QUIZ
MATAKULIAH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Dosen Pengampu : Dr. Sadlikah, S.Pt, MP
Oleh :
Nur Sabrina Alfain (04.01.18.066) PERTANIAN 5B
POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN MALANG BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN
2020
Nama : Nur Sabrina Alfain
NIRM / KELAS : 04. 01. 18. 066 / PPB 5B Quis Mata Kuliah : Pemberdayaan Masyarakat
Program Studi : Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) Minggu ke 2 / Tanggal : 12 Oktober 2020
Pertanyaan:
1. Sebutkan beberapa inti dari konsep atau pengertian Pemberdayaan Masyarakat JAWAB :
Dari beberapa pengertian yang di lontarkan oleh para ahli, saya menangkap bahwa inti dari konsep pemberdayaan masyarakat yaitu upaya/dukungan dari beberapa pihak untuk masyarakat agar mereka mampu membangun dirinya sendiri sehingga mereka mampu memperbaiki kehidupannya dan mereka mengalami perubahan lebih baik dalam hidupnya
2. Konsep pemberdayaan masyarakat menurut Ife dan Toserio (2008) adalah adanya pengertian kekuasaan dan kelompok “rentan”. Jelaskann !
JAWAB :
Menurut Ife dalam Suharto 2005, pemberdayaan memiliki dua pengertian kunci yaitu kekuasaan dan kelompok lemah. Kekuasaan diartikan bukan hanya menyangkut kekuasaan politik dalam arti sempit, melainkan kekuasaan atau penguasaan klien atas:
o Pilihan-pilihan personal dan kesempatan-kesempatan hidup: kemampuan dalam membuat keputusan-keputusan mengenai gaya hidup, tempat tinggal dan pekerjaan.
o Pendefinisian kebutuhan: kemampuan menentukan kebutuhan selaras dengan aspirasi dan keinginannya.
o Ide atau gagasan: kemampuan mengekspresikan dan menyumbangkan gagasan dalam suatu forum atau diskusi secara bebas dan tanpa tekanan.
o Lembaga-lembaga: kemampuan menjangkau, menggunakan dan mempengaruhi pranata-pranata masyarakat, seperti lembaga kesejahteraan sosial, pendidikan dan kesehatan.
o Sumber-sumber: kemampuan memobilisasi sumber-sumber formal, informal dan kemasyarakatan.
o Aktivitas ekonomi: kemampuan memanfaatkan dan mengelola mekanisme produksi, distribusi dan pertukaran barang serta jasa.
o Reproduksi: kemampuan dalam kaitannya dengan proses kelahiran, perawatan anak, pendidikan dan sosialisasi.
Berdasarkan hal-hal tersebut, terdapat kesimpulan mengenai pemberdayaan masyarakat yang menujuk pada kemampuan orang, khususnya kelompok rentan dan lemah sehingga mereka memiliki kekuatan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya sehingga mereka memiliki kebebasan dan dapat menjangkau sumber-sumber produktif yang memungkinkan mereka dapat meningkatkan pendapatannya dan memperoleh barang dan jasa yang mereka perlukan, serta agar dapat berpartisipasi dalam proses pembangunan dan keputusan-keputusan yang mempengaruhi mereka.
Selain hal tersebut, dapat dikatakan pula bahwa pemberdayaan memegang kunci kekuasaan pada banyak hal, tidak hanya dalam berpolitik dan berorganisasi, tapi juga menyangkut kegiatan-kegiatan dan kebutuhan hidup manusia. Konsep ini juga terkait dengan tujuan dari pemberdayaan. Seseorang dapat dikatakan berdaya ketika apa yang diharapkan, dinginkan maupun dibutuhkannya tercapai.
3. Jelaskan Konsep pemberdayaan menurut UUSP3K ! JAWAB :
Konsep pemberdayaan masyarakat tidak dijelaskan lebih di dalam UU SP3K, mungkin konsep pemberdayaan disini memiliki hubungan dengan konsep penyuluhan pertanian, seperti halnya Margono Slamet (2000) menegaskan bahwa inti dari kegiatan penyuluhan adalah untuk memberdayakan masyarakat. Memberdayakan berarti memberi daya kepada yang tidak berdaya dan atau mengembangkan daya yang sudah dimiliki menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi masyarakat yang bersangkutan. Margono Slamet (2000) menekankan esensi penyuluhan sebagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah mulai lazim digunakan oleh banyak pihak sejak Program Pengentasan Kemiskinan pada awal dasawarsa 1990-an. Penyuluhan pembangunan sebagai proses pemberdayaan masyarakat, memiliki tujuan utama yang tidak terbatas pada terciptanya
“better-farming, better business, dan better living, tetapi untuk memfasilitasi masyarakat (sasaran) untuk mengadopsi strategi produksi dan pemasaran agar mempercepat terjadinya perubahan-perubahan kondisi sosial, politik dan ekonomi sehingga mereka dapat (dalam jangka panjang) meningkatkan taraf hidup pribadi dan masyarakatnya.