CATATAN SIPIL
(Burgerlijke Stand)
Dr. Lestari Wulandari S, S.H., M.H.
Badan Negara yang bertugas untuk
membuktikan selengkap-lengkapnya
tentang kepribadian manusia, sehingga
dapat memberikan kepastian terhadap
segala kenyataan yang berguna bagi
pencatatan jiwa dari setiap orang.
PERISTIWA HUKUM YANG DICATAT
• Untuk memastikan status perdata seseorang, ada lima peristiwa hukum dalam kehidupan manusia yang perlu dilakukan pencatatan yaitu peristiwa:
– Kelahiran – Perkawinan – Perceraian – Kematian
– Penggantian nama
Peraturan Catatan Sipil
• Instruksi Presidium Kabinet No 31/U/In/12/1966 : Untuk tidak menggunakan penggolongan penduduk Indonesia berdasarkan 131 dan 163 IS > WNI &WNA
• Surat Edaran bersama Menteri dalam Negeri dan Menteri Kehakiman No Pemdes 51/1/3.JA.2/2/5 dalam angka II : - Pembatasan terhadap orang-orang dan pembatasan lingkungan wilayah sebagaimana Staats Blad 1920 No 775 Jo. Staats Blad No 54 dan Staats Blad No 75 jo. Staats Blad 1936 No 607 dinyatakan tidak berlaku lagi.
Tujuan Pencatatan Sipil
”Untuk memperoleh kepastian hukum tentang status perdata seseorang yg mengalami peristiwa hukum tersebut”
• Kelahiran: menentukan status perdata mengenai dewasa atau belum dewasa seseorang.
• Perkawinan: menentukan status perdata mengenai boleh atau tidaknya melangsungkan perkawinan dengan pihak lain lagi
• Perceraian : menentukan status perdata untuk bebas mencari pasangan lain
• Kematian: menentukan status perdata sebagai ahli waris dan keterbukaan ahli waris.