Akhir kata, penulis berharap semoga buku ini mendapat sambutan yang menggembirakan dan dijadikan rujukan dan acuan serta menambah wawasan baru bagi para pembaca pada umumnya sehingga termotivasi untuk melakukan penelitian dengan baik dan benar di lapangan. pembelajaran dan pengajaran, baik dalam bidang bahasa maupun bidang lainnya dengan tujuan untuk meningkatkan mutu dan mutu pembelajaran dan pengajaran menuju pendidikan yang profesional dan kompetitif. Sebagai penutup, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Rektor, pimpinan LP2M, UIN Syarif Hidayatulah Jakarta dan pengelola pers UIN serta seluruh civitas akademika, rekan dan sahabat yang tidak dapat disebutkan satu persatu dalam ruang ini. , Saya mengharapkan dukungan dan kebersamaan dari awal penulisan hingga terwujudnya buku ini yang patut disembah dan diridhoi oleh Allah SWT.
Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
Hal ini akan memfokuskan tujuan penelitian tindakan ke dalam tiga bidang, yaitu; (1) untuk meningkatkan praktik; (2) untuk pengembangan profesional dalam arti meningkatkan pemahaman praktisi terhadap praktik yang mereka jalani; dan (3) memperbaiki kondisi atau situasi di mana praktik tersebut dilakukan. Dalam bidang pendidikan khususnya dalam praktik pembelajaran, penelitian tindakan telah berkembang menjadi Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Manfaat PTK
Perbedaan Penelitian Tindakan Kelas dengan Penelitian Tindakan Lainnya Penelitian Tindakan Lainnya
PTK merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas praktik pembelajaran di kelas, sehingga fokus pada proses belajar mengajar yang berlangsung di kelas. Penelitian tindakan tidak bermaksud untuk menguji suatu perlakuan (action), namun tindakan atau treatment tersebut merupakan inti dari tercapainya tujuan penelitian.
Prosedur Desain Penelitian
Yang dimaksud dengan analisis masalah disini adalah kajian terhadap masalah ditinjau dari kelayakannya. Pertimbangan yang dapat dikemukakan antara lain kemampuan belajar secara teoritis dan metodologis, penguasaan materi pembelajaran, teori pembelajaran, strategi dan metodologi, kapasitas fasilitas untuk melaksanakan PTK (dana, waktu dan tenaga).
Perencanaan Tindakan (Planning)
Pelaksanaan Tindakan (Action)
Data kualitatif dalam hal ini diperlukan untuk menggambarkan proses dan aktivitas selama tindakan yang berlangsung di dalam kelas, seperti aktivitas siswa, antusiasme siswa, kualitas diskusi yang diadakan, serta tanggung jawab dan kemandirian. Instrumen yang umum digunakan adalah (a) lembar observasi siswa; (b) rubrik; (C); dan catatan lain yang relevan dengan kegiatan selama aksi. Catatan pada saat tindakan akan sangat berguna untuk menunjang data yang dicatat oleh lembar observasi, seperti aktivitas siswa selama tindakan, reaksinya atau petunjuk-petunjuk lain yang dapat dijadikan bahan analisis dan untuk tujuan refleksi.
Untuk mencapai atau memperoleh data yang valid atau dapat diandalkan, setidaknya dapat digunakan salah satu teknik yang paling umum digunakan untuk tujuan tersebut, misalnya teknik triangulasi. Teknik triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan sumber, metode, peneliti dan teori (Lexy J. Moleong).
Refleksi dan Evaluasi (Reflexion)
Dari hasil observasi mengenai proses pembahasan hasil penilaian diperoleh data bahwa siswa kurang aktif dalam berinteraksi dengan materi, temannya dan guru. Respon siswa tidak mampu mengikuti pembelajaran secara maksimal dalam waktu singkat, sulit terlibat dalam percakapan kelas, adanya ketidaksesuaian antara materi diskusi dan materi tes, dan sebagainya. Misalnya diskusi kelas diubah menjadi diskusi kelompok, menyiapkan lebih banyak pertanyaan dalam diskusi, memberikan tugas-tugas sebelumnya kepada siswa, menugaskan siswa mengerjakan tugas secara bergiliran sambil dinilai secara kualitatif atau kuantitatif, hasil penilaian didiskusikan dengan siswa sebelum pelajaran berikutnya, pembelajaran Tujuan dirumuskan secara rinci, realistis, mudah diukur, dan sebagainya.
Jenis data yang dikumpulkan; berupa makalah kelompok, lembar OHP hasil kerja kelompok, siswa yang aktif berdiskusi, serta hasil belajar yang dilaksanakan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest). Data yang dikumpulkan dapat berupa data kuantitatif (hasil tes, hasil kuis, kehadiran, nilai tugas, dll), namun juga data kualitatif yang menggambarkan aktivitas siswa, antusiasme siswa, kualitas diskusi yang diadakan, dll.
Pengertian Proposal Penelitian
Sistematika dan Uraian Isi Proposal
Meningkatkan Kemampuan Mendengarkan Wacana Bahasa Inggris Siswa Kelas XI dengan Mendengarkan Teks di MA Pembangunan Jakarta. Meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris melalui pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning) pada siswa VII. kelas di MTs Pembangunan Jakarta. Meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris melalui pendekatan proses dalam membaca cerita di Kelas X SMA Negeri 03 Jakarta.
Menggunakan pendekatan kontekstual berbasis penelitian dengan menggunakan media karikatur untuk meningkatkan keterampilan berbicara dan menulis siswa Mts Pembangunan Jakarta. Meningkatkan keterampilan mendengarkan dan berbicara bahasa Inggris melalui komunitas belajar dengan teknik permainan komunikatif bagi siswa kelas X MA Pembangunan Jakarta.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Fokus dan Sub-fokus Penelitian
- Pertanyaan Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Hipotesis Tindakan
Padahal yang menjadi fokus penelitian adalah “apa intisari penelitian” atau permasalahan utama/inti yang ingin dijawab dalam penelitian) melalui pertanyaan penelitian. Namun agar lebih jelas, subfokus penelitian dijelaskan secara rinci dalam poin-poin yang kemudian dikembangkan menjadi pertanyaan penelitian. Bagaimana cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris melalui penerapan/penggunaan model inkuiri kelompok di kelas XI MA Pembagunan Jakarta?
Sebagai contoh dapat disebutkan PTK bidang Bahasa Inggris/Bahasa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi siswa dalam mata pelajaran Bahasa Inggris/Bahasa Indonesia melalui penerapan strategi. “Dengan menggunakan model inkuiri kelompok dalam pembelajaran bahasa Inggris siswa kelas XI MA Pembangunan Jakarta dapat ditingkatkan kemampuan berpikir kritisnya.”
ACUAN TEORETIK
Apalagi peneliti atau guru akan berhasil menggali atau mengungkap data atau fakta empiris. Seluruh manfaat yang dirumuskan diperuntukkan bagi siswa, guru, peneliti, sekolah atau pemangku kepentingan lainnya.
METODOLOGI PENELITIAN
Setting Penelitian dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian
Subjek dan Objek Penelitian
Pada bagian ini ditentukan objek penelitian yang menjadi fokus utama untuk menjawab permasalahan yang dihadapi. Objek tersebut dapat berupa (1) masukan terkait siswa, guru, materi pembelajaran, sumber belajar, prosedur evaluasi, lingkungan belajar, dan sebagainya; (2) proses pelanggaran KBM, seperti interaksi belajar-mengajar, keterampilan bertanya guru, gaya mengajar guru, cara belajar siswa, penerapan berbagai metode mengajar di kelas, dan sebagainya, dan (3) keluaran (output) seperti seperti misalnya rasa ingin tahu siswa, kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan, motivasi siswa, hasil belajar siswa, sikap terhadap pengalaman belajar yang dilestarikan melalui tindakan perbaikan, dan sebagainya.
Prosedur/Rancangan Penelitian
Setelah menentukan siapa yang akan menjadi sumber data, peneliti dapat membuat rencana aspek atau informasi apa saja yang akan diperoleh dari sumber data yang bersangkutan.
Instrumen Penelitian
Prosedur Pengumpulan Data
Apabila data yang ingin dikumpulkan adalah hasil belajar kognitif, maka teknik pengumpulannya adalah tes lisan atau tertulis, portofolio, atau penilaian otentik. Apabila data yang ingin dikumpulkan adalah tanggapan siswa, maka tekniknya adalah angket atau wawancara, dan sebagainya.
Prosedur Analisis Data
Sedangkan dalam penelitian kualitatif kita mengenal teknik analisis: Deskripsi; Generasi teori; Induksi analitik, Grounded theory (pengkodean terbuka dan aksial), Mengkategorikan dan menghubungkan, Dari tipifikasi sehari-hari hingga tipologi. Sedangkan dalam analisis penelitian kualitatif dapat menggunakan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, dimulai dari pengumpulan data dan penentuan waktu, penyajian data, reduksi data, dan analisis data hingga penarikan kesimpulan. Hal terpenting dalam analisis data adalah harus adanya konsistensi antara tujuan penelitian, hipotesis yang dirumuskan, dan teori yang diterapkan.
Tim Peneliti (Kolaborator) dan Tugasnya,
- Teknik Penarikan Simpulan Penelitian
Jadwal Kegiatan Penelitian
Rencana Anggaran
Konsep-konsep Utama dalam Bab ini
Uraian tersebut menggambarkan permasalahan yang sebenarnya terjadi di dalam kelas, sehingga gambaran dan gambaran lingkungan serta konteksnya bersifat alamiah dan benar. Untuk mendapatkan informasi tertulis mengenai latar belakang permasalahan ini biasanya dilakukan penelitian pendahuluan untuk menghindari bias atau informasi yang kurang akurat dan benar. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam latar belakang permasalahan PTK, antara lain (1) pernyataan yang mencakup aspek pokok dalam judul (state of the art) (2) apa yang menjadi harapan. 3) apa yang sebenarnya terjadi (3) apa kesenjangan yang dirasakan, (4) apa yang menyebabkan kesenjangan tersebut terjadi (5) tindakan apa yang dilakukan untuk menjembatani kesenjangan tersebut (6) apa kekuatan dari tindakan yang dilakukan dalam menjembatani kesenjangan tersebut.
Judul Laporan
Kata Pengantar
Pendahuluan
Latar Belakang
Meskipun argumentasi tersebut nampaknya berkaitan dengan masalah yang akan kita selidiki, namun jelas tidak relevan dengan masalah yang akan kita selidiki. Misalnya, keuntungan sebuah stasiun televisi adalah karena iklan dan pembayaran pajak yang diterima pemerintah dan bukan karena kerugian seperti jumlah kematian perokok akibat kanker paru-paru setiap tahunnya atau jumlah uang yang harus dikeluarkan jika seseorang merokok dua bungkus. Ji Sam Soe per hari, misalnya. Pentingnya konsistensi dalam konstruksi argumentasi dan uraian mengenai topik yang akan diteliti adalah dengan memusatkan perhatian pada objek atau topik yang akan diteliti saja untuk menghindari uraian yang berlebihan dan tidak fokus.
Hal lain yang sering dijumpai pada latar belakang adalah memuat hal-hal yang tidak relevan dan normatif. Misalnya ingin mengkaji dampak krisis ekonomi terhadap perkembangan industri kecil yang termasuk dalam latar belakang UUD 1945 atau peraturan yang mengatur tentang penanaman modal asing, serta permasalahan yang terkait.
Tujuan Penelitian
Yang biasanya agak membingungkan para peneliti, ketika harus memposisikan teori sebagai alat untuk memahami atau menafsirkan realitas sosial, yang biasa dilakukan dalam penelitian kualitatif. Dengan kata lain, migrasi bukan sekadar upaya mencari kehidupan yang lebih baik, melainkan tugas budaya. Di sini jelas bahwa kedudukan teori tidak boleh diverifikasi, melainkan sebagai upaya memahami (verstehen) realitas yang ada.
Hipotesis Penelitian
Perlu ditekankan bahwa meskipun dalam penelitian kualitatif jumlah informan tidak menggunakan prinsip keterwakilan yang berdasarkan jumlah, namun tingkat kedalamannya, pemilihan informan sebaiknya ditentukan berdasarkan kompetensi atau kewenangannya. Apapun teknik pengambilan sampel yang dipilih (probabilitas dan/atau non-probabilitas) dalam laporan penelitian, alasan di balik pemilihan pengambilan sampel harus dinyatakan dengan menyebutkan kelemahan dan kelebihannya.
Prosedur Pengumpulan Data
Sedangkan dalam analisis penelitian kualitatif dapat menggunakan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, mulai dari pengumpulan dan penentuan waktu data, penyajian data, reduksi dan analisis data, hingga penarikan kesimpulan. Hal terpenting dalam analisis data adalah harus adanya konsistensi antara tujuan penelitian, hipotesis yang dirumuskan, dan teori yang digunakan.
Hasil dan Pembahasan
Simpulan
Pertama, jika penelitiannya kualitatif, judul dapat dirumuskan dari ringkasan temuan yang ada. Daftar isi yang baik mencerminkan kerangka esai secara keseluruhan dan merupakan bagian integral dari hasil penelitian yang ada. Artinya rumusan masalah sangat bergantung pada tujuan penelitian yang ingin dicapai dan jenis penelitian yang akan dilakukan.
Rumusan masalah sendiri berupa pertanyaan-pertanyaan yang ingin dicari jawabannya dalam penelitian yang akan dilakukan. Semuanya harus diuraikan sesuai dengan pendekatan penelitian yang digunakan dan tujuan penelitian yang telah dirumuskan.
BAGIAN PEMBUKA
Pendahuluan
ACUAN TEORETIS
METODOLOGI PENELITIAN A Seting Penelitian
Saran
Guru hendaknya selalu melakukan penelitian tindakan kelas secara rutin di kelas berdasarkan metode atau teknik pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik bahan ajar dan/atau yang diterapkan, sehingga keterampilan siswa dalam suatu mata pelajaran dapat selalu dikembangkan. Meningkatkan konteks inklusi: Personalisasi pengembangan guru melalui penelitian tindakan kolaboratif Sam Fox Penerbit: Routledge. Analisis Data Kualitatif, Edisi Kedua, Sage Publications Penerbit Pendidikan dan Profesional Internasional, Thousand Oaks London, New Delhi.
Makalah disampaikan pada Lokakarya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Guru SMP 2 dan 5 Nusa Penida Klungkung, 30 November s/d 1 Desember 2007 di Nusa Penida. Wawancara Pengantar Wawancara Penelitian Kualitatif, Sage Publications International dan Penerbit Pendidikan Profesional, Thousand Oaks, London, New Delhi. Laporan Penelitian Tindakan dan Penelitian Tindakan Kelas Selaku KTI, Makalah “Pelatihan Peningkatan Mutu Guru di Makassar”, Jakarta, 2005.
Penyusunan Proposal dan Laporan Penelitian Penelitian Tindakan Kelas, Makalah Diserahkan ke “Pelatihan Pengembangan Profesi Widyaiswara”, Direktorat Tenaga Kependidikan dan Kependidikan, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Nasional.