Langkah 1: Pendahuluan
Mulailah dengan memperkenalkan segitiga siku-siku kepada siswa dan
mengidentifikasi sisi-sisinya (sisi pendek disebut a, sisi lainnya disebut b, dan sisi miring disebut c).
Ajukan pertanyaan terbuka: "Apa yang dapat kita amati tentang panjang sisi-sisi segitiga siku-siku ini?"
Langkah 2: Pengamatan Kasus Khusus
Berikan beberapa contoh segitiga siku- siku dengan panjang sisi yang berbeda.
Misalnya, pertimbangkan segitiga dengan panjang sisi 3,4,5 dan 5,12,13.
Mintalah siswa mengukur panjang sisi- sisi segitiga tersebut dan mencatat hasilnya.
Langkah 3: Pengamatan dan Diskusi
Ajukan pertanyaan yang mendorong pengamatan dan diskusi. Misalnya,
"Apakah ada pola atau hubungan
tertentu antara panjang sisi-sisi segitiga ini?"
Dorong siswa untuk berbicara dan berbagi pengamatan mereka.
Langkah 4: Mencari Pola
Bantu siswa mengidentifikasi bahwa c2 (kuadrat panjang sisi miring) selalu sama dengan a2+b2 (jumlah kuadrat panjang sisi-sisi lainnya) dalam contoh-contoh yang diberikan.
Langkah 5: Rumus Umum
Ajak siswa untuk merumuskan aturan umum atau rumus berdasarkan
pengamatan mereka. Mereka mungkin menyimpulkan bahwa c2=a2+b2 untuk segitiga siku-siku apa pun.
Langkah 6: Verifikasi dengan Kasus Lain
Berikan siswa segitiga siku-siku lainnya dan mintalah mereka mengonfirmasi bahwa teorema Pythagoras berlaku untuk kasus tersebut.
Langkah 7: Kesimpulan
Diskusikan secara kelas mengenai
temuan siswa dan perkenalkan istilah
"Teorema Pythagoras" secara resmi.
Ajarkan siswa bagaimana menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung
panjang sisi yang tidak diketahui dalam segitiga siku-siku.
Melalui langkah-langkah ini, siswa tidak hanya memahami teorema Pythagoras, tetapi juga merasakan kepuasan karena mereka secara aktif terlibat dalam
pengamatan, analisis, dan perumusan aturan sendiri. Model induktif membantu membangun pemahaman yang kuat dan meningkatkan keterampilan penalaran matematika siswa.