• Tidak ada hasil yang ditemukan

cara membuat jamu kunyit putih - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "cara membuat jamu kunyit putih - Spada UNS"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM PRAKARYA

“JAMU KUNYIT PUTIH”

Disusun oleh :

1. Aulia Ageng Pangesti (K3317013)

2. Hanimah (K3317035)

3. Rahma Fitri Anisa (K3317059) 4. Rahmad Agung Santoso (K3316053)

KELAS A PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA 2020

(2)

DAFTAR ISI...2

BAB I PENDAHULUAN...3

A. TANAMAN KUNYIT PUTIH...3

B. PANEN DAN PENGOLAHAN...4

C. SERBA-SERBI KUNYIT PUTIH...5

BAB II ALAT DAN BAHAN...7

A. Bahan...7

B. Alat...7

BAB III CARA MEMBUAT JAMU KUNYIT PUTIH...9

CARA KERJA...9

BAGAN KERJA...11

BAB IV ANALISIS USAHA JAMU KUNYIT PUTIH...12

A. Pemasukan...12

B. Pembelian Peralatan...12

C. Pengeluaran...13

D. Keuntungan...13

E. PRODUK...14

F. LABEL PRODUK...14

DAFTAR PUSTAKA...15

(3)

BAB I PENDAHULUAN A. TANAMAN KUNYIT PUTIH

1. Daerah Penyebaran

Kunyit putih atau sering juga disebut dengan Curcuma zedoaria merupakan jenis tanaman yang hampir semua bagiannya bisa digunakan untuk obat, seperti akar, minyak dan daunnya.

Tanaman ini adalah asli dari India dan Indonesia, namun juga telah dibudidayakan di Eropa, Amerika Serikat, dan berbagai wilayah Asia lainnya. Tanaman ini banyak dijumpai di beberapa negara seperti Bangladesh, Sri Lanka, India, Tiongkok, Jepang, Brazil, Nepal, dan Thailand.

Sementara menurut Hong, tumbuhan ini berasal dari Himalaya, India, dan terutama tersebar di negara-negara Asia meliputi China, Vietnam, dan Jepang. Curcuma zedoaria tumbuh liar di Sumatra (Gunung Dempo), hutan jati Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah di ketinggian sampai 1000 dpl. Tanaman ini juga mengandung minyak esensial, pati, dan curcumin. Minyak esensial dari kunyit putih dipercaya dapat mengurangi dampak dari radikal bebas tertentu. Di India, tanaman ini digunakan secara tradisional untuk pengobatan nyeri menstruasi, maag, muntah, dan kanker.

2. Jenis Kunyit

a) Kunyit Putih/Kunyit Kuning

Nama latin kunyit putih adalah Curcuma zedoaria. Kunyit putih termasuk sebagai tanaman obat yang paling sering dijumpai dan ditanam di rumah. Beberapa orang mengenal kunyit putih sebagai kunyit kuning, sementara kebanyakan masyarakat Jawa mengenalnya dengan nama Temu Putih. Manfaat kunyit putih kebanyakan berkaitan dengan masalah pencernaan seperti disentri dan perut mulas.

b) Kunyit Merah

Kunyit merah memiliki warna jingga yang lebih pekat sementara temu putih lebih

(4)

c) Kunyit Hitam

Kunyit hitam mungkin merupakan jenis yang paling sulit ditemukan di Indonesia.

Budidaya kunyit jenis ini termasuk langka, dan apabila dapat dijumpai, harga jualnya cukup mahal. Salah satu manfaat kunyit hitam adalah untuk mengobati penyakit kista dan memperlambat kerutan pada wajah.

3. Kandungan Gizi

Kunyit putih mengandung minyak atsiri, tanin, gula dan damar. Kandungan kunyit putih yang sangat penting adalah pigmen kurkuminoid yang berwarna orange. Pigmen ini merupakan campuran dari tiga komponen analog yaitu kurkumin, demetoksi kurkumin, dan bisdemetoksi kurkumin. Kunir putih mengandung antioksidan berupa kurkuminoid sebanyak 132 ppm. Selain itu, kunyit putih juga mengandung energi 349 kal, air 13,10 gram, protein 6,30 gram, lemak 5,10 gram, total karbohidrat 69,40 gram, serat kasar 2,6 gram, Kalsium 0,15 mg, Fosfor 0,28 mg, Natrium 0,03 mg, Kalium 3,30 mg, Besi (mg) 18,60 mg, Thiamin (mg) 0,03 mg,dan Riblovlavin 0,05 mg.

B. PANEN DAN PENGOLAHAN 1. Tanda Siap Panen

Kunyit memerlukan 8 hingga 18 bulan dalam satu periode panen. Namun, masa pemanenan kunyit terbaik berada pada bulan ke 11 dan 12. Hal ini dapat diperhatikan dengan layu atau jatuhnya daun kedua yang berada di tanaman. Selain itu, dapat dilihat dengan cara melihat batang yang sebelumnya berwarna hijau kini menjadi warna kuning.

2. Cara Panen

Cara memanen kunyit tidak terlalu sulit, pemanenan dapat menggunakan garpu untuk skala kecil dan cangkul untuk skala besar. Sebelum memanen, sebaiknya membongkar daun serta batang yang terdapat di kunyit terlebih dahulu, kemudian setelah mencabutnya, membersihkan tanah yang berada di kunyit dengan hati-hati kemudian memindahkan ke tempat yang aman. Dalam satu kali panen, biasanya satu rimpang kunyit mencapai 0,71 kg.

(5)

3. Keuntungan Pengolahan Kunyit Putih

 Meningkatkan nilai ekonomi

 Menciptakan peluang usaha

 Mendukung program penganekaragaman pangan

 Mendapatkan penghasilan tambahan

 Menyelamatkan kelebihan produksi saat panen raya di daerah sentra produksi kunyit putih

C. SERBA-SERBI KUNYIT PUTIH 1. Manfaat Kunyit Putih

a. Antimikroba dan antijamur

Kunyit putih menunjukkan aktivitas antimikroba dan antijamur yang ampuh.

Penelitian telah membuktikan bahwa ekstrak kunyit putih dapat melawan beberapa spesies bakteri yang dapat menyebabkan penyakit, seperti E. coli penyebab banyak gangguan pencernaan seperti diare dan keracunan makanan, serta dan Staphylococcus aureus penyebab bisul, impetigo, selulitis, sepsis, dan osteomielitis. Ekstrak kunyit putih juga dapat melawan infeksi jamur Candida dan Aspergillus. Kunyit putih juga dapat mengurangi jumlah bakteri jahat di mulut dengan hasil yang setara produk obat kumur di pasaran.

b. Obat alergi alami

Kunyit putih mengandung senyawa curcuminoids yang bermanfaat sebagai anti- alergi dan terbukti dapat mengatasi gejala reaksi alergi pada kulit. Kunyit ini bekerja layaknya antihistamin untuk menghambat aktivitas protein penyebab peradangan dan mencegah pelepasan histamin, zat kimia yang memicu reaksi alergi.

(6)

c. Anti kanker

Kunyit putih diyakini dapat menghambat metastasis kanker atau penyebaran kanker dari suatu organ ke organ tubuh lain. Tapi, keefektifannya untuk mengatasi kanker masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

d. Menjaga kesehatan pencernaan

Selama ribuan tahun, kunyit putih telah digunakan untuk mengobati masalah pencernaan. Minyak esensial kunyit pucat ini dilaporkan bermanfaat dalam pengobatan kolik, kejang otot, penurunan nafsu makan, cacingan, perut kembung, jarang buang air besar, dan lidah yang terasa pahit. Ini juga merupakan bantuan alami dalam mencegah peradangan usus akibat stres.

e. Penawar racun gigitan ular

Kunyit putih juga bisa menjadi penawar racun gigitan ular karena ekstraknya bekerja menghambat aktivitas bisa ular.

f. Penghilang rasa sakit

Kunyit bersifat analgesik yang lebih baik daripada aspirin karena mengandung senyawa alami yang dapat membantu menghilangkan rasa sakit. Rempah asli Indonesia ini digunakan sejak zaman nenek moyang kita untuk mengobati penyakit radang usus (ulcerative colitis). Ini juga digunakan untuk melindungi paru-paru pasien asma dengan menekan peradangan di bronkus yang dapat menyebabkan penyempitan saluran udara selama terapi jangka pendek.

2. Aspek Sosial Ekonomi

a. Petani jambu biji belum semuanya mengenal cara memanfaatkan kunyit putih menjadi bentuk olahan jamu yang dapat menghasilkan keuntungan ganda.

b. Jika teknologi pembuatan jamu kunyit putih dapat diterima dan dilaksankan masyarakat, maka diharapkan mereka dapat meningkatkan kesejahteraannya.

(7)

BAB II

ALAT DAN BAHAN

Dalam kegiatan membuat produk atau memproduksi sesuatu, hal pertama yang dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Peralatan dan bahan yang digunakan dalam pembuatan telur asin antara lain :

A. Bahan

Kunyit putih 5 kg

Daun pandan 40 batang

Daun sereh 40 batang

Gulapasir 10 kg

B. Alat

(8)

a.Pisau & talenan 1 buah

(9)

b. Parutan 1 buah

c. Baskom 1 buah

d. Plastik Secukupnya

e. Adukan 1 buah

f. Kompor 1 buah

g. Ayakan 1 buah

h. Wajan 1 buah

(10)

BAB III

CARA MEMBUAT JAMU KUNYIT PUTIH

CARA KERJA A. Pemarutan

Bahan yang digunakan berupa kunirputih di kupas hingga bersih, kemudian diparut sampai halus. Pemarutan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin.

Sementara cengkih dicuci dan kemudian ditumbuk hingga halus.

B. Pemerasan

Kunirt putih yang telah diparut kemudian diperas dan dicampur dengan air perasan jeruk nipis. Kemudian ditambahkan cengkih yang telah ditumbuk halus. Dicampur rata dan selanjutnya campuran tersebut disaring kembali hingga diperoleh sari kunir, jeruk nipis, dan cengkih.

C. Penambahan Gula dan Garam

Ke dalam sari kunir putih, jeruk nipis, dan cengkih hasil penyaringan tersebut ditambahkan gula pasir (sebanyak setengah dari volume) serta garam. Kemudian diaduk- aduk hingga seluruh gula pasir dan garam yang dicampurkan dapat terlarut sempurna.

D. Pemasakan

Setelah tercampur rata, sari kunir putih tersebut dimasak dalam wajan dengan api sedang. Dalam pemasakan ini perlu diperhatikan agar wajan yang digunakan harus dalam kondisi yang benar-benar bersih dan terbebas dari segala kotoran khususnya minyak. Adanya minyak sisa gorengan akan menyebabkan kegagalan proses pembuatan kunyit instan.

(11)

mengupas kunir putih, kemudian diparut sampai halus, dan mencuci cengkih kemudian mneumbuk cengkih hingga haluskunir putih yang telah diparut kemudian diperas dan mencampurkannya dengan perasan jeruk nipismenambahkannya dengan cengkih yang telah ditumbuk tadi, dan dicampur menjadi satu, kemudian disaring hingga diperoleh sarinyamenambahkan gula dan garam ke dalam sari tersebut, dan diaduk hingga rata. Sari kunir putih tersebut dimasak dalam wajan dengan api sedang serta dengan pengadukanJika adonan sudah kental maka ditambahkan setengah volume gula pasir yang masih tersisa dan terus dilakukan pengadukan.Pemasakan dan pengadukan terus dilakukan hingga adonan mengental dan terbentuk serbuk atau bubukDalam keadaan masih panas, serbuk yang terbentuk harus dihancurkan/dihaluskan menggunakan pengaduk hingga menjadi serbuk yang lembut. Penghancuran yang dilakukan dalam keadaan dingin, akan sulit dilakukan mengingat serbuk tersebut telah mengeras. Selanjutnya diangkat dari wajan dan didinginkan.Serbuk yang telah dihancurkan, kemudian diayak hingga diperoleh kunir putih instan yang benar-benar lembut. Untuk serbuk yang belum lolos ayakan, dapat dihancurkan lagiSerbuk yang telah dihancurkan, kemudian diayak hingga diperoleh kunir putih instan yang benar-benar lembut. Untuk serbuk yang belum lolos ayakan, dapat dihancurkan lagi

Selama pemasakan, pengadukan harus terus dilakukan untuk menghindari penggumpalan atau penghangusan. Pemasakan terus dilakukan hingga terbentuk adonan yang

kental dan berkesan berminyak E. Penambahan Gula

Jika adonan sudah kental maka ditambahkan setengah volume gula pasir yang masih tersisa dan terus dilakukan pengadukan. Pemasakan dan pengadukan terus dilakukan hingga adonan mengental dan terbentuk serbuk atau bubuk. Dalam keadaan masih panas, serbuk yang terbentuk harus dihancurkan/dihaluskan menggunakan pengaduk hingga menjadi serbuk yang lembut. Penghancuran yang dilakukan dalam keadaan dingin, akan sulit dilakukan mengingat serbuk tersebut telah mengeras. Selanjutnya diangkat dari wajan dan didinginkan.

F. Pengayaan

Serbuk yang telah dihancurkan, kemudian diayak hingga diperoleh kunir putih instan yang benar-benar lembut. Untuk serbuk yang belum lolos ayakan, dapat dihancurkan lagi.

Kunyit instan hasil pengayaan tersebut kemudian segera dikemas dalam kantong plastik ataupun toples. Bisa juga dikemas dalam bentuk siap diminum.

BAGAN KERJA

11

(12)

mengupas kunir putih, kemudian diparut sampai halus, dan mencuci cengkih kemudian mneumbuk cengkih hingga haluskunir putih yang telah diparut kemudian diperas dan mencampurkannya dengan perasan jeruk nipismenambahkannya dengan cengkih yang telah ditumbuk tadi, dan dicampur menjadi satu, kemudian disaring hingga diperoleh sarinyamenambahkan gula dan garam ke dalam sari tersebut, dan diaduk hingga rata. Sari kunir putih tersebut dimasak dalam wajan dengan api sedang serta dengan pengadukanJika adonan sudah kental maka ditambahkan setengah volume gula pasir yang masih tersisa dan terus dilakukan pengadukan.Pemasakan dan pengadukan terus dilakukan hingga adonan mengental dan terbentuk serbuk atau bubukDalam keadaan masih panas, serbuk yang terbentuk harus dihancurkan/dihaluskan menggunakan pengaduk hingga menjadi serbuk yang lembut. Penghancuran yang dilakukan dalam keadaan dingin, akan sulit dilakukan mengingat serbuk tersebut telah mengeras. Selanjutnya diangkat dari wajan dan didinginkan.Serbuk yang telah dihancurkan, kemudian diayak hingga diperoleh kunir putih instan yang benar-benar lembut. Untuk serbuk yang belum lolos ayakan, dapat dihancurkan lagiSerbuk yang telah dihancurkan, kemudian diayak hingga diperoleh kunir putih instan yang benar-benar lembut. Untuk serbuk yang belum lolos ayakan, dapat dihancurkan lagi

12

(13)

BAB IV

ANALISIS USAHA JAMU KUNYIT PUTIH

Rencana usaha pembuatan jamu kunyit putih dapat kita ambil contoh sebagai berikut :

Nama produk : Jamu Kunir Putih

Jumlah produksi : 10 kg setiap hari.

Harga jamu : Rp 5.000 per bungkus (isi 100 gram).

Kebutuhan bahan baku : 5 kg kunyit putih, 10 kg gula pasir, daun sereh 40 batang, daun pandan 40 lembar per hari.

Periode produksi 1 bulan : 25 hari kerja

Dengan demikian, biaya produksi dan keuntungan dalam satu bulan dapat dihitung sebagai berikut :

A. Pemasukan

Hasil penjualan garam meja per bulan :

25 x 100 pcs x Rp 5.000 = Rp 12.500.000 B. Pembelian Peralatan

Kompor Rp 150.000

Baskom Rp 30.000

Pengaduk Rp 10.000

Ayakan Rp 25.000

Timbangan Rp 200.000

Sendok besar Rp 10.000

Pisau Rp 30.000

Talenan Rp 25.000

Parutan Rp 20.000

Wajan Rp 40.000

Jumlah Rp 540.000

(14)

Rp 540.000: 12 bulan = Rp 45.000 C. Pengeluaran

Penyusutan alat Rp 45.000

Kunyit putih

25 x 5 kg x Rp 10.000 Rp 1.250.000 Gula pasir

25 x 10 kg x Rp 15.000 Rp 3.750.000 Daun sereh

25 x 40 × Rp 500 Rp 500.000

Daun pandan

25 x 40× Rp 250 Rp 250.000

Plastik

25 x 100 x Rp 5.000/100 pcs Rp 125.000 Listrik

25 x Rp 4.000 Rp 100.000

Tenaga kerja Rp 1.250.000

Jumlah Rp 7.270.000

D. Keuntungan

Pemasukan Rp 12.500.000

Pengeluaran Rp 7.270.000

Keuntungan setiap bulan Rp 5.230.000

(15)

E. PRODUK

F. LABEL PRODUK

(16)

DAFTAR PUSTAKA https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-kunyit

https://www.99.co/blog/indonesia/manfaat-kunyit-secara-umum/

Moehyi, 1992. Makanan Institusi dan Jasa Boga.Bhratara.Jakarta

Referensi

Dokumen terkait