PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Faktor-faktor yang mempengaruhi minat menabung di bank syariah adalah pelayanan, bagi hasil, keyakinan atau religiusitas dan lokasi (Muhammad: 2014). Oleh karena itu, religiusitas harus memainkan peran utama dalam mempengaruhi masyarakat untuk menabung di bank syariah. Bisa jadi penyebab rendahnya jumlah nasabah yang menabung di bank syariah adalah karena mayoritas umat Islam di Indonesia memiliki tingkat religiusitas yang rendah.
Ketertarikan seseorang untuk menabung di bank syariah dapat berasal dari dirinya sendiri maupun dari lingkungan sosialnya.
Identifikasi Masalah
Jika pola hidup yang dijalani santri adalah pola hidup islami hal ini tercermin dari pakaian yang dikenakannya, pergaulan yang intens dengan Al-Qur'an, selalu membaca dzikir pagi dan sore setiap harinya, serta setiap sore dan subuh ada ujian keislaman. . Beberapa alasan mahasiswi yang belum memiliki bank syariah adalah karena tidak merasa membutuhkan, sudah mempunyai bank konvensional, pengeluaran sama dengan pendapatan, sehingga tidak ada lagi uang yang tersisa untuk ditabung, dan bank. yang mereka miliki sama dengan orang tuanya. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Religiusitas, Pendapatan Dan Lingkungan Sosial Terhadap Minat Menabung di Bank Syariah Pada Kalangan Santri Pondok Pesantren Darush Shabayar.”
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh religiusitas, pendapatan dan lingkungan sosial secara bersama-sama terhadap minat menabung di bank syariah.
Manfaat Penelitian
Sebagai sarana informasi untuk mengetahui seberapa besar kontribusi religiusitas, pendapatan dan lingkungan sosial terhadap minat menabung di bank syariah. Sebagai sarana informasi untuk menambah pengetahuan khususnya pengetahuan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi minat menabung di bank syariah.
KAJIAN PUSTAKA
Kajian Teori
- Minat Menabung
- Bank Syariah
- Religiusitas
- Pendapatan
- Lingkungan Sosial
- Pondok Pesantren
Peranan bank syariah dalam dunia perbankan semakin meningkat, dimulai dari (1) membersihkan operasional perbankan syariah sehingga dapat semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat (2) meningkatkan kesadaran syariah terhadap syariah sehingga dapat memperluas segmen dan pangsa pasar perbankan. Bank syariah. (3) menjalin kerjasama dengan para ulama, karena bagaimanapun peran ulama khususnya Indonesia sangat dominan dalam kehidupan umat Islam. Artinya berinvestasi pada bank syariah tidak memberikan janji imbal hasil yang pasti kepada investor. Oleh karena itu, bank syariah harus mampu memberikan imbal hasil yang lebih baik dibandingkan dengan bank konvensional.
Jika keuntungan bank pada bank konvensional diperoleh dari bunga yang dibebankan, maka pada bank syariah tidak ada bunga forward, melainkan ada bagi hasil.
Penelitian yang Relevan
F tabel (32,753 > 2,30) Secara parsial koefisien regresi bagi hasil (0,370), pelayanan (1,916), pendapatan (0,936) menunjukkan bahwa variabel tersebut berpengaruh signifikan sedangkan variabel religiusitas (-1,743) menunjukkan bahwa variabel tersebut tidak berpengaruh. tidak memutuskan menjadi nasabah di Bank Islam. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah variabel independen (X1) dan variabel dependen (Y) yang akan diteliti yaitu religiusitas dan variabel dependen (Y) yaitu Minat Menabung. Penelitian kedua yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Muhamad Aris Sulistyono (2016) dengan judul “Pengaruh Pengetahuan, Religiusitas, Promosi dan Tingkat Pendapatan Konsumen Terhadap Keputusan Menjadi Nasabah Bank Syariah (Studi pada PT.Bank Negara Indonesia ) Kantor Kas Syariah FE Condongcatur Yogyakarta).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengetahuan tidak berpengaruh terhadap keputusan menjadi nasabah bank syariah dengan nilai signifikansi 0,275>0,05. Sedangkan ketiga variabel lainnya berpengaruh terhadap keputusan menjadi nasabah bank syariah dengan nilai signifikan. Penelitian kedua juga mempunyai persamaan dengan penelitian ini yaitu terletak pada variabel independen (Religiusitas dan Pendapatan).
Dan yang berbeda pada variabel dependen antara keputusan menjadi nasabah bank syariah dan minat menabung. Serta variabel bebas yaitu pada penelitian Muhamad Aris Sulistyono variabel Pengetahuan (X1) dan variabel Promosi (X3) sedangkan pada penelitian ini hanya terdapat satu variabel yaitu Lingkungan Sosial. Penelitian ketiga yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh Atin Yulaifah (2011) dengan judul “Pengaruh Budaya, Sosial, Pribadi dan Psikologi Terhadap Keputusan Nasabah Dalam Memilih Bank Syariah (Studi Kasus Pada Masyarakat Ciputat Pengguna Jasa Perbankan Syariah)”.
Penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel pribadi dan psikologis berpengaruh signifikan terhadap keputusan nasabah menabung di bank syariah, dan variabel budaya dan sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan menabung di bank syariah. Sedangkan variabel budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan nasabah dalam memilih bank syariah, masing-masing mempunyai nilai Fhitung (29,228) > Ftabel (2,467).
Kerangka Berpikir
Hipotesis Penelitian
METODE PENELITIAN
- Desain Penelitian
- Definisi Operasional Variabel
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Jenis atau Sumber Data
- Variabel Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Instrumen Penelitian
- Uji Coba Instrumen
- Teknik Analisis Data
- Statistik Deskriptif
- Uji Prasyarat Analisis
- Analisis Regresi Ganda
Dalam penelitian ini terdapat data mengenai religiusitas, pendapatan dan lingkungan sosial minat santri Pondok Pesantren Darush Shobayar untuk menabung di Bank Syariah. Variabel lingkungan sosial berpengaruh terhadap minat menabung di bank syariah karena mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,001 > 0,05. Hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Agama, Pendapatan dan Lingkungan Sosial terhadap Minat Menabung di Bank Syariah pada kalangan Santri Darush Shabayar.
Pengaruh lingkungan sosial terhadap minat menabung di bank syariah di kalangan santri, Darush Sha terlihat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif Lingkungan Sosial terhadap Minat Menabung di Bank Syariah pada kalangan Santri di Pondok Pesantren Darush Sha. Pengaruh religiusitas, pendapatan dan lingkungan sosial terhadap minat menabung di bank syariah di kalangan santriwati, pengamatan Darush Sha.
Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh positif religiusitas, pendapatan dan lingkungan sosial secara bersama-sama terhadap minat menabung di bank syariah di kalangan santri yang dilihat oleh Darush Sha. Religiusitas tidak berpengaruh terhadap minat menabung di bank syariah pada kalangan santri Pondok Pesantren Darush Shabayar dari nilai signifikansi 0,279 > 0,05. Pendapatan berpengaruh positif terhadap minat menabung di bank syariah pada kalangan santri Darush Shabayar dari nilai signifikansi 0,025 < 0,05.
Terdapat pengaruh positif lingkungan sosial terhadap minat menabung di bank syariah pada santri Pondok Pesantren Darush Sha dilihat dari nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Terdapat pengaruh positif Agama, Pendapatan dan Lingkungan Sosial terhadap Minat Menabung di Bank Syariah di kalangan Santri Darush Sha dilihat dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Pesantren Mahasiswi Darush Shalihat
MA bernama Asrama Muslimah yang berlokasi di Nglaren, kemudian menjadi Pondok Pesantren Darush Sha pada tahun 1999 yang berlokasi di Condongcatur, dan menjadi Pondok Pesantren Darush Sha pada tahun 2004 yang berlokasi di Pogung bahkan hingga saat ini. . Lokasi Asrama Mahasiswa Islam Darush ShaSee sempat berpindah-pindah karena pada saat itu Pengurus Asrama Mahasiswa Islam Darush Shabayar belum mempunyai tempat tinggal tetap, sehingga dipindahkan tempatnya menyesuaikan dengan kondisi Pengawas Asrama. Pondok Pesantren Darush Shabayar berlokasi di Jalan Darush Shabayar, Sinduadi, Mlati, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta yang mempunyai Visi.
Melatih peserta didik yang mempunyai kemauan dan kemampuan untuk menanamkan kearifan sehingga menjadi agen perubahan bagi masyarakatnya c.
Hasil Penelitian
- Deskripsi Data Khusus
- Deskripsi Hasil Penelitian
- Uji Prasyarat Analisis
- Analisis Regresi Linier Berganda
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan diperoleh minat menabung di bank syariah santri pesantren dengan skor tertinggi yaitu 43 dan skor terendah 13. Berdasarkan tabel 15 distribusi frekuensi data Minat Menabung pada Bank Syariah santri Darush ShaSee menunjukkan bahwa nilai rata-rata Bunga Tabungan di Bank Syariah adalah 33 berada pada kelas 5 dengan rentang nilai 33-37 dengan poin rendah 32,5 dan tinggi poin 37.5. Berdasarkan tabel 16, data menunjukkan bahwa tren terbesar untuk variabel Minat menabung di bank syariah di kalangan santri Pondok Pesantren Darush Shabayar berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 43 responden atau 57,4% dan tren terendah berada pada kategori tinggi. kategori rendah. , masing-masing 1 responden atau 1,3%.
Data tersebut kemudian dikategorikan menjadi tren tinggi rendahnya tingkat religiusitas santri di Bank Islam Darush Shabayar, yaitu sebagai berikut. Koefisien regresi agama sebesar 0,190 hal ini menunjukkan bahwa variabel agama berpengaruh terhadap Minat Menabung pada Bank Syariah. Koefisien regresi pendapatan sebesar 1,939 hal ini menunjukkan bahwa variabel pendapatan mempunyai pengaruh terhadap minat menabung di bank syariah.
Koefisien regresi Lingkungan Sosial sebesar 0,337 menunjukkan bahwa variabel Lingkungan Sosial mempunyai pengaruh terhadap Minat Menabung pada bank syariah. Variabel religiusitas tidak berpengaruh terhadap tingkat tabungan pada bank syariah karena mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,279>0,05. Variabel religiusitas, pendapatan dan lingkungan sosial secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat menabung di bank syariah karena mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,000<0,05.
Berdasarkan tabel 28 terlihat nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,005. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa religiusitas, pendapatan dan lingkungan sosial secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat menabung di bank syariah. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat 75,5% faktor atau variabel lain yang mempengaruhi minat menabung di bank syariah selain agama, pendapatan dan lingkungan sosial.
Pembahasan
Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka pendapatan berpengaruh terhadap minat mahasiswa menabung di bank syariah. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Aris Sulistyono (2016) yang menunjukkan bahwa pendapatan berpengaruh terhadap keputusan nasabah menabung di bank syariah. Berdasarkan hasil survei dan pembahasan mengenai pengaruh religiusitas, pendapatan dan lingkungan sosial terhadap minat menabung di bank syariah pada santri Pondok Pesantren Darush Sha yang telah dijelaskan sebelumnya, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
Pengaruh Pendapatan, Religiusitas dan Informasi terhadap Niat Menabung di Bank Syariah pada Mahasiswa PP. Maksudnya untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Religiusitas, Pendapatan dan Lingkungan Sosial Terhadap Minat Menabung di Bank Syariah Pada Santri Pondok Pesantren Asma’ Amanina”. 5 Saya akan menabung di bank syariah karena bank tersebut mempunyai sistem bagi hasil. 6 Saya akan menabung di bank syariah.
7 Saya akan menabung di bank syariah karena ada keterikatan agama antara pengelola bank dengan nasabahnya. Ia bermaksud untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Religiusitas, Pendapatan dan Lingkungan Sosial Terhadap Minat Menabung di Bank Syariah pada Santri Pondok Pesantren Darush Shabayar”.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menyelidiki variabel lain yang belum diteliti seperti faktor bagi hasil, kualitas pelayanan dan lokasi untuk menciptakan gambaran yang lebih luas mengenai masalah yang diteliti. Bagi santri pesantren Darush Shabayar perlu adanya peningkatan tingkat religiusitas khususnya pengetahuan tentang perbankan syariah bagi santri pesantren Darush Sha melihat. Bagi para santri, Darush Shabayar, dengan pendapatan yang ada, para santri bisa menggunakan sebagian pendapatannya tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi, namun juga menyisihkan sebagiannya untuk ditabung.
Bagi santri pesantren Darush Shabayar perlu menjaga lingkungan sosial yang tinggi agar lingkungan sosial santri tidak menurun. Bagi pembaca, dengan melihat bank syariah telah menjalankan kegiatan operasionalnya berdasarkan prinsip syariah, diharapkan masyarakat tetap memiliki kepercayaan untuk menempatkan dananya di bank syariah.
Keterbatasan Penelitian
- Statistik Perbankan Syariah
- Kisi-kisi Variabel Pendapatan
- Kisi-kisi Variabel Religiusitas
- Kisi-kisi Variabel Lingkungan Sosial
- Kisi-kisi Variabel Minat Menabung
- Skor untuk Jawaban Pertanyaan
- Hasil Uji Validitas Instrumen
- Hasil Uji Reliabilitas Instrumen
- Kategorisasi Berdasarkan Usia
- Angket Uji Coba Instrumen
- Data dan Hasil Uji Coba Instrumen
- Instrumen Penelitian
- Data Hasil Penelitian
- Uji Prasyarat Analisis
- Uji Analisis Linier Berganda
- Surat Ijin Penelitian
Banyak faktor yang mempengaruhi minat menabung di bank syariah, namun dalam penelitian ini hanya dimasukkan tiga faktor yaitu agama, pendapatan dan lingkungan sosial. Pengaruh prinsip bagi hasil, tingkat pendapatan, agama dan kualitas pelayanan terhadap keputusan menabung nasabah pada bank syariah di Banda Aceh. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah Menabung pada Tabungan Mudharabah di Bank Muamalat Cabang Kota.
11 Teman-teman pesantren selalu mendukung saya agar tertarik menggunakan perbankan syariah. 12 Banyak teman saya di pesantren yang tertarik. 6 Banyak teman saya di pondok yang tertarik menggunakan perbankan syariah. 7 Teman serumah selalu membagi ilmunya.