DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MATA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG
Sari Kepustakaan : Cara Penulisan Proposal Penelitian Penyaji : Amanda Khalieta
Pembimbing : dr. Mayang Rini, SpM(K), M.Sc.
Telah diperiksa dan disetujui oleh Pembimbing
dr. Mayang Rini, SpM(K), M.Sc.
Kamis, 12 Oktober 2023 Pukul 08.15 WIB
1 I. Pendahuluan
Penelitian merupakan penyelidikan suatu masalah secara sistematis dan kritis.
Tujuan dari penelitian untuk mengembangkan ilmu dan mendapatkan fakta baru.
Kontribusi seorang dokter dalam bidang penelitian sangat diperlukan. Dokter sebagai peneliti harus membuat proposal penelitian sebelum memulai suatu penelitian.1,2,3
Proposal penelitian merupakan dokumen tertulis yang merinci permasalahan yang ingin diteliti serta prosedur penelitian yang akan dilakukan. Tujuan dari proposal penelitian untuk menuntun peneliti dalam seluruh rangkaian proses penelitian. Perencanaan penelitian yang dituangkan dalam bentuk proposal penelitian diserahkan kepada komite etik untuk mendapatkan persetujuan sebelum memulai proses penelitian. Proposal penelitian sendiri dapat menjadi suatu persyaratan dalam proses permintaan dana penelitian.1,2,4
Proposal penelitian mengandung semua elemen kunci yang terlibat dalam merancang penelitian. Mengatur proposal penelitian yang detail dan tepat dapat membantu peneliti saat menulis laporan penelitian, karena proposal penelitian dianggap sebagai versi awal dari penelitian akhir. 4,5,6 Sari kepustakaan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang cara penulisan proposal penelitian mulai dari perumusan pertanyaan penelitian hingga penulisan sesuai sistematika.
II. Penulisan Proposal Penelitian
Proposal penelitian adalah suatu dokumen yang memuat rincian tentang penelitian yang akan dilakukan. Penelitian dimulai dengan penyelidikan terkait dengan pertanyaan penelitian dan hipotesis yang mendasari penelitian tersebut.
Peneliti dapat memastikan bahwa penelitian dilakukan sesuai dengan metodologi yang telah direncanakan.1,2,3
Proposal penelitian terbagi atas judul, pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, dan daftar pustaka. Proposal penelitian tidak memuat hasil dan kesimpulan. Lampiran dapat ditambahkan pada proposal penelitian jika terdapat data penting seperti susunan peneliti, riwayat hidup peneliti, formulir persetujuan dari subjek penelitian, dan kuesioner.1,2,6
Fungsi proposal penelitian yaitu membantu peneliti untuk lebih jelas dalam berpikir mandiri, memastikan bahwa pertanyaan penelitian dan metode yang diajukan sudah cukup matang untuk membenarkan dimulainya penelitian.
Pembuatan proposal penelitian dapat membantu proses identifikasi apakah penelitian realistis terhadap waktu dan sumber daya yang dimiliki peneliti. Proposal penelitian juga menjadi sarana komunikasi antara peneliti dan pihak yang tertarik ikut serta dalam penelitian.3,7,8
2.1 Perumusan Pertanyaan Penelitian
Perumusan pertanyaan penelitian merupakan langkah pertama dalam penelitian.
Pertanyaan penelitian menunjukan apa yang ingin dijawab oleh sebuah penelitian.
Jawaban dari pertanyaan penelitian dapat diuraikan secara detail dalam bagian hasil dan pembahasan.1,9,10
Salah satu strategi untuk memudahkan perumusan pertanyaan penelitian dengan membuat kerangka pertanyaan. Perumusan pertanyaan penelitian dapat menggunakan metode Population, Intervention, Comparison, dan Outcome (PICO) yang memuat komponen kunci, yaitu populasi penelitian, intervensi yang diberikan, kondisi pembanding dari intervensi, dan hasil yang akan dievaluasi. Metode PICO merupakan salah satu metode perumusan pertanyaan penelitian yang sering digunakan. Metode lainnya yang dapat digunakan untuk merumuskan pertanyaan penelitian adalah Population, Outcome, Exposure (PEO) dan Sample, Phenomenon of Interest, Design, Evaluation, Research type (SPIDER).2,9,11
Kriteria perumusan pertanyaan penelitian juga dapat menggunakan kriteria Feasible, Interesting, Novel, Ethical, dan Relevant (FINER). Penelitian yang diusulkan harus realistis dan dapat dilaksanakan dengan sumber daya yang tersedia.
Pertanyaan penelitian haruslah sesuatu yang dapat dilakukan secara fisik, finansial, dan waktu (Feasible). Penulisan pertanyaan penelitian harus menarik dan memiliki kepentingan ilmiah atau praktis (Interesting). Pertanyaan penelitian sebaiknya berfokus pada hal-hal baru atau memberikan kontribusi pada pengetahuan yang sudah ada (Novel). Hal ini bertujuan untuk menekankan pentingnya menghindari pengulangan dari penelitian sebelumnya. Perumusan pertanyaan penelitian harus
memperhatikan prinsip - prinsip etika penelitian dan memastikan bahwa partisipan dilindungi dan hak - hak partisipan dihormati (Ethical). Pertanyaan penelitian harus terkait dengan topik atau isu yang relevan dengan tujuan penelitian dan berkontribusi pada pemahaman atau solusi terhadap masalah yang diidentifikasi (Relevant). Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya.1,2,8
Alternatif lain selain kriteria di atas untuk membantu perumusan pertanyaan penelitian agar lebih terorganisir yaitu kriteria Manageable, Appropriate, Publishable, dan Systematic (MAPS). Pertanyaan penelitian yang baik dapat membantu kelancaran pelaksanaan penelitian (Manageable), menuntut pertanyaan penelitian harus logis (Appropriate), mengharuskan penelitian memberikan kontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan (Publishable), dan disusun secara terstruktur (Systematic).2,8,9
2.2 Penulisan Pendahuluan
Pendahuluan memuat latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian. Memulai pendahuluan dalam sebuah makalah penelitian dengan pernyataan tegas dapat memikat perhatian pembaca. Bagian pendahuluan bertujuan untuk menjelaskan kesenjangan pengetahuan tentang topik yang menjadi fokus penelitian dengan realitas dan kontribusi penelitian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. 1,7,12
Latar belakang pada proposal penelitian mencakup pernyataan tentang situasi yang melatarbelakangi masalah, besaran masalah, dan kesenjangan yang akan dijawab dalam penelitian. Penulisan latar belakang juga berisi tentang penelitian terdahulu yang memiliki kaitan dengan masalah yang akan diteliti. Latar belakang dapat membimbing pembaca untuk memahami tujuan penelitian dan bagaimana penelitian tersebut menjawab kesenjangan pengetahuan yang ada dalam literatur atau penelitian yang sudah dilakukan.1,4,5
Perumusan pertanyaan penelitian merupakan tahap pertama dalam penelitian.
Pertanyaan penelitian menunjukan apa yang ingin dijawab oleh sebuah studi setelah
dilakukan analisis data. Pertanyaan penelitian yang sudah ditetapkan dicantumkan ke dalam bagian pendahuluan dari proposal penelitian.2,9,11
Tujuan penelitian dapat disusun mengikuti kriteria Specific, Measurable, Attainable, Realistic dan Time-constrained (SMART). Penyusunan tujuan penelitian mencakup kejelasan tentang apa yang ingin dicapai (Specific), memiliki definisi yang jelas untuk hasil yang diharapkan (Measurable), memastikan tujuan dapat dicapai dan realistis (Attainable) dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia, seperti keuangan, waktu, dan tenaga kerja (Realistic) serta menetapkan batasan waktu yang jelas (Time-constrained). Penulisan tujuan penelitian dibuat dalam kalimat deklaratif.2,8,13
Penulisan manfaat penelitian menguraikan subjek atau bidang yang akan menerima manfaat tersebut seperti dalam bidang pelayanan masyarakat atau dalam bidang ilmiah. Manfaat penelitian dapat bersifat quick-yielding dan non quick- yielding. Hasil penelitian yang bersifat quick-yielding dapat segera diterapkan dalam praktek atau perumusan kebijakan. Manfaat penelitian yang bersifat non quick-yielding tidak dapat langsung diterapkan pada praktek klinis, sehingga harus dilakukan uji coba terlebih dahulu sebelum diterapkan pada populasi.1,3,8
2.3 Penulisan Tinjauan Pustaka dan Hipotesis
Tinjauan pustaka merupakan komponen dari artikel penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki dan menghimpun informasi yang berkaitan dengan penelitian.
Proses penulisan tinjauan pustaka terdiri dari beberapa tahap. Langkah pertama yang dilakukan melibatkan pencarian literatur dengan menggunakan pertanyaan penelitian sebagai panduan.2,7,11
Sumber yang dapat digunakan dalam penulisan tinjauan pustaka meliputi buku
dan jurnal ilmiah. Buku yang digunakan sebagai referensi merupakan buku yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir dan jurnal ilmiah terbit dalam lima tahun terakhir bertujuan agar sumber relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Pencarian jurnal ilmiah dapat dilakukan menggunakan mesin pencarian dan basis data seperti Google Scholar, Scopus, Pubmed, The Cochrane Library, Web of Science, dan mesin pencarian lainnya.4,11,14
Langkah kedua melibatkan pemilihan mesin pencarian atau basis data yang akan digunakan untuk mencari literatur yang relevan. Penelusuran pada basis data dapat menggunakan bantuan operator Boolean yaitu menggunakan istilah “AND”, “OR”
dan “NOT”. Kata “AND” digunakan untuk mempersempit hasil pencarian dengan memastikan bahwa semua kata kunci pencarian ada dalam hasil yang ditemukan.
Penggunaan “OR” dapat memperluas hasil pencarian dengan memastikan bahwa setidaknya salah satu dari kata kunci pencarian ada dalam hasil yang ditemukan.
Kata “NOT” digunakan untuk membatasi hasil pencarian dengan mengecualikan kata kunci tertentu dari hasil yang ditemukan. Langkah ketiga melibatkan pencatatan dan peninjauan hasil pencarian tersebut untuk mencari teori yang mendasari penelitian yang akan dilakukan.2,11,15
Penulisan hipotesis penelitian dicantumkan setelah tinjauan pustaka. Hipotesis adalah pernyataan yang digunakan sebagai jawaban sementara atas pertanyaan penelitian. Hipotesis dikemukakan sebelum penelitian dimulai, dinyatakan dalam kalimat yang deklaratif yang jelas dan sederhana serta memiliki landasan teori yang jelas. Rumusan hipotesis menggambarkan variabel yang diukur dan memungkinkan diuji secara empiris.1,2,10
Hipotesis yang baik merupakan hipotesis yang konsisten terhadap pertanyaan penelitian, didukung oleh bukti awal, dapat diuji melalui penelitian yang etis, dan berdasarkan pada ide yang orisinal. Hipotesis akan menjadi simpulan jika hasil uji menyatakan hipotesis benar.Hipotesis digunakan untuk memperkirakan hubungan yang diharapkan antar variabel. Klasifikasi hipotesis dapat dibagi berdasarkan jumlah variabel yaitu hipotesis sederhana dan hipotesis kompleks. Hipotesis sederhana menggambarkan hubungan antara satu variabel yang dipengaruhi oleh satu variabel lainnya. Penyusunan hipotesis kompleks bertujuan untuk melihat hubungan antara lebih dari dua variabel.5,7,15
2.4 Penulisan Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian menggambarkan prosedur penelitian yang akan dilakukan dengan detail. Bagian metodologi dalam sebuah proposal penelitian untuk menjelaskan rincian langkah yang akan dilakukan oleh para peneliti untuk
menjawab setiap tujuan dan pertanyaan penelitian yang diajukan. Metodologi penelitian memuat tentang desain studi, besar sampel, populasi penelitian, kriteria inklusi, kriteria eksklusi, identifikasi variabel, definisi operasional, tempat penelitian, waktu penelitian, instrumen penelitian, jadwal kegiatan, alur penelitian, rencana pengumpulan data, analisis data, dan aspek etik pada penelitian.2,5,16 Populasi pada penelitian dapat dibagi menjadi populasi target dan populasi terjangkau. Populasi target merupakan populasi yang menjadi target akhir generalisasi penelitian, tidak memiliki kriteria klinis dan demografis. Populasi terjangkau merupakan populasi yang dapat diamati oleh peneliti, dibatasi oleh kriteria klinis, demografis ataupun waktu.1,2,16
Kriteria inklusi dan eksklusi perlu diterapkan untuk memilih subjek yang akan diteliti atau sampel setelah menentukan populasi penelitian. Kriteria inklusi adalah karakteristik dari populasi target yang akan digunakan oleh para peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian. Subjek yang masuk kriteria inklusi memenuhi syarat seperti memiliki karakteristik yang menjadi target penelitian, kesediaan subjek untuk ikut serta dalam penelitian, berpotensi akan memperoleh manfaat pengobataan pada uji klinis atau sesuai dijadikan sebagai kelompok pembanding.
Kriteria eksklusi merupakan subjek penelitian potensial yang memenuhi kriteria inklusi tetapi memiliki karakteristik tambahan yang dapat mengganggu keberhasilan studi atau meningkatkan risiko hasil yang tidak menguntungkan.
Kriteria eksklusi mencakup karakteristik individu yang menyebabkan pengukuran tidak dapat dilakukan secara valid, kemungkinan loss to follow up, memiliki komorbiditas yang dapat memengaruhi hasil studi atau tingginya risiko subjek tersebut terhadap kejadian yang tidak diinginkan terutama pada uji klinis. Teknik pengambilan sampel dan perhitungan besar sampel juga dicantumkan pada bagian metodologi.1,5,17
Metodologi penelitian memuat variabel penelitian baik variabel bebas dan variabel tergantung pada penelitian. Variabel adalah karakteristik subjek penelitian yang bervariasi. Seluruh variabel didefinisikan dengan jelas sesuai pustaka yang ada atau disebut juga definisi operasional. Definisi operasional penting untuk menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengukuran variabel,
analisis data, dan interpretasi hasil. Variabel dikelompokkan menjadi variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas merupakan variabel yang dianggap sebagai penyebab atau pengaruh terhadap variabel lain dalam penelitian, sedangkan variabel terikat merupakan hasil yang diamati atau diukur sebagai respons terhadap perubahan variabel bebas.1,5,8
Desain penelitian ditentukan setelah menentukan tujuan penelitian dan subjek penelitian. Secara garis besar, terdapat dua jenis utama desain penelitian klinis, yaitu observasional dan eksperimental. Penelitian observasional dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu deskriptif dan analitik. Penelitian observasional deskriptif memberikan gambaran tentang paparan dan/atau hasilnya, sementara penelitian observasional analitik memberikan pengukuran tentang korelasi antara paparan dan hasil penelitian. Penelitian eksperimental melibatkan suatu intervensi yang menguji hubungan antara paparan dan hasilnya.2,15,17
Gambar 2.1 Piramida Penelitian
Dikutip dari : Offredy M., dkk17
Ilmu kedokteran berdasarkan bukti membuat hierarki desain studi penelitian dalam bentuk piramida. Piramida penelitian digunakan untuk mengelompokkan desain penelitian berdasarkan ketepatan metodenya. Metaanalisis dan tinjauan sistematis berada di puncak piramida yang menunjukkan desain studi ini memiliki kekuatan dan ketepatan paling tinggi.2,5,17
Informasi yang terkait dengan variabel penelitian disebut juga dengan data.
Penentuan jenis data yang akan dikumpulkan merupakan langkah awal yang penting. Data dapat dibagi menjadi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung dari subjek penelitian. Instrumen
pencarian data primer dapat melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data sekunder merupakan data yang diambil dari data yang sudah tersedia seperti pada rekam medis. Data diolah melalui proses entry, editing, dan coding. Data selanjutnya dianalisis dengan metode statistik sesuai dengan jenis variabel penelitian.1,2,8
Metodologi penelitian memuat tempat, waktu, jadwal kegiatan, dan alur penelitian yang akan dilakukan. Tempat dan waktu penelitian dicantumkan secara detail. Alur penelitian dibuat untuk memberikan gambaran keseluruhan tentang prosedur penelitian. Jadwal kegiatan merupakan susunan rencana yang berisi detail semua langkah penelitian dan jangka waktu yang disepakati. Penentuan jadwal penelitian bertujuan untuk mengorganisir tugas, menetapkan batas waktu, melacak kemajuan proses penelitian, dan menunjukkan seberapa realistis penelitian tersebut.1,4,5
Bagian metodologi penelitian juga mencantumkan pertimbangan aspek etika pada penelitian. Deklarasi Helsinki menjelaskan tentang prinsip utama pada penelitian yang melibatkan manusia sebagai subjek penelitian di dunia medis.
Prinsip yang harus diterapkan yaitu beneficence, non-maleficence, autonomy, dan justice. Isu utama dalam etika yaitu apakah penelitian tersebut akan menempatkan subjek penelitian dalam risiko besar dan apakah subjek penelitian sepenuhnya diberi informasi tentang penelitian tersebut. Penelitian dengan subjek manusia dapat dilakukan setelah memperoleh persetujuan setelah penjelasan diberikan kepada subjek yang terpilih. Formulir persetujuan penelitian harus disertakan pada bagian lampiran. Pendekatan aspek etika pada hewan percobaan dapat dilakukan dengan penerapan prinsip Reduction, Refinement, dan Replacement yang dipublikasikan oleh Universities Federation for Animal Welfare pada tahun 1959.1,2,8
2.5 Penulisan Judul
Penulisan judul penelitian memerlukan beberapa persyaratan yang menggambarkan keseluruhan isi rencana penelitian. Judul penelitian ditulis dalam kalimat atau frase yang sederhana dan tidak menggunakan singkatan kecuali dalam
bahasa baku. Judul tidak melebihi 15 kata atau dua baris, tetapi tidak ada aturan baku mengenai batas jumlah kata. Judul tersusun atas kata kunci yang memuat tentang karakteristik penelitian, populasi, sampel, dan lokasi geografis tempat penelitian dilakukan. Penulisan judul dapat berupa kalimat interogatif.2,4,6
Nama tempat, dan waktu penelitian dapat disertakan dalam judul proposal disesuaikan dengan tujuan penelitian. Pencantuman nama tempat pada judul bertujuan untuk memperjelas kondisi pada populasi di lokasi tersebut dan tidak representatif untuk pasien pada umumnya tetapi dapat mewakili pasien lain yang memiliki karakteristik yang sama dengan pasien yang menjadi sampel penelitian.
Penyebutan tempat dan waktu penelitian pada judul tidak diperlukan karena dapat mempersempit ranah penelitian apabila penelitian menggunakan desain studi uji klinis yang hasilnya diharapkan dapat diterapkan pada populasi secara luas.1,2,17 Judul penelitian menunjukkan tujuan penelitian dengan memuat variabel penelitian baik variabel bebas maupun terikat. Tata bahasa, kosakata, dan tanda baca pada bagian judul diformulasikan sesuai dengan kaidah bahasa yang dipakai.
Penulisan judul penelitian dibuat setelah isi proposal penelitian telah selesai dan dapat diubah setelah menyelesaikan penelitian dengan tujuan untuk memastikan bahwa judul tersebut mencakup apa yang telah dilakukan.4,5,8
2.6 Penulisan Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah koleksi sumber informasi yang digunakan dalam suatu penelitian. Daftar pustaka memiliki peran penting dalam penulisan artikel penelitian karena dapat memberikan referensi kepada pembaca untuk memperdalam pemahaman tentang topik yang sedang dibahas dan juga menunjukkan sejauh mana penelitian telah dilakukan. Penyusunan daftar pustaka mencantumkan kutipan yang berisi informasi mengenai penulis, penerbit, volume, dan halaman.1,2,18
Kutipan merupakan tindakan merujuk dengan benar kepada gagasan, pemikiran, atau konsep pada penelitian orang lain. Penggunaan kutipan bertujuan untuk mendukung suatu argumen, mengakui karya lain, membedakan gagasan penulis lain dari karya sendiri, dan mengarahkan pembaca ke sumber informasi. Kutipan
memiliki tiga elemen dasar yaitu mengutip dari karya lain, referensi dalam teks ke sumbernya, dan rincian bibliografi dari sumber tersebut. Penulisan kutipan memerlukan pengetahuan mendalam tentang bidang tersebut, memilih sumber yang relevan, menyatakan informasi dari karya orang lain, dan merujuk karya orang lain dengan akurat dan etis.1,17,18
Format untuk menyusun daftar pustaka sangat beragam dengan panduan penulisan yang khas. Sistem penulisan daftar pustaka yang umumnya dipakai seperti sistem Vancouver dan sistem Harvard. Kutipan dalam teks disusun dengan menyebutkan nama penulis diikuti oleh tahun publikasi pada sistem Harvard. Pada bagian daftar pustaka, referensi diurutkan berdasarkan abjad. Referensi diatur secara berurutan berdasarkan urutan kemunculannya dalam teks dan ditampilkan dalam teks sebagai angka dalam bentuk superscript dalam sistem Vancouver.
Penulisan daftar pustaka dapat dibantu dengan menggunakan peranti lunak seperti Mendeley, Zotero dan Endnote.2,11,18
III. Simpulan
Penulisan proposal penelitian merupakan tahap awal yang penting pada proses penelitian. Penulisan proposal penelitian dimulai setelah pertanyaan penelitian ditentukan. Cara penulisan proposal penelitian dimulai dari penulisan pendahuluan, tinjauan pustaka, hipotesis, metodologi penelitian, judul, dan daftar pustaka.
Sistematika proposal penelitian tersusun atas judul, pendahuluan, tinjauan pustaka, hipotesis, metodologi penelitian, dan daftar pustaka. Penyusunan proposal penelitian secara sistematis dapat mempermudah pembaca untuk memahami penelitian yang akan dilakukan.
11
DAFTAR PUSTAKA
1. Sastroasmoro S. Usulan penelitian. Dalam: Dasar - dasar metodologi penelitian klinis.Edisi Kelima. Jakarta: Sagung Seto; 2014.hlm.31–63.
2. Pandya S. Writing the research proposal: the art and the science. Dalam:
How to practice academic medicine and publish from developing countries?
Vol. 3.Toronto:Springer; 2022.hlm.139–143.
3. S .Vasanthakumari. Writing research proposal. World J Adv Res Rev.
2021;10(1):184–90.
4. Alasmari N. Steps to Writing a research proposal. Adv Soc Sci Res J.
2021;8(9):531–41.
5. Wirakusumah, Firman F., Satari M, dkk. Macam penelitian. Dalam : Metodologi penelitian kesehatan. Edisi Pertama. Bandung: KSM/Dep Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung; 2022.hlm. 49–86.
6. Gisbert JP, Chaparro M. How to prepare a research proposal in the health science?. Gastroenterol y Hepatol. 2021;44(10):730–40.
7. Attard N. WASP (Write a scientific paper): Writing an academic research proposal. Early Hum Dev. 2018;123:39–41.
8. Khan N. How to write a research proposal? A guide for medical professionals and students. Yemen J Med. 2023;4–7.
9. Fandino W. Formulating a good research question: pearls and pitfalls. Indian J Anaesth. 2019;63(8):611.
10. Barroga E, Matanguihan GJ. A practical guide to writing quantitative and qualitative research questions and hypotheses in scholarly articles. J Korean Med Sci. 2022;37(16):1–18.
11. Key J. How to undertake a literature search: enhancing your search. Br J Nurs. 2020;29(8):481–3.
12. Fried T, Foltz C, Lendner M, Vaccaro AR. How to write an effective introduction. Clin Spine Surg. 2019;32(3):111–2.
13. Dahlan MS. Langkah - langkah membuat proposal penelitian bidang kedokteran dan kesehatan Seri 3.Edisi Kedua. Jakarta: Sagung Seto;
2014.hlm.14–162.
14. Leite DFB, Padilha MAS, Cecatti JG. Approaching literature review for academic purposes: the literature review checklist. Clinics. 2019;74:1–8.
15. Goyal RC. Research methodology for health professionals. Kathmandu:
Jaypee Brothers Medical Publishers; 2013.hlm.14–35.
16. Eldawlatly A, Meo S. Writing the methods section. Saudi J Anaesth.
2019;13(5):20–2.
17. Offredy M, Vickers P. The research proposal. Dalam : Developing a healthcare research proposal: an interactive student guide.Edisi Pertama.
Oxford: Wiley; 2013.hlm.74-179.
18. Bahadoran Z, Mirmiran P, Kashfi K, Ghasemi A. The principles of biomedical scientific writing: Citation. Int J Endocrinol Metab. 2020;18(1).