• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN REDAKSI J-KIP (JURNAL KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "DEWAN REDAKSI J-KIP (JURNAL KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN)"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol. 3, No. 1, Pebruari 2022 e-ISSN 2722-6069

i

DEWAN REDAKSI

J-KIP (JURNAL KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN)

Editor in Chief

Yoni Sunaryo, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia, Scopus ID : 57216947959 Editorial Board

1. Firman Aryansyah, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia 2. Feri Bakhtiar Rinaldi, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia 3. Sudarto, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia

4. Depi Ardian Nugraha, Universitas Siliwangi, Jawa Barat, Indonesia Reviewers

1. Ida Nuraida, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat Indonesia, Scopus ID : 57201665929.

2. Asep Amam, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat Indonesia, Scopus ID : 57193867550.

3. Adang Effendi, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat Indonesia, Scopus ID : 57200992762.

4. Ai Tusi Fatimah, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia, Scopus ID : 57196245146.

5. Lala Nailah Zamnah, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia, Scopus ID : 57200984642.

6. Angra Meta Ruswana, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia, Scopus ID:

57200992762.

7. Nur Eva Zakiah, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia, Scopus ID: 57214117784 8. Dadi, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia

9. Toto, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia, Scopus ID: 57209773306.

10. Warsono, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia

11. Rini Agustin Eka Yanti, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia 12. Utty Suwirta, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia

13. Dedeh, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia 14. Aan Suryana, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia 15. Yeni Wijayanti, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia 16. Sri Pajriah, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia

17. Nani Ratnaningsih, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia, Scopus ID : 57200650892.

Diterbitkan Oleh:

FKIP Universitas Galuh Ciamis

Alamat Redaktur:

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh, Jl. R.E. Martadinata No. 150 Telp./Fax. 0265-776787 email: [email protected]

(3)

ii

PENGANTAR REDAKSI

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Illahi Robbi karena atas rahmat, berkah dan perkenan-Nya, J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Volume 3 Nomor 1 Edisi Pebruari 2022 telah berhasil diterbitkan, walaupun dengan berbagai tantangan dan hambatan yang dialami oleh tim redaksi, tetapi pada akhirnya J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) ini dapat selesai disusun dan diterbitkan.

Semoga dengan terbitnya J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Volume 3 Nomor 1 Edisi Pebruari 2022 ini dapat memberikan sumbangsih pemikiran dalam bidang pendidikan serta dapat memfasilitasi kebutuhan pembaca dalam menyusun karya ilmiahnya. Selanjutnya seluruh tim redaksi mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penerbitan J- KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan).

Ciamis, Pebruari 2022 Ttd.

Tim Redaksi

(4)

J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol. 3, No. 1, Pebruari 2022 e-ISSN 2722-6069

iii DAFTAR ISI PENGANTAR REDAKSI —ii

DAFTAR ISI —iii

PENINGKATAN SELF-EFFICACY SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION

Elis Wachyuni (hal 1-6)

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI METODE EKSPOSITORI DI KELAS I SD NEGERI MASIGIT II KOTA CILEGON-BANTEN TAHUN PELAJARAN 2019-2020 Hodriyah (hal 7-14)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI TEKNIK DRILL DI KELAS 1 SD NEGERI SUKMAJAYA 1 KOTA CILEGON-BANTEN

Junariyah (hal 15-24)

PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK DI SD NEGERI LEBAK GEBANG UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN Ismayanti Yulia (hal 25-30)

PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH PADA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN DI SD NEGERI KEBON SARI I

Lutfiah (hal 31-36)

ANALISIS PENCAPAIAN DAN KENDALA PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS (PTMT)

Krise Mulyadi, Nani Ratnaningsih (hal 37-46)

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN MELALUI SIPERVISI AKADEMIK DI SD NEGERI KEPENDILAN

Komariyah (hal 47-52)

SUPERVISI AKADEMIK DALAM UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN DI SD NEGERI GEDONG DALEM I

Tamisih (hal 53-60)

ANALISIS KESULITAN MEMAHAMI KONSEP MATEMATIS SISWA SMP DITINJAU DARI KEMAMPUAN SELF-EFFICACY SISWA

Surtinah, Angra Meta Ruswana, Sri Solihah (hal 61-70)

KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA SMP DILIHAT DARI PERSPEKTIF GENDER Siti Awalyah, Ida Nuraida, Yoni Sunaryo (hal 71-80)

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMA BERDASARKAN KEMAMPUAN AWAL PADA POKOK BAHASAN TRIGONOMETRI

Aulia Nuryanti, Wahyudin Wahyudin, Ai Tusi Fatimah (hal 81-92)

(5)

iv

ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMA DITINJAU DARI SELF- EFFICACY

Nia Lestari, Nur Eva Zakiah, Sri Solihah (hal 93-102)

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT

Vina Nuryani, Adang Effendi, Ai Tusi Fatimah (hal 103-110)

NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL KESENIAN KILININGAN DI DESA HEGARMANAH KECAMATAN CIDOLOG KABUPATEN CIAMIS (2015-2020)

Dewi Yulianti, Uung Runalan Soedarmo, Wulan Sondarika (hal 111-122)

NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL TRADISI MERLAWU BAGI MASYARAKAT DESA KERTABUMI KABUPATEN CIAMIS

Harpinah Berkah, Yat Rospia Brata, Agus Budiman (hal 123-130)

DAMPAK PERKEMBANGAN KESENIAN “MABOKUY” TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA PURWARAJA KECAMATAN RAJADESA KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2015-2020

Sarah Nafisatul Janan, Yat Rospia Brata, Agus Budiman (hal 131-142)

NILAI-NILAI FILOSOFIS TRADISI AMONG-AMONG DESA PURWADADI KABUPATEN CIAMIS Ajeng Febya Anindita Hartanto, Yeni Wijayanti, Egi Nurholis (hal 143-154)

STUDI DOKUMENTER MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BIOTEKNOLOGI DI MAN 1 PANGANDARAN

Siska Nur Lelasari, Nur Ilmi Yati, Budi Setia Setia (hal 155-160)

PENGARUH MOLUSKISIDA ALAMI DARI CAMPURAN EKSTRAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.Rendle) DAN DAUN SUKUN (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg/) TERHADAP

MORTALITAS KEONG MAS (Pomacea canaliculata Lamarck.) Ainun Hanifah Indrasari, Budi Setia, Jeti Rachmawati (hal 161-168)

EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) TERHADAP PERTUMBUHAN RAMBUT PADA HEWAN UJI KELINCI LOKAL (Lepus nigricollis) Aas Aisyiah Priatna, Euis Erlin, Romdah Romansyah (hal 169-176)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) SECARA DARING TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA (Studi Kasus Pada Materi Pencemaran Lingkungan Di Kelas X Madrasah Aliyah Pesantren Pembangunan Majenang)

Linatus Sofia Ayu Lestari, Awang Kustiawan, Nur Ilmiyati (hal 177-182)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

Desta Nur Maretiana, Ilah Mulyadi, Ahyo Ruhyanto (hal 183-190)

(6)

J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol. 3, No. 1, Pebruari 2022 e-ISSN 2722-6069

v

PENGARUH COST OF PRODUCTION TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN TUNGKU CAFE AND RESTO BANJAR

Lena Indriani, Sukomo Sukomo, Endang Mulyadi (hal 191-200)

ANALISIS METODE PEMBELAJARAN CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING (CORE)PADA MATA PELAJARAN EKONOMI

Dewi Putriana Pamungkas, Rita Patonah, Eni Rohaeni (hal 201-210)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE DISKURSUS MULTY REPRECENTACY (DMR)

Evie Fitriani Matin, Tati Heryati, Rita Patonah (hal 211-218)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH DENGAN MENGGUNAKAN METODE TANYA JAWAB DI KELAS X SMAN 1 CISAGA

Iqra Yaomalieka Hasieba, Eni Rohaeni, Ahyo Ruhyanto (hal 219-228)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE BERBANTUAN MEDIA FLIPCHART PADA MATA PELAJARAN EKONOMI Yeni Sovia Hertarini, Eni Rohaeni, Ahyo Ruhyanto (hal 229-238)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT)

Sri Sulastri, Utty Suwirta, Dedeh Dedeh (hal 239-248)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING

Ucu Siti Noer Arofah, Samiri Samiri, Tati Heryati (hal 249-256)

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING TIPE STUDENT CREATED CASE STUDIES TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN EKONOMI Siti Mae Saroh, Dedeh Dedeh, Utti Suwirta (hal 257-266)

PERBEDAAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK YANG MENGGUNAKAN MODEL

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TS-TS) DENGAN TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI)

Anita Verly Setiyoningrum, Firman Aryansyah, Ilah (hal 267-274)

PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN MODEL COURSE REVIEW HORAY DENGAN MODEL KONVENSIONAL

Dewi Nawang Wulan, Maman Herman, Rizka Andhika Putra (hal 275-286)

PERBEDAAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK YANG MENGGUNAKAN MODEL

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE READING AND COMPOSITION) DAN TPS (THINK PIRE SHARE) PADA MATA PELAJARAN EKONOMI (Studi Quasi Eksperimen Pada Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Perkoperasian Dan Perekonomian Indonesia Di Sman 1 Cimaragas)

Mila Wulandari, Utti Suwirta, Dedeh (hal 287-294)

(7)

vi

PENGELOLAAN (MANAGING) TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PENERAPANNYA PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Udung Hari Darifah, Mohamad Erihadiana (hal 295-306)

PENGARUH MODEL PjBL-STEM DALAM PEMBELAJARAN IPA PADA MATERI BIOTEKNOLOGI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA

Amalia Janatun Ma'wa, Toto Toto, Awang Kustiawan (hal 307-314)

PENERAPAN SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DI SDN MASIGIT II

Wawan Kuswandi (hal 315-320)

(8)

J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol. 3, No. 1, Pebruari 2022, pp. 161-168 e-ISSN 2722-6069

161

PENGARUH MOLUSKISIDA ALAMI DARI CAMPURAN EKSTRAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L. Rendle) DAN DAUN SUKUN (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) TERHADAP

MORTALITAS KEONG MAS (Pomacea canaliculata Lamarck.) Ainun Hanifah Indrasari1, Budi Setia2, Jeti Rachmawati3

1,2,3 Universitas Galuh, Jl. R. E. Martadinata No.150, Ciamis, Indonesia E-mail : [email protected]

ABSTRACT

The golden snail is one of the pests that can damage crops in a short time, so that it can cause crop failure. One of the best ways to control golden snails is to use vegetable molluscicides. Plants that have potential as vegetable molluscicides include citronella (Cymbopogon nardus L. Rendle) and breadfruit leaves (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg). The purpose of this study was to determine the effect of a mixture of extracts of citronella and breadfruit leaves on the mortality of golden snails. This research is using experimental method. The research design used was Complete Randomized Design (RAL) with 6 treatments, 4 replications with concentrations, namely P1: 50% citronella extract, P2: 40% citronella extract + 10%

breadfruit leaves, P3: 30% citronella extract + leaves breadfruit 20%, P4: citronella extract 20% + breadfruit leaves 30%, P5: citronella extract 10% + breadfruit leaves 40%, P6: breadfruit leaf extract 50%. The parameter observed was the mortality of golden snails. Data analysis using one-factor Anova and further testing using Duncan's test. The results of this study showed that breadfruit leaf extract had an effect on the mortality of golden snails, with the most influential concentration being 50% concentration and followed by mixed treatment with 10% lemongrass extract and 40% breadfruit leaf extract.

Keywords: Breadfruit leaves, golden snail, molluscicide, mortality, citronella.

ABSTRAK

Keong mas merupakan salah satu hama yang mampu merusak tanaman dalam waktu singkat, sehingga dapat menyebabkan kegagalan panen. Salah satu cara yang tepat untuk pengendalian keong mas adalah dengan menggunakan moluskisida nabati. Tanaman yang berpotensi sebagai moluskisida nabati diantaranya serai wangi (Cymbopogon nardus L.Rendle) dan daun sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh campuran ekstrak serai wangi dan daun sukun terhadap mortalitas keong mas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan, 4 ulangan dengan konsentrasi yaitu P1 : ekstrak serai wangi 50%, P2 : ekstrak serai wangi 40% + daun sukun 10%, P3:

ekstrak serai wangi 30% + daun sukun 20%, P4 : ekstrak serai wangi 20% + daun sukun 30%, P5 : ekstrak serai wangi 10% + daun sukun 40%, P6: ekstrak daun sukun 50%. Parameter yang diamati adalah mortalitas keong mas. Analisis data menggunakan Anava satu faktor dan uji lanjut menggunakan Uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak daun sukun berpengaruh terhadap mortalitas keong mas, dengan konsentrasi yang paling berpengaruh yaitu konsentrasi 50% dan diikuti pada perlakuan campuran dengan konsentrasi ekstrak serai wangi 10% dan daun sukun 40%.

Kata kunci: Daun sukun, keong mas, moluskisida, mortalitas, serai wangi.

Cara sitasi: Indrasari, A., Setia, B., & Rachmawati, J. (2022). Pengaruh Moluskisida Alami dari Campuran Ekstrak Serai Wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) Dan Daun Sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) terhadap Mortalitas Keong Mas (Pomacea Canaliculata Lamarck.). J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) , 3 (1), 161-168.

(9)

162 PENDAHULUAN

Keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck) merupakan moluska yang ditetapkan sebagai organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama utama pada tanaman padi (Oryza sativa) di sawah (Kusumaningtyas et al., 2019). Tanaman padi berumur 15 hari setelah tanam mudah dirusak keong mas. Keong mas memakan batang padi muda dalam satu malam. Bekas potongan daun dan batang padi yang diserangnya terlihat mengapung dipermukaan. Keong mas menyebabkan kerusakan tanaman di wilayah Indonesia antara lain Jawa, Sumatra, Kalimantan, NTB dan Bali sekitar 10-40%

(Putra dan Zein, 2016). Kemampuan beradaptasi yang tinggi membuat keong mas sulit diberantas(Parmithi dan Lindayani, 2019).

Keong mas dapat menghasilkan telur sebanyak 15-20 kelompok, tiap kelompoknya berjumlah kurang lebih 500 butir, dengan persentase penetasan lebih dari 85%. Keong mas terdapat di daerah yang banyak mengandung air seperti sawah, kolam, rawa, sungai, dan saluran air dan area yang selalu tergenang. Keong mas sangat menyukai lingkungan yang jernih, mempunyai suhu air antara 10 – 35˚C, dengan demikian sangat cocok untuk daerah pegunungan sampai pantai (Budiyono, 2006).

Untuk pengendalian hama keong mas, banyak petani pada umumnya menggunakan pestisida sintetik. Pestisida sintetik selalu dianggap oleh masyarakat sebagai pengendali hama penyakit yang paling efektif, mudah didapatkan, mudah digunakan dan hasilnya cepat terlihat. Sedangkan penggunaan pestisida sintetik dapat menyebabkan berbagai masalah seperti keracunan terhadap manusia dan hewan peliharaan serta pencemaran lingkungan. Salah satu solusi sebagai pengganti pestisida sintetik adalah penggunaan pestisida nabati (Satiyarti et al., 2019). Pestisida nabati merupakan pestisida yang berasal dari bahan organik, yang berfungsi untuk melindungi tanaman dari serangan hama hal ini dikarenakan pada tanaman mengandung aroma dan kandungan senyawa yang tidak disukai oleh hama tanaman (Tuhuteru et al., 2019).

Ekstrak tanaman yang dapat mengendalikan keong mas yaitu ekstrak dengan sifat moluskisida (Sari dan Bakhtiar, 2021). Banyak tanaman yang dapat dijadikan sebagai moluskisida nabati diantaranya serai wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) dan daun sukun (Artocarpus altilis (Park.)Fosberg.).

Serai wangi merupakan tanaman yang berpotensi sebagai moluskisida alami. Kandungan utamanya berupa sitronellal dan geraniol (Arcani et al., 2017). Kandungan senyawa serai wangi yang paling besar adalah sitronela yaitu sebesar 35%. Senyawa sitronela mempunyai sifat racun kontak yang dapat mengakibatkan kematian karena kehilangan cairan terus menerus (Parmithi dan Lindayani, 2019). Berdasarkan uji fitokimia serai wangi juga mengandung flavonoid, tanin, saponin, kuinon dan triterpenoid. Senyawa-senyawa tersebut diketahui berpotensi sebagai pestisida nabati (Iskarlia et al., 2014).

Sukun merupakan jenis tanaman serbaguna yang memiliki nilai ekonomis yang sangat bermanfaat untuk manusia. Daun sukun mengandung sejumlah senyawa kimia berupa kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, fenolik dan saponin (Rumouw, 2017). Ekstrak daun sukun juga berpotensi sebagai moluskisida. Senyawa tanin memiliki rasa pahit, sehingga membuat keong mas tidak mau makan (Javandira et al., 2016), dan senyawa saponin berpengaruh terhadap aktivitas enzim pada sistem pencernaan dan penyerapan makanan (Farisa et al., 2018). Senyawa flavonoid dan saponin dapat menimbulkan kelayuan pada saraf serta kerusakan selama satu minggu, sehingga mengakibatkan keong mas tidak dapat bernapas dan akhirnya mati (Nadeak dan Siregar, 2019).

Moluskisida nabati dapat digunakan secara tunggal atau dalam bentuk campuran.

Pemanfaatan moluskisida nabati berbahan baku dua jenis atau lebih ekstrak tumbuhan dapat mengurangi ketergantungan pada satu jenis tumbuhan sebagai bahan baku, sehingga dapat mengatasi keterbatasan bahan baku moluskisida nabati ditingkat petani. Pencampuran beberapa senyawa aktif tumbuhan dapat memberikan efek seperti sinergis, antagonis atau netral (Prijono, 1999 dalam Solin et al., 2018).

(10)

J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol. 3, No. 1, Pebruari 2022, pp. 161-168 e-ISSN 2722-6069

163 Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui pengaruh moluskisida alami dari campuran ekstrak serai wangi (Cymbopogon nardus L.Rendle) dan daun sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg.) terhadap mortalitas keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck).

2. Untuk mendapatkan konsentrasi campuran ekstrak serai wangi (Cymbopogon nardus L.Rendle) dan daun sukun (Artocarpus altilis (Park.)Fosberg) yang paling berpengaruh terhadap mortalitas keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck).

METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dimulai dari bulan Maret sampai dengan bulan April 2021. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pekauman Rt 002 Rw 001 Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

Metode dan Desain Penelitian

Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 24 percobaan. Susunan perlakuan terdiri dari konsentrasi ekstrak serai wangi 50%, ekstrak serai wangi 40%+ daun sukun 10%, ekstrak serai wangi 30%+ daun sukun 20%, ekstrak serai wangi 20% + daun sukun 30%, ekstrak serai wangi 10% + daun sukun 40%, ekstrak daun sukun 50%.

Alat dan Bahan Penelitian

Alat- alat yang digunakan adalah bak plastik, jaring, timbangan digital, baskom, blender, beaker glass, gelas ukur, gelas plastik, batang pengaduk, corong plastik, toples kaca, nampan plastik, gunting, alat tulis, jam. Bahan yang digunakan adalah serai wangi, daun sukun, aquades, keong mas, kangkung, kertas saring, alumunium foil, label nama, masker, karet gelang, karet ban, hand glove, tisu toilet.

Prosedur Pengumpulan Data Persiapan pemeliharaan keong mas

Pemeliharaan terdiri menjadi 3 fase yaitu pengumpulan telur dari lahan persawahan, penetasan dan pembesaran. Pemeliharaan keong mas dilakukan pada bak-bak plastik yang ditutup dengan jaring. Penutupan jaring diakukan untuk mencegah keong mas keluar dari bak plastik. Telur keong mas diambil dari sawah, kemudian dipelihara sampai menetas (Wicaksono et al., 2019). Keong yang telah menetas diberi pakan berupa daun kangkung yang diberikan sebanyak dua kali dalam satu hari. (Rusli et al., 2019). Keong mas yang digunakan dalam penelitian ini berumur 5 minggu dengan diameter cangkang ± 0,5 – 1 cm, dengan jumlah keong yang diperlukan dalam penelitian berjumlah 480 ekor, dengan tidak membedakan jenis kelamin jantan dan betina.

Pembuatan Ekstrak Serai wangi dan Daun sukun

Bahan nabati yang digunakan adalah serai wangi dan daun sukun yang berwarna hijau tua yang diambil dari pekarangan rumah di Jl. Bahagia RT 02 RW 01 Desa Pekauman Kecamatan Losari Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Serai wangi dan daun sukun dicuci dengan air bersih dan ditiriskan.

Batang serai wangi dan daun sukun dipotong menjadi bagian-bagian yang kecil yang berukuran 2 cm lalu ditimbang untuk mengetahui bobotnya menggunakan timbangan digital. Kemudian masing- masing bahan dihaluskan menggunakan blender dengan kecepatan maksimum dalam waktu 3 menit sampai halus. Hasil blender kemudian disaring menggunakan kain halus dan diendapkan selama satu hari. Larutan serai wangi dan daun sukun yang sudah diendapkan selama 24 jam disaring kembali

(11)

164

menggunakan kertas saring hingga didapatkan ekstrak. Ekstrak yang diperoleh dari hasil penyaringan digunakan untuk perendaman keong mas (Makkiah et al., 2020).

Uji Mortalitas Keong Mas

Keong mas sebanyak 480 ekor dikelompokan menjadi 24 kelompok, sehingga setiap kelompok terdiri dari 20 ekor dan dimasukan kedalam gelas plastik sesuai perlakuan konsentrasi ekstrak serai wangi dan daun sukun, lalu ditutup dengan kertas alumunium foil. Keong mas diberi pakan daun kangkung yang diberikan sebanyak dua kali selama perlakuan. Keong mas yang mati dan hidup diamati 24 jam, 48 jam dan 72 jam setelah aplikasi. Hama keong mas yang dinyatakan mati jika keong mas tidak ada gerakan lagi, berada di dasar air, daging keluar dari cangkang dan keluarnya lendir dari permukaan cangkang (Putra dan Zein 2016).

Paramater yang diamati Mortalitas keong mas

Pengamatan mortalitas keong mas dilakukan 24 jam, 48 jam dan 72 jam setelah aplikasi dengan menggunakan rumus Putra dan Hasjim (2019: 101) sebagai berikut:

Rumus Mortalitas keong mas : M = 𝑎

𝑏𝑥 100%

Keterangan : M : persentase mortalitas keong mas a : Jumlah keong mas yang mati b : Jumlah keong mas awal HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian yang telah dilaksanakan selama 3 hari dilakukan uji statistik menggunakan uji analisis varian satu faktor. Dari hasil Uji ANAVA satu faktor yang tertera pada tabel 5 pada hari ke 1 dan ke 2 Fhitung (24 jam) dengan nilai 15,086 dan Fhitung (48 jam) sebesar 10,96 lebih besar dari nilai Ftabel dengan taraf nyata α = 1% sebesar 4,25, maka hal tersebut menunjukan bahwa semua perlakuan tersebut dikatakan sangat berbeda nyata, artinya pemberian campuran ekstrak serai wangi dan daun sukun sangat berpengaruh terhadap mortalitas keong mas. Berdasarkan hasil uji ANAVA yang menunjukan hasil yang sangat signifikan, maka dilakukan uji lanjut menggunakan uji Duncan. Hasil analisis menggunakan Uji Duncan menunjukan hasil yang sangat berbeda nyata atau sangat signifikan, seperti terlihat pada tabel 1.

Tabel 1. Data rata-rata persentase mortalitas keong mas berbagai konsentrasi campuran ekstrak serai wangi dan daun sukun.

Perlakuan (t) Mortalitas pada pengamatan

24 Jam 48 Jam 72 Jam

(P1) Ekstrak serai wangi 50% 12,50a 63,75a 100,00

(P2) Campuran ekstrak serai wangi 40%+

Daun sukun 10% 18,75a 86,25bc 100,00

(P3) Campuran ekstrak serai wangi 30%+

Daun sukun 20% 8,75a 81,25b 100,00

(P4) Campuran ekstrak serai wangi 20%+

Daun sukun 30% 23,75a 88,75bc 100,00

(P5) Campuran ekstrak serai wangi 10%+

Daun sukun 40% 51,25b 96,25bc 100,00

(P6) Ekstrak daun sukun 50% 77,50b 97,50c 100,00

(12)

J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol. 3, No. 1, Pebruari 2022, pp. 161-168 e-ISSN 2722-6069

165

Berdasarkan hasil pengamatan menunjukan bahwa persentase mortalitas keong mas lebih cepat pada perlakuan 6 yaitu ekstrak daun sukun dengan konsentrasi 50% mortalitasnya sebesar 77,50% (24 jam setelah aplikasi) dan 97,50% (48 jam setelah aplikasi) yang berbeda sangat nyata pada perlakuan lainnya. Hal ini disebabkan karena pada daun sukun mengandung sejumlah senyawa kimia berupa kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, fenolik dan saponin (Rumouw, 2017). Senyawa alkaloid dan flavonoid dapat bertindak sebagai racun perut. Senyawa flavonoid dan saponin dapat menimbulkan kelayuan pada saraf serta kerusakan selama satu minggu, sehingga mengakibatkan keong mas tidak dapat bernapas dan akhirnya mati (Nadeak dan Siregar, 2019). Senyawa tanin bersifat antifeedant, rasa pahit dari tanin diduga menyebabkan keong tidak mau makan (Javandira et al., 2016).

Mortalitas keong mas tertinggi pada aplikasi campuran yaitu pada konsentrasi campuran serai wangi 10% dan daun sukun 40% yaitu sebesar 51,25% (24 jam setelah aplikasi) dan 96,25% (48 jam setelah aplikasi). Hal ini membuktikan bahwa campuran kedua ekstrak ini bersifat sinergis dibandingkan perlakuan tunggal, tetapi apabila diperlakuan tunggal ekstrak serai wangi lebih rendah mortalitasnya dibandingkan dengan ekstrak daun sukun secara tunggal. Senyawa aktif terbesar pada serai wangi yaitu senyawa sitronella yang berfungsi sebagai antifeedant yang dapat mengurangi nafsu makan. Senyawa sitronella dan geraniol yang ada pada serai wangi bersifat sebagai racun kontak dan racun saraf. Saraf yang terganggu akan mempengaruhi keseimbangan ion-ion yang ada dalam sel saraf sehingga menyebabkan kematian (Rahhutami, 2017). Pada serai wangi juga mengandung alkaloid, saponin, tanin, steroid, polifenol dan flavonoid (Kawengian et al., 2017).

Hasil pengamatan ekstrak tunggal serai wangi menghasilkan persentase mortalitas terendah sebesar 12,50% untuk waktu uji 24 jam, dan sebesar 63,75% untuk waktu uji 48 jam setelah aplikasi.

Hal ini diduga karena kandungan senyawa serai wangi yang paling besar adalah sitronela yaitu sebesar 35% dan sifatnya non polar. Sedangkan saponin, tanin dan flavonoid sifatnya polar (Septiana dan Asnani, 2012). Senyawa-senyawa polar mudah larut dalam air, sedangkan senyawa non polar tidak larut dalam air. Berdasarkan prinsip ekstraksi bahwa penarikan suatu senyawa didasarkan pada kepolarannya, pelarut non polar seperti etanol dapat menarik senyawa-senyawa baik polar atau nonpolar seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan minyak atsiri. Pemilihan pelarut yang tepat dapat meningkatkan efisiensi ekstraksi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pelarut diantaranya adalah selektivitas, toksisitas, kepolaran, kemudahan untuk diuapkan, dan harga (Akbar, 2010). Kandungan senyawa aktif pada serai wangi termasuk jenis senyawa yang non polar, sehingga sebaiknya untuk ekstraksi serai wangi menggunakan pelarut yang non polar. Akan tetapi dalam penelitian ini jika menggunakan pelarut non polar dan diaplikasikan dalam bidang pertanian membutuhkan pelarut yang jumlahnya sangat banyak dan pasti akan membutuhkan biaya yang sangat besar juga nantinya.

Pada pengamatan 72 jam jumlah mortalitas keong mas yaitu sebanyak 100% dari semua perlakuan. Hal ini disebabkan senyawa aktif dari campuran ekstrak serai wangi dan daun sukun telah terserap kedalam tubuh keong mas dan terjadi racun kontak. Racun kontak ditandai dengan keong mas yang semula aktif menjadi bergerak lambat, berhenti makan, mengeluarkan lendir dan buih dari tubuhnya, serta cangkang dan operculumnya sangat tipis dan transparan, hal ini dikarenakan keong mas belum berkembang secara sempurna sehingga mudah ditembus oleh ekstrak (Kusumaningtyas et al., 2020). Hal ini sependapat dengan Djojosumarto (2000) bahwa suatu bahan pestisida akan menjadi sangat berbahaya bila diformulasikan dalam bentuk cair. Racun yang terkandung dalam ekstrak serai wangi dan daun sukun dapat cepat terserap melalui permukaan kulit, sehingga menyebabkan kelumpuhan sistem saraf dan menyebabkan kematian dengan cepat.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut.

(13)

166

1. Ekstrak yang berpengaruh terhadap mortalitas keong mas merupakan ekstrak tunggal yaitu ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis (Park.)Fosberg).

2. Konsentrasi ekstrak yang paling berpengaruh terhadap mortalitas keong mas yang tertinggi terdapat pada perlakuan ekstrak tunggal yaitu ekstrak daun sukun 50% rata-rata mortalitasnya sebesar 97,50% diikuti pada perlakuan campuran ekstrak serai wangi 10% dan daun sukun 40%

rata-rata mortalitasnya sebesar 96,25%.

REKOMENDASI

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, perlu disampaikan rekomendasi sebagai berikut :

1. Daun sukun dapat digunakan sebagai moluskisida alami dengan konsentrasi sebesar 50%.

2. Penggunaan ekstrak ini sebaiknya dilakukan pengujian juga untuk hewan uji yang lain.

3. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan campuran ekstrak tanaman yang berbeda dengan memiliki sifat polaritas yang sama terhadap mortalitas keong mas dengan parameter persentase penghambat makanan dan pengamatan intensitas kerusakan tanaman.

4. Penelitian ini bisa diaplikasikan dalam pembelajaran biologi SMA kelas XII pada materi Bioteknologi.

DAFTAR PUSTAKA

Akbar, Hendra Rizki. 2010. Isolasi dan Identifikasi Golongan Flavonoid Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans) Berpotensi Sebagai Antioksidan. Bogor: IPB.

Arcani, N. L. K. S., Sudarmaja, I. M., dan Swastika, I. K. (2017). Efektifitas Ekstrak Etanol Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.) Sebagai Larvasida Aedes Aegypti. E-Jurnal Medika Udayana, 6(1), 1–

4.

Budiyono, S. (2006). Teknik Mengendalikan Keong Mas pada Tanaman Padi. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 2(2), 128–133.

Farisa, A., Sayuthi, M., dan Rusdy, A. (2018). Uji Konsentrasi Dan Lama Perendaman Ekstrak Buah Mahkota Dewa Sebagai Molusisida Nabati Terhadap Mortalitas Hama Keong Mas (Pomacea canaliculata L). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 3(4), 113–124.

Iskarlia, G. R., Rahmawati, L., dan Chasanah, U. (2014). Fungisida Nabati Dari Tanaman Serai Wangi (Cymbopogon nardus) Untuk Menghambat Pertumbuhan Jamur pada Batang Karet (Hevea brasillensis mueli, Arg). Jurnal Sains Dan Terapan Politeknik Hasnur, 3(1), 1–8.

Javandira, C., Widnyana, I. K., dan Suryadarmawan, I. G. A. (2016). Kajian Fitokimia Dan Potensi Ekstrak Daun Tanaman Mimba (Azadirachta indica A. Juss) Sebagai Pestisida Nabati. Jurnal Seminar Nasional, 11, 402–406.

Kawengian, S. A. F., Wuisan, J., dan Leman, M. A. (2017). Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Serai (Cymbopogon citratus L) terhadap Pertumbuhan Streptococcus mutans. Jurnal E-GIGI, 5(1), 7–

11.

Kusumaningtyas, V. A., Amisa, D., Sujono,H., Budiman, S., Sukrido., Yuliana, T., Melina, M., Syah, Y., Juliawaty, L., Setiawati, T., dan Rosdiana, E. (2019). Moluskisida Kombinasi

(14)

J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol. 3, No. 1, Pebruari 2022, pp. 161-168 e-ISSN 2722-6069

167

Mikroenkapsulasi Daun Kacang Babi, Daun Serai Wangi, dan Kitosan sebagai Pembasmi Keong Mas pada Tanaman Padi Valentina. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 2(2), 122–128.

Parmithi, N., dan Lindayani, N. P. (2019). Uji Efektivitas Ekstrak Serai (Andropogon nardus ) dan Daun Mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai Moluskisida Alami terhadap Mortalitas Hama Keong Mas (Pomaceae canaliculata L .). Jurnal Edukasi Matematika dan Sains 8(2), 222–228.

Putra, S., dan Zein, S. (2016). Pengaruh Variasi Konsentrasi Ekstrak Serai (Andropogon nardus) Terhadap Mortalitas Hama Keong Mas (Pomacea caniculata L.). Jurnal Pendidikan Biologi, 7(1), 10–15.

Putra, S.R., dan Hasjim, S. (2019). Efektivitas Moluskisida Berbahan Aktif Niklosamida terhadap Hama Keong Mas (Pomacea canaliculata L.) On Rice Crops. Jurnal Bioindustri, 1(2), 98 – 109.

Rahhutami, R. (2017). Uji Efektivitas Ekstrak Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus L) Terhadap Mortalitas Rayap. Jurnal Citra Widya Edukasi, 9(3), 275–280.

Rumouw, D. (2017). Identifikasi dan Analisis Kandungan Fitokimia Tumbuhan Alam Berkhasiat Obat yang Dimanfaatkan Masyarakat sekitar Kawasan Hutan Lindung Sahedaruman. Jurnal LPPM Bidang Sains Dan Teknologi, 4(2), hal. 53-66.

Rusli, R., Martinius, dan Marsuki, D. (2019). Efektivitas Ekstrak Beberapa Tumbuhan untuk Pengendalian Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck) pada Tanaman Padi Sawah. Jurnal Proteksi Tanaman, 3(1), 1–9.

Satiyarti, R. B., Yana, Y., dan Fatimatuzzahra, F. (2019). Penggunaan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) sebagai Ovisida Keong Mas (Pomacea canaliculata L.). Jurnal Al-Kimiya, 6(1), 32–35.

Septiana, A.T., dan Asnani, A. (2012). Kajian Sifat Fisikokimia Ekstrak Rumput Laut Coklat Sargassum duplicatum menggunakan berbagai pelarut dan metode ekstraksi. Jurnal AGROINTEK, 6(1), 22 -28.

Tuhuteru, S., Mahanani, A. U., dan Rumbiak, R. E. Y. (2019). Pembuatan Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Sayuran Di Distrik Siepkosi Kabupaten Jayawijaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 25(3), 135–143.

Sari, D. E., dan Bakhtiar. (2021). Bioaktivitas Ekstrak Calotropis gigantea terhadap Pomacea canaliculata L. Jurnal Biologi Makasar, 6(1), 83–90.

Makkiah, Salaki, C. L., dan Assa, B. (2020). Efektivitas Ekstrak Serai Wangi (Cymbopogon nardus L) sebagai Larvasida Nyamuk Aedes aegypti . Jurnal Bios Logos, 10(1), 1–6.

Nadeak, V., dan Siregar, A. Z. (2019). Penggunaan Atraktan Daun Talas Dengan Variasi Pestisida Nabati Terhadap Populasi Keong Mas (Mollusca : Ampullariidae) Pada Padi di Sumatera Utara.

Jurnal Agroteknologi, 9(2), 6–11.

(15)

168

Wicaksono, T. B., Hasjim, S., dan Haryadi, N. T. (2019). Pemanfaatan Daun Kipahit (Tithonia diversifolia) Sebagai Alternatif Pengendalian Hama Keong Mas (Pomacea canaliculata L.) Pada Tanaman Padi. Jurnal Bioindustri, 02(01), 399–412.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Tabel 2 terlihat ekstrak yang memberi pengaruh paling besar terhadap mortalitas Spodoptera litura F adalah ekstrak daun jeruk purut dari pada ekstrak daun

Hasil penelitian pemberian pupuk Gandasil D dan Growmore dengan konsentrasi yang berbeda tidak mempengaruhi jumlah daun, sedangkan untuk lebar dan panjang daun

pelajaran IPA di Sekolah berdasarkan data temuan serta hasil analisis peneliti menunjukan bahwa adanya peningkatan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran

Penelitian ini bertujuan mengetahui komponen kimia yang terkandung dalam ekstrak kombinasi daun sirsak dengan buah mengkudu, sifat fisikokimia ekstrak kombinasi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecenderungan kerusakan ekstrak daun asam (Tamarindus indica L) pada suhu yang berbeda selama waktu penyimpanan,

Pemberian perasan daun pepaya disetiap konsentrasi tidak berbeda nyata.Rata-rata peningkatan kadar hemoglobin tertinggi terdapat pada perlakuan kontrol pembanding

kemangi.Kelompok uji yang kedua terdiri dari 4 kelompok dengan konsentrasi ekstrak daun kemangi yaitu konsentrasi 20, 30, 40 dan 50%.Adapun perangkat yang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun manggis memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri E.coli, rata-rata zona hambat ekstrak daun manggis