• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cakrawala: Jurnal Studi Islam - UNIMMA Journal

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Cakrawala: Jurnal Studi Islam - UNIMMA Journal"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

The interpretations prove that the motto of the nation is in accordance with the guidelines of Al-Quran. While on the other hand, some think that Islam Nusantara is a friendly Islam and adapts to the traditions of the people but still based on Shari'a.

Islam Nusantara in Slogan Bhinneka Tunggal Ika

Islam Nusantara becomes the path offered in the face of radicalism attacking the nation. Therefore, the presence of Islam Nusantara becomes a calm current in the rapid flow of radicalism.

Islamisasi Sains Syed Naquib Al-Attas dan Penolakan Bassam Tibi

Islamisasi Sains Syed Naquib Al-Attas

Al-Attas ketika berusia 5 tahun diajak oleh orang tuanya untuk merantau sehingga ia dididik di Sekolah Dasar Ngee Heng pada tahun 1936-1941. Al-Attas kemudian mengenyam pendidikan di al-Urwah al-Wuthqa pada tahun 1941-1945 yang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar.

Pemikiran Bassam Tibi Mengenai Islamisasi Sains Syed Naquib Al-Attas

Umat ​​Islam terbagi menjadi mereka yang tidak setuju dan mereka yang menentang gagasan islamisasi ilmu pengetahuan. Tibi merupakan salah satu tokoh yang tergolong kelompok yang tidak setuju dengan gerakan Islamisasi ilmu pengetahuan (Salafudin, 2013).

Implementasi Etika Bisnis Islam dalam Strategi Promosi Produk Asuransi Takaful

Strategi Promosi

Konsep promosi yang dibenarkan dalam Islam adalah promosi yang dilakukan secara jujur ​​sesuai dengan kondisi produk yang dijual. Oleh karena itu, ketika berbicara tentang promosi, harus dibedakan antara promosi yang benar dan jujur ​​dan promosi yang berlebihan (salah).

Implementasi Konsep Etika Bisnis Islam dalam Promosi Asuransi Takaful Berdasarkan hasil pengamatan penulis dan wawancara dengan branch

Implementasi Konsep Etika Bisnis Islam dalam Promosi Asuransi Takaful Berdasarkan hasil observasi dan wawancara penulis dengan cabang. Secara ringkas penerapan prinsip etika bisnis Islami dalam kegiatan promosi produk dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Etika Bisnis Islam Dalam Promosi Asuransi Takaful
Gambar 1. Etika Bisnis Islam Dalam Promosi Asuransi Takaful

Perkembangan Tradisi Keilmuan Islam dan Gerakan Pemikiran: Islam Madzhab Ciputat dan Himpunan

  • Penerapan Politik Azas Tunggal Pancasila Sebagai Tantangan Bagi Umat Islam Masa Orde Baru dimulai sejak tahun 1967 tiga tahun setelah Gerakan 30
  • Tonggak Awal Diperkenalkannya Islam Madzhab Ciputat
  • Karakteristik Islam Madzhab Ciputat
  • Perpaduan Wahyu dan Akal sebagai Titik Tolak Pemikiran Islam Mazhab Ciputat
  • Membongkar Kejumudan Berfikir
  • Relevansi Madzhab Ciputat-HMI Sebagai Identitas Keislaman Baru
  • HMI Dengan Orientasi Keindonesiaan
  • Kemunduran Islam Madzhab Ciputat dan HMI

Kebijakan pemerintah Orde Baru terkait penerapan sila tunggal politik Pancasila memberikan warna baru sekaligus tantangan bagi umat Islam untuk menjalankan partisipasi umat Islam dalam dunia politik. Pemerintah Orde Baru juga menerapkan P4 (Program Pemahaman dan Pengalaman Pancasila) sebagai kekuatan baru dalam upaya de-islamisasi bidang pendidikan (Khotimah, 2009). Setelah itu berlanjut ke masa Orde Baru dimana demonstrasi dilakukan oleh pemuda dan mahasiswa dalam bentuk TRITURA (Tiga Tuntutan Rakyat).

Humaidi (2010) mengkaji respon partai politik Islam di era Orde Baru terhadap kebijakan-kebijakan Soeharto yang pada saat itu dipandang sebagai upaya “de-islamisasi” melalui kebijakan-kebijakannya. Selain itu, penelitian ini lebih memfokuskan pada aspek perkembangan pemikiran Islam sebagai dampak dari munculnya politik Sila Pancasila pada masa Orde Baru. Penggunaan metode sejarah lebih menekankan periodisasi waktu karena adanya penekanan waktu dengan menjelaskan bagaimana proses munculnya gerakan pemikiran Madzhab Ciputat pada masa Orde Baru hingga mengalami kemundurannya saat ini.

Tentu saja, pemerintah memaknai orde baru sebagai upaya merebut suara dari kalangan umat Islam. Lebih dari itu, akibat dari pemikiran ini ternyata mengubah kebijakan pemerintah Orde Baru terhadap umat Islam pada tahun 1991.

Konseling Islam untuk Meningkatkan Kematangan Emosi bagi Pasangan Pernikahan Usia Dini

Permasalahan Rumah Tangga Pasangan Nikah Usia Dini

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan subjek diperoleh data bahwa ada beberapa permasalahan rumah tangga yang muncul pada pasangan pernikahan dini di Kecamatan Pakis. Beberapa pasangan yang menikah dini tidak memiliki penghasilan yang stabil untuk memenuhi kebutuhan keluarga karena masih ditopang oleh orang tuanya untuk memenuhi kebutuhannya. Kedua, pasangan pernikahan dini belum sepenuhnya menyadari peran dan tanggung jawabnya dalam keluarga, seperti tugas mengelola keuangan keluarga, karena masih bergantung pada orang tua atau mertua.

Ketika orang tua mulai mengurangi atau menghentikan bantuan keuangan untuk anaknya, pasangan menikah dini belum siap untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya secara mandiri. Salah satu alasan tinggal bersama orang tua adalah laki-laki tidak mampu menyewa atau membeli rumahnya sendiri karena tidak mampu secara finansial; orang tua/mertua sendiri yang meminta pasangannya untuk tinggal di rumah karena ingin ditemani; atau dari laki-laki atau perempuan itu sendiri yang tidak mau meninggalkan rumah orang tuanya (Sipayung, 2010). Kasus ini muncul bukan hanya karena tekanan ekonomi, tetapi juga karena para pelaku perkawinan anak tidak siap secara mental/psikologis untuk menghadapi berbagai persoalan yang muncul dalam perkawinan tersebut.

Pada usia ini, seorang individu dapat dengan mudah mengalami sifat sensitif, emosional, reaktif, dan temperamental (Rahayu & Hamsia, 2018). Sehingga, ketika remaja sudah menikah di usia tersebut, mereka akan sangat rentan terhadap kekerasan dalam rumah tangga.

Pengaruh Konseling Islam terhadap Kematangan Emosi

Dengan pendekatan studi pustaka dijelaskan bahwa ilmu konseling sebagai bagian dari ilmu pengetahuan modern tentunya juga memiliki landasan empiris dan teoritis, namun harus juga diyakini bahwa ilmu konseling sebenarnya merupakan bagian dari spektrum yang tercakup dalam Alquran dan Hadits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan yang muncul pada pernikahan dini adalah ekonomi, konflik dengan orang tua/mertua, adaptasi terhadap lingkungan dan kekerasan dalam rumah tangga. Bimbingan Islami yang diberikan kepada pasangan suami istri usia dini berpengaruh signifikan terhadap tingkat kematangan emosi.

Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan solusi bagi pasangan menikah dini untuk meningkatkan kematangan emosi guna mengurangi permasalahan rumah tangga dan meningkatkan keharmonisan rumah tangga bagi pasangan menikah dini khususnya dan pasangan suami istri pada umumnya. Hubungan Kematangan Emosi Dengan Penyesuaian Diri Pada Pernikahan Dini Di Desa Wih Porak Kecamatan Bener Meriah. Pengaruh kematangan emosi terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan paruh baya (di Dusun Sumbersuko Desa Keslir – Siliragung – Banyuwangi).

Islam Fundamentalis-Radikal: Stigmatisasi atas Gerakan Formalisasi Islam

Pengertian Fundamentalisme - Radikal

Definisi ini menegaskan bahwa istilah fundamentalisme bukanlah istilah yang lahir dari budaya sosiologis atau politik umat Islam, melainkan berasal dari masyarakat Barat. Sesuai kamus, istilah fundamentalisme atau radikalisme berasal dari barat yang disematkan pada agama Kristen Protestan yang tidak memberi ruang bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan filsafat modern di Eropa serta sikap mereka yang konsisten total terhadap agama Kristen. Setelah gerakan Protestan dimusnahkan oleh Perang Dunia II, muncul stigma di kalangan orang Eropa bahwa fundamentalisme adalah musuh ilmu pengetahuan dan kemajuan, sehingga dianggap sebagai cara berpikir terbelakang yang keluar jalur.

Fundamentalisme dengan demikian secara mendasar berakar pada ketidakfleksibelan ajaran Gereja dalam menerima perkembangan ilmu pengetahuan modern. Karena secara historis, agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW tidak hanya memungkinkan berkembangnya ilmu dan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong dan memfasilitasi berkembangnya ilmu tersebut. Perbedaan mendasar antara fundamentalisme Kristen dengan gerakan Islam Wahhabi adalah bahwa Wahhabisme tidak menolak perkembangan zaman, khususnya di bidang iptek seperti Kristen.

Terlihat di sini bahwa instalasi fundamentalisme radikal pada umat Islam sama sekali tidak memiliki argumentasi. Mereka ingin Islam mematikan konsep hukum dan ketatanegaraan yang merupakan sumber kekuatan umat Islam.

Fundamentalisme: Stigma terhadap Gerakan Formalisasi Syariat Islam

Gratitude (2012) berpendapat bahwa Islam radikal merujuk pada sekelompok umat Islam yang menginginkan formalisasi syariat Islam sebagai dasar negara. Selain itu, perjuangan kelompok fundamentalis adalah memformalkan ajaran Islam melalui pendirian negara Islam yang salah satu manifestasinya adalah penegakan syariat Islam dalam segala aspek, lini dan dimensi. Dengan kata lain, jika yang dimaksud dengan radikal adalah menginginkan syariat Islam sebagai dasar negara atau formalisasi syariat Islam dalam negara, maka dalam ormas NU sebenarnya terjadi dinamika antara satu periode kepemimpinan dengan periode lainnya.

Menurut Apresiasi, Azra (2000) mengungkapkan bahwa gerakan radikal Islam di Indonesia hanya terfokus pada tuntutan dan wacana untuk memenuhi cita-cita Islam sebagai dasar dan nilai negara, seperti memberlakukan syariat Islam atau memasukkan Piagam Jakarta ke dalam konstitusi Indonesia. sistem. Menurut Noer (2001), semangat untuk mendukung syariat Islam dalam bidang kenegaraan di Indonesia tidak pernah surut. Islam sebagai sistem yang mewarnai Indonesia sejak masa Kerajaan Islam hingga kemerdekaan Indonesia membuktikan bahwa syariat Islam telah menjadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia.

Bahkan gerakan nasional yang diusung tokoh-tokoh Islam menjadikan penerapan syariat Islam sebagai cita-cita perang mereka. Bahkan beberapa daerah seperti Aceh menjadikan syariat Islam sebagai hukum positif bagi masyarakat dan daerahnya (Setiawan, 2008).

Motif Politik Dibalik Stigmatisasi Fundamentalisme-Radikal

Tidak hanya di tingkat nasional, tuntutan penerapan syariat Islam di daerah juga muncul dengan munculnya peraturan daerah bernuansa syariah. Beberapa daerah membuat perda tentang pelaksanaan syariat Islam yang diilhami oleh semangat mendukung Islam di bidang politik, antara lain perda Aceh, Riau, Sulawesi Selatan, Cianjur, Banten, Tasikmalaya, Indramayu dan lain-lain. Perspektif Ma'arif (2009) tentang formalisasi Islam yang cenderung menyudutkannya, adalah fenomena lain tentang keadaan intelektual Muslim yang latar belakangnya penting untuk ditelaah.

Dalam konteks mewujudkan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat, Ma'arif (2009) mengkritisi kelompok muslim yang menawarkan formalisasi hukum Islam, khususnya dalam sistem ekonomi Islam. Padahal, menurut Al-Qaradhowi (2007), setiap sejarawan yang meneliti sejarah Islam tidak akan memungkiri bahwa peradaban Islam yang menerapkan formalisasi Islam memiliki keistimewaan tersendiri. Label radikal yang dilekatkan pada umat Islam yang menginginkan formalisasi syariat Islam merupakan salah satu bentuk kesalahpahaman terhadap peta sosiologis masyarakat Indonesia.

Karena dalam kurun waktu yang lama, gerakan formalisasi syariat Islam dilakukan oleh beberapa pendiri bangsa dari berbagai ormas Islam. Historisitas Syariat Islam dalam Pemikiran Khalil Abd Al-Karim dan Pengaruhnya terhadap Reformasi Pemikiran Islam di Indonesia.

Peran Pesantren dalam Mencegah Gerakan Radikalisme di Kalimantan Barat

Diskursus Perkembangan Makna Radikalisme

Perkembangan makna ath-tharruf yang digunakan oleh bangsa Arab sejak masa pra-Islam dan saat ini cukup berbeda. Kata ath-tharruf pada masa pra-Islam sudah digunakan oleh bangsa Arab dan dapat ditelusuri melalui syair-syair yang digunakan pada masa itu. Pengambilan kosa kata melalui puisi karena puisi bahasa Arab memiliki catatan dan narasi sehingga keaslian maknanya dapat dipertahankan.

ﻭﺭﺣﻨ

ﺃﻭﺍﳋ

  • Radikalisme di Indonesia dan Kalimantan Barat
  • Pondok Pesantren: Antara Pendidikan Inklusif dan Kemunculan Gerakan Radikalisme Agama
  • Strategi Pondok Pesantren di Kalimantan Barat dalam Membendung Gerakan Radikalisme Agama
    • Pondok Pesantren Darul Khairat
    • Pondok Pesantren Makarim al-Akhlaq
    • Pondok Pesantren Darul Ulum
    • Pondok Pesantren Darussalam
  • Membaca Strategi Pondok Pesantren di Kalimantan Barat dalam Paradigma AGIL

Pesantren yang telah berkembang di Indonesia selama berabad-abad merupakan lembaga pendidikan yang memiliki ciri khas tersendiri. Namun salah satu pertanyaan besarnya adalah, mungkinkah radikalisme agama lahir dalam rahim pesantren? Berdasarkan pandangannya di atas, salah satu konsentrasi yang dipertahankan oleh Pondok Pesantren Darul Khairat adalah kurikulum pendidikan agama.

Pesantren Darul Ulum didirikan oleh salah satu keturunan ulama besar Makkah al-Mukarramah, yaitu K.H. Keberadaan perguruan tinggi di pesantren merupakan salah satu terobosan besar dalam sejarah pesantren di Kalimantan Barat. Dalam konteks peran fungsional pesantren dalam mencegah gerakan radikalisme agama, hal ini dapat dijelaskan dalam beberapa hal.

Pesantren Makarim al-Akhlaq, misalnya, memiliki tujuan yang lebih menekankan pada internalisasi nilai-nilai sufi. Pesantren Darul Ulum memiliki tujuan agar santri mampu menyerap nilai-nilai Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah. Strategi yang dilakukan pesantren di Kalimantan Barat untuk membendung arus radikalisme agama dapat diuraikan sebagai berikut.

Ketiga, pengenalan doktrin Ahlussunnah wal-Jamaah yang dianut oleh Pesantren Darul Ulum.

Tabel 1. Penerapan Strategi AGIL dalam Menangkal Radikalisme
Tabel 1. Penerapan Strategi AGIL dalam Menangkal Radikalisme

Gambar

Gambar 1. Etika Bisnis Islam Dalam Promosi Asuransi Takaful
Tabel 1. Hasil Uji Wilcoxon
Tabel 1. Penerapan Strategi AGIL dalam Menangkal Radikalisme

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian yang ditemukan peneliti bahwa Strategi Pendidik dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Santri di Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Kapuas