• Tidak ada hasil yang ditemukan

Piutang Bukan Pajak

Dalam dokumen content laporan keuangan 2022 audited 2 (Halaman 95-101)

RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN

C. PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA 1 Kas Lainnya dan Setara Kas

C.6 Piutang Bukan Pajak

Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2022 Audited

Catatan atas Laporan Keuangan - Neraca - 81 -

Piutang Bukan Pajak Rp30.573.976.757.786,00

pembayaran pekerjaan Renovasi Pos PGA Merapi Kaliurang satker PVMBG yang belum terbit surat tagih ke pihak penyedia.

5. Ditjen EBTKE sebesar Rp9.382.481.758,00 merupakan Iuran Produksi yang berasal dari Direktorat Panas Bumi bulan Desember 2022 yang dibayarkan di bulan Januari tahun 2023 serta adanya kekurangan volume pekerjaan persediaan PJU PV wilayah Indonesia 1 dan 3 (Multi Years Contract), Indonesia 1 dan 2;

6. BPH Migas sebesar Rp658.841.258.604,00 merupakan

a. Hasil verifikasi volume dan rekonsiliasi iuran badan usaha hilir migas sampai dengan triwulan IV tahun 2022 yang telah dilaksanakan sampai dengan tanggal pelaporan, namun surat tagihannya belum terbit sebesar Rp646.386.244.870,00 yang merupakan Iuran Badan Usaha BBM dan Rp12.313.190.076 yang merupakan Iuran Badan Usaha Gas Bumi.

b. Terdapat pengembalian kelebihan pembayaran Pekerjaan Jasa Konstruksi atas pekerjaan renovasi Gedung perkantoran BPH Migas sebesar Rp83.654.067,00.

c. Pengembalian kelebihan pembayaran Paket Meeting Luar Kota sebesar Rp58.169.591,00.

Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2022 Audited

Catatan atas Laporan Keuangan - Neraca - 82 -

Tabel 43

Perbandingan Piutang Bukan Pajak Per 31 Desember 2022 dan 2021

(dalam Rupiah)

NO Unit Eselon I 31 Desember 2022 31 Desember 2021

1 Setjen KESDM 11.311.602.480,00 11.311.602.480,00 2 Ditjen Migas 22.914.604.247.349,00 18.358.806.127.058,00 3 Ditjen Ketenagalistrikan 3.658.873.169,00 17.990.072.489,00 4 Ditjen Minerba 6.706.375.726.333,00 5.891.758.382.926,00 5 Badan Geologi 1.075.171.682,00 1.681.016.948,00 6 BPSDM ESDM 154.000.000,00 - 7 BPH Migas 911.526.995.270,00 57.192.771.356,00 8 Ditjen EBTKE 25.270.141.503,00 60.044.192.255,00

30.573.976.757.786,00

24.398.784.165.512,00

JUMLAH

Penjelasan mengenai Piutang Bukan Pajak per Eselon I adalah sebagai berikut:

1. Sekretariat Jenderal KESDM sebesar Rp11.311.602.480,00 terdiri dari :

a. Piutang yang berasal dari selisih kurang bayar sewa sebagian Gedung Plaza Centris dengan sewa yang telah dibayar tenant dengan tarif yang diberlakukan oleh Menteri Keuangan pada tahun 2010 dan 2011, yang belum di setor ke Kas Negara sebesar Rp8.415.994.370,00;

b. Sewa sebagian Gedung Plaza Centris untuk periode bulan Juli 2013 sampai dengan 31 Desember 2014 yang telah ditagihkan tetapi belum dibayar oleh pihak tenant sebesar Rp2.895.608.110,00.

2. Ditjen Migas sebesar Rp22.914.604.247.349,00 terdiri dari : a. Piutang Bukan Pajak berupa Signature Bonus sebanyak 5

wilayah kerja dengan nilai sebesar USD 5,700,000.00 atau ekuivalen sebesar Rp88.874.400.000,00 (kurs jisdor BI pada tanggal 30 Desember 2022 sebesar Rp15.592,00) dengan status sebagai berikut :

1) Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) pada KPKNL telah menerima pengurusan piutang sebanyak 3 WK, senilai USD 3,450,000.00 atau Rp53.792.400.000,00

2) Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) telah mengembalikan pengurusan piutang sebanyak 1 WK,

Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2022 Audited

Catatan atas Laporan Keuangan - Neraca - 83 -

senilai USD 1,000,000.00 atau Rp15.592.000.000,00 dengan debitur PT Innovare Gas. Sehubungan dengan telah adanya keputusan Pengadilan, saat ini Ditjen Migas sedang mengajukan proses penyelesaian piutang.

3) Sudah diserahkan kepada PUPN dan sedang dalam proses verifikasi di KPKNL sebanyak 1 WK, senilai senilai USD 1,000,000.00 atau Rp15.592.000.000,00.

4) Perubahan saldo berupa Signature Bonus West Kampar sebesar USD250,000.00 melalui pencairan jaminan penawaran KURS JISDOR IDR15.592,00 atau sebesar Rp3.898.000.000,00

b. Piutang Firm Commitment sebanyak 94 wilayah kerja dengan nilai sebesar USD 809,561,050.98 atau Rp12.622.675.906.880,20 dengan status:

1) Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) telah menerima pengurusan piutang sebanyak 30 WK, senilai senilai USD 318,423,797.00 atau Rp4.964.863.842.824,00

2) Sudah diserahkan kepada PUPN dan sedang dalam proses verifikasi di KPKNL sebanyak 19 WK, senilai USD 193,919,125.00 atau Rp3.023.586.997.000,00

3) Sedang dalam proses penyerahan ke KPKNL sebanyak 12 WK, senilai USD 74,085,182.64 atau Rp1.155.136.167.722,88

4) Sedang dalam proses pengumpulan data untuk penyerahan ke Biro Keuangan KESDM sebanyak 32 WK, senilai USD 210,799,613.00 atau Rp3.286.787.565.896,00 5) Surat Tagih Pertama sebanyak 1 WK, senilai USD

12.333.333,34 atau Rp192.301.333.437,28

c. Piutang lainnya per 31 Desember 2022 sebesar Rp10.203.053.940.468,70 terdiri dari :

1) Pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan atas pekerjaan TA 2014 Rp252.192.643,00

Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2022 Audited

Catatan atas Laporan Keuangan - Neraca - 84 -

2) Piutang temuan BPK RI pada TA 2015 sebanyak 1 temuan sebesar Rp79.180.561,00

3) Piutang temuan hasil pengawasan Itjen KESDM sebesar Rp13.426.280.178,00

4) Piutang Denda Firm Commitment sebanyak 93 WK dengan nilai sebesar USD 450,973,167.024 ekuivalen (Kurs Rp15.592,00) Rp7.031.573.620.238,21

5) Piutang Denda Piutang Signature Bonus sebanyak 5 wilayah kerja dengan nilai sebesar sebesar USD3.315.990,00 atau Rp51.702.916.080,00

6) Piutang sanksi administratif berupa denda kepada Badan Usaha BBN sesuai Permen ESDM Nomor 41 Tahun 2018 sebesar Rp2.863.459.578.455,00 dengan status sedang dalam proses pengajuan permohonan keringanan pembayaran PNBP terutang sebanyak 14 temuan

7) Piutang denda atas sanksi administratif berupa denda

kepada Badan Usaha BBN senilai Rp242.438.522.313,48

8) Pembayaran piutang denda atas pengadaan barang dan jasa temuan BPK RI periode Tahun Anggaran 2021 satker BBPMGB Lemigas sebesar Rp121.650.000,00

3. Ditjen Ketenagalistrikan sebesar Rp3.658.873.169,00 merupakan piutang denda keterlambatan Pekerjaan Pemerintah pada Eks Satker UIP Sumatera II, Lisdes Sulawesi Selatan, UIP Kitring Nusa Tenggara dan Satker Ketenagalistrikan, kelebihan pembayaran pekerjaan konstruksi renovasi gedung Ditjen Ketenagalistrikan, serta kekurangan jaminan pelaksanaan dan denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan renovasi gedung dengan penyedia PT Barindo Prima Agung;

4. Ditjen Minerba sebesar Rp6.706.375.726.333,00 terdiri dari :

Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2022 Audited

Catatan atas Laporan Keuangan - Neraca - 85 -

a. Piutang atas Tagihan Royalti/ DHPB,Iuran Tetap, denda smelter dan denda DMO atas hasil audit BPK-RI, BPKP dan hasil perhitungan evaluator Ditjen Minerba senilai Rp6.706.180.726.333,00;

b. Piutang atas temuan auditor BPK untuk pemeriksaan barang dan jasa atas CV. Athaya Mitra Pratama senilai Rp195.000.000,00 yang telah diserahkan ke KPKNL dan telah terbit SP3N.

Atas Piutang untuk Tagihan Royalti/ DHPB, Iuran Tetap, denda smelter dan DMO senilai Rp6.706.180.726.333,00 terdapat piutang yang proses penagihannya telah beralih pada KPKNL Jakarta V senilai Rp3.543.009.105.592,87 Piutang ini telah berstatus macet yang berasal dari perusahaan IUP, PKP2B dan KK dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 44

Piutang Berstatus Macet yang Berasal dari Perusahaan Per 31 Desember 2022

Rp USD Rp USD Rp USD

IUP 15.796.078.911,98 68.833.158,10 984.454.695.080,74 74.260.201,81 - - PKP2B - 297.141,89 113.903.582.083,29 5.564.843,11 4.177.981.622,71 6.477.259,10 KK - 75.141,50 - - - - Total 15.796.078.911,98 69.205.441,49 1.098.358.277.164,03 79.825.044,92 4.177.981.622,71 6.477.259,10

1.118.332.337.698,72

155.507.745,50

3.543.009.105.592,87

Jenis Perusahaan Iuran Tetap Royalti PHT

Total Dalam Rp Kurs Rp15.592

5. Badan Geologi sebesar Rp1.075.171.682,00 terdiri dari :

a. Piutang atas permintaan pencairan jaminan pelaksanaan pengadaan peralatan perangkat radio komunikasi sehubungan dengan putus kontrak sebesar Rp66.307.870,00 b. Piutang hasil temuan BPK RI atas permintaan pencairan

jaminan pelaksanaan pengadaan peralatan seismometer monitoring sehubungan dengan putus kontrak sebesar Rp278.694.225,00

c. Temuan BPK RI atas Sumur Bor Tahun 2018 sebesar Rp116.531.445,00

Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2022 Audited

Catatan atas Laporan Keuangan - Neraca - 86 -

d. Kelebihan pembayaran Sumur Bor Tahun 2019 sebesar Rp13.925.878,00

e. Temuan BPK RI TA 2018 atas denda keterlambatan pekerjaan di PATGTL sebesar Rp285.412.641,00

f. Kelebihan pembayaran atas paket Sumur Bor 19 TA 2020 sebesar Rp314.299.427,00

g. Kelebihan pembayaran atas pekerjaan infrastruktur pengeboran panas bumi slim hole di Nage Rp196,00

6. BPSDM ESDM sebesar Rp154.000.000,00 terdiri dari tunggakan UKT mahasiswa umum semester ganjil 2021/2022 Rp7.700.000,00 dan semester genap 2021/2022, ganjil 2022/2023 Rp146.300.000,00

7. BPH Migas sebesar Rp911.526.995.270,00 merupakan hak pemerintah atas :

a. Iuran Badan Usaha BBM sebesar Rp910.047.464.705,00 b. Iuran Badan Usaha Gas Bumi sebesar Rp1.479.530.565,00 Saldo piutang tersebut telah memperhitungkan kekurangan pembayaran hasil verifikasi dan rekonsiliasi Iuran Badan Usaha sampai dengan triwulan IV tahun 2022 serta hasil verifikasi dan rekonsiliasi iuran Badan Usaha tahun sebelumnya yang dilakukan sampai dengan tanggal pelaporan.

Penyajian akun piutang penerimaan negara bukan pajak untuk iuran badan usaha di BPH Migas mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2019 tentang Besaran dan Penggunaan Iuran Badan Usaha Dalam Kegiatan Usaha Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa. Penyajian piutang bukan pajak telah memperhitungkan saldo awal, penetapan iuran, denda, hasil koreksi kurang bayar atau lebih bayar setelah dilakukan rekonsiliasi triwulan maupun perhitungan final tahunan serta dikurangi dengan iuran yang sudah dibayar;

8. Ditjen EBTKE sebesar Rp25.270.141.503,00 terdiri dari :

Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2022 Audited

Catatan atas Laporan Keuangan - Neraca - 87 -

Dalam dokumen content laporan keuangan 2022 audited 2 (Halaman 95-101)