• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aset Tak Berwujud

Dalam dokumen content laporan keuangan 2022 audited 2 (Halaman 160-165)

NO Unit Eselon I 31 Desember 2022 31 Desember 2021

Uraian 31 Uraian 31 Desember 2022 31 Desember 2021

C.29 Aset Tak Berwujud

Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan dimiliki, tetapi secara umum tidak mempunyai wujud fisik. Saldo Aset Tak Berwujud (ATB) per 31 Desember 2022 dan 2021 sebesar Rp228.088.757.507,00 dan Rp256.035.421.122,00. Terdapat penurunan saldo Aset Tak Berwujud sebesar Rp27.946.663.615,00 atau 10,92%.

Rincian per jenis ATB sebagai berikut:

Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2022 Audited

Catatan atas Laporan Keuangan - Neraca - 147 -

Tabel 72

Rincian Aset Tak Berwujud KESDM Per 31 Desember 2022 dan 31 Desember 2021 (dalam Rupiah)

NO URAIAN 31 Desember 2022 31 Desember 2021 1 Software 161.459.483.246,00 189.573.580.714,00 2 Lisensi 35.881.216.408,00 35.788.413.408,00 3 Hasil Kajian/Penelitian 30.567.327.000,00 30.567.327.000,00 4 ATB Lainnya 180.730.853,00 106.100.000,00

228.088.757.507,00

256.035.421.122,00 Jumlah

Rincian saldo Aset Tak Berwujud per Unit Eselon I disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 73

Rincian Saldo Aset tak Berwujud Per Unit Eselon I Per 31 Desember 2022 dan 31 Desember 2021

(dalam Rupiah)

No Unit Eselon I 31 Desember 2022 31 Desember 2021

1 Sekretariat Jenderal 45.678.910.912,00 46.246.090.912,00 2 Inspektorat Jenderal 579.777.000,00 579.777.000,00 3 Ditjen Migas 40.377.815.200,00 32.940.379.700,00 4 Ditjen Gatrik 597.337.353,00 532.141.500,00 5 Ditjen Minerba 48.002.177.238,00 29.289.547.573,00 6 Setjen DEN 1.131.376.850,00 1.131.376.850,00 7 Badan Litbang ESDM 37.202.262.520,00 - 8 BPSDM ESDM 25.784.413.662,00 24.567.180.662,00 9 Badan Geologi 51.064.705.537,00 38.872.892.700,00 10 BPH Migas 7.218.916.359,00 4.869.813.479,00 11 Ditjen EBTKE 7.054.973.277,00 39.205.604.107,00 12 BPMA 598.354.119,00 598.354.119,00

228.088.757.507,00

256.035.421.122,00 TOTAL

Adapun mutasi Aset tak Berwujud pada Unit Eselon I sebagai berikut:

Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2022 Audited

Catatan atas Laporan Keuangan - Neraca - 148 -

Tabel 74

Mutasi Aset tak Berwujud KESDM Per 31 Desember 2022 (dalam rupiah)

Saldo per 31 Desember 2021 256.035.421.122,00 Mutasi tambah:

Pembelian 15.289.071.131,00

Transfer Masuk 442.194.850,00 Penyelesaian Pembangunan

dengan KDP

999.352.425,00

Reklasifikasi Masuk 65.195.853,00 Reklasifikasi Masuk dari

Persediaan

372.000.000,00

Likuidasi Masuk 37.035.888.770,00 Pengembangan Nilai Aset

(Langsung)

1.443.324.850,00

Pengembangan Melalui KDP 2.647.039.240,00 Koreksi Susulan 91.186.500,00 Jumlah Mutasi Tambah 58.385.253.619,00 Mutasi kurang:

Penghapusan 17.400.000,00 Transfer Keluar 442.194.850,00 Reklasifikasi Keluar 9.164.678.853,00 Koreksi Pencatatan 971.528.428,00 Likuidasi Keluar 37.035.888.770,00 Penghentian Aset dari Penggunaan 38.700.226.333,00 Jumlah Mutasi Kurang 86.331.917.234,00 Saldo per 31 Desember 2022 228.088.757.507,00

Mutasi Tambah:

Mutasi tambah sebesar Rp58.385.253.619,00 terdiri dari:

1. Pembelian sebesar Rp15.289.071.131,00 terdapat pada:

a. Sekretariat Jenderal sebesar Rp233.424.000,00 berupa microsoft office dan adobe acrobat pro.

b. Ditjen Gatrik sebesar Rp22.678.853,00 berupa pembelian ebook untuk koleksi perpustakaan.

c. Ditjen Minerba sebesar Rp11.770.004.028,00 berupa pembelian software SRCGIS Server Enterprises, Pengembangan Platform SEVIRA, lisensi live streaming.

d. Badan Litbang ESDM sebesar Rp440.776.750,00 berupa software Agisoft Matashape, Sistem Aplikasi e-Resiko dan Eiva Nasuite Kuda Multibeam.

Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2022 Audited

Catatan atas Laporan Keuangan - Neraca - 149 -

e. BPSDM ESDM sebesar Rp1.217.233.000,00 berupa software offshore production system.

f. Badan Geologi sebesar Rp533.854.500,00 berupa software ArcGis.

g. BPH Migas sebesar Rp1.071.100.000,00 berupa SQL Server.

2. Transfer masuk sebesar Rp442.194.850,00 terdapat pada unit Eselon I:

a. Badan Litbang sebesar Rp129.030.000,00 dari Ditjen EBTKE sesuai dengan BAST nomor 26.BAST/BN.07/KPB/2022 tanggal 17 Maret 2022 berupa Sistem Monitoring Energi.

b. Antar satker di lingkungan Balitbang sebesar Rp313.164.850,00 sesuai dengan Berita Acara Pengalihan Status Penggunaan/Transfer Barang Milik Negara Nomor:

6.BA/BN.03/SBL.IV/2022 tanggal 28 April 2022.

3. Penyelesaian pembangunan dengan KDP sebesar Rp999.352.425,00 terdapat di Ditjen Minerba berupa Pembangunan Sistem Informasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Berbasis Penginderaan Jauh.

4. Reklasifikasi Masuk sebesar Rp65.195.853,00 terdapat pada Ditjen Gatrik berupa buku digital (ebook).

5. Reklasifikasi Masuk dari Persediaan sebesar Rp372.000.000,00 terdapat di Badan Geologi berupa software Microsoft office.

Transaksi ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi BPK-RI atas belanja software yang menggunakan belanja barang pada tahun 2021.

6. Likuidasi Masuk sebesar Rp37.035.888.770,00 terdapat pada unit Eselon I:

a. Ditjen Migas sebesar Rp7.437.435.500,00 merupakan software dari Puslitbang Lemigas ke Balai Besar Lemigas;

b. Ditjen Minerba sebesar Rp13.153.253.930,00 merupakan software dan buku digital dari Puslitbang Tekmira ke Balai Besar Tekmira;

c. Badan Geologi sebesar Rp11.285.958.337,00 merupakan

Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2022 Audited

Catatan atas Laporan Keuangan - Neraca - 150 -

software dari PPPGL ke BBSPGL;

d. Ditjen EBTKE sebesar Rp5.159.241.003,00 merupakan software dari P3TeKEBTKE ke BBSP KEBTKE.

7. Pengembangan Nilai Aset (Langsung) sebesar Rp1.443.324.850,00 terdapat di Ditjen Minerba berupa Mobile APPs Inspector, Executive Dashboard Minerba Online Monitoring System (MOMS), Modul Verifikasi Pemasaran (MVP), dan Aplikasi E-RKAB Mineral dan Batubara.

8. Pengembangan Melalui KDP sebesar Rp2.647.039.240,00 terdapat pada Unit Eselon I:

a. Ditjen Minerba sebesar Rp1.369.036.360,00 merupakan pengembangan aplikasi E-BMNPKP2B, pemeliharaan Sistem Informasi Kinerja Aspek dan Lingkungan Pertambangan Mineral dan Batubara, dan Pengembangan Aplikasi Minepedia.

a. BPH Migas sebesar Rp1.278.002.880,00 merupakan kapitalisasi atas pekerjaan tahun 2021 untuk jasa konsultan pembangunan sistem informasi lelang ruas transmisi dan wilayah jaringan distribusi serta pengajuan hak khusus dan tarif pengangkutan gas bumi melalui pipa berbasis teknologi informasi.

Koreksi Susulan sebesar Rp91.186.500,00 terdapat pada Ditjen Minerba berupa maintenance Aplikasi MOMS.

Mutasi Kurang:

Mutasi kurang sebesar Rp86.331.917.234,00 terdiri dari:

1. Penghapusan sebesar Rp17.400.000,00 terdapat di Sekretariat Jenderal berupa Micorosoft Office sesuai SK MESDM nomor 105.K/BN.09/SJN.A/2022 tanggal 4 Maret 2022.

2. Transfer keluar sebesar Rp442.194.850,00 terdapat pada unit Eselon I:

a. Ditjen EBTKE sebesar Rp129.030.000,00 kepada Badan Litbang sesuai dengan BAST nomor 26.BAST/BN.07/KPB/2022 tanggal 17 Maret 2022 berupa Sistem Monitoring Energi.

b. Antar satker di lingkungan Balitbang sebesar Rp313.164.850,00 sesuai dengan Berita Acara Pengalihan Status

Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2022 Audited

Catatan atas Laporan Keuangan - Neraca - 151 -

Aset Tak Berwujud dalam Pengerjaan

Rp0,00

Penggunaan/Transfer Barang Milik Negara Nomor:

6.BA/BN.03/SBL.IV/2022 tanggal 28 April 2022

3. Reklasifikasi keluar sebesar Rp9.164.678.853,00 terdapat pada unit Eselon I:

a. Ditjen Gatrik sebesar Rp22.678.853,00 berupa buku digital (ebook).

b. Ditjen Minerba sebesar Rp9.142.000.000,00 berupa server yang dikelola oleh Pusdatin

4. Koreksi pencatatan sebesar Rp971.528.428,00 terdapat pada Ditjen Minerba berupa aplikasi MOMS, aplikasi PETI, aplikasi minepedia.

5. Likuidasi keluar sebesar Rp37.035.888.770,00 terdapat pada unit Eselon I:

a. Ditjen Migas sebesar Rp7.437.435.500,00 merupakan software dari Puslitbang Lemigas ke Balai Besar Lemigas;

b. Ditjen Minerba sebesar Rp13.153.253.930,00 merupakan software dan buku digital dari Puslitbang Tekmira ke Balai Besar Tekmira;

c. Badan Geologi sebesar Rp11.285.958.337,00 merupakan software dari PPPGL ke BBSPGL;

d. Ditjen EBTKE sebesar Rp5.159.241.003,00 merupakan software dari P3TeKEBTKE ke BBSP KEBTKE.

6. Penghentian Aset dari Penggunaan sebesar Rp38.700.226.333,00 terdapat pada Unit Eselon I:

a. Sekretariat Jenderal sebesar Rp783.204.000,00 berupa add ons aplikasi GIS, aplikasi sistem database PNBP, dan aplikasi sistem PNBP yang sudah tidak dipakai, dan aplikasi perkantoran lainnya;

b. Badan Litbang sebesar Rp736.180.500,00 berupa software komputer;

c. Ditjen EBTKE sebesar Rp37.180.841.833,00 berupa software penstabil jaringan dari Hibah NEDO.

Dalam dokumen content laporan keuangan 2022 audited 2 (Halaman 160-165)