Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis posisi kompetitif ekspor kopi Indonesia di pasar internasional dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor kopi Indonesia. Kajian yang tidak hanya membahas ekspor kopi di Indonesia ini juga membahas tentang daya saing bahan baku kopi Indonesia. Besarnya persentase produksi kopi dalam negeri yang diekspor ke luar negeri membuat ekspor kopi Indonesia sangat bergantung pada produksi kopi dalam negeri.
Kuota ekspor yang didapat Indonesia sebagai anggota ICO dirasa cukup menghambat perkembangan ekspor kopi Indonesia.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Menurut Adam Smith, suatu negara akan melakukan perdagangan apabila negara tersebut mempunyai keunggulan absolut. Secara teori, jika harga di suatu negara lebih tinggi dibandingkan harga dunia, maka negara tersebut akan menerapkan kebijakan impor barang yang dibutuhkannya. Sebaliknya, jika harga dalam negeri lebih rendah dibandingkan harga dunia, maka negara tersebut akan menerapkan kebijakan mengekspor produk yang mencerminkan surplus produksi dibandingkan permintaan dalam negeri.
Suatu negara (misalnya negara A) akan mengekspor suatu barang (misalnya kopi) ke negara lain (misalnya negara B) jika harga domestik di negara A relatif lebih rendah dibandingkan dengan harga domestik di negara B sebelum perdagangan internasional. . itu terjadi
Penelitian Terdahulu
Pada tahun 1990, ekspor kopi Indonesia mencapai angka tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yaitu mencapai 421.627 ton. Besarnya ekspor kopi Indonesia ke Amerika.. pendapatan per kapita dari Amerika, harga kopi dunia, harga teh dunia, konsumsi kopi per Populasi AS, nilai tukar riil, dan populasi Amerika. Tahun ekspor Indonesia terhadap harga ekspor sebesar 2,04 yang berarti ketika harga ekspor meningkat maka jumlah ekspor kopi Indonesia menurun.
Sementara itu, harga kopi lokal, nilai tukar rupiah, dan persediaan kopi berhubungan positif dengan jumlah ekspor kopi Indonesia pada tahun sebelumnya. Meskipun ekspor kopi Indonesia secara umum menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun, namun keadaan ekspor kopi Indonesia masih cenderung berfluktuasi. Fluktuasi ekspor kopi Indonesia menjadi salah satu penyebab Indonesia tidak mampu menembus dominasi Brazil dan Vietnam sebagai negara pengekspor kopi terbesar dunia.
Ekspor kopi yang masih mengalami fluktuasi menunjukkan adanya faktor yang mempengaruhi ekspor kopi di Indonesia. Pendapatan suatu negara, yang seringkali diukur dengan PDB riil per kapita, juga sangat penting dalam menentukan keadaan ekspor kopi Indonesia. Berdasarkan kajian teori yang ada dan hasil penelitian terdahulu maka variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah ekspor kopi indonesia, produksi kopi indonesia, nilai tukar riil rupiah terhadap dollar amerika, rata-rata pendapatan riil per kapita negara tersebut. populasi negara. (PDB riil per kapita) Tujuan ekspor kopi Indonesia dan konsumsi kopi dalam negeri.
Selain itu juga dapat diperoleh informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor kopi Indonesia. Produksi kopi Indonesia, nilai tukar riil, PDB riil per per kapita dan konsumsi kopi dalam negeri bersama-sama mempengaruhi ekspor kopi Indonesia.
Jenis dan Sumber Data
Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel
Pada penelitian ini metode RCA dipilih untuk mengetahui seberapa kompetitif kopi Indonesia di pasar internasional. Daya saing kopi india akan dibandingkan dengan negara eksportir kopi lainnya seperti Brazil, Kolombia, Vietnam, India, Honduras dan Peru. Nilai ekspor kopi negara i (Indonesia, Brazil, Kolombia, Vietnam, India, Honduras dan Peru) (Xij) merupakan nilai transaksi ekspor kopi negara i yang dilakukan di pasar dunia pada tahun tersebut, diukur dalam dolar Amerika ( DOLAR AS$).
Total nilai ekspor negara i (Indonesia, Brazil, Kolombia, Vietnam, India, Honduras, dan Peru) (Xit) adalah total nilai transaksi seluruh ekspor negara i yang diekspor ke pasar dunia pada tahun tersebut, diukur dalam Amerika Serikat dolar (AS$). ). Nilai ekspor kopi dunia (Wj) merupakan nilai transaksi ekspor kopi yang dilakukan pada tahun tersebut oleh seluruh negara di pasar dunia, diukur dalam dolar Amerika Serikat (US$). Total nilai ekspor dunia (Wt) adalah total nilai transaksi seluruh ekspor yang diekspor oleh seluruh negara di pasar dunia pada tahun tersebut, diukur dalam dolar Amerika Serikat (US$).
Sedangkan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor kopi Indonesia digunakan variabel ekspor kopi Indonesia (EX) sebagai variabel dependen. Sedangkan variabel produksi kopi Indonesia (PRO), nilai tukar riil (EXR), rata-rata PDB riil per kapita negara pengimpor kopi Indonesia (PDB), dan konsumsi kopi dalam negeri (CONS) merupakan variabel independen. Ekspor Kopi Indonesia (EX) adalah total ekspor kopi Indonesia ke pasar internasional yang dinyatakan dalam ton.
Produksi Kopi Indonesia (PRO) adalah total produksi kopi setiap tahunnya di Indonesia, baik perkebunan kecil, perkebunan besar milik negara, maupun perkebunan swasta besar, yang dinyatakan dalam satuan ton. Konsumsi Kopi Domestik (CONS) adalah jumlah total kopi yang dikonsumsi masyarakat Indonesia, dinyatakan dalam ton.
Teknik Analisi Data
Dalam penelitian ini penulis mengambil data dari 4 negara pengimpor kopi terbesar di Indonesia yaitu Amerika Serikat, Jerman, Italia dan Jepang yang dinyatakan dalam satuan US$. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah estimasi data time series untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor kopi Indonesia. Jika variabel yang diamati tidak stasioner pada uji unit root, maka dilakukan uji integrasi untuk mengetahui sejauh mana stasionernya.
Penelitian ini melakukan uji integrasi data pada selisih pertama, namun apabila data selisih pertama masih belum stasioner maka dilakukan uji integrasi pada selisih kedua dengan menggunakan uji akar unit metode ADF. 3) Uji kointegrasi. Tujuan pengujian ini adalah untuk mendeteksi adanya hubungan jangka panjang antara variabel independen dengan variabel dependen. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, autokotelasi, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan linieritas.
Uji Variance Inflation Factor (VIF) digunakan pada variabel independen untuk mendeteksi multikolinearitas (Gujarati, 2009). Tujuan uji t adalah untuk mengetahui apakah variabel independen secara individu (parsial) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Jika nilai probabilitas t hitung lebih kecil dari nilai kritis pada taraf signifikansi 5%, maka dapat dikatakan variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Besaran dan deviasi standar koefisien regresi jangka panjang dapat digunakan untuk mengamati hubungan jangka panjang antar variabel ekonomi. Untuk mengetahui besarnya koefisien jangka panjang dan besarnya t-statistik digunakan rumus di bawah ini.
Deskripsi Data Penelitian
Data nilai ekspor kopi Indonesia yang digunakan dalam penelitian ini diukur menggunakan satuan US$ dengan periode data tahun 1970 hingga tahun 2013. Data nilai ekspor kopi Brazil yang digunakan dalam penelitian ini diukur menggunakan satuan US$ dengan periode data dari 1970 hingga 2013. Data nilai ekspor kopi Kolombia yang digunakan dalam penelitian ini diukur menggunakan satuan US$ dengan periode data 1970 hingga 2013.
Data nilai ekspor kopi Vietnam yang digunakan dalam penelitian ini diukur menggunakan satuan dolar AS dengan periode data tahun 1970 hingga 2013. Data nilai ekspor kopi India yang digunakan dalam penelitian ini diukur menggunakan satuan dolar AS dengan periode data periode 1970 hingga 2013. Data nilai ekspor kopi Honduras yang digunakan dalam penelitian ini diukur dalam satuan dolar Amerika dengan periode data 1970 hingga 2013.
Data nilai ekspor kopi Peru yang digunakan dalam penelitian ini diukur menggunakan satuan US$ dengan periode data tahun 1970 hingga tahun 2013. Data nilai ekspor kopi dunia yang digunakan dalam penelitian ini, diukur menggunakan satuan US$ dengan periode data dari tahun 1970 hingga 2013. Data total nilai ekspor Indonesia yang digunakan dalam penelitian ini diukur menggunakan satuan US$ dengan periode data dari tahun 1970 hingga 2013.
Data total nilai ekspor Brazil yang digunakan dalam penelitian ini diukur menggunakan satuan US$ dengan periode data tahun 1970 hingga tahun 2013. Data total nilai ekspor Vietnam yang digunakan dalam penelitian ini diukur menggunakan satuan US$ dengan periode data dari 1970 hingga 2013.
Uji Prasyarat dan Hasil Estimasi
Berdasarkan Tabel 12 diketahui bahwa dalam jangka panjang, variabel produksi kopi Indonesia, PDB riil per kapita dan konsumsi kopi dalam negeri berpengaruh signifikan terhadap ekspor kopi Indonesia, sedangkan variabel nilai tukar riil tidak berpengaruh signifikan terhadap pengaruh ekspor kopi Indonesia. Hasil analisis uji parsial menunjukkan bahwa pada tingkat signifikansi 10%, variabel ekspor kopi Indonesia dipengaruhi oleh produksi kopi Indonesia dan konsumsi kopi dalam negeri dalam jangka pendek, sedangkan nilai tukar riil dan PDB riil per kapita tidak berpengaruh. penting. Jika melihat nilai ekspor kopi pada tahun 2013, nilai ekspor kopi Indonesia bahkan mencapai US$.
Analisis data time series pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel produksi kopi Indonesia, nilai tukar riil, PDB riil per kapita dan konsumsi kopi dalam negeri terhadap ekspor kopi Indonesia tahun 1970-2013. Namun hasil tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap ekspor kopi Indonesia dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, kemungkinan lainnya adalah karena ketergantungan ekspor kopi Indonesia terhadap produksi kopi dalam negeri.
Indonesia mengalami penurunan sebesar 1% sehingga ekspor kopi Indonesia juga akan mengalami penurunan sebesar 0,53% dalam jangka pendek dan 0,44% dalam jangka panjang. Koefisien negatif artinya jika konsumsi kopi dalam negeri meningkat sebesar 1% maka akan berdampak pada penurunan ekspor kopi Indonesia sebesar 0,35% dalam jangka pendek dan 0,39%. Berdasarkan hal tersebut, ekspor kopi Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh produksi kopi Indonesia, tetapi juga konsumsi dalam negeri.
Namun secara individual yang hanya variabel produksi kopi Indonesia, rata-rata PDB riil per per kapita negara pengimpor kopi Indonesia dan konsumsi kopi dalam negeri yang berdampak signifikan terhadap ekspor kopi Indonesia. Namun jika keempat variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ekspor kopi Indonesia periode 1970-2013.
Keterbatasan Penelitian
Pemerintah dan eksportir kopi harus bisa merangsang perkembangan ekspor kopi Indonesia, seperti yang dilakukan Vietnam, sehingga bisa meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar internasional. Pemerintah lebih memperhatikan kebijakan mengenai nilai tukar sehingga dapat memberikan dampak yang lebih baik terhadap perkembangan ekspor kopi Indonesia. Selain itu, eksportir kopi juga harus bisa membaca dan mencermati perkembangan nilai tukar riil rupiah terhadap dolar AS, sehingga jika terjadi depresiasi, eksportir bisa memanfaatkan momen tersebut untuk meningkatkan volume kopi Indonesia. ekspor kopi.