• Tidak ada hasil yang ditemukan

catatan singkat pedoman ke 3

N/A
N/A
allforgame

Academic year: 2024

Membagikan "catatan singkat pedoman ke 3"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

CATATAN

PEDOMAN BENDUNGAN KE III INSTRUMENTASI BENDUNGAN

BAB. I

Secara umum, penyebab utama kegagalan suatu bendungan bias dikategorikan menjadi 3 kelompok, yaitu kegagalan hidrolok, kegagalan akibat rembesan, dan kegagalan structural. Olehkarena itu Sistem Instrumentasi dan Pemantauan (SIP) bendungan terutama ditunjukan untuk memantau ketiga aspek tersebut halaman 1 paragraf ke 4 pendahuluan

Maksud dan tujuannya

Pedoman Sistem Instrumentasi dan Pemantauan (SIP) Bendungan ini di tujukan kepada Pemilik dana tau Pengelola Bendungan yang diwajibkan melakukan pemantauan dan pengelolaan terhadap

bendungannya seperti diatur di dalam Pasal 15 ayat (1) dan (2) Peraturan Menteri di atas, terutama bertujuan untuk mengetahui, mengenal serta memberika wawasan mengenai system instrumentasi untuk pemantauan perilaku bendungan dalam rangka menjamin keamanannya, baik selama periode konstruksi maupun pengoperasianya. Dengan adanya system instrumentasi dan pemantauan yang memadai, diharapkan bahwa tujuan pembangunan bendungan bias terpenuhi secara optimal, aman dan berkelanjutan.

Analisa Bahaya Keruntuhan Bendungan adalah analisa mengenai berbagai kemungkinan pola bobolnya bendungan yang dapat mengakibatkan terjadinya gelombang banjir di sepanjang lembah di daerah hilir bendungan dan dataran banjir dalam rangka menyiapkan Rencana Tindak Darurat (RTD) seta mengkaji besarnya kerugian guna menentukan besarnya kelas bahaya bendungan.

Grouting adalah injeksi bubur semen atau campuran kimiawi lainya dengan tekanan tertentu kedalam formasi batuan atau lubang-lubang lainnya untuk meningkatkan stabilitasnya dan menurunkan permea- bilitasnya.

Klasifikasi Bahaya Bendungan adalah peringkat bahaya bendungan yang didasarkan pada kepadatan hunian dan tingkat pengembangan bagai hilir yang terpengaruh oleh banjir bila terjadi keruntuhan bendungan.

Pemantauan adalah pengecekan, pemeriksaan dan pencatatan secara berkesinambungan mengenai kinerja dan perilaku bendungan serta bangunan pelengkapnya atau obyek-obyek tertentu lainnya dengan cara pengukuran langsung, pengamatan dan pembacaan, dengan menggunakan peralatan atau instumen.

Pembangunan Bendungan adalah serangkaian tindakan atau kegiatan membangun suatu bendungan mulai dari pembuatan desain, survai dan investigasi, pelaksanaan konstruksi sampai dengan operasinya.

Pemilik Bendungan adalah instansi pemerintahan, badan hokum, badan social, atau perorangan yang bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan bendungan.

(2)

Peraturan Menteri adalah Peraturan Menteri PU No. 72/PRT/1997 juncto SK. Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah No. 296/KPTSM/M/2001.

Perubahan Desain adalah setiap penyimpangan dari desain asli yang menghasilkan atau akan menghasilkan modifikasi struktural, internal dana tau eksternal.

Pendesain adalah instansi Pemerintah, Badan Usaha, Badan Hukum, atau perorangan yang mendesain dan bertanggung jawab terhadap desain bendungan secara keseluruhan atau sebagian.

Pengelola Bendungan adalah instansi Pemerintah, Organisasi, Badan Usaha, Badan Hukum Atau Perorangan yang bertanggung jawab terhadap pengawasan, operasi dan pemeliharaan bendungan dan/atau waduk berdasarkan ketetapan resmi dari Pemilik Bendungan.

Pipa-Lindung atau casing adalah pipa atau rangkaian pipa yang pada umumnya dipasang di dalam lubang pemboran dan terutama dimaksudkan sebagai pelindung terhadap kemungkinan Longsornya dinding pemboran.

SIDCOM adalah konsep pembangunan (bendungan) secara bertahap dan berurutan yang merupakan akronim dari Survey, Investigation, Design, Construction, Operation dan Maintanace.

SIP adalah konsep pemantauan perilaku bendungan dengan menggunakan instrumentasi, menyangkut pola, jenis dan jumlah instrument berikut caku

pan pemantauannya dan merupakan akronim dari Sistem Instrumentasi dan Pemantauan

TIP atau Kepala Pisometer atau Mata Pisometer adalah bagian terujung dari sirkit atau rangkaian alat ukur yang disebut Pisometer dan ditanam di dalam batuan fondasi atau tubuh bendungan serta merupakan bagian peralatan tempat masuknya aird atau tekanan air.

(3)

BAB. II Umum

Instrumentasi bendungan adalah segalajenis peralatan atau instrument yang dipasang di dalam tubuh dana tau fondasi bendungan atau di tempat-tempat lain yang terutama dimaksudkan untuk melakukan pemantauan terhadap perilaku bendungan secara berkesinambungan. Walaupun pada prinsipnya penentuan pola , jenis dan jumlah instrument serta cakupan pemantauannya (SIP Bendungan) biasanya ditentukan berdasarkan factor-faktor seperti:

 Tingkat risiko, kelas bahaya, dimensi bendungan dan volume waduk;

 Kondisi geologi, topografi dan kegempaan;

 Tingkat permasalahan pada tahap desain dan/atau konstruksinya, dll;

 Tipe bendungan;

Paragraf ke 3

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa pemasangan system instrumentasi bendungan justru dikhawatirkan dapat menimbulkan permasalahan tersendiri akibat terbentuknya zona-zona lemah pada tubuh bendungan atau fondasinya, lebih-lebih kalua memperhatikan hal-hal sebagai berikut

 Penentuan jumlah kebutuhan, pemilihan jenis serta tata letak instrument harus dilakukan oleh ahli atau mereka yang berpengalaman di bidang SIP Bendungan. Sebagian gambaran mengenai jenis dan tata letak instrumentasi suatu bendungan, lihat gambar lampiran: No.

1a 1b.

 Instalasinya harus mengikuti tatacara yang telah ditentukan di dalam Buku Panduan/Manual mengenai instrumentasi yang bersangkutan.

 Pemasangan instrumentasi di fondasi maupun di dalam tubuh bendungan harus tidak merubah rejim yang ada.

CATATAN PENTING PAK MAS’UD (21-02-2019)

Alat telemetri tidak boleh di pasang atau di pergunakan, sebab alat ini akan mengurangi durasi kunjungan/atau inspeksi operator instrumen di lapangan, hakikinya kegiatan pengukuran seperti piezometer dilapangan bertujuan bukan hanya untuk mendapatkan data-data instumentasi, akan tetapi ada maksud lain yang juga akan di dapat seperti secara tidak langsung si operator sedang melakukan inspeksi terhadap seluruh struktur bendungan dari yang terkecil hingga yang terbesar.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini penulis tidak akan meneliti mengenai hasil belajar siswa pada seluruh mata pelajaran di Sekolah Dasar, akan tetapi penulis akan meneliti

persepsi itu lebih banyak diisi oleh unsur spekulasi, atau merupakan opini 9 yang subjektif yaitu pendapat, pikiran, atau pendirian yang hanya didasarkan

Ikan seribu termasuk ikan yang memiliki kelenturan dalam makanan ( plasticity of food habits ). affinis di Telaga Warna termasuk ikan predator generalis dengan

Suatu analisis filogenetik telah dilakukan terhadap 33 jenis Rasbora sensu lato menggunakan 52 karakter morfologis dan menunjukkan bahwa hanya dua dari tujuh

Revitalisasi pengelolaan budidaya peri- kanan karamba di Sungai Riam Kanan untuk mengoptimalkan manfaat budi daya perikanan karamba dapat dilakukan dengan pengaturan

Perbedaan pendekatan antara organisasi kemanusiaan dan organisasi pembangunan Perespon lokal, terutama yang bukan dari latar belakang kemanusiaan, menganggap AAP terjadi

Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan di Kecamatan Waringinkurung wilayah Kabupaten Serang dalam waktu sebulan, 1) Pemasangan

OPR, OPO, dan MPR, merupakan lembaga yang berdiri sendi ri karena memenuhi kriteria sebagai sebuah kamar, yaitu memiliki fungs; sesuai dengan kedudukannya seb agai