• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU PEDOMAN PENULISAN TESIS Tahun 2022

N/A
N/A
Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara

Academic year: 2023

Membagikan "BUKU PEDOMAN PENULISAN TESIS Tahun 2022"

Copied!
134
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

KATA PENGANTAR

Penyusunan revisi buku pedoman penulisan tesis ini dilatarbelakangi oleh dua hal, yakni secara kelembagaan, ada keinginan Magister Ilmu Komunikasi FISIP USU untuk menyatukan, menyempurnakan format, teknik penulisan tesis sesuai dengan perkembangan teori dan paradigma penelitian komunikasi yang ada. Selain itu, pengalaman dalam proses pengajaran dan bimbingan mahasiswa/i selama ini, menunjukkan bahwa ada beberapa kelemahan mahasiswa dalam proses penyusunan tesis.

Oleh karenanya, revisi ini diperlukan untuk menyempurnakan kembali agar dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada mahasiswa/i Magister Ilmu Komunikasi FISIP USU.

Magister Ilmu Komunikasi FISIP USU dalam proses penyelesaian Buku Pedoman ini telah membentuk tim penyusun dengan melibatkan staf pengajar Magister Ilmu Komunikasi yang memiliki perbedaan pengalaman akademik, dimana pernah belajar dan menyelesaikan studi. Kolaborasi pengalaman akademik tersebut menghasilkan satu pedoman penulisan tesis yang lebih sempurna sebab dikerjakan dengan sangat hati-hati untuk menghasilkan karya ilmiah yang lebih baik lagi kepada mahasiswa/i dalam penyusunan Tesis.

Edisi revisi buku pedoman ini walaupun telah diusahakan untuk menghasilkan revisi dengan lebih baik, tentu saja belum dapat menampung berbagai keanekaragaman kajian dan paradigma penelitian di bidang ilmu komunikasi yang terus berkembang.

Akhirnya, semoga buku pedoman ini dapat berguna dan berfungsi sesuai yang diharapkan.

Medan, Oktober 2022 Magister Ilmu Komunikasi Ketua

Dr. Iskandar Zulkarnain, M.Si

(4)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar i

Daftar Isi ii

BAB I KETENTUAN UMUM

1.1. Pendahuluan 1

1.2. Persyaratan 2

1.3. Prosedur Penulisan Proposal dan Tesis 3

1.4. Komisi Pembimbing 6

1.5. Tanggung Jawab dan Wewenang Komisi Pembimbing 7 1.5.1. Ketua Komisi Pembimbing (Pembimbing Utama/Ketua Seminar) 7 1.5.2. Anggota Komisi Pembimbing (Pembimbing Kedua) 9

1.6. Prosedur Penelitian 9

1.7. PP, PTs, STs, dan Ujian Komprehensif 10

1.7.1. Persiapan/Penulisan dan Seminar Proposal (PP) 10

1.7.2. Penulisan Tesis (PsTs) 10

1.7.3. Seminar Tesis (STs) 10

1.7.4. Ujian Komprehensif (UK) 10

1.8. Kriteria Keberhasilan 11

1.9. Tata Tertib Pelaksanaan 12

BAB II PANDUAN PENULISAN PROPOSAL TESIS

2.1. Bagian Awal 13

2.1.1. Halaman Judul (Sampul Depan) 13

2.1.2. Halaman Judul Sampul (Sampul Dalam) 13

2.1.3. Halaman Persetujuan 14

2.1.4. Daftar Isi 14

2.1.5. Daftar Tabel 15

2.1.6. Daftar Gambar 15

2.1.7. Daftar Lampiran 15

2.1.8. Daftar Istilah 16

2.2. Bagian Utama 16

2.2.1. Latar Belakang 18

2.2.2. Perumusan Masalah 18

2.2.3. Tujuan Penelitian 19

2.2.4. Manfaat Penelitian 19

2.2.5. Paradigma Penelitian 19

2.2.6. Penelitian Sejenis Terdahulu 19

2.2.7. Uraian Teoretis/Tinjauan Pustaka/Kerangka Pemikiran 20

2.2.8. Hipotesis 21

2.2.9. Metodologi Penelitian 21

(5)

2.3. Bagian Akhir 22

2.3.1. Daftar Kepustakaan 23

2.3.2. Lampiran 23

BAB III PEDOMAN PENULISAN PROPOSAL TESIS

3.1. Proposal Penelitian Kuantitatif 24

3.2. Proposal Penelitian Kualitatif 27

BAB IV SEMINAR PROPOSAL (KOLOKIUM)

4.1. Pendahuluan 30

4.2. Tujuan 30

4.3. Persyaratan 30

4.4. Pelaksanaan Seminar 31

4.5. Format 32

BAB V FORMAT PENULISAN TESIS

5.1. Bagian Awal 33

5.1.1. Halaman Judul (Sampul Depan) 33

5.1.2. Halaman Judul Sampul (Sampul Dalam) 34

5.1.3. Halaman Pernyataan 34

5.1.4. Halaman Persetujuan 34

5.1.5. Daftar Isi 34

5.1.6. Daftar Tabel 35

5.1.7. Daftar Gambar 35

5.1.8. Daftar Lampiran 36

5.1.9. Daftar Istilah 36

5.1.10. Abstrak 36

5.2. Bagian Utama 36

BAB VI SEMINAR TESIS (STs)

6.1. Pendahuluan 39

6.2. Tujuan 39

6.3. Persyaratan 39

6.4. Pelaksanaan Seminar 40

BAB VII UJIAN KOMPREHENSIF (UJIAN MEJA HIJAU)

7.1. Pendahuluan 42

7.2. Tujuan 42

7.3. Persyaratan 42

7.4. Pelaksanaan Seminar 43

(6)

BAB VIII TATA CARA PENULISAN

8.1. Pendahuluan 45

8.1.1. Bahan dan Ukuran Kertas 45

8.1.2. Naskah 45

8.1.3. Sampul 45

8.1.4. Warna Sampul 45

8.2. Pengetikan 45

8.2.1. Jenis Huruf 45

8.2.2. Bilangan dan Satuan 46

8.2.3. Jarak Baris 46

8.2.4. Batas Tepi 46

8.2.5. Pengisian Ruangan 46

8.2.6. Alinea Baru 46

8.2.7. Permulaan Kalimat 46

8.2.8. Judul Bab, Sub-Bab, Anak Sub-Bab, dan lain-lain 47

8.2.9. Rincian ke Bawah 47

8.2.10. Letak Simetris 47

8.3. Penomoran 47

8.3.1. Halaman 47

8.3.2. Tabel (Daftar) 48

8.3.3. Gambar 48

8.3.4. Persamaan 48

8.4. Tabel dan Gambar 48

8.5. Bahasa 50

8.5.1. Bahasa yang Dipakai 50

8.5.2. Bentuk Kalimat 50

8.5.3. Istilah 50

8.5.4. Kesalahan yang Sering Terjadi 50

8.6. Penulisan Nama 51

8.7. Kutipan 54

8.7.1. Kutipan Langsung 54

8.7.2. Kutipan Tidak Langsung 54

8.7.3. Sumber Kutipan 54

8.7.4. Plagiat 55

(7)

LAMPIRAN

Lampiran 1: Contoh Halaman Sampul Luar Tesis 56

Lampiran 2: Contoh Halaman Sampul Dalam Tesis 57

Lampiran 3: Contoh Pengesahan Tesis 58

Lampiran 4: Contoh Lembar Penetapan Penguji Tesis 59

Lampiran 5: Contoh Lembar Pengesahan Orisinalitas 60

Lampiran 6: Contoh Abstrak (Bahasa Indonesia) 61

Lampiran 7: Contoh Abstract (Bahasa Inggris) 62

Lampiran 8: Contoh Kata Pengantar 63

Lampiran 9: Contoh Kata Pengantar untuk Mahasiswa Program Beasiswa

KEMKOMINFO 64

Lampiran 10: Contoh Daftar Isi 65

Lampiran 11: Contoh Daftar Tabel 69

Lampiran 12: Contoh Daftar Gambar 70

Lampiran 13: Contoh Daftar Lampiran 72

Lampiran 14: Contoh Daftar Singkatan 73

Lampiran 15: Contoh Formulir Persetujuan Judul Tesis dan Komisi Pembimbing 74 Lampiran 16: Formulir Persetujuan Seminar Proposal Tesis 75 Lampiran 17: Formulir Permohonan Susunan Komisi Pembanding dan Ketua Seminar 76 Lampiran 18: Kartu Kendali Pelaksanaan Seminar Proposal Tesis 77 Lampiran 19: Formulir Daftar Hadir Seminar Proposal Tesis 78 Lampiran 20: Contoh Undangan Seminar Proposal Tesis 79 Lampiran 21: Formulir Laporan Penilaian Seminar Proposal Tesis 80 Lampiran 22: Formulir Rincian Keputusan Seminar Proposal Tesis 85 Lampiran 23: Formulir Persetujuan Seminar Hasil Penelitian Tesis 87 Lampiran 24: Kartu Kendali Pelaksanaan Seminar Tesis 88 Lampiran 25: Undangan Seminar Hasil Penelitian Tesis 89 Lampiran 26: Formulir Rincian Keputusan Seminar Tesis 90 Lampiran 27: Kartu Kendali Pelaksanaan Ujian Meja Hijau 92

Lampiran 28: Contoh Undangan Ujian Meja Hijau 93

Lampiran 29: Formulir Penilaian Penguji Seminar Tesis dan Ujian Meja Hijau 94 Lampiran 30: Formulir Rincian Keputusan Ujian Meja Hijau 103

Lampiran 31: Formulir Hasil Ujian Meja Hijau 106

Lampiran 32: Formulir Pernyataan Yudisium 107

Lampiran 33: Formulir Permohonan Penyerahan Revisi Tesis 109 Lampiran 34: Contoh Persetujuan Komisi Pembimbing untuk Penyerahan

Naskah Ringkasan Tesis (jika akan diterbitkan pada jurnal nasional

dan internasional) 116

(8)

BAB I

KETENTUAN UMUM

1.1. Pendahuluan

Tesis adalah suatu pernyataan atau argumentasi ilmiah yang berisikan suatu teori berkenaan dengan suatu masalah yang dikaji, yang didukung oleh bukti-bukti berupa keterangan-keterangan yang telah diperoleh dari suatu hasil penelitian ilmiah.

Sebuah tesis bukanlah suatu urusan yang isinya menekankan pada metodologi (kecuali kalau tesis tersebut adalah sebuah tesis mengenai metodologi). Sebuah tesis tidak pula semata-mata hanya menekankan pada kumpulan keterangan yang terwujud sebagai suatu deskripsi mengenai kenyataan yang tidak ada kaitannya antara bagian yang satu dengan yang lainnya secara keseluruhan. Sebuah tesis haruslah menekankan pada suatu hasil penemuan yang berupa tesis atau pernyataan ilmiah. Dengan demikian, pembuatan sebuah tesis tidaklah semudah yang dibayangkan oleh kebanyakan orang, tetapi harus melalui tahap-tahap pembuatan yang sistematik berdasarkan pengetahuan yang cukup mengenai teori-teori yang adalah dalam bidang ilmu pengetahuan yang bersangkutan dan relevan dengan bidang ilmu tersebut.

Tesis merupakan tahapan akhir dari suatu kegiatan untuk memahami suatu masalah, yang terwujud dalam bentuk laporan hasil penelitian yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan atau kepustakaan dan atau kombinasi dari keduanya.

Pengetahuan yang di perlukan cukup,baik dalam hal teori maupun metodologi menyebabkan pembuatan tesis hanya diharuskan pada mahasiswa yang telah menduduki pendidikan jenjang terakhir di perguruan tinggi. Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa mereka telah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai teori- teori yang ada dalam bidang ilmu pengetahuan mereka masing-masing yang berasal dari berbagai bidang ilmu pengetahuan yang relevan. Disamping itu, mereka juga dianggap telah mempunyai kesanggupan untuk menyeleksi teori-teori yang diketahuinya dan dapat menggunakannya untuk mengkaji dan memahami masalah yang dihadapi.

(9)

Kurikulum Program Pascasarjana (PPs) USU mewajibkan mahasiswa melakukan penelitian dan penulisan tesis pada akhir masa studi. Kewajiban menulis tesis ini didasarkan pada pertimbangan manfaat yang didapatkan, dimana Tesis dapat memberikan manfaat ganda, baik bagi mahasiswa maupun bagi instansi (pemerintah/swasta) serta masyarakat yang menjadi objek penelitian mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi FISIP USU terkait dengan masalah komunikasi dan sosial. Kegiatan penulisan tesis dimulai dari penulisan proposal penelitian, penelitian lapangan dan penulisan laporan hasil penelitian berupa tesis pada hakekatnya merupakan peluang dan kesempatan untuk mengkhayati, menerapkan dan menggunakan konsep teori dan kemampuan analisis yang telah diperoleh selama proses belajar megajar guna memahami permasalahan komunikasi.

Kegiatan penelitian juga merupakan wahana yang tepat bagi para mahasiswa untuk dapat melakukan diagnosis masalah dalam bidang komunikasi atau yang bersifat lebih spesifik, memanfaatkan dan mengembangkan metode dan instrumen penelitian untuk menganalisis mencari alternatif pemecahan, menentukan pilihan pemecahan masalah dan pada akhirnya menyusun suatu laporan tesis yang terbaik.

Dalam mengkaji permasalahan komunikasi, baik yang menyangkut kebijakan secara umum di lembaga-lembaga pemerintah atau swasta tempat mahasiswa belajar sehingga diharapkan dapat memanfaatkan keahlian dan keterampilan nya untuk membantu instansi pemerintah/swasta atau stakeholder lainnya dalam menganalisis permasalahan dan pada akhirnya mampu memberikan rekomendasi untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Selain itu mahasiswa dapat melakukan penelitian langsung di masyarakat dalam menganalisis fenomena sosial secara komprehensif.

1.2. Persyaratan

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi FISIP USU dalam rangka penulisan tesis yaitu:

1. Pelaksanaan penelitian untuk penulisan harus didahului dengan Penulisan Proposal (PP)

2. Penulisan Proposal (PP) dapat disusun dan diajukan kepada Ketua Magister Ilmu

(10)

a. Menyelesaikan mata kuliah paling sedikit 21 (dua puluh satu) Satuan Kredit Semester (SKS) termasuk mata kuliah Metode Penelitian dan Kajian Mandiri dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) ≥3,00.

b. Menyelesaikan kewajiban-kewajiban administrasi.

3. Penulisan proposal, baru dapat dilanjutkan dengan kegiatan seminar proposal (kolokium) penelitan untuk penyusunan tesis setelah disetujui oleh Komisi Pembimbing dan dinyatakan lulus dalam seminar kolokium oleh tim penguji yang terdiri dari Komisi Pembimbing dan Dosen Pembanding, baru mahasiswa yang bersangkutan dapat melanjutkan ke penelitian lapangan. Seminar Kolokium ke Seminar Hasil minimal 3 (tiga) bulan dari penelitian lapangan, dan mendapat persetujuan dari kedua dosen pembimbing.

4. Dari seminar hasil menuju ujian meja hijau minimal 2 (dua) minggu dengan melengkapi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan oleh program studi magister ilmu komunikasi.

5. Mahasiswa wajib melampirkan daftar rincian hasil revisi sebelumnya dalam bentuk matriks, baik dari dosen pembimbing maupun dosen pembanding pada saat waktu ujian seminar proposal, seminar hasil dan ujian meja hijau berlangsung.

1.3. Prosedur Penulisan Proposal dan Tesis

Tesis adalah karya tulis ilmiah hasil penelitian dari mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi dalam usahanya memenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh gelar magister. Setelah mahasiswa dianggap memenuhi persyaratan untuk menyusun Penulisan Proposal (PP), maka kepada mereka disarankan untuk mengajukan 3 (tiga) atau lebih judul usulan penelitian Tesis yang berkaitan dengan permasalahan komunikasi kepada Ketua Program Magister. Setelah pengajuan judul tersebut, Ketua Program Magister akan meminta calon pembimbing atau pembimbing akademik untuk mendiskusikan judul dan permasalahan tersebut dengan mahasiswa yang bersangkutan.

Apabila judul telah disetujui, maka Ketua Program Magister akan memilih Komisi Pembanding yang sesuai dengan kajian yang dilakukan oleh mahasiswa yang bersangkutan. Langkah selanjutnya setelah penetapan Komisi Pembanding maka Proposal yang sudah disetujui oleh Komisi Pembimbing dapat diajukan kepada Ketua Program Magister Ilmu Komunikasi untuk diseminarkan (kolokium/seminar proposal). Apabila dalam seminar (kolokium) dinyatakan tidak lulus oleh tim

(11)

mahasiswa harus menempuh kembali jalur penulisan proposal dari awal. Sebaliknya, apabila dalam seminar proposal (kolokium) dinyatakan lulus, maka langkah berikutnya adalah melakukan penelitian proposal tesis di lokasi penelitian sebagaimana tertuang dalam proposal penelitian, seperti komunitas masyarakat maupun berbagai instansi pemerintah/swasta. Pelaksanaan seminar hasil tesis bersifat terbuka. Artinya, bagi mahasiswa diharuskan menghadiri (minimal dihadiri 10 mahasiswa) dan memberi sumbangan pemikiran dan pendapat dalam seminar hasil tesis tersebut.

Bagi mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus seminar hasil tesis, maka mahasiswa yang bersangkutan harus kembali berkonsultasi dengan Komisi Pembimbing hingga Komisi Pembimbing menyetujui untuk diseminarkan kembali.

Sedangkan untuk mahasiswa yang dinyatakan lulus dalam seminar hasil tesis, harus segera berkonsultasi kembali dengan Komisi Pembimbing dan segera mempersiapkan diri untuk penelitian ke lapangan. Begitu selanjutnya sampai kepada Seminar Hasil yang terbuka untuk mahasiswa. Langkah selanjutnya adalah ujian Komprehensif/ujian tesis yang bersifat tertutup, dihadiri ketua dan anggota komisi penguji. Bagi mahasiswa yang tidak lulus dalam ujian komprehensif, maka mahasiswa harus kembali berkonsultasi dengan Komisi Pembimbing sehingga disetujui untuk kembali mengikuti Ujian Komprehensif. Bagi mahasiswa yang dinyatakan lulus dalam Ujian Komprehensif harus melakukan perbaikan tesisnya sesuai dengan arahan tim penguji. Bagi mahasiswa yang lulus ujian komprehensif dengan nilai A, maka persetujuan perbaikan tesisnya hanya dilakukan dengan pembimbing pertama. Untuk mahasiswa yang lulus ujian komprehensif dengan nilai selain A, maka persetujuan perbaikan tesisnya dilakukan dengan kedua pembimbing.

(12)

MULAI

MEMENUHI SYARAT

PILIH TOPIK

MINTA MASUKAN DARI CALON PEMBIMBING ATAU

PEMBINGBING AKADEMIK

TOPIK DISETUJUI? X Tidak X Ya

KOMISI PEMBIMBING

PENULISAN PROPOSAL

SEMINAR PROPOSAL

LULUS/TIDAK LULUS

SELESAI

WISUDA

LULUS/TIDAK LULUS

Ujian Komprehensif / Ujian Tesis

LULUS/TIDAK LULUS

SEMINAR HASIL

TESIS DISETUJUI/TIDAK DISETUJUI KOMISI PEMBIMBING

Siapkan Penulisan Tesis

Melaksanakan Penelitian

Gambar 1.1.

Diagram Alir Proses Penulisan Proposal Tesis dan Ujian Komprehensif

(13)

1.4. Komisi Pembimbing

Komisi pembimbing penulisan Proposal dan Tesis adalah suatu panel yang terdiri atas dua orang pembimbing yakni satu Pembimbing Utama dan satu orang Anggota Pembimbing. Komisi Pembimbing penulisan Proposal dan Tesis akan ditetapkan dengan SK Dekan FISIP USU atas dasar usulan Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi USU, seperti tercantum dalam Gambar 1.2.

Topik, Tentatif Usulan Judul dan Komisi Pembimbing (Lampiran I)

Konsultasi dengan Ketua Program Studi

√ YA Mengisi Formulir Calon --- Pembimbing (lampiran 15)

√ YA Pengajuan Dosen

Pembimbing oleh Ketua Program Studi

SK Pembimbing oleh Dekan FISIP USU

Gambar 1.2.

Bagan Alir Proses Penunjukan Komisi Pembimbing

(14)

1.5. Tanggung Jawab dan Wewenang Komisi Pembimbing

1.5.1. Ketua Komisi Pembimbing (Pembimbing Pertama/Ketua Seminar)

Secara umum, Ketua Komisi Pembimbing/Ketua Seminar merupakan penanggung jawab utama atas seluruh kegiatan penelitian Tesis, mulai dari penyusunan/penulisan Proposal, Seminar Proposal (kolokium), Seminar Hasil, hingga Ujian Komprehensif. Pembimbing Pertama adalah dosen berpendidikan S-3 dengan jabatan fungsional minimal Lektor Kepala atau bergelar Doktor (S-3) yang kepakarannya diakui secara akademik oleh Magister Ilmu Komunikasi FISIP-USU.

Proses bimbingan dalam penelitian dan penulisan Tesis dapat berjalan lancar apabila terpenuhinya beberapa hal berikut:

1) Pembimbing yang bersangkutan benar-benar telah memahami bidang ilmu pengetahuan dengan baik.

2) Mahasiswa yang bersangkutan benar-benar telah menguasai ilmu pengetahuan sesuai dengan yang diharapkan dari tingkat pendidikannya, dan betul-betul mengetahui apa yang diinginkan untuk ditulisnya dalam tesis.

3) Mahasiswa yang bersangkutan harus sungguh-sungguh melakukan penelitian dengan sebaik-baiknya dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga telah memiliki data yang lengkap berkenaan dengan masalah yang akan dibahas dalam Tesisnya

Pembimbing Tesis memerlukan ketekunan dan kesabaran, disamping cara- cara tersebut di atas, yang mirip dengan personal relationship (antara dosen pembimbing dan mahasiswa yang bersangkutan). Proses bimbingan dalam penulisan Tesis tidak hanya dilakukan seperti memberikan kuliah lalu selesai, tetapi juga menyangkut kadar pemahaman mahasiswa akan kuliah/petunjuk yang diberikan, bacaan yang harus dibaca mahasiswa, dan kesanggupan mahasiswa dalam merangkum pengetahuan yang diperolehnya tersebut dan mewujudkannya dalam bentuk pikiran ilmiah yang berupa pernyataan ilmiah. Pernyataan ilmiah ini dapat dalam bentuk tersurat (suatu pernyataan teori atau hipotesa) dan dapat pula terwujud dalam bentuk tersirat (pengorganisasian data untuk mendukung atau menentang atau memperbaiki sesuatu teori yang sudah ada).

Dalam proses bimbingan masih diperlukan pengetahuan pembimbingan dalam hal penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, karena pernyataan

(15)

pikiran berkenaan dengan sesuatu masalah haruslah dinyatakan dalam bentuk kata dan kalimat yang pasti dan tepat serta tidak berkepanjangan sehingga tidak ada interpretasi lain selain dari yang dimaksudkan oleh peneliti. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa sebagian besar mahasiswa masih rendah pengetahuan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai landasan ilmiah.

Secara khusus, tanggung jawab Pembimbing Pertama dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Bertanggung jawab sebagai Ketua Seminar dalam memimpin pelaksanaan seminar proposal penelitian (kolokium) kolokium, seminar hasil dan ujian komprehensif/ujian tesis.

2. Bertanggung jawab terhadap kesesuaian topik, judul, perumusan masalah, pemecahan, dan penyelesaian penulisan tesis, serta ujian komprehensif.

3. Bertanggung jawab terhadap pemilihan desain dan metode penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

4. Pembimbing pertama dan pembimbing kedua memperhatikan penulisan ilmiah dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya plagiat/pelanggaran Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) berdasarkan hasil uji turnitin (≤ 25%).

5. Bertanggung jawab terhadap keseluruhan bobot pekerjaan sehingga memenuhi 6 (enam) SKS, serta berhak menolak Tesis bila dinilai tidak memenuhi syarat tersebut.

6. Menentukan penilaian akhir dan keputusan-keputusan lain bersama-sama dengan Tim Penguji lainnya dengan persetujuan Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi USU yang turut hadir dalam Ujian Komprehensif/ Ujian Tesis.

7. Menentukan apakah peserta siap melaksanakan Seminar proposal dan Seminar Hasil dari sisi kesiapan akademik dengan memperhatikan persyaratan penyelesaian administratif dan persyaratan lain. Seminar proposal dan seminar hasil dapat dilaksamakan apabil dihadiri oleh satu orang mewakili komisi pembimbing dan satu orang mewakili tim penguji dan memdapat persetujuan oleh program studi.

8. Ujian komprehensif/Ujian Tesis harus dihadiri lengkap oleh keseluruhan komisi pembimbing dan tim penguji. Apabila terdapat majelis penguji yang berhalangan hadir, maka untuk penguji tersebut dapat melakukan ujian pada waktu lain dengan persetujuan program studi. Apabila terdapat penguji yang

(16)

9. Hal-hal yang belum diatur, akan ditentukan melalui Surat Keputusan khusus oleh FISIP-USU.

1.5.2. Anggota Komisi Pembimbing (Pembimbing Kedua)

Kualifikasi Anggota Komisi Pembimbing adalah dosen bergelar/setara dengan jabatan Lektor atau Asisten Ahli bergelar Doktor yang kepakarannya diakui sesuai dengan ketentuan akademik. Tanggung jawab Pembimbing Kedua antara lain sebagai berikut:

1. Membantu tugas Pembimbing Pertama, terutama dalam menangani teknis penulisan, termasuk teknis pengutipan, kepustakaan (referensi), kelengkapan tesis (kata pengantar, daftar isi, abstrak, dan daftar riwayat hidup).

2. Turut serta dalam memantau dan mengusahakan kelancaran penulisan Proposal, kegiatan penelitian dan penulisan Tesis.

3. Berwenang memberikan persetujuan dan menandatangani Lembar Pengesahan pada Seminar Proposal, Seminar Hasil Tesis dan Ujian Komprehensif/ Ujian Tesis.

1.6. Prosedur Penelitian

Proposal penelitian dan Tesis mempunyai bobot 8 (delapan) SKS. Kegiatan penyusunan Proposal Penelitian dan Tesis dibagi 8 (delapan) tahap, yaitu:

a. Persiapan Penulisan Proposal.

b. Pelaksanaan Seminar Proposal (kolokium) dengan beban 2 SKS.

c. Pelaksanaan penelitian untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan dalam penulisan Tesis.

d. Penulisan Tesis yaitu penulisan hasil penelitian.

e. Seminar Hasil Tesis yaitu pelaksanaan seminar hasil penelitian untuk Tesis dengan beban 2 SKS.

f. Ujian Komprehensif, pelaksanaannnya dilakukan oleh Tim Penguji yang terdiri dari Komisi Pembimbing dan Dosen Pembanding dengan beban 4 SKS.

(17)

1.7. Penulisan Proposal, Seminar Proposal, Seminar Hasil, dan Ujian Komprehensif/Ujian Tesis

1.7.1. Persiapan/ Penulisan dan Seminar Proposal

Sebelum memulai penelitian, mahasiswa diharuskan untuk mempersiapkan Penulisan Proposal dan mempresentasikannya (Seminar Proposal). Penulisan proposal harus dapat menerangkan hal-hal yang berkaitan dengan latar belakang yang akan diteliti, kerangka teori/ kerangka konsep atau tinjauan pustaka serta metodologi penelitian yang akan digunakan untuk memahami permasalahan penelitian (komunikasi) yang penting dan berguna untuk diteliti. Mahasiswa yang akan melaksanakan seminar proposal, diwajibkan telah memenuhi kehadiran mengikuti seminar proposal minimal 10 kali (dibuktikan dengan kartu kendali menghadiri ujian).

1.7.2. Penulisan Tesis

Kegiatan Penulisan Tesis (dimulai setelah selesai seminar proposal) secara keseluruhan dapat dilakukan minimal selama 3 bulan. Penulisan Tesis semua tahapannya harus tetap dikonsultasikan dengan Komisi Pembimbing (minimal 6 kali pertemuan dengan komisi pembimbing).

1.7.3. Seminar Hasil Penelitian

Setelah serangkaian kegiatan di atas diselesaikan, mahasiswa yang meneliti, mempersiapkan diri untuk melaksanakan Seminas Hasil Penelitian, dimana wajib dihadiri oleh Komisi Pembimbing, Komisi Pembanding, dan Mahasiswa (minimal 10 orang mahasiswa). Mahasiswa yang akan melaksanakan seminar hasil penelitian, diwajibkan telah memenuhi kehadiran mengikuti seminar hasil penelitian minimal 10 kali (dibuktikan dengan kartu kendali menghadiri ujian).

1.7.4. Ujian Komprehensif/Ujian Tesis

Setelah Seminar Hasil Penelitian dilaksanakan, apabila dinyatakan lulus, mahasiswa melakukan revisi. Untuk selanjutnya melakukan pembimbingan dengan komisi pembimbing dan apabila disetujui untuk Ujian Komprehensif/Ujian Tesis, maka selanjutnya akan dilaksanakan Ujian Komprehensif/Ujian Tesis.

(18)

1.8. Kriteria Keberhasilan

Ketua Program Studi/Sekretaris Program Studi – Magister Ilmu Komunikasi akan menentukan nilai akhir kegiatan setelah mempertimbangkan hasil evaluasi yang diperoleh dari Komisi Pembimbing dan Komisi Pembanding. Pelaksanaan kegiatan penyusunan Proposal dan Tesis yang dinilai terdiri dari 3 (tiga) komponen utama, yaitu:

1. Seminar Proposal

2. Seminar Hasil Penelitian

3. Ujian Komprehensif/ Ujian Tesis

a) Aspek-aspek penilaian Seminar proposal :

Identifikasi permasalahan penelitian (bidang komunikasi)

Relevansi dalam pemilihan teori/konsep

Relevansi metode penelitian

Daftar Pustaka ditulis untuk menunjukkan referensi yang digunakan dalam penyusunan proposal tesis.

Semua sumber yang digunakan dalam penulisan proposal tesis harus dicantumkan dalam Daftar Pustaka tanpa ada yang terlewat. Demikian juga, peneliti harus menghindari menulis pustaka yang tidak digunakan dalam penyusunan proposal tesis.

Peneliti harus menggunakan pustaka-pustaka yang tahun terbitnya mutakhir. Definisi mutakhir, merujuk paling lama 10 tahun terakhir. Tujuan dari pencantuman pustaka mutakhir adalah untuk memastikan bahwa peneliti benar-benar memahami peta kajian mutakhir dari topik penelitian yang diteliti. Untuk teori-teori besar yang sudah mapan keberadaannya, penggunaan pustaka berupa text- book, sepanjang belum ada yang baru, maka masih diperbolehkan menggunakan pustaka yang lama.

Jenis pustaka utama dalam Daftar Pustaka adalah text-book dan artikel jurnal, sedangkan pustaka pendukung adalah semua sumber lain yang digunakan dalam penyusunan proposal tesis. Pustaka utama adalah pustaka yang digunakan sebagai rujukan dalam latar belakang, tinjauan pustaka, kerangka berpikir dan metode penelitian. Sedangkan pustaka pendukung adalah pustaka yang digunakan untuk menyusun latar belakang, bagian gambaran umum (dalam penulisan tesis), dan bagian-bagian lain yang lebih terkait dengan obyek penelitian, dibandingkan dengan aspek teoritik tesis. Umumnya, peneliti juga diminta mencantumkan sejumlah pustaka utama. Penulisan Daftar Pustaka mengikuti aturan American Psychological Association (APA) terbaru.

Sistematika penulisan

b) Aspek-aspek penilaian kinerja peserta di lokasi Penelitian Tesis (Pemerintah/Swasta/Lembaga Masyarakat, dan lain sebagainya) (PTs)

Aktivitas dalam tahap persiapan.

Perencanaan

Kerjasama dalam tugas

Disiplin kerja sikap dan tata krama dalam pelaksanaan dan penyelesaian tugas.

Kemampuan berkomunikasi

Kepemimpinan.

c) Aspek-aspek dalam penilaian PsTs adalah:

Kesahihan dan konsistensi penggunaan metode penelitian yang digunakan

Kemampuan mengabstraksi teori dan signifikansinya dengan perumusan masalah penelitian.

Ketajaman dan keaslian dalam menganalisis permasalahan dan mengembangkan alternatif

pemecahan masalah.

Konsistensi dengan acuan format penulisan

Keterpaduan analisis.

d) Aspek – aspek penilaian STs adalah:

Sistematika penyajian

(19)

Sikap dalam menyajikan argumentasi

Persiapan dan penggunaan waktu selama presentasi.

e) Aspek-aspek penilaian UK adalah:

Kejelasan dalam memberikan respon terhadap pertanyaan.

Kemampuan penguasaan teori dan sistematika jawaban.

Kemampuan penalaran keilmuan.

Penampilan dan etika.

1.9. Tata Tertib Pelaksanaan

a. Menyiapkan dokumen-dokumen yang telah ditetapkan oleh sekretariat.

b. Memeriksa keseluruhan dan kelengkapan proposal tesis, tesis yang akan dipaparkan pada seminar hasil, dan tesis yang akan dipaparkan dalam ujian meja hijau sebelum diberikan kepada komisi penguji.

c. Waktu kehadiran di dalam ruang ujian selambat-lambatnya 20 (dua puluh) menit sebelum kegiatan berlangsung.

d. Mahasiswa wajib memakai pakaian resmi: Laki-laki (Kemeja putih, dasi hitam, celana bahan hitam, sepatu pantopel) dan Wanita (Kemeja putih, kerudung hitam/putih, rok hitam panjang, sepatu pantopel). Bagi mahasiswi yang tidak berkerudung, diharuskan menggunakan scarf dan rok hitam di bawah lutut.

(20)

BAB II

FORMAT PENULISAN PROPOSAL TESIS

Proposal terdiri atas: Bagian Awal, Bagian Utama, dan Bagian Akhir. Jumlah kata minimal 5.500 (lima ribu lima ratus) kata, tidak termasuk lampiran.

2.1. Bagian Awal

Bagian awal dari proposal penelitian mencakup halaman judul dan halaman persetujuan.

2.1.1. Halaman Judul (Sampul Depan)

Halaman ini memuat berturut– turut: judul, lambang Universitas Sumatera Utara dan Nomor Induk Mahasiswa, kalimat “ Magister Ilmu Komunikasi FISIP USU”, dan tahun proposal diseminarkan. Halaman ini dicetak di atas kertas dengan bahan linen Margono atau linen Holland atau linen sejenis dan berwarna merah hati. Secara umum halaman sampul depan ini memuat:

a) Judul proposal, dibuat secara singkat dan jelas.

Pemilihan suatu judul proposal atau judul Tesis biasanya mengikuti judul yang telah dipilih menjadi topik masalah penelitian yang menjadi landasan bagi pembuatan Tesis tersebut. Sehubungan dengan itu, hendaklah diingat bahwa sebuah judul Tesis yang baik adalah mencerminkan masalah yang dikaji dalam Tesis, sederhana dan tidak bertele-tele. Dengan demikian diharapkan bahwa para pembaca Tesis, begitu melihat judul Tesis tersebut akan langsung dapat memperkirakan isinya mengenai apa dan bagaimana para pemeriksa/

pembimbing Tesis akan lebih memudahkan dalam kegiatan pembimbingan dan pemeriksaannya.

b) Maksud proposal, yaitu sebagai acuan Penyusunan Tesis pada Magister Ilmu Komunikasi FISIP USU, Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

c) Lambang Universitas Sumatera Utara, berbentuk bundar (bukan segi lima) dengan diameter sekitar 5,5 cm.

d) Nama mahasiswa yang mengajukan proposal, ditulis lengkap (tidak boleh memakai singkatan) dan tanpa gelar kesarjanaan.

(21)

e) Nomor Induk Mahasiswa dicantumkan di bawah nama mahasiswa.

f) Institusi pendidikan, yaitu Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Medan.

g) Waktu pengajuan, ditunjukkan dengan menulis tahun di bawah kata “Medan”.

h) Tahun penyelseaian proposal, ditempatkan di bawah kata”Medan”.

i) Contoh halaman sampul luar proposal ini dapat dilihat pada lampiran 1.

2.1.2. Halaman Judul Sampul (Sampul Dalam)

Halaman ini sama dengan halaman sampul depan, tetapi di atas kertas putih sesuai dengan ketentuan. Contoh halaman sampul depan dalam proposal ini dapat dilihat pada lampiran 2.

2.1.3. Halaman Persetujuan

Halaman ini berisi persetujuan Komisi Pembimbing yang terdiri dari ketua dan anggotanya, lengkap dengan tanda tangan dan tanggal persetujuan. Halaman ini terdapat di halaman judul sampul luar dan dilengkapi dengan bukti stempel yang didapat dari sekretariat.

2.1.4. Daftar Isi

Daftar isi disusun berurutan menurut nomor halaman, daftar tabel, daftar gambar dan judul dari bab dan anak bab. Dalam daftar isi dimuat pula daftar pustaka yang digunakan dalam penyusunan proposal dan lampiran. Keterangan yang mendahului daftar isi tidak perlu dimuat dalam daftar isi.

Daftar isi diketik dengan huruf besar tanpa diakhiri titik dan ditempatkan ditengah-tengah kertas dua spasi di bawah nomor halaman. Perkataan “Halaman”

diketik di pinggir kanan. Susunan daftar isi menyusul dua spasi dibawahnya. Bila daftar isi memerlukan lebih dari satu halaman maka diteruskan pada halaman berikutnya. Pembagian atau penyusunan dari bab, anak bab dan seterusnya tergantung dari daftar isi. Pada umumnya antara bab dan anak bab serta antara bagian dan anak bagian diperlukan dua spasi dan antar anak bab satu spasi. Judul dari setiap bab diketik dengan huruf besar. Huruf pertama setiap kata di dalam judul anak bab ini diketik dengan huruf besar, kecuali kata depan dan kata penghubung.

(22)

Daftar isi ini dimasukkan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh tentang isi proposal dan sebagai petunjuk bagi pembaca yang ingin langsung melihat suatu bab atau anak/sub bab. Daftar ini memuat urutan Bab, Sub Bab dan Anak Bab dengan nomor halamannya. Contoh halaman daftar isi dapat dilihat pada Lampiran 6.

2.1.5. Daftar Tabel

Jika dalam proposal terdapat banyak tabel (daftar), perlu adanya daftar tabel yang memuat urutan judul tabel (daftar) berserta lengkap nomor halamannya.

Daftar tabel diketik seperti mengetik daftar isi. Nomor tabel menggunakan angka Arab. “Nomor” diketik tepat pada permulaan batas pinggir kiri, dua spasi dibawah daftar tabel. Jarak dari daftar tabel ke tabel pertama adalah empat spasi. Dua spasi dibawah daftar, di pinggir kanan diketik perkataan “Halaman”. Judul tabel dihubungkan dengan titik-titik dengan nomor halaman tempat tabel tersebut dijumpai dalam teks proposal. Judul yang memerlukan lebih dari satu baris diketik satu spasi dan dimulai dibawah huruf kelima kata pertama baris kalimat diatasnya antara judul tabel dipakai dua spasi. Daftar tabel memuat nomor urut tabel, judul tabel dan nomor halaman. Contoh daftar tabel dapat dilihat pada Lampiran 11.

2.1.6. Daftar Gambar

Daftar gambar diketik pada halaman baru, tersendiri dan disusun seperti daftar tabel. Tidak dibedakan antara grafik, peta atau potret, semua bernomor urut angka Arab. Semua tabel dan gambar ditempatkan seperti teks, terkecuali bila ukuran tabel dan gambar mengharuskan penempatannya sepanjang kertas. Daftar gambar memuat nomor urut gambar, judul gambar dan nomor halaman. Contoh daftar gambar dapat dilihat pada lampiran 12.

2.1.7. Daftar Lampiran

Daftar lampiran ini dimuat bila proposal dilengkapi dengan lampiran yang banyak. Daftar lampiran memuat nomor urut lampiran, judul lampiran dan nomor halamannya dibuat dengan angka Arab. Contoh daftar lampiran dapat dilihat pada lampiran 13.

(23)

2.1.8 Daftar Istilah

Daftar ini memuat arti lambang, singkatan dan istilah yang dipergunakan dalam proposal. Daftar ini dibuat dalam usulan yang memuat lambang dan singkatan. Contoh daftar istilah/singkatan dapat dilihat pada lampiran 14.

2.2. Bagian Utama

Bagian utama proposal antara lain memuat bagian latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka teori/ kerangka pemikiran/

tinjauan pustaka, hipotesis (bila ada), metodologi penelitian, jadwal pelaksanaan, daftar kepustakaan dan lampiran. Secara umum suatu kerangka Bagian Utama proposal memuat hal-hal seperti ditunjukkan sistematika berikut ini:

Penelitian Kuantitatif 1) Latar Belakang 2) Rumusan Masalah

3) Batasan Masalah (jika perlu) 4) Tujuan Penelitian

5) Manfaat Penelitian a) Manfaat Teoretis b) Manfaat Akademis c) Manfaat Praktis 6) Paradigma Penelitian

7) Penelitian Sejenis Terdahulu 8) Uraian Teoretis

a) Sumber Buku b) Penelitian Terdahulu 9) Hipotesis

10) Metodologi Penelitian a) Metode Penelitian

b) Metode Pengukuran (Variabel/Konsep, Definisi Operasional, Indikator dan Skala)

c) Populasi dan Sampel, serta Teknik Pengambilan Sampel d) Teknik Pengumpulan Data

e) Uji Validitas dan Reliabilitas f) Teknik Analisis Data

11) Jadwal Penelitian 12) Daftar Pustaka

(24)

Penelitian Kualitatif 1) Latar Belakang 2) Fokus Penelitian 3) Tujuan Penelitian 4) Manfaat Penelitian

a) Manfaat Teoretis b) Manfaat Akademis c) Manfaat Praktis 5) Paradigma Penelitian

6) Penelitian Sejenis Terdahulu 7) Uraian Teoretis

a) Sumber Buku b) Penelitian Terdahulu c) Kerangka Pemikiran 8) Metodologi Penelitian

a) Metode Penelitian b) Aspek Kajian c) Subjek Penelitian

d) Teknik Pengumpulan Data e) Teknik Analisis Data

f) Teknik Keabsahan Data (Triangulasi) 9) Jadwal Penelitian

10) Daftar Pustaka

(25)

2.2.1. Latar Belakang

Bagian ini memuat dasar dan alasan serta argumentasi pentingnya dilakukan penelitian yang dijabarkan dengan jelas, disertai keterangan bahwa permasalahan tersebut memang belum terjawab. Latar belakang permasalahan pada proposal penelitian berisi uraian tentang apa yang menjadi permasalahan penting dan perlu dicari upaya pemecahannya serta kemungkinan manfaat jawaban itu nantinya.

Masalah tersebut juga harus didukung oleh fakta empiris sehingga jelas bahwa ada masalah yang perlu diteliti.

Dalam latar belakang juga harus ditunjukkan letak masalah itu dalam pemecahan permasalahan yang lebih luas. Keaslian tesis dikemukakan dengan menunjukkan bahwa permasalahan yang akan dihadapi belum pernah dipecahkan kandidat/mahasiswa terdahulu, atau dinyatakan dengan tegas dan beda kegiatan ini dengan yang sudah pernah dilaksanakan oleh penelitian sebelumnya.

Latar belakang peneliti harus mengidentifikasi situasi masalah dengan tepat dan jelas. Konsep latar belakang meliputi:

a. Situasi atau keadaan mengenai masalah yang ingin diteliti.

b. Alasan atau sebab ingin menelaah masalah yang dipilihnya secara mendalam.

c. Hal-hal yang telah diketahui mengenai masalah yang akan diteliti.

d. Pentingnya penelitian itu, baik secara teoretis maupun praktis.

e. Penelitian yang dilakukan dapat mengisi kekosongan yang ada.

2.2.2. Perumusan Masalah

Perumusan masalah memuat penjelasan mengenai alasan mengapa masalah yang dikemukakan dalam proposal itu dipandang menarik, penting dan perlu diteliti. Didalamnya dirumuskan dengan jelas dan tegas permasalahan yang perlu diteliti sehingga mudah diketahui ruang lingkup masalah dan arah penelitian yang akan dilakukan. Ada beberapa langkah yang diperhatikan untuk dapat merumuskan masalah yang baik, yaitu:

a. Masalah biasanya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan.

b. Perumusan hendaklah jelas dan padat.

c. Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah.

d. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis.

(26)

2.2.3. Tujuan Penelitian

Dalam bagian ini disebutkan secara tegas apa yang hendak dijawab atau dapat diperoleh dari penelitian tersebut. Tujuan penelitian harus jelas dan tegas, yang dapat dibagi menjadi tujuan umum dan tujuan khusus.

a. Tujuan umum merupakan tujuan penelitian secara keseluruhan yang ingin dicapai melalui penelitian.

b. Tujuan khusus merupakan penjabaran atau pentahapan dari tujuan umum, yang bersifat lebih operasional.

2.2.4. Manfaat Penelitian

Bagian ini berisi uraian tentang kegunaan Tesis dan operasionalisasi hasilnya. Manfaat penelitian ini bagi perkembangan ilmu pengetahuan (teoretis) dan penggunaan praktis yang dimanfaatkan oleh industri dan instansi pemerintah, ilmuwan lain untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS), dan seyogianya dapat dimanfaatkan pula oleh masyarakat.

2.2.5. Paradigma Penelitian

Sebelum melakukan penelitian, peneliti telah menetapkan cara pandang tertentu dalam melihat realitas suatu fenomena. Dalam dunia ilmu cara pandang semacam ini disebut paradigma, perspektif atau pendekatan. Peneliti harus memahami dan menjelaskan posisi metodologis yang dipakainya dalam kerangka suatu paradigma (Hidayat, 2002). Ketidakmampuan peneliti menjelaskan posisi metodologisnya dalam konstelasi paradigma akan menyebabkan penelitiannya rentan terhadap kritik. Paradigma, pendekatan dan perspektif oleh sejumlah penulis sering digunakan silih berganti untuk mengacu hal yang sama (Mulyana, 2001).

2.2.6. Penelitian Sejenis Terdahulu

Penelitian Sejenis Terdahulu dan Penelitian Terdahulu dipisah dalam sub bab. Penelitian sejenis terdahulu membahas lebih mendalam dan harus sesuai dengan metode penelitian yang diambil oleh peneliti, guna mendapatkan kebaharuan dari penelitian yang ada. Tinjauan tentang hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. Peneliti perlu

(27)

Hal ini perlu dilakukan untuk tujuan menjustifikasi penelitian yang dilakukan dan untuk menjelaskan perbedaan antara penelitian sebelumnya dengan penelitian yang sedang dilakukan. Artinya, peneliti tidak akan melaksanakan penelitian yang sekedar meniru apa yang telah diteliti orang lain. Sedangkan pada bagaian kajian terdahulu dapat diuraikan beberapa kajian terdahulu baik metode penelitian kuantitiatif maupun kualitatif dengan relevansi teori yang digunakan.

2.2.7. Kerangka Teori /Tinjauan Pustaka/Kerangka Pemikiran Dalam tinjauan pustaka menguraikan:

1) Kajian kepustakaan yang menimbulkan gagasan atau mendasari penelitian yang dilaksanakan dan berisi cuplikan bahwa pustaka yang berkaitan erat dengan masalah yang diteliti.

2) Menguraikan teori, temuan dan bahan yang diarahkan untuk menyusun kerangka konsep yang akan digunakan dalam Tesis nantinya.

3) Memuat uraian sistematis tentang hasil penelitian yang didapat oleh para ahli atau peneliti terdahulu dan apa hubungannya dengan kegiatan yang akan dilakukan.

4) Memuat uraian sistematik tentang fakta, hasil karya sebelumnya yang berasal dari pustaka mutakhir yang memuat teori, proposisi, konsep atau pendekatan terbaru yang ada hubungannya dengan kegiatan yang akan dilakukan. Fakta yang dilakukan sejauh mungkin diambil dari sumber primer atau aslinya.

Sebaiknya hindari sistem kliping dan pengulangan. Semua sumber yang dipakai harus disebutkan dengan mencantumkan nama penulis, tahun penerbitan dan halaman.

5) Setelah mengumpulkan referensi kepustakaan yang cukup memadai, peneliti harus mempresentasikannya (menyajikannya). Tinjauan kepustakaan mempresentasikan penguasaan perkembangan mutakhir bidang atau topik yang ditelitinya.

(28)

Ada beberapa fungsi tinjauan kepustakaan, antara lain:

a) Memperoleh Pengetahuan Baru

Tinjauan kepustakaan memperkenalkan peneliti pada banyak data, informasi, dan pengetahuan yang mungkin belum diketahui peneliti dalam suatu bidang ilmu atau tentang suatu masalah yang diusulkan.

b) Membatasi Masalah Penelitian

Peneliti sering mengalami kesulitan dalam memilih masalah penelitian yang cukup spesifik dari satu topik yang telah dipilihnya. Tinjauan kepustakaan membantu peneliti menemukan masalah yang spesifik. Laporan penelitian biasanya menunjukkan jalan dan arah menuju masalah yang cukup sempit untuk diteliti. Dan pada umumnya laporan tersebut memuat secara jelas hal apa saja yang masih memerlukan penelitian lanjutan.

c) Memilih Pendekatan Baru

Dalam tinjauan kepustakaan peneliti bukan hanya mempelajari hasil yang telah dilakukan orang lain, tetapi harus pula waspada pada kemungkinan adanya penelitian yang terabaikan oleh peneliti terdahulu. Pengalaman pribadi dan latar belakang seseorang menghimbaunya untuk melihat suatu fase masalah yang tidak terlihat oleh peneliti terdahulu.

d) Menghindari Replika Penelitian

Peneliti harus tanggap terhadap pendekatan yang telah ditempuh peneliti yang sebelumnya tidak tepat. Melakukan satu atau dua replikasi (pengulangan) masih dapat diterima berdasarkan keinginan untuk mengkonfirmasikan bahwa peneliti terdahulu kurang efektif. Replikasi diadakan di luar batas ini tidak akan ikut memajukan atau mengembangkan disiplin ilmu.

2.2.8. Hipotesis

Sebelum merumuskan hipotesis pada proposal, terlebih dahulu dibuat kerangka konseptual yang dijabarkan atau disintesis dari kerangka teori sebagai paradigma sekaligus tuntutan untuk memecahkan masalah dan merumuskan hipotesis. Hipotesis ini merupakan pernyataan yang tegas dan jelas serta tidak mengandung suatu pertanyaan. Hipotesis ini harus dapat dijabarkan ke dalam pengukuran secara kuantitatif. Hipotesis akan mempertegas dan memperjelas

(29)

Hipotesis digunakan dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif.

Hipotesis akan mempertegas penelitian. Hipotesis digunakan dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif.

2.2.9. Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian ini mengandung uraian tentang:

1) Jenis/desain penelitian yang digunakan.

2) Mendefenisikan dengan tegas dan jelas konsep-konsep yang digunakan dalam penelitian.

3) Mengoperasionalisasikan variabel-variabel penelitian sehingga diketahui dengan jelas dan tepat apa yang menjadi indikator penelitian untuk dikumpulkan datanya melalui pembuatan kuesioner atau angket.

4) Populasi dan sampel harus dikemukakan dengan jelas dan disebutkan sesuai dengan masalah penelitian.

5) Ada beberapa teknik atau alat pengumpul data yang lazim digunakan dalam suatu penelitian, yaitu kuesioner, angket, wawancara, observasi (pengamatan) dan dokumentasi. Peneliti harus mencantumkan (dalam daftar lampiran) isi kuesioner, angket dan pedoman wawancara tersebut.

6) Lokasi penelitian harus disebutkan dengan tegas disertai dengan alasan yang kuat untuk memilih lokasi tersebut sebagai objek penelitian.

7) Analisis hasil mencakup uraian tentang model dan cara menganilisis data yang diperoleh dari penelitian.

8) Jadwal penelitian ini disusun berdasarkan sistematika atau tahapan yang dimulai dari pelaksanaan kegiatan hingga ke tahap analisis data dan penulisan Tesis. Dalam jadwal penelitian ini ditunjukkan:

a. Rincian kegiatan setiap tahap.

b. Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap tahap.

c. Jadwal kegiatan dapat disajikan dalam bentuk matriks atau uraian.

2.3 Bagian Akhir

Bagian akhir dari proposal ini terdiri dari daftar pustaka dan lampiran (bila ada).

(30)

2.3.1. Daftar Kepustakaan

Daftar kepustakaan ini hanya memuat perbendaharaan pustaka yang diacu dalam proposal tersebut. Cara penulisannya diurut ke bawah menurut abjad (alphabetical order) dengan menyatukan seluruh sumber pustaka. Penulisan daftar pustaka mengikuti FORMAT APA (American Psychological Association). Berikut di bawah ini penulisan daftar pustaka sebagai berikut:

a) Buku Pedoman Umum:

Nama Penulis. (Tahun Terbit). Judul: Sub Judul. Tempat Penerbitan: Penerbit.

b) Artikel dalam bentuk Jurnal:

Nama Penulis. (Tahun Publikasi). Judul Artikel. Nama Jurnal. Edisi/Volume.

Tahun terbit.

c) Karya Tercetak lain meliputi: Tulisan di ensiklopedia; Abstrak tesis/disertasi;

Dokumen Negara atau Pemerintah; Laporan Organisasi (Swasta, NGO,dll);

Prosiding konferensi; Makalah konferensi yang dipublikasikan; dan Tesis/disertasi yang tidak dipublikasikan.

d) Penulis dari etnis Melayu: hilangkan bin atau binti

Antara berbagai bidang ilmu ada perbedaan dalam cara penulisan daftar kepustakaan meskipun perbedaan tersebut tidak substansial, misalnya dalam penggunaan tanda baca tetapi garis besarnya tetap sama. Oleh karena itu, perbedaan yang tidak substansial tersebut tetap diperkenankan, asalkan tetap taat asas (konsisten) untuk seluruh penulisan.

2.3.2. Lampiran

Dalam lampiran (bila ada) terdapat keterangan atau informasi yang diperlukan pada pelaksanaan kegiatan, misalnya, lembar kuesioner yang dipergunakan dalam penelitian, peta lokasi penelitian. Lampiran hanya bersifat melengkapi proposal.

(31)

BAB III

PEDOMAN PENULISAN PROPOSAL TESIS 3.1. Proposal Penelitian Kuantitatif

Proposal penelitian untuk penelitian yang membangun dan menguji kerangka hipotesis dapat disajikan dengan format sebagai berikut:

JUDUL

Judul penelitian merupakan representasi/refleksi dari permasalahan yang akan diteliti dan merupakan cerminan isi penelitian secara keseluruhan. Judul penelitian memperlihatkan adanya hubungan antar variabel maupun hubungan di antara konsep-konsep dari gejala-gejala permasalahan komunikasi yang akan diteliti.

1. Latar Belakang

(1) Latar belakang menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan masalah penelitian ini layak diteliti.

(2) Latar belakang dapat diperoleh dengan cara mempertentangkan apa yang ada pada tataran keilmuan dengan realitas empiris.

(3) Latar belakang dapat memposisikan penelitian yang akan dilakukan pada peta wilayah keilmuan komunikasi.

Dengan demikian latar belakang juga menjadi dasar argumentasi bagi originalitas penelitian, arti pentingnya penelitian dilakukan, dan ruang lingkup penelitian.

2. Rumusan Masalah

(1) Masalah Penelitian merupakan titik awal berlangsungnya suatu penelitian. Dari titik inilah mulai ditetapkan konsep-konsep yang melandasi penelitian, penentuan tujuan, dan manfaat penelitian, pembatasan dan ruang lingkup penelitian, penentuan teori-teori yang menopang penelitian, penetapan metode yang dipergunakan, dan lain-lain.

(2) Pada penelitian kuantitatif beberapa kriteria permasalahan yang baik adalah sebagai berikut:

a) Rumusan Masalah harus mengungkapkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih.

(32)

b) Rumusan Masalah harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan secara jelas dan tidak ambigu.

3. Tujuan Penelitian

(1) Tujuan penelitian berfungsi untuk mencaru jawaban atas masalah penelitian.

(2) Pada penelitian deduktif - hipotetikal, tujuan Penelitian lazimnya menjelaskan/ mengukur hubungan (asosiasi atau kausalitas) antarvariabel yang menjadi perhatian dalam studi.

4. Manfaat Penelitian

Mengungkapkan secara spesifik kegunaan yang hendak dicapai dari:

a) Aspek teoretis (keilmuan) dengan menyebutkan kegunaan teoretis yang dapat dicapai daari masalah yang diteliti.

b) Aspek akademis dengan menyebutkan kegunaan penelitian terhadap pengembangan akademik dan keilmuan.

c) Aspek praktis dengan menyebutkan kegunaan yang dapat dicapai dari penerapan pengetahuan yang dihasilkan dari penelitian ini.

5. Paradigma Penelitian

Sebelum melakukan penelitian, peneliti telah menetakan cara pandang tertentu dalam melihat realitas suatu fenomena. Dalam dunia ilmu cara pandang semacam ini disebut paradigma, perspektif atau pendekatan. Peneliti harus memahami dan menjelaskan posisi metodologis yang dipakai olehnyha dalam kerangka suatu paradigma (Hidayat, 2002). Ketidakmampuan peneliti menjelaskan posisi metodologisnya dalam konstelasi paradigma akan menyebabkan penelitiannya rentan terhadap keritik, paradigma, pendekatan, dan perspektif oleh sejumlah penulis sering digunakan silih berganti untuk mengacu hal yang sama. Dengan demikian paradigma memberikan kerangka bagaimana seseorang memandang suatu realitas atau fakta sosial.

6. Penelitian Sejenis Terdahulu

Tinjauan tentang hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. Peneliti perlu mereview penelitian-penelitian sebelumnya yang pernah membahas masalah tersebut. Hal ini perlu dilakukan untuk tujuan menjustifikasi penelitian yang dilakukan dan unutk menjelaskan perbedaan antara penelitian sebelumnya dengan penelitian sedang dilakukan. Artinya, peneliti tidak

(33)

akan melaksakan penelitian yang sekadar meniru apa yang sudah diteliti orang lain.

7. Uraian Teoretis/ Tinjauan Pustaka

Merepresentasikan penguasaan peneliti tentang teori-teori yang relevan dengan masalah penelitian dan penguasaan perkembangan mutakhir dari bidang atau topik yang sedang diteliti. Pada dasarnya dalam kerangka teori, peneliti menyusun dan mengembangkan konsep/teori yang relevan dengan masalah yang diteliti, sehingga memunculkan asumsi-asumsi dan/atau peroposisi yang kemudian dapat ditampilkan dalam bentuk kerangka konsep dan/ atau bagan model teoretis.

8. Hipotesis

a) Hipotesis adalah pernyataan tentatif tentang hubungan (asosiasi/kausalitas) antara beberapa variabel.

b) Hipotesis disusun dalam pernyataan yang tegas dan jelas serta tidak mengandung suatu pertanyaan.

9. Metodologi Penelitian

Bagian ini menguraikan berbagai metode yang digunakan dalam penelitian, yakni:

(1) Metode Penelitian

(2) Metode Pengukuran (variabel/konsep, definisi operasional, indikator-indikator serta skala yang dipergunakan)

(3) Populasi dan Sampel, serta Teknik Pengambilan Sampel (4) Teknik Pengumpulan data

(5) Uji Validitas dan Reliabilitas (6) Teknik Analisis Data

10. Jadwal Penelitian

Menguraikan/menggambarkan dalam bentuk tabel bagan tentang rencana dan waktu pelaksaan penelitian (dari mulai menyusun proposal tesis sampai dengan ujian meja hijau).

11. Daftar pustaka

Daftar dari seluruh kepustakaan yang digunakan/dirujuk dalm teks (lebih jauh lihat pedoman pengetikan).

(34)

3.2. Proposal Penelitian Kualitatif

Proposal penelitian untuk penelitian yang tidak membangun pernyataan/ kerangka hipotesis yang dapat disajikan dengan format sebagai berikut:

Judul

Judul penelitian berisi pernyataan secara spesifik mencerminkan isi penelitian yang akan dilakukan.

1. Latar Belakang

(1) Hal-hal/gejala yang secara umum menjadi latarbelakang penelitian (hal-hal yang menarik minat peneliti untuk melakukan penelitian).

(2) Penjelasan yang rinci bahwa penelitian ini layak, penting dan menarik untuk diteliti secara akademis.

(3) Dalam latar belakang masalah juga diuraikan tentang bikti bukti akademis bahwa masalah yang diajukan belum ada jawaban pemecahan yang memuasakn atau belum pernah diteliti orang lain. Selain itu, jika sudah ada penelitian sebelumnya, peneliti harus mampu menjelaskan perbedaan otentik antara penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian terdahulu tersebut.

2. Fokus Penelitian

Fokus masalah merupakan rumusan spesifik berupa pernyataan atau pertanyaan utama yang menjadi pemicu dan alasan dilakukannya penelitian ini.

3. Tujuan Penelitian

Berisikan tentang ouput apa yang didapatkan/diharapkan dari penelitian yang dilaksanakan. Tujuan juga merupakan suatu landasan capaian dari penelitian yang akan dijalankan.

4. Manfaat Penelitian

Mengungkapkan secara spesifik kegunaan yang hendak dicapai dari:

(1) Aspek teoretis (keilmuan)

Dengan menyebutkan kegunaan teoretis apa yang dapat dicapai dari masalah yang diteliti.

(2) Aspek Akademis dengan menyebutkan kegunaan penelitian terhadap pengembangan akademik dan keilmuan.

(3) Aspek Praktis dengan menyebutkan kegunaan apa yang dapat dicapai dari penerapan pengetahuan yang dihasilkan penelitian ini.

(35)

5. Paradigma Penelitian

Sebelum melakukan penelitian, peneliti telah menetapkan cara pandang tertentu dalam melihat realitas suatu fenomena. Dalam dunia ilmu cara pandang semacam ini disebut paradigma, perspektif atau pendekatan. Peneliti harus memahami dan menjelaskan posisi metodologis yang dipakainya dalam kerangka suatu paradigma (Hidayat, 2002). Ketidakmampuan peneliti menjelaskan posisi metodo logisnya dalam konstelasi paradigma akan menyebabkan penelitiannya rentan terhadap kritik paradigma, pendekatan, dan perspektif oleh sejumlah penulis sering digunakan silih berganti untuk mengacu hal yang sama (Mulyana,2001).

Dengan demikian paradigma memberikan kerangka bagaimana seseorang memandang suatu realitas.

6. Penelitian Sejenis Terdahulu

Tinjauan tentang hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. Peneliti perlu mereview penelitian-penelitian sebelumnya yang pernah membahas masalah tersebut. Hal ini perlu dilakukan untuk tujuan menjustifikasi penelitian yang dilakukan dan unutk menjelaskan perbedaan antara penelitian sebelumnya dengan penelitian sedang dilakukan. Artinya, peneliti tidak akan melaksakan penelitian yang sekadar meniru apa yang sudah diteliti orang lain.

7. Uraian Teoretis

Uraian teori dalam penelitian kualitatif diperlukan tidak sebagai pagar yang membatasi area penelitian. Dalam hal ini teori lebih berperan sebagai panduan dan landasan bagi peneliti untuk menganalisis dan memahami realitas dari data yang dihasilkan. Hal yang perlu diingat adalah bahwa dalam penelitian kualitatif, teori bukan untuk diuji tetapi sebagai acuan dalam menyusun kerangka penelitian.

8. Kerangka Pemikiran

Peneliti harus memeliki kerangka pemikiran yang merupakan kerangka dasar dilakukannya penelitian. Peneliti perlu mereview penelitian-penelitian sebelumnya yang pernah membahas masalah tersebut. Hal ini perlu dilakukan untuk tujuan menjustifikasi penelitian yang dilakukan dan unutk menjelaskan perbedaan antara penelitian sebelumnya dengan penelitian sedang dilakukan.

(36)

Artinya, peneliti tidak akan melaksakan penelitian yang sekadar meniru apa yang sudah diteliti orang lain.

9. Metodologi Penelitian

Menguraikan berbagai metode atau tehnik yang akan dipergunakan pada penelitian yang akan mencakup hal-hal sebagai berikut:

(1) Metode penelitian

(2) Aspek Kajian (dalam penelitian kuantitatif disebut batasan masalah) (3) Subjek Penelitian

(4) Teknik Pengumpulan data (5) Teknik Analisi Data

(6) Teknik Keabsahan Data (Triangulasi) 10. Jadwal Penelitian

Menguraikan/menggambarkan dalam bentuk tabel bagan tentang rencana dan waktu pelaksaan penelitian (dari mulai menyusun tesis sampai dengan ujian meja hijau).

11. Daftar Pustaka

Daftar dari seluruh kepustakaan yang digunakan/dirujuk dalm teks (lebih jauh lihat pedoman pengetikan).

(37)

BAB IV

SEMINAR PROPOSAL (KOLOKIUM)

4.1. Pendahuluan

Peserta Program Magister Ilmu Komunikasi setelah mempersiapkan proposal dan telah disetujui oleh Komisi Pembimbing diharuskan mempresentasikan terlebih dahulu dalam Seminar Proposal (Kolokium).

4.2. Tujuan

Seminar proposal ini bertujuan:

a) Memaparkan proposal dihadapan Komisi Penguji (Komisi Pembimbing dan Dosen Pembanding), para staf pengajar/dosen, dan para mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi. Pemaparan proposal bertujuan untuk menyampaikan ide dan kerangka konsepsional sehingga dapat memperoleh masukan bagi penyempurnaan proposal tersebut.

b) Melatih mahasiswa yang akan melakukan penelitian, menyampaikan idenya dan memberikan argumentasi secara ilmiah terhadap pertanyaan atau sanggahan yang diajukan.

c) Memberikan wawasan yang lebih luas bagi mahasiswa yang lain sebagai dasar penulis dan penyusunan proposal.

4.3. Persyaratan

Untuk mengikuti kolokium, setiap mahasiswa harus memenuhi syarat sebagai berikut:

a) Menyelesaikan persyaratan akademik dan administrasi dengan bukti lampiran seperti Fotocopy KHS selama tiga semester dan biaya SPP semester terakhir.

b) Melampirkan form bimbingan proposal Tesis selama penelitian berlangsung.

c) Menyelesaikan konsep/draft proposal dan telah disetujui Komisi Pembimbing serta dinyatakan layak untuk diseminarkan. Pernyataan Komisi Pembimbing tentang kelayakan proposal untuk diseminarkan dapat dilihat pada sampul luar yang dibuktikan dengan stempel persetujuan pembimbing.

(38)

d) Membuat dan menyerahkan ringkasan proposal (minimal 10 booklet) untuk dibagikan kepada peserta seminar sesuai dengan format yang telah ditentukan dan telah mendapat persetujuan Komisi Pembimbing. Proposal lengkap (minimal 25 halaman, tidak termasuk lampiran) disiapkan sebanyak 4 (empat) buah untuk diserahkan kepada Komisi Pembimbing dan Dosen Pembanding masing-masing 1 (satu) buah.

e) Mendapat konfirmasi mengenai tanggal dan waktu pelaksanaan kolokium dari sekretariat yang sebelumnya sudah ditentukan oleh dosen yang bersangkutan.

f) Undangan Seminar proposal sudah harus beredar dan diterima oleh dosen- dosen, pihak terkait maupun pengumuman untuk seluruh mahasiswa selambat- lambatnya 1 (satu) minggu sebelum seminar dilaksanakan.

g) Seminar proposal akan dilaksanakan jika dihadiri oleh Ketua Seminar yang juga sebagai Pembimbing I dan Komisi Pembanding serta minimal 10 (sepuluh) orang mahasiswa, baik dari dalam maupun di luar Program Studi Magister Ilmu Komunikasi.

4.4. Pelaksanaan Seminar

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam seminar proposal ini:

a) Sekretariat Magister Ilmu Komunikasi menetapkan komisi pembanding (secara tentatif). Selanjutnya meminta persetujuan/penolakan dari komisi pembanding yang telah ditetapkan.

b) Setelah adanya persetujuan, sekretariat membuat Surat Ketetapan tentang Penentuan Komisi Pembanding dan Ketua Seminar yang berisikan tentang: 1) Nama mahasiswa; 2) Judul penelitian; 3) Nama komisi pembimbing dan ketua seminar; dan 4) Jadwal pelaksanaan. Surat ketetapan ini selanjutnya diusulkan kepada Wakil Dekan 1 (WD 1) untuk ditetapkan nomor SK.

c) Seminar berlangsung kurang lebih 90 menit dengan alokasi waktu :

 15 menit untuk presentasi

 60 menit untuk diskusi

 15 menit untuk ulasan atau tanggapan dari Komisi Pembimbing dan Komisi Pembanding. Pada Saat ini, Komisi Pembimbing diharuskan membacakan kesimpulan dari tanggapan, komentar dan saran perbaikan dari peserta

(39)

d) Seminar dihadiri oleh Komisi Pembimbing, Komisi pembanding dan Mahasiswa sebagai peserta seminar.

e) Seminar dipimpin oleh ketua Komisi Pembimbing atau Anggota Komisi Pembimbing apabila ketua Komisi Pembimbing berhalangan hadir.

f) Seminar dapat dihadiri oleh wakil instansi terkait, para dosen dan peserta program Magister Ilmu Komunikasi serta masyarakat lainnya.

g) Nilai dan kelulusan seminar akan ditentukan oleh Komisi Pembimbing dan Komisi Pembanding. Kriteria penilaian hasil seminar meliputi:

 Sistematika penyajian.

 Alokasi waktu dan penggunaan waktu.

 Penggunaan alat peraga dan alat bantu.

 Kemampuan dalam memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan.

 Penampilan dan sikap dalam seminar.

h) Pembacaan hasil penilaian: LAYAK dengan nilai A, B+, atau B (tanpa dan atau dengan perbaikan) atau TIDAK LAYAK (wajib melakukan seminar ulang).

i) Bagi mahasiswa yang mendapat hasil LAYAK DENGAN PERBAIKAN wajib mengirimkan perbaikan proposal penelitian kepada komisi pembimbing.

j) Bagi mahasiswa yang mendapat HASIL TIDAK LAYAK wajib dalam waktu paling lambat 1 (satu) bulan setelah tanggal seminar:

 Menyusun ulang proposal penelitian

 Mendapatkan persetujaun dari komisi pembimbing untuk seminar ulang proposal

 Mendaftar seminar ulang proposal penelitian ke sekretariat.

k) Surat Izin Penelitian akan ditindaklanjuti oleh sekretariat setelah mahasiswa dinyatakan LAYAK pada seminar kolokium dan dapat melanjutkan tahap selanjutnya yakni penelitian lapangan. Surat permohonan dibuat secara pribadi yang diajukan kepada ketua program studi.

4.5. Format

Penulisan seminar proposal diharuskan mengikuti format yang telah ditentukan. Pada pelaksanaan seminar proposal, mahasiswa sebelumnya harus menyerahkan proposal kepada Komisi Pembimbing/Program Magister Ilmu Komunikasi sesuai dengan format yang telah ditentukan, sedangkan untuk peserta seminar lainnya dapat dibuatkan ringkasannya.

(40)

BAB V

FORMAT PENULISAN TESIS

Sebuah Tesis Terdiri dari atas: Bagian Awal, Bagian Utama dan Bagian Akhir.

5.1. Bagian Awal

Bagian Awal dari Tesis mencakup halaman judul dan halaman persetujuan.

5.1.1. Halaman Judul (Sampul Depan)

Halaman ini memuat berturut-turut: judul, lambang Universitas Sumatera Utara, nama dan nomor induk mahasiswa, kalimat “Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara”, dan tahun tesis diseminarkan. Halaman ini dicetak di atas kertas berbahan linen Margono atau linen holland atau linen sejenis dan berwarna merah hati. Secara umum halaman sampul depan halaman sampul depan ini memuat:

a) Judul Tesis, dibuat secara singkat dan jelas.

Pemilihan suatu judul Tesis biasanya mengikuti judul yang telah dipilih menjadi topik masalah penelitian yang menjadi landasan bagi pembuatan tesis tersebut. Walaupun demikian, tidak jarang terjadi bahwa suatu judul Tesis telah dibuat secara berbeda dari judul masalah penelitian yang menjadi landasan bagi pembuatan Tesis tersebut. Sehubungan dengan itu, haruslah diingat bahwa sebuah judul Tesis yang baik adalah mencerminkan masalah yang dikaji dalam Tesis tersebut serta sederhana dan tidak bertele-tele. Dengan demikian diharapkan bahwa para pembaca Tesis, begitu melihat judul Tesis tersebut akan langsung dapat memperkirakan isinya mengenai apa, dan bagaimana para pemeriksa/pembimbing Tesis akan lebih memudahkan dalam kegiatan pembimbingan dan pemeriksaannya.

b) Maksud Tesis, yaitu untuk memperoleh gelar akademik Magister pada program pendidikan Magister Ilmu Komunikasi FISIP USU.

c) Lambang Universitas Sumatera Utara berbentuk bundar (bukan segi lima) dengan diameter sekitar 5,5 cm.

(41)

d) Nama mahasiswa yang mengajukan Tesis, ditulis lengkap (tidak boleh memakai singkatan) dan tanpa gelar kesarjanaan.

e) Nomor induk mahasiswa dicantumkan dibawah nama.

f) Institusi pendidikan, yaitu Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, Medan.

g) Tahun penyelesaian Tesis, yaitu tahun Tesis diseminarkan dan ditempatkan dibawah kata “Medan”.

h) Pada sisi buku laporan Tesis dicetak singkatan: Program Studi, Judul Tesis, Nama dan Nomor Induk Mahasiswa, Lambang USU dan Tahun Penyelesaian.

5.1.2. Halaman Judul (Sampul Luar dan Sampul Dalam)

Halaman judul (sampul dalam terdiri atas dua lembar). Sampul dalam yang pertama isinya sama dengan sampul luar (Lampiran 1), sedangkan sampul dalam kedua isinya diberi tambahan keterangan dan tidak ada logo universitas. Contoh halaman judul sampul luar dan dalam dapat dilihat pada Lampiran 1 dan 2.

5.1.3. Halaman Persetujuan

Halaman ini terdiri dari lembar pengesahan Tesis dan lembar penetapan penguji Tesis. Komisi Pembimbing yang terdiri dari ketua dan anggotanya lengkap gelar dengan tanda tangan dan tanggal persetujuan. Contoh halaman persetujuan dapat dilihat pada Lampiran 3 dan 4.

5.1.3. Halaman Pengesahan Orisinalitas

Halaman ini berisikan pernyataan dari peneliti atau mahasiswa bahwa hasil karya ini belum pernah dilaksanakan ataupun diperhatikan oleh peneliti/mahasiswa lain. Contoh halaman pengesahan orisinalitas dapat dilihat pada Lampiran 5.

5.1.5. Daftar Isi

Daftar isi disusun berurutan menurut nomor halaman, daftar tabel, daftar gambar dan judul dari bab dan anak bab. Dalam daftar isi dimuat pula gambar pustaka yang digunakan dalam penyusunan Tesis dan Lampiran. Keterangan- keterangan yang mendahului daftar isi tidak dimuat dalam dafatr isi.

Daftar isi diketik dengan huruf besar tanpa diakhiri titik dan ditempatkan ditengah-tengah kertas dua spasi di bawah nomor halaman. Perkataan “halaman”

Referensi

Dokumen terkait

Contoh lembar pernyataan dapat dilihat pada Lampiran 5 untuk skripsi yang ditulis dalam Bahasa Indonesia, dan Lampiran 6 untuk Bahasa Inggris.. Lembar pengesahan memuat nama

Bagian Awal mencakup halaman sampul, halaman judul, halaman pernyataan orisinalitas, halaman pengesahan, halaman Pernyataan Persetujuan Publikasi Tesis untuk

Bagian awal mencakup halaman sampul luar, halaman judul, halaman pengesahan, halaman pengujian, halaman motto (tidak harus ada), halaman persembahan (tidak harus

Contoh Halaman Daftar Isi Program Studi Sastra Indonesia, Ilmu Sejarah, dan Sastra Jepang Model 1 DAFTAR ISI Halaman Sampul Depan i Sampul Dalam ii Prasyarat Gelar iii

46 Program Pascasarjana Program Pascasarjana 47 UIN Sunan Kalijaga PEDOMAN PENULISAN DISERTASI PEDOMAN PENULISAN DISERTASI Lampiran 2: Contoh Halaman Sampul Depan Disertasi

Pedoman Penulisan Tesis Lampiran 9: Contoh Halaman Daftar Tabel jika ada DAFTAR TABEL Tabel 1 Tenaga Pengajar UIN Sunan Kalijaga yang Mengajar pada Program Studi Pendidikan Islam

Daftar Lampiran alternatif Halaman Sampul Sebagai halaman terdepan dari suatu karya tulis ilmiah yang pertama kali dibaca, halaman kulit harus dapat memberikan informasi singkat

BAB 4 PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI 4.1 Bagian Awal Bagian awal mencakup lembar sampul depan, lembar judul, lembar pernyataan orisinalitas, lembar pengesahan, halaman persembahan