Ketidaksetaraan gender juga terjadi pada jabatan administratif (rektor, wakil rektor, dekan dan jabatan lainnya), dengan persentase laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Dalam kedudukannya sebagai subjek pembangunan, laki-laki dan perempuan mempunyai peran yang sama dalam perencanaan dan pelaksanaan, salah satunya persamaan hak dalam bidang pendidikan.
Rumusan Masalah
Tujuan penlitian
Manfaat Penelitian
Selain itu, Nasaruddin Umar menyatakan bahwa gender merupakan konsep yang digunakan untuk mengidentifikasi peran laki-laki dan perempuan dari sudut pandang sosial dan budaya. Artinya gender merupakan identifikasi pembagian peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan akibat konstruksi sosial masyarakat yang tidak baku.
Perempuan tidak dihormati, dalam perkawinan hanya dijadikan sebagai barang yang dapat diwariskan atau ditukarkan tanpa persetujuan terlebih dahulu dari pihak perempuan. Sejak menjadi anak perempuan dalam tradisi Arab Jahiliyyah, perempuan dianggap makhluk tidak produktif, beban bangsa, dan sumber fitnah.
ةا َسُّتن ٱ َلَأ
Islam tidak membeda-bedakan laki-laki dan perempuan dalam urusan ciptaan, kewajiban dalam urusan agama, kehormatan dan martabat. Al-Qur'an menawarkan pandangan optimis terhadap posisi dan keberadaan perempuan.12 Keadilan dalam Al-Qur'an mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
ت أقَهَخ ٍَّ ِجأن ٱ
Apabila terdapat akibat pemahaman atau penafsiran yang menindas atau melanggar nilai-nilai luhur umat manusia, maka hasil pemahaman atau penafsiran tersebut bersifat menindas atau melanggar nilai-nilai luhur umat manusia, maka terbukalah hasil pemahaman dan penafsiran tersebut. untuk berdebat 13 dalam kapasitas manusia Sebagai pelayan di antara laki-laki dan perempuan tidak ada bedanya.
ٱ َشَِ ألۡ
Al-Qur'an biasanya mengacu pada orang-orang yang bertakwa dan tidak ada pembedaan antara jenis kelamin, suku atau suku tertentu untuk mencapai tingkat muttaqun ini. Laki-laki dan perempuan mempunyai potensi dan kesempatan yang sama untuk menjadi pelayan ideal. Hamba ideal dalam Al-Qur'an biasanya digambarkan sebagai orang-orang yang bertakwa (Muttaqun), dan untuk mencapai tingkat muttaqun ini tidak ada pembedaan antara jenis kelamin, suku atau kelompok etika tertentu.
Landasan teologis yang mendasari tidak adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan adalah (QS. al-Hujrat ayat 13). Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan di antara kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu.
Dalam ayat ini yang dimaksud adalah tentang asal usul laki-laki, dari laki-laki dan perempuan, sekaligus berbicara tentang kemuliaan manusia, dasar keluhuran budi bukanlah warisan, suku atau jenis kelamin.
ٱ َُّللّ
دُِع ٍُ أضُحۥ
Kepemimpinan
Sementara itu, Talcott Parsons menafsirkan sistem sosial hanya sebagai segmen (atau subsistem) dari apa yang disebut Parsons sebagai teori tindakan. Parsons mengorganisasi sistem sosial dalam bentuk satuan tindakan, dimana satu tindakan yang dilakukan oleh seorang individu merupakan satu kesatuan. Dari definisi tersebut kita dapat memahami pengertian sistem sosial sebagai interaksi sosial yang berlangsung atas dasar makna dan norma bersama.
Unsur norma merupakan komponen sistem sosial yang dianggap paling penting untuk memahami dan memprediksi tindakan atau tindakan manusia. Oleh karena itu, penyajian peran status adalah proses menunjukkan atau menunjukkan status dan peran sebagai unsur struktural dalam sistem sosial.34. Jenjang atau kepangkatan merupakan suatu unsur sistem sosial yang berfungsi menilai perilaku anggota kelompok, yang bertujuan untuk menjamin kepangkatan atau status tertentu sesuai dengan prestasi yang telah dicapainya.
Begitu seterusnya, berbagai aktivitas tampak saling bergantung sehingga dapat dikategorikan sebagai suatu sistem sosial.
Kebijakan Muhammadiyah
Pandangan kelompok pertama ini didasarkan pada asumsi bahwa Islam memandang dunia terbagi menjadi dua bagian besar.
إ ََّللّٱ
Ayat di atas merupakan bukti nyata bahawa kepimpinan wanita dalam agama Islam sangat terbuka. Entri sebagai tafsiran kemungkinan kepimpinan wanita dalam ayat di atas ialah kalimah amar makruf nahi mungkar. Dalam ayat di atas disebutkan bahawa kaum mukminin wanita dan lelaki saling tolong menolong untuk melakukan amar makruf nahi mungkar.
Menurut Tarjih Mejlis dalam keputusannya tahun 1976, kegiatan amar makruf nahi munkar mencakup masalah politik dan ketatanegaraan. Memperluas makna amar makruf nahi munkar, ayat ini kemudian dapat dipahami sebagai landasan bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai tanggung jawab yang sama dalam urusan sosial dan umum sebagai pemimpin masyarakat. Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih mengambil cara berpikir yang berbeda dengan sikap para ulama di atas.
Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa pandangan Muhammadiyah terhadap kepemimpinan, baik pada tingkat bawah (superioritas), masyarakat maupun pada ranah publik sebagai presiden, yang dalam praktik hukum klasik disebut dengan ranah uzme (kepemimpinan besar). ), merupakan pandangan suportif (memberi dukungan).
Dalam wacana yurisprudensi perempuan, pernyataan ini kembali ditegaskan bahwa perempuan boleh menduduki jabatan presiden. 37 Dalam fatwa Tarjih 1997 juga ada pertanyaan, Majelis Tarjih PP Muhammadiyah tidak melihat dalil-dalil yang menjadi teks pelarangan perempuan. dari menjadi pemimpin. Pandangan ini akan didasarkan pada pernyataan Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 71. serta perempuan yang mempunyai kompetensi 39 Mereka diajak untuk terlibat secara intensif dengan memikirkan persoalan-persoalan politik dan kenegaraan serta melibatkan diri di dalamnya secara praktis karena praktek politik dan ketatanegaraan Orang yang sehat dapat mewujudkan kesejahteraan umat 40 Oleh karena itu, menurut Majelis Tarjih, dapat dimengerti mengapa hampir seluruh ajaran Islam mu'amalat duniawiyat mengandung unsur ideologi dan politik. Lebih lanjut Majelis Tarjih menjelaskan, peran perempuan dalam politik dapat dilaksanakan dalam dua peran.
Untuk itu, Dewan Tarjih “perempuan harus berpartisipasi dan berjuang untuk mencapai keterwakilan yang memadai.44 Sedangkan peran tidak langsungnya dapat diwujudkan dalam kegiatan penyadaran politik mulai dari keluarga, masyarakat, berpartisipasi aktif dan memenuhi peluang-peluang yang bermanfaat dalam masyarakat dan mengisi. lembaga.39 Majelis Tarjih menulis secara khusus tentang kompetensi ini dalam jumlah dikte, empat di antaranya merupakan hal-hal yang diberi keterangan yang perlu mendapat perhatian.
ي أمًَأعَٚ
ةَأ َزْيا ُى ُىَزْيَأ ا ٌَّْن ًَ ٌو ٌَْق َحِهْفُّ ٍَْيَأ ا ٌَّْن ًَ ٌو ٌَْق َحِهْفُّ ٍَْih Anggota Dewan memandangnya sebagai pertemuan sementara tertentu. hal-hal yang dialami umat manusia. Keputusan di atas menunjukkan bahwa meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan kepemimpinan perempuan, namun nuansa yang dihadirkannya jelas memberi tempat bagi hal tersebut. Kalaupun poin mengenai perempuan menjadi hakim dibaca panjang lebar, namun poin tersebut sebenarnya berbicara tentang hukum perempuan menjadi kepala negara.
Fatwa ini tertuang dalam “bab Soal-soal Wanita” kumpulan fatwa dunia Tarjih yang disusun dalam buku Tanya Jawab Agama jilid IV. Menanggapi pertanyaan tersebut, Majelis Tarjih menyatakan ada tiga nash yang biasa dijadikan dalil pelarangan pemimpin perempuan: 45. Laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan karena Allah telah menganugerahkan sebagian dari mereka (laki-laki) keunggulan atas sebagian lainnya (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) memberi nafkah dari hartanya.46.
سنا تكهْ ٌلاءبضُنا تع بطأ اذإ مج
Artinya
Lokasi dan Obyek Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Makassar. Alasan peneliti memilih lokasi ini karena peneliti ingin mengetahui relasi gender dan struktur kepengurusan manajemen Universitas Muhammadiyah Makassar.
Fokus Penelitian
Deskripsi Fokus Penelitian
Sumber Data
Data sekunder dalam penelitian ini merupakan penelitian yang dihasilkan dari hasil objek pendukung pernyataan data primer yaitu dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian di Universitas Muhammadiyah Makassar. Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam dan sosial yang diamati. Dalam penelitian kualitatif, alat atau instrumen penelitiannya adalah peneliti sendiri. 6 Dalam penelitian ini alat yang digunakan adalah pedoman observasi, pedoman wawancara dan catatan dokumentasi yang digunakan sebagai penunjang untuk mempermudah penelitian.
Teknik Pengumpulan data
Wawancara merupakan kegiatan tanya jawab antara pewawancara (intervewera) dan orang yang diwawancarai (interviewee) mengenai permasalahan yang sedang diselidiki. Pewawancara bermaksud memperoleh persepsi, sikap, dan pola pikir orang yang diwawancarai yang relevan dengan permasalahan yang diselidiki. diteliti.8 Mengenai responden Peneliti wawancara adalah dosen Universitas Muhammadiyah Makassar. Dokumentasi adalah studi terhadap dokumen untuk melengkapi penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.9 Dokumen dapat berupa tulisan, gambar, atau karya monumental seseorang. Menurut Bungin dalam Sugiono, teknik dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian sosial untuk menelusuri data sejarah.10.
Teknik Analisis Data
- Dinamika kesetaraan peran laki laki dan perempuan di universitas Muhammadiyah Makassar
- Relasi gender dalam kepemimpinan di Universitas Muhammadiyah Makassar
- Faktor pendukung dan penghambat konsep kesetaraan gender dalam menduduki jabatan di Univesitas Muhammadiyah Makassar
Amirah Mawardi, S.Ag., M.Si bahwa dinamika kesetaraan peran laki-laki dan perempuan di Unismuh Makassar dapat dilihat langsung pada kesetaraan penerimaan laki-laki dan perempuan, tidak ada perbedaan. Kembali ke peraturan yang transparan dan perlakuan terhadap perempuan tidak membeda-bedakan laki-laki dalam hal-hal tertentu.25. Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa dinamika kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di Universitas Muhammadiyah Makassar masing-masing diberikan kesempatan/ruang yang sama, baik dalam pengangkatan staf, dosen maupun pada level pimpinan. , rektor, dekan, wakil dekan, dan ketua program studi atau jabatan fungsional dengan pangkat tertinggi di dunia akademik, Magister, PhD, Profesor.
Tidak ada perbedaan karena kita memberikan jabatan kepada seseorang yang benar-benar sesuai dengan kemampuannya, kompetensinya sebagai laki-laki atau perempuan di Unismuh Makassar sama saja. Laki-laki dan perempuan mempunyai kesempatan untuk beramal shaleh (amal shaleh), keduanya bertanggung jawab mengharamkan keutamaan dan mencegah keburukan. Bahwa di Unismuh tidak ada yang namanya diskriminasi terhadap perempuan dan perempuan diberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam hal kepemimpinan dan tergantung kualitas dan kapasitasnya.
Jika dilihat dari kepengurusan atau aktivitas kerja laki-laki dan perempuan, tidak ada perbedaan. Yang sebenarnya terjadi adalah perempuan-perempuan yang mendapat jabatan di Unismuh Makassar adalah perempuan yang loyal, tekun dan disiplin serta sabar dalam memikul tanggung jawab atas jabatan yang dijabatnya. diberikan.
Saran
- Keadan Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar
Memberikan peluang kemajuan yang seluas-luasnya baik dari segi pengelolaan maupun peraturan yang netral gender. Kesetaraan di Universitas Malikussaleh (Studi Baseline dan Analisis Kelembagaan Pengarusutamaan Gender di Universitas Malikussaleh. Fikih Perempuan dalam Perspektif Muhammadiyah, Kajian Kitab Abdul Mar'ah fil Islam: Jurnal Sosio-Keagamaan, Vol.
Membaca Kepemimpinan Perempuan dalam RUU Kesetaraan dan Keadilan dalam Perspektif Muhammadiyah, Jurnal Musawa: Vol.
DAFTAR PERTANYAAN