Metode penelitian adalah sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.Terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah , data, tujuan,dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional ,empiris,dan sitematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara–cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia,sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. Sistematis artinya proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Walaupun langkah- langkah penelitian antara metode kuantitatif, kualitatif dan R&D berbeda,tetapi semuanya sistematis.(Sugiyono, 2016:2)
Metode penelitian adalah operasional dari ilmu pengetahuan. Penelitian sendiri terwujud karena rasa ingin tahu seseorang atau kelompok. Selain itu penelitian terjadi karena tuntunan perkembangan zaman yang terus mengalami perkembangan.(Winarno, 2013:16)
Penelitian metode kualitatif adalah metode penelitian yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadapa suatu masalah dari pada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Metode penelitian ini lebih suka menggunakan teknik analisis mendalam , yaitu mengkaji masalah secara kasus perkasus karena metodologi kualitatif yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya.(Purwanto, 2010:25)
1
Penelitian metode kuantitatif adalah salah satu penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan struktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Metode ini dinamakan metode kuantitatif karena penelitian ini angka-angka dan analisis menggunakan statistic.(Dharma, 2008: 16)
B. Tempat Penelitian
Menurut suyinono (2013: 292) tempat penelitan merujuk pada area yang dipilih untuk menjalankan penelitian dalam rentang waktu tertentu. Tempat atau lokasi penelitian merujuk kepada lingkungan sosial yang menjadi fokus penelitian. Contohnya, dapat berupa perusahaan, institusi pemerintah, jalan, tempat tinggal, pasar dan tempat lainnya. Tempat penelitian ini adalah tempat dimana peneliti melakukan Praktek Laut (Prala), yaitu MV. Kalimantan Leader yang terhitung sejak tanggal 25 Agustus 2022 sampai dengan 23 Agustus 2023, dan dilanjutkan di Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang tehitung sejak tanggal 20 Oktober 2023 sampai dengan Bulan Mei 2024.
C. Sampel Sumber Data Penelitian/Informa
Dalam penelitian kualitatif yang bersifat eksplorasi dan ingin menemukan sesuatu yang baru dan arena permasalahan yang dibawa oleh peneliti masih bersifat sementara, maka teori yang digunakan dalam penyusunan proposal penelitian kualitatif juga masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan atau konteks sosial.(Sugiyono, 2020)
Menurut Sugiyono (2013:292), menjelaskan pengertian informan adalah individu yang memiliki pengetahuan luas atau data yang relevan tentang masalah atau objek yang sedang diteliti. Para informan diminta memberikan
informasi terkait objek penelitian tersebut. Informan harus secara sukarela bergabung dengan tim peneliti untuk memberikan perfektif orang dalam mengenai proses, nilai, dan sikap yang mendasari penelitian.
Pada penelitian ini ada dua jenis informan, yaitu informan utama dan informan pendukung. Informan utama adalah orang-orang yang memiliki kemampuan untuk memberikan informasi, meskipun tidak secara langsung telibat dalam interaksi sosial yang sedang diteliti. Informan pendukung dalam suatu penelitian adalah individu yang menyediakan informasi tambahan untuk melengkapi analisis dan pembahasan. Informasi yang diberikan oleh mereka seringkali tidak sama dengan yang diberikan oleh informan utama atau informan kunci.
Informan utama dalam penelitian ini yaitu Bapak Heri Budiarto Kepala Kamar Mesin di MV. Kalimantan Leader, Bapak Widodo selaku Masinis II di MV.
Kalimantan Leader dan Bapak Sofian selaku Masinis III di MV. Kalimantan Leader. Informan pendukung dalam penelitian ini adalah para taruna semester 8 Peogram Studi Teknika pasca Praktek Laut di Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang yang berjumlah 66 orang sebagai responden dari kuisoner dalam penelitian ini. 66 Taruna tersebut merupakan sampel penelitian yang diambil dari 66 Taruna Semester 8 Program Studi Teknika pasca Praktek Laut di Politeknik Ikmu Pelayaran Semarang berdasarkan perhitungan menggunakan rumus slovin.
Menurut Nalendra et al (2021: 27), Slovin adalah sebuah rumus atau formula untuk menghitung jumlah sampel minimal apabila perilaku dari sebuah populasi tidak diketaui secara pasti. Berikut adalah perhitungan sampel dalam penelitian ini:
n= N 1+ N ( e )
2n= 66
1+66 (0,1)
2n= 66
1,0066
n= 65,5672≈ 65 orang Keterangan:
n : Jumlah Sampel N : Jumlah Populasi
e : persentase kesalahan yang ditolerir (0,1%)
Alasan peneliti memilih para informan tersebut dikarenakan mereka dapat memberikan keterangan atau informasi yang dibutuhkan dalam penelitian tentang strategi optimalisasi kinerja DG di kapal MV. Kartini Samudra.
D. Teknik Pengumpulan Data
Sugiyono (2013: 224) mengemukakan bahwa teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian , karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tampa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang diterapkan terdiri dari:
1. Observasi
Gunawan (2013: 143) menyatakan bahwa tujuan observasi adalah mengerti ciri-ciri dan luasnya signifikan dari interelasinya elemen-elemen tingkah laku manusia pada fenomena sosial serba kompleks dalam pola-pola kultur tertentu.
Peneliti melakukan pengamatan terhadap aktivitas di ruang mesin yang menjadi strategi optimalisasi kinerja Pompa Bahan Bakar di kapal MV. Kalimantan Leader agar Pompa bekerja dengan optimal.
2. Wawancara
Menurut Gunawan (2013: 160), wawancara pada penelitian kualitatif memiliki sedikit perbedaan dibandingkan dengan wawancara lainnya, seperti wawancara pada penerimaan pegawai baru dan penerimaan mahasiswa baru.
Wawancara pada penelitian kualitatif merupakan pembicaraan yang mempunyai tujuan dan didahului beberapa pertanyaan informan. Wawancara penelitian lebih dari sekedar percakapan dan berkisar dari informal ke formal.. Menurut (Sugiyono, 2013: 233), wawancara dibagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:
a. Wawancara terstruktur
Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi yang akan diperbolehkan. Dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrument berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternative jawabannya pun telah disiapkan.
b. Wawancara Semiterstruktur
Wawancara semiterstruktur dalam pelaksanaannya lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur . Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk memungkinkan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diwawancarai diminta pendapat dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh informan.
c. Wawancara tidak terstruktur
Wawancara tidak struktur adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistemastis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Dalam wawancara ini, peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden.
Jenis wawancara yang dipilih adalah wawancara Semistruktur. Pendekatan yang belum sepenuhnya terstruktur dan menitikberatkan pada pertanyaan yang bersifat terbuka. Peneliti melakukan wawancara dengan tiga narasumber yang memiliki relevansi dengan topik penelitian ini, yakni:
1) Bapak Heri Budiarto, yang menjabat sebagai Kepala Kamar Mesin di MV.
Kalimantan Leader.
2) Bapak Widodo, yang menjabat sebagai Masinis II di MV. Kalimantan Leader.
3) Bapak Sofian, yang menjabat sebagai masinis III di MV. Kalimantan Leader.
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau katya-karya dari seseorang. Studi dokumen merupakan pelengkap dari pengginaan observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.
Metode dokumen pada mulanya jarang diperhatikan dalam penelitian kualitatif, namun pada masa kini teknik dokumen menjadi salah satu bagian yang penting dan tak terpisahkan dalam penelotoan kualitatif. Hal ini disebabkan adanya kesadaran dan pemahaman baru yang berkembang di para peneliti bahwa banyak sekali data tersimpan dalam bentuk dokumen.
Dokumen menjadi peranan sangat signifikan, hal ini bertujuan untuk memastikan keakuratan dan keabsahan informasi yang dibutuhkan, dengan cara mendokumentasikan data yang relevan dalam kontek penelitian. Dokumentasi mencakup foto-foto terkait strategi optimalisasi kinerja Pompa Bahan Bakar di kapal MV. Kalimantan Leader.
4. Kuesioner
Menurut Sugiyono(2017: 199), kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.
Dengan kata lain, kuesioner menjadi salah satu alat yang digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh data secara sistematis dan efisien. Dalam penelitian ini, kuesioner berfungsi untuk mencari tanggapan dan informasi untuk kemudian dianalisa menggunakan pendekatan analisis SWOT dan SmartPLS guna menemukan jawaban terkait strategi optimalisasi Pompa Bahan Bakar di kapal MV. Kalimantan Leade
E. Instrumen Penelitian
Menurut sugiyono (2016: 305), seorang peneliti menjadi alat untuk merekam informasi selama berlangsungnya penelitian. Peneliti langsung terjun ke lapangan untuk mencari serta mengkumpulkan data yang diperlukan pada penelitian. Instrumen yang digunakan adalah daftar wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh data tentang strategi optimalisasi kinerja Pompa Bahan Bakar di kapal MV. Kalimantan Leader.
1. Instrumen wawancara
Terdapat tiga hal pokok yang digunakan peneliti sebagai instrument wawancara, antara lain:
a. Pertanyaan tentang faktor yang menyebabkan ketidakoptimalan kinerja pompa booster pada mesin induk..
b. Pernyataan tentang dampak terhadap ketidakoptimalan kinerja pompa booster pada mesin induk.
c. Pernyataan tentang upaya optimalisasi kinerja pompa booster pada mesin induk.
2. Instrumen Observasi
Terdapat tiga hal penting yang menjadi perhatian dalam observasi, antara lain:
a. Observasi terkait faktor yang mempengaruhi ketidakoptimalan kinerja pompa booster pada mesin induk.
b. Observasi terkait dampak ketidakoptimalan kinerja pompa booster pada mesin induk.
c. Observasi terkait upaya optimalisasi kinerja pompa booster pada mesin induk.
3. Instrumen Dokumentasi
Terdapat beberapa dokumentasi yang menjadi perhatian dalam penelitian ini, antara lain:
a. Foto terkait ketidakoptimalan kinerja pompa booster pada mesin induk.
b. Foto terkait dampak terhadap ketidakoptimalan kinerja pompa booster pada mesin induk.
c. Foto terkait upaya optimalisasi kinerja pompa booster pada mesin induk.
4. Instrumen Kuesioner
Menurut Sugiyono (2022:142), Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden. Di dalam kuesioner mengandung beberapa pertanyaan yang sesuai dengan variable dan harus dijawab oleh responden. Penyebaran kuesioner ini nantinya akan menggunakan google form
dikarenakan masih terdapat beberapa Angkatan yang melaksanakan pembelajaran secara daring.
Dalam penelitian ini, intrumen kuesioner menggunakan Skala Likert.
Menurut Sugiyono (2021,146), Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan perepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomenal sosial. Dengan Skala Likert, maka variable yang akan diukur akan dijabarkan menjadi indicator variable. Kemudian indicator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item intrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.Bentuk skala ini adalah sangat senang (SS), senang (S), netral (N), tidak senang (TS) dan sangat tidak senang (STS). Bentuk lain adalah sanagt setuju (SS), Setuju (S), netral (N), tidak setuju (TS) dan sangat tidak setuju (STS). Terdapat juga piluhan jawaban untuk skala ini adalah selalu,sering,kadang-kadang,jarang,tidak pernah. Skor untuk skala ini sesuai dengan jumlah pilihan jawaban. Pilihan jawaban diatas diberi skor 1(STS atau tidak pernag) sampai dengan 5 (SS atau selalu). Jika pernyataan positif jawaban SS atau selalu diberi skor 5 demikian seterusnya sampai pilihan jawaban TS atau tdak pernah diberi skor 1. Jika pernyataan negatif jawaban SS atau selalu diberi skor 1 demikian seterusnya sampai pilihan jawaban TS atau tidak pernah diberi skor 5. Terdapat beberapa pernyataan yang menjadi perhatian dalam kuesioner penelitian ini,antara lain:
1. Bobot SWOT
1 = Sangat Tidak Setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Setuju, 4 = Sangat Setuju Tabel 3.1 Variabel Kuesioner SWOT
No Indikator Strength (Kekuatan) Skala
1 Perawatan pompa bahan bakar bakar secara rutin. Interval (1-4)
2 Pengoperasian sesuai SOP. Interval (1-4) 3 Ketersediaan spare part mesin. Interval (1-4) 4 Kerja sama antar kru dengan baik. Interval (1-4)
No Indikator Weakness (Kelemahan) Skala
1 Biaya perawatan dan penggantian tinggi. Interval (1-4) 2 Sensitivitas terhadap kontaminasi bahan bakar.
Interval (1-4) 3 Kualitas bahan bakar yang kotor.
Interval (1-4) 4 Perawatan pompa yang melebihi jam kerja.
Interval (1-4)
No Indikator Opportunity (Peluang) Skala
1 Penyediaan spare part pada pompa booster.
Interval (1-4) 2 Respon cepat dalam penanganan masalah.
Interval (1-4) 3 Kualitas bahan bakar yang sesuai.
Interval (1-4) 4 Ketersediaan spare part yang baik.
Interval (1-4)
No Indikator Threats (Ancaman) Skala
1 Pihak bunker yang mensuplai bahan bakar.
Interval (1-4)
2
Kualitas spare part yang dikirim berbeda
spesifikasi. Interval (1-4)
3 Operasional kapal yang sangat padat. Interval (1-4)
4 Kurang pengawasan dari pihak perusahaan. Interval (1-4)
2. Bobot SmartPLS
1 = Sangat Tidak Setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Ragu-ragu, 4 = Setuju, 5 = Sangat setuju
Tabel 3.2 Variabel Kuesioner SmartPLS
Variable Indikator Skala
Perawatan (X
1) Pemeriksaan tahanan isolasi pada motor listrik.
1-5 Pemeriksaan kebocoran pada pipa. 1-5 Pemeriksaan pada motor pompa secara
continue.
1-5 Pembersihan filter bahan bakar. 1-5 Suku cadang
(X
2)
Tersedianya mechanical seal,bearing pada pompa.
1-5 Tersedianya spare poros pompa. 1-5 Tersedianya spare roda gigi pompa. 1-5 Tersedianya bush pada poros pompa. 1-5 Perbaikan (X
3) Pergantian roda gigi tidak presisi. 1-5 Pergantian mechanical seal kebocoran 1-5 Melakukan pergantian bearing jika pompa bergetar tidak normal dan mengeluarkan suara bising.
1-5
Pengaturan kalibrasi poros pompa dan motor listrik.
1-5 Kinerja Pompa
Bahan Bakar (Y
1)
Tekanan Discharge harus stabil pada 2,8 bar.
1-5 Tegangan yang dihasilkan pompa 440 V. 1-5 Viskositan bahan bakar yang masuk ke
pompa pada viskositas 25.8 Cst.
1-5
Rate pompa booster sebesar 1.5 m ³/h 1-5 Kinerja Mesin
induk (Y
2)
Mesin induk bekerja dengan RPM 175. 1-5 Suhu gas buang pada mesin induk di
280 ℃ .
1-5 Tekanan injector yang bekerja pada mesin
induk 320 bar.
1-5 Putaran turbo charge M/E 11.000 RPM pada mesin yang bekerja dengan RPM 175.
1-5
F. Teknik Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan metode PLS (Partial Least Square) menggunakan software SmartPLS. SEM memiliki tingkat fleksibilitas lebih tinggi pada penelitian antara teori dan data, serta dapat melakukan analisis jalur (path) dengan variable latern yang sering digunakan oleh peneliti yang berfokus pada ilmu sosial. Data tidak harus berdistribusi normal, sampel tidak harus besar (Gozali,2012). Teknik Analisis data kuantitatif ini menggunakan metode SEM-PLS dengan menggunakan beberapa uji, antara lain:
1. Uji Pengukuran (Outer Model)
Pada pengujian ini digunakan untuk menilai sah atau tidak sahnya kuesioner. Pengujian ini diterapkan di seluruh item pertanyaan pada setiap variable. Terdapat beberapa tahap pengujian yang dilakukan yaitu melalui uji validitas konvergen dan validitas diskriminan.
a. Validitas Konvergen
Pengukuran konvergen ini menunjukkan setiap item pertanyaan
mengukur kesamaan dimensi variabel. Oleh karena itu item
pertanyaan ini mempunyai tingkat signifikan tinggi, Validitas konvergen dapat terpenuhi pada setiap variabel yang memiliki nilai AVE diatas 0,5 (Gozali,2012).
b. Validitas Diskriminan
Pengujian ini menjelaskan apakah dua variabel berbeda satu sama lain.
Validitas diskriminan dapat terpenuhi jika nilai korelasi variabel itu lebih besar dibandingkan dengan korelasi seluruh variabel lainnya.
Selain itu cara lain untuk memenuhi validitas diskriminan dapat dilihat pada nilai cross loading.Jika nilai cross loading setiap item lebih besar dari nilai korelasi pernyataan ke variabel lainnya (Gozali,2012).
2. Uji Reabilitas
Pengujian reabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi alat ukur dalam mengukur suatu konsep dalam kuesioner atau instrument penelitian.
Untuk menguji reabilitas dapat dilakukan melalui composite reability, suatu variabel dikatakan reliabel ketika memiliki nilai composite reliability (Gozali,2012)
3. Uji Struktural Model (Inner Model)
Inner model menggambarkan hubungan antara variabel laten berdasarkan
pada teori subtantif. Model struktural dengan menggunakan R-square
untuk variabel dependen. Dalam menilai model dengan PLS dapat melihat
R-square disetiap variabel dependen, perubahan nilai R-square digunakan
untuk menilai pengaruh variabel independen terhadap variabel laten
dependen mempunyai pengaruh subtansif (Gozali, 2012). Selain model R-
square, model Partial Least Square (PLS) dapat dievaluasi dengan melihat Q-square prediktif untuk model onstruktif.
a. Faktor Internal dan Eksternal Analisis SWOT
Menurut Kusbandono (2019), untuk merumuskan strategi yang efektif, diperlukan analisis mendasar yang mencakup faktor internal dan eksternal, yang dapat dilakukan melalui analisis SWOT sebagai berikut :
Tabel 3.3 Faktor Internal Strength
(Kekuatan)
Weakness (Kelemahan) 1. Perawatan pompa bahan
bakar bakar secara rutin 2. Pengoeprasian sesuai SOP 3. Ketersediaan spare part
mesin
4. Kerja sama antar kru dengan baik
1. Biaya perawatan dan penggantian tinggi 2. Sensitivitas terhadap
kontaminasi bahan bakar
3. Kualitas bahan bakar yang kotor
4. Perawatan pompa yang melebihi jam kerja
Tabel 3.4 Faktor Eksternal Opportunity
(Peluang)
Threats (Ancaman) 1. Penyediaan spare part
pada pompa booster 2. Respon cepat dalam
penanganan masalah 3. Kualitas bahan bakar
1. Pihak bunker yang mensuplai bahan bakar
2. Kualitas spare part yang
dikirim berbeda spesifikasi
3. Operasional kapal yang
yang sesuai
4. Ketersediaan spare part yang baik
sangat padat
4. Kurang pengawasan dari pihak perusahaan
Kita perlu mengidentifikasi faktor-faktor internal (IFE) yang membantu dengan kekuatan dan menghambat dengan kekurangan.
Proses berikut ini digunakan untuk mengidentifikasi peluang dan bahaya di lingkungan eksternal (EFE):
1. Masukkan setiap faktor ke dalam kolom yang sesuai.
2. Terapkan regresi untuk setiap faktor pada kolom kedua, mulai dari 1,0 (sangat signifikan) hingga 0,0 (tidak signifikan). Faktor-faktor ini memiliki potensi untuk mempengaruhi strategi.
Penilaian untuk setiap faktor di kolom empat didasarkan pada
dampaknya terhadap kondisi perusahaan. Berikan nilai pada skala 1
(buruk) hingga 4 (sangat baik). Nilai faktor peluang adalah positif
(misalnya, +4 untuk peluang yang besar, +1 untuk peluang yang kecil),
sedangkan nilai faktor ancaman adalah negatif (misalnya, 1 untuk
ancaman kecil, 4 untuk ancaman besar). Kalikan bobot pada kolom
kedua dengan peringkat pada kolom ketiga untuk mendapatkan bobot
faktor pada kolom keempat. Hasilnya berupa skor untuk setiap faktor,
mulai dari 4,0 (sangat baik) hingga 1,0 (buruk). Total skor bobot
perusahaan diperhitungkan dengan menambahkan semua nilai bobot
(terletak dalam kolom keempat). Angka keseluruhan ini mencerminkan respons perusahaan terhadap faktor-faktor strategis dari lingkungan eksternalnya. Total tersebut berguna untuk membandingkan kinerja perusahaan dengan pesaing lain di dalam industri yang sama.
2. Mendukung 1. Mendukung strategi turn- strategi agresif arround
3. Mendukung 2. Mendukung strategi strategi defensive diversifikasi
Gambar 3.2 Diagram SWOT (Sumber: Primadona & Rafiqi, 2019) 1. Kuadran I
BERBAGAI PELUANG
KEKUATAN INTERNAL KELEMAHAN
INTERNAL
BERBAGAI ANCAMAN
Situasi ini menguntungkan karena perusahaan memiliki peluang dan kekuatan internal yang memungkinkannya untuk memanfaatkan peluang tersebut. Strategi yang cocok adalah menerapkan kebijakan pertumbuhan yang agresif.
2. Kuadran II
Meskipun dihadapi dengan ancaman, perusahaan tetap memiliki kekuatan internal yang signifikan. Strategi yang tepat adalah menggunakan kekuatan tersebut untuk mengambil peluang jangka panjang melalui diversifikasi.
3. Kuadran III
Perusahaan memiliki peluang pasar yang besar tetapi juga menghadapi kendala atau kelemahan internal. Rekomendasi strategi adalah untuk mengubah pendekatan strategis dengan memperbarui strategi yang ada agar lebih responsif terhadap peluang dan meningkatkan kinerja organisasi.
4. Kuadran IV
Situasi ini sangat tidak menguntungkan karena perusahaan dihadapkan pada ancaman besar dan kelemahan internal. Strategi yang dianjurkan adalah melakukan tindakan penyelamatan untuk menghindari kerugian lebih lanjut.
a. Hasil Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal dan bobot dari tiap-tiap indikator yaitu sebagai berikut :
Tabel 3.5 Faktor Internal
No Unsur SWOT Bobo t 1 Kekuatan (Strenght)
Perawatan pompa bahan bakar bakar secara rutin
1
Pengoeprasian sesuai SOP 2
Ketersediaan spare part mesin 3
Kerja sama antar kru dengan baik 4
2 Kelemahan (Weakness)
Biaya perawatan dan penggantian tinggi -1
Sensitivitas terhadap kontaminasi bahan bakar -2
Kualitas bahan bakar yang kotor -3
Perawatan pompa yang melebihi jam kerja -4
Tabel 3.6 Faktor Eksternal
No Unsur SWOT Bobo
t 1 Peluang (Opportunitiies)
Penyediaan spare part pada pompa booster 1
Respon cepat dalam penanganan masalah 2
Kualitas bahan bakar yang sesuai 3
Ketersediaan spare part yang baik 4
2 Ancaman (Threats)
Pihak bunker yang mensuplai bahan bakar -1
Kualitas spare part yang dikirim berbeda spesifikasi -2
Operasional kapal yang sangat padat -3
Kurang pengawasan dari pihak perusahaan -4
Tabel 3.7 Matriks SWOT
Matriks SWOT terdiri dari delapan bagian: dua kotak paling kiri mewakili faktor eksternal (peluang dan ancaman), dua kotak teratas menggambarkan faktor internal (kekuatan dan kelemahan), dan empat kotak sisanya menggambarkan pertimbangan strategis yang dihasilkan dari persimpangan faktor internal dan eksternal. Menurut Purnomo dan Zulkieflimansyah (1999), hasil analisis SWOT menghasilkan empat alternatif strategi: strategi SO (Strengths-Opportunities), WO (Weaknesses-Opportunities), ST (Strengths- Threats), dan WT (Weaknesses-Threats). Seperti gambar diatas.
IFAS/SW IFAS/SW
Kekuatan (S)
Mengidentifikasi dan menentukan faktor- faktor yang merupakan kekuatan internal
Kelemahan (W) Menentukan faktor- faktor yang merupakan kelemahan internal Peluang (O)
Menentukan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang merupakan peluang eksternal
Strategi SO
Menghasilkan strategi yang menggunakan kekuatan untuk
memanfaatkan peluang
Strategi WO
Menghasilkan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan sebuah peluang
Ancaman (T) Menentukan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang merupakan ancaman eksternal
Srategi ST
Menghasilkan sebuah strategi yang
menggunakan kekuatan untuk mengatasi sebuah ancaman
Strategi WT
Menghasilkan strategi meminimalkan
kelemahan dan
menghindari ancaman
Strategi alternatif, yaitu Strategi SO, WO, ST, dan WT, adalah hasil yang berasal dari matriks analisis SWOT. Analisis matriks SWOT biasanya menghasilkan setidaknya empat strategi. Menurut Rangkuti (2009), strategi- strategi tersebut diuraikan sebagai berikut:
1. Strategi SO: Strategi ini melibatkan pemanfaatan semua kekuatan untuk memanfaatkan peluang paling signifikan.
2. Strategi ST: Ini berfokus pada pemanfaatan kekuatan yang ada untuk mengurangi ancaman.
3. Strategi WO: Strategi ini memerlukan pemanfaatan peluang yang tersedia sambil mengatasi dan meminimalkan kelemahan yang ada.
4. Strategi WT: Strategi ini berkisar pada usaha bisnis yang bertujuan
mengurangi kelemahan dan menghindari ancaman
Tabel 3.8 Alternatif strategi SWOT SO Strategi
1.
Komunikasi yang baik dari kru mesin dengan perusahaan terkait perawatan pompa
2.Kesigapan oleh perwira mesin
dalam mengatasi masalah diatas kapal.
3.
Kedisiplinan perwira mesin dalam melaksanakan PMS.
WO Strategi
1. Optimalisasi perawatan mesin pada saat kapal berlabuh
2. Peningkatan PMS (Plan Maintenance System)
3. Perbaikan kualitas pompa
ST Strategi
1.
Pemberian jadwal perencanaan perawatan dan pengecekan pada pompa booster.
2.
Mencantumkan secara detail spesifikasi spare part saat request spare part kepada perusahaan.
3.
Peningkatan system
pemantauan untuk memantau kinerja mesin dan kondisi kapal.
WT Strategi
1. Penyediaan spare part sesuai dengan spesifikasi.
2. Pelaksanaan safety meeting untuk semua crew kapal.
3. Peningkatan pengawasan dan
kedisiplinan kru mesin pada saat
dinas jaga kapal