001
Email : [email protected]
WAKIL DEKAN BIDANG UMUM DAN KEUANGAN
Nama : Dr.Ir. Basuki Rahmad, MT.
Tempat/Tanggal Lahir : Padang, 7 Mei 1966
NIP/NIK : 196605071994031001
Email : [email protected]
WAKIL DEKAN BIDANG KEMAHASISWAAN, KERJASAMA DAN PERENCANAAN
Nama :, Ir. Bambang Bintarto, MT
Tempat/Tanggal Lahir : Yogyakarta, 21 Januari 1961
NIP/NIK : 196101211994031001
Email : [email protected]
KETUA JURUSAN
Nama : Dr.Ir. Jatmika Setiawan, MT.
Tempat/Tanggal Lahir : Yogyakarta/ 11 April 1964
NIP/NIK : 196404111993031001
Email : [email protected]
SEKRETARIS JURUSAN
Nama : Ir. Puji Pratiknyo, MT.
Tempat/Tanggal Lahir : Banyuwangi, 21 Desember 1960.
NIP : 19601221 198703 1 001
Email : [email protected]
KOPRODI S1
Nama : Dr. Ir. M. Syaifudin MT.
Tempat/Tanggal Lahir : Banjarmasin/ 26 Desembaer 1961
NIP/NIK : 196112261993031001
Email : [email protected]
KOPRODI S2
Nama : Dr.Agus Harjanto, ST. MT Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 24 Agustus 1969
NIP/NIK : 269089500411
Email : [email protected]
Nama : Dr. Ir. Carolus Prasetyadi, M.Sc Tempat/Tanggal Lahir : Yogyakarta/ 4 November 1958
NIP/NIK : 195811041987031001
Email : [email protected]
KOPRODI S1 TEKNIK GEOMATIKA
Nama : Ir. Ediyanto, MT
Tempat/Tanggal Lahir : Yogyakarta, 31 Maret 1960
NIP/NIK : 196003311992031001
Email : [email protected]
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
KETUA JURUSAN
Nama : Dr. Ir. Eddy Winarno, S.Si, MT.
Tempat/Tanggal Lahir : Malang, 8 Juni 1960.
NIP/NIK : 196006081990081001
Email : [email protected]
SEKRETARIS JURUSAN
Nama : Dr. Tedy Agung Cahyadi, ST, MT, IPM Tempat/Tanggal Lahir : Pacitan, 31 Mei 1984
NIP : 19840531 201903 1 003
Email : [email protected]
Nama : Ir.Wawong Dwi Ratminah, MT Tempat/Tanggal Lahir : Purbalingga/19 September 1962 NIP/NIK : 196209191990092001 Email : [email protected]
KOPRODI S1 TEKNIK METALURGI
Nama : Ir. Anton Sudiyanto, MT.
Tempat/Tanggal Lahir : Pemalang/8 Juli 1957 NIP/NIK : 19570708198903 1 001 Email : [email protected]
KOPRODI S2 TEKNIK PERTAMBANGAN
Nama : Dr. Rika Ernawati ST. MSi
Tempat/Tanggal Lahir : Cirebon, 4 Maret 1974
NIP/NIK : 274039902171
Email : [email protected]
JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN
KETUA JURUSAN
Nama : Dr. Boni Swadesi, ST., MT
Tempat/Tanggal Lahir : Ampenan/7 Desember 1971
NIP/NIK : 271129801981
Email : [email protected]
Nama : M. Th. Kristiati. EA, ST, MT Tempat/Tanggal Lahir : Klaten, 5 December 1960
NIP : 19601205 199303 2 001
Email : [email protected]
KOPRODI S1
Nama : Hariyadi, ST, MT
Tempat/Tanggal Lahir : Boyolali, 2 November 1972
NIP/NIK : 272119701581
Email : [email protected]
KOPRODI S2
Nama : Dr. Ir. Dyah Rini Ratnaningsih, MTTempat/Tanggal Lahir : Yogyakarta, 29 Januari 1960
NIP/NIK : 196001291985072001
Email : [email protected]
JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN
KETUA JURUSAN
Nama : Dr. Johan Danu Prasetya, S.Kel, M.Si Tempat/Tanggal Lahir : Sragen, 27 Juli 1984
NIP/NIK : 198407272019031010 Email : [email protected]
Nama : Herwin Lukito, ST, M.Si.
Tempat/Tanggal Lahir : Kediri, 20 Agustus 1970
NIP : 270080602401
Email : [email protected]
KOPRODI S1 TEKNIK LINGKUNGAN
Nama : Aditya Pandu Wicaksono, S.Si., M.Sc.
Tempat/Tanggal Lahir : Palu, 12 April 1985 NIP/NIK : 19850412 2019 03 1009 Email : [email protected]
KOPRODI S2 MANAJEMEN BENCANA
Nama : Dr. Ir. Eko Teguh Paripuro, MT.
Tempat/Tanggal Lahir : Malang, 3 Juni 1961 NIP/NIK : 196206031988031001 Email : [email protected]
JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA
KETUA JURUSAN
Nama : Dr. Yatini
Tempat/Tanggal Lahir : Yogyakarta, 22-05-1963
NIP/NIK : 196305221990032001
Email : [email protected]
SEKRETARIS JURUSAN
Nama : Wrego Seno Giamboro, ST., M.Sc.
Tempat/Tanggal Lahir : Bogor,13 Desember 1986
NIP : 198612132019031011
Email : [email protected]
KATA PENGANTAR
P
uji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa bahwasanya Buku Panduan dan Informasi Akademik Program Sarjana (S-1), Magister (S-2), dan Doktor (S-3) Fakultas Teknologi Mineral tahun 2021 telah terselesaikan dan diterbitkan bagi mahasiswa baru tahun akademik 2021/2022. Hal ini sangat penting mengingat beberapa hal: Pertama tahun 2021 merupakan tahun ke tujuh penanganan mahasiswa baru UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai PTN. Buku Panduan ini merupakan penyempurnaan dari edisi 2020 dan disesuaikan dengan kurikulum terbaru, yaitu tahun 2021 untuk dapat mengimplementasikan Program Kampus Merdeka dari seluruh prodi di FTM. Selain itu, juga disesuaikan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dan Standar Nasional Perguruan Tinggi sebagaimana diamanatkan dalam Perpres RI No. 8 tahun 2012 dan Permendikbud RI No 73 tahun 2013, Permendikbud RI No. 3 tahun 2020 serta Peraturan Rektor No. 6 Tahun 2021.Hasil evaluasi kurikulum KKNI ini didasarkan pada Kurikulum FTM sebelumnya yang berbasis Kompetensi tahun 2011. Beberapa penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi terbaru di FTM, seperti penambahan dosen/asisten dosen baru; jenjang pendidikan para dosen dan perbaikan prasarat mata kuliah. Panduan ini disusun dengan maksud untuk digunakan sebagai acuan bagi para mahasiswa angkatan 2021, tenaga kependidikan, laboran, dosen/
dosen pembimbing akademik, pengelola program studi di lingkungan Fakultas Teknologi Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta.
oleh Fakultas dan kontribusi tiap-tiap Jurusan di lingkungan FTM.
Pengguna panduan ini diharapkan dapat memahami visi, misi FTM dan prodi-prodi, kurikulum, dan peraturan akademik, sehingga mahasiswa dapat menempuh proses pendidikan dengan runtut dan lancar, selesai tepat waktu serta berkualitas akademik tinggi. Selain untuk kepentingan internal, buku panduan ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber informasi bagi kalangan pengguna lulusan, baik dari industri, instansi swasta maupun pemerintah dan masyarakat mengenai penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Teknologi Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta.
Dalam kurikulum ini penerapan metoda pembelajaran secara berkala ditingkatkan dengan mengubah Teacher Centered Learning (TCL) menjadi Student Centered Learning (SCL) dan metoda pembelajaran yang lebih banyak menerapkan mahasiswa aktif seperti dalam Problem Based Learning, Project Based Learning serta implementasi Program Kampus Merdeka, dan lain-lain.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada tim penyusun Panduan Dan Informasi Akademik FTM, Pengurus Jurusan dan Koordinator Program Studi serta semua pihak yang telah membantu dalam penerbitan buku panduan ini. Pendapat, saran dan koreksi untuk penyempurnaan buku ini akan diterima dengan senang hati serta digunakan sebagai bahan untuk penyusunan buku panduan di masa mendatang.
Yogyakarta, Agustus 2021 Dekan, Ttd (Dr. Ir. Sutarto, M.T.)
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... V DAFTAR ISI ... VII
BAB I LATAR BELAKANG ... 1
1.1. Sejarah Singkat ... 1
1.2. Visi, Misi Dan Tujuan Pendidikan ... 4
1.3. Program Pendidikan Dan Kompetensi ... 6
BAB II ORGANISASI DAN PERSONALIA ... 9
2.2. Pimpinan Fakultas Teknologi Mineral ... 9
2.2. Tenaga Administrasi ... 10
2.2. Pimpinan Jurusan ... 10
BAB III 13 PERATURAN AKADEMIK... 13
3.1. Pengertian ... 13
3.2. Sistem Kredit Semester ... 13
3.3. Kurikulum ... 15
3.4. Kegiatan Pembelajaran ... 17
3.5. Kontrak Perkuliahan ... 18
3.6. Sistem Evaluasi Belajar ... 19
3.7. Tatatertib Perkuliahan ... 20
3.8. Evaluasi Hasil Belajar ... 22
3.9. Pengumuman Hasil Evaluasi Belajar ... 24
3.10. Evaluasi Susulan ... 24
3.11. Masa Dan Beban Studi ... 25
3.12. Putus Studi Dan Evaluasi Masa Studi ... 26
3.13. Cuti Akademik ... 28
3.16. Predikat Kelulusan ... 30
3.17. Wisuda ... 31
3.18. Penerimaan Mahasiswa Baru... 32
3.19. Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK) ... 33
3.20. Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat. ... 33
3.21. Pelanggaran Dan Sanksi Akademik ... 34
3.21. Kehilangan-Kehilangan ... 38
BAB IV PERATURAN ADMINISTRASI ... 39
4.1. Pendaftaran Ulang Mahasiswa... 39
4.2. Cuti Pendidikan ... 39
4.3. Pemulihan Status Mahasiswa. ... 40
4.4. Pengambilan Mata Kegiatan Akademik (MKA) ... 40
4.5. Kuliah Kerja Nyata ... 41
BAB V PEMBINAAN KEMAHASISWAAN DAN ALUMNI 43 5.1. Pembinaan Kemahasiswaan ... 43
5.2. Pemberian Penghargaan ... 45
5.3. Alumni ... 47
BAB VI JURUSAN TEKNIK GEOLOGI ... 49
6.1. Program Sarjana Teknik Geologi ... 49
6.1.6. Peraturan Pengambilan Mka Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kolokium, Skripsi Program Studi Teknik Geologi ... 63
6.2. Program Sarjana Teknik Geomatika ... 100
6.3. Program Magister Teknik Geologi ... 137
6.4. Program Studi Doktor Teknik Geologi ... 149
7.1. Sejarah Singkat ... 161
7.2. Program Sarjana Teknik Pertambangan ... 163
7.3. Program Studi Sarjana Teknik Metalurgi ... 191
7.4. Program Magister Teknik Pertambangan... 209
BAB VIII PROGRAM STUDI SARJANA TEKNIK PERMINYAKAN ... 221
8.1. Program Sarjana Teknik Perminyakan ... 221
8.2. Program Magister Teknik Perminyakan ... 246
BAB IX JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN ... 257
9.1. Program Studi Sarjana Teknik Lingkungan ... 258
9.2. Program Studi Magister Manajemen Bencana ... 286
BAB X JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA ... 303
10.1. Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran ... 303
10.2. Profil Lulusan Dan Capaian Pembelajaran ... 305
10.3. Kurikulum... 306
10.4. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ... 316
10.5. Peraturan Pengambilan Mka Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kolokium Dan Skripsi ... 323
10.6. Program Beasiswa ... 323
10.7. Sarana dan Prasarana Pendidikan. ... 324
10.8. Dukungan Kerjasama... 326
10.9. Alumni ... 327
10.10. Daftar Staf Pengajar Dan Kepakaran- Nya Di Jurusan Teknik Geofisika ... 327
10.11. Daftar Staf Tenaga Kependidikan di Jurusan Teknik Geofisika ... 328
BAB I
LATAR BELAKANG
1.1. SEJARAH SINGKAT
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, pada awal mulanya bernama Akademi Pembangunan Nasional “Veteran”
dan merupakan Akademi Kedinasan, yang berdiri pada tanggal 15 Desember 1958 di bawah Kementerian Urusan Veteran Rl, dengan tiga Jurusan, yaitu:
1. Geologi Pertambangan 2. Ekonomi Pertanian 3. Teknologi Perusahaan
Kuliah pertama diselenggarakan di gedung Sekolah Teknologi Menengah Atas (STMA) Jl. Kusumanegara 1 Yogyakarta, kemudian di kampus Jalan Jlagran 33 dan Jl. Ketandan Wetan 22 Yogyakarta.
Dalam perkembangannya, berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Urusan Veteran dan Demobilisasi dengan Menteri Perguruan Tinggi dan llmu Pengetahuan Nomor: 140/KPTS/1965, sejak 30 Juli 1965 APN ditingkatkan menjadi Perguruan Tinggi Pembangunan Nasional (PTPN) ”Veteran” masih berstatus Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK), dengan 6 Fakultas, yaitu:
1. Teknik Geologi 2. Teknik Pertambangan 3. Teknik Perminyakan 4. Teknik Kimia 5. Pertanian
Dengan demikian Jurusan Geologi Pertambangan dikembangkan menjadi 3 Fakultas yaitu Teknik Geologi, Teknik Perminyakan, dan Teknik Pertambangan. Kuliah pertama Fakultas Teknik Perminyakan dan Fakultas Teknik Pertambangan dimulai pada pertengahan Agustus 1966, sedangkan Fakultas Teknik Geologi pada awal Januari 1967.
Pada tanggal 15 Desember 1977, bersamaan dengan Dies Natalis XIX, berdasarkan Skep Menhankam Rl nomor: Skep/1555/
XI/1977 tanggal 30 Nopember 1977 PTPN ”Veteran” Yogyakarta diubah menjadi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ”Veteran”
Yogyakarta di bawah naungan Departemen Pertahanan Keamanan Rl, dengan jumlah Fakultas tidak mengalami perubahan.
Selanjutnya berdasarkan Keputusan Menhankam Rl nomor:
Kep/01/11/1993 tanggal 27 Februari 1993, tiga Fakultas yaitu Teknik Geologi, Teknik Pertambangan, dan Teknik Perminyakan ditata kembali dan disesuaikan dengan susunan organisasi UPN
”Veteran” Yogyakarta yang baru, menjadi satu Fakultas, yaitu FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL (FTM) yang memiliki tiga Jurusan, yaitu: Jurusan Teknik Geologi (TG), Jurusan Teknik Pertambangan (TA), dan Jurusan Teknik Perminyakan (TM).
Sejak tanggal 1 April 1995 berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Pertahanan Keamanan Rl nomor: Kep/10/XI/1994 0307/0/1994 tanggal 29 Nopember 1994, UPN ”Veteran” Yogyakarta beralih status dari Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) di bawah Departemen Pertahanan Keamanan Rl menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di bawah Yayasan Kejuangan Panglima Besar Sudirman (YKPBS) yang kemudian dialihkan ke Yayasan YKP dan terakhir dibawah YKPP yang semuanya dalam lingkup Kemenhan. Dimasa ini, Fakultas Teknologi Mineral mendapatkan penambahan dua Jurusan baru (S-1) yaitu Jurusan Teknik Lingkungan dan Jurusan Teknik Geofisika.
Jurusan Teknik Lingkungan dibuka berdasarkan Surat Ijin Dirjen Dikti No. 15932/D/2002, tanggal 2 Agustus 2002 dan perkuliahan dimulai pada tahun akademik 2002/2003. Sedangkan Jurusan Teknik Geofisika dibuka berdasarkan Surat Ijin Dirjen Dikti No.479/D/T/2003, tanggal 13 Maret 2003 dan perkuliahan dimulai pada tahun akademik 2003/2004.
Dengan rahmad Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa pada akhir tahun 2014, melalui Perpres No. 121 tahun 2014 atau dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 No. 250, UPN
”Veteran” Yogyakarta dijadikan Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia.
Semua Prodi didalamnya menjadi bagian dari Perguruan Tinggi Negeri. Peraturan Presiden tersebut ditanda tangani oleh Presiden Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono di Surabaya pada tanggal 6 Oktober 2014. Sejak itu Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru UPN mengikuti Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Pemerintah Republik Indonesia dengan Jalur Seleksi Bersama dan Seleksi Mandiri pada tahun 2015 sedangkan Seleksi Nasional diadakan pada tahun 2016.
Di Tahun 2017, Fakultas Teknologi Mineral mendapatkan penambahan satu Program Studi baru, yaitu Program Studi Teknik Metalurgi, Program Sarjana. Kemudian di tahun 2018, mendapat tambahan lagi dua Program Studi baru yaitu Program Studi Teknik Geomatika Program Sarjana dan Program Studi Teknik Perminyakan Program Magister. Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, pada tahun 2021 sebanyak 12 (dua belas) Prodi di lingkungan FTM sudah terakreditasi BAN PT, dengan peringkat akreditasi selengkapnya sebagai berikut.
No Program Studi Program Akreditasi
1
Teknik Geologi
Sarjana A
2 Magister B
3 Doktor Baik
4 Teknik Geomatika Sarjana Baik
5 Teknik Pertambangan Sarjana A
6 Magister B
7 Teknik Metalurgi Sarjana C
8 Teknik Perminyakan Sarjana A
9 Magister Baik
10 Teknik Lingkungan Sarjana B
11 Manajemen Bencana Magister B
12 Teknik Geofisika Sarjana A
1.2. VISI, MISI DAN TUJUAN PENDIDIKAN 1.2.1. Visi
Menjadi lembaga pendidikan dan ristek ilmu kebumian, energi yang peduli lingkungan, dilandasi jiwa bela Negara serta bermutu internasional
1.2.2. Misi
1. Menyelenggarakan pendidikan dan ristek guna meng- hasilkan sumberdaya manusia di bidang ilmu kebumian, teknologi mineral dan energi yang profesional dan unggul, memiliki jati diri semangat bela negara, nilai kejuangan, disiplin dan kreatif mampu menjawab tantangan global.
2. Menyelenggarakan proses pembelajaran dan berbasis standar yang telah ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi / Lembaga Akreditasi Mandiri – Program Studi.
3. Menghasilkan karya riset yang diperlukan dalam pengem- bangan bidang ilmu serta teknologi kebumian, energi dan lingkungan untuk mendukung pembangunan nasional.
4. Membangun sumberdaya manusia di bidang kebumian, sumberdaya mineral, air dan energi, berwawasan lingkungan yang bertanggung jawab dalam turut serta
menjaga kelestarian bumi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
5. Mengembangkan tatakelola fakultas dan meningkatkan manajemen yang transparan dan akuntabel secara berkelanjutan.
6. Menciptakan suasana akademik yang mendukung terlaksananya Tridharma Perguruan Tinggi secara optimal.
1.2.3. Tujuan Tujuan institusi:
1. Menghasilkan sumberdaya manusia yang bermutu di bidang ilmu dan teknologi kebumian, sumberdaya mineral, air dan energi yang profesional, jujur, disiplin, kreatif, memiliki jiwa bela negara yang peduli terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.
2. Meningkatkan fungsi dan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi secara berkesinambungan.
Tujuan strategis:
1. Meningkatkan kualitas lulusan yang bermutu internasional dengan jiwa bela negara yang tinggi melalui pembelajaran berkualitas.
2. Meningkatka kualitas dan kuantitas program studi dalam rangka meningkatkan fungsi dan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi secara berkesinambungan.
3. Meningkatka kualitas penelitian di bidang kebumian, sumber daya mineral, air dan energi, kebencanaan, berwawasan lingkungan yang berorientasi pada kualitas luaran dan daya saing bangsa yang mendukung proses pembelajaran dan pengabdian masyarakat.
4. Meningkatka kualitas pengabdian kepada masyarakat di bidang kebumian, sumberdaya mineral, air dan energi,
5. Mengembangkan sistem pengelolaan FTM berdasarkan prinsip good faculty governance dan nilai-nilai institusi.
1.3. PROGRAM PENDIDIKAN DAN KOMPETENSI
Fakultas Teknologi Mineral (FTM) menyelenggarakan Program Sarjana (S1) Teknik Geologi, Teknik Pertambangan, Teknik Perminyakan, Teknik Lingkungan, Teknik Geofisika, Teknik Metalurgi dan Teknik Geomatika, Program Magister (S2) Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, Teknik Perminyakan dan Manajeman Bencana serta Program Doktor (S3) Teknik Geologi yang berkecimpung dalam bidang ilmu dan teknologi kebumian serta energi. Program-program pendidikannya menggelarkan segi-segi penguasaan, penerapan, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan bumi, seperti sifat-sifat fisik, kimia, organik dari batuan, proses-proses yang bekerja serta pengaruhnya terhadap bumi, teknologi eksplorasi, eksploitasi/produksi, pengolahan/pemurnian dan pemanfaatan sumberdaya mineral (logam, non logam, batuan) dan energi (batubara, minyak bumi, gas alam, panas bumi).
Strategi pendidikan di Fakultas Teknologi Mineral yang dianut, dengan penekanan pada penguasaan ilmu-ilmu dasar yang kuat, serta kurikulum yang bersifat fleksibel, maka diharapkan akan menghasilkan sarjana teknik yang menguasai IPTEK Kebumian, dan mampu memasuki era globalisasi dengan ciri-ciri perubahan teknologi yang cepat dan persaingan yang sangat ketat.
Kekhasan pendidikan llmu Kebumian ialah karena keter- kaitannya yang langsung dan sangat erat dengan alam (bumi), sehingga bumi pada hakekatnya adalah laboratorium. Mahasiswa selain terlibat dalam kegiatan-kegiatan kuliah dan praktikum laboratorium, juga akan banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan kuliah dan praktek lapangan.
Untuk memberikan wawasan yang lebih luas mengenai lapangan kerja yang akan dihadapinya setelah lulus, maka mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan di industri, khususnya dikaitkan dengan tugas akhirnya.
Masalah-masalah yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan hidup dan kebijakan pembangunan berkelanjutan menjadi perhatian yang kuat dalam membekali mahasiswa dan mengkaji IPTEK KEBUMIAN.
ORGANISASI DAN PERSONALIA
Fakultas Teknologi Mineral dipimpin oleh seorang Dekan, yang dibantu oleh 3 (tiga) orang Wakil Dekan (Wadek) yaitu:
1. Wadek Bidang Akademik
2. Wadek Bidang Umum dan Keuangan
3. Wadek Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Perencanaan
Dalam melaksanakan tugas dan misi Tridharma Perguruan Tinggi, Fakultas Teknologi Mineral mengkoordinir 5 (lima) unsur pelaksana akademik yang berupa Jurusan, yaitu:
1. Jurusan Teknik Geologi 2. Jurusan Teknik Pertambangan 3. Jurusan Teknik Perminyakan 4. Jurusan Teknik Lingkungan 5. Jurusan Teknik Geofisika
2.2. PIMPINAN FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL Dekan : Dr. Ir. Sutarto, M.T.
Wadek Bidang Akademik : Dr. Ir. Barlian Dwinagara, M.T.
Wadek Umum dan Keuangan : Dr. Ir. RM. Basuki Rahmad, M.T.
Wadek Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Perencanaan : Ir.
Bambang Bintarto, M.T.
2.2. TENAGA ADMINISTRASI
Kepala Bagian Tata Usaha : Siti Nurani, S.Sos Kepala Sub Bagian Keuangan : Margono, S.E.
Kepala Sub Bagian Akademik : Karsono, SIP 2.2. PIMPINAN JURUSAN
2.3.1. Jurusan Teknik Geologi
Ketua Jurusan : Dr. Ir. Jatmiko Setiawan, M.T.
Sekretaris Jurusan : Ir. Puji Pratiknya, MT
Koord. Program Studi Teknik Geologi, Program S1 : Dr. Ir. M.
Syaifudin, M.T.
Koord. Program Studi Teknik Geomatika, Program S1 : Ir. Edyanto, M.T.
Koord. Program Studi Teknik Geologi, Program S2 : Dr. Ir. Agus Harjanto, M.T.
Koord. Program Studi Teknik Geologi, Program S3 : Dr. Ir. C.
Prasetyadi, M.Sc.
2.3.2. Jurusan Teknik Pertambangan
Ketua Jurusan : Dr. Ir. Eddy Winarno, S.Si, M.T.
Sekretaris Jurusan : Dr. Tedy Agung Cahyadi, S.T., M.T.
IPM
Koord. Program Studi Teknik Pertambangan, Program S1: Ir. Wawong Dwi Ratminah, MT.
Koord. Program Studi Teknik Metalurgi, Program S1 : Ir. Anton Sudiyanto, MT.
Koord. Program Studi Teknik Pertambangan, Program S2: Dr. Rika Ernawati, S.T., M.T.
2.3.3. Jurusan Teknik Perminyakan
Ketua Jurusan : Dr. Boni Swadesi, ST., M.T.
Sekretaris Jurusan : M.Th. Kristiati EA, ST., M.T.
Koord. Program Studi Teknik Perminyakan, Program S1: Hariyadi, S.T., M.T.
Koord. Program Studi Teknik Perminyakan, Program S2: Dr. Ir. Diah Rini Ratnaningsih, MT.
2.3.4. Jurusan Teknik Lingkungan
Ketua Jurusan : Dr. Johan Danu P., S.Kel., M.Si.
Sekretaris Jurusan : Herwin Lukito, ST, M.Si.
Koord. Program Studi Teknik Lingkungan, Program S1 : Aditya Pandu Wicaksono, S.Si, M.Sc.
Koord. Program Studi Manajemen Bencana, Program S2: Dr. Ir. Eko Teguh Paripurno, M.T.
2.3.5. Jurusan Teknik Geofisika
Ketua Jurusan : Dr. Yatini, M.T.
Sekretaris Jurusan : Wrego Seno Giamboro, S.T., M.Sc.
PANDUAN DAN INFORMASI AKADEMIK
STRUKTUR ORGANISASI FAKULTAS
5
Ketua Jurusan : Dr. Johan Danu P., S.Kel., M.Si.
Sekretaris Jurusan : Herwin Lukito, ST, M.Si.
Koord. Program Studi Teknik Lingkungan, Program S1 : Aditya Pandu Wicaksono, S.Si, M.Sc.
Koord. Program Studi Manajemen Bencana, Program S2: Dr. Ir. Eko Teguh Paripurno, M.T.
2.3.5. Jurusan Teknik Geofisika
Ketua Jurusan : Dr. Yatini, M.T.
Sekretaris Jurusan : Wrego Seno Giamboro, S.T., M.Sc.
STRUKTUR ORGANISASI FAKULTAS
DEKAN
WK. DEKAN BID.
AKADEMIK WK. DEKAN BID.
KEMHS, KERJASAMA &
PERENCANAAN
BAG. TATA USAHA
SUBBAG AKADEMIK SUBBAG
UMUM &
KEUANGAN
JURUSAN TEKNIK
LINGKUNGAN JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA JURUSAN TEKNIK
PERMINYAKAN JURUSAN TEKNIK
PERTAMBANGAN JURUSAN TEKNIK
GEOLOGI
WK. DEKAN BID.
UMUM & KEUANGAN
Sarjana Teknik Geologi Sarjana Teknik Geomatika MagisterTeknik Geologi
Sarjana Teknik Perminyakan Sarjana Teknik
Pertambangan Sarjana Teknik Metalurgi Magister Teknik Pertambangan
Sarjana Teknik Lingkungan Magister Manajemen Bencana
Sarjana Teknik Geofisika
Doktor Teknik Geologi
Magister Teknik Perminyakan
PERATURAN AKADEMIK
3.1. PENGERTIAN
Peraturan akademik Fakultas Teknologi Mineral UPN “Veteran”
Yogyakarta merupakan perangkat aturan yang digunakan sebagai kerangka acuan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di lingkungan Fakultas Teknologi Mineral dan tidak bertentangan dengan Peraturan Akademik UPN “Veteran” Yogyakarta dan peraturan perundangan Negara Republik Indonesia.
3.2. SISTEM KREDIT SEMESTER
Kegiatan Pendidikan di Fakultas Teknologi Mineral UPN
”Veteran” Yogyakarta dilaksanakan dengan sistem kredit dan waktu penyelenggaraannya diatur dengan sistem semester. Dalam sistem kredit, perencanaan, penyusunan dan pelaksanaan program pendidikan menggunakan satuan kredit semester (SKS) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar dan beban penyelenggaraan program.
3.2.1. Pengertian dan Tujuan Sistem Kredit
Sistem kredit adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan Satuan Kredit Semester (SKS) untuk menyata- kan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar dan beban penyelenggaraan program. Mahasiswa mempunyai
setiap mahasiswa mempunyai cara dan waktu untuk menyelesaikan beban studi yang diwajibkan serta komposisi kegiatan studinya tidak harus sama, meskipun mereka duduk dalam jenjang pendidikan yang sama. Pada dasarnya tujuan pokok penggunaan sistem kredit adalah untuk:
1. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
2. Memberikan kesempatan kepada para mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya.
3. Mempermudah sistem evaluasi kecakapan mahasiswa.
3.2.2. Pengertian Semester
Semester merupakan satuan waktu proses pembelajaran efektif selama paling sedikit 16 (enam belas) minggu, termasuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
3.2.3. Satuan Kredit Semester
Beban pendidikan yang menyangkut beban studi mahasiswa dan beban mengajar bagi dosen memerlukan ukuran. Ukuran ini dinyatakan dalam satuan kredit. Fakultas Teknologi Mineral menganut sistem semester sehingga satuan kreditnya disebut Satuan Kredit Semester. Satuan Kredit Semester (SKS) adalah takaran waktu kegiatan belajar yang dibebankan pada mahasiswa per minggu per semester dalam proses pembelajaran melalui berbagai bentuk pembelajaran atau besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kurikuler di suatu Program Studi.
1. Bentuk Pembelajaran 1 (satu) Satuan Kredit Semester pada proses Pembelajaran berupa kuliah, responsi atau tutorial, terdiri atas:
a. kegiatan proses belajar 50 (lima puluh) menit per minggu per semester;
b. kegiatan penugasan terstruktur 60 (enam puluh) menit per minggu per semester; dan
c. kegiatan mandiri 60 (enam puluh) menit per minggu per semester.
2. Bentuk Pembelajaran 1 (satu) Satuan Kredit Semester pada proses Pembelajaran berupa seminar atau bentuk lain yang sejenis, terdiri atas:
a. kegiatan proses belajar 100 (seratus) menit per minggu per semester; dan
b. kegiatan mandiri 70 (tujuh puluh) menit per minggu per semester.
3. Bentuk Pembelajaran 1 (satu) Satuan Kredit Semester pada proses pembelajaran berupa praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, praktik kerja, Penelitian, perancangan, atau pengembangan, pelatihan militer, pertukaran pelajar, magang, wirausaha, dan/atau Pengabdian kepada Masyarakat, adalah 170 (seratus tujuh puluh) menit per minggu per semester.
3.3. KURIKULUM
Sebagaimana diamanatkan dalam UU Republik Indonesia No.
12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, tujuan dan bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan Tinggi. Kurikulum mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi untuk setiap Program Studi yang mencakup pengembangan kecerdasan intelektual, akhlak mulia, dan keterampilan.
Sejak tahun 2012, Pemerintah mencanangkan UU Pendidikan Tinggi No. 12 Tahun 2012 dan Peraturan Presiden No. 08 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Mengacu pada Peraturan Presiden No. 08 Tahun 2012 maka penyusunan kurikulum diarahkan pada penyusunan capaian pembelajaran lulusan dari setiap jenjang pendidikan secara nasional.
Capaian Pembelajaran (learning outcomes) merupakan internalisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan kompetensi yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu/keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja.
Hal tersebut berdampak pada Kurikulum FTM, yang pada awalnya mengacu pada pencapaian kompetensi berubah menjadi mengacu pada capaian pembelajaran. Dalam KKNI terdapat 9 (Sembilan) level Kualifikasi Akademik Sumberdaya Manusia Indonesia. Jenjang Sarjana setara dengan Level 6 dan 7 tergantung pada tingkatan kepakarannya, sedangkan Magister dan Doktor setara dengan Level 8 dan 9 dalam KKNI. Dengan adanya KKNI diharapkan mengubah cara pandang kompetensi lulusan, bukan saja pada ijazah semata, namun dengan melihat pada kerangka kualifikasi yang disepakati secara nasional.
Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 Pasal 1, menyatakan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan Tinggi. Kurikulum Pendidikan Tinggi merupakan amanah institusi yang harus senantiasa diperbaharui sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan IPTEKS yang dituangkan dalam Capaian Pembelajaran. Perguruan tinggi sebagai penghasil sumber daya manusia terdidik perlu mengukur lulusannya,
apakah lulusan yang dihasilkan memiliki ‘kemampuan’ setara dengan
‘kemampuan’ (capaian pembelajaran) yang telah dirumuskan dalam jenjang kualifikasi KKNI.
Kurikulum merupakan nyawa dari suatu program pembelajaran sehingga keberadaannya memerlukan rancangan, pelaksanaan serta evaluasi secara dinamis sesuai dengan perkembangan zaman, kebutuhan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS) serta kompetensi yang dibutuhkan oleh masyarakat, maupun pengguna lulusan perguruan tinggi. Perkembangan IPTEKS di abad ke-21 yang berlangsung secara cepat mengikuti pola logaritma, menyebabkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) juga mengikuti perubahan tersebut. Dalam kurun waktu enam tahun SN-Dikti telah mengalami tiga kali perubahan, yaitu dari Permenristekdikti No. 49 tahun 2014 diubah menjadi Permenristekdikti No. 44 tahun 2015, dan terakhir diubah menjadi Permendikbud No. 3 tahun 2020 seiring dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).
3.4. KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Satu tahun akademik terdiri atas 2 (dua) semester yaitu Semester Gasal dan Semester Genap. Di antara semester genap dan semester gasal dapat diselenggarakan semester antara. Satu semester terdiri dari 16 (enam belas belas) minggu, mencakup: 14 (empat belas) minggu untuk pelaksanaan perkuliahan; 1 (satu) minggu untuk pelaksanaan ujian tengah semester; dan 1 (satu) minggu untuk pelaksanaan ujian akhir semester. Pembelajaran dapat terdiri dari perkuliahan, responsi, seminar, tugas, praktikum/studio dan asesmen/evaluasi pembelajaran yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa.
2. Dosen dan mahasiswa dapat menyepakati mekanisme pencapaian pembelajaran dan evaluasinya dalam rentang waktu perkuliahan tersebut.
3. Untuk dapat mengikuti ujian akhir mata kuliah, mahasiswa wajib hadir sekurang-kurangnya 12 kali kegiatan tatap muka.
4. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan kuliah dengan tatap muka kurang dari 12 kali dalam satu semester, maka matakuliah yang diikutinya dinyatakan tidak lulus dengan nilai E.
5. Ujian akhir semester dilaksanakan setelah sekurang-kurangnya 14 kali kegiatan tatap muka, diselenggarakan bersama di bawah koordinasi fakultas.
6. Dalam alasan khusus, mahasiswa dapat mengajukan permohonan izin kepada dosen untuk tidak mengikuti kuliah, tanpa harus kehilangan hak presensi, izin tersebut dapat diberikan sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali. Alasan khusus mahasiswa dapat diberi izin adalah sebagai berikut:
a. Sakit dan atau menjalani rawat inap yang dikuatkan dengan surat keterangan dokter dan bukti pembayaran rawat inap di rumah sakit setempat.
b. Orang tua dan saudara kandung meninggal;
c. Mengemban tugas Negara/UPN/FTM/Program Studi dalam kancah lokal, nasional, regional atau internasional dengan surat keterangan yang disahkan/diketahui oleh Dekan/Wakil Rektor.
3.5. KONTRAK PERKULIAHAN
Pada awal perkuliahan dimulai dalam suatu semester dosen akan menjelaskan kontrak perkuliahan yang memuat atas:
1. Luas dan kedalaman materi kuliah sesuai dengan Capaian Pembelajaran yang dituangkan dalam Rencana Pembelajaran Semester
2. Referensi yang digunakan dalam pembelajaran
3. Macam dan banyaknya tugas yang harus diselesaikan dan bobot penilaian tugas
4. Pemberian materi kuliah dengan Student Centered Learning dan Problem/Project Based Learning. Dalam hal ini Pencapaian Pembelajaran lebih ditekankan pada Mahasiswa Aktif mendapatkan, mediskusikan dan mengemukakan Capaian Hasil Belajar atau Kajian.
5. Bobot yang digunakan dalam penilaian hasil belajar dengan total 100% ditetapkan oleh Dosen dan mahasiswa dengan memperhatikan Azas Keterbukaan, kejujuran dan akuntabel.
3.6. SISTEM EVALUASI BELAJAR
Dalam Kurikulum Perguruan Tinggi yang berbasis KKNI dengan mengedepankan Student Centered Learning, evaluasi hasil belajar dapat diselenggarakan melalui berbagai cara yang disepakati antara Dosen dan Mahasiswa. Kesepakatan cara evaluasi tersebut dilakukan selama proses Pembelajaran oleh Dosen dalam 14 minggu kegiatan proses belajar. Dalam berbagai diskusi tentang hal ini ada beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan. Contohnya sebagai berikut:
1. Evaluasi per 3 kali kegiatan proses belajar.
Evaluasi dilakukan pada minggu ke, 4, 8, 12 dan 16. Di luar waktu evaluasi diisi dengan kegiatan pembelajaran yang berpusat pada aktivitas mahasiswa di kelas dengan bimbingan Dosen.
2. Evaluasi per 4 kali kegiatan proses belajar.
Evaluasi dilakukan pada minggu ke, 5, 10, 15 dan 16.
3. Evaluasi cara lain.
Pada prinsipnya pembelajaran dan evaluasi merupakan satu sistem yang dikelola oleh dosen mata kuliah terkait. Dalam
melakukan penilaian sejauh mana penyerapan capaian pembelajaran telah dicapai oleh masing-masing kelompok atau mahasiswa secara individu.
Pelaksanaan evaluasi dapat dilakukan dengan cara:
1. Ujian tertulis di dalam kelas, baik buku tertutup maupun buku terbuka
2. Ujian lisan, pemaparan hasil belajar 3. Ujian tertulis dikerjakan di rumah 4. dll.
Dalam hal berhalangan khusus, mahasiswa dapat mengajukan evaluasi hasil belajar susulan selama memenuhi persyaratan kehadiran. Ujian susulan tersebut akan diatur tersendiri dan dilaksanakan selambat-lambatnya 7 hari kerja setelah masa ujian berakhir. Halangan khusus yang diperbolehkan antara lain:
1. Sakit dengan menjalani rawat inap yang dikuatkan dengan bukti pembayaran dari Rumah Sakit tempat yang bersangkutan dirawat;
2. Orang tua atau saudara kandung meninggal;
3. Mengemban tugas Negara/UPN/FTM/Program Studi dalam kancah lokal, nasional, regional atau internasional dengan surat keterangan yang disahkan/diketahui oleh Dekan/Wakil Rektor terkait/Pejabat lebih tinggi yang berwenang.
3.7. TATATERTIB PERKULIAHAN 3.7.1. Umum
Peserta kuliah harus mematuhi norma dan etika yang dikenal dan berlaku secara umum, mencerminkan perilaku seorang mahasiswa yang santun, intelek, bertanggungjawab dan saling menghormati.
3.7.2. Persyaratan
1. Mencantumkan Perkuliahan Kelas dalam Kartu Rencana Pendidikan (KRP) semester terkait dan disahkan oleh Dosen Penasehat Akademik dan Program Studi/Fakultas.
2. Memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang masih berlaku.
3. Membawa kelengkapan alat tulis/media pembelajaran yang diperlukan.
4. Berperilaku sopan dan selama kuliah tidak diperkenankan aktif menggunakan gadget/ HP (Handphone), selain untuk kepentingan perkuliahan.
3.7.3. Pakaian
1. Peserta kuliah wajib mengenakan pakaian yang wajar dan sopan (celana panjang untuk mahasiswa dan/atau mahasiswi atau rok untuk mahasiswi), bersih, rapi, tidak ketat, tidak tembus pandang, tidak robek.
2. Mengenakan sepatu dan tidak boleh memakai sarung, sandal, sepatu bagian tumitnya diinjak, slop atau sejenis.
3.7.4. Keterlambatan Kehadiran
Keterlambatan mengikuti perkuliahan diatur berdasarkan kesepakatan antara dosen dan mahasiswa.
3.7.5. Presensi
1. Peserta kuliah wajib menandatangani presensi kehadiran pertemuan.
2. Kehadiran kuliah akan dimasukkan oleh Petugas Pengajaran setelah kuliah berlangsung.
3. Mahasiswa yang jumlah kehadiran kuliah kurang dari persyaratan jumlah minimal yang ditentukan, tidak boleh mengikuti evaluasi MKA yang bersangkutan.
3.8. EVALUASI HASIL BELAJAR
1. Dosen atau tim dosen melakukan evaluasi hasil belajar mahasiswa pada setiap semester terhadap suatu mata kuliah yang diampunya untuk memantau proses dan perkembangan hasil belajar mahasiswa.
2. Nilai akhir mata kuliah pada dasarnya merupakan kewenangan dosen dan dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab, serta memperhatikan proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa.
3. Dosen atau tim dosen menyerahkan/memasukkan nilai akhir mahasiswa ke dalam sistem administrasi akademik yang berlaku di lingkungan FTM UPN “Veteran” Yogyakarta sesuai kalender akademik yang berlaku.
4. Apabila dosen atau tim dosen tidak menyerahkan/memasukkan nilai ujian sampai pada batas yang telah ditentukan, maka seluruh peserta ujian nilainya diadministrasikan dengan nilai B.
5. Nilai pada butir (4) dapat diubah menjadi nilai sebenarnya, bagi mahasiswa yang memperoleh nilai lebih baik dari B, setelah dosen atau tim dosen menyerahkan nilai sebenarnya, sebelum kuliah semester berikutnya berlangsung.
6. Setiap mahasiwa berhak mengetahui hasil evaluasi hasil pembelajaran.
Peraturan penilaian terkait dengan Hasil Evaluasi Belajar adalah sebagai berikut.
1. Penilaian hasil belajar dinyatakan dalam kisaran:
Nilai Angka Nilai Huruf Harkat
X ³ 85 A 4
80 < X < 85 B+ 3,5
75 < X < 80 B 3
70 < X < 75 C+ 2,5
60 < X < 70 C 2
50 < X < 60 D 1
X < 50 E 0
2. Nilai mata kuliah yang diberlakukan bagi mahasiswa yang mengulang adalah nilai terbaik yang diperoleh mahasiswa yang bersangkutan.
3. Penilaian keberhasilan mahasiswa pada akhir setiap semester dinyatakan dengan besarnya Indek Prestasi Semester (IPS) yang dihitung berdasarkan bobot dan satuan kredit semester mata kuliah dalam semester bersangkutan.
4. Indek Prestasi Kumulatif (IPK) menunjukan hasil studi nilai semester pertama sampai dengan semester tertentu atau semester terakhir yang telah ditempuh secara kumulatif.
5. Contoh cara perhitungan Indeks Prestasi Semester (IPS) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah sebagai berikut:
Semester I Mata Kegiatan
Akademik Kredit (SKS) Hasil Ujian Harkat (H) H x K 1
2 3 4 5 6
3 3 2 3 3 2
A B C C D E
4 3 2 2 1 0
12 9 4 6 3 0
Jumlah 16 34
Indeks Prestasi Semester (IPS) = 34 / 16 = 2,125
Semester II Mata Kegiatan
Akademik Kredit (SKS) Hasil Ujian Harkat (H) H x K 7
8 9 10 11 12 13 14
3 3 2 3 3 2 3 3
A B C C D E A A
4 3 2 2 1 0 4 4
12 9 4 6 3 0 12 12
Jumlah 22 58
Indeks Prestasi Semester (IPS) II = 58/22 = 2,64
Cara menghitung IPK Semester I dan II, misalnya nilai semester I dan semester II mahasiswa mendapat nilai seperti tabel di atas:
Maka IPK = (34 + 58)/(16 + 22) = 92/38 = 2,42 3.9. PENGUMUMAN HASIL EVALUASI BELAJAR
Hasil ujian setiap matakuliah dapat diumumkan kepada mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut.
1. Nilai Evaluasi tidak diumumkan oleh FTM/Program Studi tetapi tidak menutup kemungkinan dosen pengampu mata kuliah dapat mengumumkan tersendiri dalam bentuk angka.
2. Nilai Akhir (NA) diumumkan oleh FTM/Program Studi dalam bentuk huruf.
3.10. EVALUASI SUSULAN
Mahasiswa yang tidak hadir pada evaluasi akhir terjadwal yang ditentukan oleh Dosen dinyatakan tidak menggunakan kesempatan evaluasi yang telah disediakan oleh FTM/Program Studi. Evaluasi susulan dapat diikuti dengan alasan:
1. Dikarenakan sakit dan dirawat inap di Rumah Sakit (opname), yang dikuatkan dengan surat keterangan dokter dan bukti pembayaran dari Rumah Sakit.
2. Keluarga (orangtua, suami, isteri, anak kandung, saudara kandung) meninggal dunia.
3. Mendapat tugas Negara/UPN/FTM/Program Studi, dengan surat keterangan yang disahkan/diketahui oleh Dekan/
Wakil Rektor terkait.
Laporan atas keinginan Evaluasi Susulan disampaikan dalam surat tertulis mahasiswa kepada Dosen MKA selambat-lambatnya 1 Minggu setelah Masa Evaluasi berlangsung.
3.11. MASA DAN BEBAN STUDI
1. Beban studi mahasiswa dalam tiap-tiap program studi dinyata- kan dalam satuan SKS
2. Masa dan beban studi penyelenggaraan program pendidikan adalah sebagai berikut:
a. Paling lama 6 (enam) tahun akademik untuk Program Sarjana, dengan beban studi mahasiswa paling sedikit 144 (seratus empat puluh empat) SKS;
b. Paling lama 3 (tiga) tahun akademik untuk Program Magister, setelah menyelesaikan Program Sarjana, dengan beban studi mahasiswa paling sedikit 36 (tiga puluh enam) SKS;
c. Paling lama 6 (enam) tahun akademik untuk Program Doktor, setelah menyelesaikan Program Magister, dengan beban studi mahasiswa paling sedikit 42 (empat puluh dua) SKS.
3. Beban studi per semester bagi mahasiswa Program Sarjana pada semester satu dan semester dua berupa paket mata kuliah
4. Beban studi maksimum per semester bagi mahasiswa Program Sarjana pada semester 3 (tiga) dan seterusnya, sesuai dengan perolehan Indeks Prestasi Semester (IPS) pada 2 (dua) semester sebelumnya, yaitu:
NO. IPS Beban studi maksimum yang boleh diambil
1 ≥ 3,00 24 SKS
2 2,50 – 2,99 22 SKS
3 2,00 – 2,49 20 SKS
4 1,50 – 1,99 18 SKS
5 < 1,50 16 SKS
5. Beban studi bagi mahasiswa Program Magister pada semester satu, paling banyak 18 (delapan belas) SKS.
6. Beban studi pada semester dua dan berikutnya bagi mahasiswa Program Magister sesuai dengan perolehan pada Indek Prestasi Semester (IPS) semester sebelumnya, yaitu:
NO. IPS Beban studi maksimum yang boleh diambil
1 ≥ 3,50 18 SKS
2 3,00 – 3,49 16 SKS
3 2,50 – 2,99 14 SKS
4 < 2,50 12 SKS
3.12. PUTUS STUDI DAN EVALUASI MASA STUDI 3.12.1. Putus Studi
1. Mahasiswa yang dinyatakan putus studi akan diberi peringatan pra putus studi pada semester sebelumnya.
2. Mahasiswa yang tidak melaksanakan daftar ulang untuk registrasi administrasi dan/atau registrasi akademik 2 (dua) semester berturut-turut dinyatakan putus studi.
3. Pernyataan putus studi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diputuskan oleh rektor atas usul Ketua Jurusan melalui Dekan.
4. Putus studi dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
a. Mengundurkan diri atas permintaan sendiri
b. Tidak melaksanakan daftar ulang selama 2 (dua) semester berturut-turut tanpa keterangan;
c. Masa studi habis;
d. Melanggar peraturan UPN “Veteran” Yogyakarta dan/atau;
e. Meninggal dunia.
5. Mahasiswa yang dinyatakan putus studi berhak memperoleh riwayat akademik selama mengikuti pendidikan di UPN
“Veteran” Yogyakarta yang dikeluarkan oleh Rektor.
6. Mahasiswa yang dinyatakan putus studi tidak diperbolehkan mendaftar kembali di UPN “Veteran” Yogyakarta pada program studi yang sama.
3.12.2. Evaluasi Masa Studi
Untuk Program Sarjana, dalam evaluasi masa studi mahasiswa dinyatakan putus studi apabila:
1. Pada akhir semester empat (tidak mencapai indeks prestasi kumulatif minimal 2,25 (dua koma dua puluh lima) dari paling sedikit 40 (empat puluh) sks tanpa nilai E;
2. Pada akhir semester enam tidak mencapai indeks prestasi kumulatif minimal 2,25 (dua koma dua puluh lima) dari paling sedikit 60 (enam puluh) sks tanpa nilai E;
3. Pada akhir semester delapan tidak mencapai indeks prestasi kumulatif minimal 2,25 (dua koma dua puluh lima) dari paling sedikit 80 (delapan puluh) sks tanpa nilai E;
4. Pada akhir semester sepuluh tidak mencapai indeks prestasi kumulatif minimal 2,25 (dua koma dua puluh lima) dari paling sedikit 100 (seratus) sks tanpa nilai E;
5. Pada akhir masa studi tidak mencapai indeks prestasi kumulatif minimal 2,25 (dua koma dua puluh lima) dari beban studi yang dipersyaratkan dengan nilai D paling banyak 25% (dua puluh lima per seratus).
6. Masa studi maksimal adalah 12 (dua belas) semester.
Untuk Program Magister, dalam evaluasi masa studi mahasiswa dinyatakan putus studi apabila:
1. Dalam 2 (dua) semester pertama tidak mencapai indeks prestasi kumulatif minimal 2,75 (dua koma tujuh puluh lima) dari 18 (delapan belas) SKS, tanpa nilai E.
2. Dalam akhir masa studi tidak memperoleh indeks prestasi kumulatif minimal 3,0 (tiga koma nol) dari beban studi yang dipersyaratkan dengan nilai terendah C+.
Untuk Program Doktor, dalam evaluasi masa studi mahasiswa dinyatakan putus studi apabila pada akhir masa studi tidak memperoleh indeks prestasi kumulatif minimal 3,0 (tiga koma nol) dari beban studi yang dipersyaratkan, dengan nilai terendah B.
3.13. CUTI AKADEMIK
1. Mahasiswa dapat mengajukan cuti akademik dengan alasan antara lain: keuangan, sakit dan/atau keperluan lain.
2. Ketentuan pengajuan cuti adalah sebagai berikut.
a. Program Sarjana sudah menempuh paling sedikit 4 (empat) semester
b. Program Magister dan Program Doktor sudah menempuh paling sedikit 2 (dua) semester
c. Mahasiswa yang karena alasan sakit/hamil dapat mengambil cuti akademik walaupun belum mencapai lama masa studi yang dipersyaratkan.
d. Sudah menyelesaikan kewajiban administrasi dan keuangan yang ditentukan.
e. Cuti akademik diberikan dengan ketentuan untuk:
- Magister paling banyak 2 (dua) kali dan tidak boleh diambil secara berturut-turut.
- Sarjana paling banyak 4 (empat) kali dan tidak boleh diambil secara berturut-turut.
- Doktor paling banyak 5 (lima) kali dan tidak boleh diambil secara berturut-turut
3. Cuti akademik tidak diperhitungkan dalam masa studi.
4. Permohonan cuti diajukan kepada Dekan sesuai dengan jadwal yang tertera pada kalender akademik, disertai dengan dokumen penunjang yang disetujui oleh DPA, Koord. Program Studi dan Ketua Jurusan.
5. Tata cara pengajuan cuti akademik diatur dalam ketentuan tersendiri.
3.14. MATAKULIAH
1. Matakuliah terbagi menjadi dua kelompok: MKA Wajib dan MKA Pilihan.
2. Matakuliah Wajib adalah matakuliah yang harus diambil dan dinyatakan lulus pada program studi terkait.
3. Matakuliah Pilihan merupakan matakuliah untuk pengkayaan di bidang tertentu dan dipilih sesuai dengan minat mahasiswa.
4. Matakuliah berprasyarat merupakan:
a. Matakuliah yang berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dari matakuliah lain pada semester sebelumnya dan/atau
b. Matakuliah yang hanya dapat diikuti oleh mahasiswa yang telah mengikuti dan menyelesaikan dalam matakuliah prasyarat.
3.15. SKRIPSI, TESIS DAN DISERTASI
1. Tugas akhir mahasiswa adalah tugas membuat karya ilmiah, penelitian dasar, penelitian terapan, pengembangan teori, dan/
atau penelitian industri. Tugas akhir bagi program program sarjana dalam bentuk skripsi, bagi program magister dalam bentuk tesis, dan bagi program doktor dalam bentuk disertasi.
Untuk skripsi dan tesis dapat disubstitusi dengan publikasi artikel ilmiah.
2. Skripsi adalah karya ilmiah yang kandungannya dapat berupa pembuktian, penjelasan, dan perumusan masalah yang cara penyelesaiannya dengan menerapkan dasar-dasar ilmiah keterampilan dalam bidang keahlian tertentu.
3. Tesis adalah karya ilmiah yang kandungannya menunjukkan pengembangan dan pemutakhiran ilmu pengetahuan, teknologi melalui penguasaan dan penerapan pendekatan, metode, dan kaidah ilmiah.
4. Disertasi adalah karya ilmiah yang kandungannya menunjukkan penciptaan teori baru melalui penguasaan dan penerapan pendekatan, metode, dan kaidah ilmiah.
5. Mahasiswa dapat mengajukan rencana tugas akhir apabila telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan Program Studi.
3.16. PREDIKAT KELULUSAN
Predikat kelulusan merupakan penghargaan akademik atas prestasi yang diperoleh seorang mahasiswa selama mengikuti perkuliahan. Predikat kelulusan sebagaimana dalam Peraturan Rektor Nomor 6 Tahun 2021 tentang Pokok-pokok Peraturan
Akademik UPN “Veteran” Yogyakarta, diatur dengan kriteria sebagai berikut.
1. Program Sarjana
NO. IPK PREDIKAT KETENTUAN
1 3,51 – 4,00 Dengan Pujian (Cum Laude)
Masa studi maksimal 4 tahun 2 3,01 – 3,50 Sangat Memuaskan
3 2,76 – 3,00 Memuaskan 2. Program Magister
NO. IPK PREDIKAT KETENTUAN
1 3,76 – 4,00 Dengan Pujian (Cum
Laude) Masa studi maksimal 2 tahun,
tanpa nilai C+ dan nilai Tesis A
2 3,51 – 3,75 Sangat Memuaskan 3 3,00 – 3,50 Memuaskan 3. Program Doktor
NO. IPK PREDIKAT KETENTUAN
1 3,76 – 4,00 Dengan Pujian (Cum Laude)
Masa studi maksimal 4 tahun 2 3,51 – 3,75 Sangat Memuaskan
3 3,00 – 3,50 Memuaskan
3.17. WISUDA
1. Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor diselenggarakan 4 kali dalam setahun yang jadwalnya diatur dalam kelender akademik.
2. Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus yudisium dari suatu program studi di FTM UPN ”Veteran” Yogyakarta serta sudah memenuhi persyaratan akademik dan administrasi yang berlaku berhak mengikuti upacara wisuda.
3. Peraturan tentang pelaksanaan wisuda diatur dalam ketentuan tersendiri.
3.18. PENERIMAAN MAHASISWA BARU
1. UPN ”Veteran” Yogyakarta menerima calon mahasiswa Program Sarjana, baik dari dalam maupun luar negeri melalui seleksi penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri, yang terdiri dari:
a. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) b. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) c. Seleksi Mandiri (SM)
2. Persyaratan menjadi calon mahasiswa Program Sarjana adalah sebagai berikut:
a. Memiliki ijazah atau Surat Keterangan Lulus SMA/SMK/
MA atau yang sederajat b. Lulus ujian seleksi
c. Menyelesaikan semua kewajiban administrasi dan keuangan dalam waktu yang ditentukan
d. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di program studinya
e. Mengisi dan menandatangani surat pernyataan kesediaan untuk mematuhi semua peraturan yang berlaku di UPN
”Veteran” Yogyakarta.
f. Bebas penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA).
3. Calon mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan dalam butir (2) dianggap mengundurkan diri.
4. Penerimaan calon mahasiswa Program Magister dan Doktor diatur dengan peraturan tersendiri.
3.19. PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS (PKK)
1. Calon mahasiswa yang telah dinyatakan diterima di UPN
”Veteran” Yogyakarta akan dilantik sebagai mahasiswa baru dalam Sidang Terbuka Senat Universitas.
2. Mahasiswa baru Program Sarjana, diwajibkan mengikuti acara Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK) yang diselenggarakan oleh Universitas dengan tujuan untuk membentuk insan akademik yang:
a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta tanah air, bangsa dan negara Indonesia;
b. Mengenal dan menghayati kehidupan perguruan tinggi;
c. Cinta almamater dan memiliki rasa kekeluargaan dengan sesama sivitas akademika.
3.20. PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT.
1. Sivitas akademika wajib melaksanakan penelitian, yang berupa penilitian dasar, penelitian terapan, penelitian klaster, penelitian kelembagaan dan/atau penelitian industri.
2. Pengabdian masyarakat bagi sivitas akademika dapat dilaksana- kan secara individu dan/atau berkelompok untuk menerapkan hasil pendidikan dan/atau hasil penelitian dalam upaya pemberdayaan masyarakat, pengembangan industri, jasa dan wilayah serta menuju pendidikan untuk perkembangan, pengembangan dan/atau pembangunan berkelanjutan.
3. Hasil pengabdian kepada masyarakat dan penelitian sebagai- mana dimaksud pada butir (1) dan poin (2) dimaksudkan untuk pengkayaan pembelajaran dan penelitian.
3.21. PELANGGARAN DAN SANKSI AKADEMIK
1. Mahasiswa dinyatakan melakukan pelanggaraan akademik apabila melakukan hal-hal sebagaimana tertuang dalam Ketetapan Senat UPN ”Veteran” Yogyakarta Nomor: TAP/02/
VIII/2006 tentang Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa.
2. Mahasiswa yang melakukan pelanggaran akademik akan dikenai sanksi sesuai dengan Ketetapan Senat UPN ”Veteran”
Yogyakarta Nomor: TAP/02/VIII/2006 tentang Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa.
3. Dosen yang tidak melaksanakan proses pembelajaran sesuai ketentuan tanpa suatu keterangan yang dapat dipertanggung- jawabkan dikenai sanksi sesuai dengan Ketetapan Senat Universitas Nomor: TAP/03/VIII/2007 tentang Kode Etik dan Tata Tertib Dosen.
3.1.1. Pelanggaran
Sebagaimana pasal 7, 8 dan 9 Ketetapan Nomor: TAP/02/
VIII/2006 Senat UPN ”Veteran” Yogyakarta pelanggaran dibagi menjadi tiga: Pelanggaran Ringan; Sedang dan Berat.
Pelanggaran Ringan
1. Melanggar tata tertib Ujian yang berlaku di masing-masing Fakultas.
2. Berpakaian tidak sopan seperti berpakaian ketat, tembus pandang, bagian perut/punggung/ketiak kelihatan, kaos tanpa krah, celana sobek, memakai sandal, sepatu yang bagian tumitnya diinjak, slop atau yang sejenisnya, selama mengikuti kegiatan akademik dan kegiatan lainnya di kampus.
3. Menggunakan telepon genggam sehingga menimbulkan gangguan perkuliahan yang sedang berlangsung.
4. Merokok saat mengikuti kegiatan akademik.
5. Melakukan vandalisme (corat-coret) di lingkungan kampus.
6. Menginap, memasak, mencuci dan menjemur pakaian di lingkungan kampus.
7. Pemasangan poster, spanduk, umbul-umbul dan sejenisnya serta penyebaran pamflet, selebaran, brosur dan sejenisnya yang menggunakan fasilitas UPN ”Veteran” Yogyakarta tanpa seijin Warek III.
8. Menggunakan fasilitas UPN ”Veteran” Yogyakarta secara tidak bertanggung jawab dan menimbulkan kerugian.
Pelanggaran Sedang
1. Membawa senjata tajam yang secara hukum dilarang.
2. Mengundang dan/atau membawa pihak dari luar UPN
”Veteran” Yogyakarta ke dalam kampus yang dapat me- nimbulkan keributan dan keonaran.
3. Mengganggu ketenangan proses pembelajaran dan/atau bekerja serta ketenangan penghuni di lingkungan kampus.
4. Memiliki, membawa, menggandakan, meminjam, me- minjamkan, menjual dan menyewakan media pornografi di lingkungan kampus.
5. Melakukan percumbuan di dalam kampus.
6. Melakukan perkelahian dan/atau tawuran di dalam kampus.
7. Tiga kali melakukan pelanggaran ringan.
Pelanggaran Berat
1. Membawa senjata api yang secara hukum dilarang.
2. Memiliki, membawa, mengedarkan, menggunakan narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) atau narkotika dan obat berbahaya (NARKOBA)
3. Membutakan dan/atau meminta orang lain untuk mem- buatkan skripsi, tesis, disertasi atau melakukan plagiasi.
4. Memalsukan data, nilai, tanda tangan, stempel, ijazah dan surat-surat berharga lainnya.
5. Melakukan perusakan, perampasan dan pencurian.
6. Melakukan perbuatan perzinahan di lingkngan kampus.
7. Melakukan provokasi dan tindakan lain yang dapat mencemarkan nama baik UPN ”Veteran” Yogyakarta, seseorang, golongan, ras, suku, dan agama.
8. Melakukan demonstrasi yang anarkis.
9. Melakukan perjokian ujian.
10. Melakukan perjudian di dalam kampus.
11. Melakukan tindak pidana yang dijatuhi hukuman penjara yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.
12. Tiga kali melakukan pelanggaran sedang.
Pelanggaran-Pelanggaran Lain
Melanggar tata tertib yang berlaku di masing-masing satuan kerja yang kualifikasinya tergantung pada aturan yang berlaku pada masing-masing satuan kerja tersebut.
3.21.2. Sanksi-Sanksi Ketentuan sanksi.
1. Sanksi diberlakukan bagi mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan (OK) yang tidak melaksanakan kewajiban atau melanggar aturan sebagaimana tertuang dalam Kode Etik dan Tata Tertib.
2. Pemberlakuan sanksi ditentukan setelah melalui penyelidikan dan pertimbangan secara cermat dan teliti oleh pihak yang berwenang di UPN ”Veteran” Yogyakarta.
Jenis Sanksi
Sanksi yang akan diberlakukkan terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan tingkat pelanggaran yang meliputi: sanksi ringan, sanksi sedang dan sanksi berat.
Sanksi Ringan
1. Nasehat dan teguran, baik secara lisan maupun secara tertulis.
2. Sanksi material berupa ganti rugi atas barang yang rusak atau hilang.
3. Dikeluarkan dari ruang kuliah atau ujian.
4. Tidak mendapatkan pelayanan administrasi akademik.
Sanksi Sedang
1. Kehilangan hak mengikuti ujian dalam mata kuliah tertentu atau seluruh mata kuliah selama satu semester.
2. Penangguhan dan/atau pembatalan hasil ujian untuk mata kuliah tertentu atau untuk seluruh mata kuliah dalam satu semester.
3. Skorsing selama satu semester atau lebih dari kegiatan akademik dengan masih tetap membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan atau Uang Kuliah Tunggal dan terhitung sebagai studi penuh.
Sanksi Berat
1. Mengganti barang yang dirusak, dirampas, dicuri dan dilakukan skorsing selama dua semester atau lebih.
2. Pemberhentian dengan tidak hormat sebagai mahasiswa.
3. Pencabutan gelar akademik.
4. Dilaporkan kepada pihak yang berwajib.
Pihak Yang Berwenang Memberikan Sanksi
1. Rektor berwenang memberikan sanksi berat.
2. Rektor berwenang memberikan sanksi berat, sedang dan ringan khusus untuk Organisasi Kemahasiswaan (OK).
3. Dekan berwenang memberikan sanksi sedang.
4. Ketua Jurusan dan Dosen berwenang memberikan sanksi ringan.
3.21. KEHILANGAN-KEHILANGAN Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)
1. Jika Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) hilang, mahasiswa wajib memiliki Surat Keterangan KTM Hilang yang dikeluarkan oleh Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Alumni (AKPA).
2. Surat keterangan Kehilangan KTM dikeluarkan oleh Biro AKPA atas dasar surat keterangan kehilangan dari Kepolisian.
3. Prosedur pengajuan permohonan Surat keterangan Pengganti KTM ditetapkan oleh Biro AKPA.
Kartu Rencana Pendidikan (KRP)
Jika Kartu Rencana Pendidikan (KRP) mahasiswa hilang, maka yang bersangkutan wajib meminta pengganti KRP yang hilang sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh Fakultas.
Ijazah, Transkrip Nilai
1. Jika lulusan UPN ”Veteran” Yogyakarta kehilangan ijazah dan/
atau transkrip nilai, maka yang bersangkutan dapat mengajukan permohonan kepada Rektor dengan tembusan kepada Dekan dan Ketua Jurusan terkait untuk memperoleh Surat Keterangan Pengganti Ijazah dan/atau Transkrip Nilai yang hilang.
2. Surat Keterangan Penggantian Ijazah dan/atau Transkrip Nilai yang hilang dikeluarkan oleh Rektor atas dasar surat keterangan kehilangan dari Kepolisian.
PERATURAN ADMINISTRASI
4.1. PENDAFTARAN ULANG MAHASISWA
1. Setiap mahasiswa wajib mendaftarkan ulang pada waktu yang telah ditentukan yakni setiap awal semester.
2. Mahasiswa yang sedang menjalani skorsing dan mereka yang sedang mengambil cuti pendidikan diwajibkan mendaftarkan ulang pada awal semester untuk menjadi mahasiswa aktif lagi.
3. Masa pendaftaran ulang ditentukan dalam kalender akademik.
4. Pendaftaran ulang mahasiswa dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditentukan.
5. Mahasiswa yang tidak mendaftarkan ulang tidak boleh melaksana kan kegiatan akademik dan tidak boleh menggunakan haknya sebagai mahasiswa serta dinyatakan kehilangan statusnya sebagai mahasiswa.
4.2. CUTI PENDIDIKAN
1. Cuti pendidikan merupakan pengunduran diri sementara mahasiswa dari kegiatan akademik.
2. Cuti pendidikan tidak boleh lebih dari dua semester secara berturut-turut.
3. Permohoan cuti pendidikan diajukan kepada Dekan dengan waktu yang sesuai dengan kalender akademik, serta diketahui oleh dosen wali/penasehat akademik, Ketua/sekretaris program