• Tidak ada hasil yang ditemukan

Corak Kehidupan dan Hasil-Hasil Budaya

N/A
N/A
Mutiara izzati Armanda

Academic year: 2025

Membagikan " Corak Kehidupan dan Hasil-Hasil Budaya"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

CORAK KEHIDUPAN DAN HASIL-HASIL BUDAYA MANUSIA

PADA MASA PRA AKSARA

(2)

PERIODESASI PRA AKSARA DI INDONESIA

Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Sederhana (Budaya Paleolitik)

Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Lanjut (Budaya Mesolitik)

Masa Bercocok Tanam (Budaya Neolitik)

Masa Perundagian (Zaman Logam)

(3)

Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Sederhana (Budaya Paleolitik)

“GAMBARAN UMUM” “CORAK KEHIDUPAN SOSIAL-

EKONOMIS “HASIL-HASIL BUDAYA”

Disebut Zaman Batu Tua (Paleolitikum).

Masa ini terjadi sekitar 12.000 tahun yang lalu (kala Pleistosen).

Alat penunjang utama untuk berburu dan mengumpulkan makanan terbuat dari batu yang masih kasar atau belum diasah.

Manusia pendukung pada masa ini yaitu Meganthropus,

Pithecanthropus dan Homo.

Makanan sepenuhnya bergantung pada alam dengan berburu dan mengumpulkan makanan (Food Gathering).

Tempat tinggal bersifat Nomaden (berpindah-pindah).

Hidup dalam kelompok-kelompok kecil.

Interaksi antar kelompok menggunakan kata-kata atau gerak badan (bahasa isyarat) yang sederhana

Kapak Perimbas

Alat Serpih (flakes) Alat Tulang

(4)

Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Lanjut (Budaya Mesolitik)

“GAMBARAN UMUM” “CORAK KEHIDUPAN SOSIAL- EKONOMIS

“HASIL-HASIL BUDAYA”

Disebut Zaman Batu

Tengah/Madya (Mesolitikum).

Masa ini terjadi antara 10.000- 2.500 tahun yang lalu (Masa Holosen).

Adanya perkembangan budaya yang lebih tinggi

Alat penunjang utama untuk berburu dan mengumpulkan makanan terbuat dari batu yang masih kasar atau belum diasah.

Merupakan peralihan dari Zaman Batu Tua ke Zaman Batu Muda

Manusia pendukung pada masa ini yaitu Homo Sapiens

Makanan sepenuhnya bergantung pada alam dengan berburu dan mengumpulkan makanan (Food Gathering).

Mengenal kebiasaan bertempat tinggal secara tidak tetap (Semi Sedenter)

Telah mengenal pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan

Mengenal tradisi melukis di dinding- dinding gua

Pertama kali ditemukan api

Mengenal sistem slash and burn (tebang dan bakar

Tradisi serpih-bilah (flakes) Alat Tulang

Mata panah batu yan bersayap dan berpangkal konveks

Hematit (Besi Oksida) Lesung Batu

Perhiasan dari kulit kerang

“BENTUK KEPERCAYAAN AWAL”

Kepercayaan terkait dengan lukisan yang ada di gua-gua.

Adanya upacara penguburan Keyakinan akan adanya kehidupan setelah mati

(5)

Masa Bercocok Tanam(Budaya Neolitik)

“GAMBARAN UMUM” “CORAK KEHIDUPAN SOSIAL- EKONOMIS

“HASIL-HASIL BUDAYA”

Disebut Zaman Batu Muda (Neolitikum).

Lahirnya tradisi baru yaitu bercocok tanam.

Alat-alat dari batu semakin halus dan indah

Sudah dikenak teknologi pembuatan tembikar, perhiasan, serta peternakan.

Food Producing (menghasilkan makanan sendiri).

Sistem Ladang Berpindah (Shifting Cultivation

Sudah tinggal menetap (sedenter).

Masyarakat memelihara hewan-hewan tertentu (pastoralisme).

Kegiatan bercocok tanam dilakukan dengan sistem slash and burn untuk membuka ladang baru.

Telah mengenal pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan.

Mengenal Sistem Barter

Mengenal sistem Gotong Royong

Mengenal pemimpin yang disebut primus interpares.

Beliung Persegi Kapak Lonjong

Alat-alat Obsidian Mata Panah

Gerabah

Alat Pemukul dari Kulit Kayu Perhiasan

“BENTUK KEPERCAYAAN AWAL”

Animisme Dinamisme

(6)

Masa Perundagian (Zaman Logam)

“GAMBARAN UMUM” “CORAK KEHIDUPAN SOSIAL- EKONOMIS

“HASIL-HASIL BUDAYA”

Disebut Zaman Logam.

Adanya alat-alat dari logam.

Aktivitas perdagangan semakin intens

Manusia pendukung pada masa ini yaitu bangsa Deutro Melayu

Muncul golongan undagi (golongan yang ahli membuat alat-alat logam, rumah kayu, gerabah, dsb).

Hidup secara menetap.

Perdagangan menggunakan perahu bercadik

Perdagangan dilakukan dengan sistem barter

Terdapat dua teknik membuat barang-barang dari logam yaitu a cire perduw (teknik cetak tuang) dan bivalve (teknik dua setangkup).

Kehadiran pemimpin semakin penting.

Alat-alat dari Perunggu (Nekara, Moko dan Kapak Perunggu).

Alat-alat dari besi Gerabah

“BENTUK KEPERCAYAAN AWAL”

Animisme Dinamisme

(7)

Masa Megalitikum (Batu Besar)

“BANGUNAN MEGALITIK”

Masa Megalitikum berbeda dengan masa batu lainnya karena tidak dapat dimasukkan dalam kelompok periodesasi pra aksara di Indonesia karena corak kebudayaannya ada di hampir setiap masa pra aksara di Indonesia

Menhir

Punden Berundak Kubur Batu

Waruga

Sarkofagus Dolmen

Arca Batu

(8)

TERIMA TERIMA

KASIH

KASIH

Referensi

Dokumen terkait

 Menyajikan hasil analisis dalam bentuk tulisan berupa kesimpulan mengenai keunggulan kehidupan manusia Indonesia di zaman praaksara dalam bidang sosial, ekonomi, ilmu,

Menganalisis kehidupan awal manusia Indonesia dalam aspek kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini..

Hal ini menunjukan bahwa pada masa itu Banten sudah mengenal konsep kehidupan sosial multikulturalisme yang di wujudkan dalam toleransi antar umat beragama dan juga

Berdasarkan pemaparan di atas, penelitian ini yang berjudul “Corak Batik Mega Mendung sebagai Warisan Budaya Cirebon dalam Fashion Photography ” adalah sebuah penciptaan

Indonesia, serta berbagai peninggalannya. 3) Perubahan masyarakat Indonesia pada masa praaksara, masa Hindu, Buddha dan masa Islam dalam aspek geografis, ekonomi,

praaksara, masa Hindu Buddha dan masa Islam dalam aspek geografis, ekonomi, budaya, dan politik yang masih hidup dalam masyarakat sekarang. 1) Pola kehidupan dan kebudayaan

Manusia yang hidup pada zaman Praaksara sekarang sudah berubah menjadi fosil.Fosil manusia yang ditemukan di Indonesia dalam perkembangan terdiri dari beberapa jenis.Hal ini

Penerapan pendidikan humanistik melalui nilai-nilai budaya dalam benda peninggalan praaksara dapat membantu peserta didik mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang budaya masa