• Tidak ada hasil yang ditemukan

dampak penebangan liar bagi kehidupan masyarakat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "dampak penebangan liar bagi kehidupan masyarakat"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

DAMPAK PENEBANGAN LIAR BAGI KEHIDUPAN MASYARAKAT DI JORONG RUMBAI KECAMATAN MAPAT TUNGGUL

KABUPATEN PASAMAN

JURNAL

ZURMI NOFRIANTI NIM :10030257

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT

PADANG

2015

(2)

The Effect Of Illegal Logging For Society Live In Jorong Rumbai Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman

Zurmi Nofrianti

1

Erna Juita

2

Elvi Zuriyani

3

Geography Education College Of STKIP PGRI Western Sumatera Geography Education Lecturers Of STKIP PGRI Western Sumatera

The effect of illegal logging is caused by unresponsible attitude of the, socuety in Jorong Rumbai, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman, it caused by the value transitional, between right and wrong, bad and good, and the effect of illegal ligging for the society ennironment, the decrease of fertile soil vein which often brought by the flood and landslide

The purpose of this research is to know the effect of illegal logging for social economi of the society and the environment.

This research is cualitative research, it held in Jorong Rumbai, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman. The information of this reseach took by purposive technique, because it has the relation ship with certain characteristic. The informant in this research were the society and head of Jorong Rumbai, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman.

The result show that: 1) illegal logging influence the social economy of Jorong Rumbay society, it was influence the social economy of the society which better than before, although it just for food cost and school finance of their children, the society received RP. 500.000 on an average every week but it was not stable and most of the society was graduate of junior high school. 2) the effect of illegal logging for the environment was decrease of fertile soil vein which often brought by the flood and landslide, if there was raining so the soil cauldn’t endere the water because there was no aid fromthe rood. Dry season happened because there was no root of the tree which could save the water reseive, so the soil became infertile.

Keywords: Effect, Illegal Logging, Society

(3)

Dampak Penebangan Liar Bagi Kehidupan Masyarakat di Jorong Rumbai Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman

Zurmi Nofrianti

1

Erna Juita

2

Elvi Zuriyani

3

Pgogram Studi Geografi STKIP PGRI Sumatera Bara

Dampak penebangan liar itu muncul akibat sikap kurang bertanggung jawab masyarakat Jorong Rumbai Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman yang dikarenakan adanya perubahan nilai dimana masyarakat pada umumnya sulit untuk membedakan antara yang benar dan salah serta antara baik dan buruk, dan dampak penebangan liar bagi lingkungan masyarakat, berkurangnya lapisan tanah yang subur yang sering terbawa arus banjir,juga longsor.

Tujuan dari penelitiannya adalah mengetahui dampak penebangan liar bagi sosial ekonomi masyarakat dan bagi lingkungan.

Penelitian ini merupakan penelitian bersifat kualitatif, dilaksanakan di Jorong Rumbai Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman. Informasi penelitian diambil secara purposive (ditunjuk), yakni yang dianggap mempunyai sangkut paut dengan karakteristik tertentu. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat, Kepala Jorong Rumbai Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman.

Hasil Penelitian menunjukkan: 1). Penebangan liar ini berdampak terhadap sosial ekonomi masyarakat Jorong Rumbai, dampaknya adalah bagi kehidupan ekonomi masyarakat yang mulai meningkat dari sebelumnya, walaupun itu hanya sedikit lepas untuk biaya makan dan biaya sekolah anak-anak, dan rata-rata pendapatan masyarakat perminggu hanya 500,000 itupun tidak tetap, serta tingkat pendidikannya kebanyakan hanya tamat SMP. 2) dan dampak penebangan liar bagi lingkungan, berkurangnya lapisan tanah yang subur yang sering terbawa arus banjir,juga longsor yang apabila hujan tanah tidak mampu lagi menahan air sepenuhnya karena tidak ada bantuan dari akar, kemarau terjadi karena tidak ada lagi akar pohon yang bisa menyimpan cadangan air, sehingga tanah menjadi tandus.

Kata Kunci: Dampak, Ilegal Logging, Masyarakat

(4)

PENDAHULUAN

Hutan Indonesia merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati di dunia, di mana Indonesia merupakan urutan ketiga dari tujuh negara yang disebut Megadiversity Country. Hutan Indonesia merupakan rumah bagi ribuan jenis flora dan fauna yang banyak diantaranya adalah endemik di Indonesia. Dalam kenyataannya pemanfaatan hutan alam yang telah berlangsung sejak awal 1970-an ternyata memberikan gambaran yang kurang menggembirakan untuk masa depan dunia kehutanan Indonesia. Terlepas dari keberhasilan penghasil devisa, peningkatan pendapatan, menyerap tenaga kerja, serta mendorong pembangunan wilayah, pembangunan kehutanan melalui pemanfaatan hutan alam menyisakan sisi yang buram. Sisi negatif tersebut antara lain tingginya laju deforestasi yang menimbulkan kekhawatiran akan tidak tercapainya kelestarian hutan yang diperkuat oleh adanya penebangan liar illegal logging.

Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang mampu menyediakan bahan-bahan kebutuhan dasar masyarakat mengupayakan pengelolaan hutan agar dapat menjamin kesinambungan pemanfaatannya, bagi masyarakat hutan dan segala isinya bukan sekedar komoditi melainkan sebagai bagian dari sistem kehidupan mereka, Adelinawati (2014)

Penebangan liar yang mencapai jantung-jantung kawasan konservasi, hutan lindung dan hutan produksi menunjukkan peningkatan dan parahnya situasi penebangan liar. Penebangan liar adalah penyebab utama penggundulan hutan di Indonesia yang mencapai tingkat kecepatan 1.6 – 2.0 juta hektar per tahun sehingga Menteri Kehutanan Indonesia telah menempatkan pembasmian aktivitas penebangan liar termasuk perdagangan kayu illegal sebagai agenda utama dalam lima kebijakan utama sektor kehutanan pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid yang kemudian kebijakan ini dilanjutkan pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan pendekatan-pendekatan yang lebih proaktif.

Jumlah hutan di Indonesia sekarang ini makin turun dan banyak dihancurkan akibat penebangan hutan, penambangan,

perkebunan agrikultur dalam skala besar, kolonisasi, dan aktivitas lain yang substansial, seperti memindahkan pertanian dan menebang kayu untuk bahan bakar.

Luas hutan hujan semakin menurun, mulai tahun 1960an ketika 82 persen luas negara ditutupi oleh hutan hujan, menjadi 68 persen di tahun 1982, menjadi 53 persen di tahun 1995, dan 49 persen saat ini.

Dibeberapa daerah di Sumatera Barat, contohnya di Jorong Rumbai: Dalam konteks kajian kehutanan untuk daerah Sumatera, posisi hutan Sumatera benar- benar tidak diperhitungkan terutama Dirumbai. Sebabnya, karena sudah habis, setidak-tidaknya hampir habis dan jika masih ada, itupun tak seberapa jumlahnya sehingga hutan Sumatera ini hampir tidak dianggap lagi perkayuan hingga kini masih eksis dengan kapasitas produksi 2,14 juta meter kubik per tahun.

Kabupaten Pasaman merupakan salah satu dari 19 Kabupaten / Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat dimana Kabupaten Pasaman mempunyai luas wilayah 3.947,53 Km2 yang terdiri dari 12 Kecamatan dan 32 Nagari.

Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul Dampak Penebangan Liar

Bagi Kehidupan Masyarakat Di Jorong Rumbai Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman’’

METODE PENELITIAN

Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian “kualitatif” adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialamai oleh subjek penelitian misalnya, perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain lain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong,2010).

Jumlah informan disesuiakan dengan data yang dibutuhkan. Informan diambil secara purposive (ditunjuk) yaitu penebang dan masyarakat Di Jorong Rumbai. Apabila data yang ditemukan cenderung mengulang atau serupa dengan data yang telah ada, maka pengumpulan data dianggap sudah jenuh. Informan dalam penelitian ini yang dianggap mempunyai

(5)

sangkut paut dengan karakteristik tertentu.

Informan kunci dalam penelitian ini adalah orang yang mengetahui tentang dampak penebangan liar bagi kehidupan masyarakat yaitu penebang dan masyarakat sekitar.

Pendekatan yang digunakan terhadap informan adalah pendekatan informan melalui hubungan silaturrahmi dengan tetap menjaga situasi yang alami (Moleong,2010).

Sesuai dengan tujuan penelitian maka data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer di peroleh dari informan penelitian yang telah di siapkan, data tersebut diperoleh melalui wawancara yang telah disiapkan. Data sekunder di peroleh melalui buku-buku, kantor camat, jorong, dan instansi terkait.

HASIL PENELITIAN

Pertama,

Dampak penebangan liar bagi sosial ekonomi masyarakat itu muncul akibat sikap kurang bertanggung jawab yang dikarenakan adanya perubahan nilai dimana masyarakat pada umumnya sulit untuk membedakan antara yang benar dan salah serta antara baik dan buruk. Penebangan liar ini berdampak terhadap sosial ekonomi masyarakat Jorong Rumbai, dampaknya adalah bagi kehidupan ekonomi masyarakat yang mulai meningkat dari sebelumnya, walaupun itu hanya sedikit lepas untuk biaya makan dan biaya sekolah anak-anak, dan rata-rata pendapatan masyarakat perminggu hanya 500,000 itupun tidak tetap, serta tingkat pendidikannya kebanyakan hanya tamat SMP.

Hal ini sesuai dengan pendapat Dimaswarning (2011) Permasalahan ekonomi yang muncul akibat penebangan liar bukan saja kerugian finansial akibat hilangnya pohon, tidak terpungutnya DR dan PSDH akan tetapi lebih berdampak pada ekonomi dalam arti luas, seperti hilangnya kesempatan untuk memanfaatkan keragaman produk di masa depan (opprotunity cost).

Sebenarnya pendapatan yang diperoleh masyarakat (penebang, penyarad) dari kegiatan penebangan liar adalah sangat kecil karena porsi pendapatan terbesar dipetik oleh para penyandang dana (cukong). Tak hanya itu, illegal logging juga mengakibatkan timbulnya berbagai anomali di sektor kehutanan. Salah satu anomali terburuk sebagai akibat maraknya illegal

logging adalah ancaman proses deindustrialisasi sektor kehutanan. Artinya, sektor kehutanan nasional yang secara konseptual bersifat berkelanjutan karena ditopang oleh sumber daya alam yang bersifat terbaharui yang ditulang punggungi oleh aktivitas pengusahaan hutan disektor hulu dan industrialisasi kehutanan di sektor hilir kini tengah berada di ambang kehancuran.

Dari segi sosial dapat dilihat munculnya sikap kurang bertanggung jawab yang dikarenakan adanya perubahan nilai dimana masyarakat pada umumnya sulit untuk membedakan antara yang benar dan salah serta antara baik dan buruk. Hal tersebut disebabkan telah lamanya hukum tidak ditegakkan ataupun kalau ditegakkan, sering hanya menyentuh sasaran yang salah.

Perubahan nilai ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dikembalikan tanpa pengorbanan yang besar.

Kedua,

Menurut masyarakat pada tahun 2014 Jorong Rumbai mengalami longsor 20 kali dan banjir 15 kali banjir.

Banjir dan tanah longsor di Jorong Rumbai telah mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.

Dampak penebangan liar terhadap lingkungan, Hilangnya sejumlah tertentu pohon sehingga tidak terjaminnya keberadaan hutan yang berakibat pada rusaknya lingkungan, berubahnya iklim mikro, menurunnya produktivitas lahan, erosi dan banjir serta hilangnya keanekaragaman hayati.

Kerusakan habitat dan dapat menyebabkan kepunahan suatu spesies termasuk fauna langka seperti rusa, dan masih banyak fauna lainnya. Kurangnya pohon yang menghasilkan oksigen untuk bernapas. Kerusakaan sumber daya alam yang berasal dari hutan, karena kelalaian masyarakat dalam bertanggung jawab atas apa yang telah mereka lakukan. Kesulitan penduduk memperoleh minyak tanah berdampak pada peningkatan penggunaan kayu bakar.

Hal ini sesuai dengan pendapat Ferdy (2012) banjir dan tanah longsor ini terjadi akibat dari ilegal logging, hutan yang tersisa sudah tidak mampu lagi menyerap air hujan yang turun dalam curah yang besar, dan pada akhirnya banjir menyerang pemukiman penduduk.

(6)

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian sabagaimana yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sabagai berikut:

1. Dampak penebangan liar bagi sosial ekonomi masyarakat adalah mulai meningkat dari sebelumnya, walaupun itu hanya sedikit lepas untuk biaya makan dan biaya sekolah anak-anak, dan rata-rata pendapatan masyarakat perminggu hanya 500,000 itupun tidak tetap,

2. Dampak penebangan liar bagi lingkungan adalah terjadinya banjir, longsor dan kepunahan suatu species fauna langka seperti rusa dan masih banyak yang lainnya.W

B. Saran

Dari hasil penelitian diatas, maka penulis memberikan saran serta masukan kepada masyarakat jorong rumbai untuk tidak menebang hutan secara liar di hutan jorong rumbai sebagai berikut:

1. kepada masyarakat supaya tidak menebang hutan sembarangan dan

hutan itu banyak manfaatnya bagi masyarakat jorong rumbai.

2. Diharapkan kepada masyarakat supaya meningkatkan pengetahuan tentang penebangan liar sehingga dapat berpartisipasi dalam menjaga hutan.

DAFTAR PUSTAKA

Moleong. (2010). Tentang metodologi penelitian kualitatif. Edisi Revisi.

Bandung:PT REMAJA

ROSDAKARYA

Arifin Arief . (2008). Hutan dan kehutanan.

Kanisius: IKAPI

Suhendang,Endang (2013). Pengantar Ilmu Kehutanan .Edisi Ke 2. Bogor:IPB

Perss

Felixdeny .(2012). Tentang Penebangan Hutan secara Ilegal di Indonesia.

http://felixdeny.wordpress.com/201 2/12/18/penebangan-hutan-secara- ilegal-di-indonesia-bi-ss-2012/ . Di akses 13 oktober,2014.

Referensi

Dokumen terkait

geografis dan segmentasi demografis. Target pasar toko mebel samsuri adalah pasar sasaran jangka pendek, pasar sasaran primer dan sasaran sekunder. Dan posisi pasar toko