PENGARUH PERBANDINGAN
XXXXXXX XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
XXXXXXX
KOMPOSIT ANTIBAKTERI
USULAN PENELITIAN
Diajukan untuk Memenuhi Syarat Seminar Usulan Penelitian Program Studi Teknologi Pangan
Oleh:
XXXXXXX 143020XXX
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG
2020
PENGARUH PERBANDINGAN
XXXXXXX XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
XXXXXXX
KOMPOSIT ANTIBAKTERI
Lembar Pengesahan
USULAN PENELITIAN
Oleh : XXXXXXX 143020XXX
Menyetujui:
Pembimbing I Pembimbing II
(Dr. XXXXXXX.) (Ir. XXXXXXX.)
i
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu.
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan petunjuk, rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Usulan Penelitian dengan judul “XXXXXXXANTIBAKTERI”.
Berkat bimbingan dan pengarahan serta bantuan dari berbagai pihak dalam penyusunan Usulan Penelitian, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada :
1. XXXXXXX., selaku pembimbing utama, yang telah memberikan perhatian, bimbingan, dan pengarahan selama penulis melakukan penyusunan Usulan Penelitian ini.
2. XXXXXXX., selaku pembimbing pendamping, yang telah memberikan bimbingan, pengarahan, dan saran-saran selama penulis melakukan penyusunan Usulan Penelitian ini.
3. XXXXXXX., selaku Koordinator Kerja Praktek dan Tugas Akhir Program Studi Teknologi Pangan Universitas Pasundan Bandung.
Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan yang telah diberikan dengan balasan yang lebih baik, Aamiiiin. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Usulan Penelitian ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kata kesempurnaan. Untuk itu penulis membuka diri terhadap kritik dan saran-saran yang membangun.
ii
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ... iv
DAFTAR GAMBAR ...v
DAFTAR LAMPIRAN ... vi
I. PENDAHULUAN ...1
1.1. Latar Belakang ...1
1.2. Identifikasi Masalah ...1
1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian ...1
1.4. Manfaat Penelitian ...1
1.5. Kerangka Pemikiran ...1
1.6. Hipotesis Penelitian ...2
1.7. Tempat dan Waktu Penelitian ...2
II. TINJAUAN PUSTAKA ...3
2.1. Edible Film ...3
2.2. Tapioka ...4
2.3. Tepung sorgum ...22
2.4. Bawang Putih ...27
2.5. Karagenan ...28
III. METODOLOGI PENELITIAN ...6
3.1. Bahan dan Alat Penelitian ...6
3.1.1.Bahan-Bahan yang digunakan ...6
3.1.2. Alat Penelitian ...6
iii
3.2. Metode Penelitian ...6
3.2.1. Rancangan Perlakuan ...7
3.2.2. Rancangan Percobaan ...7
3.2.3. Rancangan Analisis ...9
3.2.4. Rancangan Respon ...10
3.3 Prosedur Penelitian ...11
3.3.1. Penelitian Pendahuluan ...11
3.3.2.Penelitian Utama ...12
3.4 Jadwal Penelitian ...15
DAFTAR PUSTAKA ...16
LAMPIRAN ...17
iv
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
Tabel 1. Komposisi Kimia Tapioka ...4
Tabel 2. Syarat Mutu Tapioka ...5
Tabel 3. Kandungan Nutrisi Sorgum dan Serealia Lainnya. ...23
Tabel 4. Perbandingan Kandungan Nutrisi Tepung Sorgum dan Terigu. ...24
Tabel 5. Komposisi Asam Amino Penyusun Tepung Sorgum dan Terigu. ...25
Tabel 6. Rancangan Acak Kelompok Dengan Design Faktorial 3 x 3 ...8
Tabel 7. Denah (Layout) Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 x 3 ...9
Tabel 8. Analisis sidik Ragam (ANAVA) ...9
Tabel 9. Jadwal Penelitian ...15
Tabel 10. Formulasi Penelitian Pendahuluan ...56
Tabel 11. Formulasi Penelitian Utama ...23
v
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
Gambar 1. Edible Film (Dokumentasi Firmansyah, R , 2019) ...3
Gambar 2.Tapioka (Dokumentasi Firmansyah, R , 2019) ...4
Gambar 3. Tepung Sorgum (Dokumentasi Firmansyah, R ,2019) ...25
Gambar 4. Bawang Putih (Dokumentasi Firmansyah, R , 2019) ...27
Gambar 5. Karagenan di pasaran (Dokumentasi Firmansyah, R , 2019) ...30
Gambar 6. Diagram Alir Penelitian Pendahuluan ...13
Gambar 7. Diagram Alir Penelitian Utama ...14
vi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
Lampiran 1. Prosedur Analisis Kadar Air Edible Film dengan Metode Gravimetri
...18
Lampiran 2. Penentuan Kuat Tarik Edible Film ...19
Lampiran 3. Analisis Kecepatan Larut...20
Lampiran 4. Pengujian Antibakteri Metode Cakram (disc) ...21
Lampiran 5. Perhitungan dan Formulasi ...22
Lampiran 6. Standar Karagenan ...61
1
I. PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.
1.1. Latar Belakang 1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka dapat diidentifikasi sebagai berikut:
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.
Tujuan dari penelitian ini adalah xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah : 1. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx 2. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.
3. dst
1.5. Kerangka Pemikiran
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx terhadap lingkungan dan dapat mempertahankan kualitas produk pangan dari segi gizi, warna, aroma, rasa, dan penampakan (Krochta, 1992).
2
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Menurut Winarno (1996) Karagenan xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Allicin bekerja dengan cara memblok enzim bakteri yang memiliki gugus thiol yang akhirnya menghambat pertumbuhan bakteri (Boboye dan Alli, 2008).
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx 1.6. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah diuraikan di atas, maka dapat diambil hipotesis sebagai berikut :
1. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.
2. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.
3. dst.
1.7. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat Penelitian dilakukan di Laboratorium Penelitian Teknologi Pangan Universitas Pasundan Jalan Setiabudi No. 193 Bandung dengan waktu penelitian mulai xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx 2020 sampai dengan selesai.
3
II. TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini menjelaskan mengenai: (1) Edible Film, (2)Tapioka, (3) Tepung Sorgum,(4) Gliserol dan (5) Karagenan.
2.1. Edible Film
Edible film merupakan lapisan tipis yang berfungsi sebagai pengemas atau xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.
Gambar 1. Edible Film (Dokumentasi Pribadi)
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx (Lee dan Wan, 2006 dalam Hui, 2006).
Fungsi dari xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx (Lee dan Wan, 2006 dalam Hui, 2006).
Komponen utama penyusun xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx, pektin,
gum arab dan modifikasi karbohidrat lainnya),
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx (Donhowe and Fennema, 1994).
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.
4
2.2. Tapioka
Tapioka merupakan pati yang diekstrak dari singkong.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx (Grace, 1977).
Gambar 2.Tapioka (Sumber: ...)
Ketika umbi singkong dibiarkan di tanah, jumlah pati akan meningkat sampai pada titik tertentu, lalu umbi akan menjadi keras dan menyerupai kayu, sehingga umbi akan sulit untuk ditangani ataupun diolah. Komposisi kimia tapioka dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Komposisi Kimia Tapioka
Komposisi Jumlah
Serat (%) 0,5
Air (%) 15
Karbohidrat (%) 85
Protein (%) 0,5-0,7
Lemak (%) 0,2
Energi (kalori/100 gram) 307
Sumber: Grace (1977).
Standar Nasional Indonesia (SNI), xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx SNI dapat dilihat pada Tabel 2.
5
Tabel 2. Syarat Mutu Tapioka
No. Jenis Uji Satuan Persyaratan
Mutu I Mutu II Mutu III 1. Kadar Air % Maks. 15,0 Maks. 15,0 Maks. 15,0
2. Kadar Abu % Maks.0,60 Maks.0,60 Maks.0,60
3. Serat dan Benda
Asing % Maks.0,60 Maks.0,60 Maks.0,60
4. Derajat Putih
(BaSO4-100%) % Min. 94,5 Min. 92,0 <92 5.
Derajat Asam
Volume NaOH 1N/100g
Maks. 3 Maks. 3 Maks. 3 6. Cemaran Logam
- Timbal - Tembaga - Seng - Raksa - Arsen
mg/kg mg/kg mg/kg mg/kg mg/kg
Maks. 1,0 Maks. 10,0 Maks. 40,0 Maks. 0,05 Maks. 0,5
Maks. 1,0 Maks. 10,0 Maks. 40,0 Maks. 0,05 Maks. 0,5
Maks. 1,0 Maks. 10,0 Maks. 40,0 Maks. 0,05 Maks. 0,5 7.
Cemaran Mikroba - Angka
lempeng total - E.coli
- Kapang
Koloni/g Koloni/g Koloni/g
Maks. 1,0x 106
- Maks. 10x
104
Maks. 1,0x 106
- Maks. 10x
104
Maks. 1,0x 106
- Maks. 10x
104
Sumber: Badan Standarisasi Nasional (BSN), SNI No 01-3351, 1994).
6
III. METODOLOGI PENELITIAN
Bab inimenjelaskan mengenai : (1) Bahan dan Alat Penelitian, (2) Metode Penelitian, dan (3) Prosedur Penelitian.
3.1. Bahan dan Alat Penelitian 3.1.1. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah karagenan, tepung sorgum, tapioka,gliserol, bawang putih dan carboxymethyl cellulose (CMC).
Bahan-bahan analisis kimia yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Aquades dan bahan-bahan kimia yang diperlukan untuk analisis berasal dari laboratorium Penelitian Teknologi Pangan Universitas Pasundan.
3.1.2. Alat Penelitian
Alat yang digunakan dalam pembuatan Edible Film adalah XXXXXXXXXXXX.
Peralatan yang digunakan dalam analisis kimia adalah XXXXXXXXXXXX.
3.2. Metode Penelitian
Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama.
1. Penelitian Pendahuluan
Penelitian pendahuluan yang akan dilakukan yaitu penentuan formulasi.
Formulasi yang digunakan pada penelitian pendahuluan yaitu varian konsentrasi gliserol. Tujuan dari penelitian pendahuluan mengetahui formulasi yang terbaik
7 untuk edible film komposit antibakteri. Pada penelitian pendahuluan analisis yang dilakukan yaitu uji kuat tarik dan elongasi dari tiap tiap formulasi.
2. Penelitian Utama
Penelitian utama dilakukan dengan XXXXXXX
Penelitian utama terdiri dari rancangan perlakuan, rancangan percobaan, rancangan analisis, dan rancangan respon.
3.2.1. Rancangan Perlakuan
Rancangan perlakuan pada penelitian ini terdiri dari 2 faktor yaitu perbandingan tepung sorgum dan tapioka (P) serta konsentrasi bawang putih (B).
Faktor perlakuan :
a. Perbandingan Tepung Sorgum dan Tapioka (P) terdiri dari tiga taraf yaitu : p1 = XXXXXXXXXXXX
p2 = XXXXXXXXXXXX p3 = XXXXXXXXXXXX
b. Konsentrasi Bawang Putih (B) terdiri dari tiga taraf yaitu : b1 = XXXXXXXXXXXX
b2 = XXXXXXXXXXXX b3 = XXXXXXXXXXXX 3.2.2. Rancangan Percobaan
Model rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 3 x 3 dimana masing-
8 masing rancangan terdiri dari 3 (tiga) faktor dengan 3 (tiga) kali ulangan, sehingga didapatkan 27 satuan percobaan (Gaspersz, 1995).
Model percobaan yang digunakan untuk interaksi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Yijk = µ + Pi + Kj +(PK)ij + €ijk Keterangan :
Yijk : Nilai pengamatan dari kelompok ke-k, yang memperoleh taraf ke-i darifaktor Perbandingan Tepung Sorgum dan Tapioka, taraf ke-j dari faktor konsentrasi bawang putih.
μ : XXXXXXX Pi : dan seterusnya.
Berdasarkan rancangan diatas dapat dibuat denah (layout) percobaan faktorial 3x3 yang dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 3. Rancangan Acak Kelompok Dengan Design Faktorial 3 x 3 Perbandingan Tepung
Sorgum dan Tapioka(P)
Konsentrasi bawang putih(B)
Kelompok
1 2 3
XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX p1b1 p1b1 p1b1
XXXXXXXXXXXX p1b2 p1b2 p1b2
XXXXXXXXXXXX p1b3 p1b3 p1b3
XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX p2b1 p2b1 p2b1
XXXXXXXXXXXX p2b2 p2b2 p2b2
XXXXXXXXXXXX p2b3 p2b3 p2b3
XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX p3b1 p3b1 p3b1
XXXXXXXXXXXX p3b2 p3b2 p3b2
XXXXXXXXXXXX p3b3 p3b3 p3b3
9 Tabel 4. Denah (Layout) Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 x 3
Kelompok I 1
p2b3
2 p1b1
3 p2b1
4 p3b1
5 p2b2
6 p1b2
7 p3b3
8 p3b2
9 p1b3
Kelompok II 10
p3b1
11 p2b2
12 p1b3
13 p1b2
14 p3b2
15 p1b1
16 p2b3
17 p2b1
18 p3b3
Kelompok III 19
p3b2
20 p1b2
21 p2b2
22 p1b1
23 p3b1
24 p3b3
25 p1b3
26 p2b3
27 p2b1
Sumber : (Gasperz, 1995)
3.2.3. Rancangan Analisis
Rancangan analisis dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan terhadap respon yang diteliti, yang disusun pada tabel Analisis Variasi (ANAVA) untuk mendapatkan kesimpulan mengenai pengaruh perlakuan.
Berdasarkan rancangan di atas dapat dibuat analisa variasi (ANAVA) yang dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 5. Analisis sidik Ragam (ANAVA) Sumber
Keragaman
Derajat Bebas (DB)
Jumlah Kuadrat
(JK)
Kuadrat Tengah
(KT)
Fhitung Ftabel
5%
Kelompok r – 1 JKK JKK/(r-1) - -
Perlakuan pb – 1 JKP -
P p – 1 JK(P) KT(P) KT(P)/KTG -
K k – 1 JK(K) KT(K) KT(K)/KTG -
Interaksi
(PxK) (p-1)(k-1) JK(PxK) KT(PxK) KT(PxK)/KTG -
Galat (pk)(r-1) JKG KTG
Total pkr-1 JKT
Sumber : Gasperz, 1995
10 Kesimpulan dari hipotesis di atas adalah hipotesis diterima jika ada pengaruh nyata antara rata-rata dari masing-masing perlakuan atau disebut berbeda nyata.
Hipotesis ditolak jika tidak ada pengaruh dari masing-masing perlakuan (Gasperz, 1995).
Selanjutnya ditentukan daerah penolakan hipotesisnya yaitu:
1. H0 diterima (H1 ditolak) jika F hitung kurang dari F tabel (Fhitung< Ftabel) 2. H0 ditolak (H1 diterima) jika F hitung lebih besar atau sama dengan F tabel
(Fhitung ≥ Ftabel).
Analisis lanjutan dilanjutkan apabila terdapat pengaruh nyata antara rata-rata dari masing-masing perlakuan (Fhitung> Ftabel) dengan menggunakan uji Duncan untuk mengetahui kelompok sampel yang memiliki perbedaan yang mencolok (Gaspersz, 1995).
3.2.4. Rancangan Respon
Rancangan respon yang dilakukan pada penelitian ini adalah : 1. Respon fisik
Respon fisik dan mekanik yaitu dengan melakukan analisa terhadap karakteristik yang dominan pada edible film. Analisis karakteristik edible film meliputi:
a. Tensile Strenght dan Persen Elongasi XXXXXXXXXXXX.
b. Kecepatan Larut
XXXXXXXXXXXX.
11 c. Uji Ketebalan
XXXXXXXXXXXX).
2. Respon Kimia
Respon kimia yaitu XXXXXXXXXXXX 3. Respon mikrobiologi
Pengujian antibakteri dilakukan dengan metode cakram (disc).
XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX (Maradona, 2013).
3.3 Prosedur Penelitian 3.3.1. Penelitian Pendahuluan
Pada penelitian pendahuluan ini menentukan formulasi yang terbaik dengan varian konsentrasi gliserol yang berbeda beda. XXXXXXXXXXXX Prosedur penelitian pendahuluan sebagai berikut :
(1) Pengayakan
XXXXXXXXXXXX 80.
(2) Pencampuran I
XXXXXXXXXXXX 60°C.
(3) Filtrasi
XXXXXXXXXXXX.
(4) Pencampuran II
XXXXXXXXXXXX.
(5) Tempering I
XXXXXXXXXXXX.
12 (6) Pencetakan
XXXXXXXXXXXX.
(7) Pengeringan
XXXXXXXXXXXX.
(8) Tempering II
Tempering kedua dilakukan selama 10 menit pada suhu ruang, film kemudian dilepaskan dari plat kaca dan disimpan dalam wadah plastik yang berisi silika gel.
XXXXXXXXXXXX.
3.3.2.Penelitian Utama
Deskripsi Pembuatan edible film berdasarkan perbandingan tapioka dengan tepung sorgum dan konsentrasi bawang putih yang dianalisa fisik, kimia dan mikrobiologi . Berikut prosedur penelitian utama :
XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX
XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX
XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX
13
Gambar 3. Diagram Alir Penelitian Pendahuluan Respon Fisik : Uji Kuat Tarik dan Uji
Elongasi Sorgum : Tapioka
1:1
Pengayakan Mesh 80
Karagenan (1%) Bawang Putih (1%)
Pencampuran I T= 60oC, t= 30 menit
Filtrasi
Uap Air
Tempering I T= 45oC
Pengeringan T= 60oC t= 4 jam
Tempering II T= 27oC Edible Film
Uap Air
Uap Air
CMC 2%+
aquadest
pelarutan
Gliserol 1%, 2% dan
3%
Pencampuran II T= 60oC, t= 30 menit
Filtrat
Pencetakan (Plat kaca) 20x20
14
Gambar 4. Diagram Alir Penelitian Utama Sorgum : Tapioka
(2:1, 1:1, 1:2)
Pengayakan Mesh 80
Karagenan (1%)
Bawang Putih (0,5%,1%1,5
%)
Pencampuran I T= 60oC, t= 30 menit
Filtrasi
Uap Air
Tempering I T= 45oC
Pengeringan T= 60oC t= 4 jam
Tempering II T= 27oC Edible Film
Uap Air
Uap Air
CMC 2%+
aquadest
pelarutan
Gliserol Konsentrasi
terpilih
Pencampuran II T= 60oC, t= 30 menit
Filtrat
Pencetakan (Plat kaca) 20x20
Respon Fisik : Kuat Tarik,Elongasi ,Waktu Larut danKetebalan Respon Mikrobiologi : Difusi Cakram /disk
Respon Kimia : Kadar Air
15
3.4 Jadwal Penelitian
Tabel 6. Jadwal Penelitian
No. Uraian Kegiatan Minggu ke- Ket.
1 2 3 4 5 6 7 1. Tahap Persiapan
Pembelian bahan baku dan penunjang 2. Persiapan Bahan Baku
3. Persiapan Laboratorium
Uji Parameter Fisik dan Organoleptik Parameter Kimia
4. Pengumpulan Data 5. Pengolahan Data
6. Bimbingan dengan Pembimbing Pendamping 7. Bimbingan dengan Pembimbing Utama
16
DAFTAR PUSTAKA
Abdou, E. S. dan Sorour, M. A. 2014. Preparation and characterization of starch/
carrageenanedible films. International Food Research Journal 21(1): 189-193.
Arpah. 1997. Edible Packaging. Paper Metode Penelitian Ilmu Pangan, Bogor.
ASTM. 1995. ASTM D638-94, Standard Test Method for Tensile Properties of Plastics, Annual Book of ASTM Standard. Philadelphia, American Society For Testing and Materials.
Badan Standarisasi Nasional. Standar Nasional Indonesia 3451:2011 Tapioka.
Jakarta: BSN.
Baldwin, E.A. 1994. Edible Coatings For Fresh Fruits And Vegetables: past, present and future. In Edible Coating and Films to Improve Food Quality,pp. 25-64, Technomic Publishing Co., Lancaster, PA.
Bean, B. W., Baumhardt, R.L., McCollum, F.T., McCuistion, K.C.
2013.Comparison of sorghum classes for grain and forage yield and forage nutritive value, Field Crops Research, 142, 20-26.
Bergo, P, and Sobral, P. J. A. 2007. Effect of Plasticizer of Phsycal Properties of Pigskin Gelatin Films. 21: 1285-1289.
Borghi, E., Crusciol, C.A.C., Nascente, A.S., Sousa, V.V., Martins, P.O., Mateus, G.P., Costa, C. 2013.Sorghum grain yield, forage biomass production and revenue as affected by intercropping time, European Journal of Agronomy, 51, 130-139
Bourtoom, T. 2007. Effect of Some Process Parameters on The Properties of Edible Film Prepared From Starch. Department of Material Product Technology, Songkhala
Budi, Y. 2013. Penyiapan Sumber Daya di Bidang Moulding.
https://www.ubaya.ac.id/. Diakses pada tanggal 8 Agustus 2019.
Damarjana, R.D.A., Afifah, N., Ekafitri, R. dan Mayasti, K.I. 2015.
Pengembangan Edible film Berbasis Pati Umbi Lokal dengan Fortifikasi Flavor Buah sebagai Bahan Pengemas Produk Olahan Buah-Buahan.
Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Subang.
Damat. 2008. Efek Jenis Dan Konsentrasi Plasticizer Terhadap Karakteristik Edible Film Dari Pati Garut Butirat. Agritek 16(3): 333-339
Daru, M. 2003. Budi daya Rumput Hermada Di Lahan Kering dan Kritis.Kanisius.Yogyakarta.
De Man, J, M. 1997. Kimia Makanan. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
17
LAMPIRAN
18
Lampiran 1. Prosedur Analisis Kadar Air Edible Film dengan Metode Gravimetri
Sumber :(Sudarmadji, dkk., 1996).
Prinsip :
Berdasarkan penguapan yang ada dalam bahan dengan jalan pemanasan, kemudian ditimbang sampai berat konstan. Pengurangan bobot merupakan kandungan air yang terdapat dalam bahan (Sudarmadji, dkk., 1996).
Prosedur :
Sampel ditimbang dengan teliti 1-2 gram, kemudian diletakan pada kaca arloji yang sebelumnya telah diketahui bera keringnya. Selanjutnya dimasukkan kedalam oven pada suhu 100-150°C selama 3-5 jam. Setelah itu didinginkan dalam eksikator dan setelah dingin kemudian ditimbang. Sampel beserta cawan pengering dioven kembali selama 30 menit, selanjutnya didinginkan kembali dalam eksikator dan ditimbang. Perlakuan ini diulangi sampai tercapai berat konstan (Sudarmadji, dkk., 1996).
Rumus :
𝐊𝐚𝐝𝐚𝐫 𝐀𝐢𝐫 (%) = (𝐰𝟏 − 𝐰𝟐
𝐰𝟏 − 𝐰𝟎) 𝐱 𝟏𝟎𝟎%
Dimana :
W0 = Berat kaca arloji instan
W1 = Berat sampel awal bahan basah W2 = Berat sampel akhir bahan kerin
19
Lampiran 2. Penentuan Kuat Tarik Edible Film Metode ASTM D638M
Sumber :(Gontard, 1993 dalam Murni et al., 2013).
Prosedur :
Sampel dikondisikan pada suhu 23°C dan XXXXXXX 50%.
Rumus :
Stress(σ) = F
A
Dimana : σ = Kuat tarik/tensile stress (MPa) F = Gaya/force (N)
20
Lampiran 3. Analisis Kecepatan Larut
Sumber :(Herbert, 1994 dalam Sriyantika, 2005) Edible Film
Siapkan edible film dengan ukuran 3 x 4 cm, kemudian sediakan air sebanyak 50 ml di dalam gelas kimia, dan edible film dimasukkan kedalam air tersebut sehingga terendam. Hitung kecepatan hingga sampel larut dengan menggunakan stopwatch. Kondisi suhu ditentukan yaitu 80°C dan pH 7.
21
Lampiran 4. Pengujian Antibakteri Metode Cakram (disc)
22
Lampiran 5. Perhitungan dan Formulasi Formulasi p3b3
Perbandingan Tepung Sorgum : Tapioka = 1:2 Tepung Sorgum : 1
3𝑥3,5= 1,17 gram.
Tapioka :2
3𝑥3,5= 2,33 gram.
Bawang Putih : 1,5% →1,5x 100
100 = 1,5 gram.
23
Tabel 7.Formulasi Penelitian Utama
Tabel Formulasi Penelitian Utama: W basis 100 gram
Perlakuan Sorgum Tapioka Karagenan Gliserol CMC Bawang Aquadest
p1b1 gram 3 1,5 1 2 2 0,5 90
p1b2 gram 2,67 1,33 1 2 2 1 90
p1b3 gram 2,33 1,67 1 2 2 1,5 90
p2b1 gram 2,25 2,25 1 2 2 0,5 90
p2b2 gram 2 2 1 2 2 1 90
p2b3 gram 1,75 1,75 1 2 2 1,5 90
p3b1 gram 1,5 3 1 2 2 0,5 90
p3b2 gram 1,33 2,67 1 2 2 1 90
p3b3 gram 1,17 2,33 1 2 2 1,5 90
24
Contoh Perhitungan : Basis 100 gram
1. Karagenan = 1% →1 x 100
100 = 1 gram.
2. Gliserol = 2% →2 x 100
100 = 2 gram.
3. carboxymethyl cellulose(CMC) = 2% →2 x 100
100 = 2 gram 4. Bawang Putih :
0,5%→0,5 x 100
100 = 0,5 gram 1%→1 x 100
100 = 1 gram 1,5%→1,5 x 100
100 = 1,5 gram
25