69
DAFTAR PUSTAKA
Arum Dan Sujiyanti . 2011 . PANDUAN Lengkap Pelayanan KB Terkini. Nuha Medica . Yogyakarta
Basyir A A. 2000, Asas-Asas Hukum Muamalat, Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia Press.
Budijanto, D. 2015.Populasi, sampling dan besar sampel. Diambil dari:
http://www.risbinkes.litbang.depkes.go.id/2015/wp-
content/uploads/2013/02/SAMPLING-DAN-BESAR-SAMPEL.pdf (diakses April 2016)
Bungin . B. (2003) . data Analisa Penelitian Kualitatif : Pemahaman Dan Metodologi Kearah bawah penguasaan Aplikasi . PT Raya Grafindo Persada . Jakarta .
Dewi G et. Al. 2005, Hukum Perikatan Islam di Indonesia, Jakarta: Kencana.
Guwandi (1994). Tanya Jawab Persetujuan Tindakan Medik (Informed Consent).
Jakarta : FKUI. Hal 2.
Guwandi (2005). Rahasia Medis. Jakarta : Penerbit Fakultas Kedokteran UI. Hal 32.
Guwandi J (2008). Informed Consent. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Jakarta.
Hadari Nawawi (1996). Keluarga Berencana dipandang dari sudut Islam. Biro Penerangan dan Motivasi. BKKBN. Hal 21.
Hanafiah, 2008,Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan,Jakarta, EGC, hal 74-75.
Handayani, Sri. 2010. Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta:
Pustaka Riharna.
H.B. Sutopo. 2002. Metode Penelitian Kualitatif. Surakarta : UNS Press http://repository.ui.ac.id . Persetujuan Tindakan Medik (diakses April 2016) Kartono Mohammad, Persetujuan Tindakan Medik dan Permasalahannya di
Indonesia,(UI Press: Jakarta, 1990), hal. 5.
Khoirul F. 2014, Skripsi Tinjauan Hukum Islam Terhadap Mekanisme Pelaksanaan Infomed Consent Di Rumah Sakit Ibrani Yogyakarta.
Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
70
Kitab Undang-Undang:
Undang-undang No. 23 Tentang Kesehatan tahun 1992 Undang-undang No. 29 Tentang Kesehatan tahun 2004 Undang-undang No. 36 Tentang Kesehatan tahun 2009
Konsil Kedokteran Indonesia. Manual Persetujuan Tindakan Kedokteran. Jakarta:
Konsil Kedokteran Indonesia; 2006. )
Manuaba IG. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC; 1998
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Data Dasar Jabar Puskesmas; 2015
Menteri Kesehatan Republik Indonesia (2005). Permenkes Republik Indonesia No.1419/Menkes/Per/X/2005 Tentang Penyelenggaraan Praktik Dokter dan Dokter Gigi. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia . Menteri Kesehatan Republik Indonesia (2008). Permenkes Republik Indonesia
No.290/Menkes/Per/III/2008 Tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Moh Dahlan (1997). Keluarga Berncana dipandang dari Sudut Islam. Biro Penerangan dan Motivasi. BKKBN. Hal 26.
Notoatmodjo, S. 2012.Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta:Rineka Cipta.
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 585/Men.Kes/Per/IX/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medis
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1419/Men.Kes/Per/X/2005 tentang Penyelanggaraan Praktik Kedokteran.Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 Tentang Tenaga Kesehatan
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1419/Men.Kes/Per/X/2005 tentang Penyelanggaraan Praktik Kedokteran
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 290/Men.Kes/Per/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran
Pinem, Saroha. 2009. Kesehatan Reproduksi Dan Kontrasepsi. Trans Info Media.
Jakarta
Prawirihardjo, Sarwono (2008). Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
71
Ramli, S. 2009.Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001.Jakarta:Dian Rakyat.
Republik Indonesia. 2000. Undang-Undang No. 23 Tahun 2000 tentang Perlindungan Anak Tahun 2000, No. 23. Sekretariat Negara. Jakarta.
Republik Indonesia. 2002. Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Tahun 2002, No. 23. Sekretariat Negara. Jakarta.
Republik Indonesia. 2004. Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran 2004, No. 29. Sekretariat Negara. Jakarta.
Republik Indonesia. 2009 . Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Perlindungan Anak Tahun 2000, No. 36. Sekretariat Negara. Jakarta.
Rofiq N. 2010, Perjanjian Dalam Islam, http://www.nasihudin.com/ (di akses pada: 8 januari 2017)
Samil RS. Etika Kedokteran Indonesia. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2001.
Sastroasmoro. 2002. Dasar - Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Sagung Seto, Jakarta
Shiddieqy H. 1997, Pengantar Fiqh Mu‟amalah, Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra.
Sugiyono. 2007. “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D”. Bandung:
Alfabeta.
Sulistyawatai Ari (2011). Pelayanan Keluarga Berencana, Jakarta: Salemba Medika.
Surat Keputusan PB IDI Nomor 319/PB/A4/88.
Suratun, dkk. 2008. Pelayanan Keluarga Berencana & Pelayanan Kontrasepsi.
Trans Info Media. Jakarta
Sutrisno Hadi. 2002. Metodologi Research. Jilid I. Yogyakarta : Andi.
Swarjana K. 2015, Metodologi Penelitian Kesehatan, Yogyakarta: Andi Offset.
Syafei R. 2011, Fiqih Muamalah,Bandung : Pustaka Setia.
Syukri Ghozali (1984). Keluarga Sakinah ditinjau dari Aspek Iman dan Ibadah.
BKKBN. Cetakan ke III. Hal 12.