TUGAS 1
MATEMATIKA TERAPAN ITP 2021
1. Selama ini harga rokok terus naik, pajak tinggi, hal itu di maksudkan agar masyarakat tidak merokok.
Pertanyaan :
a. Sistem perpajakan apa digunakan untuk cukai rokok?
b. Simulasikan dengan harga berapakah dan berapa pajak yang dikenakan agar para perokok berhenti merokok
Catatan:
Dalam membuat simulasi setiap mahasiswa mempuyai scenario sendiri sehingga tidak mungkin ada kesamaan jawaban.
2. Apakah ada pajak yang dikenakan pada fungsi permintaan?
3. Apakah tax yang dibayarkan konsumen akan selalu lebih besar daripada tax yang dibayarkan produsen?
Nama : Nadhira Septiana Ahnafiani Kelas : B
NIM : A1F021024 Prodi : Teknologi Pangan
Lembar Jawaban
1. Selama ini harga rokok terus naik, pajak tinggi, hal itu di maksudkan untuk mengkampanyekan pengurangan konsumsi rokok sehingga pemerintah mengenakan pajak berupa cukai rokok.
a. Sistem perpajakan yang digunakan untuk cukai rokok adalah pajak spesifik, yaitu sistem tarif pajak dengan jumlah tertentu dan dikenakan pada suatu barang atau jenis barang tertentu. Setelah dikenakan pajak, produsen akan berusaha mengalihkan (sebagian) beban pajak tersebut kepada konsumen, yaitu dengan menawarkan harga jual yang tinggi.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 115 /PMK.07/2013 untuk persentase tarif cukai rokok ditetapkan sebesar 40% sedangkan untuk persentase tarif pajak rokok ditetapkan sebesar 10% dari cukai rokok tersebut.
b. Dalam suatu kasus, apabila para perokok baru akan berhenti jika mereka membeli rokok seharga Rp5.000 tiap batangnya. Maka, berikut rincian tarif pajak yang harus dibayarkan.
Harga per batang = Rp5.000
Cukai rokok = persentase cukai rokok x harga per batang = 40% x Rp5.000
= Rp2.000
Untuk besaran pajak rokok, bisa didapatkan 10% dari cukai rokok tersebut
Pajak rokok = persentase pajak rokok x cukai rokok = 10% x Rp2.000
= Rp200
Jadi, harga rokok per batang nya adalah Rp5.000 dan pajak yang dikenakan sebesar Rp200 tiap batangnya. Dengan adanya pengenaan pajak ini tentu akan menggeser kurva penawaran ke kiri atas karena beban pajak ini merupakan tambahan biaya bagi produsen, akibatnya jumlah yang ditawarkan atau kuantitasnya menurun pada tingkat harga yang lebih tingi sehingga dengan perkiraan harga tersebut para perokok akan berhenti merokok.
2. Secara umum, pajak pada fungsi permintaan tidak membuat pengaruh apapun terhadap fungsi permintaan. Berbeda dengan pajak atas penjualan yang menambah harga barang atau produk yang ditawarkan sehingga dapat mempengaruhi fungsi penjualan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada umumnya tidak ada pajak yang dikenakan untuk fungsi permintaan dan pajak hanya mempengaruhi pada fungsi penawaran.
3. Pajak yang dibayarkan oleh konsumen tidak selalu lebih besar daripada pajak yang dibayarkan oleh produsen, karena pengenaan pajak tergantung pada kurva elastisitas penawaran dan permintaan. Semakin elastis kurva penawaran dan semakin inelastis kurva permintaan maka semakin besar beban pajak yang ditanggung oleh konsumen. Sebaliknya semakin inelastis kurva penawaran dan semakin elastis kurva permintaan maka semakin besar beban pajak yang ditanggung oleh produsen. Jadi, semakin elatis kurva penawaran atau kurva permintaan makan semakin kecil beban pajak yang ditanggung.