Indeks Kemiskinan Multidimensi 2023
Mengatasi kemiskinan global:
data untuk tindakan berdampak tinggi
Catatan singkat untuk negara-negara pada Indeks Kemiskinan Multidimensi 2023
Indonesia
Apa yang dimaksud dengan Indeks Kemiskinan Multidimensi global?
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 1 bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuknya di mana pun.
Indeks Kemiskinan Multidimensi (MPI) global mengukur kemiskinan multidimensi akut di lebih dari 100 negara berkembang.
Hal ini dilakukan dengan mengukur tumpang tindih kekurangan yang dialami setiap orang melalui 10 indikator dalam tiga dimensi yang memiliki bobot yang sama: kesehatan, pendidikan dan standar hidup (lihat gambar). Dimensi kesehatan dan pendidikan masing-masing didasarkan pada dua indikator, sedangkan taraf hidup didasarkan pada enam indikator.
Semua indikator yang diperlukan untuk menyusun MPI suatu negara diambil dari survei rumah tangga yang sama. Setiap indikator diberi bobot yang sama dalam dimensinya, sehingga indikator kesehatan dan pendidikan diberi bobot masing- masing 1/6, dan indikator taraf hidup diberi bobot masing-masing 1/18. MPI merupakan produk dari jumlah orang atau kejadian kemiskinan multidimensi (proporsi penduduk yang miskin secara multidimensi) dan intensitas kemiskinan multidimensi (rata-rata jumlah deprivasi tertimbang, atau rata-rata skor deprivasi,1di kalangan masyarakat miskin multidimensi) dan oleh karena itu sensitif terhadap perubahan pada kedua komponen tersebut. Skor deprivasi sebesar 1/3 (sepertiga dari indikator tertimbang) digunakan untuk membedakan antara kelompok miskin multidimensi dan tidak miskin.
Jika skor deprivasinya 1/3 atau lebih, maka rumah tangga tersebut (dan semua orang di dalamnya) diklasifikasikan sebagai miskin multidimensi. Individu dengan skor deprivasi lebih besar atau sama dengan 1/5 tetapi kurang dari 1/3 tergolong rentan terhadap kemiskinan multidimensi. Terakhir, individu dengan skor deprivasi lebih besar atau sama dengan 1/2 hidup dalam kemiskinan multidimensi yang parah. MPI berkisar antara 0 hingga 1, dan nilai yang lebih tinggi berarti kemiskinan multidimensi yang lebih tinggi. MPI melengkapi angka kemiskinan internasional sebesar $2,15 per hari dengan
mengidentifikasi siapa yang miskin secara multidimensi dan juga menunjukkan komposisi kemiskinan multidimensi.
Struktur Indeks Kemiskinan Multidimensi global
Sumber: HDRO dan OPHI.
1Skor deprivasi penduduk miskin multidimensi merupakan penjumlahan dari bobot-bobot yang terkait dengan masing-masing indikator dimana orang tersebut mengalami deprivasi.
1
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia - www.onlinedoctranslator.com
Indeks Kemiskinan Multidimensi untuk Indonesia
Laporan Pembangunan Manusia tahun 2010 memperkenalkan MPI dan sejak tahun 2018 Kantor Laporan Pembangunan Manusia (HDRO) dan Inisiatif Kemiskinan dan Pembangunan Manusia Oxford bersama-sama menyusun dan
mempublikasikan perkiraan MPI. Rilis terbaru dari bulan Juli 2023 mencakup 110 negara berkembang (tidak termasuk negara-negara yang tidak memiliki data survei yang memungkinkan penghitungan MPI): 'Menguraikan kemiskinan global:
data untuk tindakan berdampak tinggi'. Tabel lengkap dengan perkiraan MPI tersedia dihttps://hdr.undp.org/content/2023- global-multidimensional-poverty-index-mpi . Definisi deprivasi pada masing-masing indikator, serta metodologi
selengkapnya diberikan dalam MPICatatan teknis .Melanjutkan praktik tahun-tahun sebelumnya, HDRO mempublikasikan program statistik yang digunakan dalam penghitungan MPI 2023 dalam format Stata untuk banyak negara (lihathttps://
hdr.undp.org/mpi-statistical-programmes ). Terakhir, satu set MPI
pertanyaan yang sering diajukan tersedia dihttps://hdr.undp.org/mpi-2023-faqs.
Data survei terbaru yang tersedia untuk umum untuk estimasi MPI Indonesia mengacu pada tahun 2017.
Berdasarkan perkiraan tersebut, 3,6 persen penduduk di Indonesia (9.907 ribu orang pada tahun 2021) miskin secara multidimensi, sementara 4,7 persen lainnya tergolong rentan terhadap multidimensi. kemiskinan (12.987 ribu jiwa pada tahun 2021). Intensitas deprivasi di Indonesia yang merupakan rata-rata skor deprivasi pada masyarakat yang hidup dalam kemiskinan multidimensi adalah sebesar 38,7 persen. Nilai MPI, yaitu persentase penduduk miskin multidimensi yang disesuaikan dengan intensitas deprivasinya, adalah 0,014. Sebagai perbandingan, Tiongkok dan Filipina memiliki nilai MPI masing-masing sebesar 0,016 dan 0,024.
Tabel A membandingkan kemiskinan multidimensi dengan kemiskinan moneter yang diukur dengan persentase penduduk yang hidup di bawah PPP 2017 sebesar US$2,15 per hari. Hal ini menunjukkan bahwa kemiskinan moneter hanya menceritakan sebagian dari permasalahan yang ada. Jumlah pekerja atau kejadian kemiskinan multidimensi adalah 0,1 poin persentase lebih tinggi dibandingkan kejadian kemiskinan moneter. Hal ini berarti bahwa individu yang hidup di atas garis kemiskinan moneter mungkin masih mengalami kekurangan dalam bidang kesehatan, pendidikan dan/atau standar hidup. Tabel A juga menunjukkan persentase penduduk Indonesia yang hidup dalam kemiskinan multidimensi yang parah. Kontribusi deprivasi pada masing-masing dimensi terhadap kemiskinan secara keseluruhan melengkapi gambaran komprehensif mengenai masyarakat yang hidup dalam kemiskinan multidimensi. Angka untuk Tiongkok dan Filipina juga ditampilkan dalam tabel sebagai perbandingan.
Tabel A: MPI terkini Indonesia dibandingkan dengan negara dan wilayah tertentu
Kontribusi perampasan di dimensi ke keseluruhan kemiskinan multidimensi (%) Pangsa populasi (%)
Kepala-
menghitung
(%)
Intensitas kekurangan
(%) Survei
tahun
nilaiMPI Kerentanan-
bisa multidim ensional
kemiskinan
Di dalam
berat multidim ensional
kemiskinan
Di bawah penghasilan kemiskinan
garis
Standar hidup
Kesehatan Pendidikan
Indonesia 2017 0,014 3.6 38.7 4.7 0,4 3.5 34.7 26.8 38.5
Cina 2014 0,016 3.9 41.4 17.4 0,3 0,1 35.2 39.2 25.6
Filipina 2017 0,024 5.8 41.8 7.3 1.3 3.0 20.3 31.0 48.7
Asia Timur dan itu
Pasifik - 0,022 5.1 42.4 14.4 0,9 0,8 28.1 35.8 36.1