• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAJARI PROPOSAL USULAN PENELITIAN

N/A
N/A
cecilia tiul

Academic year: 2023

Membagikan "PELAJARI PROPOSAL USULAN PENELITIAN"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PERBANDINGAN

XXXXXXX XXXXXXXXXXXXXX

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

XXXXXXX

KOMPOSIT ANTIBAKTERI

USULAN PENELITIAN

Diajukan untuk Memenuhi Syarat Seminar Usulan Penelitian Program Studi Teknologi Pangan

Oleh:

XXXXXXX 143020XXX

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG

2020

(2)

PENGARUH PERBANDINGAN

XXXXXXX XXXXXXXXXXXXXX

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

XXXXXXX

KOMPOSIT ANTIBAKTERI

Lembar Pengesahan

USULAN PENELITIAN

Oleh : XXXXXXX 143020XXX

Menyetujui:

Pembimbing I Pembimbing II

(Dr. XXXXXXX.) (Ir. XXXXXXX.)

(3)

i

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu.

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan petunjuk, rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Usulan Penelitian dengan judul “XXXXXXXANTIBAKTERI”.

Berkat bimbingan dan pengarahan serta bantuan dari berbagai pihak dalam penyusunan Usulan Penelitian, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada :

1. XXXXXXX., selaku pembimbing utama, yang telah memberikan perhatian, bimbingan, dan pengarahan selama penulis melakukan penyusunan Usulan Penelitian ini.

2. XXXXXXX., selaku pembimbing pendamping, yang telah memberikan bimbingan, pengarahan, dan saran-saran selama penulis melakukan penyusunan Usulan Penelitian ini.

3. XXXXXXX., selaku Koordinator Kerja Praktek dan Tugas Akhir Program Studi Teknologi Pangan Universitas Pasundan Bandung.

Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan yang telah diberikan dengan balasan yang lebih baik, Aamiiiin. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Usulan Penelitian ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kata kesempurnaan. Untuk itu penulis membuka diri terhadap kritik dan saran-saran yang membangun.

(4)

ii

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... iv

DAFTAR GAMBAR ...v

DAFTAR LAMPIRAN ... vi

I. PENDAHULUAN ...1

1.1. Latar Belakang ...1

1.2. Identifikasi Masalah ...1

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian ...1

1.4. Manfaat Penelitian ...1

1.5. Kerangka Pemikiran ...1

1.6. Hipotesis Penelitian ...2

1.7. Tempat dan Waktu Penelitian ...2

II. TINJAUAN PUSTAKA ...3

2.1. Edible Film ...3

2.2. Tapioka ...4

2.3. Tepung sorgum ...22

2.4. Bawang Putih ...27

2.5. Karagenan ...28

III. METODOLOGI PENELITIAN ...6

3.1. Bahan dan Alat Penelitian ...6

3.1.1.Bahan-Bahan yang digunakan ...6

3.1.2. Alat Penelitian ...6

(5)

iii

3.2. Metode Penelitian ...6

3.2.1. Rancangan Perlakuan ...7

3.2.2. Rancangan Percobaan ...7

3.2.3. Rancangan Analisis ...9

3.2.4. Rancangan Respon ...10

3.3 Prosedur Penelitian ...11

3.3.1. Penelitian Pendahuluan ...11

3.3.2.Penelitian Utama ...12

3.4 Jadwal Penelitian ...15

DAFTAR PUSTAKA ...16

LAMPIRAN ...17

(6)

iv

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

Tabel 1. Komposisi Kimia Tapioka ...4

Tabel 2. Syarat Mutu Tapioka ...5

Tabel 3. Kandungan Nutrisi Sorgum dan Serealia Lainnya. ...23

Tabel 4. Perbandingan Kandungan Nutrisi Tepung Sorgum dan Terigu. ...24

Tabel 5. Komposisi Asam Amino Penyusun Tepung Sorgum dan Terigu. ...25

Tabel 6. Rancangan Acak Kelompok Dengan Design Faktorial 3 x 3 ...8

Tabel 7. Denah (Layout) Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 x 3 ...9

Tabel 8. Analisis sidik Ragam (ANAVA) ...9

Tabel 9. Jadwal Penelitian ...15

Tabel 10. Formulasi Penelitian Pendahuluan ...56

Tabel 11. Formulasi Penelitian Utama ...23

(7)

v

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

Gambar 1. Edible Film (Dokumentasi Firmansyah, R , 2019) ...3

Gambar 2.Tapioka (Dokumentasi Firmansyah, R , 2019) ...4

Gambar 3. Tepung Sorgum (Dokumentasi Firmansyah, R ,2019) ...25

Gambar 4. Bawang Putih (Dokumentasi Firmansyah, R , 2019) ...27

Gambar 5. Karagenan di pasaran (Dokumentasi Firmansyah, R , 2019) ...30

Gambar 6. Diagram Alir Penelitian Pendahuluan ...13

Gambar 7. Diagram Alir Penelitian Utama ...14

(8)

vi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

Lampiran 1. Prosedur Analisis Kadar Air Edible Film dengan Metode Gravimetri

...18

Lampiran 2. Penentuan Kuat Tarik Edible Film ...19

Lampiran 3. Analisis Kecepatan Larut...20

Lampiran 4. Pengujian Antibakteri Metode Cakram (disc) ...21

Lampiran 5. Perhitungan dan Formulasi ...22

Lampiran 6. Standar Karagenan ...61

(9)

1

I. PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.

1.1. Latar Belakang 1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka dapat diidentifikasi sebagai berikut:

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud dari penelitian ini adalah xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.

Tujuan dari penelitian ini adalah xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah : 1. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx 2. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.

3. dst

1.5. Kerangka Pemikiran

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx terhadap lingkungan dan dapat mempertahankan kualitas produk pangan dari segi gizi, warna, aroma, rasa, dan penampakan (Krochta, 1992).

(10)

2

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Menurut Winarno (1996) Karagenan xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Allicin bekerja dengan cara memblok enzim bakteri yang memiliki gugus thiol yang akhirnya menghambat pertumbuhan bakteri (Boboye dan Alli, 2008).

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx 1.6. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah diuraikan di atas, maka dapat diambil hipotesis sebagai berikut :

1. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.

2. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.

3. dst.

1.7. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat Penelitian dilakukan di Laboratorium Penelitian Teknologi Pangan Universitas Pasundan Jalan Setiabudi No. 193 Bandung dengan waktu penelitian mulai xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx 2020 sampai dengan selesai.

(11)

3

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini menjelaskan mengenai: (1) Edible Film, (2)Tapioka, (3) Tepung Sorgum,(4) Gliserol dan (5) Karagenan.

2.1. Edible Film

Edible film merupakan lapisan tipis yang berfungsi sebagai pengemas atau xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.

Gambar 1. Edible Film (Dokumentasi Pribadi)

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx (Lee dan Wan, 2006 dalam Hui, 2006).

Fungsi dari xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx (Lee dan Wan, 2006 dalam Hui, 2006).

Komponen utama penyusun xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx, pektin,

gum arab dan modifikasi karbohidrat lainnya),

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx (Donhowe and Fennema, 1994).

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.

(12)

4

2.2. Tapioka

Tapioka merupakan pati yang diekstrak dari singkong.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx (Grace, 1977).

Gambar 2.Tapioka (Sumber: ...)

Ketika umbi singkong dibiarkan di tanah, jumlah pati akan meningkat sampai pada titik tertentu, lalu umbi akan menjadi keras dan menyerupai kayu, sehingga umbi akan sulit untuk ditangani ataupun diolah. Komposisi kimia tapioka dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Komposisi Kimia Tapioka

Komposisi Jumlah

Serat (%) 0,5

Air (%) 15

Karbohidrat (%) 85

Protein (%) 0,5-0,7

Lemak (%) 0,2

Energi (kalori/100 gram) 307

Sumber: Grace (1977).

Standar Nasional Indonesia (SNI), xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx SNI dapat dilihat pada Tabel 2.

(13)

5

Tabel 2. Syarat Mutu Tapioka

No. Jenis Uji Satuan Persyaratan

Mutu I Mutu II Mutu III 1. Kadar Air % Maks. 15,0 Maks. 15,0 Maks. 15,0

2. Kadar Abu % Maks.0,60 Maks.0,60 Maks.0,60

3. Serat dan Benda

Asing % Maks.0,60 Maks.0,60 Maks.0,60

4. Derajat Putih

(BaSO4-100%) % Min. 94,5 Min. 92,0 <92 5.

Derajat Asam

Volume NaOH 1N/100g

Maks. 3 Maks. 3 Maks. 3 6. Cemaran Logam

- Timbal - Tembaga - Seng - Raksa - Arsen

mg/kg mg/kg mg/kg mg/kg mg/kg

Maks. 1,0 Maks. 10,0 Maks. 40,0 Maks. 0,05 Maks. 0,5

Maks. 1,0 Maks. 10,0 Maks. 40,0 Maks. 0,05 Maks. 0,5

Maks. 1,0 Maks. 10,0 Maks. 40,0 Maks. 0,05 Maks. 0,5 7.

Cemaran Mikroba - Angka

lempeng total - E.coli

- Kapang

Koloni/g Koloni/g Koloni/g

Maks. 1,0x 106

- Maks. 10x

104

Maks. 1,0x 106

- Maks. 10x

104

Maks. 1,0x 106

- Maks. 10x

104

Sumber: Badan Standarisasi Nasional (BSN), SNI No 01-3351, 1994).

(14)

6

III. METODOLOGI PENELITIAN

Bab inimenjelaskan mengenai : (1) Bahan dan Alat Penelitian, (2) Metode Penelitian, dan (3) Prosedur Penelitian.

3.1. Bahan dan Alat Penelitian 3.1.1. Bahan

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah karagenan, tepung sorgum, tapioka,gliserol, bawang putih dan carboxymethyl cellulose (CMC).

Bahan-bahan analisis kimia yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Aquades dan bahan-bahan kimia yang diperlukan untuk analisis berasal dari laboratorium Penelitian Teknologi Pangan Universitas Pasundan.

3.1.2. Alat Penelitian

Alat yang digunakan dalam pembuatan Edible Film adalah XXXXXXXXXXXX.

Peralatan yang digunakan dalam analisis kimia adalah XXXXXXXXXXXX.

3.2. Metode Penelitian

Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama.

1. Penelitian Pendahuluan

Penelitian pendahuluan yang akan dilakukan yaitu penentuan formulasi.

Formulasi yang digunakan pada penelitian pendahuluan yaitu varian konsentrasi gliserol. Tujuan dari penelitian pendahuluan mengetahui formulasi yang terbaik

(15)

7 untuk edible film komposit antibakteri. Pada penelitian pendahuluan analisis yang dilakukan yaitu uji kuat tarik dan elongasi dari tiap tiap formulasi.

2. Penelitian Utama

Penelitian utama dilakukan dengan XXXXXXX

Penelitian utama terdiri dari rancangan perlakuan, rancangan percobaan, rancangan analisis, dan rancangan respon.

3.2.1. Rancangan Perlakuan

Rancangan perlakuan pada penelitian ini terdiri dari 2 faktor yaitu perbandingan tepung sorgum dan tapioka (P) serta konsentrasi bawang putih (B).

Faktor perlakuan :

a. Perbandingan Tepung Sorgum dan Tapioka (P) terdiri dari tiga taraf yaitu : p1 = XXXXXXXXXXXX

p2 = XXXXXXXXXXXX p3 = XXXXXXXXXXXX

b. Konsentrasi Bawang Putih (B) terdiri dari tiga taraf yaitu : b1 = XXXXXXXXXXXX

b2 = XXXXXXXXXXXX b3 = XXXXXXXXXXXX 3.2.2. Rancangan Percobaan

Model rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 3 x 3 dimana masing-

(16)

8 masing rancangan terdiri dari 3 (tiga) faktor dengan 3 (tiga) kali ulangan, sehingga didapatkan 27 satuan percobaan (Gaspersz, 1995).

Model percobaan yang digunakan untuk interaksi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Yijk = µ + Pi + Kj +(PK)ij + €ijk Keterangan :

Yijk : Nilai pengamatan dari kelompok ke-k, yang memperoleh taraf ke-i darifaktor Perbandingan Tepung Sorgum dan Tapioka, taraf ke-j dari faktor konsentrasi bawang putih.

μ : XXXXXXX Pi : dan seterusnya.

Berdasarkan rancangan diatas dapat dibuat denah (layout) percobaan faktorial 3x3 yang dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 3. Rancangan Acak Kelompok Dengan Design Faktorial 3 x 3 Perbandingan Tepung

Sorgum dan Tapioka(P)

Konsentrasi bawang putih(B)

Kelompok

1 2 3

XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX p1b1 p1b1 p1b1

XXXXXXXXXXXX p1b2 p1b2 p1b2

XXXXXXXXXXXX p1b3 p1b3 p1b3

XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX p2b1 p2b1 p2b1

XXXXXXXXXXXX p2b2 p2b2 p2b2

XXXXXXXXXXXX p2b3 p2b3 p2b3

XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX p3b1 p3b1 p3b1

XXXXXXXXXXXX p3b2 p3b2 p3b2

XXXXXXXXXXXX p3b3 p3b3 p3b3

(17)

9 Tabel 4. Denah (Layout) Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 x 3

Kelompok I 1

p2b3

2 p1b1

3 p2b1

4 p3b1

5 p2b2

6 p1b2

7 p3b3

8 p3b2

9 p1b3

Kelompok II 10

p3b1

11 p2b2

12 p1b3

13 p1b2

14 p3b2

15 p1b1

16 p2b3

17 p2b1

18 p3b3

Kelompok III 19

p3b2

20 p1b2

21 p2b2

22 p1b1

23 p3b1

24 p3b3

25 p1b3

26 p2b3

27 p2b1

Sumber : (Gasperz, 1995)

3.2.3. Rancangan Analisis

Rancangan analisis dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan terhadap respon yang diteliti, yang disusun pada tabel Analisis Variasi (ANAVA) untuk mendapatkan kesimpulan mengenai pengaruh perlakuan.

Berdasarkan rancangan di atas dapat dibuat analisa variasi (ANAVA) yang dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 5. Analisis sidik Ragam (ANAVA) Sumber

Keragaman

Derajat Bebas (DB)

Jumlah Kuadrat

(JK)

Kuadrat Tengah

(KT)

Fhitung Ftabel

5%

Kelompok r – 1 JKK JKK/(r-1) - -

Perlakuan pb – 1 JKP -

P p – 1 JK(P) KT(P) KT(P)/KTG -

K k – 1 JK(K) KT(K) KT(K)/KTG -

Interaksi

(PxK) (p-1)(k-1) JK(PxK) KT(PxK) KT(PxK)/KTG -

Galat (pk)(r-1) JKG KTG

Total pkr-1 JKT

Sumber : Gasperz, 1995

(18)

10 Kesimpulan dari hipotesis di atas adalah hipotesis diterima jika ada pengaruh nyata antara rata-rata dari masing-masing perlakuan atau disebut berbeda nyata.

Hipotesis ditolak jika tidak ada pengaruh dari masing-masing perlakuan (Gasperz, 1995).

Selanjutnya ditentukan daerah penolakan hipotesisnya yaitu:

1. H0 diterima (H1 ditolak) jika F hitung kurang dari F tabel (Fhitung< Ftabel) 2. H0 ditolak (H1 diterima) jika F hitung lebih besar atau sama dengan F tabel

(Fhitung ≥ Ftabel).

Analisis lanjutan dilanjutkan apabila terdapat pengaruh nyata antara rata-rata dari masing-masing perlakuan (Fhitung> Ftabel) dengan menggunakan uji Duncan untuk mengetahui kelompok sampel yang memiliki perbedaan yang mencolok (Gaspersz, 1995).

3.2.4. Rancangan Respon

Rancangan respon yang dilakukan pada penelitian ini adalah : 1. Respon fisik

Respon fisik dan mekanik yaitu dengan melakukan analisa terhadap karakteristik yang dominan pada edible film. Analisis karakteristik edible film meliputi:

a. Tensile Strenght dan Persen Elongasi XXXXXXXXXXXX.

b. Kecepatan Larut

XXXXXXXXXXXX.

(19)

11 c. Uji Ketebalan

XXXXXXXXXXXX).

2. Respon Kimia

Respon kimia yaitu XXXXXXXXXXXX 3. Respon mikrobiologi

Pengujian antibakteri dilakukan dengan metode cakram (disc).

XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX (Maradona, 2013).

3.3 Prosedur Penelitian 3.3.1. Penelitian Pendahuluan

Pada penelitian pendahuluan ini menentukan formulasi yang terbaik dengan varian konsentrasi gliserol yang berbeda beda. XXXXXXXXXXXX Prosedur penelitian pendahuluan sebagai berikut :

(1) Pengayakan

XXXXXXXXXXXX 80.

(2) Pencampuran I

XXXXXXXXXXXX 60°C.

(3) Filtrasi

XXXXXXXXXXXX.

(4) Pencampuran II

XXXXXXXXXXXX.

(5) Tempering I

XXXXXXXXXXXX.

(20)

12 (6) Pencetakan

XXXXXXXXXXXX.

(7) Pengeringan

XXXXXXXXXXXX.

(8) Tempering II

Tempering kedua dilakukan selama 10 menit pada suhu ruang, film kemudian dilepaskan dari plat kaca dan disimpan dalam wadah plastik yang berisi silika gel.

XXXXXXXXXXXX.

3.3.2.Penelitian Utama

Deskripsi Pembuatan edible film berdasarkan perbandingan tapioka dengan tepung sorgum dan konsentrasi bawang putih yang dianalisa fisik, kimia dan mikrobiologi . Berikut prosedur penelitian utama :

XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX

XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX

XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX

(21)

13

Gambar 3. Diagram Alir Penelitian Pendahuluan Respon Fisik : Uji Kuat Tarik dan Uji

Elongasi Sorgum : Tapioka

1:1

Pengayakan Mesh 80

Karagenan (1%) Bawang Putih (1%)

Pencampuran I T= 60oC, t= 30 menit

Filtrasi

Uap Air

Tempering I T= 45oC

Pengeringan T= 60oC t= 4 jam

Tempering II T= 27oC Edible Film

Uap Air

Uap Air

CMC 2%+

aquadest

pelarutan

Gliserol 1%, 2% dan

3%

Pencampuran II T= 60oC, t= 30 menit

Filtrat

Pencetakan (Plat kaca) 20x20

(22)

14

Gambar 4. Diagram Alir Penelitian Utama Sorgum : Tapioka

(2:1, 1:1, 1:2)

Pengayakan Mesh 80

Karagenan (1%)

Bawang Putih (0,5%,1%1,5

%)

Pencampuran I T= 60oC, t= 30 menit

Filtrasi

Uap Air

Tempering I T= 45oC

Pengeringan T= 60oC t= 4 jam

Tempering II T= 27oC Edible Film

Uap Air

Uap Air

CMC 2%+

aquadest

pelarutan

Gliserol Konsentrasi

terpilih

Pencampuran II T= 60oC, t= 30 menit

Filtrat

Pencetakan (Plat kaca) 20x20

Respon Fisik : Kuat Tarik,Elongasi ,Waktu Larut danKetebalan Respon Mikrobiologi : Difusi Cakram /disk

Respon Kimia : Kadar Air

(23)

15

3.4 Jadwal Penelitian

Tabel 6. Jadwal Penelitian

No. Uraian Kegiatan Minggu ke- Ket.

1 2 3 4 5 6 7 1. Tahap Persiapan

Pembelian bahan baku dan penunjang 2. Persiapan Bahan Baku

3. Persiapan Laboratorium

Uji Parameter Fisik dan Organoleptik Parameter Kimia

4. Pengumpulan Data 5. Pengolahan Data

6. Bimbingan dengan Pembimbing Pendamping 7. Bimbingan dengan Pembimbing Utama

(24)

16

DAFTAR PUSTAKA

Abdou, E. S. dan Sorour, M. A. 2014. Preparation and characterization of starch/

carrageenanedible films. International Food Research Journal 21(1): 189-193.

Arpah. 1997. Edible Packaging. Paper Metode Penelitian Ilmu Pangan, Bogor.

ASTM. 1995. ASTM D638-94, Standard Test Method for Tensile Properties of Plastics, Annual Book of ASTM Standard. Philadelphia, American Society For Testing and Materials.

Badan Standarisasi Nasional. Standar Nasional Indonesia 3451:2011 Tapioka.

Jakarta: BSN.

Baldwin, E.A. 1994. Edible Coatings For Fresh Fruits And Vegetables: past, present and future. In Edible Coating and Films to Improve Food Quality,pp. 25-64, Technomic Publishing Co., Lancaster, PA.

Bean, B. W., Baumhardt, R.L., McCollum, F.T., McCuistion, K.C.

2013.Comparison of sorghum classes for grain and forage yield and forage nutritive value, Field Crops Research, 142, 20-26.

Bergo, P, and Sobral, P. J. A. 2007. Effect of Plasticizer of Phsycal Properties of Pigskin Gelatin Films. 21: 1285-1289.

Borghi, E., Crusciol, C.A.C., Nascente, A.S., Sousa, V.V., Martins, P.O., Mateus, G.P., Costa, C. 2013.Sorghum grain yield, forage biomass production and revenue as affected by intercropping time, European Journal of Agronomy, 51, 130-139

Bourtoom, T. 2007. Effect of Some Process Parameters on The Properties of Edible Film Prepared From Starch. Department of Material Product Technology, Songkhala

Budi, Y. 2013. Penyiapan Sumber Daya di Bidang Moulding.

https://www.ubaya.ac.id/. Diakses pada tanggal 8 Agustus 2019.

Damarjana, R.D.A., Afifah, N., Ekafitri, R. dan Mayasti, K.I. 2015.

Pengembangan Edible film Berbasis Pati Umbi Lokal dengan Fortifikasi Flavor Buah sebagai Bahan Pengemas Produk Olahan Buah-Buahan.

Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Subang.

Damat. 2008. Efek Jenis Dan Konsentrasi Plasticizer Terhadap Karakteristik Edible Film Dari Pati Garut Butirat. Agritek 16(3): 333-339

Daru, M. 2003. Budi daya Rumput Hermada Di Lahan Kering dan Kritis.Kanisius.Yogyakarta.

De Man, J, M. 1997. Kimia Makanan. Institut Teknologi Bandung. Bandung.

(25)

17

LAMPIRAN

(26)

18

Lampiran 1. Prosedur Analisis Kadar Air Edible Film dengan Metode Gravimetri

Sumber :(Sudarmadji, dkk., 1996).

Prinsip :

Berdasarkan penguapan yang ada dalam bahan dengan jalan pemanasan, kemudian ditimbang sampai berat konstan. Pengurangan bobot merupakan kandungan air yang terdapat dalam bahan (Sudarmadji, dkk., 1996).

Prosedur :

Sampel ditimbang dengan teliti 1-2 gram, kemudian diletakan pada kaca arloji yang sebelumnya telah diketahui bera keringnya. Selanjutnya dimasukkan kedalam oven pada suhu 100-150°C selama 3-5 jam. Setelah itu didinginkan dalam eksikator dan setelah dingin kemudian ditimbang. Sampel beserta cawan pengering dioven kembali selama 30 menit, selanjutnya didinginkan kembali dalam eksikator dan ditimbang. Perlakuan ini diulangi sampai tercapai berat konstan (Sudarmadji, dkk., 1996).

Rumus :

𝐊𝐚𝐝𝐚𝐫 𝐀𝐢𝐫 (%) = (𝐰𝟏 − 𝐰𝟐

𝐰𝟏 − 𝐰𝟎) 𝐱 𝟏𝟎𝟎%

Dimana :

W0 = Berat kaca arloji instan

W1 = Berat sampel awal bahan basah W2 = Berat sampel akhir bahan kerin

(27)

19

Lampiran 2. Penentuan Kuat Tarik Edible Film Metode ASTM D638M

Sumber :(Gontard, 1993 dalam Murni et al., 2013).

Prosedur :

Sampel dikondisikan pada suhu 23°C dan XXXXXXX 50%.

Rumus :

Stress(σ) = F

A

Dimana : σ = Kuat tarik/tensile stress (MPa) F = Gaya/force (N)

(28)

20

Lampiran 3. Analisis Kecepatan Larut

Sumber :(Herbert, 1994 dalam Sriyantika, 2005) Edible Film

Siapkan edible film dengan ukuran 3 x 4 cm, kemudian sediakan air sebanyak 50 ml di dalam gelas kimia, dan edible film dimasukkan kedalam air tersebut sehingga terendam. Hitung kecepatan hingga sampel larut dengan menggunakan stopwatch. Kondisi suhu ditentukan yaitu 80°C dan pH 7.

(29)

21

Lampiran 4. Pengujian Antibakteri Metode Cakram (disc)

(30)

22

Lampiran 5. Perhitungan dan Formulasi Formulasi p3b3

Perbandingan Tepung Sorgum : Tapioka = 1:2 Tepung Sorgum : 1

3𝑥3,5= 1,17 gram.

Tapioka :2

3𝑥3,5= 2,33 gram.

Bawang Putih : 1,5% 1,5x 100

100 = 1,5 gram.

(31)

23

Tabel 7.Formulasi Penelitian Utama

Tabel Formulasi Penelitian Utama: W basis 100 gram

Perlakuan Sorgum Tapioka Karagenan Gliserol CMC Bawang Aquadest

p1b1 gram 3 1,5 1 2 2 0,5 90

p1b2 gram 2,67 1,33 1 2 2 1 90

p1b3 gram 2,33 1,67 1 2 2 1,5 90

p2b1 gram 2,25 2,25 1 2 2 0,5 90

p2b2 gram 2 2 1 2 2 1 90

p2b3 gram 1,75 1,75 1 2 2 1,5 90

p3b1 gram 1,5 3 1 2 2 0,5 90

p3b2 gram 1,33 2,67 1 2 2 1 90

p3b3 gram 1,17 2,33 1 2 2 1,5 90

(32)

24

Contoh Perhitungan : Basis 100 gram

1. Karagenan = 1% →1 x 100

100 = 1 gram.

2. Gliserol = 2% →2 x 100

100 = 2 gram.

3. carboxymethyl cellulose(CMC) = 2% →2 x 100

100 = 2 gram 4. Bawang Putih :

0,5%→0,5 x 100

100 = 0,5 gram 1%→1 x 100

100 = 1 gram 1,5%→1,5 x 100

100 = 1,5 gram

(33)

25

Gambar

Gambar 1. Edible Film (Dokumentasi Pribadi)
Gambar 2.Tapioka (Sumber: ............)
Tabel 2. Syarat Mutu Tapioka
Tabel 3. Rancangan Acak Kelompok Dengan Design Faktorial 3 x 3  Perbandingan Tepung
+6

Referensi

Dokumen terkait

Rancangan percobaan yang digunakan untuk menguji pengaruh CpG-ODN dalam meningkatkan respon imun adalah rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan, tiga ulangan dan kontrol..

Bila dalam suatu penelitian percobaan dikaji pengaruh dari berbagai perlakuan terhadap lebih dari satu respon, maka metode analisis yang tepat adalah analisis ragam

Rancangan faktorial banyak digunakan dalam percobaan- percobaan di berbagai bidang untuk mengidentifikasi pengaruh faktor utama dan faktor interaksi terhadap respon

Sudjana (2005:) menyatakan bahwa “rancangan penelitian yang dilakukan adalah dengan rancangan acak lengkap ( RAL) yaitu kontrol yang dilakukan dalam 4 perlakuan 3 kali

Rancangan percobaan yang digunakan untuk menguji pengaruh CpG-ODN dalam meningkatkan respon imun adalah rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan, tiga ulangan dan

Bila dalam suatu penelitian percobaan dikaji pengaruh dari berbagai perlakuan terhadap lebih dari satu respon, maka metode analisis yang tepat adalah analisis ragam

Rancangan Percobaan Percobaan tumpangsari cabe rawit, caisim dan kemangi dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok RAK pola Faktorial dengan jumlah kombinasi perlakuan

Metode Metode penelitian yang digunakan yaitu percobaan dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap, perlakuan yang digunakan yaitu: P0 : perlakuan kontrol tanpa fermentasi P1