PENGARUH POLA KARIR ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SOSIAL ANAK DINI DI KABUPATEN TONATAN PONOROGO. Karena beberapa alasan dan pertimbangan, maka peneliti memilih judul “Pengaruh pola asuh orang tua perempuan profesional terhadap perilaku sosial anak usia dini di Desa Tonatan Ponorogo”.
Fokus Penelitian
Di Kecamatan Tonatan banyak terdapat perempuan profesional yang juga seorang ibu dan mempunyai anak di usia dini.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Untuk menambah wawasan tentang gaya pengasuhan wanita profesional dan dampaknya terhadap perilaku sosial anak usia dini. Hal ini dapat meningkatkan motivasi orang tua khususnya wanita karir dalam mengasuh anak usia dini terutama dalam membentuk perilaku sosialnya.
Sistematika Pembahasan
Bab keempat berisi hasil penelitian yang mencakup pembahasan mengenai dampak pola asuh perempuan profesional terhadap perilaku sosial anak usia dini di Kecamatan Tonatan.
Kajian Teori 1. Pola Asuh
Wanita Karir
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), wanita karir terdiri dari perempuan yang artinya wanita dewasa dan karir, yang berasal dari kata “karir” (bahasa Belanda) yang dapat mempunyai beberapa arti yaitu, pertama, perkembangan dan kemajuan dalam hidup, pekerjaan dan posisi. Istilah wanita karir dapat diartikan sebagai wanita yang terlibat dalam kegiatan profesional (bisnis, kantor, dll). Hafiz Anshary A.Z., wanita karir adalah “wanita yang menekuni profesi atau pekerjaannya dan melakukan berbagai aktivitas untuk meningkatkan hasil dan kinerjanya”.
Pasal 12 menyatakan bahwa perempuan bekerja atau pekerja perempuan adalah perempuan yang melakukan kegiatan atau bekerja di luar rumah atau di luar usaha keluarganya atau perempuan yang bekerja pada segala jenis perusahaan swasta atau pemerintah. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perempuan profesional adalah perempuan yang bekerja di luar rumah dan mencari nafkah, baik penghasilan utama maupun penghasilan tambahan.Berbagai ulama tentunya mempunyai pendapat masing-masing mengenai hukum perempuan di luar rumah. rumah. Menurut para ulama yang melarang perempuan bekerja di luar rumah, undang-undang pada dasarnya melarang perempuan profesional atau perempuan yang bekerja di luar rumah karena dengan bekerja di luar rumah akan banyak kewajiban yang harus mereka lepaskan.
Perilaku Sosial
Tindakan yang bertujuan membantu orang lain tanpa imbalan mengajarkan anak untuk belajar ikhlas membantu sesuai keinginannya, tindakan sukarela juga merupakan tindakan yang baik untuk mengajarkan kepada anak bahwa jika ingin membantu orang lain sebaiknya lakukan sesuai keinginannya, dan tindakan yang menghasilkan sesuatu yang baik. Orang tua yang baik hendaknya bersikap baik terhadap orang lain, sehingga anak dapat melihat kebaikan orang tuanya dan anak akan meniru perilaku orang tuanya, maka ia akan belajar. Ada beberapa permasalahan perkembangan yang terjadi pada usia dini, salah satunya adalah perkembangan sosial anak, seperti kurang percaya diri dengan teman sebaya atau orang lain, sehingga perkembangan perilakunya tidak sesuai harapan yang ada di masyarakat. Metode yang dapat diterapkan untuk meningkatkan perasaan sosial anak adalah melalui metode bermain peran. Bentuk-bentuk perilaku sosial pada anak usia dini mulai berkembang lebih signifikan dan peningkatannya lebih nyata pada usia prasekolah.
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dialami seorang anak dan lingkungan keluarga dapat mempengaruhi beberapa aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosial. Kematangan jasmani dan rohani dapat mempertimbangkan proses sosial, karena anak dengan kematangan jasmani dan rohani dapat menerima nasihat orang lain. Kemampuan berpikir seorang anak dapat mempengaruhi banyak hal, seperti kemampuannya dalam belajar, memecahkan masalah dan berbicara.
Anak Usia Dini
National Association for the Education of Young Children (NAEYC) menyatakan bahwa anak usia dini mengacu pada anak-anak yang berusia antara 0 dan 8 tahun. 39 Selfi Lailiyatul Iftitah dan Mohammad Kosim, Evaluasi Pembelajaran Anak Usia Dini (Pamekasan: Duta Media Publishing). Anak usia dini merupakan masa dimana anak mempunyai ciri-ciri yang berbeda atau sifat-sifat khusus yang tidak dimiliki orang lain, sehingga ciri-ciri anak pun berbeda-beda.
Anak yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi adalah anak yang percaya bahwa dunia ini penuh dengan hal-hal yang menarik dan menakjubkan. Sehingga hal ini merangsang rasa ingin tahu anak yang besar, rasa ingin tahu anak berbeda-beda tergantung apa yang menarik perhatian anak. Anak yang mudah menemukan dan berjiwa petualang adalah anak yang didorong oleh rasa keingintahuan yang kuat dan senang melakukan eksplorasi.
Telaah Hasil Penelitian Terdahulu
43 Astri Novi Anti, Pola Asuhan Wanita Karir Dalam Pembentukan Kemandirian Anak (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga. 44 Miftahul Jannah, Dampak Pola Asuhan Wanita Karir Terhadap Prestasi Belajar Keagamaan Anak di Gampong Beurawenly, Banda: 2018), 67 Persamaannya antara penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang adalah sama-sama membahas tentang pengaruh atau pengaruh pola asuh perempuan terhadap karir, adapun perbedaannya terletak pada pengaruh yang diteliti.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua wanita profesional yang diterapkan untuk membentuk kepribadian anak usia dini. 45 Ulfi Laelatul Azizah, Pengaruh pola asuh wanita karir terhadap akhlak dan hasil belajar siswa SD plus Sunan Pandanaran Kanigoro Blitar (Blitar: IAIN Tulungagung, 2019), 56. 46 Puji Arum Listyorini Pola Asuh Wanita Pola Asuh Anak Usia Dini di desa Kupangan, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo (Wonosobo: IAIN Purwokerto.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Kehadiran Peneliti
Lokasi Peneliti
Data dan Sumber Data
Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung berupa informasi dari sumber. Sedangkan data sekunder adalah data yang tidak diperoleh secara langsung, atau data yang diperoleh dari orang lain, misalnya dari buku, majalah atau lainnya.51 Data primer dalam penelitian ini adalah 3 orang wanita karir yang mempunyai anak pada usia dini. .
Prosedur Pengumpulan Data
Narasumber yang diwawancarai adalah empat orang wanita karir yang memiliki anak kecil. Wawancara yang diperoleh dari narasumber akan dijadikan pedoman penyajian data agar data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Observasi merupakan salah satu cara memperoleh data dengan cara mengumpulkan catatan tentang suatu peristiwa melalui observasi langsung atau ungkapan langsung informan penelitian.54 Observasi ini berbentuk non partisipan, artinya subjek tidak dilibatkan dalam proses observasi.
Metode dokumentasi adalah suatu metode pencarian data tentang sesuatu yang berupa catatan, buku atau foto, yang nantinya digunakan untuk melengkapi data dari wawancara dan observasi55 Selain menggunakan teknik observasi dan wawancara, peneliti juga menggunakan teknik dokumentasi sebagai pelengkap penelitian kualitatif. 54 Rusmini, Metode Penelitian: Teori dan Penerapan Metode Kualitatif, Kuantitatif, Campuran dan Penelitian Penelitian Pengembangan, 97. 55 Anwar Mujahiddin, Miftachul Choiri dan Umar Sidiq, Metode Penelitian Kualitatif Bidang Pendidikan (Ponorogo: CV Nata Karya, 2019) , 57 .
Teknik Analisis Data
Pengecekan Keabsahan Data
Sedangkan data dianggap reliabel apabila dua penelitian atau lebih pada subjek yang sama menghasilkan data yang sama atau jika peneliti yang sama menghasilkan data yang sama pada waktu yang berbeda.58. Salah satu teknik untuk memperoleh data yang valid dalam penelitian kualitatif adalah dengan menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi data/sumber menggunakan sumber data yang berbeda-beda, seperti dokumen, arsip, hasil wawancara, hasil observasi atau bahkan dengan mewawancarai beberapa subjek yang dianggap mempunyai sudut pandang yang berbeda.59.
Dalam penelitian ini misalnya, dosen pembimbing berperan sebagai pengamat (hakim ahli) yang memberikan masukan terhadap hasil pengumpulan data.
Gambaran Umum Latar Penelitian
- Kondisi Geografis Kelurahan Tonatan Ponorogo
- Kondisi Sosial Masyarakat
- Keadaan Perekonomian
- Sosial Pendidikan
Tingkat kesejahteraan penduduk masyarakat Kecamatan Tonatan tergolong sejahtera, meskipun masih terdapat masyarakat yang berada pada kategori pra sejahtera dan miskin. Namun meski tergolong prasejahtera, mereka tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dari hasil berdagang. Pendidikan mendapat perhatian yang cukup serius dari masyarakat di desa Tonatan, dengan tujuan untuk menambah ilmu pengetahuan yang berbeda dengan yang diperoleh dari lingkungan keluarga.
Semua itu terbukti dengan adanya gedung-gedung sekolah untuk pendidikan anak mulai dari TK, SD atau MI, SMP atau Mts, SMA atau MA bahkan Perguruan Tinggi yang sudah ada di Desa Tonatan. Masyarakat Desa Tonatan mempunyai kegiatan rutin yaitu mengadakan pertemuan jamaah Yasinan yang dilaksanakan seminggu sekali pada hari Jumat malam. Ada juga Dzikrul Ghofilin yang rutin dilakukan di masjid/musala terdekat yang diadakan pada Selasa malam.
Paparan Data
Gaya Kepengasuhan Anak Usia Dini oleh Wanita Karir di Kelurahan Tonatan Ponorogo
Pola asuh demokratis juga dapat digambarkan sebagai pola asuh yang menuntut anak dan sekaligus tanggap terhadap kemauan dan hasrat anak. Pola asuh permisif merupakan pola asuh yang memberikan kebebasan pada anak dan mengizinkan segala hal yang diinginkan anak. Pola asuh ini cenderung tidak memberi batasan pada anak dan orang tua tidak memberikan pengawasan.
Lalu pola asuh yang saya terapkan adalah saya membiarkan anak berbuat sesukanya, namun dalam pengawasan. Dalam mengasuh anak sehari-hari, saya menerapkan tiga jenis pola pengasuhan, tergantung situasi dan keadaan. Misalnya saya disuruh mandi tapi anak saya tidak mandi, berarti saya menggunakan pola asuh otoriter.
Dampak Pola Asuh Wanita Karir terhadap Perilaku Sosial Anak di Kelurahan Tonatan Ponorogo
Salah satu dampak negatif pola asuh otoriter terhadap perilaku sosial anak adalah anak biasanya tidak bisa menerima kegagalan. Hal ini sejalan dengan hasil observasi peneliti terhadap anak Ny. C yang menerapkan pola asuh otoriter. “Saya menggunakan pola asuh demokratis pada anak saya dalam perkembangan perilaku sosialnya, misalnya saat bermain dengan teman, anak saya selalu menyimpan mainannya setelah bermain.” 68.
Anak yang orangtuanya menggunakan gaya pengasuhan gabungan tentu akan mempunyai pengaruh sesuai dengan gaya pengasuhan yang digunakan. Jika saya menggunakan pola asuh demokratis, anak saya lebih sering bermain dengan teman-temannya dan mempunyai kebiasaan membereskan mainannya setelah bermain. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di tempat penelitian dapat disimpulkan bahwa setiap anak mempunyai perilaku sosial yang berbeda-beda sesuai dengan pola asuh yang digunakan orang tuanya.
Pembahasan
Dan yang terakhir adalah pola asuh otoriter, dimana orang tua menetapkan aturan ketat yang harus dipatuhi anak. Dampak Pola Asuhan Wanita Karir Terhadap Perilaku Sosial Anak di Desa Tonatan Ponorogo Desa Tonatan Ponorogo. Pola asuh otoriter berdampak pada perilaku sosial anak yaitu anak tidak mau berbagi mainan dengan temannya, anak tidak mau bersosialisasi.
Tentunya setiap anak juga akan memiliki perilaku sosial yang berbeda-beda tergantung dari pola asuh orang tuanya. Hal ini didukung oleh penelitian sebelumnya bahwa pola asuh otoriter akan menyebabkan anak sulit bersosialisasi atau tidak percaya diri dalam bermain karena takut melakukan kesalahan. Pola asuh permisif akan menyebabkan anak seenaknya saja, egois, tidak mau kompromi ketika bermain dengan temannya, sehingga tidak mudah diterima oleh temannya.
PENUTUP
Kesimpulan
Bagi wanita karir diharapkan lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menerapkan pola asuh seperti ini pada anaknya. Sebab pola asuh orang tua yang diterapkan oleh orang tua tentunya akan memberikan dampak yang besar bagi tumbuh kembang anak di masa depan. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan peneliti selanjutnya dapat menggali lebih dalam mengenai pola pengasuhan yang dilakukan oleh ibu yang bekerja di luar rumah dan memiliki anak kecil.
Pola Asuhan Anak Usia Dini Pada Keluarga Muslim Dengan Ibu Pekerja Pabrik Program Studi PAUD PG Universitas Islam Bandung.