Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak Mahkota Dewa dan ekstrak kedelai terhadap jumlah fibroblas pada mencit yang dipapar sinar UV-B. Untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak embun mahkota (Phaleria macrocarpa) dan ekstrak kedelai serta kombinasi ekstrak embun mahkota dan ekstrak kedelai terhadap jumlah fibroblas pada mencit yang dipapar sinar UV B.
Definisi Kulit
Pengamatan sel fibrositik menggunakan mikroskop elektron menunjukkan sejumlah kecil retikulum endoplasma kasar (REC), dengan kompleks Golgi kecil.11. Dalam model penyembuhan luka, estrogen mengurangi ukuran luka dan menstimulasi pengendapan matriks di kulit yang menegaskan efek estrogen pada fibroblas kulit.
Fungsi Kulit
Kulit akan tetap menjaga suhu tubuh agar tidak terpengaruh oleh suhu lingkungan, artinya suhu tubuh tetap tidak berubah meskipun terjadi perubahan suhu lingkungan. Normalnya suhu tubuh manusia adalah derajat Celcius dan suhu kulit sedikit lebih rendah dari suhu tubuh.
Struktur Kulit
Epidermis terdiri dari empat lapisan (dari lapisan atas sampai lapisan terdalam): . a) Lapisan basal (Stratum Germinativum) Merupakan lapisan paling bawah dari epidermis. Ini adalah lapisan paling dangkal dari epidermis, tempat keratinosit matang mengalami proses kratinisasi.
Penuaan ekstrinsik disebabkan oleh faktor eksternal seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, gizi buruk dan paparan sinar matahari 1 Penuaan ekstrinsik terutama disebabkan oleh paparan sinar UV atau disebut photoaging, sehingga penuaan ekstrinsik lebih terlihat pada wajah. , dada dan bagian ekstensor lengan. Perbedaan penampakan klinis antara penuaan intrinsik dan ekstrinsik adalah kulit yang menua intrinsik tampak lebih halus dibandingkan kulit yang menua ekstrinsik meskipun kulit yang menua intrinsik lebih tipis dan elastisitasnya berkurang.
Kedelai
Taksonomi Tanaman Kedelai
Kedelai bermanfaat untuk menangkal radikal bebas penyebab kanker, meningkatkan aktivitas otak, menghentikan pertumbuhan sel kanker terutama mengobati kanker payudara, kanker prostat dan kanker usus, melawan hormon sensitif, melindungi dinding arteri, mencegah osteoporosis, pembentukan warna merah hingga membantu sel darah, menurunkan kadar gula darah, menurunkan kolesterol, meningkatkan kesehatan fungsi paru-paru terutama pada penderita asma, menjaga kesehatan sistem pencernaan, mengendalikan tekanan darah, mencegah penuaan dini, menjaga kesehatan kulit, dan meningkatkan imunitas tubuh16.
Mahkota Dewa (phaleria marcocarpa)
Paparan sinar UV-B pada kulit dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas pada sel dan jaringan struktural kulit. Komponen c-Jun AP-1 yang berlebihan dapat menghambat proliferasi fibroblas sehingga mengakibatkan rusaknya aktivitas MMP yang pada akhirnya akan mengakibatkan penurunan sintesis kolagen.10.
Jenis dan Rancangan Penelitian
Sampel Penelitian
Besar sampel yang diperlukan dalam penelitian ini menggunakan rumus besar sampel eksperimen Federer, dengan rumus: 23 (t-1) (n-1) ≥ 15. Dalam penelitian terdapat 8 kelompok perlakuan sehingga jumlah sampel seluruhnya adalah 32 ekor mencit. . Tiap kelompok diberi tambahan 1 ekor tikus sebagai cadangan sampel yang drop out.
Variabel dan Definisi Operasional 2. Variabel
Penyinarannya menggunakan alat sinar UV-B PHILIP tipe Kernel KN-4003 yang diberikan satu kali sehari selama 5 hari dalam waktu 3 minggu dengan dosis 1 DEM per paparan selama 50 detik dengan jarak radiasi 12 cm. Punggung mencit dicukur kemudian disinari sinar UV-B satu kali sehari selama 5 hari dalam waktu 3 minggu, dengan dosis 1 DEM dengan jarak penyinaran 12 cm selama 50 detik.
HASIL
Data tiap kelompok diuji normalitas dan homogenitasnya menggunakan uji Shapiro Wilk dan homogenitasnya menggunakan uji Levene, hasilnya semua kelompok mempunyai p value > 0,05 yang berarti data berdistribusi normal dan homogen. Kemudian dilakukan uji statistik parametrik yaitu One Way Anova yang menunjukkan bahwa semua kelompok mempunyai perbedaan yang signifikan (p = 0,00), kemudian dilanjutkan dengan uji post hoc LSD. Sedangkan data rata-rata jumlah fibroblas pada hari ke 21 menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga dilakukan uji non parametrik yaitu uji Kruskal Wallis, hasilnya menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai sebesar hal = 0,008.
Hasil uji Post Hoc LSD untuk jumlah fibroblas pada hari ke 5 dan hasil uji Mann Whitney untuk jumlah fibroblas pada hari ke 21. Dari hasil analisis data diatas dapat dikatakan bahwa kelompok P1 merupakan kelompok yang diberi kacang kedelai. ekstrak saja dan kelompok P2 hanya diberi ekstrak buah phaleria. macrocarpa menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna baik pada hari ke 5 maupun hari ke 21 pada hasil analisis statistik karena p > 0,05, namun jika dibandingkan dengan kelompok kombinasi dan kelompok kontrol semuanya menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna. Sementara itu, seluruh kelompok kontrol juga menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan seluruh kelompok perlakuan.
Dilanjutkan dengan uji T berpasangan diperoleh nilai p = 0,000 yang berarti pengamatan pada hari ke 5 dan 21 menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata jumlah fibroblas pada semua kelompok.
Pembahasan Hasil Penelitian
Jumlah fibroblas (perlakuan selama 5 hari) pada kelompok perlakuan I didapatkan hasil tidak berbeda dengan kelompok perlakuan II, baik dari peningkatan jumlah fibroblas maupun selama 21 hari pengamatan. Jika melihat hasil penelitian, terlihat adanya penurunan jumlah fibroblas. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak kedelai yang mengandung isoflavon dapat meningkatkan viabilitas fibroblas kulit manusia dan menurunkan ekspresi MMP-1 akibat paparan sinar UV. . Seiring berjalannya proses penyembuhan, jumlah fibroblas yang berproliferasi dan pembuluh darah baru akan berkurang; Namun secara bertahap, fibroblas akan mengadopsi fenotip yang lebih sintetik, sehingga meningkatkan deposisi matriks ekstraseluler.
Secara khusus, sintesis kolagen sangat penting untuk pengembangan kekuatan di tempat penyembuhan luka.26 Namun, dalam penelitian ini, jumlah fibroblas pada kelompok kontrol dibandingkan dengan semua kelompok perlakuan menunjukkan bahwa jumlah fibroblas lebih kecil dibandingkan pada kelompok perlakuan. kelompok kontrol, namun berdasarkan pengamatan jumlah fibroblas dari hari ke 5 sampai hari ke 21 menunjukkan bahwa pada semua kelompok terjadi penurunan jumlah fibroblas kecuali kelompok kontrol, sebaliknya terjadi peningkatan pada kelompok kontrol. . Oleh karena itu, dilakukan juga analisis data mengenai perbedaan rata-rata jumlah fibroblas pada hari ke 5 dan hari ke 21. Hasil analisis statistik pada penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok perlakuan kombinasi pada hari kelima menunjukkan jumlah fibroblas yang lebih banyak dibandingkan pada hari ke-21.
Proses penyembuhan berlangsung, jumlah fibroblas yang berkembang biak dan pembuluh darah baru akan berkurang; Namun lambat laun fibroblas akan semakin banyak.Ekstrak kedelai dan Mahkota Dewa disebut-sebut dapat mempercepat penyembuhan kulit yang terpapar UVB.
Saran
Effect of genistein on expression of c-jun, c-fos and fos-b subunits of ap-1 in skin keratinocytes, fibroblasts and keloid fibroblasts cultured in vitro. Evaluation of the ability of genistein to modulate ctgf mRNA/protein expression, tgfinnodatabeta isoform gene expression, and expression of selected cell cycle-regulating genes in keloid fibroblasts in vitro. UV-generated free radicals (FR) in the skin: their prevention by solar agents and their induction by self-tanning agents.
Pemberian ekstrak daun sirih (Piper betle) secara topikal meningkatkan ketebalan epidermis, jumlah fibroblas dan jumlah kolagen pada proses penyembuhan luka pada tikus wistar jantan (Rattus norvegicus. Sumarawati, T., Ignatius Riwanto., Hadiaputro S., Dharmana E. , Taufiqurachman N., Pengaruh Phaleria macrocapa terhadap atrofi dan apoptosis sel mukus usus Pengaruh Phaleria macrocapa terhadap atrofi dan apoptosis sel mukus usus dan konsentrasi phalerin pada vena porta dan sirkulasi sistemik pada tikus adenokarsinoma setelah pengobatan Adriamycin dan Cyclophosphamide MM, MariaAV, Amaia FG, Marcos PB, Silvia PL, Dolores E, Jesus OH Terapi sel induk dewasa dalam penyembuhan luka kronis J Stem Cell Res There.
Maxson S, Lopez Ea, Yoo D, Danilkovitch-miagkova A, Leroux MA, Concise Review: Role of Mesenchymal Stem Cell in Wound Repair Stem Cells Translational Review: Role of Mesenchymal Stem Cell in Wound Repair Stem Cells Translational Medicine.
EFEK KOMBINASI EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) DAN EKSTRAK KEDELAI TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS PADA MENCIT. Tujuan: Mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak Phaleria marcocarpa dan ekstrak kedelai terhadap jumlah fibroblas pada mencit yang dipapar sinar UV-B. Salah satu zat aktif pada ekstrak kedelai adalah isoflavon sebagai antioksidan yang mampu menghambat atau mencegah kematian keratinosit akibat radiasi UV-B dan menghambat hidrogen peroksida keluar dari sel.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak Mahkota dewa (Phaleria marcocarpa) dan ekstrak kedelai terhadap jumlah fibroblas pada mencit yang dipapar sinar UV-B. Sampel berjumlah 20 ekor mencit Balb/c yang dipapar UVB, dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol (P1) yang dipapar sinar UV-B dan diberi Aquades per oral sebanyak 0,5 cc. Kelompok perlakuan P2 diberi paparan sinar UV-B dengan pemberian ekstrak Mahkota Dewa 0,146 mg/ml per oral, kelompok perlakuan P3 diberi paparan sinar UV-B dan ekstrak kedelai 10 mg/ml per oral, kelompok perlakuan P4 diberi paparan sinar UV-B 1:1. Ekstrak Mahkota Dewa dan ekstrak kedelai sinar UV-B.
Kesimpulan: Pemberian kombinasi ekstrak Mahkota Dewa dan ekstrak kedelai dapat memberikan pengaruh terhadap jumlah fibroblas yang paling rendah dibandingkan dengan kelompok tunggal.
Pendahuluan
Semakin banyak fibroblas yang terbentuk maka luka akan semakin cepat mengecil dan mempercepat penyembuhan 8,9 Paparan sinar UV-B pada kulit dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas pada sel dan jaringan struktural kulit.Senyawa radikal bebas tersebut adalah spesies oksigen reaktif (ROS). Energi UV-B melalui reaksi radikal bebasnya dapat merusak molekul pada lapisan epidermis dan pada tingkat lebih rendah pada lapisan dermis, terutama DNA dan membran sel, sehingga menyebabkan pembuluh darah kulit melebar dan menarik sel-sel inflamasi. ROS dapat mengaktifkan reseptor permukaan sel, sehingga dapat menginduksi sinyal intraseluler dan mengaktifkan aktivator protein-1 yang terdiri dari dua subunit yaitu c-Jun dan c-Fos. Untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak Mahkota Dewa dan ekstrak kedelai serta kombinasi ekstrak Mahkota Dewa dan ekstrak kedelai terhadap jumlah fibroblas pada mencit yang dipapar sinar UV B.
Pada penelitian ini kelompok penelitian dibagi secara acak menjadi 4 kelompok perlakuan selama 5 hari (1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan). Kelompok kontrol diberi perlakuan dengan paparan sinar UV-B dan pemberian Aquades 0,5cc secara oral. Perlakuan pada kelompok perlakuan dipapar sinar UV-B dengan pemberian ekstrak Mahkota Dewa 0,14 mg/hari per oral, kelompok ekstrak kedelai 10 mg per oral, kelompok dengan kombinasi ekstrak Mahkota DWA dan ekstrak kedelai (1:1) per oral. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menyajikan data dalam bentuk deskriptif, kemudian uji normalitas data menggunakan uji Shapiro Wilk, uji homogenitas varian antar kelompok menggunakan uji Levene’s.
Pada penelitian ini dibandingkan rata-rata parameter fibroblas, diperoleh data yang berdistribusi normal dan homogen, sehingga dilakukan uji statistik parametrik Anova satu arah.
Hasil penelitian
Marimuthu P, Tumbuhan beracun dan bagian beracun, http:www.Faculti Sains Pembangunan .Com.2003
Naylor EC, Watson RE, Sherratt MJ, Molecular aspects of skin ageing
Prosedur Pembuatan ekstrak Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)
Tikus ditempatkan pada suatu wadah dan ditutup dengan penutup agar tikus tidak dapat berputar sehingga sinar UV-B dapat mengenai area yang dicukur. Rencana pemaparan sinar UV-B dosis sinar UV-B. Durasi paparan sinar UV-B Minggu I, II, III dan IV. Mencit betina BALB/c sebanyak 20 ekor, dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, dimana masing-masing kelompok perlakuan terdiri dari 5 ekor mencit. Selama perlakuan seluruh mencit mendapat pakan standar, pada hari ke 5 mencit di-eutanasia dengan cara dibius menggunakan eter, dan diambil jaringan kulitnya untuk pembuatan sediaan parafin (lihat penampakan fibroblas dengan pewarnaan HE).