• Tidak ada hasil yang ditemukan

content laporan keuangan 2022 audited 2

N/A
N/A
Ridwan Putra Jatmika

Academic year: 2023

Membagikan "content laporan keuangan 2022 audited 2"

Copied!
578
0
0

Teks penuh

Periode yang Berakhir pada 31 Desember 2022 dan 2021 49 Tabel 14: Rincian Pembangunan Infrastruktur Migas 50 Tabel 15: Belanja Komoditas dan Modal untuk Penanganan Pandemi. Untuk Periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 59 Tabel 25: Perbandingan realisasi belanja modal untuk jalan, irigasi dan. Periode yang Berakhir 31 Desember 2022 dan 2021 61 Tabel 28: Capaian Output Kementerian ESDM 62 Tabel 29: Implementasi program penanganan pandemi Covid-19 dan.

Piutang kegiatan operasional pada badan layanan umum (BLU) Per 31 Desember 2022 dan 31 Desember 2021 91 Tabel 50: Rincian kualitas penyisihan piutang tak tertagih – piutang.

LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Laporan keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun anggaran 2022 yang telah diaudit ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan didasarkan pada prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang sehat di bidangnya. lingkungan pemerintahan. Laporan keuangan ini terdiri atas laporan realisasi anggaran, laporan neraca, laporan operasional, laporan pergerakan saham, dan catatan penjelasan atas laporan keuangan.

NERACA

RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN

LAPORAN OPERASIONAL

Laporan Operasional (LO) memberikan gambaran mengenai unsur pendapatan, pengeluaran, surplus/defisit kegiatan operasional dan non operasional, serta surplus/defisit LO.

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

NERACA

LAPORAN OPERASIONAL

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

PENJELASAN UMUM

  • PROFIL DAN KEBIJAKAN TEKNIS KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL (ESDM)
    • CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
    • VISI KEMENTERIAN ESDM
    • Misi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
    • Tujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
    • Sasaran Strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  • STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
    • Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang
    • Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang
    • Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang
    • Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan
    • Inspektorat Jenderal mempunyai tugas untuk menyelenggarakan
    • Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian, penyelidikan, dan pelayanan di bidang sumber daya geologi, vulkanologi
    • Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pengembangan SDM
    • Unit Pelaksana Teknis (UPT)
    • Lembaga Non Struktural
  • PROGRAM KEMENTERIAN ESDM
    • PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN ESDM
    • PROGRAM PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR KEMENTERIAN ESDM
    • PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN ESDM Program tersebut bertujuan untuk mewujudkan peningkatan kualitas
    • PROGRAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA ESDM
    • PROGRAM PENGELOLAAN DAN PENYEDIAAN MINYAK DAN GAS BUMI
    • PROGRAM PENGELOLAAN KETENAGALISTRIKAN
    • PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGUSAHAAN MINERAL DAN BATUBARA
    • PROGRAM PENELITIAN, MITIGASI DAN PELAYANAN GEOLOGI
    • PROGRAM PENGATURAN DAN PENGAWASAN PENYEDIAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BAHAN BAKAR MINYAK DAN PENGANGKUTAN
    • PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA DEWAN ENERGI NASIONAL (DEN)
    • PROGRAM PENGELOLAAN ENERGI BARU, TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI
    • PROGRAM PENGELOLAAN MIGAS ACEH
  • PENDEKATAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
  • BASIS AKUNTANSI
  • DASAR PENGUKURAN
  • KEBIJAKAN AKUNTANSI
    • Pendapatan- LRA
    • Pendapatan-LO
    • Belanja
    • Beban
    • Aset
    • Perjanjian Konsesi Jasa – Pemberi Konsesi (PSAP 16)
    • Properti Investasi (PSAP 17)
    • Kewajiban
    • Ekuitas
    • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 231/PMK.05/2022
    • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 232/PMK.05/2022

Tugas dan fungsi KESDM berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2015 diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 15 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas, ketenagalistrikan, mineral dan batubara, energi baru, energi terbarukan, konservasi energi, dan geologi kelautan; Dan. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas, ketenagalistrikan, mineral dan batubara, energi baru, energi terbarukan, konservasi energi, dan geologi.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi, ketenagalistrikan, mineral dan batubara, energi baru, energi terbarukan, penyimpanan energi dan geologi. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sektor ESDM yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini merupakan pedoman bagi pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah dan Pengendalian Intern Pelaporan Keuangan di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sebagai pedoman bagi penyusun laporan keuangan di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam rangka penerapan akuntansi berbasis akrual; Dan. Pendapatan yang berasal dari LO diakui pada saat hak atas pendapatan tersebut timbul atau pada saat terdapat aliran masuk sumber daya ekonomi.

PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN

  • Pendapatan Negara dan Hibah
  • Belanja Pegawai
  • Belanja Barang
    • Belanja Modal Tanah
    • Belanja Modal Peralatan dan Mesin
    • Belanja Modal Gedung dan Bangunan
    • Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan
    • Belanja Modal Lainnya
    • Belanja Modal BLU
  • Capaian Output Pada Kementerian ESDM
  • PELAKSANAAN PROGRAM PENANGANAN PANDEMI COVID-19 DAN PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL (PC -
  • Prioritas Nasional

Selain reorganisasi di atas, terdapat sedikit revisi anggaran sesuai kebutuhan masing-masing unit I. Perubahan pagu anggaran berdasarkan program untuk periode yang berakhir 31 Desember 2022 diuraikan sebagai berikut:. Rincian batas awal dan batas revisi per program untuk periode yang berakhir 31 Desember untuk program penelitian dan inovasi ilmiah. Terjadi peningkatan bahan baku mineral dan batubara pada periode tahun 2022 dibandingkan periode yang sama tahun 2021 antara lain disebabkan oleh:

Rincian anggaran dan realisasi belanja barang periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut: Rincian anggaran dan realisasi belanja modal untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut: Realisasi belanja modal atas tanah untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 adalah Rp0,00. Tidak ada belanja modal atas tanah sampai periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

Perbandingan realisasi belanja modal peralatan dan mesin periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Belanja modal bidang jalan, irigasi dan jaringan Rp. Dibandingkan periode yang sama tahun 2021, penurunan tersebut secara umum antara lain disebabkan oleh efektifitas pagu anggaran akibat kebijakan refocusing anggaran. Perbandingan realisasi belanja modal jalan, irigasi, dan jaringan untuk periode yang berakhir 31 Desember 2022 dan 2021.

Belanja modal BLU berjalan periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp atau 33,01% dibandingkan periode yang sama tahun 2021, umumnya disebabkan oleh berkurangnya pembangunan dan renovasi gedung dan gedung kampus di BPSDM.

PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA 1 Kas Lainnya dan Setara Kas

  • Kas pada Badan Layanan Umum (BLU)
  • Investasi Jangka Pendek–Badan Layanan Umum
  • Belanja Dibayar di Muka (Prepaid)
  • Pendapatan yang Masih Harus Diterima
  • Piutang Bukan Pajak
  • Penyisihan Piutang Tidak Tertagih-Piutang Bukan Pajak Penyisihan Piutang Tidak Tertagih-Piutang Bukan Pajak merupakan

Hutang pajak yang belum dibayar dari kasir BLU dalam mata uang Rupiah merupakan pajak pertambahan nilai atas pekerjaan jasa yang diterbitkan oleh BLU LEMIGAS. Ditjen Minerba dalam Rp merupakan pendapatan dari Balai Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, yang secara akrual tidak diakui sebagai pendapatan karena pelaksanaan pekerjaan belum selesai/berlangsung (dana pihak ketiga BLU ). BPSDM ESDM dalam Rupiah adalah dana pada rekening dana perwalian pada Satker PPSDM KEBTKE dalam bentuk pembayaran kepada pengguna jasa yang belum menjadi hak BLU.

Ditjen EBTKE sebesar Rp merupakan sisa Hibah Luar Negeri berupa uang yang belum terealisasi. Saldo awal kas ditambah persetujuan pemasukan dan pemasukan yang belum disetujui, kemudian dikurangi saldo persetujuan pengeluaran dan pengeluaran tidak disetujui pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp. Uang tunai di brankas sebesar Rp. untuk pekerjaan BLU belum dibayar pada tanggal 31 Desember 2022 karena plafon minus sehingga pembayaran tidak dapat dilakukan.

Survei Geologi sebesar Rp, yang sebesar Rp tersebut masih disimpan pada rekening Dana Pengelolaan satuan kerja BBSPGL dan belum ditransfer ke rekening pendapatan operasional sampai dengan tanggal 31 Desember 2022. Survei Geologi sebesar Rp merupakan pengeluaran dibayar dimuka yang berasal dari Isotop Water Analyzer. Pekerjaan pemeliharaan dimulai dengan nomor surat perjanjian. Kekurangan volume pekerjaan pembangunan tangki bensin rumah tangga di Kabupaten Gresik dan Kota Probolinggo sebesar Rp.

Tagihan akhir royalti batubara dan PHT yang habis masa berlakunya pada aplikasi ePNBP versi 2 adalah Rp. Temuan BPK RI atas IDR merupakan hasil pemeriksaan BPK RI tahun 2022, berdasarkan berita acara pembahasan hasil pemeriksaan yang dilaksanakan pada tanggal 27-28 Desember 2022 antara BPK RI, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, dan pembayar pajak. periode 2020 - Periode 2021 dengan jumlah 10 pembayar yang belum menerbitkan surat tetapnya. Ditjen EBTKE sebesar Rp merupakan iuran produksi yang berasal dari Direktorat Panas Bumi pada bulan Desember 2022 dan dibayarkan pada bulan Januari 2023, serta kekurangan volume pekerjaan inventarisasi PJU PV untuk Indonesia 1 dan 3 (multiyears). kontrak), Indonesia 1 dan 2;

Terdapat pengembalian kelebihan pembayaran jasa konstruksi renovasi gedung perkantoran BPH Migas sebesar Rp. Sewa sebagian gedung Plaza Centris periode Juli 2013 sampai dengan 31 Desember 2014 yang dibebankan namun belum dibayar oleh penyewa sebesar Rp. Piutang tagihan pembayaran jaminan pembelian peralatan komunikasi radio sehubungan dengan berakhirnya kontrak sebesar b.

NO Unit Eselon I 31 Desember 2022 31 Desember 2021

Piutang bukan Pajak (Netto)

Uraian 31 Desember 2022 31 Desember 2021

  • Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi
  • Penyisihan Piutang Tidak Tertagih- Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi
  • Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (Netto)
  • Piutang dari Kegiatan Operasional Badan Layanan Umum (BLU)
  • Penyisihan Piutang tidak Tertagih–Piutang dari Kegiatan Operasional Badan Layanan Umum (BLU)
  • Piutang dari Kegiatan Operasional Badan Layanan Umum (BLU) (Netto)
  • Piutang dari Kegiatan Non operasional Badan Layanan Umum (BLU)
  • Penyisihan Piutang tidak Tertagih– Piutang dari Kegiatan Non operasional Badan Layanan Umum (BLU)
  • Piutang dari Kegiatan Non-operasional Badan Layanan Umum (BLU) (Netto)
  • Persediaan
  • Tanah
  • Peralatan dan Mesin
  • Gedung dan Bangunan
  • Aset Tetap Lainnya
  • Konstruksi Dalam Pengerjaan
  • Akumulasi Penyusutan Aset Tetap
  • Piutang Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR)
  • Penyisihan Piutang Tidak Tertagih – Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi
  • Kemitraan Dengan Pihak Ketiga
  • Aset Tak Berwujud
  • Aset tak Berwujud dalam Pengerjaan
  • Dana Yang Dibatasi Penggunaannya
  • Aset Lain-Lain
  • Aset Lain-Lain BLU
  • Akumulasi Penyusutan/Amortisasi Aset Lainnya
  • Utang kepada Pihak Ketiga
  • Utang Kelebihan Pembayaran Pendapatan
  • Pendapatan Diterima di Muka
  • Utang Jangka Pendek Lainnya
  • Ekuitas
  • PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN OPERASIONAL 1 Pendapatan PNBP
    • Beban Pegawai
    • Beban Barang dan Jasa
    • Beban Perjalanan Dinas
    • Beban Barang untuk Diserahkan kepada Masyarakat
    • Beban Penyusutan dan Amortisasi
    • Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih
    • SURPLUS (DEFISIT) DARI KEGIATAN OPERASIONAL
    • SURPLUS (DEFISIT) DARI KEGIATAN NON OPERASIONAL Surplus (Defisit) dari Kegiatan Non Operasional untuk periode yang

Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM senilai Rp merupakan transfer ke dalam peralatan dan mesin yang diperlukan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan; Ditjen Migas sebesar Rp merupakan penerimaan 16 unit sepeda motor listrik untuk ATR dari Ditjen Minerba; Direktorat Jenderal EBTKE sebesar Rp merupakan penerimaan dana pokok restorasi motor listrik dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara;

Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara dalam Rupiah adalah reklasifikasi keluar karena kesalahan kode BMN pada input peralatan dan mesin; Ditjen Migas sebesar Rp merupakan transaksi likuidasi masuk dari Balai Pengujian Migas LEMIGAS. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebesar Rp merupakan transaksi likuidasi masuk dari Balai Pengujian Mineral dan Batubara.

Badan Geologi sebesar Rp merupakan transaksi masuk likuidasi Pusat Survei dan Pengujian Geologi Kelautan. Direktorat Jenderal EBTKE sebesar Rp merupakan transaksi masuk likuidasi Pusat Penelitian dan Pengujian KEBTKE. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi sebesar Rp mewakili likuidasi yang masuk dari Pusat Penelitian dan Pengembangan LEMIGAS ke Pusat Pengujian Migas;

Ditjen Minerba sebesar Rp berupa software dan buku digital dari Puslitbang Tekmira hingga Tekmira Center;

Referensi

Dokumen terkait