MAKALAH
BUSANA PENGANTIN PAES AGENG YOGYAKARTA
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Busana Pengantin yang diampu oleh
Dra. Pipin Tresna Prihatin, M.Si.
Oleh Rani Rosvita
2008212
PENDIDIKAN TATA BUSANA
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2023
DAFTAR ISI...i
DAFTAR GAMBAR...ii
KATA PENGANTAR...iii
BAB I...1
PENDAHULUAN...1
A. Latar Belakang...1
B. Rumusan Masalah...2
C. Tujuan...2
D. Manfaat...2
BAB II...3
PEMBAHASAN...3
A. Busana dan Aksesoris Pengantin Paes Ageng Yogyakarta...3
B. Tata Rias Pengantin Paes Ageng Yogyakarta...7
C. Tata Rambut Pengantin Wanita Paes ageng Yogyakarta...10
BAB III...14
PENUTUP...14
A. Kesimpulan...14
B. Saran...14
i
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 ………...………
3
Gambar 2 ………...………
5
Gambar 3 ………...………
8
Gambar 4 ………...………
8
Gambar 5 ………...………
9
Gambar 6 ………...………
9
Gambar 7 ………...……..
10
Gambar 8 ………..…...………
12
ii
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “BusanaPengantin Paes Ageng Yogyakarta” Mata Kuliah Busana Pengantin yang diampu oleh Ibu Dra. Pipin Tresna Prihatin, M.Si.ini dengan tepat pada waktuya. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjugan kita Nabi Muhammad SAW.
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari Ibu Dra. Pipin Tresna Prihatin, M.Si.pada mata kuliah Busana Pengantin yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah wawasan dan pegetahuan saya sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.
.
Bandung, 7 November 2023
Penulis
iii
iv
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Salah satu bagian terpenting dari kehidupan manusia adalah pernikahan.
Pernikahan merupakan penyatuan dua keluarga besar dari kedua calon pengantin. Dalam pernikahan terdapat serangkaian prosesi yang harus diikuti oleh calon kedua pengantin sebagai sesuatu yang sakral sebelum melalui kehidupan bersama. Indonesia mempunyai banyak provinsi yang di dalamnya terdapat beberapa daerah. Masing-masing daerah mempunyai kebudayaan sendiri, termasuk dalam hal pernikahan. Adat-istiadat atau kebudayaan dalam hal pernikahan masing-masing daerah mempunyai ciri khas tersendiri baik dari segi prosesi acara, busana dan pelengkap busana serta tata rias pengantin.
Pada zaman dahulu perkawinan adat Yogyakarta masih sederhana dan belum teratur, karena sebelum Indonesia merdeka upacara perkawinan didasarkan pada kelompok atau stratifikasi sosial sehingga tidak mungkin seorang yang bukan keturunan kraton mengenakan busana pengantin kraton. Tapi dewasa ini tradisi kraton Ngayogyakarta Hadiningrat seperti perkawinan sudah menjadi milik bersama. Siapapun yang ingin melaksanakan perkawinan dengan tradisi keraton sudah tidak mengalami hambatan lagi.
Maka dari itu sebagai generasi muda kita wajib mengetahui adat istiadat suatu daerah agar kita bisa ikut melestarikan budaya Indonesia. Dalam makalah ini akan dijelaskan mengenai adat istiadat pernikahan Yogyakarta, tata rias wajah dan rambut pengantin Yogyakarta dan aksesoris, serta busana dan aksesoris pengantin Yogyakarta.
1
2
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dari makalah ini adalah :
1. Apa saja bagian dan filosofi busana pengantin paes ageng Yogyakarta?
2. Bagaimana tata rias wajah pengantin paes ageng Yogyakarta?
3. Bagaimana tata rambut pengantin paes ageng Yogyakarta?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini, adalah :
1. Untuk mengetahui bagian dan filosofi busana pengantin paes ageng Yogyakarta.
2. Untuk mengetahui tata rias wajah pengantin paes ageng Yogyakarta.
3. Untuk mengetahui tata rambut pengantin paes ageng Yogyakarta.
D. Manfaat
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari pembuatan makalah ini adalah:
1. Menambah pengetahuan kita sebagai generasi muda mengenai budaya yang ada di Indonesia agar bisa ikut melestarikan budaya yang ada.
2. Menambah pengetahuan dan wawasan mengenai busana, tata rias, dan tata rambut pengantin paes ageng Yogyakarta.
3. Dapat melakukan atau merias pengantin dengan adat Yogyakarta.
BAB II PEMBAHASAN
A. Busana dan Aksesoris Pengantin Paes Ageng Yogyakarta a. Busana Pengantin Perempuan Paes Ageng Yogyakarta
Gambar 1 Busana Pengantin Wanita Paes Ageng Yogyakarta Berikut tabel keterangan busana pengantin wanita paes ageng Yogyakarta beserta makna simbolisnya:
No. Bagian busana Makna simbolis
1. Kalung sungsun Melambangkan kemauan dan
adanya tiga tahap dalam kehidupan. Tiga tahapan tersebut adalah kelahiran, pernikahan, dan kematian.
Dengan adanya kalung
sungsun, diharapkan pengantin wanita siap untuk menghadapi ketiga tahapan tersebut.
2. Kampuh dodot Pada dodot kampuh, motif
4
Selop Bludiran Kain Cinde
Pending Emas Kelat Bahu Naga
Binggel Kana Kampuh Dodot Kalung Sungsun
Sido Mukti yang mengandung harapan untuk kebahagian pengantin, atau Sido Asih yang bermakna saling menyayangi, dipadukan dengan motif semen yang berisi harapan untuk tumbuh subur. Kampuh sendiri merupakan simbol kesusilaan manusia. Kampuh yang berupa lembaran besar sederhana dililit dan dilipat menjadi satu, membalut tubuh, mengandung makna seseorang yang belum banyak tahu menjadi serba tahu dan sempurna.
3. Kelat bahu naga Aksesori ini dipakai di kanan dan kiri pada lengan atas pengantin wanita. Hewan naga dipercaya memiliki kekuatan yang besar dan diharapkan pengantin wanita juga memiliki kekuatan seperti naga. Selain itu, kepala dan ekor naga yang bertautan menjadi simbol menyatunya pola pikir dan pola rasa.
4. Pending emas sebuah perhiasan khas
peranakan yang
melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan yang terus berulang bagi pemakainya.
5. Kain cinde motif pada kain cinde punya
6
filosofi tentang keseimbangan hidup antara manusia, alam, dan Tuhan.
6. Binggel kana perlambangan kesetiaan yang
tanpa batas
7. Selop bludiran Tidak ada makana simbolis khusus
b. Busana Pengantin Pria Paes ageng Yogyakarta
Gambar 2 Busana Pengantin Pria Paes Ageng Yogyakarta Berikut tabel keterangan busana pengantin wanita paes ageng Yogyakarta beserta makna simbolisnya:
No
. Bagian busana Makna simbolis
1. Kuluk kanigaran Secara sederhana kuluk dapat diartikan sebagai mahkota raja atau sebagai bentuk penguat terhadap pengakuan sebagai raja dalam dunia Islam.
2. Sumping sekar saritaman
Filosofinya adalah daun pepaya yang memiliki rasa pahit dapat dijadikan gambaran bahwa menjadi seorang suami harus siap untuk merasakan Keris
Binggel Kana
Celana Cinde
Kampuh Dodot Kelat Bahu Naga
Sumping Sekar Saritaman
Kalung Sungsun Kuluk Kanigaran
berbagai kepahitan. Namun saat ini sumping yang digunakan oleh pengantin terbuat dari lempengan logam.
3. Kalung sungsun Melambangkan kemauan dan adanya tiga tahap dalam kehidupan. Tiga tahapan tersebut adalah kelahiran, pernikahan, dan kematian. Dengan adanya kalung sungsun, diharapkan pengantin wanita siap untuk menghadapi ketiga tahapan tersebut.
4. Kelat bahu naga Aksesori ini dipakai di kanan dan kiri pada lengan atas pengantin wanita.
Hewan naga dipercaya memiliki kekuatan yang besar dan diharapkan pengantin wanita juga memiliki kekuatan seperti naga. Selain itu, kepala dan ekor naga yang bertautan menjadi simbol menyatunya pola pikir dan pola rasa
5. Kampuh dodot Kampuh sendiri merupakan simbol kesusilaan manusia. Kampuh yang berupa lembaran besar sederhana dililit dan dilipat menjadi satu, membalut tubuh, mengandung makna seseorang yang belum banyak tahu menjadi serba tahu dan sempurna.
6. Keris simbol kepahlawanan dan sikap kesatria 7. Celana Cinde motif pada kain cinde punya filosofi tentang keseimbangan hidup antara manusia, alam, dan Tuhan
B. Tata Rias Pengantin Paes Ageng Yogyakarta
Berikut tata rias pengantin wanita paes ageng Yogyakarta : Cara merias wajah :
a) Bersihkan wajah dengan susu pembersih, lalu diberi penyegar. Setelah itu seluruh wajah dan leher diberi pelembab dan bubuhi alas bedak berwarna kekuning-kuningan
b) Buatlah alis dengan pensil alis hitam berbentuk menjangan ranggah (seperti tanduk rusa), ujung alis melengkung keatas menuju kearah sogokan dan ranggahnya, mulai dari tengah alis, ujungnya menuju penitis (untuk pengantin wanita Solo Basahan). Sedangkan untuk pengantin Solo Putri alis
8
hanya dibuat melengkung indah (bentuk mangot) tanpa entuk menjangan ranggah.
c) Bayangan mata dibuat dengan cara kelopak mata bagian bawah diberi warna coklat dan kelopak mata bagian atas berwarna hijau muda samar-samar.
Bulu mata boleh diberi maskara agar kelihatan lentik.
d) Untuk pipi gunakan pemerah pipi warna merah samar-samar e) Gunakan lipstik warna merah sirih
f) Terakhir bubuhi tubuh pengantin yang terlihat dengan boreh atau alas bedak.
g) Riasan dahi pada wajah pengantin wanita Jogja adalah hal yang paling penting. Riasan di dahi atau biasa disebut paes adalah perlambang kecantikan dan simbol membuang perbuatan buruk. Selain itu, merupakan awal si pengantin menuju kedewasaan
Cara membuat cengkorongan
Pembuatan pola wajah Paes Ageng gaya Yogyakarta. Penentuan bentuk dan pembuatan cengkorong ini dikerjakan dengan pensil yang hasil akhirnya berupa gambar samar-samar / tipis.
Cengkorong meliputi:
a) Citak pada dahi, yaitu bentuk belah ketupat kecil dari daun sirih pada pangkal hidung di antara dua alis yang memiliki makna bahwa citak sebagai reflesi mata Dewa Syiwa yang merupakan pusat panca indra sehingga menjadi pusat keseluruhan ide atau pikiran. Panunggul, pangapit, panitis, godeg.
Panunggul dibuat di atas citak, ditengah-tengah dahi, berbentuk meru (gunung) melambangkan Trimurti (tiga kekuatan dewa yang manunggal).
Ditengah-tengah panunggul diisi hiasan berbentuk capung atau kinjengan, yaitu seekor binatang yang selalu bergerak tanpa lelah dengan harapan agar pengantin selalu ulet dalam menjalani hidup.Panunggul berasal dari kata tunggal, yaitu terkemuka atau tertinggi, mengandung makna dan harapan agar seorang wanita ditinggikan atau dihormati
Gambar 3 Penunggul dan Penitis
Penitis terletak di antara pengapit dan godheg. Bentuknya seperti daun sirih melambangkan bahwa segala sesuatu harus ada tujuan dan tepat sasaran.
Seperti dalam menentukan anggaran rumah tangga.
Pengapit terletak di kiri kanan panunggul berbentuk seperti meru (gunung) namun langsing. Berbentuk seperti “ngudhup kanthil” (kuncup bunga kantil). Lambangnya mengapit atau mengontrol penunggul agar jalannya selalu lurus, sehingga tidak ada rintangan yang berarti dalam mengarungi bahtera rumah tangga
Gambar 4 Pengapit
Godheg . Mempunyai makna agar kedua mempelai selalu introspeksi diri, dan dalam melaksanakan segala sesuatu tidak gegabah dan terburu buru.
10
Gambar 5 Godeg
b) Alis dibuat berbentuk menjangan ranggah (tanduk rusa). Rusa merupakan simbol kegesitan, dengan demikian kedua pengantin diharapkan dapat bertindak cekatan, trampil, dan ulet dalam menghadapi persoalan rumah tangga.
Daerah sekeliling mata dibiarkan tidak terjamah oleh boreh, diberi gambaran yang disebut jahitan. Untuk membentuk mata lebih tajam dan anggun sehingga orang-orang akan mengaguminya. Riasan ini khusus untuk gaya busana Paes Ageng, Paes Ageng Kanigaran, dan Paes Ageng Jangan Menir
c) Cengkorongan yang sudah jadi diaplikasikan dengan pidih berwarna hitam.
Khusus untuk corak paes ageng di tambahan dengan prada, yaitu bubuk emas yang diaplikasikan ke pinggiran paes dan ditambah dengan manik- manik.
Gambar 6 Membuat Alis Menjangan Ranggah C. Tata Rambut Pengantin Wanita Paes ageng Yogyakarta
Gambar 7 Busana Pengantin Wanita Paes Ageng Yogyakarta
Berikut tabel keterangan tata rambut pengantin wanita paes ageng Yogyakarta beserta makna simbolisnya:
No
. Bagian hiasan Makna simbolis
1. Cunduk mentul Cunduk menthul yang berjumlah satu melambangkan keesaan Tuhan. Jika cunduk menthul berjumlah tiga, ini berarti sebagai lambang trimurti. Lain halnya jika cunduk menthul berjumlah lima. Lima merupakan simbol rukun islam. Tujuh melambangkan pertolongan, dimana dalam bahasa Jawa angka tujuh (pitu) disimbolkan sebagai pitulungan.
2. Gunungan melambangkan bahwa perempuan harus Sumping Centhung Gunungan
Subang Ronyok
Cunduk Mentul
12
dihormati oleh suaminya seperti para dewa di gunung yang dihormati oleh rakyatnya.
3. Centhung Centhung berjumlah dua buah dan melambangkan gerbang kehidupan baru yang akan dilalui pengantin wanita bersama pasangannya.
4. Sumping Pada awalnya, sumping yang digunakan oleh trah kerajaan terbuat dari daun papaya. Filosofinya adalah daun pepaya yang memiliki rasa pahit dapat dijadikan gambaran bahwa menjadi seorang istri harus siap untuk merasakan berbagai kepahitan. Namun saat ini sumping yang digunakan oleh pengantin terbuat dari lempengan logam.
5. Subang ronyok Aksesoris ini terbuat dari emas berlian dan memiliki makna cahaya kehidupan serta harapan akan terciptanya
keabadian.
Untuk sanggul yang digunakan oleh pengantin wanita paes ageng adalah sanggul bokor mengkurep
Gambar 8 Sanggul bokor mengkurep
Cara membuatnya:
a. Rambut disisir rapi kebelakang secara hati-hati agar tidak merusak.
cengkorongan paes yang sudah diprada
b. Rambut disisir,diikat menjadi satu pada ketinggian satu telapak tangan (geblok) dati pangkal tumbuh rambut bagian bawah/tengkuk.
c. Mengambil lungsen, dengan cara mengambil rambut diatas ubun- ubun selebar +/- satu jari,kemudian disanggul/diukel diatas ubun- ubun dan ditusuk dengan tusuk konde.
d. Rajut panjang diisi irisan daun pandan sepanjang kurang lebih dua jengkal ditambah empat jari, dilingkarkan pada ikatan rambut dan dikencangkan dengan hairnail agar kuat.
e. Rajut pandan ditutup dengan rambut pengantin sampai rata dan rapih.
f. Lungsen ditarik kebawah sehingga membelah sanggul, membelah sanggul membentuk jeruk sakajar.
Caranya : Rambut asli dibagi menjadi 4 bagian kemudian ditutupkan bagian atas lebih dahulu dibantu dengan menggunakan harnail agar kuat dan bentuk sanggul tidak berubah. Kemudian ditutupkan bagian kanan,kiri dan bawah sambil diratakan dan dirapihkan sehingga rajut pandan tertutup seluruhnya dengan rambut.
g. Memasang rajut mlati. Bentuknya bujursangkar berukuran 25 cm persegi, bagian tepi teplok diberi tali melingkar jika dipasang menjadi lebih kuat. Caranya: Teplok ditutupkan pada sanggul pandan dan kedua ujung tali jatuh dibagian atas. Tali tersebut ditarik keatas dan diikat menjadi satu, selanjutnya ditarik kebawah melalui tengah-tengah sanggul.
h. Memasang gajah ngoling, caranya: dipasang ditengah-tengah sanggul bagian bawah agak kekanan sedikit, tepatnya dibawah tali kekanan +/- 1 jari. Agar kuat, ditusuk dengan hairnail dan jepet besar.
14
PENUTUP A. Kesimpulan
Busana pengantin paes ageng Yogyakarta merupakan salah satu busana pengantin khas yogkarta dengan bagian-bagian busana seperti kampuh dodot, kain cinde, kelat bahu naga, pending emas, kalung sungsunan, binggel kana, selop bluderan, sumping sekar saritaman, kuluk kanigaran, keris dan celana cinde yang setiap bagian busana dan pelengkapnya mengandung makna simbolis tersendiri.
Pada bagian tata rias dan tata rambut pengantin wanita paes ageng Yogyakarta terdapat paes prada, citak, alis menjangan, cunduk menthol, gunungan, centhung, sumping, dan subang ronyok sama seperti pada bagian busana, pada bagian tata rias dan tata rambut memiliki pakem dan makna simbolis pada setiap bagianya.
B. Saran
Untuk tetap dapat melestarikan kebudayaan adat jawa khususnya adat pengantin Yogyakarta yang beraneka ragam maka perlu adanya pengenalan dan pembelajaran lebih lanjut pada adat-adat pernikahan, busana dan tata rias pengantin yang dikenakan serta aksesoris yang digunakan.
15
16
Hariani, F. O., & Hamidah, S. (2023). PERKEMBANGAN RIAS DAN BUSANA PENGANTIN GAYA YOGYAKARTA PADA MASYARAKAT JOGJA TAHUN 2015-2021. Home Economics Journal, 7(1), 16-23
https://www.beautynesia.id/life/mengenal-10-aksesoris-dalam-makna- pernikahan-adat-jawa-dari-paes--alis-menjangan/b-90015 (diakses pada tanggal 7 november 2023)
https://bersukaria.com/2021/05/06/filosofi-paes-ageng-yogyakarta-
perempuan-doa-dan-harapan/ (diakses pada tanggal 7 november 2023)
https://jogja.idntimes.com/life/inspiration/cynthia-nanda/ragam-busana- pengantin-jogja-wajib-tahu?page=all (diakses pada tanggal 7 november 2023)
https://www.weddingku.com/blog/busana-pengantin-yogya-paes-ageng (diakses pada tanggal 7 november 2023)
17