• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deni Supriadi makalah jenis pondasi dangkal

N/A
N/A
Mia Candrika

Academic year: 2024

Membagikan "Deni Supriadi makalah jenis pondasi dangkal"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

Macam – Macam Pondasi Dangkal dan Fungsinya

Makalah ini dibuat untuk memenuhi nilai Semester Pendek pada mata kuliah Rekayasa Pondasi 1 untuk Program Studi D4 Konstruksi Bangunan

Dosen Pengampu : Sutrisno, M.T.

Disusun oleh:

DENI SUPRIADI D512011003

PROGRAM STUDI D4 KONSTRUKSI BANGUNAN POLITEKNIK TEDC BANDUNG

2024

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... 2

BAB I PENDAHULUAN ... 3

I.1. Latar Belakang Daya Dukung Pondasi Dangkal ... 3

I.2. Tujuan Penyusunan Makalah ... 3

BAB II TINJAUAN UMUM PONDASI DANGKAL ... 4

II.1. Pengertian Pondasi ... 4

II.2. Definisi Pondasi Dangkal (Shallow Foundation)... 4

II.3. Stabilitas Pondasi ... 4

BAB III JENIS-JENIS PONDASI DANGKAL ... 5

III.1. Pengertian Pondasi Setempat ... 5

III.2. Bentuk-bentuk Pondasi Setempat ... 6

III.3. Pengertian Pondasi Menerus ... 7

III.4. Persyaratan Pondasi Menerus ... 8

III.5. Pondasi Pasangan Batu Kali ... 10

III.6. Pengertian Pondasi Rakit/Pelat ... 12

BAB IV KESIMPULAN ... 146

DAFTAR PUSTAKA... 14

(3)

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Perkembangan Pondasi Dangkal Pondasi adalah suatu struktur pada bagian dasar

bangunan (sub structure) yang berfungsi meneruskan berat bangunan dari bagian atas struktur/bangunan (upper structure) ke dalam tanah di bawahnya tanpa mengakibatkan:

- Keruntuhan geser tanah dan

- Penurunan (settlement) tanah/pondasi yang berlebihan.

Yang dinamakan pondasi dangkal sangat susah didefinisikan, pada umumnya tergantung dari interprestasi masing-masing ahli tanah untuk mengartikan.

Terzaghi mendefinisikan pondasi dangkal sebagai berikut:

- Apabila perbandingan antara kedalaman pondasi dan lebar pondasi lebih kecil atau sama (Df B), maka konstruksi pondasi yang diletakkan pada dasar tanah

tersebut dapat dinamakan pondasi dangkal, lihat Gambar1.1.

- Anggapan bahwa penyebaran tegangan pada struktur pondasi ke tanah di bawahnya yang berupa lapisan penyangga (bearing stratum) yang kuat lebih kecil atau sama dengan lebar pondasi.

Pada umumnya penentuan pondasi dangkal dapat dilihat secara phisik dari bentuk konstruksi pondasi, biasanya (tidak selalu) bentuk pondasi berupa empat persegi panjang atau bujur sangkar disebut juga pondasi tapak.

Meskipun pondasi tapak dapat juga berupa pondasi tapak menerus ataupondasi tapak lingkaran/bulat.

I.2. Tujuan Penyusunan Makalah

Beberapa tujuan dari Penyusunan Makalah ini adalah : 1. Mengetahui cara menghitung daya dukung pondasi dangkal

2. Mengetahui metode apa saja yang digunakan untuk menghitung daya dukung pondasi dangkal

3. Menambah pengetahuan mengenai pondasi dangkal

(4)

BAB II KAPASITAS DAYA DUKUNG PONDASI DANGKAL

II.1. UMUM

Didalam teknik pondasi terdapat bermacam-macam

cara untuk menghitung besarnya kapasitas daya dukung pondasi dangkal, yang dapat disebut pionir dan paling terkenal dikemukakan oleh Terzaghi (1943), kemudian disusul oleh peneliti lainnya seperti: Meyerhof, Hansen, Vesic dan lainnya.

Dalam penulisan buku ini, analisa kapasitas daya dukung tanah pondasi dangkal diterangkan terbatas pada tiga peneliti saja yaitu:

- Terzaghi - Meyerhof - Hansen

II.2. Kapasitas Daya Dukung Terzaghi

2.2.1. Anggapan dan dasar teori yang dipakai pada analisa Terzaghi a. Menghilangkan tahanan geser tanah di atas bidang horizontal yang melewati dasar pondasi.

b. Menggantikan butir a dengan seolah-olah ada beban sebesar q = Df c. Membagi distribusi tegangan di bawah pondasi menjadi tiga bagian, lihat Gbr.2.1.

d. Tanah adalah homogen dan isotropic, kekuatan geser dipresentasikan oleh persamaan Coulomb:

= c + tan

e. Dasar pondasi menerus, dan penyelesaian permasalahan adalah dua dimensi.

f. Zone elastis dibatasi oleh bidang lurus bersudut = dengan horizontal, sedangkan zone plastis termobilisasi.

g. Total tekanan pasif P terdiri dari tiga komponen pembentuk, dimana masing-masing dapat dihitung sendiri-sendiri, kemudian ketiga komponen tersebut ditambahkan meskipun permukaan kritis masing- masing komponen tidak sama.

II.3. Stabilitas Pondasi

Stabilitas pondasi ditentukan oleh :

1. Daya dukung pondasi, yang dipengaruhi oleh:

a. Macam pondasi: dimensi dan letak pondasi

b. Sifat tanah (indeks dan teknis): berat volume, kohesi (c), sudut geser dalam 2. Penurunan (settlement):

a. Penurunan segera (immediately settlement); akibat elastisitas tanah

(5)

b. Penurunan konsolidasi (consolidation settlement), akibat keluarnya air pori tanah yang disebabkan oleh adanya pertambahan tegangan akibat beban pondasi

Bentuk terjadinya penurunan dibedakan atas:

• Penurunan seragam (uniform settlement)

• Penurunan tidak seragam (differential settlement)

St2

a). Penurunan seragam b). Penurunan tak seragam

Gambar 2.1. Penurunan Pondasi Dangkal BAB III JENIS-JENIS PONDASI DANGKAL

III.1. Pengertian Pondasi Setempat

Pondasi setempat; dibuat pada bagian yg terpisah (di bawah kolom pendukung/kolom struktur, tiang, dsb), juga biasa digunakan pada konstruksi bangunan kayu di daerah rawa-rawa. Pada bangunan sementara sering juga digunakan penumpu batu alam massif yang bertarah dan diletakkan di atas permukaan tanah yang diratakan.

Adapun ciri-ciri pondasi setempat adalah :

- Jika tanahnya keras, mempunyai kedalaman > 1,5 meter - Pondasi dibuat hanya di bawah kolom

- Masih menggunakan pondasi menerus sebagai tumpuan men-cor sloof, tidak

S t

Q Q

St1

(6)

digunakan untuk mendukung beban.

Gambar 3.1. Pondasi setempat

III.2. Bentuk-bentuk Pondasi Setempat

Adapun bentuk-bentuk dari pondasi setempat antara lain:

1. Pondasi pilar, dari pasangan batu kali berbentuk kerucut terpancung.

2. Pondasi sumuran, dari galian tanah berbentuk bulat sampai kedalaman tanah keras, kemudian diisi adukan beton tanpa tulangan dan batu-batu besar.

3. Pondasi umpak, dipakai untuk bangunan sederhana. Pondasi umpak dipasang di bawah setiap tiang penyangga. Antara tiang dihubungkan dengan balok kayu di bagian bawah tiang, di bagian atas tiang menyatu dengan atapnya. Pondasi kayu dibuat keluar permukaan tanah sampai ketinggian ± 1 meter.

(7)

Gambar 3.2. Bentuk-bentuk Pondasi setempat

III.3. Pengertian Pondasi Menerus

Pondasi menerus yang juga disebut pondasi langsung adalah jenis pondasi yang banyak dipakai untuk bangunan rumah yang tidak bertingkat. Untuk seluruh panjang, jenis pondasi ini mempunyai ukuran yang sama besar dan terletak pada kedalaman yang sama. Oleh karena itu untuk memasang pondasi menerus lebih dahulu harus dibuatkan galian tanahnya dengan kedalaman yang sama, yang kemudian dipasang profil – profil untuk memasang pondasi sehingga diperoleh bentuk yang direncanakan.

Untuk bangunan kecil diatas tanah baik, pondasi menerus dapat dibuat dari pasangan batu bata dengan lebar dasar 2-3 kali tebal pasangan bata dan pondasi dinding setengah bata cukup diletakan pada kedalaman 60 - 80 cm. Selain itu bahan pondasi yang mendukung beban bangunan yang lebih besar dan banyak yang dipakai adalah pasangan batu kali. Lebar dasar pondasi umumnya tidak kurang dari dua setengah kali tebal.

Diatas pondasi batu perlu dipasang balok sloof beton bertulang yang berfungsi sebagai balok pengikat dan juga dapat meratakan beban dinding. Untuk dinding yang memikul beban agak berat atau karena daya dukung tanah kecil digunakan pondasi jalur pelat beton. Untuk menambah ketahanan bangunan terhadap gempa, pondasi sebaiknya dibuat menerus pada sekeliling bangunan tanpa terputus.

Batu kali ini diikat menjadi satu kesatuan yang erat dan kuat dengan adukan perekat dari campuran 1 kp : 1 pc : 5 ps. Sebelum pasangan batu kali dibuat bangunan bawahnya diberi pasir urug setebal 20 cm dan batu kosong satu lapis.

(8)

Kemudian setelah pasangan batu kali selesai dikerjakan, lubang sisa di kanan kiri diurug dengan pasir.

Ciri-ciri Pondasi menerus adalah :

- Ukuran sama besar dan terletak pada kedalaman yang sama - Dipasang di bawah seluruh dinding penyekat dan kolom

- Biasanya digunakan sebagai pondasi bangunan tidak bertingkat;

- Untuk tanah lembek, dibuat dari sloof memanjang bagian bawah diperlebar menjadi pelat.

Gambar 4.1. Pondasi menerus

III.4. Persyaratan Pondasi Menerus

Pondasi menerus memiliki persyaratan sebagai berikut :

a. Sebaiknya tanah dasar pondasi merupakan tanah kering, padat, dan merata kekerasannya. Dasar pondasi sebaiknya lebih dalam dari 45 cm.

b. Penampang melintang pondasi harus simetris.

Gambar 4.2. Penampang Melintang Pondasi Batu Kali

(9)

c. Harus dihindarkan penempatan pondasi pada sebagian tanah keras dan sebagian tanah lunak.

Gambar 4.3. Pondasi Menerus yang Diletakkan pada Sebagian Tanah Keras dan Sebagian Tanah Lunak

d. Sangat disarankan menggunakan pondasi menerus, mengikuti panjang denah bangunan.

Gambar 4.4. DenahPondasi Menerus

e. Pondasi dibuat menerus pada kedalaman yang sama, pondasi bertangga.

Gambar 4.5. Pondasi bertangga yang tidak diperkenankan

f. Pondasi sebaiknya dibuat menerus keliling bangunan tanpa terputus.

Pondasi dinding penyekat juga dibuat menerus. Bila pondasi terdiri dari batu kali maka perlu dipasang pengikat/sloof sepanjang pondasi tersebut.

(10)

Gambar 4.6. Pondasi Menerus yang Dipasang Mengelilingi Bangunan Tanpa Terputus

III.5. Pondasi Pasangan Batu Kali

Pondasi merupakan elemen bangunan yang sangat penting, karena digunakan sebagai landasan dari bangunan di atasnya, dan menjamin mantapnya kedudukan bangunan. Pondasi tidak boleh sama sekali mengalami perubahan kedudukan atau bergerak, dalam arti bergerak secara mendatar ataupun tegak.

Pondasi yang bahanya dari batu kali sangat cocok, karena bila batu kali ditanam dalam tanah kualitasnya tidak berubah. Pada umumnya bentuk pondasi batu kali dibuat trapezium dengan lebar bagian atas paling sedikit 25 cm. Dibuat selebar 25 cm, karena bila disamakan dengan lebar dinding dikhawatirkan dalam pelaksanaan pemasangan pondasi tidak tepat dan akan sangat mempengaruhi kedudukan dinding pada pondasi sehingga dapat dikatakan pondasi tidak seseuai lagi dengan fungsinya. Sedangkan untuk lebar bagian bawah trapezium tergantung perhitungan dari beban di atasnya, tetapi pada umumnya dapat dibuat sekitar 70 – 80 cm.

Batu kali yang dipasang hendaknya sudah dibelah dahulu besarnya kurang lebih 25 cm, ini dengan tujuan agar tukang batu mudah mengatur dalam pemasangannya, dan juga tidak terlalu berta dalam pengangkatannya, sehingga bentuk pasangan menjadi rapih dan kokoh. Pada dasar konstruksi pondasi batu kali diawalai dengan lapisan setebal 5 – 10 cm guna meratakan tanah dasar, kemudian dipasangan batu dengan kedudukan berdiri (pasangan batu kosong) dan rongga – rongganya diisi pasir secara penuh sehingga kedudukannya menjadi kokoh dan sanggup mendukung beban pondasi di atasnya. susunan batu kosong yang sering disebut aanstamping dapat berfungsi sebagai pengaliran (drainase) untuk mengeringkan air tanah yang terdapat disekitar pondasi.

Agar pasangan bahan pondasi tidak mudah rusak atau basah akibat air tanah, maka bidang pada badan pondasi diplester kasar (beraben) setebal kurang lebih 1,5 cm dengan adukan seperti spesi yang dipakai pada pasangan. Bila pada lapisan dasar tanah untuk pondasi mengandung pasir atau cukup kering maka tidak diperlukan pasangan batu kosong tetapi cukup dengan lapisan pasir sebagai dasar dengan ketebalan kurang lebih 10 cm yang sudah dipadatkan. Lapisan ini dapat berfungsi sebagi alat pengaliran atau pengeringan (drainase).

(11)

Gambar 4.7. Jenis Pondasi Batu Kali

(12)

III.6. Pengertian Pondasi Rakit/Pelat

Pondasi rakit adalah sebuah pelat beton besar yang digunakan untuk menghubungkan permukaan (interface) antara satu atau lebih kolom di dalam beberapa garis (jalur) dengan tanah dasar. Secara umum pelat pondasi rakit dapat dianalisis dengan dua anggapan. Pertama pelat pondasi rakit dianggap merupakan struktur yang fleksibel, berarti pelat pondasi akan mengalami deformasi yang tidak sama akibat beban yang bekerja. Kedua, pelat pondasi rakit dianggap merupakan struktur yang kaku yang berarti pelat dianggap mengalami deformasi yang sama akibat beban yang bekerja. Pondasi ini dapat menopang gedung bertingkat banyak, tendon air minyak, mesin, peralatan industri, dan bangunan berat lainnya. Terutama memiliki luasan besar.

Jenis jenis pondasi rakitan lazim : a. Pelat rata

b. Pelat yang telapak ada di bawah kolom c. Balok dan pelat

d. Pelat dengan kaki tiang

e. Dinding ruang bangunan bawah tanah sebagai bagian pondasi telapak

(13)

BAB IV KESIMPULAN Jenis Pondasi Dangkal untuk Proyek Pembangunan

Pada dasarnya, pondasi dangkal atau flotasi merupakan tipe pondasi yang akan mendukung struktur bangunan pada area dengan tanah yang kuat. Fungsi pondasi dengan kedalaman maksimal 3 meter ini hanya meneruskan beban struktur bangunan ke tanah dengan beberapa pilihan jenis sebagai berikut:

1. Pondasi Tapak

Berikutnya ada pondasi tapak, yang terdiri dari balok-balok beton dengan posisi di bawah dinding bangunan. Dari macam-macam pondasi dangkal yang ada, pondasi tapak sangat kuat dan ideal untuk bangunan tinggi atau bangunan yang memiliki beban berat pada dinding, seperti gedung perkantoran, apartemen, atau pabrik.

2. Pondasi Setempat

Ada juga pondasi setempat yang penggunaan umumnya berada pada bawah tiang atau kolom bangunan. Jenis ini memberikan dukungan tambahan pada titik-titik tertentu bangunan guna memastikan kestabilan vertikal.

Tingkat kecocokan jenis pondasi dangkal ini lebih pada bangunan dengan titik beban tertentu, seperti tiang pada gedung bertingkat. Sebab, bangunan tersebut menggunakan kolom praktis atau kolom struktural.

3. Pondasi Umpak

Selanjutnya ada pondasi umpak yang terbuat dari batu bata atau beton, dengan kecocokan untuk mendukung dinding-dinding ketinggian sedang. Umumnya, pondasi umpak akan cocok untuk Anda gunakan pada bangunan rumah tinggal atau struktur kecil lainnya.

4. Pondasi Sumuran

Ada juga pondasi sumuran yang terbuat dari beton cincin yang posisinya ada di sekitar dinding bangunan. Hampir sama seperti jenis-jenis pondasi dangkal sebelumnya, pondasi ini cocok untuk membantu menjaga kestabilan dinding, khususnya pada bangunan komersial atau beberapa tipe bangunan hunian.

5. Pondasi Batu Kali

Tak hanya batu bata, Anda juga bisa menggunakan batu kali sebagai elemen utama untuk mendukung struktur bangunan. Jenis bahan pondasi ini cukup ideal untuk bangunan dengan tampilan alam atau gaya eksentrik seperti mini kastil dan sejenisnya.

(14)

DAFTAR PUSTAKA

“Bangunan Tahan Gempa”

http://blog.unila.ac.id/setyantonkc/files/2010/02/bangunan-tahan-gempa.pdf Mekanika Tanah 2 ,”Mekanika Tanah Pondasi dangkal” Braja M Das

“Memilih Sistem Pondasi” http://wiryanto.blogdetik.com/memilih-sistem pondasi.

“Pondasi Dangkal” http://scribd.com/doc/pondasi-dangkal.

“Pondasi Menerus” http://jevuska.com/topic/pondasi-menerus.html.

“Pondasi”, http://imoelsker.files.wordpress.com/2010/01/pondasi.doc

“Pondasi-1”,

http://file.upi.edu/Direktori/E%20%20FPTK/JUR.%20PEND.TEKNIK%20 SIPIL/196012241991011%20-%20NANDAN%20SUPRIATNA/KB%20D- 3/Pondasi-1.pdf

Pondasi Setempat ”PONDASI DANGKAL”,

http://konstruksiwisnuwijanarko.blogspot.com/2008/06/pondasi- dangkal.html

Pondasi Setempat “Studi Kelayakan Metode Pondasi Setempat Dengan Preloaded Bulb dari Sisi Teknis, Biaya dan Waktu”,

http://www.researchgate.net/publication/40995871_Studi_kelayakan_metod e_pondasi_setempat_dengan_preloaded_bulb_dari_sisi_teknis_biaya_dan_

waktu

Pondasi Setempat “Tag Bearing”, http://www.citeulike.org/tag/bearing

Pondasi Setempat “Tag Bearing”,

http://djavanesse.blogspot.com/2009/06/pondasi.html

“Teknik Pondasi” http://wikipedia.org/wiki/Teknik_Pondasi.

Referensi

Dokumen terkait

Dinding pada bangunan Planetarium di Bantul menggunakan pasangan dinding batu bata di plaster dan kaca transparan untuk memaksimalkan pencahayaan buatan dan

1) Banguan sumur gali terdiri dari dinding sumur, lantai dan bibir sumur yang harus dibuat dari bahan yang kuat dan kedap air seperti pasangan batu bata/batu

Bangunan rumah lama pada lokasi penelitian kawasan senapelan ini terbuat dari pasangan batu bata yang mempunyai tinggi berfariasi tergantuk dimana letak

Bangunan rumah lama pada lokasi penelitian kawasan senapelan ini terbuat dari pasangan batu bata yang mempunyai tinggi berfariasi tergantuk dimana letak bangunan

Tahap pertama adalah Galian Tanah pondasi untuk pasangan batu kali dengan dimensi sesuai shop drawing, pekerjaan galian dilakukan dengan tenaga mekanis,

1.Untuk bangunan rumah tidak bertingkat sebagai penyangga tembok dibuat pondasi langsung dari pasangan batukali menerus dibawah tembok. tembok sloof Urugan tanah kembali

STRUKTUR BANGUNAN Struktur bangunan rumah menggunakan material beton bertulang dengan pondasi batu kali dan telapak sebagai elemen struktur pondasinya.. PASANGAN DAN FINISHING

Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah menganalisis perbandingan nilai daya dukung pondasi dangkal akibat beban tarik pada tanah lempung dan pasir dengan dipengaruhi lebar