Barangsiapa tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dan/atau Pasal 52 untuk kepentingan komersial, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak tiga tahun. ratus Rp. juta rupiah). 1) Barang siapa tanpa hak melanggar hak ekonomi sebagai berikut. Pembahasan dalam buku ini diawali dengan kajian teori pembelajaran di lingkungan masyarakat sebagai landasan pelaksanaan pemberdayaan.
Daftar Isi
KONSEP PEMBELAJARAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Pengantar
Pengembangan komunitas menurut Christenson & Jerry (dalam Saharudin, 2000) adalah komunitas – sebagai elemen utama masyarakat – yang berada dalam batas-batas geografis tertentu, yang dikembangkan melalui interaksi sosial dengan ikatan psikologis antara satu sama lain di wilayah tempat tinggalnya. Dengan demikian, konsep pengembangan masyarakat yang mengandung makna partisipatif harus benar-benar menguatkan masyarakat yang ditunjukkan dengan kemampuannya membantu diri sendiri (self-help) dan mampu bersaing secara efektif dengan kelompok masyarakat lainnya.
Tujuan Pembelajaran dalam Pemberdayaan Masyarakat
Sesuai dengan konsep yang telah dibahas di atas bahwa pemberdayaan merupakan wahana pembelajaran yang matang, maka tujuan pembelajaran dalam proses pemberdayaan adalah (1) menciptakan lingkungan belajar yang dapat mendorong motivasi belajar dari dalam (intrinsik), (2) membantu dalam belajar. berdasarkan waktu yang tepat, (3) menciptakan pengalaman setiap peserta untuk kepentingan dirinya dan orang lain, dan (4) mampu menciptakan warga belajar partisipatif dalam kegiatan pembelajaran sehingga mempunyai sikap baru terhadap diri sendiri dan orang lain. Artinya program pemberdayaan tidak bisa hanya dilakukan dalam satu siklus dan berhenti pada tahap tertentu saja, melainkan harus terus berlanjut dan kualitasnya terus ditingkatkan dari satu tahap ke tahap berikutnya (Mubarak, 2010).
Pendekatan dan Strategi
Acceptable (Penerimaan), pembelajaran diharapkan mudah diterima dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sebagai pelaksana dan pengelola. Repeatable, berkaitan dengan pengelolaan dana dan pelestarian hasil pembelajaran yang dapat dengan mudah digulirkan atau dikembangkan oleh masyarakat dalam skala yang lebih luas.
MODEL DAN PENDEKATAN
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Konsep Model dan Pendekatan Pembelajaran
Penentuan model pembelajaran dalam proses pemberdayaan masyarakat sangat penting mengingat kebutuhan dan karakteristik masyarakat yang berbeda-beda, sehingga diperlukan model pembelajaran yang berbeda-beda agar isi materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Artinya pemilihan pendekatan pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan materi pembelajaran yang akan diajarkan, sebagaimana tertuang dalam kurikulum.
Model dan Pendekatan Pembelajaran dalam Pemberdayaan Masyarakat
PBL merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan permasalahan dunia nyata sebagai konteks bagi siswa untuk mempelajari berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta memperoleh pengetahuan dan konsep penting dari materi pembelajaran. Model experiential learning merupakan model proses belajar mengajar yang memungkinkan siswa membangun pengetahuan dan keterampilan melalui pengalaman langsung.
MODEL DAN PENDEKATAN
RAPID RURAL APPRAISAL (RRA)
Pengertian Rapid Rural Appraisal (RRA)
Rapid Rural Assessment (RRA) merupakan suatu metode penilaian cepat terhadap kondisi di dusun, dimana dalam praktiknya kegiatan RRA lebih banyak dilakukan oleh “pihak luar” dengan sedikit atau tanpa keterlibatan warga sekitar. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa proses RRA merupakan suatu metode pelatihan intensif untuk mengatasi kondisi pedesaan, yang dilakukan secara berulang-ulang dan cepat.
Tujuan Rapid Rural Appraisal (RRA)
Prinsip-Prinsip Dasar Rapid Rural Appraisal (RRA)
Dalam penelitian konvensional, sebagian besar data yang dikumpulkan memiliki tingkat presisi yang sama sekali tidak diperlukan. Seringkali lebih berguna untuk mengidentifikasi penyebab masalah, tren dan arah perubahan dibandingkan informasi akurat mengenai angka absolut yang terkena dampak masalah.
Teknik Pengumpulan Data Rapid Rural Appraisal (RRA)
Dan seluruh program akan dipantau oleh tim dari berbagai disiplin ilmu dengan melihat hasil kinerja dari program yang dirancang. Pembuatan laporan cepat merupakan metode yang digunakan untuk melihat hasil realisasi kinerja program.
Keunggulan dan kelemahan metode Rapid Rural Appraisal (RRA)
Fasilitator meminta agar data-data yang dijadikan subjek dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat disajikan kemudian. Moderator meminta peserta merangkum hasil ide inovasi program dengan menggunakan model kajian cepat perdesaan sesuai program, yang dirancang dengan melengkapi kelebihan dan kekurangan yang disimulasikan.
PARTICIPATORY RURAL APPRAISAL (PRA)
Pengertian Participatory Rural Appraisal (PRA)
Metode PRA dapat menyebar dan diakui fungsinya ketika paradigma pembangunan berkelanjutan dijadikan landasan pembangunan oleh negara-negara berkembang. Namun seiring berjalannya waktu, metode PRA lebih sering digunakan dalam pelaksanaan program-program yang memerlukan peran aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.
Tujuan Participatory Rural Appraisal (PRA)
Tujuan utama metode PRA adalah menciptakan rancangan program yang lebih disesuaikan dengan keinginan dan kondisi masyarakat. Penerapan pendekatan dan metode PRA dapat memberikan peluang yang lebih besar dan terencana dalam upaya keterlibatan masyarakat.
Prinsip-Prinsip Dasar PRA
Salah satu proses PRA ialah keupayaan untuk mengumpul dan mengkaji data dengan komuniti secara berstruktur. PRA adalah kaedah yang agensi dan pengamal di lapangan mesti percaya dan menerima untuk mendasarkan perkara yang berkembang secara mampan.
Sumber-Sumber Participatory Rural Appraisal (PRA)
Sikap dan peningkatan hubungan dengan masyarakat sangat penting ketika terjun langsung ke lapangan; Pemilihan metode/teknik analisis yang lebih cocok untuk menyelidiki pengetahuan teknis asli.
Struktur Participatory Rural Appraisal (PRA)
Memilih alternatif pemecahan masalah yang tepat sesuai dengan keahlian masyarakat dan sumber daya swadaya yang ada. Merencanakan implementasi gagasan melalui pemecahan masalah yang konkrit sehingga implementasinya mudah diamati.
Permasalahan Participatory Rural Appraisal (PRA)
Hal ini akan menimbulkan stigma pengikut ekstrim akibat rendahnya kreativitas petugas untuk melihat lebih jauh segala permasalahan yang ada di masyarakat. Penggunaan istilah PRA dalam rangkaian tahapan pembangunan masyarakat tidak sesuai dengan situasi dan kondisi yang berlaku.
Teknik-Teknik Penerapan Participatory Rural Appraisal (PRA) Teknik-teknik PRA yang beragam sesungguhnya merupakan
- Kelebihan dan Kekurangan PRA
Teknik PRA dapat menyeimbangkan posisi dan pola interaksi antara kelompok superior (berpengaruh) dan inferior (marginalisasi). Munculnya beberapa perspektif dalam penerapan praktisnya sebagai akibat dari berkembangnya metode dan teknik PRA.
Tahap Penerapan PRA dalam Evaluasi Kebijakan/Program
Moderator mengajak peserta untuk mengkoordinasikan persepsinya terhadap tujuan kegiatan PRA dengan membagikan kertas kecil dan meminta seluruh peserta menuliskan tujuannya datang ke lokasi kegiatan. Setelah semua peserta mempresentasikan hasilnya, ajaklah peserta untuk melengkapi seluruh hasil presentasi dan diskusi.
MODEL DAN PENDEKATAN PARTICIPATORY RESEARCH AND
Pengertian Participatory Research and Development (PRD)
Penelitian dan pengembangan (research and development) atau biasa disebut dengan penelitian berbasis pengembangan adalah suatu metode penelitian untuk mengembangkan produk baru dan menyempurnakan produk yang sudah ada. Hal ini didasarkan pada perubahan paradigma yang muncul dengan menilai kembali pemikiran tradisional tentang penelitian dan pengembangan sebagai proses yang berkaitan dengan pembangkitan dan transfer teknologi modern kepada pengguna akhir yang pasif.
Mempromosikan dan Mengembangkan Kapasitas untuk PRD Meskipun minat masyarakat PRD terhitung besar, hal tersebut dirasa
Selain itu, para praktisi penelitian dan pengembangan belum sepenuhnya mengeksplorasi potensi nilai tambah dari pendekatan partisipatif. Pengembangan kapasitas: pengembangan kapasitas litbang praktisi dan organisasi melalui beberapa kegiatan seperti pelatihan, layanan informasi, jaringan dan pengembangan protokol.
Karakteristik dalam PRD
Sebagaimana ditunjukkan oleh beberapa artikel dalam buku ini, pendekatan partisipatif terhadap penelitian dan pengembangan telah melampaui pandangan konvensional mengenai penelitian dan pengembangan dalam beberapa hal penting.
Metode yang Digunakan dalam PRD
Ada beberapa metode yang diterapkan dalam Penelitian dan Pengembangan dalam pelaksanaan penelitian dan pengembangan, yaitu metode: deskriptif, evaluatif dan eksperimental. Kondisi yang ada antara lain: (1) Kondisi produk yang sudah ada sebagai bahan pembanding atau bahan dasar (embrio) produk yang akan dikembangkan; (2) Situasi pengguna (di bidang pendidikan, misalnya sekolah, guru, kepala sekolah, siswa, dan sebagainya); (3) Keadaan faktor pendukung dan penghambat pengembangan dan pemanfaatan produk yang akan dihasilkan, termasuk unsur pendidik dan tenaga kependidikan.
Tujuan PRD
Partisipasi sebagai Inti dari PRD
Pada tahap setelah penguatan komunitas atau peserta, pelaku usaha diharapkan mempunyai komitmen terhadap apa yang telah disepakati bersama. Pada tahap ini peneliti mendatangkan narasumber yang menguasai bidang networking dan mempunyai pengalaman untuk berbagi pengalaman guna meningkatkan mental kewirausahaan para pelaku usaha di Desa Bejiharjo.
PARTICIPATION ACTION RESEARCH (PAR)
Pengertian Participation Action Research (PAR)
Penelitian tindakan partisipatif merupakan upaya untuk menggali dan memajukan taraf hidup manusia dengan menciptakan pembangunan. Dick (dalam Foeday, 2011: 2) menggambarkan penelitian tindakan partisipatif sebagai “penelitian dunia nyata yang mengadopsi dan menggunakan pendekatan kritis (termasuk refleksi kritis) yang berfokus pada peningkatan kehidupan manusia”.
Tujuan Participation Action Research (PAR)
Ciri-Ciri Penelitian Tindakan Partisipatoris
Penelitian tindakan partisipatif (PAR) melibatkan individu dan kelompok masyarakat dalam proses penilaian tingkat penyerapan informasi (pemahaman), pelaksanaan, hasil tindakan, serta pelaksanaan makna dan gambaran setiap tingkatannya. Penelitian tindakan partisipatif (PAR) bersifat refleksif. PAR adalah tentang membantu seseorang memahami realitas kehidupannya dan kemudian memindahkannya ke fase identifikasi.
Prinsip-Prinsip Participation Action Research (PAR)
Prinsip ini mensyaratkan bahwa seluruh kegiatan di PAR harus memfokuskan masyarakat untuk melakukan tindakan transformatif yang mengubah keadaan sosialnya sehingga keadaannya menjadi lebih baik. PAR harus dilaksanakan dengan menggunakan persepsi, prosedur, dan peralatan yang berbeda agar kegiatan memahami kondisi serupa, sehingga pemahaman tim peneliti dan masyarakat terhadap situasi tersebut menjadi utuh dan sesuai dengan kenyataan.
Langkah-Langkah Proses Participation Action Research (PAR) Sebagian ahli penelitian tindakan partisipatoris biasanya memakai
Prinsip ini mengharuskan PAR bergantung pada data primer yang dikumpulkan oleh peneliti dan masyarakat di lapangan. Meskipun PAR dilakukan dengan persiapan yang sangat matang dan atau hati-hati melalui penerapan yang cermat, peneliti dan masyarakat harus selalu fleksibel dalam menyikapi perubahan situasi yang tiba-tiba untuk menyesuaikan konsep awal dengan perubahan tersebut.
Komponen-Komponen Model Participation Action Research Komponen-komponen model Participation Action Research yaitu
Proses Penerapan Teknik-Teknik Participation Action Research 1. Field Note (Transsektoral Desa)
Rencana kegiatan yang telah disusun dan diadopsi berasal dari matriks rangking dan skala prioritas. Setelah membuat matriks rangking, matriks penilaian dan membuat skala prioritas tindakan, seluruh program yang direncanakan dilaksanakan.
PROBLEM BASED LEARNING (PBL)
Pengertian Problem Based Learning
Model pembelajaran berbasis masalah mempunyai ciri menggunakan masalah nyata sebagai sesuatu untuk dipelajari. Arends menjelaskan Problem Based Learning sebagai model pembelajaran yang mengorganisasikan pembelajaran di sekitar situasi kehidupan nyata.
Karakteristik Problem Based Learning
Pemberdayaan beragam sumber pengetahuan, pemanfaatannya dan penilaian sumber informasi merupakan proses penting dalam APD. Pengembangan keterampilan inkuiri dan pemecahan masalah adalah penting, begitu pula penguasaan pengetahuan konten untuk memecahkan suatu masalah.
Manfaat Model Problem Based Learning
Berdasarkan beberapa penjelasan tentang ciri-ciri proses pembelajaran berbasis masalah, dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga unsur utama dalam proses pembelajaran berbasis masalah, yaitu adanya masalah sebagai titik tolak pembelajaran, pembelajaran dengan berpusat pada siswa dan proses pembelajaran dalam kelompok kecil. Karena PBM dilaksanakan dalam kelompok kecil, maka hendaknya mendorong berkembangnya keterampilan dan kemampuan kerja tim dalam kehidupan bermasyarakat.
Langkah-Langkah Penggunaan Model Problem Based Learning Dalam pelaksanaan Problem Based Learning terdapat beberapa
Pembelajaran berbasis masalah juga memberikan banyak manfaat bagi siswa, Uden & Beumon menjelaskan bahwa manfaat tersebut merupakan insentif bagi pernyataan yang tidak fokus pada pelatihan; tidak takut gagal; menyediakan waktu dan sumber daya; meningkatkan keterampilan, memastikan dampak positif; kritik dan saran yang membangun agar dapat bekerja atau berbicara dengan fokus. Bantulah siswa menyusun dan mempersiapkan pekerjaan yang sesuai, seperti laporan, dan bantulah mereka bekerja sama dalam tugas kelompok mereka.
Penerapan Problem Based Learning
Woods (2006:8) menjelaskan bahwa pembelajaran mandiri dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dapat memberdayakan siswa dalam tugas belajarnya. Berdasarkan penjelasan di atas, berikut langkah-langkah yang dilakukan dalam pelaksanaan pembelajaran (sintaks pembelajaran) model Problem Based Learning.
Jika siswa tidak mempunyai dorongan atau keyakinan bahwa masalah yang dipelajari cukup menantang untuk dipecahkan, mereka akan menerima begitu saja dan kemudian enggan untuk mencobanya. Kekurangan model pembelajaran berbasis masalah di atas terdapat beberapa nilai penting yang perlu ditingkatkan oleh fasilitator dalam mengembangkan suasana pembelajaran. Pada bagian ini fasilitator tidak hanya berperan sebagai subjek utama dalam pembelajaran, namun juga sebagai fasilitator.Seharusnya siswa dilibatkan agar kemampuan berpikir kritis siswa dapat semakin berkembang, walaupun masih ditemukan tidak semua materi pembelajaran berupa permasalahan dapat disajikan untuk sampai pada solusi.
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar dan Indikator
Tujuan pembelajaran
Materi/Sub-materi
Media Pembelajaran
Langkah-langkah Pembelajaran
Fasilitator memotivasi masyarakat belajar dengan menampilkan video yang menampilkan fenomena sosial tentang penyimpangan sosial. Setelah kelompok belajar warga terbentuk, diminta untuk mengetahui faktor penyebab dan akibat negatif permasalahan dari video gejala sosial tentang perilaku menyimpang yang ditunjukkan oleh Fasilitator.
Materi
- Penilaian
Kemiskinan merupakan salah satu contoh fenomena sosial yang terjadi dalam lingkungan sosial dan dapat menimbulkan penyimpangan dalam masyarakat. Ada beberapa contoh gejala sosial berdasarkan faktor budaya, antara lain kemiskinan, pelayanan masyarakat, perilaku menyimpang, dan lain sebagainya.
MODEL DAN PENDEKATAN EXPERIENTIAL LEARNING (EL)
Pengertian Experiential Learning
Pada tahap ini, siswa mempertimbangkan pengalaman nyata mereka dari berbagai sudut pandang dan mengartikulasikan mengapa dan bagaimana hal itu terjadi. Refleksi membantu peserta didik untuk memecah pengalaman mereka menjadi beberapa bagian dan mengkategorikannya untuk digunakan dalam fase pembelajaran berikutnya.
Prinsip Experiential Learning
Memahami preferensi sangat penting untuk memahami bagaimana siswa dapat merespons pelajaran yang dirancang khusus untuk setiap tahap. Pengawas berusaha untuk menyadari bahwa bias, penilaian, dan prasangka mereka dapat mempengaruhi siswa.
Proses Experiential Learning
Mendeskripsikan dan menganalisis pengalaman mereka memungkinkan siswa menghubungkannya dengan pengalaman belajar di masa depan. Instruktur harus membantu setiap siswa merasakan kepemilikan atas apa yang sedang dipelajari.
Peran Pendidik di Experiential Learning
Siswa akan menerapkan apa yang telah mereka pelajari dari pengalaman (serta apa yang telah mereka pelajari dari pengalaman dan praktik masa lalu) dalam keadaan yang sama atau berbeda. Siswa akan mendiskusikan bagaimana pertanyaan yang diajukan dapat berguna dalam situasi masa depan dan bagaimana apa yang mereka pelajari dapat menghasilkan perilaku yang lebih efektif.
Peran Peserta Didik dalam Pembelajaran Experiential
Mengintegrasikan Experiential Learning di Pengajaran
Pada sesi ini siswa dapat saling berbagi hasil refleksinya. Pada tahap ini siswa mencoba merancang bagaimana suatu teori atau model dapat menjelaskan pengalaman baru yang didapatnya nantinya.
Kelebihan dan Manfaat Experiential Learning
Penyebab krisis air bersih di kota-kota besar lainnya di Indonesia banyak sekali, yang pertama adalah permasalahan kependudukan. Disini penulis menguraikan alternatif solusi permasalahan krisis air higienis yang penulis adaptasi dari berbagai sumber, “Proses penciptaan dan pengalaman mentransformasikan pengetahuan, keterampilan, perilaku, nilai-nilai, emosi, keyakinan dan indra.
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
TUJUAN
Materi Diskusi Warga Masyarakat
MODEL/METODE PEMBELAJARAN
PROSES KEGIATAN PENGOLAHAN Pertemuan ke-1*
Setiap peserta yang sudah mempraktekkan hasilnya hendaknya berbagi pengalamannya dengan warga yang belum melaksanakannya. Fasilitator memberikan beberapa video tentang lingkungan, air bersih dan kesehatan untuk dijadikan bahan renungan warga.
Alat/Media/Sumber
Pendidikan memungkinkan sumber daya manusia mengubah pola pikir dan keterampilannya ke arah yang lebih kreatif dan produktif. Sumber daya manusia yang kreatif dan produktif memberikan bekal untuk mampu bersaing dalam persaingan global yang dinamis, seperti keberadaan Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) di Kawasan Asia Tenggara.
Pengertian Project Based Learning
Peran guru dalam pembelajaran berbasis proyek adalah menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan, dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog siswa. Siswa dalam pembelajaran berbasis proyek berupaya untuk terlibat aktif dalam pembelajaran dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Perbedaan Kelas Konvensional dengan Kelas Project Based Learning
Petunjuk pembelajaran yang fleksibel, banyak tingkatan dan topik yang dipelajari oleh setiap siswa, mendorong siswa untuk bekerja dalam tim yang heterogen untuk mencapai tujuan 2. Siswa dilatih untuk mampu mengambil keputusan untuk memecahkan masalah dengan cara: (a) siswa didorong untuk berpartisipasi aktif dan berkonsentrasi selama diskusi; (b) siswa didorong untuk berpikir dengan mengajukan pertanyaan; (c) Siswa didorong untuk mampu menyusun analisis masalah dan sintesis masalah, melakukan evaluasi dan menyusun ringkasan hasil evaluasi; dan (d) Siswa dibantu dalam mengidentifikasi sumber, referensi dan prinsip (materi) dalam menyelidiki masalah dan alternatif pemecahannya.
Proses Pembelajaran dengan Metode Project Based Learning Pemanfaatan metode Project Based Learning di dalam
Pendidik meminta siswa mengevaluasi kinerjanya dalam menyelidiki masalah dan memberikan alternatif solusi. Prosedur pembelajaran dengan metode pembelajaran berbasis proyek dapat digambarkan mulai dari menyajikan masalah kepada siswa hingga mengevaluasi kinerja yang dicapai.
Kelebihan dan Kekurangan Project Based Learning
Menjadikan siswa lebih aktif terlibat dan berhasil memecahkan masalah yang kompleks melalui proyek. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga siswa dan guru dapat menikmati proses pembelajaran.
Kegiatan Inti
Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator