Kurikulum mandiri akan bermuara pada bekal pilihan untuk membentuk karakter, mendorong keberanian berpikir kritis, kreatif dan inovatif yang masih perlu dikembangkan. Keberhasilan kurikulum mandiri di madrasah akan diukur dari sejauh mana kurikulum mampu mengubah suasana kelas menjadi lebih bahagia, kegiatan belajar menjadi lebih semangat, efektif dan efisien serta meningkatkan pencapaian hasil belajar yang lebih bermakna. Diiringi sabda Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin, buku Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) akhirnya selesai disusun.
Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah ini dikembangkan berdasarkan Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional pada Satuan Pendidikan, Standar Kurikulum dan Badan Pengkajian Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah ini memuat: Konsep kurikulum operasional madrasah, prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam proses pengembangan dan komponen-komponen kurikulum operasional madrasah yang harus ditaati. Sebagaimana diketahui, Kurikulum Mandiri memberikan otonomi, kebebasan dan keleluasaan kepada madrasah dalam mengatur praktik pendidikan sehingga berani melakukan kreasi, inovasi dan terobosan dalam memajukan madrasah.
Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah ini akan terus disempurnakan berdasarkan evaluasi dan masukan dari berbagai pihak.
Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah (KOM)
Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah ini dibuat untuk membantu madrasah dalam mengembangkan kurikulum operasional yang kontekstual dan relevan dengan madrasah, khususnya bagi peserta didik dalam mencapai Profil Siswa Pancasila dan Profil Siswa Rahmatan Lil Alamin serta capaian pembelajaran yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan. Nilai-nilai yang mendasari pelaksanaan pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai Profil Siswa Pancasila dan Profil Siswa Rahmatan lil Alamin sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan. Bagaimana peran madrasah dalam mempersiapkan peserta didik mencapai Profil Siswa Pancasila dan Profil Siswa Rahmatan lil Alamin?
Madrasah dapat menambah kompetensi peserta didik sesuai dengan ciri/kekhususan madrasah, sepanjang tidak bertentangan dengan Profil Siswa Pancasila dan Profil Siswa Rahmatan lil Alamin. Menjadikan Profil Siswa Pancasila dan Profil Siswa Rahmatan Lil Alamin sebagai prinsip utama setiap program pembelajaran untuk membantu siswa berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya yang beragam. Dengan demikian, memungkinkan peserta didik dan pendidik yang melaksanakan program pembelajaran dapat berkembang menjadi seperti yang tertuang dalam Profil Siswa Pancasila dan Profil Siswa Rahmatan Lil Alamin di madrasah.
Apa prioritas madrasah (atau program keterampilan MAK) dalam menunjang kompetensi siswa? Pendekatan yang berpusat pada peserta didik (bila siswa lebih terlibat dalam proses pembelajaran, maka mereka akan lebih memahami tujuan pembelajaran). Kompetensi siswa yang lengkap yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap yang hendak dituju (mengacu pada Profil Siswa Pancasila, Profil Siswa Pancasila dan Profil Siswa Rahmatan Lil Alamin), dengan memperhatikan aspek-aspek penting dalam setiap mata pelajaran (kecuali RA) dan Proyek Penguatan profil dan profil siswa Pancasila Rahmatan Lil Alamin.
Evaluasi pembelajaran ini menitikberatkan pada proses dan hasil perkembangan belajar siswa selama pembelajaran intrakurikuler, Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin, Profil Siswa PKL (MAK)/. Proyek Penguatan Profil Mahasiswa Pancasila dan Profil Mahasiswa Rahmatan Lil Alamin telah berhasil mengembangkan dimensi, unsur dan sub unsur peserta didik sesuai tahapan perkembangannya.
Panduan Pengembangan KOM
Cara Menggunakan Panduan KOM
Sasaran Panduan Pengembangan KOM
Acuan KOM
Standar Nasional Pendidikan
Struktur Kurikulum
Penyusunan KOM
Mengevaluasi secara kritis lingkungan pembelajaran di madrasah dan melakukan perubahan yang diperlukan agar seluruh siswa dan guru dapat berupaya mengembangkan nilai-nilai Profil Siswa Pancasila dan Profil Siswa Rahmatan lil Alamin pada siswa. Pengetahuan yang akan dipelajari harus bermakna bagi siswa (konsep yang dipelajari dan kegiatan yang dilakukan dapat dikaitkan dengan situasi dunia nyata, termasuk penyajian permasalahan dunia nyata yang ingin dipecahkan/diselesaikan).
Prinsip Penyusunan KOM
Proses Penyusunan KOM
Proses Peninjauan dan Revisi KOM
Komponen KOM
Kompetensi/ciri khas lulusan suatu madrasah dan sesuai dengan Profil Siswa Pancasila dan Profil Siswa Rahmatan lil Alamin. Proyek Penguatan Profil Mahasiswa Pancasila dan Profil Mahasiswa Rahmatan Lil Alamin menjelaskan pengelolaan proyek yang mengacu pada Profil Mahasiswa Pancasila dan Profil Mahasiswa Rahmatan Lil Alamin pada tahun ajaran tersebut. Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila dan Profil Siswa Rahmatan Lil Alamin dirancang secara ko-kurikuler atau dapat juga dirancang secara terpadu dengan kegiatan intra kurikuler atau ekstra kurikuler.
Kurikulum lingkup Madrasah meliputi penyusunan Capaian Pembelajaran (yang ditetapkan oleh pemerintah), alur tujuan pembelajaran lengkap dengan penilaian gambaran besarnya dan sumber belajar yang memuat kegiatan ekstrakurikuler, serta proyek penguatan profil dan perencanaan siswa. Program prioritas Madrasah. Proses Pemikiran Menganalisis Ciri/Spesifikasi Madrasah dan Merumuskan Visi, Misi dan Tujuan Madrasah serta Merumuskan Visi, Misi dan Tujuan. Sebelum menyusun Kurikulum Operasional Madrasah, perlu dilakukan analisis terhadap karakteristik dan lingkungan pembelajaran dengan menampung aspirasi pemangku kepentingan sekolah dan menjadikan visi dan misi sebagai arah yang disepakati oleh seluruh warga Madrasah.
Pentingnya menganalisis karakteristik/spesifikasi madrasah agar diperoleh gambaran utuh mengenai kondisi dan kebutuhan madrasah beserta seluruh warganya.
Komponen 1 : Analisis Karakteristik/Kekhasan Madrasah
Analisis Karakteristik/Kekhasan Madrasah
Proses Berpikir untuk Menganalisis Karakteristik/Kekhasan
Proses Berpikir untuk Menganalisis Karakteristik/Kekhasan
Pilihan Analisis Karakteristik/Kekhasan Madrasah
Komponen 2: Visi, Misi dan Tujuan
Visi, Misi dan Tujuan
Bagaimana kebijakan madrasah terkait dengan indikator kebijakan Kementerian Agama, pemerintah daerah setempat dan/atau yayasan. Pihak apa saja yang dapat dilibatkan untuk mendukung program Madrasah? komite, organisasi, komunitas, tokoh dan lain-lain). Situasi atau kondisi merupakan kekuatan yang dimiliki suatu madrasah yang dapat memberikan dampak positif pada saat ini atau di masa yang akan datang.
Situasi atau kondisi yang menjadi kelemahan madrasah yang mungkin akan memberikan dampak negatif pada saat ini atau dimasa yang akan datang. Situasi atau kondisi yang merupakan peluang atau peluang di luar madrasah yang dapat memberikan peluang pengembangan di masa depan. Segala perubahan yang terjadi di luar madrasah (hasil penelitian terkini, praktik pendidikan dan pengasuhan anak) sejalan dan dapat mendukung madrasah.
Ancaman atau tantangan apa saja yang dihadapi madrasah sehingga dapat menghambat laju perkembangan madrasah?
Merumuskan Tujuan
Menyelaraskan Visi, Misi dan Tujuan Madrasah
Pilihan Visi-Misi-Tujuan Madrasah
Komponen 3: Pengorganisasian Pembelajaran
Pengorganisasian Pembelajaran di Madrasah
Pendidikan berasrama merupakan bagian integral dari proses pendidikan di madrasah tempat peserta didik berada di pondok pesantren atau pesantren terpadu, yang berperan sebagai sarana pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai agama, moral bangsa, dan penguatan akademik. Kegiatan pembelajaran di asrama siswa bertujuan untuk memperkuat keunikan madrasah (akademik, agama, teknik, keilmuan, penelitian, bahasa); Dan. Kegiatan pembelajaran di pondok pesantren atau yang terintegrasi dengan pondok pesantren dapat menyelenggarakan program tahfidz, program bahasa, program studi kitab kuning, dan lain-lain.
Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan pokok, yaitu pembelajaran lintas kurikuler yang berorientasi pada hasil belajar (CP) dan pembelajaran kokurikuler berupa proyek untuk mencapai Profil Siswa Pancasila dan Siswa Rahmatan lil Alamin. Profil. Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila dan Profil Siswa Rahmatan Lil Alamin juga dapat dirancang secara terintegrasi/terintegrasi dalam kegiatan lintas kurikuler atau ekstrakurikuler. Bagi madrasah yang memiliki PDBK, ditawarkan layanan program kebutuhan khusus sesuai jenis spesialisasinya serta program pasca madrasah yang berisi program penguatan keterampilan akademik dan/atau pendidikan kecakapan hidup untuk memasuki dunia kerja, sehingga PDBK mempunyai keterampilan dan dapat hidup mandiri.
Menganalisis Kebutuhan untuk Mengorganisasi Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran intrakurikuler pada setiap mata pelajaran dirancang agar anak dapat mencapai kemampuan yang ditetapkan dalam Hasil Belajar (CP). Misalnya saja mata pelajaran IPS, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Alam yang akan diajarkan mulai jam di semester 1. Beban yang harus dihadapi siswa setiap minggunya hendaknya diperhitungkan sedemikian rupa sehingga siswa tidak terbebani dengan beban mata pelajaran yang berat.
Penyerapan siswa terhadap mata pelajaran akan sangat terpengaruh jika terlalu banyak jenis mata pelajaran yang diajarkan dalam waktu yang bersamaan. Pengorganisasian isi pembelajaran dengan pendekatan subjek ibarat menyantap makanan dengan lauk terpisah, dengan tujuan mencapai hasil belajar pada setiap mata pelajaran. Struktur kurikulum mata pelajaran selain Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab mengikuti ketentuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pendekatan tematik merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan kompetensi yang berbeda dari mata pelajaran yang berbeda ke dalam tema yang berbeda. Asumsi pada contoh di atas adalah pembelajaran PAI, muatan bahasa Arab dan lokal dilakukan dengan pendekatan mata pelajaran non tematik. Unit Peduli Bumi Integratif (Sains, Seni dan Kerajinan, Bahasa Inggris) 162 Topik Al Qur'an Hadits, Aqidah Akhlak, Fiqh, SKI, Bahasa Arab, Pendidikan.
Mata Pelajaran Al Qur'an Hadits, Aqidah Akhlak, Fikih, SKI, Bahasa Arab, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Seni dan Kerajinan, Bahasa Inggris. Pendekatan terpadu tetap mengikuti acuan pembagian waktu per mata pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum yang ditetapkan pemerintah. Pertimbangkan tingkat kesulitan dan kekhususan setiap mata pelajaran agar mahasiswa memiliki jadwal belajar yang seimbang pada tahun ajaran.
Jadwal pelajaran disusun per tahun ajaran dengan membentuk blok-blok yang terdiri dari beberapa mata pelajaran. Sedangkan pembelajaran kolaboratif eksternal merupakan pembelajaran antar mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran yang berbeda pada satu jenjang di madrasah yang berbeda, baik dalam Kelompok Kerja Madrasah (KKM), antar kabupaten maupun antar provinsi di seluruh Indonesia (pembelajaran kolaboratif dapat dilaksanakan pada madrasah yang mengadopsi pembelajaran digital. melaksanakan).
Pilihan dalam Mengorganisasi Pembelajaran
Pilihan Pembelajaran Madrasah dalam Mengorganisasi
Komponen 4: Perencanaan Pembelajaran dan Proses Berpikir
Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran serta penilaian pada mata pelajaran Praktek Kerja Lapangan (PKL) di MAK. Pendidik dapat (1) mengembangkan secara utuh alur tujuan pembelajaran dan/atau rencana pembelajaran, (2) mengembangkan alur tujuan pembelajaran dan/atau rencana pembelajaran berdasarkan contoh yang diberikan oleh pemerintah. Hasil pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai siswa pada setiap tahapannya, dimulai dari tahap dasar RA.
Alur tujuan pembelajaran merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara logis dalam suatu rangkaian pembelajaran dari awal sampai akhir suatu tahapan. Alur ini disusun secara linier menurut urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari. Pada Unit MR inti alur tujuan pembelajaran adalah pengorganisasian tujuan pembelajaran berdasarkan tingkat perkembangan anak yang dikembangkan oleh masing-masing unit MR untuk mencapai MF.
Proses perancangan pembelajaran mencakup tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, langkah-langkah pembelajaran dan penilaian pembelajaran yang disusun dalam bentuk dokumen yang fleksibel, sederhana dan kontekstual. Dalam proses merancang pembelajaran, pendidik dapat secara mandiri mengembangkan alur tujuan pembelajaran dan rencana pembelajaran.
Perencanaan Pembelajaran di Madrasah
Hasil penilaian digunakan oleh siswa, guru, tenaga kependidikan dan orang tua sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Dirancang dan diterapkan untuk meningkatkan pembelajaran siswa dan kemampuan mereka untuk menjadi pembelajar seumur hidup; Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai dengan konteks kehidupan dan budaya siswa serta melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai mitra;
Pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus di madrasah dirancang dan dilaksanakan secara akomodatif dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik siswa yang khusus.
Proses Berpikir Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran
Pendekatan dan Evaluasi
Prinsip Evaluasi KOM
Evaluasi KOM
Pelaksanaan Evaluasi KOM