Motivasi dan Kepuasan Kerja pegawai dalam bekerja merupakan sebuah kunci keberhasilan dalam institusi itu sendiri, dalam teori-terori SDM maupun prakteknya sebuah organisasi yang berjalan dengan baik diantaranya adalah bagaimana pegawai merasa puas dan termotivasi dalam bekerja. Buku ini sudah disusun dengan maksimal dan dapat memberikan gambaran secara menyeluruh terkait kinerja SDM di sebuah instansi pemerintah maupun swasta. Buku ini juga disusun dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh penulis selama menjadi mahasiswa di Institut Pertanian Bogor maupun setelah menjadi dosen di Politeknik Negeri Subang.
Di samping itu, penghargaan penulis sampaikan kepada seluruh pegawai Sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis dan pegawai di Politeknik Negeri Subang baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang telah membantu selama pengumpulan data.
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
PENDAHULUAN
Kepuasan kerja (job satisfaction) adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak dimana para pegawai memandang pekerjaan mereka (Handoko, 2001). Apakah motivasi kerja, kualitas layanan dan kepuasan kerja secara parsial mempengaruhi kinerja pegawai sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis. Apakah motivasi kerja, kualitas layanan dan kepuasan kerja secara bersamaan mempengaruhi kinerja pegawai sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis.
Menganalisis tingkat motivasi kerja, kualitas layanan dan kepuasan kerja pegawai sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis.
SUMBER DAYA MANUSIA
Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kepuasan kerja perlu peningkatan motivasi dan komitmen organisasi. Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan di RSUD Semarang. Tujuan dari penelitiannya adalah untuk melihat gaya kepemimpinan, kepuasan kerja dan komitmen organisasi yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa gaya kepemimpinan, kepuasan kerja dan komitmenn organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Eva Kris Diana Dewi (2009) melakukan pennelitian dengan judul Analisis Pengaruh kepuasan Kerja dan motivasi terhadap kinerja pegawai dengan komitmen sebagai Variabel intervening. Penelitiannya bertujuan Menganalisis pengaruh kepuasan kerja dan motivasi terhadap kinerja pegawai dengan komitmen organnisasional sebagai variable intervening.
SUMBERDAYA MANUSIA DAN KOMISI NASIONAL PENGENDALIAN ZOONOSIS
Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah data jumlah pegawai sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis sebanyak 36 orang. Data primer dalam penelitian ini data yang diperoleh langsung dari responden, yaitu dengan melakukan penyebaran kuisioner yang telah disusun dalam bentuk rangkaian pernyataan kepada pegawai sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pegawai Sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis yang berjumlah 36 orang.
Metode pengumpulan data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara melakukan penyebaran kuisioner kepada responden dengan mengajukan pernyataan- pernyataan. Kehandalan yaitu kemampuan dari pegawai sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis dalam mengerjakan pekerjaan yang diberikan dengan segera dan memuaskan. Daya tanggap yaitu keinginan para pegawai sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis untuk membantu pegawai lain dan memberikan hasil pekerjaan dengan tanggap.
Indikator kecepatan kerja dalam penelitian ini diukur penilaian responden adalah adanya kemampuan atau kemauan menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari waktunya;. Indikator banyaknya pekerjaan dalam penelitian ini diukur penilaian responden diantaranya adanya kemampuan menyelesaikan semua pekerjaan yang diberikan;. Indikator efektifitas kerja dalam penelitian ini diukur penilaian responden diantaranya adanya kemapuan bekerja secara efektif;.
Indikator komitmen dalam penelitian ini diukur penilaian responden diantaranya menyelesaikan tugas dengan penuh adanya rasa tanggung jawab sehingga pekerjaan yang saya lakukan sesuai dengan yang diberikan. Untuk pengukuran data variabel-variabel dalam penelitian ini, kerangka operasional yang telah diidentifikasi di atas akan dirumuskan dan dijabarkan dalam bentuk.
DIMENSIONALITAS SDM DAN KOMISI NASIONAL PENGENDALIAN ZOONOSIS
Variabel Kepuasan Kerja (X3) dibentuk oleh tiga indikator (Robbins, 2003) dan hal ini mengacu pada item-item yang dipergunakan dalam teori Luthans. Untuk mengetahui apakah alat ukur reliabel atau tidak, maka akan diuji dengan menggunakan metode Alpha Cronbach. Dengan menggunakan metode deskriptif akan didapatkan hasil yang lebih akurat tentang respon yang diberikan oleh responden, sehingga data yang berbentuk angka tersebut dapat diolah dengan menggunakan metode statistik.
Dilakukan analisis rataan skor untuk memperoleh nilai rataannya untuk mengetahui ukuran pemusatan dan ukuran keragaman. Kuisioner yang telah di isi oleh responden dikelompokan, kemudian diberi bobot dengan menggunakan skala Likert. Nilai rentang kriteria 0,8 digunakan sebagai dasar interval pembuatan skala penilaian rataan skor berdasarkan masing-masing variabel yang diukur dengan penelitian ini.
H0 : ts < 0 : menunjukkan tidak terdapat pengaruh antara motivasi kerja, kualitas kerja dan kepuasan kerja dengan kinerja pegawai. Uji F digunakan untuk menentukan apakah secara bersamaan variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen dengan baik atau apakah variabel independen. Pada penelitian ini juga dilakukan uji asumsi klasik terhadap model regresi untuk mendapatkan npersamaan regresi yang memenuhi kriteria terbaik, linier dan supaya variabel independen sebagai estimator atas variabel dependen tidak bias.
Menganalisis apakah model regresi, variabel dependen, variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Adanya hubungan linear antar variabel indepennden akan menimbulkan kesulitan dalam memisahkan pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel.
ORGANISASI, SDM DAN KOMISI NASIONAL PENGENDALIAN ZOONOSIS
Sekretaris sekaligus Ketua Tim Pelaksana Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis adalah Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Kesehatan, Kependudukan, dan Keluarga Berencana. Dasar hukum pembentukan Sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis adalah Perpres nomor 30 tahun 2011 tentang Pengendalian Zoonosis. Pengendalian Zoonosis dibantu oleh sekretariat yang secara fungsional dilakukan oleh salah satu unit kerja di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat;.
Dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Komnas Pengendalian Zoonosis maka sekretariat Komnas Pengendalian Zoonosis berada di bawah unit kerja eselon I pada Kedeputian Bidang Koordinasi Kesehatan, Kependudukan dan KB. Struktur organisasi lebih lengkap dari Sekretariat Komisi Nasional Pengendaliuan Zoonosis yang bersumber dari Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis (2012) dapat dilihat pada Gambar 7. Sumber: Sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis. Anggaran operasional Komnas Pengendalian Zoonosis pada tahun 2012 terdistribusi untuk 25 kegiatan koordinasi dan 12 bulan layanan sekretariat. Apabila dilakukan pendistribusian merata per bulan maka sekretariat harus menyelenggarakan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan program dan keuangan minimal 2 kegiatan koordinasi per bulan. Dalam penyelenggaraan koordinasi tedapat 3 fase yaitu :. Persiapan pelaksanaan yang meliputi: Identifikasi substansi, penyempurnaan TOR, pembuatan undangan, penentuan narasumber, surat-menyurat, penentuan lokasi/tempat penyelenggaraan dan penyiapan dokumen. konfirmasi, absensi, biodata, pembayaran lunsum, penggantian tiket dan akomodasi serta LS hotel);. Sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis saat ini memiliki sumber daya manusia diantaranya Dokter Umum, Dokter Hewan, Sarjana Kesehatan Masyarakat, Kebijakan Publik, Sarjana Akuntansi, Sarjana Manajemen dan Dibantu oleh pengemudi dan Pramu Saji.
KINERJA PEGAWAI
Kepuasan kerja pegawai Sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis dari tabel ini dapat dilihat bahwa sebagian besar responden dari semua tingkat pendidikan memberi penilaian baik terhadap kepuasan kerja yang mereka dapatkan yaitu berada pada rentan kriteria 3,43 sampai 4,23. Sebagian besar responden menurut lama bekerja memberi penilaian baik terhadap kepuasan kerja yang mereka berikan berikan yaitu berada pada rentan kriteria 3,43 sampai 4,23. Deskripsi kriteria kepuasan kerja pegawai di Sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis dapat dilihat pada Tabel 17.
Pengujian terhadap koefisien variabel motivasi kerja (b1) ini menjawab salah satu tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis pengaruh motivasi kerja, kualitas layanan dan kepuasan kerja secara parsial mempengaruhi kinerja pegawai sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis. Pengujian terhadap koefisien variabel kualitas layanan (b2) ini menjawab salah satu tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis pengaruh motivasi kerja, kualitas layanan dan kepuasan kerja secara parsial mempengaruhi kinerja pegawai sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis. Dalam hal ini bahwa tidak terdapat pengaruh antara kualitas layanan terhadap kinerja pegawai sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis.
Ho : b3 = 0 (Kepuasan kerja secara parsial tidak berpengaruh terhadap . kinerja pegawai sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis). Nilai thitung > ttabel (2,079 > 2,037), maka Ho ditolak, artinya bahwa Kepuasan kerja secara parsial berpengaruh terhadap kinerja pegawai sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis. Pengujian terhadap koefisien variabel kepuasan kerja (b3) ini menjawab salah satu tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis pengaruh motivasi kerja, kualitas layanan dan kepuasan kerja secara parsial mempengaruhi kinerja pegawai sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis.
Dalam hal ini bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis. Nilai F hitung > F tabel (17,372 > 2,901), maka Ho ditolak, artinya bahwa motivasi kerja, kualitas kerja, dan kepuasan kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pegawai sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis. Hasil penelitian menunjukan variabel motivasi kerja, kualitas layanan dan kepuasan kerja secara bersamaan berpengaruh terhadap kinerja pegawai sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis.
Kepuasan kerja yang dirasakan pegawai sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis saat ini baik, hal ini harus.
KONDISI KINERJA KOMISI NASIONAL PENGENDALIAN ZOONOSIS
Memperluas objek penelitian tidak hanya di lingkungan sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis tetapi di seluruh Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteran Rakyat sebagai kementerian yang mengetuai Komisi serta dari kementerian/lembaga sebagai anggota komnas supaya dihasilkan gambaran kinerja Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis secara keseluruhan;. Pengambilan data tidak hanya menggunakan kuisioner tetapi menggunakan juga in-dept interview untuk mendapatkan data kualitatif untuk memperkuat hasil penelitian;. Menambahkan indikator-indikator pada faktor yang mempengaruhi kinerja di luar penelitian ini yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan mendatang.
DAFTAR PUSTAKA
Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi Untuk Meningkatkan Kinerja Pegawai (Studi pada RSUD Kota Semarang). Analisis Pengaruh Kepuasan Kerja dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Intervening. Pengaruh Kualitas Layanan Internal dan Orientasi Pemberian Layanan Terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Perijinan Kabupaten Lamongan.
Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi dan Kepuasan Kerja Serta Kinerja Karyawan pada Sub Sektor Industri Pengolahan Kayu Skala Menengah di Jawa Timur. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas layanan relevansinya terhadap kinerja perusahaan studi kasus pada PT. Analisis Perbedaan Tingkat Kepuasan Kerja di tinjau dari Locus of Control, Tipe Kepribadian dan Self Efficacy.
Pengaruh Budaya Organisasi, Kepemimpinan, dan Motivasi Terhadap Kinerja Sumber Daya Manusia di Sekretariat DPRD Propinsi Jawa Tengah. Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kepuasan Karyawan dan Kinerja Perusahaan (Studi Kasus di Divisi Tambang PT. INKO Sorowoko). Pengaruh Komitmen Terhadap Kepuasan Kerja Auditor: Motivasi Sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik di Jawa Timur).
Pengaruh Persepsi Renumerasi Pegawai, Motivasi Kerja, dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Percontohan Serang Provinsi Banten. Penelitian ini dilakukan dalam rangka penulisan Tugas Akhir (Tesis) di Program Pascasarjana Magister Manajemen, Manajemen dan Bisnis, Institut Pertanian Bogoryang yang berjudul “Analisis Pengaruh Motivasi, Kualitas dan Kepuasan Kerja Terdahap Kinerja Pegawai Sekretariat Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis”.