• Tidak ada hasil yang ditemukan

Catatan Peristiwa Penting

N/A
N/A
Lia Nikmatul Maula

Academic year: 2024

Membagikan "Catatan Peristiwa Penting"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Lia Nikmatul Maula NIM : 2381130296

Buatlah catatan peristiwa penting dari Modul Bagian ketiga tentang Cirebon di Era SYarif Hidayatullah (Sunan Gunungjati) dengan mengisi format di bawah ini:

No Waktu Peristiwa yang Terjadi

1. 1448 M Syarif Hidayatullah atau kelak dikenal sebagai Sunan Gunungjati, salah satu anggota Wali Sanga, lahir dari Ibunda Nyai Larasantang atau Syarifah Muda’im yang dinikahi oleh Raja Hud keturunan Rasullah Muhammad saw dari garis silsilah Siti Fatimah dan Sayidinan Ali yang berputera Husein—berputera Zainal Abidin—berputera Zainal Kabir—berputera Jumadil Kabir—berputera Raja Odhara (penguasa Mesir)—berputera Sultan Hud sebagai penguasa Bani Israil.

2. 1470 M Setelah mengembara ke berbagai wilayah untuk belajar, termasuk Mekah dan Mesir, Syarif Hidayatullah kembali ke Nusantara dan tiba di Cirebon. Dia diterima oleh Pangeran Cakrabuana, pendiri Kesultanan Cirebon, yang merupakan pamannya.

3. 1479 M Sunan Gunungjati secara resmi diangkat menjadi penguasa Kesultanan Cirebon menggantikan Pangeran Cakrabuana. Pada masa pemerintahannya, Cirebon berkembang menjadi pusat penyebaran Islam di wilayah pesisir utara Jawa.

4. 1525 M Sunan Gunungjati melakukan dakwah dan ekspansi ke wilayah Banten untuk menyebarkan Islam. Setelah berhasil, wilayah Banten dijadikan bagian dari Kesultanan Cirebon, dan Pangeran Hasanuddin, putra Sunan Gunungjati, menjadi penguasa Banten.

5. 1526 M Setelah Banten berhasil didakwahkan dan masuk dalam pengaruh Islam, Sunan Gunungjati mendirikan Kesultanan Banten sebagai pusat pemerintahan Islam di wilayah barat Jawa. Pangeran Hasanuddin diangkat sebagai Sultan pertama Banten.

6. 1527 M Cirebon bersama Demak melakukan ekspansi ke wilayah Pajajaran (Kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat). Mereka berhasil menguasai Sunda Kelapa (Jakarta) yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Pajajaran, yang kemudian menjadi bagian penting dari ekspansi Islam.

7. 1530-an M Sunan Gunungjati memperluas hubungan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan Islam di luar Jawa, seperti Demak, Aceh, dan bahkan Turki Utsmani. Hal ini menunjukkan perkembangan pengaruh politik dan agama Cirebon di tingkat internasional.

(2)

8. 1568 M Sunan Gunungjati wafat pada usia 120 tahun dan dimakamkan di Gunung Sembung, Cirebon. Sepeninggalnya, Kesultanan Cirebon dipimpin oleh keturunannya dan tetap menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa Barat.

Selama masa kepemimpinan Sunan Gunungjati, ia mendirikan sejumlah masjid dan pondok pesantren yang menjadi pusat penyebaran Islam di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Salah satu peninggalannya yang terkenal adalah Masjid Agung Sang Cipta Rasa di Cirebon yang menjadi simbol penyebaran agama Islam di Jawa.

Referensi

Dokumen terkait

memilih RS Islam Cempaka Jakarta Putih, maka 2 orang jumlah Peminat Regional yang tertera disana berasal dari Banten, Gorontalo, Jawa Barat, Lampung, Maluku Utara, Papua

Syarif Hidayatullah cucu Raja Pajajaran adalah seorang penyebar agama Islam di Jawa Barat yang kemudian disebut Sunan Gunungjati.. Sedang Fatahillah adalah seorang pemuda Pasai

Proses Surat Masuk Menggunakan Sistem Nomor (kode) Dalam Memudahkan Pencarian Arsip Pada Bagian Kesekretariatan di PT PLN (persero)Distribusi Jawa Barat Dan Banten APJ

Agar pemerintah daerah, yaitu pemerintahan provinsi Jawa Barat dapat berhasil maka yang paling utama adalah bagaimana pemerintah dapat mengenali perbedaan tersebut dan

Sunan Giri membangun Giri Kedaton sebagai pusat penyebaran agama Islam di Jawa yang pengaruhnya sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi dan bahkan sampai Maluku.Pengaruh

Secara historis, Jawa Barat memang merupakan salah satu daerah yang pernah menjadi basis perjuangan untuk merebut kekuasaan dan mendirikan Negara Islam 3 .Diduga

Pengaruh Islam di Demak pun berkembang sampai ke wilayah Jawa Barat oleh Sunan Gunung Jati (Menantu dari Sultan Trenggono raja Demak) beliau menyebarkan agama Islam pertama kali

Islam pertama kali masuk melalui para wali dari pulau Jawa yakni sunan Prapen pada sekitar abad XVI, setelah runtuhnya kerajaan Majapahit.. Para wali tersebut tidak serta