Tugas Individu, Fenomena Nama : Sarmila Bahri
Nim : 210002301047
Kelas : C IPS
Dampak Ekonomi Akibat Covid-19 di Indonesia Impact Pandemic COVID-19 on the economy Indonesia
Perkembangan perekonomian dewasa ini dengan hadirnya pandemic covid-19 telah menjadi fenomena horor dengan berbagai tantangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Pandemic covid-19 merupakan virus yang terjadi di akhir tahun 2019 berawal dari negara China tepatnya di Wuhan Provinsi Hubei dan telah menginfeksi lebih dari 1.476.819 orang, dengan 87.816 kematian di 203 negara dan puncak pandemi di Indonesia terjadi pada 11 Maret 2020(menurut WHO), dampaknya kehidupan telah berubah dan kegiatan ekonomi di seluruh dunia terganggu. Covid-19 berawal dari negara cina yang merupakan mitra dagang dan investor eksternal terbesar ASEAN kontribusi pertumbuhan global sampai 17,1% terhadap total perdagangan ASEAN. Selain Cina, negara-negara lain yang secara signifikan covid-19, seperti Amerika Serikat dan Kawasan Euro, juga merupakan mitra perdagangan dan investasi terbesar ASEAN, dan AMS sendiri juga secara langsung terkena dampak covid-19. Jadi, jika ekonomi China melambat maka dampaknya juga terhadap ekonomi global khususnya Indonesia yang sangat membutuhkan bahan baku dari China untuk melakukan proses produksi bahan baku furnitur, plastik, tekstil,dll. Disisi lain, Selain tidak hanya mengganggu sektor ekspor dan impor Indonesia, tetapi juga menyerang sektor perdagangan yaitu dari penerimaan pajak yang juga mengalami penurunan. Hal ini berdampak sangat serius karena dalam penerimaan pajak sektor perdagangan sangat memiliki kontribusi besar dalam mendongkrak penerimaan ekonomi negara tepatnya yaitu berada pada urutan kedua terbesar. Menurut World Trade Organization(WTO) atau yang merupakan satu- satunya organisasi internasional yang mengatur perdagangan internasional dunia, dimana saat ini perdagangan dunia diperkirakan turun 13% dan 32% pada tahun 2020. Dampak tersebut diperoleh karena adanya penurunan hampir di segala bidang termasuk ekonomi, arus pariwisata, gangguan penerbangan, dan melemahnya kepercayaan konsumen dan bisnis, dan beberapa negara melakukan lockdown seperti : karantina, perintah tinggal di rumah, sementara penutupan bisnis, dan pembatasan perjalanan atau larangan untuk menahan virus.
Menurut prespektif Karl Marx mengenai Determinisme Ekonomi bahwa masker berperang penting dalam kelancaran produktivitas ekonomi sekarang baik dalam arti bekerja menggunakan masker dapat memperlancar sirkulasi uang karena terjaganya hubungan produksi maupun produk masker dapat di produksi dan dikapitalisasi secara massal selama pandemic covid-19, sehubungan dengana itu bahwa pemerintah Indonesia mulai menengaskan bahwa masyarakat di himbau untuk tidak melakukan aktivitas diluar rumah dan ruangan menggunakan meskipun harus melakukan aktivitas harus menggunakan masker untuk menghindari meningkatnya penyebaran covid-19. Selain itu, presfektif lain dari Maximilian Weberian (New Klasik) mengenai Otoritas dan Birokrasi bahwa masker merupakan bagian dari tatanan sosial dan birokrasi (sistem hierarki/kenegaraan) yang harus dipakai demi terwujudnya keteraturan, efektivitas, dan optimalisasi dalam meminimalisasi penyebaran covid-19 dan dinilai sebagai hal yang rasional dan barangsiapa yang tidak patuh menggunakan masker maka tentu dicap sebagai yang irasional dan mendapatkan sanksi sosial maupun sanksi hukum ringan-sedang dari pihak-pihak terkait yang memiliki otoritas.
Sebagai negara yang memiliki jumlah kasus covid-19 yang cukup signifikan, pemerintah Indonesia memberikan proyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi akan mengalami
penurunan sebesar 2,3% dari prediksi awal sebesar 5,04%. Disisi lain, Menteri Keuangan Indonesia Ibu Sri Mulyani menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa berada diangka minus 0,4%, berbagai dampak negatif yang dipicu oleh covid-19 di negara Indonesia akan menurunkan kinerja ekonomi ASEAN pada tahun 2020. Dimana Bank Pembangunan Asia(ADB) baru-baru ini merilis Asian Development Outlook 2020, dan sehubungan dengan wabah covid-19, diperkirakan pertumbuhan 2,2% turun dibandingkan tahun 2019 sebesar 2,9% yoy. Oleh karena itu, berdasarkan permasalahan tersebut penting dilakukan suatu penelitian dalam rangka melihat dampak pandemi covid-19 terhadap perekonomian di indonesia dengan melihat indikator yang berpengaruh selama pandemi covid-19 antara lain, penurunan pendapatan, lapangan kerja, dan terakhir kehidupan ekonomi terkait dengan belanja online.