CRITIKAL BOOK REVIEW APRESIASI SULAMAN
Dosen Pengampu : Dra. Armaini Rambe,M.Si Eka Rahma Dewi, S.Pd, M.Pd
Disusun Oleh :
Holong Ritonga (5223143002)
Steven Ricky Yohanes Simanjuntak (5223143022)
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmatnya penulis dapat menyelesaikan tugas Critikal Book Review untuk memenuhi Tugas KKNI pada Mata kuliah Apresiasi Sulaman.
Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Dosen Pengampu telah memberikan arahan dan pemahaman dalam penyusunan tugas ini.
Penulis sadar bahwa dalam penysunan kata dan kalimat serta tata letak pada Critical Book Report ini tentunya memiliki banyak kekurangan dan kehilafan baik kalimat maupun penulisan struktur. Untuk kebaikan dan sempurnanya Critical Book Report ini, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan dari dosen pengampu dan teman - teman yang membaca Critical Book Report ini. Dan akhir kata semoga Critical Book ini dapat bermanfaat bagi punyusun khususnya dan pembaca pada umumnya dalam dunia pendidikan.
Medan, Agustus 2024 Penulis
DAFTAR ISI
ii
Contents
KATA PENGANTAR... 2
DAFTAR ISI...3
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Tujuan... 1
1.3 Manfaat... 1
1.4 Identitas Buku...2
BAB II RINGKASAN...3
2.1 Buku Utama... 3
BAB III PEMBAHASAN...8
iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Peningkatan minat terhadap kerajinan tangan dan seni dekoratif telah menyoroti pentingnya apresiasi sulaman. Menghias kain dan sulaman adalah seni yang telah ada sejak lama, menggabungkan tradisi, keterampilan, dan kreativitas untuk menciptakan desain yang menarik dan bernilai tinggi. Teknik ini tidak hanya memperindah kain tetapi juga berfungsi sebagai bentuk ekspresi artistik yang dapat meningkatkan nilai dan daya tarik produk tekstil. Apresiasi sulaman dan menghias kain juga penting dalam konteks industri mode dan kerajinan, di mana keahlian dalam menerapkan teknik ini dapat memengaruhi desain dan kualitas produk akhir. Melalui ini dapat memahami pentingnya teknik menghias kain dalam menciptakan karya yang tidak hanya estetis tetapi juga memiliki nilai komersial dan sentimental.
1.2 Tujuan
Peningkatan pengenalan tentang apresiasi sulaman untuk membuat suatu inovasi bagi inovasi busana.
Mengkaji bagaimana apresiasi sulaman mempengaruhi kualitas dan estetika kain.
Menyediakan pemahaman tentang bagaimana teknik menghias kain dan sulaman berkontribusi pada industri fashion
Pemenuhan tugas kkni pada mata kuliah apresiasi sulaman, 1.3 Manfaat
Membantu pembaca mendapatkan pengetahuan yang mendalam tentang apresiasi sulaman yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks, baik dalam kerajinan pribadi maupun dalam produksi industri.
Memperkuat apresiasi sulaman dan menghias kain sebagai bagian dari industri kreatif.
1
Dapat memiliki gagasan-gagasan baru untuk selalu mengembangkan kreatifitas, ide cemerlang yang selalu mengiringi daya cipta dalam berkarya.
Memperluas wawasan dalam pengetahuan di bidang apresiasi sulaman
1.4 Identitas Buku Buku Utama
a) Judul : Buku Ajar Apresiasi Menghias Kain
b) ISBN : 9786237780267
c) Pengarang : Fitriana, Fadhilah
d) Penerbit :Syiah Kuala University Press e) Tahun terbit : 2020
f) Kota terbit : Banda Aceh g) Halaman : 106
Buku Pembanding
a) Judul : embroidery basics: a needleknowledge book
b) ISBN : 978-0-8117-4974-9 c) Pengarang : Cheryl fall
d) Penerbit : Stackpole books e) Tahun terbit : 2013
f) Kota terbit : Mechanicsburg
g) Halaman : 166
2
BAB II RINGKASAN
2.1 Buku Utama
Menghias kain merupakan cara membuat ornamen baru pada kain yang memiliki warna polos, bergaris ataupun bermotif untuk meningkatkan kualitas dan harga jual kain itu sendiri. Ornamen yang dibuat dapat menggunakan benang sulam, renda, pita, payet, manik-manik, pewarna teksil, dan teknik lainnya yang dapat memberikan motif tertentu pada bahan yang digunakan. Selain meningkatkan kuaitas dan harga jual, pembuatan hiasan pada busana juga dapat memperindah kain dan menambahkan motif sehingga tampak indah dan menarik.
Teknik menghias kain ini dapat dilakukan dengan cara menyulam menggunakan berbagai macam jenis tusuk hias dengan memperhatikan bahan dan warna dan bentuk motif yang akan dibuat. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesan menarik dan memilki daya tarik tersendiri dan kepuasan bagi yang memandang. Menghias kain dapat dilakukan pada kain polos, kotak-kotak, bergaris, ataupun kain motif agar kain tampak lebih menarik dan istimewa serta meningkatkan nilai jualnya.
Adapun unsur yang menopang terciptanya hiasan kain terdiri atas bahan dan alat yang berkualitas dan sesuai dengan fungsinya. Berikut beberapa alat yang digunakan saat menghias kain yaitu:
1. Jarum jahit.
3
Saat menghias kain, jarum yang digunakan adalah jarum tangan yang penggunaanya disesuaikan dengan bahan yang digunakan. Secara umum, jarum tangan terdiri atas dua jenis yaitu
Jarum standart yang digunakan saat menjahit aneka jahitan tangan pada pakaian seperti jelujur, sum, tusuk feston dll.
Jarum stirim yang digunakan untuk bahan strimin yang menggunakan tusuk silang
2. Pembidang (raam)
Pembidang terdiri atas dua bagian yang berfungsi untuk menjepit bahan agar tidak berkerut dan mempermudah proses menyulam kain. Pembidang memiliki ukuran yang berbeda-beda mulai dari ukuran 15 cm sampau 30 cm dan penggunaannya disesuikan dengan besar bidang yang akan disulam.
3. Alat memasukkan benang
Alat ini sebagai alat bantu untuk memasukkan benag yang ukuran lubangnya terlalu kecil.
4. Bidal
Merupakan alat yang terbuat dari plastik atau logam yang menutupi ujung jari berfungsi untuk melindungi jari dari tusukan jarum.
5. Gunting
Saat menghias kain, gunting yang digunakan memiliki bentuk yang berbeda-beda dan fungsi yang berbeda juga. Gunting kain yang besar dan runcing
igunakan untuk memotong kain sedangkan gunting kecil melekuk untuk memotong benang.
6. Pendedel
4
Pendedel merupakan alat yang digunakan untuk membongkar setikan jahitan yang salah jahit atau kurang tepat. Pendedel memiliki ujung yang runcing dan tajam untuk memotong benang jahit.
7. Karbon jahit
Karbon jahit berfungsi untuk menciplak motif atau desain yang digambarkan pada kertas ke kain yang akann dihias.
8. Penggaris dan meteran
Kedua alat ini digunakan untuk mengukur bahan dan motif agar sesuai besarnya.
Adapun bahan yang digunakan dalam proses menghias kain terdiri atas kain, benang, pita, payet atau manik-manik.
1. Kain
Kain merupakan media untuk menyulam yang terdiri atas bahan polos seperti blacu, satin, katun, organdi, strimin yang penggunaanya disesuaikan dengan jenis sulaman yang digunakan. Kain polos seperti belacu, popelin dan berkolin biasanya menggunakan sulaman fantasi dan sulaman aplikasi.
Sedangkan bahan motif kotak atau polkadot dapat menggunakan tusuk merubah corak, untuk bahan strimin menggunakan tusuk terawang, tusuk silang dan holbein dan tipis dan bening menggunakan sulaman bayangan dan ikruitasi.
2. Benang
Benag yang digunakan pada saat menyulam dapat terbuat dari bahan katun, wol, sutra, rayon serta metalik yang berbentuk pilin dan helaian. Bebrapa merk yang digunakan seperti DMC, Blue Moon, Rose karena memiliki kualitas yang kuat, tebal serta mengkilap.
3. Pita
5
Pada sat menghias kain, pita yang digunakan terdiri atas pita satn, pita organdi, pita sutera. Penggunaan pita ini untuk mengganti benang sulam karena ukurannya lebih besar dan dapat membuat motif 3d yang besar.
2.2 Buku Pembanding
Kepopuleran sulaman telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, dan alasan yang baik. sulaman itu mudah, menyenangkan, dan tidak memerlukan banyak alat atau perlengkapan, sehingga bentuk kerajinan tangan ini dapat dibawa ke mana saja dan mudah disimpan di dalam tas tangan. Untuk membuat proyek bordir, akan membutuhkan beberapa perlengkapan dasar, yang dapat ditemukan di sebagian besar toko hobi serta toko-toko khusus kerajinan tangan. Berikut alat-alat untuk membuat sulaman tangan:
1. Benang
Ada banyak jenis dan ukuran benang yang tersedia untuk bordir, mulai dari kapas lembut dengan hasil akhir matte atau glossy, hingga benang berbulu dan serat metalik atau holografik yang memukau. Benang dapat memiliki satu warna atau menggabungkan beberapa warna yang saling melengkapi atau kontras yang dipilin dalam seratnya, atau sepanjang panjang benang menggunakan efek pewarnaan.
Benang sulam Sering disebut sebagai benang enam untai, atau disingkat menjadi benang saja, ini adalah benang kapas mercerisasi yang terdiri dari enam untai individu. Untai-untai ini dapat dipisahkan dan digunakan secara tunggal atau dalam kelompok, tergantung pada ketebalan desain bordir yang diinginkan. Benang ini tersedia dalam berbagai warna. Misalnya, Kartu Warna DMC menampilkan 454 variasi solid, 18 variasi yang bervariasi, dan 36 variasi multicolor.
6
Benang kapas mutiara tersedia dalam bentuk skein atau digulung dalam bola, dan tersedia dalam berbagai berat, dari sangat halus hingga tebal dan chunky. Ukuran benang kapas mutiara yang pilih bergantung pada tampilan yang ingin dicapai. Benang kapas mutiara dengan berat lebih halus, seperti ukuran 80 hingga 20, ideal digunakan untuk teknik benang tarik, sementara variasi dengan berat menengah, seperti ukuran 12 hingga 5, lebih cocok untuk bordir permukaan dan proyek cross stitch atau proyek benang yang dihitung. Benang kapas mutiara yang paling tebal adalah ukuran 3, yang paling baik digunakan untuk proyek chunky dan rustic yang dikerjakan dengan bordir permukaan, atau dalam teknik benang yang dihitung pada kain kasar atau yang ditenun longgar, seperti kain evenweave dengan hitungan 7 hingga 10 atau kain Aida dengan hitungan 6 hingga 11. Saat membeli benang kapas mutiara (atau benang lainnya), ingatlah bahwa semakin tinggi angkanya, semakin halus benangnya. Misalnya, benang kapas mutiara ukuran 12 akan jauh lebih tipis dibandingkan dengan benang kapas mutiara ukuran 3.
Benang dari Serat Alami: Wol, Sutra, Bambu, dan Linenberbagai serat alami tersedia dalam jenis floss dan pearl, serta benang satu untai, dan meliputi benang yang terbuat dari wol halus, sutra dan campuran sutra, linen, serta bambu. Varietas wol paling umum tersedia sebagai floss, tapestry, atau benang Persian untuk proyek crewel dan needlepoint.
Bambu dan linen tersedia dalam bentuk floss, sedangkan sutra tersedia dalam bentuk floss atau pearl. Benang-benang ini bisa cukup mahal, tetapi memberikan pengalaman menjahit yang menyenangkan.
Benang seperti rayon, satin, dan Mylar bisa sulit untuk dikerjakan dan mungkin tersangkut atau kusut saat Anda menjahit. Menggunakan kondisioner benang, seperti Thread Heaven, atau lilin lebah dapat membantu mengatasi masalah ini. Kondisioner dan lilin lebah melumasi benang, membuatnya lebih mudah ditarik melalui kain, dan juga membantu menjaga serat benang tetap rapi dalam satu bundel.
7
Untuk menggunakan kondisioner benang atau lilin lebah, cukup jalankan benang yang sedang Anda gunakan di permukaan kondisioner setelah Anda memasukkan benang ke dalam jarum dan jahit seperti biasa. Jangan terlalu banyak mengaplikasikan kondisioner atau benang Anda bisa menjadi lengket atau berminyak. Lapisan tipis yang tidak terlihat sudah cukup, dan kondisioner seharusnya tidak tampak di permukaan benang.
Benang Novelty, Metalik, dan Holografik. Gunakan benang bordir novelty, metalik, atau holografik untuk memberikan elemen bersinar pada kreasiyang dibuat. Benang ini tersedia dalam berbagai bahan dan berat, termasuk serat multicolor yang dipilin dalam berat sempit atau chunky, filamen sempit tunggal, atau pita datar. Benang novelty dapat digunakan untuk menambahkan efek unik pada proyek, termasuk sifat bercahaya dalam gelap, kilau berperan, atau kilauan mencolok pada jahitan dalam desain. Benang ini dapat digunakan sendiri dalam proyek atau dipadukan dengan benang lain dalam jarum sebagai filamen pencampur. Benang metalik tersedia dalam jenis floss dan benang kapas mutiara, serta varietas satu untai dalam warna emas, perak, tembaga, dan logam antik. Benang holografik dapat berwarna tunggal atau menampilkan pelangi warna dalam satu benang dan tersedia dalam warna cerah serta gaya metalik.
Benang Berkawat. Benang dengan kawat yang dibungkus serat dapat digunakan untuk menambahkan dimensi dan tekstur pada proyek bordir. Dua benang berkawat yang populer adalah DMC’s Color Infusions Memory Thread dan Kreinik’s HotWire Thread.
2. Kain
Sulaman dapat dikerjakan pada hampir semua jenis kain. Selama dapat menyusupkan jarum ke dalamnya, kain tersebut bisa digunakan.
8
Namun, ada beberapa jenis kain yang umum digunakan untuk bordir dan tersedia di hampir semua toko jahit atau bordir.
Kain yang memiliki jumlah benang warp (vertikal) dan weft (horizontal) yang sama dan dapat dihitung dengan mudah disebut kain evenweave. Kain ini dapat memiliki kepadatan tenunan yang sangat longgar atau rapat. Kain katun, linen, campuran katun/linen, bambu, dan wol adalah jenis kain evenweave yang paling umum digunakan untuk bordir.
Varietas kain yang lebih longgar seperti linen 28-count sangat cocok untuk teknik benang yang dihitung, termasuk cross stitch, bordir permukaan yang dihitung, benang tarik, dan proyek benang yang ditarik, karena mudah untuk menghitung jumlah benang dalam kain, yang membantu dalam penempatan jahitan. Jahitan dikerjakan di atas jumlah benang tertentu yang ditentukan dalam pola atau petunjuk proyek.
Misalnya, cross stitch pada kain evenweave dikerjakan di atas dua benang.
Kain yang lebih rapat tenunannya dan memiliki benang warp dan weft yang terlalu rapat untuk dihitung dengan mata telanjang disebut kain plainweave. Kain plainweave dapat terbuat dari berbagai serat, tetapi katun, linen, wol, dan campuran polyester/katun adalah yang paling umum. Kain plainweave bisa berupa kain polos atau bercetak dan digunakan untuk proyek bordir permukaan.
3. Jarum
Jarum sulam bervariasi dari jarum yang halus dan tajam dengan lubang kecil hingga jarum chunky dengan lubang panjang dan ujung membulat. Jarum sharps dan milliners dengan lubang kecil digunakan pada proyek dengan benang halus. Jarum crewel memiliki ujung tajam dan lubang yang lebih besar, dan dapat digunakan pada kain evenweave dan plainweave dengan berbagai ketebalan benang. Seiring dengan
9
meningkatnya ukuran jarum, ukuran lubang dan panjang jarum juga meningkat, memudahkan benang yang lebih tebal untuk melewati lubang jarum. Jarum ini digunakan ketika jarum perlu menusuk kain saat membuat jahitan.
Jarum tumpul, yang disebut jarum ball point, termasuk jarum tapestry dan cross stitch, dan digunakan pada kain di mana jarum perlu meluncur di antara benang. Contohnya adalah cross stitch yang dihitung pada kain Aida atau evenweave, di mana jarum meluncur di antara benang- benang dalam kain, menciptakan jahitan yang rapi.
4. Hoops
Hoop adalah cincin ganda dari plastik atau kayu yang digunakan untuk menjaga kain tetap kencang saat bekerja menjahit proyek. Hoop tersedia dalam berbagai ukuran, dari 3 inci hingga 12 inci dan lebih besar.
Untuk menggunakan hoop bordir, pindahkan desain bordir ke kain dan pilih hoop yang sedikit lebih besar dari area yang ingin Anda kerjakan. Pada proyek yang lebih besar, hoop bisa lebih kecil dan dipindahkan dari satu bagian ke bagian lain saat bekerja. Longgarkan sekrup atau mur pada cincin luar dan lepaskan cincin dalam. Pusatkan kain bordir di atas cincin dalam dan letakkan cincin luar di atas kain dan cincin dalam. Kencangkan sekrup atau mur dengan aman sambil menarik kain dari semua sisi agar kencang di dalam hoop.
10
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Keunggulan
1. Buku Utama
Dari setiap bab yang telah dijelaskan melihatkan bahwa semua kalimat tertata rapih dan mudah dimengerti setiap bagiannnya. Materi antara paragraph satu dengan paragraph yang lainnya saling berkaitan.
Penyusunan materi yang sangat bagus dan dapat dilihat sendiri. Penjelasan mengenai apa itu sulaman ( teknik menghias busana) sangat actual dengan bukti – bukti yang jelas.
2. Buku Pembanding
Buku ini memberikan panduan yang sangat mendetail mengenai teknik bordir, mulai dari pemilihan benang hingga penggunaan alat-alat khusus. Penulis menjelaskan setiap langkah dengan jelas dan menyertakan gambar yang memudahkan pemahaman. Dalam buku ini, pembaca akan menemukan berbagai proyek bordir yang bervariasi, disertai dengan instruksi yang mudah diikuti. Setiap bab diakhiri dengan tips praktis yang berguna untuk meningkatkan keterampilan bordir Anda. Isi buku ini sangat lengkap, mencakup segala sesuatu yang perlu diketahui tentang bahan bordir, termasuk perbedaan antara berbagai jenis benang dan kain.
Penjelasan tentang penggunaan alat laying juga sangat membantu bagi pemula. Buku ini memiliki banyak gambar yang cukup jelas sehingga dapat untuk melihat detail teknik tertentu
3.2 Kelemahan
1. Buku utama
Masih memiliki kalimat yang tipo (salah ketik ) membuat pembaca sedikit keliru. Masih ada kurangnya informasi mengenai jenis benang dan jarum yang digunakan. Meskipun buku ini sangat informatif, beberapa bagian terasa agak terlalu teknis untuk pemula, dan mungkin
11
membingungkan bagi mereka yang baru mulai belajar bordir. Kelemahan utama dari buku ini adalah kurangnya variasi dalam pola proyek yang disediakan. Beberapa desain terasa serupa dan mungkin tidak cukup menantang bagi bordir yang lebih berpengalaman
2. Buku pembanding
Tulisannya juga tidak terlalu baku sehingga mudah membuat pembaca menjadi tertarik. Informasi tentang bahan-bahan khusus dalam buku ini bisa lebih diperluas. Beberapa jenis bahan bordir yang lebih baru atau kurang umum tidak dibahas secara mendalam. Walaupun buku ini mencakup berbagai jenis benang, tidak ada cukup informasi tentang cara memilih benang yang tepat untuk proyek spesifik atau bagaimana benang yang berbeda memengaruhi hasil akhir.
12
BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan
Menghias kain adalah teknik penting dalam meningkatkan estetika dan nilai jual kain. Proses ini tidak hanya memperindah kain tetapi juga memberikan nilai tambah melalui penggunaan berbagai bahan dan teknik.
Berikut adalah poin-poin kunci yang dapat disimpulkan dari materi tentang menghias kain.
Menghias kain bertujuan untuk menambahkan ornamen pada kain polos, bergaris, atau bermotif, sehingga membuatnya lebih menarik dan meningkatkan nilai jualnya. Teknik hiasan dapat menggunakan benang sulam, renda, pita, payet, manik-manik, pewarna tekstil, dan berbagai
Secara keseluruhan, menghias kain melibatkan pemilihan bahan dan alat yang tepat serta penerapan teknik yang sesuai untuk menciptakan desain yang menarik dan meningkatkan nilai kain. Keberhasilan dalam menghias kain memerlukan perhatian terhadap detail, pemilihan bahan yang berkualitas, dan keterampilan menggunakan alat yang tepat.Secara keseluruhan, menguasai teknik sulaman tangan memerlukan pemahaman mendalam tentang berbagai bahan dan alat, serta praktik yang konsisten.
Meskipun ada beberapa tantangan seperti memilih benang dan teknik yang sesuai, serta menjaga agar perlengkapan tetap teratur, dengan persiapan yang tepat, bordir tangan dapat menjadi hobi yang sangat memuaskan dan kreatif.
4.2 Saran
Untuk memastikan hasil terbaik dalam menghias kain, penting untuk memilih bahan dan alat yang sesuai dengan teknik yang digunakan, berlatih secara teratur untuk menguasai berbagai metode sulaman, serta memastikan pencahayaan yang baik dan keteraturan di area kerja untuk menghindari kesalahan dan mencapai desain yang menarik dan profesional.
13
DAFTAR PUSTAKA
Budiyono, Dkk. (2008). Kriya Tekstil Jilid 2. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
Putu, Desak A.N, Dini Wulandari . (2006). Consumer Behavior : Essence,Position & Strategi Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
14