• Tidak ada hasil yang ditemukan

di Jalan Hayam Wuruk Tanjung Karang Timur)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "di Jalan Hayam Wuruk Tanjung Karang Timur)"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Pertanyaan Penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang telah diteliti sebelumnya, maka pertanyaan penelitiannya berbunyi: “Bagaimana kualitas bahan baku pada produksi sambal buatan sendiri yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk Tanjung Karang Timur ditinjau dari etika bisnis Islam.

Penelitian Relevan

Selain itu, menurut pemasok bahan baku onggok singkong pada industri sambal rumahan di Jalan Hayam Wuruk Tanjung Karang Timur. Analisis Kualitas Bahan Baku Produksi Pada Industri Saus Homemade Di Jalan Hayam Wuruk Tanjung Karang Timur Dilihat Dari Etika Bisnis Islam.

LANDASAN TEORI

Pengertian Bahan Baku

Ketika seorang produsen akan memproduksi suatu barang atau jasa, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah bahan bakunya. Jika bahan baku tersedia dengan baik maka produksi akan berjalan dengan lancar, sebaliknya akan menghambat kemajuan produksi.

Jenis-Jenis Bahan Baku

Bahan Baku Saus

Produksi

  • Pengertian Produksi
  • Faktor-faktor Produksi
  • Tujuan Produksi
  • Prinsip-prinsip Produksi

Yang dimaksud dengan mashlahah dalam produksi adalah keuntungan dan keberkahan, sehingga produsen akan menentukan kombinasi keberkahan dan keuntungan yang akan memberikan mashlahah yang paling besar. Faktor produksi adalah segala sesuatu yang dibutuhkan dalam produksi barang dan jasa. Tenaga kerja merupakan faktor produksi yang diakui dalam setiap sistem perekonomian apapun kecenderungan ideologinya.

Tujuan produksi adalah untuk menciptakan kemaslahatan atau kesejahteraan perseorangan (Self-interest) dan kesejahteraan kolektif (social interest). anak-anaknya dan keluarganya 23 Tujuan lain dari produksi adalah untuk mewujudkan kemandirian (ekonomi) masyarakat 24. Menurut Chapra, tujuan produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar setiap individu dan menjamin bahwa setiap orang mempunyai standar. Bahan baku pembuatan sambal pada dasarnya berasal dari tomat atau cabai, namun dapat diganti dengan buah-buahan yang mempunyai ciri khas berwarna merah jambu-merah seperti buah pepaya yang daging buahnya tebal dan berwarna merah cerah.

Saus tomat adalah produk yang dibuat dari campuran puree tomat atau puree tomat atau padatan tomat yang diperoleh dari buah tomat matang, diolah dengan bumbu, atau tanpa penambahan bahan pangan lain dan bahan tambahan pangan yang diperbolehkan. Saus tomat merupakan pasta cair kental yang terbuat dari daging buah yang berwarna indah (biasanya merah), memiliki aroma dan rasa yang menggugah selera.

Etika Bisnis Islam

  • Pengertian Etika Bisnis Islam
  • Konsep Etika Bisnis Islam
  • Prinsip-Prinsip Etika Bisnis Islam
  • Larangan Dalam Etika Bisnis Islam

Industri saus rumahan ini didirikan oleh Bapak. Andi yang berada di Jalan Hayam Wuruk Rt. Lokasi Industri Rumah Saus di Jalan Hayam Wuruk Tanjung Karang Timur terletak di Desa Damai Kecamatan Tanjung Karang Timur. Sekilas tentang home industri saos di Jalan Hayam Wuruk Tanjung Karang Timur Wuruk Tanjung Karang Timur.

Industri saus rumahan setiap hari memproduksi saus yang membutuhkan sekitar 25 kg (tomat) yang digunakan sebagai bahan baku saus. Tinjauan Etika Bisnis Islam Terhadap Kualitas Bahan Baku Produksi Pada Industri Saus Rumah Tangga di Jalan Hayam Wuruk Tanjung Produksi Industri Saus Rumah Tangga di Jalan Hayam Wuruk Tanjung Karang Timur. Dalam hal ini produksi sambal merupakan usaha yang dipilih oleh pemilik industri rumahan sambal di Jalan Hayam Wuruk Tanjung Karang Timur, hal ini sesuai dengan prinsip etika bisnis Islam.

Berdasarkan hasil penjelasan di atas, maka dimungkinkan untuk menjelaskan kualitas bahan baku pada produksi industri saus buatan sendiri. Sehingga para produsen industri sambal dalam negeri di Jalan Hayam Wuruk Tanjung Karang Timur belum sepenuhnya menerapkan prinsip etika bisnis Islam.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian

Penelitian lapangan atau penelitian lapangan pada hakikatnya adalah suatu metode untuk mengidentifikasi peristiwa-peristiwa konkrit dan nyata yang terjadi pada suatu waktu atau waktu di masyarakat. Dalam penelitian lapangan ini, sumber data primer diperoleh langsung dari konsumen pengguna kosmetik wardah dan konsumen pengguna kosmetik non-wardah kalangan mahasiswa program sarjana Ekonomi Islam. Untuk mendukung sumber data primer, diperlukan juga literatur yang diperoleh dengan cara mengkaji dan mempelajari dokumen, buku, hasil penelitian berupa laporan dan lain-lain yang berkaitan dengan perilaku konsumen dan kualitas produk.

Sifat penelitian

Dalam hal ini peneliti menjelaskan tentang perilaku konsumen terhadap merek kosmetik di program studi Ekonomi Islam Student Spot angkatan 2012.

Sumber data

Selain itu, industri saus rumahan di Jalan Hayam Wuruk, Tanjung Karang Timur berkembang pesat karena belum banyak produsen saus yang memproduksi saus, dan karena permintaan konsumen yang semakin meningkat. Singkong onggok yang digunakan dalam produksi sambal di industri saus rumah menggunakan onggok singkong varietas kering dan basah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti industri saus rumahan di Jalan Hayam Wuruk, Tanjung Karang Timur, ditemukan bahwa dalam pembuatan sausnya digunakan onggok singkong atau ampas singkong yang ternyata tidak menggunakan bahan baku tomat dan cabai.

Salah satu informan yaitu (pegawai) industri saus dalam negeri mengatakan bahwa bahan baku yang digunakan dalam produksi saus adalah produsen singkong sebagai bahan baku utama dalam produksi saus tomat. Kejadian mengenai kualitas bahan baku yang digunakan menunjukkan bahwa norma kebenaran dan keadilan belum sepenuhnya diterapkan pada industri saus buatan sendiri di Jalan Hayam Wuruk Tanjung Karang. Pembuatan saus dan pembuatan komposisi kemasan yang tidak sesuai dengan keadaan produksi sebenarnya dilakukan oleh produsen pada industri saus buatan sendiri di Jalan Hayam Wuruk Tanjung Karang Timur.

Salah satu informan, Ibu Tati (pegawai) industri saus buatan sendiri, mengatakan bahwa produsen mencantumkan merek saus tomat pada kemasannya, padahal bahan baku yang digunakan adalah singkong. Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, peneliti menyimpulkan bahwa etika bisnis Islam pada industri saus buatan sendiri di Jalan Hayam Wuruk Tanjung Karang Timur belum sepenuhnya diterapkan, produsen belum sepenuhnya memperhatikan kualitas bahan baku. bahan yang digunakan dalam produksi.

Tekhnik pengumpulan dan pencatatan data

Tekhnik analisis data

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Sejarah Berdirinya Industri Saus Rumahan

Sehingga hal ini memotivasi pemilik untuk mendirikan usaha industri sambal rumahan. Di Tanjung Karang Timur masih jarang yang memiliki industri sambal dalam negeri. Proses produksi pabrik saus pada industri saus rumahan juga masih menggunakan alat-alat tradisional dalam proses produksinya. Seiring dengan meningkatnya produksi saus ini selama dua tahun berikutnya, industri saus buatan sendiri mulai berkembang pesat dan begitu pula dengan produksi yang dihasilkan.

Karena berkembangnya produksi saus, maka Pak Andi selaku pemilik industri saus rumahan membuat beberapa variasi kemasan, dan saus tersebut kemudian diberi merek “Saus Tomat Cap Ayam Jago”2. Industri saus rumahan ini hanya dikelola oleh Pak Andi sendiri dan istrinya dengan dibantu oleh 2 orang anaknya yang hanya mampu memproduksi saus dengan volume penjualan yang kecil. Berkat kegigihan Pak Andi, industri sambal rumahan semakin berkembang dan kini mempekerjakan tujuh orang, lebih banyak di ranah laki-laki dibandingkan di ranah perempuan.

Pekerjaan karyawan di industri saus buatan sendiri dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu produksi, pengemasan dan pemasaran. Pada sektor produksi jumlah pekerjanya adalah 2 orang laki-laki, pada bagian pengemasan terdapat 2 orang perempuan, sedangkan pada bagian pemasaran terdapat 3 orang laki-laki.

Letak Geografis Lokasi Industri Saus Rumahan

Pemilihan lokasi ini strategis dan menguntungkan dari segi transportasi, kemudahan memperoleh bahan baku dan hasil produksi (pemasaran) serta komunikasi dengan lingkungan eksternal, karena terletak di pinggir jalan raya, sangat baik dan menguntungkan. Bahan baku yang dibutuhkan industri mudah didapat dan dijangkau, sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Hal ini memudahkan konsumen untuk menemukan atau menghubungi industri sehingga penjualan produk dapat berjalan dengan lancar.

Lokasi industri saos rumah tangga berada di pinggir jalan utama, sehingga memudahkan industri dalam menyediakan sarana transportasi.

Gambaran Umum Tentang Industri Saus Rumahan

Bahan baku yang dibutuhkan untuk pembuatan kecap adalah singkong ongok, tomat dan cabai yang kurang baik untuk dikonsumsi. Bahan Baku Singkong yang dijadikan bahan dasar pembuatan sambal ini Dalam pembuatan saos industri untuk sambal rumahan memerlukan produksi singkong sekitar 50 kg setiap harinya, belum ditambah dengan bahan tambahan lainnya seperti tomat, pepaya. , gula pasir, garam, air cuka. Singkong onggok basah dipesan oleh industri sambal rumahan jika jenis singkong kering sulit ditemukan karena musim hujan dan harganya mahal.

Dalam sehari, industri saos rumahan dapat memproduksi sebanyak 150 bungkus per hari dengan ukuran dan volume kemasan yang berbeda-beda. Produsen mencantumkan label saus tomat pada kemasannya, padahal bahan baku dominannya adalah singkong singkong. Faktanya, bahan baku yang digunakan untuk membuat saus tomat, singkong, cabai, dan tomat kualitasnya buruk, sehingga tidak sesuai dengan komposisi pada kemasan saus tomat.

Untuk memasarkan produknya, industri saos rumahan merupakan industri lokal sehingga sebagian besar produknya dipasarkan di lokasi industri. Tinjauan Etika Bisnis Islam Terhadap Mutu Bahan Baku Produksi Pada Industri Saus Rumahan di Jalan Hayam Wuruk Tanjung.

Tinjauan Etika Bisnis Islam Terhadap Kualitas Bahan Baku

Industri saos rumahan selama ini berproduksi sesuai dengan syariat Islam yaitu tidak menjual atau memproduksi barang-barang yang diharamkan dalam Islam, namun industri saos rumahan berproduksi dengan menggunakan bahan baku yang tidak layak untuk dikonsumsi manusia. Industri saus rumahan ini menghasilkan saus tomat, dimana saus tomat termasuk bahan yang halal, industri saus rumahan memproduksi saus tomat ini dengan menggunakan singkong singkong sebagai bahan baku pembuatan sausnya. Produsen belum mengutamakan kualitas bahan baku yang digunakan dalam produksinya demi memperoleh keuntungan (profit) yang besar, produsen tidak memperhatikan kualitas bahan baku yang digunakan.

Prinsip ini mempunyai arti bahwa produsen harus lebih bertanggung jawab dalam penggunaan kualitas bahan baku yang harus digunakan. Mereka selalu berusaha untuk mengalihkan bahan baku yang digunakan dalam produksi kecap kepada konsumen dengan berbagai cara untuk membuat komposisi yang tidak sesuai dengan komposisi yang tercantum dalam situasi nyata. Hal ini terlihat dari kualitas bahan baku yang digunakan dalam produksi sambal yang digunakan untuk membuat sambal singkong singkong untuk konsumsi dan adanya unsur penipuan pada komposisi kemasan yang dibuat oleh produsen.

Komposisi yang tertera pada kemasan tidak sesuai dengan kenyataan pada saat bahan diproduksi, sehingga konsumen tidak mengetahui kualitas bahan baku sebenarnya yang digunakan dalam pembuatan saus tomat “cap ayam ayam”. Produsen hendaknya lebih memperhatikan kualitas bahan baku yang digunakan dalam produksi dan tidak memberikan kemasan palsu pada komposisinya guna memaksimalkan keuntungan.

PENUTUP

Saran

Jangan hanya melihat isi kemasan dan harga murahnya saja, tapi perhatikan juga kualitas barang yang akan dibeli.

Referensi

Dokumen terkait

Standar Operasional Prosedur Peraturan Hukum dan SOP tentang Siskeudes adalah salah satu perangkat penting untuk dapat juga menerapkan Siskeudes yang dapat dijadikan sebagai dasar