• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daftar Pustaka Berkaitan Perbankan dan Penyelidikan Kewangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Daftar Pustaka Berkaitan Perbankan dan Penyelidikan Kewangan"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Arthesa, Ade. 2006. Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank. Jakarta: PT. Indeks.

Arikunto, Suharsimi. 1998 Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:

PT. Rineka Cipta.

Azwar, Sifuddin. 2000 Metode Penelitian. Cet.II; Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bastian, Indra. 2006. Akuntansi Perbankan. Jakarta: PT. Salemba Empat.

Basrowi dan Suwandi. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Djoko, Retnadi. 2015. Perilaku Penyaluran Kredit Bank. Jurnal Kajian Ekonomi.

Hermansyah. 2008. Hukum Perbankan Nasional Indonesia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Husain Usman dan Pramono Setiady Akbar. 2006. Metodologi Penelitian Sosial. Cet VI; Jakarta: PT Bumi Aksara.

Kasiram. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif-kualitatif. Cet. II; UIN Maliki Press.

Kasmir. 2002. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

. . 2003. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

. 2005. Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

. 2006. Manajemen Perbankan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Lukman, Denda Wijaya. 2002. Manajemen Perbankan. Yogyakarta: PT. Bumi Aksara.

Margono, Suyud. 2000. ADR dan Arbitrase. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Melayu, Hasibuan S.P. 2008. Dasar-dasar Perbankan. Jakarta: Bumi Aksara.

Muslehuddin. 2004. Sistem Perbankan Dalam Islam. Jakarta: PT. Rhineka Cipta.

Rivai, Veitzhal. 2007. Credit Management Handbook. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

(2)

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kualitatif, Kualitatif, Dan R&D. Cet: XIII;

Bandung Alfabeta.

Suharjono. 2002. Manajemen Perbankan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE.

Sukmawati, I Ketut. 2015. Penyelesaian Kredit Macet Dalam Perbankan. Jurnal Fakultas Hukum Universitas Denpasar.

Suyanto dan Bagong. 2007. Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan. Cet.III; Jakarta: Kencana.

Suyanto, Thomas. 2007. Dasar-dasar Perkreditan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Dapartemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya.

Skripsi dan Jurnal

Gilang dan Bayuaji. 2017. Pelaksanaan Penyelesaian Kredit Macet Yang Diikat Dengan Hak Tanggungan Di PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Mitra Usaha Rakyat Cabang Tegal. Jurnal Akta Vol. 4. No. 1 Maret 2017.

Lestari, Chadijah Rizki. 2017. “Penyelesaian Kredit Macet Bank Melalui Parate Eksekusi”. Kanun Jurnal Ilmu Hukum Vol. 19 No. 1.

Widiastuti, Rahayu. 2017. “Apakah Kredit Usaha Rakyat (KUR) Berdampak pada Kinerja Usaha (Studi pada UMKM Makanan Ringan di Kota Salatiga).”

Jurnal Visi Manajemen 2(2): 100-115.

Wijaya, Frenky Tanni. 2016. “Pengaruh Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) PT.

Bank Rakyat Indonesia Unit Teluk Panji terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Teluk Panji Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan”: 1-12.

(3)

LAMPIRAN

LAMPIRAN

(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

PEDOMAN WAWANCARA

Judul Skripsi : Penyelesaian Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap Debitur yang Bermasalah di BRI Cabang Barru

Lokasi Penelitian : Alamat Bank BRI Cabang Barru

Naeasumber

1. Nama : Dachriawan Sompa Pangile 2. Jenis Kelamin : Pria

3. Umur : 36

4. Jabatan : Account Offier Not Performing Loan (AO NPL)

Pertanyaan

1. Permasalahan-permasalahan apa saja yang sering dihadapi BRI Cabang Barru dalam penanganan kredit KUR?

2. Apakah kredit KUR memiliki jaminan sebagai persyaratan nasabah yang mengajukan permohonan kredit KUR tersebut?

3. Kapan suatu kredit dikatakan macet menurut BRI Cabang Barru?

4. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kredit macet pada BRI Cabang Barru?

5. Apa dampak bagi BRI Cabang Barru jika terjadi kredit macet?

6. Metode apa yang digunakan BRI Cabang Barru untuk menyelesaikan kredit yang bermasalah?

7. Bagaimana pelaksanaan dari keempat metode tersebut (penagihan dan pembinaan, rescheduling, reconditioning, penyitaan jaminan)?

(10)

PEDOMAN WAWANCARA

Judul Skripsi : Penyelesaian Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap Debitur yang Bermasalah di BRI Cabang Barru

Lokasi Penelitian : Alamat Bank BRI Cabang Barru

Naeasumber

5. Nama : Abd. Rahman 6. Jenis Kelamin : Pria

7. Umur : 29

8. Jabatan : Account Offier Not Performing Loan (AO NPL)

Pertanyaan

8. Permasalahan-permasalahan apa saja yang sering dihadapi BRI Cabang Barru dalam penanganan kredit KUR?

9. Apakah kredit KUR memiliki jaminan sebagai persyaratan nasabah yang mengajukan permohonan kredit KUR tersebut?

10. Kapan suatu kredit dikatakan macet menurut BRI Cabang Barru?

11. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kredit macet pada BRI Cabang Barru?

12. Apa dampak bagi BRI Cabang Barru jika terjadi kredit macet?

13. Metode apa yang digunakan BRI Cabang Barru untuk menyelesaikan kredit yang bermasalah?

14. Bagaimana pelaksanaan dari keempat metode tersebut (penagihan dan pembinaan, rescheduling, reconditioning, penyitaan jaminan)?

(11)

PEDOMAN WAWANCARA

Judul Skripsi : Penyelesaian Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap Debitur yang Bermasalah di BRI Cabang Barru

Lokasi Penelitian : Alamat Bank BRI Cabang Barru

Naeasumber

9. Nama : Salim Alidrus 10. Jenis Kelamin : Pria

11. Umur : 31

12. Jabatan : Account Offier Not Performing Loan (AO NPL)

Pertanyaan

15. Permasalahan-permasalahan apa saja yang sering dihadapi BRI Cabang Barru dalam penanganan kredit KUR?

16. Apakah kredit KUR memiliki jaminan sebagai persyaratan nasabah yang mengajukan permohonan kredit KUR tersebut?

17. Kapan suatu kredit dikatakan macet menurut BRI Cabang Barru?

18. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kredit macet pada BRI Cabang Barru?

19. Apa dampak bagi BRI Cabang Barru jika terjadi kredit macet?

20. Metode apa yang digunakan BRI Cabang Barru untuk menyelesaikan kredit yang bermasalah?

21. Bagaimana pelaksanaan dari keempat metode tersebut (penagihan dan pembinaan, rescheduling, reconditioning, penyitaan jaminan)?

(12)

………...……….Hasil Wawancara………...

Dachriawan Sompa Pangile (Karyawan)

Ada beberapa permasalaan yang kami hadapi kaitannya dengan kredit KUR, permaslahannya itu bisa dari debitur itu sendiri maupun dari kondisi perekonomian debitur, permasalahan tersebut antara lain jika debitur meninggal dunia, usaha debitur yang tidak berkembang atau tidak bisa menghasilkan laba dan ada pula debitur yang mempunyai karakter buruk dan niat jahat untuk tidak membayar kredit KUR tepat waktu. Oleh karena itu maka kredit KUR di Bank BRI Cabang Barru mewajibkan nasabah untuk menyerakan jaminan sebagai syarat dalam permohonan kredit KUR untuk mengantisipasi potensi kredit bermasalah dikemudian hari. Suatu kredit dikatakan macet apabila telah terjadi tunggakan pembayaran angsuran lebih dari 90 hari atau 3 bulan lamanya. Timbunlnya kredit bermasalah diakibatkan oleh berbagai factor antara lain faktor dari nasabah berupa pendapatan hasil usaha mengalami penurunan, bencana alam, kondisi keluarga yang terjadi perceraian atau meninggalnya debitur yang menyebabkan nasabah tidak mampu lagi untuk membayar kewajiban kreditnya secara tepat waktu. Selain itu, kredit KUR bermasalah juga dipicu oleh nasabah berkarakter buruk. Ketika telah terjadi kredit macet yang berpotensi menyebabkan kerugian bagi pihak Bank maka BRI Cabang Barru melakukan upaya-uaya untuk mengatasi kredit macet tersebut secara bertahap.

Tahapan awal dari sebuah upaya penyelesaian kredit macet dilakukan dengan cara penagihan dan pembinaan, kemudian kedua rescheduling dan reconditioning. Apabila

(13)

ketiga cara tersebut belum berhasil maka Bank BRI Cabang Barru melakukan tindakan penyitaan jaminan untuk melunasi sisa hutang debitur.

(14)

………...……….Hasil Wawancara………...

Abd. Rahman (Karyawan)

Beberapa permaslahan yang sering terjadi pada nasabah jenis kredit KUR antara lain nasabah yang meninggal dunia sehingga menyebabkan terjadi kredit macet. Selain nasabah yang meninggal dunia, permasalahan yang sering dihadapi pada kredit KUR yaitu usaha debitur yang tidak berkembang bahkan mengalami penurunan pendapatan sehingga berdampak pada terhambatnya pembayaran angsuran kredit KUR debitur tersebut. Sebenarnya kredit KUR tidak mengharuskan nasabah menyertakan jaminan sebagai bagian dari persyaratan pengajuannya namun BRI Cabang Barru menetapkan kebijakan bahwa persyaratan pengajuan kredit KUR harus menyertakan jaminan untuk mencegah adanya nasabah yang memiliki niat buruk dengan mengajukan kredit namun tidak memiliki niat bayar sehingga berpotensi menimbulkan kerugian bagi Bank. Bagi Kami BRI Cabang Barru kredit nasabah KUR dikatakan macet apabila telah terjadi tunggakan lebih dari 90 hari atau sudah menuggak pembayaran selama 3 bulan lamanya. Apabila telah terjadi kredit macet maka pihak BRI Cabang Barru akan melakukan upaya-upaya untuk mengatasi kredit macet agar tidak menyebabkan kerugian yang lebih besar bagi bank. Timbunlnya kredit bermasalah diakibatkan oleh berbagai factor antara lain faktor dari nasabah berupa pendapatan hasil usaha mengalami penurunan, bencana alam, kondisi keluarga yang terjadi perceraian atau meninggalnya debitur yang menyebabkan nasabah tidak mampu lagi untuk membayar kewajiban kreditnya secara tepat waktu. Selain itu, kredit KUR bermasalah juga dipicu oleh nasabah berkarakter buruk. Kredit yang bermasalah akan berdampak negatif pada Bank pemberi kredit dalam hal ini BRI Cabang Barru, jika terjadi kredit bermasalah maka akan menimbulkan biaya yang biasa disebut PPAP. PPAP (Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif) adalah penyisihan yang wajib dibentuk oleh bank untuk menutupi besarnya risiko kerugian. Dalam hal penganganan kredit bermasalah pada BRI Cabang Barru perlu melakukan usaha untuk melakukan penyelamatan kredit sehingga tidak akan menimbulkan kerugian pada bank pemberi

(15)

kredit yaitu BRI Cabang Barru. Dalam usaha melakukan penyelamatan atau penyelesaian terhadap kredit bermasalah. Oleh karena itu, maka BRI Cabang Barru selaku bank pemberi kredit melakukan berbagai tindakan prosedur penyelesaian kredit KUR bermasalah yaitu dengan melakukan Penagihan dan Pembinaan kemudian Rescheduling hingga Reconditioning sehingga harus dilakukan Penyitaan Jaminan untuk melunasi hutang debitur kepada bank.

(16)

………...……….Hasil Wawancara………...

Salim Alidrus (Karyawan)

Berdasarkan pengalaman saya maka ada hal-hal yang biasa terjadi pada kredit nasabah yang sedang berjalan, masalah-masalah yang biasa dihadapi dalam pengangan kredit KUR anatar lain adanya nasabah yang memiliki karakter jelek sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan pembinaan dan penagihan kepada nasabah tersebut, selain itu faktor ekonomi debitur juga bisa menjadi permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI Cabang Barru sebab jika terjadi gejolak ekonomi pada debitur misalnya pemasukan usaha kurang maka hal tersebut berpotensi memberikan dampak munulnya kredit macet. Jaminan itu ditetapkan sebagai syarat dalam mengajukan kredit KUR tujuannya untuk menghindari adanya debitur yang dari awal pengambilan kredit sudah memiliki niat buruk, niat buruk yang dimaksud adalah debitur mengajukan kredit KUR namun niatnya sudah buruk karena tidak ingin membayar angsuran karena merasa tidak ada jaminan, oleh karena itu bank menetapkan bahwa salah satu persyaratan pengajuan kredit KUR harus ada jaminan.

Dampak kredit macet menimbulkan kerugian keuangan bagi bank BRI Cabang Barru karena jika ada kredit yang tidak tertagih hingga menjadi kredit macet maka hal itu akan menimbulkan biaya penyisihan penghapusan aktiva produktif, biaya itu harus ditanggung oleh bank pemberi kredit dalam hal ini BRI Cabang Barru. Kategori kredit dikatakan macet pada bank BRI Cabang Barru itu ketika debitur sudah menunggak pembayaran selama 90 hari atau 3 bulan berturut-turut, jika telah terjadi kredit macet maka dilakukan tindakan-tindakan untuk mengatasi hal tersebut sesuai dengan kondisi debitur. Ketika telah terjadi kredit macet maka bank BRI Cabang Barru akan melakukan upaya-upaya untuk mengatasi kredit macet tersebut sehingga tidak sampai menyebabkan kerugian bagi pihka bank BRI Cabang Barru, upaya- upaya itu dilakukan bertahap mulai dari penagihan, penawaran rescheduling, penawaran reconditioning hingga penyitaan jaminan sebagai solusi terakhir.

(17)
(18)
(19)
(20)

DOKUMENTASI

(21)
(22)

BIOGRAFI PENULIS

Farmita Arifin, lahir di Parepare 26 Juni 1997, tempat tinggal beralamat Jln. Jendral Sudirman no.148 kecematan bacukiki barat, kelurahan bumi harapan Kota Parepare provinsi SUL-SEL. Anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan bapak Arifin dan ibu Nurfila. Penulis berkebangsaan Indonesia dan bergama islam.

Riwayat pendidikan penulis, memulai pendidikan di TK Aisyah di Desa Bengo kecamatan Bengo Kabupaten Bone pada tahun 2002, lalu masuk ke sekolah dasar atau SD Negeri 4 Parepare pada tahun 2003 tamat pada tahun 2009, kemudian melanjutkan pendidikan di sekolah menengah pertama atau SMP Negeri 10 Parepare pada tahun 2009 dan tamat pada tahun 2012, kemudian melanjutkan ditingkan sekolah menengah atas atau SMA Negeri 1 Model Parepare pada tahun 2012 dan tamat pada tahun 2015. Pada tahun 2015 melanjutkan pendidikan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare.

Untuk memeperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E) penulis menyelesaiakan pendidikan sebagaimana mestinya tugas akhir berupa skripsi yang berjudul

“Penyelesaian Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap Debitur yang Bermasalah di BRI Cabang Barru (Analisis Manajemen Syariah).

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sedang antara rasio kredit bermasalah dengan jumlah penyaluran kredit, dimana semakin tinggi nilai rasio

Menurut Lailatul Fitri (2017) dalam penelitiannya bahwa dana pihak ketiga (DPK) berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit, akan tetapi pada Suku bunga

Alasan tersebut dapat dideskripsikan dengan menjawab berbagai hal, seperti apakah masalah yang dihadapi peneliti berdasarkan refleksi pengalaman nyata yang pernah

Selanjutnya melakukan identifikasi proses bisnis yang sedang berjalan, mengidentifikasi proses nasabah mengajukan pinjaman kredit hingga proses pencairan,

Bagi dianugerahkan Ijazah Sarjana Muda Sains Pengurusan Perniagaantani dengan Kepujian seseorang pelajar dikehendaki mengambil dan lulus minimum 132 jam kredit

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa sistem yang sedang berjalan, agar dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi pada pada SMA Attaqwa 02 Babelan, dengan cara merancang

Masalah yang sering dijumpai dalam pemberian kredit kepada anggota adalah banyaknya debitur atau peminjam yang tidak mengembalikan kredit yang telah diberikan oleh koperasi sehingga

Kasmir, 2014 Pada masa pandemi Covid-19 ini kondisi perekonomian nasabah sedang melemah, hal itu menyebabkan timbul masalah di perbankan yang berkaitan dengan pengelolaan kredit yaitu