• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daftar Isi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Daftar Isi"

Copied!
191
0
0

Teks penuh

ARGUMENTASI PENTINGNYA

SITUASI SOSIAL KEAGAMAAN DI

Situasi Sosial Keagamaan Ahmadiyah Lombok

Landasan keimanan yang membedakannya adalah pemahaman terhadap nubuatan yang diajarkan oleh Mirza Ghulam Ahmad14 sebagai orang yang diyakini menerima wahyu Ilahi dari jamaah Ahmadiyah. 18 Iskandar Zulkarnain, “Jemaah Ahmadiyah Indonesia Perspektif Aqidah dan Syariah”, Makalah Disajikan pada FGD dan Studi Lapangan: Mengenal Ahmadiyah Lebih Dekat di Gedung PAU UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 27 November 2014. Ahmadiyah Qadian disebut Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI ), sedangkan Ahmadiyah Lahore disebut Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI).

Jemaah Ahmadiyah yang saat ini berada di pengungsian Transito Majeluk merupakan jemaah yang menganut paham Ahmadiyah yang meliputi Ahmadiyah Qadian dan termasuk keturunan Ahmadiyah. 24 Wawancara Ibu Nuraeni, salah satu pengungsi Jemaah Ahmadiyah Lombok di asrama Transito Majeluk Mataram pada tanggal 23 Februari 2015. Secara organisasi, Jemaat Ahmadiyah merupakan organisasi keagamaan yang bisa dikatakan sangat solid dan mempunyai kekuatan yang sangat kuat. program yang mengikat para anggotanya.

Anggota yang berjanji untuk memberikan sejumlah uang sebagai bentuk ketaatan setiap tahunnya menjadi anggota Jemaat Ahmadiyah. “Dampak Sosial Kekerasan Terhadap Jamaah Ahmadiyah di Lombok dan Upaya Penyelesaiannya” Jurnal Penelitian Islam, IAIN Mataram., Vol.

Situasi Sosial Keagamaan Masyarakat Lombok

  • Situasi Sosial Keberagamaan Masyarakat
  • Pemerintah Daerah

Elit agama Islam yang mempunyai pengaruh besar terhadap seluruh aspek kehidupan masyarakat disebut guru ulung. Dusun Bunsalak merupakan salah satu contoh kelompok masyarakat yang peneliti temui dan sering mengalami konflik sosial. Telah dibentuk forum kerukunan sosial berbasis masyarakat di tingkat desa/kelurahan, khususnya di daerah rawan konflik sosial dan daerah pernah terjadi konflik sosial. Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan hidup berdampingan secara damai, adil, serasi, serasi, dan seimbang, berdasarkan prakarsa bersama.

Pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan unsur lainnya dalam rangka Local Wisdom Access Charity yang merupakan langkah preventif mengatasi konflik sosial dengan tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, persaudaraan dan sikap keteladanan yang menjadi modal sosial. dari masyarakat untuk mencegah konflik sosial. Tugas Pionir Perdamaian adalah mengamati dan memahami gejala-gejala konflik sosial dan salah satu upayanya adalah dengan melakukan peringatan dini dan mencegahnya secara konsisten dan setepat mungkin. Sedangkan fungsinya sebagai motivator, fasilitator, koordinator dan mediator bagi warga masyarakat di tingkat desa/kelurahan, baik sebelum, pada saat, dan setelah konflik sosial terjadi.

Kegiatan pemetaan wilayah konflik sosial melibatkan unsur perguruan tinggi/perguruan tinggi, tokoh budaya dan aktivis perdamaian. Bidang ini seharusnya bertugas memberikan solusi terhadap konflik sosial keagamaan yang terjadi terhadap Ahmadiyah.

Hubungan Sosial Jemaat Ahmadiyah dengan

Di Asrama Transito yang menjadi tempat mengungsi atau ditinggali para jemaah Ahmadiyah, hubungan baik dengan masyarakat sekitar kini semakin membaik. Kini, setelah bertahun-tahun, jemaah Ahmadiyah yang berada di Asrama Transito dikabarkan terlantar dan tidak jelas kewarganegaraannya, serta bisa mendapatkan kartu identitas. Ketika jamaah Ahmadiyah masih berada di Pancor, penyerangan dilaporkan sangat agresif, kemungkinan besar disebabkan oleh surat edaran Fatwa Ahmadiyah yang menyimpang.

Jemaat Ahmadiyah merupakan orang-orang yang ramah, baik hati, dan santun, baik dalam dunia usaha maupun perdagangan bisa dikatakan sukses. Di Dusun Ketapang, hubungan antara jamaah Ahmadiyah dengan non-Ahmadiyah dikatakan selalu baik. Lokasi tempat tinggal atau pemukiman Jemaah Ahmadiyah atau BTN Bumi Asri cukup jauh dari pemukiman asli masyarakat Dusun Ketapang.

Pasca konflik, hubungan jamaah Ahmadiyah dengan masyarakat Dusun Ketapang akan tetap baik selama jamaah Ahmadiyah tidak bermalam di kawasan Ketapang. Kepala Dusun Ketapang Bpk. Murad Amin menyatakan tidak akan menyentuh atau menyakiti warga Ahmadiyah selama mereka tidak masuk ke pemukiman warga dan bermalam di Dusun Ketapang. Sebagian anggota Jemaat Ahmadiyah masih mempunyai lahan garapan berupa sawah dan ponik (pekarangan kecil) di depan bekas rumahnya yang masih bisa ditanami.

Bapak Murad Amin menyatakan bahwa mereka tidak dilarang bekerja di sawah dan warga tetap menjaga irigasi selama tidak bermalam di wilayah Dusun Ketapang.66. Namun karena perintah dari guru yang sering memimpin pengajian di wilayah Dusun Ketapang dan tekanan dari masyarakat luar, maka masyarakat Ketapang lah yang mendorong masyarakat Ketapang untuk segera mengeksekusi jemaah Ahmadiyah. Sang guru tega mengancam masyarakat, jika tidak segera bertindak, maka dirinya sendiri yang akan mendatangkan masyarakat dari luar Dusun Ketapang, yakni dari Lombok Tengah, untuk mengeksekusi Jemaah Ahmadiyah.

Warga Dusun Ketapang, meski masyarakat biasa, tetap memiliki rasa toleransi. Rasa kebersamaan masyarakat Dusun Ketapang pernah merasakan bahwa Jemaat Ahmadiyah merupakan bagian dari masyarakat Dusun Ketapang. Kementerian Agama Provinsi NTB bisa dikatakan mendapat surat instruksi langsung dari Gubernur NTB untuk memberikan bimbingan agama bagi jemaah Ahmadiyah.

MODERASI BERAGAMA DAN

Moderasi Beragama di Lombok

Namun saat ini, pengarusutamaan moderasi beragama hanya menjadi fokus program karena kekhawatiran pemerintah terhadap konflik sosial dan agama yang muncul. Berdasarkan kajian terhadap pola, jenis dan akar konflik yang muncul, pemerintah memandang pentingnya tindakan antisipatif (preventif) terhadap konflik sosial keagamaan. Berdasarkan data sementara selama 10 tahun terakhir, peneliti mencatat ada 15 konflik sosial agama yang terjadi dalam kurun waktu cukup lama.

Tidak hanya konsep moderasi beragama, potensi efektivitas moderasi beragama yang berhasil dalam meredam intensitas konflik sosial agama juga penting untuk dikaji. Sebagai fokus kajian utama dan kajian pendukung lainnya seperti situasi sosial masyarakat Lombok dan sejarah panjang konflik sosial agama. Karena moderasi beragama merupakan program yang dilaksanakan pemerintah, maka pemantauan perkembangan dan prediksi situasi sosial keagamaan di masa depan juga penting untuk dibahas.

Perubahan-perubahan tersebut ditelusuri dari dinamika sosial keagamaan masyarakat pra-konflik dan pasca-konflik secara umum. Membaca situasi sosial keagamaan secara umum dengan demikian menjadi dasar dalam melihat situasi sosial keagamaan secara khusus. Sebelum menganalisis fokus penelitian, penelitian ini melihat pola, jenis dan akar konflik sosial agama yang terjadi di Lombok.

Berdasarkan hal tersebut, konflik sosial keagamaan sebenarnya sudah berkurang intensitasnya, baik antar pemeluk agama maupun antar pemeluk suatu agama. Oleh karena itu, pola konflik yang muncul sebelumnya dan realitas konflik dalam 5 tahun terakhir mengalami penurunan, terjadi perubahan situasi sosial keagamaan masyarakat. Terkait konflik sosial keagamaan, seiring dengan modernisasi, konflik sosial keagamaan juga bergerak menuju pengurangan intensitas konflik.

Meski kecepatan informasi dan komunikasi terpecah menjadi dua bilah dalam 5 tahun terakhir, namun hal tersebut menjadi salah satu faktor pendukung dalam meredam intensitas konflik sosial agama. Berdasarkan pola konflik dan perubahan situasi sosial masyarakat Lombok, maka moderasi beragama perlu diarahkan untuk memperkuat pembangunan perdamaian tidak hanya bagi para penyintas konflik sosial dan agama yang terjadi, agar konflik tidak terulang kembali, tetapi juga untuk komunitas yang tumbuh di perusahaan terbuka saat ini. Sejarah panjang kelam konflik sosial dan agama di Lombok menjadi faktor kuat pendukung terwujudnya moderasi beragama di Pulau Lombok.

Teori Konflik

  • Peta Konflik
  • Berbagai Macam Teori Konflik
  • Konsep Peace Building

Seperti halnya konflik Ahmadiyah, hanya saja durasi konfliknya relatif lama, yaitu dari konflik terbuka hingga konflik tertutup saat ini. Untuk itu, teknik analisis menggunakan pemetaan konflik akan digunakan untuk membaca konflik Ahmadiyah. Peacebuilding merupakan upaya pencegahan konflik (preventif action), manajemen konflik, dan stabilisasi pasca konflik.85 Michelle mengatakan hal tersebut berdasarkan dokumen tersebut.

Konflik Ahmadiyah yang awalnya merupakan konflik sosial terbuka bernuansa agama, kini berubah menjadi konflik laten. Jika pada mulanya konflik Ahmadiyah merupakan konflik sosial yang bernuansa keagamaan antara pelaku konflik Ahmadiyah dengan masyarakat Lombok, maka konflik yang terjadi saat ini merupakan konflik laten antara pelaku konflik Ahmadiyah dengan pemerintah. Dinamika konflik yang kompleks menunjukkan bahwa konflik Ahmadiyah tidak dapat diselesaikan melalui mediasi agama atau negosiasi agama.

Konflik Ahmadi yang terjadi saat ini bukan lagi konflik antara komunitas Ahmadi dan non-Ahmadi, namun sudah menjadi konflik laten dengan pemerintah. Konflik Ahmadiyah masih belum menemukan solusinya karena adanya penyelesaian paksa yang tidak sesuai dengan kesepakatan penyelesaian yang diupayakan konflik ini. Akibatnya, konflik Ahmadiyah saat ini mendapat tekanan dari pemerintah yang dipengaruhi oleh lembaga non-pemerintah.

Ketiga lokasi terjadinya konflik Ahmadiyah ini mewakili penolakan masyarakat terhadap keberadaan Jemaah Ahmadiyah Indonesia di Lombok. Dengan memperjelas aspek-aspek kehidupan bernegara yang kurang jelas atau belum dikaji secara mendalam, misalnya dari konflik Ahmediyah, maka dapat diambil berbagai hikmah mengenai konflik-konflik yang terjadi di dalamnya. Namun karena konflik Ahmadiyah yang terus berlarut-larut dan hingga saat ini belum ditemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan konflik tersebut, maka kelompok Ahmadiyah tetap mempertahankan status pengungsi di kawasan Asrama Transit Majeluk Mataram.

Reaksi semacam ini merupakan dampak sosial yang ditinggalkan oleh konflik Ahmadiyah yang terjadi di Dusun Ketapang. Oleh karena itu, dalam konflik tersebut, Ahmadiyah tidak akan mencari tahu siapa yang salah dan siapa yang benar, sesuai dengan prinsip hukum. Krisis resolusi konflik, inilah yang terjadi pada konflik Ahmadiyah Lombok yang berlangsung cukup lama.

Peace building terkait konflik Ahmadiyah merupakan permasalahan klasik yang belum ditemukan solusi teknis yang tepat untuk mewujudkannya. Konflik Ahmadiyah yang masih belum terselesaikan sebenarnya hanya masalah kemanusiaan dan politik. Ketenangan situasi saat ini dapat menjadi faktor pendukung untuk meningkatkan potensi keberhasilan upaya perdamaian konflik Ahmadiyah Lombok saat ini.

Terakhir, pada bagian ini penulis memaparkan refleksi moderasi beragama dalam rangka penyelesaian konflik Ahmadiyah Lombok dengan menghadirkan Peacebuilding sebagai metode restorasi Ahmadiyah kepada masyarakat luas.

Referensi

Dokumen terkait

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Tahun

Pemerintah. b) Harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu sederajat, badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial

Proses tersebut dapat dilakukan secara turun temurun atau mendapatkan ijin dari pihak petinggi kampung setempat; (2) Konflik penguasaan tanah di Kecamatan Long Bagun terjadi

Dalam membahas sistem kesehatan sebagai lingkungan rumah sakit, berbagai pelaku kunci dalam pelayanan kesehatan perlu diidentifikasi yaitu pemerintah, masyarakat, pihak ketiga yang

Dalam membahas sistem kesehatan sebagai lingkungan rumah sakit, berbagai pelaku kunci dalam pelayanan kesehatan perlu diidentifikasi yaitu pemerintah, masyarakat, pihak ketiga yang

Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa berbagai kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Buru melalui Dinas Sosial Kabupaten Buru dalam program untuk mencapai tujuan Rencana Strategi

Dampak negatif dari korupsi tidak dapat dipungkiri ketika muncul pada tata kelola pemerintahan yang baik, korupsi melemahkan kepercayaan sosial, menjadi tugas dan prioritas pemerintah,

Lingkaran konflik horizontal antar masyarakat masih rawan terjadi, oleh karenanya dibutuhkan peran serta seluruh pihak, baik elit keagamaan, masyarakat ataupun pemerintah untuk selalu