• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendapatan Diterima di Muka

Dalam dokumen content laporan keuangan 2022 audited 2 (Halaman 179-183)

NO Unit Eselon I 31 Desember 2022 31 Desember 2021

Uraian 31 Uraian 31 Desember 2022 31 Desember 2021

C.37 Pendapatan Diterima di Muka

Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2022 Audited

Catatan atas Laporan Keuangan - Neraca - 165 -

Pendapatan diterima Dimuka

Rp21.574.692.043,00

rekonsiliasi yaitu atas pembayaran iuran Badan Usaha dibandingkan dengan perhitungan realisasi iuran sesuai hasil verifikasi realisasi volume penjualan sampai dengan triwulan III tahun 2022.

Tabel 83

Mutasi Utang Kelebihan Pembayaran Pendapatan BPH Migas per 31 Desember 2022

(dalam rupiah) Saldo per 31 Desember 2021 9.007.493.198

Mutasi Tambah: 134.999.067.880

- Hasil verifikasi dan rekonsiliasi iuran BU sampai dengan triwulan III tahun 2022 (Lebih Bayar)

134.999.067.880

Mutasi Kurang: 2.701.550.901

- Kompensasi saldo lebih bayar atas tagihan sampai dengan Triwulan III tahun 2022

921.735.004

- Pengembalian Kelebihan Pembayaran PNBP 1.779.815.897 Saldo per 31 Desember 2022 141.305.010.177

Mutasi tambah sebesar Rp134.999.067.880,00 merupakan Kelebihan Pembayaran Iuran oleh Badan Usaha BBM dan Gas Bumi yang terdiri dari kelebihan pembayaran iuran Badan Usaha berdasarkan hasil verifikasi dan rekonsiliasi yaitu atas pembayaran iuran Badan Usaha dibandingkan dengan perhitungan realisasi iuran sesuai hasil verifikasi realisasi volume penjualan sampai dengan triwulan IV tahun 2022.

Mutasi kurang sebesar Rp2.701.550.901,00 terdiri dari :

a. Kompensasi saldo lebih bayar atas tagihan s.d. triwulan III TA 2022 sebesar Rp921.735.004,00 yang disebabkan oleh Badan Usaha yang menggunakan utang lebih bayar sebagai kompensasi pembayaran iuran self assessment maupun pembayaran tagihan;

b. Pengembalian kelebihan pembayaran PNBP PT Petronas Niaga Indonesia sebesar Rp1.779.815.897,00 sesuai dengan surat Sekretaris BPH Migas Nomor 96/SES/IKPA-KPB/SBPH.1/2022 tanggal 03 November 2022 tentang surat persetujuan pengembalian penerimaan bukan pajak.

Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2022 Audited

Catatan atas Laporan Keuangan - Neraca - 166 -

Saldo Pendapatan Diterima di Muka per 31 Desember 2022 dan 2021 sebesar Rp21.574.692.043,00 dan Rp9.782.620.803,00. Rincian saldo pendapatan diterima dimuka, disajikan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 84

Pendapatan Diterima Dimuka Per Eselon I Per 31 Desember 2022 dan 2021

(dalam rupiah)

NO UNIT ESELON I 31 Desember 2022 31 Desember 2021

1 Sekretariat Jenderal 357.211.312,00 457.773.471,00

2 Inspektorat Jenderal 14.583.333,00 39.583.335,00

3 Ditjen Migas 1.582.647.480,00 3.361.884.384,00

4 Ditjen Gatrik 173.809.736,00 407.290.669,00

5 Ditjen Minerba 571.306.878,00 4.252.685.435,00

6 Badan Litbang ESDM - 241.666.667,00

7 Badan Geologi 627.825.487,00 358.488.144,00

8 BPSDM ESDM 17.684.722.167,00 294.158.098,00

9 Ditjen EBTKE 547.647.650,00 356.436.350,00

10 BPH Migas 14.938.000,00 12.654.250,00

21.574.692.043,00

9.782.620.803,00

JUMLAH

Rincian Pendapatan diterima dimuka per eselon I adalah sebagai berikut:

1. Sekretariat Jenderal sebesar Rp357.211.312,00 terdiri dari :

a. Sewa tanah bangunan negara sebesar Rp88.046.400,00 untuk penempatan peralatan komunikasi (BTS) Telkomsel dengan jangka waktu kontraknya selama 5 tahun (15 Juli 2019 sd 14 Juli 2024) nilai kontrak Rp293.488.000,00 sesuai Surat Perjanjian Sewa Menyewa Tanah dan/atau Bangunan Untuk Penempatan Peralatan Telekomunikasi antara Sekretariat Jenderal KESDM dengan PT. Telekomunikasi Seluler Nomor 0043/05/SJU.II/2019 / Nomor PKS.1147/LG.05/RC-03/VII/2019 tanggal 17 Juli 2019.

b. Sewa Tanah untuk ATM BRI sebesar Rp35.253.333,00 dengan nilai kontrak Rp42.304.000,00 untuk periode 8 November 2022 s.d 7 November 2023 pada satker Setjen, sesuai surat Menteri Keuangan Nomor S-625/MK.6/KNL.0702/2022 tanggal 14 Oktober 2022 hal Persetujuan Sewa Sebagian Tanah dan/atau Bangunan Pada KESDM;

c. Pendapatan yang berasal dari jasa tenaga, pekerjaan, informasi dan pelatihan, dan tekonologi sebesar Rp233.911.579,00 berupa

Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2022 Audited

Catatan atas Laporan Keuangan - Neraca - 167 -

lisensi yang sudah diterbitkan oleh Pusdatin ESDM kepada Petronas (E&P) Overseas Ventures Sdn. Bhd selama 10 tahun (1 Februari 2018 s.d. 31 Januari 2028) dengan nilai kontrak sebesar Rp460.153.925,00

2. Inspektorat Jenderal sebesar Rp14.583.333,00 merupakan pendapatan sewa sebagian lahan untuk ATM BRI periode 1 Januari 2023 sampai dengan 31 Juli 2023;

3. Ditjen Migas sebesar Rp1.582.647.480,00, terdiri dari pendapatan sewa dengan Bank BRI sebesar Rp284.071.373,00, Koperasi Prima Daya Migas (KPDM) sebesar Rp66.282.667,00, KPDM Basement sebesar Rp21.571.200,00, PT Indosat sebesar Rp788.252.055,00, Tbk, dan PT Telkomsel Rp173.898.757,00 di Satker Ditjen Migas serta pendapatan diterima dimuka BLU Balai Besar Lemigas sebesar Rp248.571.428,00 yang merupakan sewa gedung dan bangunan dijalan Antasari Nomor 6A Cilandak Barat Jakarta Selatan oleh PT.

Haniftel ;

4. Ditjen Gatrik sebesar Rp173.809.736,00 merupakan pendapatan sewa lahan untuk antena BTS PT Indosat Tbk, PT. Telekomunikasi Selular Tbk, PT Soluna Tunas Pratama, Tbk, sewa kantor kas dan ATM PT. BRI (Persero) tbk serta sewa lahan untuk kedai kopi;

5. Ditjen Minerba sebesar Rp571.306.878,00 merupakan pendapatan diterima dimuka dengan rincian sebagai berikut :

a. Iuran Tetap yang dibayar pada tahun 2020 untuk periode 2023 s.d 2026 senilai Rp93.236.662,00;

b. Iuran Tetap yang dibayar pada tahun 2021 untuk periode 2023 s.d 2026 senilai Rp18.682.721,00;

c. Iuran Tetap yang dibayar pada tahun 2022 untuk periode 2023 senilai Rp320.952.853,00;

d. Pendapatan yang diterima dimuka untuk pembayaran sewa atm BRI periode 2023 senilai Rp2.787.722,00;

e. Koreksi atas salah akun pendapatan diterima dimuka senilai (Rp19.747,00);

f. Sewa Lahan BTS (tower signal) di Balai Besar Tekmira untuk

Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2022 Audited

Catatan atas Laporan Keuangan - Neraca - 168 -

periode 2023 sebesar Rp17.500.000,00;

g. Sewa lahan dan bangunan di Balai Besar Tekmira untuk periode TA 2023 s.d. 2025 sebesar Rp104.166.667,00;

h. Kekurangan pencatatan pendapatan diterima dimuka atas sewa lahan untuk ATM Bank Mandiri sebesar Rp14.000.000,00

6. BPSDM ESDM sebesar Rp17.684.722.167,00 merupakan pendapatan diterima dimuka atas :

a. Sewa ATM BRI di Sekretariat BPSDM ESDM sebesar Rp15.000.000,00;

b. Pendapatan diterima dimuka di satker PPSDM KEBTKE sebesar Rp57.500.000,00 atas pendapatan sewa ATM BRI sesuai dengan nomor PK : JNG/PKS/14/2021;

c. Pendapatan diterima dimuka di satker PPSDM Geominerba sebesar Rp5.562.500,00 merupakan pendapatan sewa lahan/tanah untuk ATM BNI;

d. Pendapatan diterima dimuka pada satker PEP Bandung sebesar Rp129.300.000,00 yang merupakan pembayaran UKT mahasiswa semester genap 2022/2023;

e. Pendapatan diterima dimuka atas sewa lahan dilingkungan asrama Vyatra pada PEM Akamigas sebesar Rp18.000.000,00 terdiri dari sewa ATM BNI sebesar Rp15.000.000,00 dan ATM BRI sebesar Rp3.000.000,00;

f. Pendapatan diterima dimuka atas pembayran jasa layanan pendidikan berupa UKT Semester genap 2022/2023 dan semester ganjil 2023/2024 sebesar Rp17.302.318.000,00 g. Pendapatan diterima dimuka atas sewa gedung di satker

PPSDM Migas sebesar Rp157.041.667,00

7. Badan Geologi sebesar Rp627.825.487,00 merupakan pendapatan sewa gedung dan bangunan pada Museum Geologi atas sewa tanah, gedung dan bangunan PLTP Mataloko sebesar Rp188.258.450,00, PLTP Atedai sebesar Rp153.153.149,00, PT Sukoria Geothermal Indonesia sebesar Rp2.423.888,00, CV Surya Cipta Utama atas sewa ruang geo storage/souvenir Museum Geologi sebesar

Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2022 Audited

Catatan atas Laporan Keuangan - Neraca - 169 -

Utang Jangka Pendek Lainnya

Rp632.224.363,00

Utang Jangka Panjang Dalam Negeri lainnya Rp240.952.751.515,00

Ekuitas

Rp34.498.234.086.815 ,00

Rp173.880.000,00 dan sewa lahan untuk koperasi pegawai sebesar Rp110.110.000,00;

8. BPH Migas sebesar Rp14.938.000,00 merupakan pendapatan sewa diterima muka ATM BRI di Gedung BPH Migas;

9. Ditjen EBTKE sebesar Rp547.647.650,00 merupakan Pendapatan sewa diterima dimuka atas ATM BRI Rp30.329.100,00, BTS Indosat Rp312.121.550,00 dan the coffee mine Rp205.197.000,00

Dalam dokumen content laporan keuangan 2022 audited 2 (Halaman 179-183)