• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh Skripsi dan Prosedur Kelulusan di Universitas Islam Negeri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Contoh Skripsi dan Prosedur Kelulusan di Universitas Islam Negeri"

Copied!
142
0
0

Teks penuh

Fokus penelitian ini adalah 1) Bagaimana peran Kepala Madrasah dalam penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso? Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mendeskripsikan peran Kepala Madrasah dalam implementasi budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso.

Fokus Penelitian

Berdasarkan pengamatan awal peneliti, peneliti menemukan bahwa Madrasah Darul Falah Tsanawiyah sangat kental dengan budaya nahdliyyin di dalamnya. Madratsah Tsanawiyah Darul Falah merupakan madrasah tingkat SMA yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Darul Falah.

Tujuan Penelitian

Peneliti mengharapkan hasil karyanya dapat memajukan pengetahuan, pemahaman dan literatur mengenai peran Kepala Madrasah dalam membangun budaya nahdliyyin dan menjadi sumber atau penambah bagi perpustakaan UIN KHAS Jember khususnya Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Penelitian selanjutnya khususnya mengenai kepala madrasah diharapkan dapat menggunakan penelitian ini sebagai sumber referensi.

Definisi Istilah

Budaya Nahdliyyin adalah perbuatan fitrah, baik yang berkaitan dengan Ibadah, Mu'amalah dan Akhlak, yang biasa dilakukan oleh masyarakat Nahdlatul Ulama sebagai sekelompok wali adat yang beraliran Ahlusunnah wal Jama'ah, seperti membaca Shalawat Badar dan Shalawat Nariyah. , Solat Berjama 'ah, Perjalanan agama, Tawassul, Menziarahi orang sakit, Peringatan Hari Besar Islam.

Sistematika Pembahasan

12 Hasni, “Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Mengembangkan Kebudayaan Islam di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Tajung Jabung Timur” (Disertasi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, 2020), 38. Salah satu aspek pengembangan yang dilakukan kepala madrasah dalam pengembangan budaya Islam adalah menerapkan disiplin.

Tabel 2.1  hasil Terdahulu  No
Tabel 2.1 hasil Terdahulu No

Kajian Teori

Tugas-tugas yang diberikan kepada kepala madrasah secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori: tugas administratif dan tugas pendidikan. Program untuk sekolah, siswa, staf, keuangan, fasilitas fisik dan hubungan masyarakat merupakan aspek-aspek pekerjaan kepala madrasah.

Peran Kepala Madrash

Kepala madrasah diharapkan mampu berpikir ke depan dengan tajam dan menggunakan imajinasinya dengan baik. Kepala madrasah sebagai pengawas harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervisi pendidikan, serta memanfaatkan hasilnya.

Budaya Nahdliyyin a. Pengertian budaya

Apa cita-cita penting dan kurang penting yang ditunjukkan oleh budaya... masyarakat diharapkan untuk berbagi, mematuhi, dan peduli terhadap orang lain di beberapa budaya, seperti Amerika Serikat, sementara mereka . tidak perlu melakukan hal ini di budaya lain, seperti Asia. Budaya adalah sistem kategorisasi, kategori dan informasi kognitif yang ada dalam pikiran manusia dan dibentuk oleh otak manusia. Definisi umum budaya adalah pelatihan mental kolektif yang membedakan satu anggota suatu kelompok dengan yang lain. A).

Dengan demikian, kebudayaan merupakan suatu sistem komunikasi yang menggunakan isyarat-isyarat verbal dan non-verbal yang membedakan suatu kelompok dengan kelompok lainnya. Kebudayaan adalah suatu tradisi yang dijadikan suatu kebiasaan, yang kemudian dilakukan secara terus menerus oleh suatu kelompok atau kelompok sehingga menjadi ciri khas kelompok tersebut. Kebudayaan Nahdliyyin merupakan suatu perbuatan lahiriah baik yang berkaitan dengan ibadah, muamalah maupun akhlak yang biasa dilakukan oleh orang-orang Nahdlatul Ulama sebagai kelompok pemelihara tradisi yang berideologi Ahlusunnah wal Jama'ah.

Lokasi Penelitian

Peneliti memilih menggunakan penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan dan merumuskan data yang ditemukan peneliti melalui kata dan kalimat dengan tujuan memperoleh kesimpulan berdasarkan kategori tertentu. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan peneliti untuk mengamati suatu objek alam di tempat penelitian yang berpedoman pada filosofi post positivisme.43. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah deskriptif dimana peneliti menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi yang ada untuk memperoleh data secara langsung untuk dideskripsikan guna memperoleh gambaran yang jelas mengenai peran Kepala Madrasah dalam penerapan budaya nahdliyyin di Darul Falah Madrasah Cermee Bondowoso Tsanawiah.

Subyek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Solusi kendala kepala madrasah dalam penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso. Menurut Nawawi dan Martini, observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap unsur-unsur yang terjadi pada suatu fenomena pada objek penelitian.46 Data observasi biasanya diperoleh melalui observasi yang terjadi secara alamiah sehingga menghasilkan hasil yang lebih otentik.47 Dalam metode ini peneliti diminta untuk segera berusaha turun ke lapangan untuk mengumpulkan pengetahuan dan data yang diperlukan sebagai dasar penyelidikan yang akurat dan bertanggung jawab. Data observasi peran kepala madrasah dalam implementasi budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso.

Data mengenai observasi hambatan kepala madrasah dalam penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso. Data mengenai solusi hambatan kepala madrasah dalam penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso. Untuk menunjang kelancaran proses penelitian, dokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data yang melibatkan pengumpulan dokumen dari sumber terpercaya yang berisi informasi tentang objek penelitian dengan cara merekam, memfilmkan atau mengambil gambar dalam bentuk foto atau video.

Analisis Data

Peneliti mengumpulkan data terkait peran kepala madrasah dalam penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso, melalui triangulasi teknis dan triangulasi sumber yang dilakukan pada tanggal 16 Januari hingga 29 Januari 2023. Data-data yang berkaitan dan berkaitan dengan strategi yang diterapkan perpustakaan dalam Meningkatkan kunjungan mahasiswa akan diseleksi, terfokus, disederhanakan berdasarkan data yang diperoleh dari catatan lapangan, hasil wawancara dan dokumentasi yang ditemukan peneliti. Data Data yang telah melalui tahap kondensasi selanjutnya akan disajikan dalam bentuk deskripsi singkat, peta, tabel, dan yang paling umum digunakan adalah dalam teks naratif.

Penyajian data bertujuan untuk memudahkan peneliti merangkum dan mengakses temuan di lapangan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Pada tahap ini peneliti akan menarik kesimpulan dan melakukan verifikasi terhadap data yang disajikan beserta data yang kuat. Namun untuk mendapatkan kesimpulan yang dapat diandalkan, peneliti dapat melakukan kegiatan lebih lanjut seperti penyuluhan.

Keabsahan Data

Apabila data yang diuji sama maka data yang diperoleh dapat dikatakan data yang kredibel. Apabila data yang diperoleh berbeda dari masing-masing sumber, maka akan dilakukan pembahasan lebih lanjut terhadap sumber tersebut51.

Tahap-tahap penelitian

  • Sejarah Berdirinya Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso
  • Letak Geografis MTs Darul Falah Cermee Bondowoso
  • Identitas Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso a. Nama Instansi: Madrasah Tsanawiyah Darul Falah
  • Job Description Madrasah Tsanawiyah Falah Cermee Bondowoso a. Kepala Madrasah
  • Visi, misi, dan tujuan Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso

Madrasah Tsanawiyah Darul Falah merupakan Madrasah Tsanawiyah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Darul Falah yang berlokasi di Jl. Dengan modal hanya 30 orang calon peserta didik, madrasah ini memulai aktivitasnya sebagai lembaga pendidikan Islam pada tahun 1981, dimana K. kemudian Madrasah Tsanawiyah Darul Falah mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga pada tahun 1982 mendapat kepercayaan dari pemerintah dengan memberikan lembaga ini Terdaftar status. .

Madrasah Darul Falah Tsanawiyah yang didirikan dan dikembangkan bersama masyarakat desa Ramban Kulon mengalami kemajuan yang menggembirakan baik dari segi kuantitas. Darul Falah mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk mengelola dana block grant berupa pembangunan satuan sekolah baru (USB), yang kemudian dilanjutkan pada tahun 2004 dengan mendapatkan akreditasi Piagam B pada jenjang akreditasi berikutnya. Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso terletak di Jalan K. Massyur Dusun Padegan Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos 68286.

GAMBAR 4.1  Struktur Organisai
GAMBAR 4.1 Struktur Organisai

Penyajian Data dan Analisis Data

Peran Kepala madrasah dalam mengiplementasikan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee

Ketika peneliti juga mewawancarai Bapak Abdul Rosyid dan menanyakan tentang budaya nahdliyyin di Madrasah Darul Falah Tsanawiyah. Dan peneliti juga menanyakan kepada Pak Abdul tentang awal mula budaya nahdliyyin diterapkan di Madrasah Darul Falah Tsanawiyah. Kurikulum dan salah satu pengurus MWC NU Kecamatan Cermee serta menanyakan perbedaan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso.

Kepala madrasah mempunyai peranan yang sangat penting dalam penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso. Peneliti juga menanyakan kepada Pak. Abdul Rosyid atas peran kepala madrasah dalam penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Darul Falah Cermee Bondowoso Tsanawiyah. Peneliti bertanya kepada Pak. Abdul Rosyid tentang peran kepala madrasah sebagai pemimpin, beliau menyampaikan bahwa “di Cermee Bondowoso, kepala madrasah mempunyai karakter khusus dalam implementasi budaya Nahdliyyin di Madrasah Darul Faah Tsanawiyah.

Hambatan Kepala Madrasah Dalam Mengimplementasikan Budaya Nahdliyyin Di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee

Hasil wawancara dengan salah satu siswa yang juga aktif di salah satu organisasi Nahdlatul Ulama tentang kendala yang dialami kepala madrasah dalam menerapkan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso. Berdasarkan wawancara di atas dapat diketahui bahwa kendala yang dihadapi kepala madrasah dalam menerapkan budaya nahdlyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso adalah masih adanya siswa yang belum mengetahui penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso. Madrasah Tsanawiyah. Penulis juga melakukan observasi. Penulis menemukan bahwa dalam penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso, bimbingan guru hanya dilakukan oleh satu atau dua orang guru saja.

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti di lapangan, peneliti menemukan adanya peran kepala madrasah dalam penerapan budaya nahdliyyin. Peran kepala madrasah sebagai pemimpin adalah kepala madrasah mempunyai karakter khusus dalam penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Darul Faah Tsanawiyah. Peran kepala madrasah sebagai pendidik dalam penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah adalah dengan membiasakan siswa menerapkan budaya nahdliyyin yang berbeda-beda, misalnya sebelum masuk kelas tepat pukul 06.45. Semua siswa berkumpul dengan rapi di lingkungan madrasah untuk membacakan doa.

Pembahasan Temuan

Berdasarkan data yang tersaji diatas mengenai peran kepala madrasah dalam implementasi budaya nahdliyyin di Madrasah Dual Falah Cermee Bondowoso Tsanawiyah. Dukungan orang tua juga menjadi tolok ukur yang cukup kuat bagi kepala madrasah dalam menerapkan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso. Solusi atas kendala yang terjadi dalam penerapan budaya nahdliyyin di Darul Falah Cermee Bondowoso medrash tsanawiyah.

Peran kepala madrasah dalam penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Darul Falah Tsnawiyah Cermee Bondowoso sebagai kepala madrasah kini banyak dilibatkan dalam tugas-tugas administratif. Peran kepala madrasah sebagai pemimpin adalah kepala madrasah mempunyai karakter khusus dalam penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Darul Falah Tsanawiyah. Dalam penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso, kepala madrasah mempunyai beberapa kendala yaitu kurangnya kesadaran siswa mengenai budaya nahdliyyin dan juga kurangnya dukungan dari orang tua siswa.

Saran

Bagaimana peran kepala madrasah dalam penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsnawiyah Darl Falah Cermee Bondowoso. Jawaban : Ketika dihadapkan pada penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Darul Falah Cermee Bondowoso Tsanawiyah, kepala madrasah memberikan respon yang sangat positif dan sepenuh hati mendukung penerapan budaya nahdliyyin di madrasah ini, oleh karena itu. Jawaban: pada diri Cermee Bondowoso, kepala madrasah, terdapat karakter khusus dalam penerapan budaya Nahdliyyin di Madrasah Darul Faah Tsanawiyah.

Apa saja kendala yang timbul dalam penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso. Bagaimana peran kepala madrasah sebagai pengawas dalam penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso. Bagaimana peran kepala madrasah dalam penerapan budaya nahdliyyin di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Cermee Bondowoso.

Gambar

Tabel 2.1  hasil Terdahulu  No
GAMBAR 4.1  Struktur Organisai

Referensi

Dokumen terkait

Fokus penelitian :1) Pelaksanaan supervisi pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Negeri Aryojeding Rejotangan Tulungagung, 2) Hambatan dari pelaksanaan supervisi pembelajaran

Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif deskriptif, dengan mengambil lokasi penelitian di SD Islam Darul Falah

Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen pembentukan karakter religius peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Kota Banjarmasin dilakukan melalui: (1)

Bagaimana peran guru rumpun Pendidikan Agama Islam sebagai pembimbing dalam meningkatkan religiusitas siswa di Madrasah Tsanawiyah Nurul Falah desa kedawung lor

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan manajemen pengembangan Madrasah Tsanawiyah Negeri di Kotaagung melalui manajemen madrasah,

Skripsi dengan judul ”Implementasi Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa dalam Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Gobah

Upaya kepala Madrasah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Ulum Rawab Besuki Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018, sudah usaha semaksimal mungkin,

Pelaksanaan Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dalam Kurikulum Merdeka di Madrasah Tsanawiyah Negeri 8 Banyuwangi adalah pengaplikasian atau penerapan guru pada saat pembelajaran