SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar
Bebas
101
0
0
Teks penuh
(2) MOTTO DAN PERSEMBAHAN. “Kegagalan merupakan langkah awal menuju sukses, tetapi sukses sesungguhnya merupakan jalan tak berketentuan menuju puncak sukses”.. ***Persembahan….. “Kupersembahkan karyaku ini untuk orang-orang yang aku cintai dan sayangi. Allah Swt, Ayah, ibu, saudaraku, teman-teman seperjuanganku dan orang terkasihku yang tidak hentihentinya memberikan dorongan dan semangat serta doanya demi kesuksesan”.. ix.
(3) HALAMAN PENGESAIIAN Skripsi atas nama .Asmirawanti, I\.IM 105380227911 diterima dan .i<jrhkan oleh Panitia Ujian Skripsi berdasarkan Surat Keputusan Rektor lliversitas Muhammadiyah Makassar Nomor: 090 Tahun 1437 11/2015 M, S<t'agai salah satu syarat guna memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada ,'.irusan Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas \iuhammadiyah Makassar, Yudisium pada hari sabtu tanggal 14 November 2015.. 07 Safar 1437 H Makassar, 19 November 2015. M. PANITIA UJIAN ). Pengawas Urnum. &5{.dfiwffi?{liib, M.Pd:. Ketua. Dr. H.Jmffiukri,Syamsuri M.Hum. (. Sekretaris ,. Penguji. .._.. '.--*.,,{,*^. ). t.. Khaetlfirl1. ,. S.Pd., M.Pd.. i' Hj. Roslaeny Babo,. M.Si.. 1.. @.. ). Tasrif:;{Sb, S.Pd., M.Pd.. 4. Sulfasyah, M.A.,. J.-. ( (. Ph.D.. (. M.Si.. (. 4. Dr. Jaelen Usman,. Mengetahui. DekanFKIP Muha ffOniversitas. Ketua Jurusan. rr^sgffi. Y. "$[BIl{s951829.
(4) PERSE,TUJUAN PEMBIMBING. Skripsi : Komersialisasi Pendidikan (Studi Kasus Anak Putus. Sekolah di. Kelurahan Pabiringan Kecamatan Binamo Kabupaten Jeneponto).. Nma. : Asmirawanti. MM. :14fi80227911. ,urrsatr. : Pendidikan Sosiologi. :. -<;ltas. : Keguruan dan Ilmu Pendidikan. s-::lah diteliti dan diperiksa ulang, skripsi ini telah memenuhi syarat untuk :.:ertanggung jawabkan di depan tim penguji skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu !. e. n d i d i kan. Universitas Muhammadiyah Makassar.. Makassar, l9 November 2015 Disahkan oleh:. Dekan FKIP. r#,m. Ketua Jurusan. ifah. kassar.
(5) KATA PENGANTAR. Segala puji dan rasa syukur hanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala. pencipta alam semesta kita panjatkan kehadirat-Nya, semoga salawat dan salam senantiasa tercurah pada Rasulullah Muhammad salalahu’alaihi’wasalam, beserta Keluarga, Sahabat dan orang-orang yang senantiasa istiqamah untuk mencari Ridho-Nya hingga di akhir zaman. Skripsi dengan judul “Komersialisasi Pendidikan (Studi Kasus Anak Putus Sekolah di Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto ) diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Berbekal dari kekuatan dan ijin dari Allah subahanawata’ala semata, maka penulisan skripsi ini dapat terselesaikan meski dalam bentuk yang sangat sederhana. tidak sedikit hambatan dan rintangan yang penulis hadapi, akan tetapi penulis sangat menyadari sepenuhnya bahwa tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Oleh sebab itu hanya dari pertolongan Allah subahanawata’ala, yang hadir lewat uluran tangan serta dukungan dari berbagai pihak. Karenanya, penulis menghaturkan terima kasih yang tiada terhingga atas segala bantuan modal dan spritual yang diberikan dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa selama menjadi mahasiswi Jurusan Sosiologi FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar. 2014/2015 hingga sekarang ini,. telah banyak memperoleh bantuan moril maupun materil dari semua pihak hingga. viii.
(6) studi penulis dapat selesai. Oleh karena itu ucapan terima kasih dan penghargaan yang teristimewa dengan segenap cinta dan hormat ananda haturkan kepada Ayahanda Ma’gau dan Ibunda Agustina atas pengorbanan, doa, cinta dan kasih sayang, yang tak pernah terputus tercurah sejak penulis berada dalam kandungan, detik ini hingga kapanpun. kakakku tersayang atas dukungan yang diberikan kepada penulis selama ini dengan caranya sendiri. Berkat semua itu penulis mampu mengarungi hidup dengan penuh semangat, dan harapan untuk mencapai masa depan. Ucapan terima kasih dan penghargaan khusus yang sebesar-besarnya kepada Ibu Sulfahsyah,M.A.,Ph.D dan Bapak Jamaluddin Arifin,S.Pd.M.Pd, selaku pembimbing I dan pembimbing II yang telah meluangkan banyak waktunya dalam memberikan bimbingan, motivasi, arahan dan semangat kepada penulis, sejak pengusulan judul, penyusunan proposal dan sampai pada penyelesaian dalam menyusun skripsi ini. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada : (1) Dr. H. Irwan Akib, M.Pd, selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.(2) Bapak Dr. A. Sukri Syamsuri, M. Hum, selaku. Dekan. FKIP. Dr.H.Nursalam,M.Si. Universitas. Muhammadiyah. Makassar,(3). dan Muhammad Akhir S.Pd,M.Pd, selaku Ketua dan. Sekertaris Jurusan Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar.(4). Dosen. Jurusan. Pendidikan. Sosiologi. FKIP. Universitas. Muhammadiyah Makassar yang telah mengajar dan mendidik mulai dari semester awal hingga penulis menyelesaikan studinya di perguruan tinggi ini.(5) Rekan-. ix.
(7) rekan seperjuangan mahasiswa sosiologi ”11” serta rekan-rekan yang tak sempat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih atas segala bantuan dan kebersamaannya selama ini.(6) Sahabat-sahabatku The Sweety Ijha,Anti,Ita dan orang terkasihku Ismail yang selama ini telah menoreh kenangan yang terbingkai indah dalam hidup penulis, semoga rasa yang telah kita bagi selama ini akan tetap terpatri dalam hati untuk bekal dalam memaknai ciri hidup dan kehidupan.(7) Teman-temanku di pondok Aspuri Brimob yang selama ini membantu dan memberi semangat kepada penulis selama ini. Akhirnya kepada Allah SWT jualah penulis memohon, semoga pihak yang telah ikut membantu dalam upaya penyusunan skripsi ini diberikan pahala yang setimpal .Amin. Billahi Taufiq Walhidayah Wassalamu Alaikum Wr. Wb. Makassar, Penulis;. x. Oktober 2015.
(8) ABSTRAK Asmirawanti 2015. Komersialisasi Pendidikan (Studi Kasus Anak Putus Sekolah di Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto). Dibimbing oleh Sulfahsyah dan Jamaluddin Arifin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk komersialisasi pendidikan di Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto dan mengetahui dampak komersialisasi pendidikan terhadap anak putus sekolah di Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, yang berupaya untuk menyelidiki suatu fenomena sosial yang terdapat dalam lingkungan kelurahan Pabiringa kecamatan binamu kabupaten jeneponto. Informan dalam penelitian ini terdiri dari anak putus sekolah dan para pendidik. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah secara kualitatif deskriptif. Analisis ini dilakukan dengan cara menyusun dan mereduksi data, mendisplay data yang dikumpulkan dari berbagai pihak dan kemudian memberikan verifikasi untuk disimpulkan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Bentuk Komersialisasi pendidikan yang terjadi yaitu biaya pendidikan mahal, banyaknya pungutan-pungutan lembaga pendidikan, perdagangan di dunia pendidikan. Dampak yang ditimbulkan yaitu dampak positif beban pemerintah membiayai pendidikan semakin berkurang, lembaga pendidikan semakin kompetitif sehingga meningkatkan fasilitas dan mutu pendidikan, sedangkan dampak negatifnya yaitu pendidikan semakin mahal, pendidikan sebagai ladang bisnis. Kata kunci : Penelitian sosial budaya,Komersialisasi pendidikan,pendidikan mahal.. ix.
(9) DAFTAR ISI. Halaman HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i. LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................ ii. PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................................. iii. SURAT PERNYATAAN ................................................................................ iv. SURAT PERJANJIAN ................................................................................... v. MOTTO DAN PERSEMBAHAN.................................................................. vi. ABSTRAK ....................................................................................................... vii. KATA PENGANTAR..................................................................................... viii. DAFTAR ISI.................................................................................................... xi. DAFTAR TABEL ........................................................................................... xiii. DAFTAR GAMBAR....................................................................................... xiv. DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xv. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ................................................................................ 1. B. Rumusan Masalah ........................................................................... 5. C. Tujuan penelitian............................................................................. 6. D. Manfaat Penelitian .......................................................................... 6. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori ...................................................................................... 8. 1. Konsep tentang Pendidikan ........................................................ 8. xi.
(10) 2. Konsep tentang komersialisasi Pendidikan ................................ 20. 3. Teori kapitalisme ........................................................................ 27. B. Kerangka Konseptual ............................................................................ 30. C. Deskripsi operasional ............................................................................ 33. BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis penelitian ...................................................................................... 35. B. Lokasi dan subjek penelitian................................................................. 35. C. Fokus Penelitian .................................................................................... 35. D. Instrument penelitian............................................................................. 35. E. Informan penelitian ............................................................................... 36. F. Sumber Data.......................................................................................... 36. G. Teknik pengumpulan data ..................................................................... 37. H. Tehnik analisis data............................................................................... 38. I. Keabsahan data...................................................................................... 38. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ..................................................................................... 40. B. Pembahasan........................................................................................... 61. BAB V PENUTUP A. Kesimpulan............................................................................................ 70. B. Saran...................................................................................................... 72. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP xii.
(11) DAFTAR TABEL. Tabel Halaman 4.1 Profil Informan menurut Tingkat Umur .................................................... 45. 4.2 Profil Informan menurut Tingkat Pendidikan ........................................... 45. xiii.
(12) DAFTAR GAMBAR. Gambar Halaman 2.1. Gambar Kerangka Pikir.............................................................................. xiv. 30.
(13) DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran 1. Pedoman Wawancara 2. Daftar Informan 3. Permohonan judul skripsi 4. Kartu control bimbingan skripsi 5. Kartu kontrol bimbingan proposal 6. Persetujuan Pembimbing 7. Berita acara ujian proposal 8. Surat keterangan perbaikan ujian proposal 9. Kartu kontrol pelaksanaan penelitian 10. Berita acara ujian skripsi 11. Surat LP3M 12. Surat BKPMD 13. Surat izin penelitian BAPPEDA 14. Surat Keterangan Penelitian 15. Dokumentasi 16. Daftar riwayat hidup. xv.
(14) BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan kebutuhan penting bagi setiap manusia untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara yang berkualitas sesuai dengan cita-cita yang tercantum dalam pembukaan UUD. 1945.. Adanya. pendidikan. dimaksudkan. untuk. mengembangkan. kehidupandan taraf hidup seorang individu agar menjadi lebih baik, serta memiliki harkat dan martabat yang tinggi sebagai manusia. Pendidikan adalah instrumen penting bagi setiap bangsa untuk meningkatkan daya saing dalam peraturan politik, ekonomi, hukum, budaya serta pertahanan pada tata kehidupan masyarakat dunia secara global sehingga menyebabkan perubahan gaya hidup. Melalui proses pendidikan, diharapkan terciptanya manusia Indonesia yang utuh, unggul, memiliki visi misi jauh ke depan, ingin maju dan berkembangsehingga siap menanggung resiko, mempunyai wawasan luas, mampu menerapkan ide-ide secara optimal, mampu berkomunikasi, berkoordinasi dengan orang lain serta mempunyai semangat kewirausahaan dalam menghadapi era globalisasi yang semakin menguat. Pendidikan selain sebagai suatu pembentuk watak atau kepribadian juga mempersiapkan sumber daya manusia yang handal serta dapat dipertanggung jawabkan. Pendidikan berpengaruh terhadap kehidupan suatu bangsa untuk masuk dan memperoleh dampak-dampak yang ditimbulkan arus globalisasi tersebut. Dampak yang ditimbulkan arus globalisasi tersebut telah melanda di bidang. 1.
(15) 2. kehidupan masyarakat bangsa Indonesia pada khususnya, baik bidang sosial, politik, ekonomi, budaya bahkan dalam bidang pendidikan Pendidikan di saat ini telah terjebak dalam arus kapitalisasi yang dalam istilah lain bernama komersialisasi pendidikan.Adanya biaya pendidikan yang tidak murah berakibat pada banyaknya anak yang berasal dari kelas ekonomi bawah sulit mendapatkan akses pendidikan yang lebih bermutu. Sekolah kemudian menerapkan aturan seperti pasar yang berimplikasi pada visiologis pendidikan yang salah. Keberhasilan pendidikan hanya didasari pada besarnya jumlah lulusan sekolah yang dapat diserap oleh sektor industri. Pendidikan semacam ini tidak untuk menjadikan manusia-manusia melek sosial, padahal sebetulnya tujuan pendidikan untuk mengembangkan intelektual yang ada pada siswa (Andrias Harefa, 2005: 151). Dunia pendidikan Indonesia saat ini dianggap belum dapat mencapai titik keberhasilan yang diharapkan bersama. Permasalahan yang dihadapi oleh dunia pendidikan Indonesia begitu banyak dan rumit sehingga solusi yang dilakukan untuk keluar dari permasalahan tersebut tidaklah mudah. Permasalahan yang tidak kalah penting yaitu menyangkut masalah biaya pendidikan saat ini yang semakin mahal. Setiap jenjang pendidikan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, bahkan untuk tingkat sekolah dasar biaya pendidikan yang harus dikeluarkan hampir mendekati atau bahkan jauh lebih mahal daripada sekolah lanjutan sehingga menyaingi biaya pendidikan untuk perguruan tinggi. Banyak pungutan-pungutan yang ditarik oleh sekolah sehingga biaya yang dikeluarkan oleh peserta didik semakin banyak dan mahal setiap tahunnya.. ..
(16) 3. Mahalnya biaya pendidikan tidak hanya terjadi di dunia perguruan tinggi, tetapi juga di sekolah dasar sampai sekolah menengah keatas. Walaupun sekarang sekolah sudah mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tetapi hal tersebut masih belum mencukupi biaya pendidikan khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu. Hal ini disebabkan karena banyaknya pungutan-pungutan selain pungutan wajib seperti Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan setiap bulan maupun uang bangunan. Pungutan-pungutan tersebut beraneka ragam mulai dari pungutan buku-buku pelajaran yang dijual oleh pihak pendidik, seragam sekolah pada awal masuk sekolah, iuran untuk kegiatan-kegiatan sekolah (pentas seni, peringatan hari besar nasional maupun keagamaan), praktek-praktek di dalam maupun di lapangan (di luar sekolah atau kampus). Biaya sekolah saat ini sudah mulai ikut menentukan siapa yang akan sekolah dan kemana arah pendidikan khususnya masyarakat Indonesia hendak melangkah. Tanpa adanya uang tidak mungkin seorang anak yang kurang mampu dapat menikmati pendidikan sekolah. Uang sangat berperan dalam kehidupan manusia yang paling dasar. Selain itu, uang juga menjadi value atau nilai yang semakin dominan dalam pandangan dunia pendidikan Indonesia saat ini. Dengan demikian, baik dan buruk pengaruh masuknya uang pungutan melalui Komite Sekolah ke lembaga pendidikan atau sekolah membuktikan bahwa adanya komersialisasi sekolah, dengan salah satu cirinya adalah pungutan dari anak menjadi pekerjaan sekolah. Akibatnya banyak orangtua sebagai bagian dari masyarakat Kelurahan Pabiringa yang mempunyai anak sekolah membuat. ..
(17) 4. kalkulasi biaya sekolah anak dan uang yang akan didapat sesudah anak tersebut selesai lulus dari sekolah. Pandangan ini juga secara tidak langsung menempatkan anak bukan sebagai subjek yang dididik, tetapi sebagai asset dalam dunia pendidikan terutama sekolah. Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu yang merupakan salah satu kecamatan yang memiliki penduduk terbanyak di Kabupaten Jeneponto. Semestinya, masyarakat dan Pemerintahannya mampu melakukan perubahan yang membuat kemajuan untuk daerah Kabupaten Jeneponto khususnya bidang pendidikan agar tidak terjadi lagi putus sekolah dan agar pemerataan pendidikan dilakukan dengan baik oleh pihak-pihak pendidik. Pendidikan di Indonesia masih merupakan investasi yang mahal sehingga diperlukan perencanaan keuangan serta persiapan dana pendidikan sejak dini. Masyarakat Kelurahan Pabiringa yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap dunia pendidikan, sehingga harus memiliki perencanaan keuangan sejak awal, agar pendidikan anak terus berlanjut dan tidak putus sekolah. Akibat tanggung jawab orang tua sangat berat terhadap pendidikan untuk membiayai anak sejak lahir sampai menginjak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sesuai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia, setiap warga negara berhak mendapatkan dan mengikuti pendidikan dasar, maka pemerintah wajib membiayainya. Hal ini tercantum dalam undang-undang sistem pendidikan nasional atau biasa disebut dengan Sisdiknas yang menyebutkan bahwa “setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu”. Setiap warga negara yang berusia tujuh tahun sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan. ..
(18) 5. dasar dan pemerintah wajib memberikan bantuan pembiayaan, layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Dari latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk meneliti masalah tersebut dengan judul “Komersialisasi Pendidikan(studi kasus tentang anak putus sekolah di Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu kabupaten Jeneponto )”. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat mengubah pemikiran pihak-pihak yang berhubungan dengan dunia pendidikan dalam pengelolaan sebuah lembaga pendidikan yang lebih dalam. Dunia pendidikan sebagai suatu sistem yang saling terkait satu dengan yang lainnya diperlukan solusi cerdas dalam menyelesaikan persoalan komersialisasi pendidikan serta bentuknya karena telah meresahkan masyarakat. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan adalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah bentuk komersialisasi pendidikan di Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto? 2.. Bagaimana dampak komersialisasi pendidikan terhadap anak putus sekolah di kelurahan Pabiringa Kecamatan binamu Kabupaten Jeneponto?. C. Tujuan Penelitian Dari uraian latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah “. ..
(19) 6. 1. Untuk mengetahui bentuk komersialisasi pendidikan di Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. 2. Mengetahui dampak adanya komersialisasi pendidikan. saat ini bagi. masyarakat di Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten jeneponto? D. Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian Komersialisasi Pendidikan (studi fenomenologis tentang anak putus sekolah) ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Manfaat Teoritis Sebagai pembanding antara teori yang didapat dari bangku perkuliahan dengan fakta yang dilapangan. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan dibidang penelitian yang sejenis. 2. Manfaat Praktis a. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi para pengamat atau pihak yang berhubungan dengan dunia pendidikan untuk mengetahui realitas yang terjadi dalam pendidikan di era globalisasi ini. b. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi lembaga di Bidang Pendidikan untuk meninjau kembali keadaan dunia pendidikan saat ini. c. Hasil penelitian dapat menambah informasi atau keterangan tentang bagaimana bentuk komersialisasi pendidikan yang terjadi khususnya di dalam masyarakat Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto.. ..
(20) BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Landasan Teori Penelitian dilaksanakan untuk menerangkan suatu fenomena social sehingga memerlukan sebuah kajian pustaka. Dari kajian pustaka terdapat teori yang dapat digunakan sebagai pedoman bagi peneliti untuk mengungkapkan permasalahan dan mencoba menjawab permasalahan yang ada dalam penelitian. Sehingga fungsi utama suatu teori adalah memberi landasan penjelasan untuk melakukan prediksi. Adapun teori yang relevan dengan penelitian yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. Tinjauan tentang Pendidikan a. Pengertian Pendidikan Pendidikan merupakan proses yang melekat pada setiap kehidupan bersama dan berjalan sepanjang hayat dalam kehidupan manusia. Pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman, baik dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, yang sengaja dan dilembagakan untuk menghasilkan kesinambungan sosial”. Dengan pendidikan diharapkan seorang individu menjadi lebih siap dalam menghadapi dan beradaptasi dengan lingkungan sosial. Pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia muda, yaitu suatu pengangkatan manusia muda ke tahap insan sehingga dapat menjalankan hidupnya. sebagai. manusia. utuh. dan. membudayakan”.. Proses. memanusiakan manusia dalam pendidikan dianggap sebagai rangkaian. 1.
(21) 2. proses pemberdayaan potensi dan kompetensi individu untuk menjadi manusia berdaya yang berkualitas sepanjang hayat. Pendidikan mampu mengangkat kehidupan manusia ke dalam kelas sosial yang lebih tinggi seperti yang diungkapkan oleh Clark yang menyatakan bahwa pendidikan dapat dipergunakan untuk membantu penduduk dalam meningkatkan taraf hidupnya ke tingkat yang lebih tinggi melalui usaha mereka sendiri (Ravik Karsidi, 2005: 185). Selain itu, dalam pasal 1 Undang-undang No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, disebutkan definisi pendidikan diartikan sebagai berikut: “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian dir, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya,masyarakat, bangsa dan Negara”. Dari pemahaman tentang definisi pendidikan di atas dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa pendidikan adalah sebuah kegiatan yang melekat pada setiap kehidupan bersama atau dalam bahasa politik disebut dengan negara bangsa. Pendidikan adalah usaha yang sadar dilakukan orang dewasa untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan, baik dewasa jasmani maupun rohani yang mampu berdiri sendiri dibawah hidup bermasyarakat dan bertanggung jawab terhadap kehidupan masyarakat bangsa dan negara. Sehingga, peserta didik secara aktif dapat. ..
(22) 3. mengembangkan. potensi. diri. untuk. memiliki. kekuatan. spiritual. keagamaan, emosional, pengendalian diri, b.Konsep Manajemen Pendidikan Pendidikan dalam millennium ketiga perlu dikonstruksi , karena terdapat perubahan-perubahan sosial yang mengubah kehidupan bersama manusia.. Dapat. mempengaruhi. di. identifikasikan, tiga. kehidupan. manusia. perubahan. , yaitu. demokratisasi dan kemajuan teknologi.. yang. proses. sangat. globalisasi,. Keseluruhan perubahan-. perubahan besar tersebut mempengaruhi proses pendidikan. Di dalam era global saat ini terjadi proses globalisasi yang menyatukan kehidupan umat manusia. Tentu saja proses tersebut akan mengubah tingkah laku manusia, lembaga-lembaga sosialnya, serta hubungan-hubungan antarmanusia lainnya. Dengan demikian proses pendidikan yang dahulunya terbatas dalam lingkungan keluarga atau didalam masyarakat lokal maupun nasional, kini berubah perspektif pandangannya,yaitu ditambah dengan membentuk warga negara global. Pendidikan menuntut manajemen baru, sementara itu manajemen pendidikan. bukan. lagi. berarti. administrasi. pendidikan. dalam. pengertiannya yang sempit, tetapi pendidikan perlu diletakkan di dalam suatu tatanan perubahan social, politik, ekonomi dan kebudayaan baru. Di dalam suatu stakeholders society di mana masyarakat merupakan merupakan salah satu pemegang hak maka tujuan lembaga-. ..
(23) 4. lembaga pendidikan harus pula menampung yang diinginkan oleh masyarakat dan bukan hanya menampung yang diinginkan ol eh birokrasi. Di dalam kaitan ini perlu ada lembaga atau struktur organisasi di dalam lembaga-lembaga pendidikan dimana masyarakat ikut serta berpartisipasi. Partisispasi masyarakat bukan hanya di dalam menanam investasu dalam pendidikan berupa SPP, pajak dan sebagainya tetapi juga ikut sera di dalam merencanakan kurikulum pendidikan, evaluasi psendidikan serta hal-hal yang menyangkut proses belajar. Dengan demikian, tujuan manajemen pendidikan yang menampung semua unsure pemilik penddidikan itu harus dapat dirumuskan dengan baik agar tujuan pendidikan, yaitu kualitas pendidikan yang tinggi dapat dicapai.. c. The Stakeholder Society dan Manajemen Pendidikan Manajemen pendidikan di Indonesia selama ini merupakan suatu bentuk manajemen yang monolog dan satu arah. Penyelenggaraan pendidikan mengikuti pola-pola terstruktur dan ditentukan dari atas, diatur oleh berbagai petunjuk pelaksanaan, bahkan sampai kepada petunjukpetunjuk teknis di lapangan. Dengan sendirinya, Manajemen yang demikian tidak memberikan ruangan kepada daya kreatifitas, dari para pengelolanya. Manajemen. pendidikan. adalah. penerapan. prinsip-prinsip. manajemen dalam pengelola praksis pendidikan agar efektif dan efisen sehingga organisasi pendidikan menghasilkan output yang bermutu. Pengertian yang sederhana ini , apabila kita implementasikan di dalam. ..
(24) 5. manajemen tradisional saat ini, maka tampak betapa tertinggalnya manajemen pendidikan nasional. Memang manajemen pendidikan nasional yang berlaku itu merupakan gambaran atau penjabaran dari manajemen kehidupan politik dan berbangsa selama ini. Cara-cara yang otoriter, sentralistik, dan tidak memberikan ruangan bagi kemungkinan adanya alternative-alternatif yang lain, sehingga cara-cara pengelolaan berjalan secara tradisional tanpa perubahan. Pendidikan tidak terlepas dari perubahan social di dalam masyarakat demokratis. Hal ini berarti bahwa pendidikan dilahirkan sebagai bagian dari kehidupan sosial dan oleh sebab, kehidupan sosial tersebut merupakan suatu realitas yang dinamis, maka pendidikan itupun haruslah dinamis sifatnya. Pendidikan yang dinamis adalah hasil dari manajemen yang dinamis pula. Dengan sendirinya manajemen pendidikan yang monolog, satu arah, birokratis, tidak ada tempatnya di dalam suatu masyarakat yang dinamis. Masyarakat demokratis harus mempunyai akses terhadap pendidikannya, berarti masyarakat harus dapat menentukan arah, mengontrol, dan mengevaluasi proses pendidikan yang dimilikinya. Pendidikan adalah kepunyaan masyarakat dan bukan kepunyaan birokrasi juga bukan kepunyaan penguasa. d. Fungsi pendidikan bagi masyarakat Menurut undang-undang nomor 20 tahun 2003 pasal 2 bahwa : pendidikan. nasional. berfungsi. mengembangkan. kemampuan. dan. membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka. ..
(25) 6. mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Jadi menurut uraian diatas fungsi pendidikan untuk masyarakat dalam lingkungan Negara antara lain mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Fungsi pendidikan menurut Broon dalam Pidarta ( 2000 : 171 ) adalah: 1) Transmisi budaya, 2) Meningkatkan integrasi sosial atau masyarakat 3) Mengadakan seleksi dan alokasi tenaga kerja melalui pendidikan itu sendiri 4) Mengembangkan kepribadian Manfaat pendidikan bagi masyarakat menurut pidarta ( 2000:172 ) adalah sebagai berikut : 1) Pendidikan sebagai transmisi dan pelestarian budaya 2) Sekolah sebagi pusat budaya bagi masyarakat sekitarnya 3) Sekolah mengembangkan kepribadian anak disamping keluarga anak itu sendiri. 4) Pendidikan membuat orang menjadi warga Negara yang baik, tahu akan hak dan kewajibannya.. ..
(26) 7. 5) Pendidikan meningkatkan integrasi sosial atau kemampuan bermasyarakat. 6) Pendidikan meningkatkan kemampuan menganalisis secara kritis , melalui pelajaran ilmu, teknologi, dan kesenian. 7) Sekolah meningkatkan alat kontrol sosial dengan memberi pendidikan agama dan budi pekerti 8) Sekolah membantu memecahkan masalah-masalah sosial 9) Pendidikan adalah sebagai perubahan sosial melalui kebudayaankebudayaan yang baru . 10). Pendidikan berfungsi sebagai seleksi dan alokasi tenaga. kerja. 11). Pendidikan. dapat. memodifikasi. heararki. ekonomi. masyarakat. e. Hakikat Pendidikan dan Proses Pendidikan Hakikat pendidikan adalah memanusiakan manusia. Memanusiakan manusia atau proses humanisasi melihat sebagai suatu keseluruhan di dalam eksistensinya. Seperti yang telah di uraikan, eksistensi manusia ditentukan. oleh. relasi. moralnya. terhadap. empat. hakikat. kehidupannya, atau terhadap hak asasi manusia yang mempunyai implikasi kewajiban-kewajiban tertentu sehubungan dengan relasi eksistensialnya tersebut. Proses. pendidikan. sebagai. humanisme. menunjukkan,bahwa. pendidikan bukanlah suatu yang telah tertentu ( given ), tetapi merupakan. ..
(27) 8. suatu aksi yang berkelanjutan. Proses pendidikan merupakan suatu kesatuan dari aksi refleksi-aksi. Inilah cirri khas dari pendidikan sebagai ilmu praksis. Proses humanisme tidak berjalan secara linier atau sebabakibat, tetapi meminta suatu perenungan atau refleksi terhadap aksi-aksi yang. telah. dilaksanakan. Proses. aksi-refleksi-aksi. berarti. proses. pendidikan bukanlah suatu proses indoktrinasi. Dalam proses indoktrinasi ,hubungan moral tidak akan terjadi. Hubungan moral hanya terjadi dalam hubungan interaktif atau lebih dari itu, terjadi dalam hubungan eksistensial. Dalam proses indoktrinasi maka yang terjadi adalah relasi satu arah , yaitu dari atas ke bawah , sehingga tidak dibutuhkan adanya refleksi.Sebaliknya , di dalam proses humanisasi terjadi relasi ekstensial antara subjek yang saling isi-mengisi dalam proses refleksi. Menurut H.A.R Tilaar dan Riant Nugroho (2008 : 26-38) ada beberapa rumusan tentang hakikat pendidikan yaitu : 1) Pendidikan sebagai Pengembangan Kepribadian Proses pendidikan sebagai pengembangan kepribadian mencakup upaya yang sangat luas. Ada banyak teori tentang kepribadian, struktur, pengembangan maupun tujuan sehingga proses pendidikan sebagai pengembangan kepribadian mencakup berbagai upaya luas mampu kehilangan fokusnya. Setiap masyarakat mengharapkan partisipasi dari hasil pendidikan terhadap masing-masing pribadi sesuai dengan bakat dan kemampuannya untuk mengembangkan kepribadian dalam pengertian etis agar mampu berpartisipasi memberikan sesuatu yang berharga untuk. ..
(28) 9. masyarakat. Menurut Riant Nugroho bahwa “pengembangan kepribadian tersebut sesuai dengan bakat yang dimiliki agar dapat menyumbangkan kemampuannya secara optimal untuk diri sendiri maupun masyarakat bangsanya” (2008 : 29). Pengembangan kepribadian bukan hanya terbatas pada perkembangan kepribadian dalam arti personal, tetapi perkembangan kepribadian yang menyangkut aspek-aspek personal dan sosial. 2) Pendidikan sebagai Pengembangan Akhlak Mulia serta Religius Menurut Ravik Karsidi (2007 : 47 ) bahwa “lembaga pendidikan sebagai lembaga mempunyai tujuan untuk pengembangan seluruh aspek pribadi peserta didik termasuk aspek religius dan akhlak mulia dengan pengenalan. serta. perwujudan. nilai-nilai. etis. dalam. kehidupan. seseorang”. Pengembangan religius dan akhlak mulia menempati tempat yang khusus dalam pendidikan nasional. Sehingga dapat dibedakan antara pendidikan religius dan pendidikan budi pekerti. Pendidikan religius sangat erat kaitannya dengan pendidikan agama tertentu, sedangkan pendidikan budi pekerti sifatnya lebih umum berkaitan dengan nilai-nilai universal dari manusia yang beradab. Tugas pendidikan adalah untuk mengembangkan pribadi yang bersusila dan beradab sebagai anggota masyarakat, Masyarakat etnisnya, masyarakat bangsanya yang bhinneka serta sebagai anggota bagian dari masyarakat manusia yang beradab.. ..
(29) 10. 3)Pendidikan. sebagai. Pengembangan. Warga. Negara. yang. Bertanggung jawab Setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban masingmasing termasuk dalam bidang pendidikan. Seperti yang disebutkan dalam UUD 1945 Pasal 31 ayat (1) secara tegas disebutkan bahwa “Tiap-tiap warga negara negara berhak mendapat pengajaran”. Berdasarkan isi pasal tersebut jelas bahwa hak setiap warga negara Indonesia untuk memperoleh pendidikan sudah dijamin oleh hukum yang pasti dan bersifat mengikat. Artinya, tidak ada pihak yang merintangi atau menghalangi maksud seseorang untuk belajar dan mendapatkan pengajaran. Negara melindungi dan memfasilitasi perkembangan individu sepenuhnya sehingga hal tersebut menjadi tanggung jawab negara. Setiap warga negara juga mempunyai. tanggungjawab. untuk. memelihara. ketertiban. dalam. masyarakat agar negara dapat melaksanakan fungsinya dalam melindungi serta. memfasilitasi. perkembangan. warga. negaranya. termasuk. penyelenggaraan pendidikan yang dibutuhkan oleh warga anggotanya. Warga negara tidak hanya memperoleh fasilitas dari negara, tetapi juga diperbolehkan dan harus menuntut negara untuk melindungi hak-hak asasi kemanusiaannya.. Sehingga. setiap. warga. negara. Indonesia. juga. mempunyai kewajiban untuk menjadi warga negara yang baik dengan memenuhi berbagai kewajiban untuk negara seperti membayar pajak tepat waktu, patuh terhadap Undang-Undang, menghormati simbol-simbol negara sebagai kesepakatan bersama di dalam hidup bersama dalam. ..
(30) 11. masyarakat bangsa. Selain itu, sebagai warga negara yang baik dituntut kewajiban untuk membela negaranya, menjaga citra bangsa atau identitas bangsa serta memberikan sumbangan bagi keharuman nama bangsanya. 4) Pendidikan untuk Mempersiapkan Pekerja-pekerja yang Terampil dan Produktif Perkembangan industri yang pesat di dunia bisnis untuk mencari keuntungan (profit) telah melahirkan perusahaan-perusahaan raksasa dunia yang multinasional. Akibatnya perubahan budaya global komersialistis juga merambah ke dunia pendidikan. Marx dalam Nurani Soyomukti (2010 : 319) menyatakan bahwa “pendidikan memberikan respons tuntutan terhadap pekerja-pekerja yang diminta oleh perkembangan industri”. Idealisme pendidikan dasar hingga perguruan tinggi mulai meredup dan disesuaikan dengan tujuan pragmatis dari lembaga-lembaga pendidikan. Pendidikan telah menjadi identik dengan pelatihan sehingga pendidikan dikuasai dengan falsafah pragmatisme. Menurut pandangan tersebut, pendidikan manusia diciptakan untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil, agar dapat hidup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dari hasil bekerja. Workaholic merupakan sosok yang ideal dalam masyarakat modern. Manusia dilahirkan bukan untuk bekerja, tetapi bekerja untuk hidup. Bekerja merupakan pengabdian terhadap kehidupan yang lebih baik dan bukan budak dari eksistensi manusia itu sendiri. Sehingga, pekerjaan menjadi sesuatu yang penting karena mampu menyumbangkan segala kemampuan, talenta, kreativitas untuk. .. mengembangkan diri dan.
(31) 12. kemaslahatan orang banyak. Pekerjaan bukan menjadi tujuan akhir kehidupan manusia, tetapi sarana perwujudan kemanusiaan setiap manusia. Masing-masing individu manusia dikaruniai bakat untuk mewujudkan kemanusiaan yang baik untuk diri sendiri dan sesamanya. Manusia. yang. merdeka. adalah. manusia. yang. mengembangkan. keberadaannya melalui pekerjaan yang dimiliki sehingga mampu mengabdikan. diri. dalam. kehidupan. pribadinya. sebagai. anggota. masyarakat yang berguna dan bertanggungjawab. 5) Pendidikan sebagai Pengembangan Pribadi Paripurna atau Seutuhnya Pengertian paripurna atau seutuhnya merupakan istilah politik bukan istilah yang mengandung nilai-nilai saintifik. Manusia bukanlah makhluk yang sempurna, tetapi dikaruniai bakat yang berbeda-beda. Pendidikan bertujuan untuk membentuk atau mengembangkan pribadi manusia yang utuh sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Pengembangan kepribadian manusia seutuhnya adalah lebih tepat apabila dikatakan “pengembangan pribadi sebagaimana adanya”. Keberadaan manusia adalah keberadaan dalam keragaman sehingga pengembangan kepribadian manusia dalam keragamannya berarti menitikberatkan pada kreativitas manusia dan bertanggung jawab terhadap kehidupannya. Pendidikan manusia seutuhnya atau pendidikan kepribadian paripurna mengasumsikan adanya perbedaan dalam keragaman manusia yang berkembang utuh sesuai kemampuannya masing-masing. Dari hakikat. ..
(32) 13. pendidikan yang dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa hakikat pendidikan terjadi di dalam kehidupan manusia, karena manusia adalah makhluk yang dididik atau dapat dididik dan yang mendidik sesamanya. Jadi pendidikan sebagai pengembangan pribadi manusia paripurna adalah mempunyai hakekat pelaksanaan kebijakan pendidikan yang melibatkan seluruh unsur pendidikan untuk membawa anak didik yang berbeda-beda tersebut dapat berkembang secara utuh sebagai manusia yang berbudaya dan bermoral yang berkarakter cerdas dan kuat. 2. Tinjauan tentang Komersialisasi Pendidikan a. Pengertian Komersialisasi Pendidikan Komersialisasi. pendidikan. mempunyai. makna. dalam. memperdagangkan pendidikan, menurut kamus kata komersial atau commercialize berarti memperdagangkan. Dikemukakan oleh Milton Friedman dan Frederik Van Hayek dalam Agus Wibowo (2008 : 115) bahwa “ komersialisasi pendidikan merupakan keadaan pendidikan yang berpegang pada masyarakat industri dan selera pasar (market society)”. Selain itu, juga diungkapkan oleh Habibie dalam Darmaningtyas (2005: 257), bahwa “ komersialisasi pendidikan telah mengantarkan pendidikan sebagai instrument untuk melahirkan buruh-buruh bagi sektor industri, bukan sebagai proses pencerdasan dan pendewasaan masyarakat”. Adanya komersialisasi pendidikan telah menggambarkan keadaan pendidikan saat ini bahwa pendidikan lebih mengarah kepada praktik pendidikan layaknya lembaga penghasil mesin yang siap mem-supplay pasar industri dan. ..
(33) 14. diukur secara ekonomis.. Sedangkan menurut pendapat Giroux dalam. Agus Wibowo (2008 : 115), “ adanya komersialisasi pendidikan telah mengubah institusi pendidikan yang berbasis efisiensi ekonomis menjadi perusahaan. penyedia. elite. masyarakat. dan. kuli. kerja”.. Akibat. komersialisasi pendidikan inilah, banyak lembaga pendidikan yang kemudian menganut paradigma pendidikan yang bersifat ekonomis. Banyak lembaga pendidikan yang akhirnya gagal mengimplikasikan bahwa proses pembelajaran menjadi salah satu pilar utama dalam humanisasi hidup manusia. Komersialisasi pendidikan secara tidak langsung juga telah menciptakan jurang pemisah antara pihak yang mempunyai modal dan pihak yang mempunyai sedikit modal. Dengan demikian, dari pengertian komersialisasi pendidikan menurut para ahli di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa komersialisasi pendidikan merupakan suatu keadaan atau situasi di dunia pendidikan yang lebih mengutamakan paradigma pendidikan dalam hal ekonomis (keuntungan) sehingga pengukuran keberhasilan pendidikan dalam proses humanisasi tidak tercapai. Akibatnya individu yang berasal dari kelas sosial rendah tidak mempunyai kesempatan untuk memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas seperti individu yang yang berasal dari kelas sosial atas. Selain istilah komersialisasi pendidikan yang dikemukakan oleh para ahli di atas, komersialisasi pendidikan menurut Agus Wibowo (2008 : 111) juga mengacu pada dua pengertian yang berbeda bahwa :. ..
(34) 15. 1) komersialisasi hanya mengacu pada lembaga pendidikan dengan program pendidikan serta perlengkapan yang serba mahal. Selain itu, komersialisasi pendidikan juga mengacu pada lembaga-lembaga pendidikan yang hanya mementingkan penarikan uang pendaftaran dan uang sekolah saja, tetapi mengabaikan kewajiban yang harus diberikan kepada siswa. 2) Komersialisasi pendidikan yang mengacu pada lembaga pendidikan dengan program pembiayaan sangat mahal. Pada pengertian ini, pendidikan hanya dapat dinikmati oleh sekelompok masyarakat ekonomi kuat, sehingga lembaga tersebut tidak dapat disebut dengan istilah. komersialisasi. karena. mereka. memang. tidak. memperdagangkan pendidikan, tetapi uang pembayaran sekolah sangat mahal. Pemungutan biaya tinggi hanya untuk memfasilitasi jasa pendidikan serta menyediakan infrastruktur pendidikan bermutu, seperti menyediakan fasilitas teknologi informasi, laboratorium dan perpustakaan yang baik serta memberikan kepada para guru atau dosen gaji menurut standar. Sedangkan untuk sisa anggaran yang diperoleh,. digunakan. untuk. menanamkan. kembali. bentuk. infrastruktur pendidikan. Komersialisasi pendidikan jenis ini tidak akan mengancam idealisme pendidikan nasional atau idealisme Pancasila, tetapi dapat menimbulkan diskriminasi dalam pendidikan nasional.. ..
(35) 16. 3) Komersialisasi pendidikan yang mengacu pada lembaga-lembaga pendidikan yang hanya mementingkan uang pendaftaran dan uang kuliah,. tetapi. mengabaikan. kewajiban-kewajiban. pendidikan.. Komersialisasi pendidikan ini biasa dilakukan oleh lembaga atau sekolah-sekolah yang menjanjikan pelayanan pendidikan, tetapi tidak sepadan dengan uang yang pungut. Berikut beberapa alasan penyebab terjadinya komersialisasi pendidikan yaitu: a) Swastanisasi pendidikan sebagai bagian dari liberalisme yang semakin. mengglobal dan menyentuh berbagai bidang pendidikan.. Menurut Ritzer (2005: 564-565), privatisasi pendidikan adalah konsekuensi logis dari “Mc Donalsasi Masyarakat” (McDonaldizatin Of. Society). yang. menjunjung. prinsip. kuantifikasi, efisiensi,. terprediksi dan teknologisasi dalam setiap sendi kehidupan. Seperti halnya barang-barang konsumsi, pendidikan tidak lagi dipandang sebagai public good, tetapi private good yang tidak lagi harus disediakan oleh pemerintah secara missal untuk menjamin harga murah. b) Pemerintah kurang atau tidak memiliki dana yang cukup untuk membiayai sektor pendidikan. Sebagai contoh mengalami kesulitan dana akibat krisis ekonomi. Keadaan tersebut dapat menjadi sebuah kebenaran, tetapi dapat juga menjadi sebuah kebohongan. Artinya,. ..
(36) 17. pemerintah bukan dikatakan tidak mampu, tetapi tidak memiliki visi untuk berinvestasi di bidang pendidikan. c) Pemerintah tidak mampu mengelola pendidikan sebagai sektor public dengan baik. Sehingga lembaga pendidikan menjadi tidak efisien (mahal dan tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan), tidak kompetitif (tidak termotivasi untuk bersaing meningkatkan mutu) dan tidak berkembang sebab swastanisasi merupakan cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan. d) Lembaga pendidikan kurang memiliki kreativitas dan inovasi dalam melakukan “fund raising”, sehingga hanya mengandalkan siswa dan orangtua sebagai target utama perolehan dana. Menurut Marx, pendidikan sebagai bagian dari kehidupam masyarakat mempunyai peran penting dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia untuk mencapai kecakapan hidup serta media sosialisasi dalam masyarakat. Namun, peran pendidikan juga mempunyai keterkaitan dengan masalah ekonomi bahkan menjadi faktor yang tidak dapat ditinggalkan dalam proses tercapainya pendidikan yang berkualitas. Sistem pendidikan nasional dalam praktiknya masih jauh dari yang diharapkan. Bahkan kecenderungan dunia pendidikan saat ini yang banyak terjebak ke arah komersialisasi bahwa pendidikan sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan. Pendidikan mahal di Indonesia juga masih jauh dari mutu, sehingga menimbulkan adanya komersialisasi di dunia pendidikan”. Fakta di lapangan juga memperlihatkan bahwa banyak. ..
(37) 18. lembaga-lembaga pendidikan tinggi maupun sekolah dengan status yang kurang jelas tumbuh subur terutama di kota besar bahkan merambah ke kota kecil. Lembaga-lembaga tersebut lebih mementingkan keuntungan daripada mutu sehingga dapat membunuh idealisme pendidikan Indonesia. Selain itu, muncul juga sekolah dengan program dan perlengkapan yang serba mahal mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai pada tingkat perguruan tinggi yang hanya dinikmati oleh masyarakat golongan ekonomi mapan. Dalam pemikiran Marx, keadaan ini merupakan hubungan produksi kelas dominan yang cenderung mempunyai kesempatan untuk menguasai alat produksi dan melanggengkan kekuasaan penindasan. Hal ini jelas adanya bahwa lembaga atau sekolah-sekolah tersebut sebagai penguasa (kelas kapitalis) yang kemudian akan mengambil tenaga buruh demi. kepentingannya. yang. tidak. lain. adalah. masyarakat. yang. menyekolahkan anaknya terutama bagi yang kurang mampu. Fenomena dan fakta pendidikan di atas merupakan suatu masalah yang lambat laun secara politik bakal menumbuh suburkan culture capitalism maupun ideology neoliberilsm di lembaga pendidikan khususnya di Indonesia dengan modus klasik “komersialisasi pendidikan”. Sehingga berakibat pada menurunnya mutu pendidikan nasional serta merusak budaya bangsa tanpa menghiraukan nilai-nilai moral bahkan dari segi sosial pendidikan mahal tidak mengangkat strata sosial masyarakat yang kurang mampu. Hal inilah yang kemudian membuat Karl Marx yakin bahwa basis bagi pendidikan adalah perkembangan ekonomi sebagai cara. ..
(38) 19. manusia untuk menghadapi alam untuk memenuhi kehidupan dan mengembangkannya. Dalam perubahan masyarakat inilah yang kemudian memuculkan kelas-kelas yaitu kelas tuan yang memegang kekuasaan untuk mengendalikan dan menindas kelas budak. Monopoli terhadap alatalat produksi, tenaga produksi (productive force) berupa sumber-sumber material yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sebab terjadinya eksploitasi msyarakat oleh pihak yang menguasai. Pendidikan menjadi hal yang eksklusif dan jauh dari masyarakat umum bahkan hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu (elit penguasa). Kemudian berkembang lagi bahwa pendidikan mulai bergeser perannya bukan untuk memperoleh pengetahuan, tetapi menjadi sarana untuk menyebarkan hegemoni kekuasaan agar penindasan yang dilakukan menjadi hal yang biasa tanpa perlawanan. Masyarakat kemudian diorganisir dengan ditentukan oleh hubungan ekonomi penindasan. Hubungan sosial dibangun untuk mematenkan tatanan bahwa sedikit orang yang berkuasa sedangkan kebanyakan orang mengalami kemiskinan. Dalam masyarakat inilah kemudian pendidikan dijadikan cara untuk mendukung masyarakat berkelas tersebut. Hal ini dapat dilihat dari proses komersialisasi pendidikan Indonesia yang dapat dilihat dan dipahami dalam dua pengertian. Pertama, pendidikan yang dijadikan layaknya industri yang menghasilkan uang dan keuntungan yang berlipat-lipat. Kedua, sistem pendidikan yang diformat sedemikan rupa (oleh skenario kapitalisme) untuk menyiapkan peserta didik agar mampu beradaptasi. ..
(39) 20. dengan dunia industri-kapitalis. Sedangkan Peter Mc.Laren juga mengatakan bahwa dalam dunia kapitalisme, sekolah adalah bagian dari industri, sebab sekolah adalah penyedia tenaga kerja atau buruh bagi industri. Sekolah sebagai bagian dari pendidikan telah terbukti bahwa pendidikan telah terpengaruh kuat oleh mekanisme industry dan bisnis, sehingga sekolah menjadi instrumen produksi ekonomi. Bahkan tanpa adanya paksaan, kurikulum pendidikan juga ikut terpengaruh, misal dalam hal menentukan ilmu pengetahuan yang perlu dipelajari oleh peserta didik harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri. Akibatnya terciptalah kurikulum yang sepenuhnya berwatak kapitalistik. Indikator lain terbukti bahwa hanya sedikit jam pelajar yang menyediakan jam untuk ilmu-ilmu humaniora dan moral dibandingkan dengan pelajaran lainnya. 3.. Konsep tentang kapitalisme Kapitalisme sebagaimana ditekankan oleh Marx adalah suatu system produksi komoditi.Didalam system kapitalis para pemproduksi tidak sekedar menghasilkan bagi keperluannya sendiri,atau untuk kebutuhan individu-individu yang mempunyai kontak pribadi dengan mereka,Kapitalisme melibatkan pasar pertukaran ( exchange market ) yang menyangkut nasional atau bahkan seringkali yang mencakup dunia internasional. Kapital memperlihatkan secara terperinci bahwa kapitalisme seperti halnya dengan kasus masyarakat yang mendahuluinya di dalam. ..
(40) 21. sejarah Eropa Barat, adalah suatu system yang tidak stabil dan tak mungkin dihindarkan-dibangun di atas antagonism, yang hanya bisa ditanggulangi dengan perubahan-perubahan yang secara bertahap akan menghancurkannya. Proses. perkembangan. kapitalisme. melahirkan. perubahan-perubahan social yang objektif. Kesadaran diri dari proletariat meluas secara progresif di samping pengikis posisi pengusaha kapitalis melalui sentralisasi dan konsentrasi modal. Gabungan dari keadaankeadaan di atas memungkinkan tercapainya suatu masyarakat sosialis. Kaum kapitalis liberal menganggap bahwa kebebasan untuk mencari nafkah bagi setiap orang akan mewujudkan keadilan sosial dalam masyarakat. Orang yang miskin dianggap kesalahannya sendiri karena malas dan bodoh. Kenyataannya semakin hari semakin banyak orang yang miskin meskipun banyak sekolah dibuka dan semua orang mempunyai kesempatan untuk sekolah. Orang yang telah berpendidikan tinggi tidak dijamin mendapat penghasilan banyak, masih banyak faktor lain yang menentukan rejeki orang. Semakin maju pertumbuhan ekonomi semakin besar jurang antara yang kaya dan miskin. Pendapatan rata-rata per kapita setiap tahun naik, namun semakin banyak jumlah orang miskin, yang kaya semakin kaya (Schumacher, 1979: 75). Teori Kapitalisme Liberal yang dikemukakan oleh Adam Smith hasilnya berbeda dengan dalam praktiknya. Orang yang miskin bukan hanya orang bodoh dan malas. Orang yang pendai dan berpendidikan tinggi banyak yang menjadi orang miskin karena tidak mendapat pekerjaan. ..
(41) 22. atau bekerja dengan upah rendah. Robert Kiyosaki menceritakan bahwa ayah kandungnya seorang Doktor dengan kedudukan tinggi saat kematiannya meninggalkan warisan hutang. Dalam sistem Kapitalisme Liberal hanya orang yang kuat, yaitu kuat hatinya, kuat mentalnya, kuat jaringannya, serta kuat modalnya dapat menjadi kaya. Dalam masyarakat berlaku seleksi sosial, yang kuat yang menang. Ketidak-adilan dalam bidang ekonomi sangat tampak dalam masyarakat kapitalisme liberal. Untuk menutupi ketimpangan ini negara menarik pajak besar kepada para kapitalis dan memberi santunan kepada mereka yang menganggur dan miskin. Kompensasi seperti ini dianggap sudah cukup untuk menutupi keslahan sistem Kapitalisme Liberal. Karl Marx. dan. pengikutnya. mengkritik. sistem. ini. dan. berusaha. mengantikannya dengan sistem Sosialisme yang dianggapnya lebih adil. Namun, dalam kenyataannya, negara-negara yang menganut sistem Sosialisme juga tumbang karena tidak mempu membawa kesejahteraan bagi rakyatnya. Sistem kapitalis tetap jaya karena para pengusaha besar dapat mempertahankan kedudukannya dan kekuasaannya dengan uang yang telah dimilikinya. Para kapitalis ini juga mempunyai jaringan organisasi yang kuat di dalam negeri maupan di luar negeri untuk mempertahankan kedudukannya. Mereka mudah mendapatkan pinjaman uang dari luar negeri. Jaringan perdagangan sudah dikuasai para kapitalis yang sudah mendapat kepercayaan internasional. Negara baru dan miskin tidak dapat. ..
(42) 23. masuk ke jaringan perdagangan dunia tanpa bantuan para kapitalis. Secara alami kapitalis berkembang menjadi kekuatan raksaksa yang rakus dan menguasai dunia. Kapitalisme telah menunjukkan keunggulannya dalam bersaing dengan sistem sosialisme, tetapi kapitalisme belum dapat mewujudkan keadilan sosial ekonomi dalam masyarakat dunia. Di dunia sekarang ini sudah maju ilmu pengetahuan dan teknologinya, tetapi masih terdapat banyak negara miskin, dan hanya beberapa negara yang kaya. Negara miskin masih punya peluang untuk mengejar ketinggalannya apabila mempunyai jalan yang tepat. Kapitalisme Organis sebagai sistem ekonomi yang memperhatikan kepentingan semua pihak dalam kegiatan ekonomi dapat memperbaiki nasib orang miskin. Sistem ekonomi Kapitalisme Organis menata ekonomi sebagai organisme hidup B. Kerangka Konseptual Dari beberapa pemahaman yang telah dijelaskan diatas tentang komersialisasi pendidikan maka dapat kita jelaskan bahwa pendidikan itu sangat berarti bagi setiap manusia untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi yang berjalan sepanjang hayat dalam kehidupan manusia agar tujuan pendidikan yaitu menghasilkan kualitas yang tinggi dapat di capai. Saat ini pemerintah telah mencanangkan banyak bantuan bagi pendidikan tapi yang kita lihat sekarang masih banyak saja pihak-pihak yang berhubungan dengan instansi pendidikan menyalahgunkan bantuan tersebut, misalnya bantuan dana BOS, sekarang sekolah sudah mendapatka. ..
(43) 24. bantuan tapi pihak sekolah masih ada yang menyalahgunakannya memberikan bantuan tersebut tidak sesuai dengan keadaan ekonomi orangtua. Akibatnya banyak anak yang tidak sempat mendapatkan pendidikan yang lebih bermutu. Pendidikan berpengaruh terhadap kehidupan suatu bangsa untuk masuk dan memperoleh dampak-dampak yang ditimbulkan arus globalisasi saat ini. Dampak yang di timbulkan arus globalisasi tersebut telah melanda di bidang kehidupan masyarakat bangsa Indonesia pada khususnya, baik bidang sosial, politik, ekonomi, budaya bahkan dalam bidang pendidikan. Pendidikan saat ini telah terjebak dalam arus kapitalisme yang dalam istilah lain bernama komersialisasi pendidikan. Komersialisasi. pendidikan. yaitu. memperdagangkan. pendidikan mencari keuntungan di dalam dunia pendidikan, Bentuk dari komersialisasi pendidikan adalah adanya pungutan-pungutan biaya sekolah seperti pembayaran buku dan lain sebagainya telah menjadi beban bagi setiap orangtua yang berasal dari kelas ekonomi bawah. Dampak dari adanya pungutan tersebut yaitu banyaknya anak yang putus sekolah yang tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi dikarenakan kurangnya biaya untuk melanjutkan studi yang lebih tinggi. Dari penjelasan diatas kita dapat melihat konseptual dibawah ini :. .. bagan kerangka.
(44) 25 Lembaga Pendidikan. Komersialisasi Pendidikan. Dampak Komersialisasi pendidikan. Bentuk Komersialisasi Pendidikan: Dana Bos dari pemerintah Tidak disetarakan Banyaknya pungutanpungutan dari pihak sekolah Biaya Pendidikan yang semakin mahal. Positif. Negatif. Menambah keuntungan dan pemasukan kas lembaga pendidikan Lembaga pendidika semakin kompetitif meningkatkan fasilitas dan mutu pendidikan Beban pemerintah semakin berkurang. Pendidikan sebagai ladang bisnis Deskriminasi antara kaya dan miskin Pendidikan yang tidak mengenal jenjang pendidikan Menambah kas (Keuntungan) pihak sekolah. Putus Sekolah. Gambar 1.1. Skema Kerangka Konseptual. ..
(45) 26. C. Deskripsi Operasional Komersialisasi pendidikan suatu situasi di dunia pendidikan yang lebih mengutamakan keuntungan diakibatkan proses humanisasi tidak berjalan sesuai yang diharapkan atau tidak tercapai. Komersialisasi pendidikan bisa diartikan dengan. memperdagangkan. pendidikan, mencari. keuntungan. melalui. pendidikan, bahkan diartikan juga menjadikan pendidikan sebagai komunitas perdagangan lengkap dengan serba serbi yang ada didalamnya.Mencari keuntungan. melalui. pendidikan. sebenarnya. tidak. sepenuhnya. bisa. dipersalahkan. Komersialisasi pendidikan ini terjadi karena banyaknya pihak dari instansi pendidikan yang telah menyalahgunakan bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah.Komersialisasi pendidikan ini telah membuat banyak masyarakat yang berasal dari golongan ekonomi bawah susah untuk mendapatkan pendidikan yang lebih bermutu,karena dimana banyak sekolah-sekolah saat ini yang lebih mengutamakan pembayaran dari pada prioritas pendidikan,akibatnya banyak masyarakat yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi tidak mendapatkan pendidikan yang layak dibanding masyarakat yang kurang pengetahuannya. Jadi, negara. membutuhkan. kekritisan. kita. dan. keberanian. kita, komersialisasi berlangsung dengan pilihan.Seandainya kita bisa memilih jalan tanpa komersialisasi tentu akan lebih baik. Komersialisasi ini telah membuat banyak anak yang pintar yang dari golongan ekonomi bawah tidak mendapatkan akses pendidikan yang layak dikarenakan mahalnya biaya pendidikan. Komersialisasi ini secara perlahan akan membawa kehancuran. ..
(46) 27. bangsa. Komersialisasi akan hanya membuat orang yang sudah kaya akan semakin Berjaya dan yang miskin akan mati perlahan.. ..
(47) BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Deskriptif yang dimaksud disini adalah dengan menuturkan dan menggambarkan data yang diperoleh secara apa adanya sesuai dengan permasalahan yang diteliti barulah kemudian peneliti menarik kesimpulan.. B. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto, Subjek penelitian ini adalah anak putus sekolah dan para pendidik yang bermukim di Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. C. Fokus Penelitian Fokus penelitian ini adalah 8 orang anak yang putus sekolah baik itu jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah atas dan adapun informan sebagai pembanding yaitu 3 orang dari para pendidik yang bermukim di Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. D. Instrument penelitian Instrument dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Dimana peneliti dapat mengetahui secara langsung melalui proses melihat, merasakan makna-makna tersembunyi yang dimunculkan oleh subyek penelitian.. 33 1.
(48) 34. Peneliti kualitatif sebagai human instrument, berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data , menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya. Untuk memperoleh hasil penelitian yang cermat dan valid serta memudahkan penelitian, maka perlu menggunakan alat bantu berupa pedoman wawancara ( daftar pertanyaan ) , pedoman observasi, pensil atau pulpen dan catatan peneliti yang berfungsi sebagai alat pengumpul data serta alat pemotret. E. Informan Penelitian Penelitian ini difokuskan pada komersialisasi pendidikan ( studi kasus anak putus sekolah di Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto). Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel secara purpose sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan cara memilih informan secara langsung berdasarkan criteria yang telah ditentukan peneliti. Teknik pengambilan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil kemudian membesar. Dalam penentuan sampel pertama-tama dipilih satu orang atau dua orang tetapi karena dengan dua orang tersebut belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencari orang lain yang dipandang lebih tahu dan. dapat. melengkapi. data. yang. diberikan. oleh. dua. orang. sampel. sebelumnya begitu seterusnya sehingga jumlah sampel semakin banyak . Ini dilakukan agar peneliti dapat memperoleh data sesuai dengan apa yang diinginkan.. ..
(49) 35. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 11 orang . Adapun yang menjadi kriteria dalam pemilihan informan adalah anak yang berumur 12-45 tahun yang putus sekolah dan selain itu ada informan lain sebagai pembanding yaitu pihak yang mempunyai hubungan dengan instansi pendidikan misalnya para pendidik. F.. Sumber Data Sumber data yang mendukung penelitian ini dari pemerintah kelurahan pabiringa kecamatan binamu kabupaten jeneponto itu sendiri terkhususnya pada instansi pemerintah terkait . Selain itu, untuk lebih melengkapi penelitian atau pendukung penuh adalah kepala di Sekretariat daerah Kabupaten Jeneponto. 1. Data Primer Data primer adalah data yang langsung di kumpulkan dari informan. Data ini diperoleh dari hasil observasi dan wawancara langsung dengan responden melalui pedoman wawancara yang di catat oleh peneliti secara langsung tentang Komersialisasi pendidikan ( studi kasus anak putus sekolah di Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto). 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung kepada objek penelitian. yang dapat berupa dokumen, buku, catatan-catatan,. makalah, laporan, arsip, monografi, dll. Terutama yang berkenaan dengan Komersialisasi pendidikan ( studi kasus anak putus sekolah di Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto).. ..
(50) 36. G. Teknik Pengumpulan Data Teknik penggumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Observasi Observasi adalah suatu tekhnik yang dilakukan dengan cara pemusatan. perhatian. secara. teliti. terhadap. suatu. objek. dengan. menggunakan seluruh alat indra (pengamatan langsung). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan observasi berperan pasif dengan mendatangi lokasi yang menjadi objek penelitian yaitu di Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto untuk melihat dan mengamati situasi serta kondisi yang ada sehingga mendapatkan kebenaran dan melihat kenyataan yang terjadi. 2. Interview atau wawancara Wawancara merupakan suatu teknik untuk mendekati sumber informasi dengan cara tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematis dan berdasarkan pada tujuan penelitian. Teknik wawancara dalam penelitian ini adalah wawancara tidak terstruktur dan mendalam yang bersifat “open ended”. Wawancara dilakukan dengan face to face, bebas, suasana informal dan pertanyaan tidak terstruktur, tetapi tetap mengarah pada masalah penelitian. Pedoman wawancara ini juga merupakan metode paling efektif dengan mengungkap semua kasus permasalahan pada penelitian. Interview dilakukan selama beberapa hari sampai memperoleh data yang jelas dan sesuai dengan permasalahan pada penelitian.. ..
(51) 37. 3. Dokumentasi Dokumentasi ini digunakan dalam upaya melengkapi data-data yang telah diperoleh berupa gambaran penelitian, keadaan populasi dan data yang digunakan melalui dokumen-dokumen yang berhubungan dengan permasalahan atau dengan kata lain sumber data sekunder. H. Teknik Analisis Data Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis secara kualitatif deskriptif. Data dari hasil observasi dan wawancara dikelompokkan selama atau sesudah analisis data dilakukan telaah keputusan yang relevan dengan masalah dalam penelitian ini. Analisis ini dilakukan dengan cara menyusun, mereduksi data, mendisplay data yang dikumpulkan dari berbagai pihak dan memberikan verifikasi untuk disimpulkan. I. Teknik Pengabsahan Data Dalam penelitian kualitatif, Pengabsahan data merupakan salah satu faktor yang sangat penting, karena tanpa pengabsahan data yang diperoleh dari lapangan maka akan sulit seorang peneliti untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya. Dalam hal pengabsahan data, peneliti menggunakan metode triangulasi Untuk melihat derajat kebenaran dari hasil penelitian ini, maka di lakukan pemeriksaan data, pengabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi, yaitu:. ..
(52) 38. 1. Triangulasi Metode Triangulasi metode dilakukan dengan cara membandingkan informasi atau data dengan cara yang berbeda, seperti menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. 2. Triangulasi Antarpeneliti Triangulasi Antarpeneliti dilakukan dengan cara menggunakan lebih dari satu orang dalam pengumpulan dan analisis data. 3. Triangulasi Sumber Data Triangulasi Sumber Data menggali kebenaran informan tertentu melalui berbagai metode dan sumber perolehan data. 4. Triangulasi Teori Triangulasi Teori dapat dilakukan dengan memakai fenomena perilaku tertentu yang dipandu oleh beberapa teori yang berbeda tetapi berhubungan.. ..
(53) BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian 1. Gambaran umum wilayah penelitian a. Keadaan geografis. Kelurahan Pabiringa yang dipilih sebagai lokasi penelitian dimana kelurahan pabiringa adalah salah satu Kelurahan dalam wilayah Kecamatan Binamu yang merupakan salah satu dari 11 kecamatan di Kabupaten Jeneponto yang berbatasan dengan Kecamatan Turatea di sebelah utara, Kecamatan Batang dan Arungkeke di sebelah timur, Kecamatan Tamalatea di sebelah barat dan Laut Flores di sebelah selatan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini: Sebanyak 5 kelurahan di Kecamatan Binamu merupakan daerah pantai dan 8 desa/kelurahan lainnya merupakan daerah bukan pantai dengan topografi atau ketinggian dari permukaan laut yang beragam. Menurut jaraknya, maka letak masing-masing desa/kelurahan ke ibukota Kecamatan dan ibukota Kabupaten sangat bervariasi. Jarak desa/kelurahan ke ibukota kecamatan maupun ke ibukota kabupaten berkisar 1-9 km. Kecamatan Binamu terdiri dari 13 desa/kelurahan dengan luas wilayah 69,49 km2.Adapun Nama desa/Kelurahan Tersebut yaitu Pabiringa, Balang, empoang, Sapanang, Biringkassi, Monro-monro, Panaikang, Balang Beru, Balang Toa, Empoang Utara, Sidenre, Empoang Selatan,dan Bontoa.. 40.
(54) 41. b. Keadaan penduduk Masalah kependudukan merupakan isu umum yang terdapat dalam suatu daerah atau wilayah. Walaupun penduduk merupakan salah satu modal dasar pembangunan, namun jika tidak diimbangi dengan kemampuan dan keterampilan yang memadai akan menimbulkan kendala dalam proses pembangunan itu sendiri. Pada tahun 2011- 2014. jumlah penduduk. Kecamatan Binamu mengalami fluktuasi setiap tahun, nampak bahwa jumlah penduduk akhir tahun 2011 sekitar 52,355 jiwa, namun pada tahun 2012 naik menjadi sekitar 52,948 jiwa, meningkat kembali di tahun 2013 sekitar 52,252 jiwa dan pada tahun 2014 naik menjadi 53,705 jiwa. Dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Berdasarkan jenis kelamin nampak bahwa jumlah penduduk lakilaki sekitar 26,066 jiwa dan perempuan sekitar 27,639 jiwa. Dengan demikian rasio jenis kelamin adalah sekitar 0,94 yang berarti setiap 100 orang penduduk perempuan terdapat sekitar 94 orang penduduk laki-laki. c.. Mata Pencaharian Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, pekerjaan sangat dibutuhkan untuk mendapatkan suatu penghasilan. Sehingga setiap penduduk berusaha dengan keras agar penghasilannya dapat menutupi kebutuhan sehari-harinya dan hidup layak sebagaimana mestinya. Mata pencaharian penduduk suatu daerah atau wilayah kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu bekerja sebagai petani dan nelayan dan Tambak. Disamping mata pencaharian dari sektor pertanian sebahagian warga masyarakat dikabupaten. ..
(55) 42. ini. mempunyai. mata. pencaharian. diantaranya. Pegawai. Swasta/. Negeri/ABRI/Pensiunan, Pedagang, Industri dan Angkutan. d.. Sarana dan Prasarana Sebagai pendukung untuk memenuhi kelangsungan hidup masyarakat atau penduduknya suatu pemerintahan atau para pemimpin sudah jelas akan menyediakan sarana dan prasarana bagi penduduknya. Demikian juga pada pemerintah setempat di wilayah kecamatan Binamu yang memberikan pelayanan penuh untuk penduduknya dengan menyediakan sarana dan prasarana demi mendukung kelancaran kehidupan bermasyarakat. Berbagai macam sarana dan prasarana yang disediakan oleh pemerintah Kecamatan Binamu bagi masyarakatnya seperti fasilitas kesehatan, sarana perdagangan, dan mesjid sebagai tempat ibadah. e.. Agama. Ditinjau dari agama yang dianut, maka sebagian besar penduduk Kecamatan Binamu adalah bergama Islam yaitu 53,627 orang atau 99,85 persen, sedangkan 0,15 persen sisanya adalah penganut agama Kristen Katholik dan Protestan.. f.. Sarana Pendidikan Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu memiliki perhatian yang cukup tinggi dalam usaha peningkatan mutu pendidikan. Usaha tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan dalam pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.. ..
(56) 43. pada tahun Ajaran 2013/2014 institusi pendidikan semakin komplit baik dari sekolah negeri maupun swasta yang berada di bawah naungan Dinas pendidikan Nasional dan Departemen Agama dimana jumlah TK di Kecamatan Binamu terdapat 19 sekolah dengan 977 orang murid dan 116 orang guru. Sedangkan Tingkat SD Negeri sebanyak 32 sekolah dengan 7.352 orang murid dan 294 orang guru. Untuk tingkat SLTP sebanyak 8 sekolah dengan 2.754 orang murid dan 262 orang guru. Sedangkan untuk tingkat SMA/SMK terdapat 10 sekolah dengan 3.876 orang murid dan 370 orang guru. Selain itu terdapat pula sekolah yang berada di bawah naungan Departemen Agama, yaitu 4 Madrasah Tsanawiah dan 2 Madrasah Aliyah dengan jumlah siswa 1000 orang dan 686 orang yang didampingi guru masing-masing sebanyak 106 dan 73 orang. b. Struktur Sosial Masyarakat 1). Peranan Keluarga Masyarakat Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu terdiri dari keluarga kecil yang unsur-unsurnya adalah ayah, ibu dan anak. Keluarga kecil ini merupakan inti dari pada suatu masyarakat atau disebut rumah tangga, dalam bahasa Makassar disebut Sipammanakang. Dibeberapa desa, telah mendapat pengaruh bahasa lain sehingga keseluruhan disebut Passibijaiang Bella yang artinya persaudaraan dimana segolongan orangorang menjadi anggota dari suatu keluarga rumah tangga dalam mana mereka itu sama-sama makan dari satu periuk.. ..
(57) 44. Pembentukan rumah tangga baru sampai sekarang bagi masyarakat Kelurahan Pabiringa umumnya memproitaskan pada garis keturunan yang sama, misalnya keturunan bangsawan dalam bahasa Makassar disebut Karaeng harus kawin dengan keturunan yang sama. Hubungan mereka masih ke bawah dari perhitungan ego makin renggang, sehingga pada suatu generasi tertentu sudah tidak dapat lagi dihitung garis-garis hubungan keluarga di antara mereka. 2) Sistem Kebudayaan Masyarakat Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu pada umumnya masih memegang teguh tata cara dari adat istiadat setempat. Masyarakat Kelurahan Pabiringa dalam aktivitas sehari-harinya masih terkait dengan aturan-aturan yang ada, seperti contohnya upacara perkawinan, upacara kematian, upacara keagamaan dan lain sebagainya. Bahwa dengan melihat masih banyaknya nilai-nilai budaya yang masih memerlukan pengembangan dan pemeliharaan, maka pemerintah dengan masyarakat dalam hal ini dituntut untuk senantiasa melestarikannya baik melalui jalur formal maupun dengan melalui jalur-jalur non formal. c.. Profil Informan 1. Tingkat Umur Sebelum. menguraikan. lebih. lanjut. atau. lebih. mendalam. tentang. Komersialisasi Pendidikan (Studi Kasus anak putus sekolah dikelurahan Pabiringa Kcamatan Binamu Kabupaten Jeneponto), maka penulis terlebih dahulu akan menguraikan tentang identitas responden sesuai dengan hasil penelitian yang didapatkan di lokasi penelitian. Jumlah Informan menjadi responden penulis adalah. ..
(58) 45. sebanyak 11 responden. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel jumlah responden berdasarkan umur sebagai berikut pada tabel 4.1 berikut ini: Tabel 4.1 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Umur No.. Umur. Frekuensi. Persen(%). 1. 12-16. 5. 45,4. 2. 17-21. 3. 27,3. 3. 22-45. 3. 27,3. 11. 100. Jumlah Sumber:Hasil wawanwara 2015 2. Tingkat Pendidikan. Dalam kehidupan bermasyarakat pendidikan memagang peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup masyarakat. Karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Penduduk Kecamatan Binamu yang menjadi informan memiliki tingkat pendidikan yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel 4.2 berikut : Tabel 4.2 Profil Informan menurut Tingkat Pendidikan No. .. Tingkat Pendidikan. Frekuensi. Persen (%). 1. SD. 3. 27,3. 2. SLTP/Sederajat. 2. 18,1. 3. SMA/SMK. 3. 27,3. 4. Strata Satu (S1). 3. 27,3.
(59) 46. Jumlah. 10. 100. Sumber : Hasil Wawancara 2015 B. Deskripsi Permasalahan Penelitian Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan oleh semua orang sebagai bagian dari suatu negara. Secara teknis, jika seseorang bertanggung jawab terhadap diri sendiri berarti suatu upaya untuk memberikan satu kondisi terbaik. Kondisi terbaik untuk diri sendiri berarti kemampuan yang memungkinkan seseorang menghadapi setiap masalah dengan cara dan hasil yang sebaik-baiknya. Hal inilah yang kemudian menjadi citra khusus yang harus dimiliki oleh setiap orang sehingga eksistensinya dalam hidup diakui oleh masyarakat luas. Kenyataan di masyarakat bahwa individu-individu dengan tingkat pendidikan yang tinggi sering menjadi sosok istimewa dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan bekal kemampuan yang diperoleh dari proses pendidikan maka orang-orang tersebut akan menjadi sumber inspirasi dan pengembangan kualitas kehidupan masyarakat. Sehingga dunia pendidikan yang begitu penting dalam kehidupan masyarakat merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan. Dunia pendidikan Indonesia saat ini dianggap belum dapat mencapai titik keberhasilan yang diharapkan bersama. Permasalahan yang dihadapi oleh dunia pendidikan Indonesia begitu banyak dan rumit sehingga solusi yang dilakukan untuk keluar dari permasalahan tersebut tidaklah mudah. Permasalahan yang tidak kalah penting yaitu menyangkut masalah biaya. ..
(60) 47. pendidikan saat ini yang semakin mahal. Setiap jenjang pendidikan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, bahkan untuk tingkat sekolah dasar biaya pendidikan yang harus dikeluarkan hampir mendekati atau bahkan jauh lebih mahal daripada sekolah lanjutan sehingga menyaingi biaya pendidikan untuk perguruan tinggi. Banyak pungutan-pungutan yang ditarik oleh sekolah sehingga biaya yang dikeluarkan oleh peserta didik semakin banyak dan mahal setiap tahunnya. Deskripsi hasil dan analisis data penelitian yang dilakukan. di. Kelurahan Pabiringa kecamatan binamu Kabupaten Jeneponto ditujukan terhadap anak. putus sekolah baik putus sekolah di jenjang pendidikan. Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas bahkan Perguruan Tinggi serta terhadap tokoh masyarakat terutama yang berkecimpung di dunia pendidikan. Penelitian ini dimaksudkan untuk menyajikan data yang dimiliki sesuai dengan pokok permasalahan yang akan dikaji pada penelitian yaitu mengenai komersialisasi pendidikan (Studi kasus anak putus sekolah di Kelurahan pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto ),yang dimana pokok permasalahannya yaitu, Apakah terjadi komersialisasi pendidikan di Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto dan apa dampak dari komersialisasi pendidikan. Adapun nama-nama subjek penelitian dibawah ini. 1. Komersialisasi Pendidikan ( Studi kasus anak putus sekolah) Pendidikan nasional Indonesia pada hakikatnya mempunyai fungsi mengembangkan potensi dan membentuk karakter serta. ..
Dokumen terkait
HPLC analysis of the product: The ee was determined via HPLC on a CHIRALPAK IC column 3% i-PrOH in hexane, 1.0 mL/min; retention times for compound obtained using S,S-L2: 9.1 min minor,