DINAMIKA PENDAPATAN DAN TRANSFORMASI KELEMBAGAAN BANK SAMPAH DI KABUPATEN JEMBER
SKRIPSI
diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh
gelar sarjana Ekonomi (S.E)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Ekonomi Islam Program Studi Ekonomi Syari’ah
Oleh : Luluk Zahroh NIM. E20152034
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
JUNI 2019
MOTTO
Artinya : Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah : “Lakukanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”.1
1Departemen Agama RI, Mushaf Al-Qur’an dan Terjemah, (Bandung : Jumanatul Ali-Art, 2005), 410.
PERSEMBAHAN
Karya ini saya persembahkan untuk orang-orang yang telah memberikan arti bagi hidup saya dengan pengorbanan, kasih sayang dan ketulusannya, yaitu :
1. Kepada kedua orang tua saya, ayahanda ( Almarhum Muhammad Ya’kup ) dan Ibunda ( Umi Hanik ) tercinta yang tak pernah lelah membesarkan ku dengan penuh kasih sayang, serta memberi dukungan, perjuangan, motivasi dan pengorbanan dalam hidup ini. Terima kasih atas doa yang tak kunjung henti dipanjatkan.
2. Ketiga saudara kandungku kakak ku tersayang Dewi Masruroh, Adikku Chalimatussa’diah dan Umi Laila yang selalu memberikan dukungan, semangat dan selalu mengisi hari-hariku dengan canda tawa dan kasih sayangnya. Terima kasih buat Kakak dan Adik-adik ku.
3. Seluruh keluarga besar yang senantiasa menjadi spirit dalam setiap proses saya menjadi insan kamil hingga aku tak mampu membedakan senyum dan tangis mereka.
4. Teman-teman ES1 Ekonomi Syari’ah seperjuangan angkatan 2015 terutama untuk Faridatul Jannah dan Dina Oktavia yang selalu memberikan dorongan untuk selalu optimis dalam penyelesaian skripsi ini.
5. Pembina dan Pembimbing Intelectual Movement Community (IMC) serta Saudara- saudariku ucapan terima kasihku haturkan atas segala bentuk perjuangan, ilmu dan pengalaman yang luar biasa. Semangat juang dan pantang menyerah yang kalian ajarkan akan menjadi bekal di kehidupan selanjutnya.
6. Teruntuk saudara-saudariku keluarga besar YBM-BRI IAIN Jember semoga selalu diberikan keberkahan.
7. Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh teman-teman seperjuangan ES2-ES4 Ekonomi Syari’ah, Posko 15 KKN Partisipatoris 2018, serta teman-teman kontrakan Mbak Ira, Nayli, Seli, Mbak Indah, Diana dan Mbak Ifa serta masih banyak pihak
lainnya yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang sudah menemani, membantu dan menghibur penulis dalam menyelesaikan buah karya tugas akhir ini. Terima kasih untuk kebersamaan kalian.
8. Almamater IAIN Jember dan seluruh dosen IAIN Jember khususnya dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang bersedia meluangkan waktu dan tenaganya untuk memberikan ilmunya kepada saya.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segenap puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, dan taufik serta hidayah-Nya sehingga perencanaan, pelaksanaan, dan penyusunan skripsi yang berjudul “Dinamika Pendapatan dan Transformasi Kelembagaan Bank Sampah di Kabupaten Jember” dapat terselesaikan dengan lancar.
Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW. Semoga kita mendapatkan syafa’atnya di hari kiamat kelak. Aamiin. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk melengkapi sebagian persyaratan guna memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Jember.
Penulis menyadari sepenuhnya, tanpa bimbingan dari berbagai pihak, skripsi ini tidak dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada :
1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto., SE, MM. selaku Rektor IAIN Jember yang telah memberikan segala fasilitas yang membantu kelancaran atas terselesainya penyusunan skripsi ini.
2. Bapak Dr. Moch. Chotib, S.Ag, MM. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Jember periode 2015-2019
3. Bapak Dr. Khamdan Rifai, S.E, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Jember periode 2019 sampai sekarang
4. Bapak M. F. Hidayatullah, S.H.I, M.S.I. selaku Dosen Penasehat Akademik 5. Ibu Nikmatul Masruroh, M.E.I selaku Ketua Prodi Ekonomi Syari’ah
6. Ibu Hj. Mariyah Ulfah, M.E.I selaku Dosen Pembimbing yang dengan sabar meluangkan waktu dan pemikiran untuk memberikan ilmu dan pengarahan selama penyusunan skripsi ini.
7. Segenap penguji yang telah berkenan menguji skripsi ini.
8. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam khususnya yang telah memberikan ilmu kepada penulis sehingga dapat mengetahui apa yang tidak diketahui.
9. Ibu Evi selaku ketua bank sampah sahabat ibu dan semua pengurus atau masyarakat yang telah memberikan data untuk melengkapi skripsi ini.
10. Bapak Budi Saori selaku ketua bank sampah dharma alam dan semua pengurus atau masyarakat yang telah memberikan data untuk melengkapi skripsi ini.
11. Ibu Eny Hidayanti Sucipto selaku kepala Desa Wirowongso dan semua pengurus atau masyarakat yang telah memberikan data untuk melengkapi skripsi ini.
Tiada kata yang dapat penulis ucapkan semoga Allah SWT, memberi balasan kebaikan atas semua jasa yang telah diberikan. Akhirnya penulis menyadari bahwa skripsi ini masih mempunyai banyak kekurangan, sehingga masih perlu tahap penyempurnaan. Namun walau dengan referensi dan waktu yang terbatas, penulis mencoba untuk menyusunnya berdasarkan kemampuan yang penulis miliki dan untuk lebih menyempurnakannya tentu tidak lepas dari kritik dan saran dari para pembaca. Terakhir, harapan peneliti semoga apa yang terkandung dalam penelitian ini bermanfaat bagi semua pihak.
Jember, Juni 2019
Luluk Zahroh E20152034
ABSTRAK
Luluk Zahroh, Mariyah Ulfah., 2019: Dinamika Pendapatan dan Transformasi Kelembagaan Bank Sampah di Kabupaten Jember
Bank sampah adalah salah satu strategi penerapan 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam pengelolaan sampah pada sumbernya di tingkat masyarakat. Dalam penelitian ini mengambil tiga tempat bank sampah sebagai tempat penelitian. Pertama yaitu Bank Sampah sahabat ibu yang berlokasi di Perumahan Taman Gading Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Yang kedua yaitu Bank Sampah Dharma Alam (BSDA) yang berlokasi di Perumahan Dharma Alam Sempusari Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Ketiga yang berlokasi di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung Kabupaten Jember. Dari ketiga bank sampah diatas bagaimana kelembagaan yang baik dan benar. Maka peneliti membuat suatu permodelan agar bank sampah nantinya dapat berdampak ekonomi.
Berdasarkan pengertian dan latar belakang diatas, maka yang menjadi fokus penelitian dalam penulisan ini adalah : 1) Bagaimana Dinamika Pendapatan dari pengelolaan bank sampah? 2) Bagaimana proses transaksi jual beli dari bank sampah tersebut? 3) Bagaimana transformasi kelembagaan dari pengelolaan bank sampah?
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan 1) Bagaimana dinamika pendapatan dari pengelolaan bank sampah. 2) Bagaimana proses transaksi jual beli dari bank sampah tersebut 3) Bagaimana transformasi kelembagaan bank sampah di Kabupaten Jember.
Untuk mengidentifikasi permasalah tersebut, pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, karena dalam penelitian ini nantinya akan menghasilkan data yang bersifat deskriptif mengenai dinamika pendapatan dan transformasi kelembagaan bank sampah. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi.
Penelitian ini memperoleh kesimpulan 1) Nasabah bank sampah cukup terbantu dengan adanya bank sampah, dari pihak bank sampah sendiri selain membuka lowongan kerja serta ikut terbantu dengan pengurangan volume sampah yang selalu meningkat. 2) Jika dikaji berdasarkan fiqh muamalah, bank sampah ini telah sesuai dengan rukun dan syarat jual beli. 3) Model pengelolaan bank sampah Wirowongso yang dikuasai oleh desa malah ternyata itu tidak baik, tidak akan membuat bank sampah itu berjalan. Berbeda halnya dengan bank sampah sahabat ibu dan dharma alam murni dari masyarakat setempat serta memiliki ikatan emosional.
Kata Kunci : Dinamika Pendapatan, Transformasi Kelembagaan, Bank Sampah
ABSTRACT
Luluk Zahroh, Mariyah Ulfah., 2019: Dynamics of Revenue and Transformation of Institutional Waste Banks in Jember Regency
Waste banks are one of the strategies for implementing 3R (Reuse, Reduce, Recycle) in waste management at the source at the community level. In this study took three garbage bank places as a place of research. The first is the Garbage Bank, a friend of the mother, located in Taman Gading Housing, Kaliwates District, Jember Regency. The second is the Dharma Alam Waste Bank (BSDA) located in Dharma AlamSempusari Housing Kaliwates District, Jember Regency. The third is located in Wirowongso Village, Ajung District, Jember Regency. Of the three garbage banks above how good and right institutions. So the researcher made a model so that the garbage bank could have an economic impact.
Based on the above understanding and background, the focus of the research in this paper are: 1) What is the Dynamics of Revenue from managing a waste bank? 2) What is the process of buying and selling transactions from the garbage bank? 3) What is the institutional transformation of the management of waste banks?
The purpose of this study is to describe 1) What is the dynamics of income from the management of waste banks. 2) How is the process of buying and selling transactions from the waste bank 3) How is the institutional transformation of waste banks in Jember Regency.
To identify these problems, the research approach used in this study is a qualitative approach, because in this study later it will produce descriptive data about the dynamics of income and institutional transformation of waste banks. The data collection techniques used in-depth interviews, participatory observation, and documentation.
This study draws conclusions 1) The garbage bank customer is quite helped by the existence of a waste bank, from the waste bank itself besides opening job openings and being helped by reducing the volume of waste that is always increasing. 2) If studied based on muamalahfiqh, this garbage bank is in accordance with the pillars and terms of sale and purchase. 3) The management model of the Wirowongso waste bank which is controlled by the village actually turns out that it is not good, it will not make the garbage bank run. Unlike the case with a garbage bank, a friend of a mother and pure dharma from the local community and has an emotional bond.
Keywords: Revenue Dynamics, Institutional Transformation, Waste Bank
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
MOTTO ... iv
PERSEMBAHAN ... v
KATA PENGANTAR ... vii
ABSTRAK ... ix
DAFTAR ISI... xi
DAFTAR TABEL ... xv
DAFTAR GAMBAR ... xvi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Fokus Penelitian ... 10
C. Tujuan Penelitian ... 10
D. Manfaat Penelitian ... 10
E. Definisi Istilah ... 12
F. Sistematika Pembahasan ... 18
BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN A. Penelitian terdahulu ... 20
B. Kajian Teori ... 31
1. Sampah ... 31
a. Definisi sampah ... 31
b. Jenis-jenis sampah ... 33
c. Pengelolaan sampah ... 34
2. Bank sampah ... 35
3. Ba’i (Jual-Beli) ... 38
a. Pengertian Jual beli ... 38
b. Rukun Jual beli ... 41
c. Syarat Jual Beli ... 41
4. Pendapatan... 45
5. Kesejahteraan ... 49
6. Sustainable Development ... 51
7. Modal Sosial ... 53
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 56
B. Lokasi Penelitian ... 57
C. Subyek Penelitian ... 58
D. Teknik Pengumpulan data ... 59
1. Observasi... 59
2. Wawancara ... 60
3. Dokumenter... 60
E. Analisis Data ... 61
1. Reduksi Data ... 62
2. Penyajian Data ... 62
3. Verifikasi ... 62
F. Keabsahan Data ... 63
1. Triangulasi Sumber ... 63
2. Triangulasi Teknik ... 63
G. Tahap-tahap Penelitian ... 63
1. Tahap Pra Lapangan ... 64
2. Tahap Pekerja Lapangan ... 64
3. Tahap Analisis Data ... 64
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Gambaran Obyek Penelitian ... 66
1. Bank sampah Sahabat Ibu ... 66
a. Sejarah Singkat Berdirinya Bank Sampah TPA Pakusari ... 66
b. Visi Misi ... 68
c. Struktur Organisasi ... 68
d. Mekanisme kerja bank sampah ... 69
e. Role Model ... 70
2. Bank sampah Dharma Alam ... 71
a. Sejarah Singkat Berdirinya Bank Sampah TPA Pakusari ... 71
b. Visi Misi ... 73
c. Struktur Organisasi ... 74
d. Mekanisme kerja bank sampah ... 74
e. Role Model ... 75
3. Bank sampah Wirowongso ... 76
a. Sejarah Singkat Berdirinya Bank Sampah TPA Pakusari ... 76
b. Mekanisme kerja bank sampah ... 77
c. Role Model ... 78
B. Penyajian Data dan Analisis ... 78
1. Bagaimana Dinamika Pendapatan dari pengelolaan bank sampah ... 79
2. Bagaimana proses transaksi jual beli dari bank sampah ... 83 3. Bagaimana transformasi kelembagaan dari pengelolaan
bank sampah ... 90
C. Pembahasan Temuan ... 94
1. Bagaimana Dinamika Pendapatan dari pengelolaan bank sampah ... 94
2. Bagaimana proses transaksi jual beli dari bank sampah ... 96
3. Bagaimana transformasi kelembagaan dari pengelolaan bank sampah... 98
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 109
B. Saran-saran ... 110
DAFTAR PUSTAKA ... 112 LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Matrik Penelitian
2. Pernyataan Keaslian Tulisan 3. Teks Wawancara
4. Surat Izin Penelitian Skripsi dari IAIN Jember 5. Surat Keterangan Selesai Penelitian
6. Jurnal Penelitian 7. Dokumentasi 8. Biodata Penulis
DAFTAR TABEL
No. Uraian Hal
1.1 Tabel Bank Sampah di Kabupaten Jember... 9
1.2 Tabel Penelitian Terdahulu ... 31
4.1 Tabel Profil Bank sampah sahabat ibu... 67
4.2 Tabel Profil bank sampah dharma alam... 73
4.3 Tabel Hasil Temuan ... 104
DAFTAR GAMBAR
No. Uraian Hal
1.1 Jumlah Penduduk Kabupaten Jember Tahun 2014-2018... 3
1.2 Prosentase Timbunan sampah di Kabupaten Jember... 5
1.3 Volume Sampah yang masuk ke TPA Pakusari Tahun 2018... 6
1.4 Mekanisme Bank Sampah secara umum... 7
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk sangat besar dan memiliki kecenderungan meningkat dari waktu ke waktu.
Berdasarkan data Badan Statistik selama 30 tahun terakhir, jumlah penduduk Indonesia meningkat hampir dua kali lipat, yaitu 147,49 juta jiwa pada tahun 1980 menjadi 179,37 juta jiwa pada tahun 1990 dan pada tahun 2000 bertambah mencapai 206,26 juta jiwa. Angka tersebut mengalami peningkatan dan mencapai 218,86 juta jiwa tahun 2005 hingga peningkatan itu terus meningkat hingga pada tahun 2011 mencapai 259.940,857 jiwa.1 Menurut proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), untuk tahun 2017 jumlah penduduk Indonesia mencapai 261 juta jiwa, hal ini akan terus diprediksi.
Jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 238,5 juta pada tahun 2010 menjadi 305,6 juta pada tahun 2035.2
Oleh karenanya dilakukan upaya yang kuat untuk meningkatkan pemerataan pendapatan penduduk antara lain dengan penganekaragaman peluang kerja yang diciptakan oleh pemerintah maupun swasta. Hal ini dimaksudkan agar penduduk mempunyai pilihan dalam upaya untuk memperoleh pekerjaan untuk menghasilkan pendapatan, sehingga dapat
1Badan Pusat Statistik, Data Sensus Penduduk Indonesia Tahun 2011, (Jakarta : BPS, 2011), 25.
2Badan Pusat Statistik, Proyeksi Penduduk Indonesia, (Jakarta : BPS, 2013), 23.
memenuhi kebutuhan yang diperlukan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.3
Seperti halnya jumlah penduduk di salah satu kota di Jawa Timur yaitu Kabupaten Jember mengalami peningkatan jumlah penduduk yang tinggi dari tahun ke tahun dan akan terus diprediksi naik untuk tahun berikutnya, sehingga diperlukan adanya keseimbangan antara jumlah penduduk dengan lapangan pekerjaan yang memadai.
Gambar 1.1
Jumlah Penduduk Kabupaten Jember Tahun 2014-2018
Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa jumlah penduduk di Kabupaten Jember terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2014, menunjukkan 2.394.608 jiwa kemudian tahun berikutnya naik tidak terlalu signifikan dan data terakhir tahun 2018 menunjukkan angka 2.440.714 jiwa.4 Dari jumlah
3Eny Rochaida, “Dampak Pertumbuhan Penduduk Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Keluarga Sejahtera di Provinsi Kalimantan Timur”, Forum Ekonomi, 1 (Anonim, 2016), 15.
4Parwoto dan Tika Agustin, Proyeksi penduduk Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur 2010-2020, (Jakarta : Badan Pusat Statistik, 2015), 16.
Series 1; 2014;
2.394.608
Series 1; 2015;
2.407.115
Series 1; 2016;
2.419.000
Series 1; 2017;
2.430.185
Series 1; 2018;
2.440.714 J
I W
A
populasi yang pesat tersebut akan berdampak pada volume sampah yang dihasilkan manusia.
Pertambahan penduduk yang meningkat seiring dengan segala aktivitas dan kegiatan di berbagai sektor mengakibatkan bertambahnya jenis dan kuantitas sampah sehingga akan menimbulkan permasalahan apabila tidak diikuti dengan sistem pengelolaan sampah yang optimal. Kegiatan pengolahan sampah selain memiliki potensi ekonomi juga memberikan kelestarian lingkungan, di mana salah satu dampak positif dari kegiatan pengolahan sampah ini yaitu memberikan kesejahteraan lingkungan. Islam jauh sebelumnya telah mengajarkan kepada ummatnya agar senantiasa menjaga kelestarian alam. Dimana kelestarian alam ini merupakan bagian dari ajaran Islam yaitu syukur. Karena Allah SWT menciptakan alam semesta ini tidak lain hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia, oleh karenanya manusia perlu menjaga kelestarian alam ini dengan tidak mengotorinya, tidak merusak dan semacamnya. Sampah merupakan suatu masalah yang perlu diperhatikan.
Sampah jika tidak diperhatikan dengan baik akan menyebabkan masalah lingkungan seperti masalah lingkungan, kesehatan, ketertiban dan keindahan. Persoalan lingkungan yang selalu menjadi isu besar di hampir seluruh wilayah perkotaan adalah masalah sampah. Laju pertumbuhan ekonomi di kota dimungkinkan menjadi daya tarik luar biasa bagi penduduk untuk hijrah ke kota, sehingga terjadi tekanan penduduk di wilayah perkotaan.
Gambar 1.2
Prosentase Timbunan Sampah di Kabupaten Jember
Berdasarkan data dari DPU Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Jember produksi sampah di Jember cenderung meningkat setiap tahun.
Timbunan sampah yang dihasilkan di Kabupaten Jember mencapai 3.287,51 m3/hari dengan komposisi sampah organik (81,9%), sampah non- organik (13,6%) dan sampah beracun (4,5%). Sampah non organik terdiri dari plastik (5,5%), karet (4,1%), besi (1,3%), kaca (1,2%), kain (1,5%) sedangkan sampah beracun terdiri dari baterai (0,5%), sampah medis (3%) dan sisa kemasan pestisida (1%). Timbunan sampah akan menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Untuk itu perlu adanya penanganan yang baik dari jumlah sampah dalam hal ekonomi yang menjadi pendapatan bagi masyarakat.5
Kabupaten Jember memiliki TPA di lima titik diantaranya berada di Kecamatan Pakusari, Ambulu, Tanggul, Kencong dan Balung. Diantara kelima kecamatan tersebut Pakusari yang memiliki lahan paling luas sekitar 6,8 hektar. Pakusari menjadi titik pengumpulan sampah dari kecamatan
5H. Widyatmoko & S. Moerdjoko, Menghindari, Mengolah dan Menyingkirkan Sampah, (Jakarta : Abdi Tandur, 2002), 32.
Timbunan Sampah;
Sampah Organik; … Timbunan
Sampah;
Sampah non- organik; … Timbunan
Sampah;
Sampah
beracun; … Sampah Organik Sampah non-organik Sampah beracun
Sumbersari, Patrang, Kaliwates, Kalisat, Silo, Mayang, dan Rambipuji. Dari pengumpulan sampah di TPA Pakusari sampah akan diolah menjadi kompos, gas metan dan lain sebagainya.TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Pakusari merupakan salah satu tempat pembuangan berbagai macam sampah yang dihasilkan oleh seluruh penduduk kota Jember.
Gambar 1.3
Volume Sampah yang masuk ke TPA Pakusari Tahun 2018
Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember 13 Maret 2019
Grafik di atas merupakan data mengenai volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Jember setiap bulannya. Dari data tersebut dapat dilihat perkembangan volume sampah yang terjadi. Sekitar bulan Januari hingga September 2018 volume sampah tidak terlalu naik signifikan, namun mengalami peningkatan pesat ketika memasuki bulan Oktober.
Bank sampah adalah salah satu strategi penerapan 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam pengelolaan sampah pada sumbernya di tingkat masyarakat.
Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September
Pelaksanaan bank sampah pada prinsipnya adalah salah satu rekayasa sosial (social engineering) untuk mengajak masyarakat memilah sampah.
Pelaksanaan bank sampah dapat memberikan output nyata bagi masyarakat berupa kesempatan kerja dalam melaksanakan manajemen operasi bank sampah dan investasi dalam bentuk tabungan. Proses dalam bank sampah ini hampir sama dengan bank konvensional pada umumnya. Bedanya, jika biasanya masyarakat menabung uang dapatnya uang, maka melalui bank sampah masyarakat menabung sampah dapatnya uang. Inilah yang dilakukan bank sampah di Kabupaten Jember.
Mekanisme bank sampah secara umum :
Bank sampah sebagai tempat menabung sampah yang telah terpilah menurut jenis sampah, sampah yang ditabung pada bank sampah adalah sampah yang mempunyai nilai ekonomis. Cara kerja bank sampah pada umumnya hampir sama dengan bank lainnya, ada nasabah, pencatatan pembukuan dan manajemen pengelolaannya, apabila dalam bank yang biasa kita kenal yang disetorkan nasabah adalah uang akan tetapi dalam bank
1. Pemisahan awal sampah dari rumah
2.Penyetoran 3. Penimbangan disaksikan pemilik
4. Pencatatan oleh Petugas Bank Sampah 5. Dikonversi ke rupiah
dan dicatat ke buku tabungan Bank Sampah
sampah yang disetorkan adalah sampah yang mempunyai nilai ekonomis, sedangkan pengelola bank sampah harus orang yang kreatif dan inovatif serta memiliki jiwa kewirausahaan agar dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain bisa sebagai sarana untuk melakukan gerakan penghijauan, pengelolaan sampah juga bisa menjadi sarana pendidikan gemar menabung untuk masyarakat dan anak-anak. Metode bank sampah juga berfungsi untuk memberdayakan masyarakat agar peduli terhadap kebersihan.6
Bank sampah sudah mulai menjamur, pengelolaan masyarakat di perkampungan. Di luar bank sampah milik dinas dan ada bank sampah lain yang murni pengelolaannya dilakukan masyarakat. Di Kabupaten Jember jumlah bank sampah sekitar 27 unit yang tercatat di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember hal ini dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 1.1 Bank Sampah di Kabupaten Jember No. Nama Bank
Sampah Kategori Alamat Latar Belakang Status 1. BS Jember Induk Jl. Supriyadi
52 Jember Profesi/Umum Pasif 2.
BS Republik Sejahtera Mandiri
Unit
Ds.
Mundurejo Umbulsari
Pemukiman Aktif 3. BS Sahabat
Ibu Unit Perum Taman
Gading Pemukiman Aktif
4. BS Dharma
Alam Unit Perum
Dharma Alam Pemukiman Aktif 5. BS Dama
Aster Unit Perum Bumi
Mangli Pemukiman Aktif
6. BS Cantikan Unit RW 20
Cantikan Pemukiman Aktif
6Kementrian Lingkungan Hidup RI, Bank Sampah Dan 3R : Membangun Lingkungan dan Ekonomi Kerakyatan, (Jakarta : Anonim , 2011), Anonim.
7. BS Kencana Unit Perum Graha
Kencana Asri Pemukiman Aktif 8 BS Serasi Unit Ds. Kertosari
Pakusari Profesi/Pemulung Aktif 9 BS Griya
Mangli Indah Unit Perum Griya
Mangli Pemukiman Pasif
10 BS Kebonsari Unit Letjen
Suprapto 4 Pemukiman Pasif 11 BS Jember
Kidul Unit
Jalan Trunojoyo XII/2
Pemukiman Pasif 12 BS Netro
Setio Alam Unit Karangbayat Pemukiman Pasif 13 BS Talangsari Unit Jl. KH. Sidiq
Jember Tukang Sampah Pasif 14 BS
Cendrawasih Unit Jl.
Cendrawasih Tukang Sampah Pasif 15 BS Mastrip Unit Jl. Mastrip Tukang Sampah Pasif 16 BS Sukorejo Unit Jl. Tidar Tukang Sampah Pasif 17 BS Sastra Unit Ds. Sarimulyo
Kec. Jombang Pemukiman Aktif 18 BS Veteran
Barokah Unit RW 18 Pemukiman Pasif
19 BS Gladak
Kembar Unit Jl. Sumatera Pemukiman Pasif 20
BS Lengkong
Barat Unit Ds. Merawan
Mayang Pemukiman Pasif
21 BS Larahan
Makmur Unit Ds. Suci Kec.
Panti Pemukiman Pasif
22 BS Karya
Mandiri Unit Balung Kulon Pemukiman Pasif 23 BS Nurul
Ulum Unit
Jl. Prawiro 1 A
Wirowongso
Profesi dan
Umum Pasif
24
BS Biting Peduli Lingkungan (BPL)
Unit Jl. Merdeka Pemukiman Pasif
25 BS OJK Unit
Jl. Hayam Wuruk 41 Jember
Profesi dan
Umum Aktif
26 BS St Paulus Unit - - -
27 BS Tegal
Besar Lestari Unit Jalan Imam
Bonjol Pemukiman Pasif
Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember 13 Maret 2019
Data bank sampah pada tabel tersebut tidak serta merta menjadi acuan total dari bank sampah di Kabupaten Jember. Karena masih banyak bank sampah di luar sana yang belum terdata pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember baik statusnya aktif maupun pasif. Dalam penelitian ini mengambil tiga tempat bank sampah sebagai tempat penelitian. Pertama yaitu Bank Sampah sahabat ibu yang berlokasi di Perumahan Taman Gading Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Bank sampah ini sudah dua tahun berjalan dan pengelolaannya murni dilakukan oleh masyarakat. Diberi nama sahabat ibu karena ibu rumah tangga lebih rajin dalam memilah dan menyimpan sampah. Ibu dalam rumah tangga juga berperan penting dalam mengatur rumah tangga, mengenai uang bulanan yang sering habis ketika akhir bulan. Maka hasil penjualan sampah dapat ditabung di koperasi bank sampah yang nantinya dibelanjakan sembako di koperasi tersebut ketika akhir bulan sehingga menjadi sahabat bagi ibu-ibu yang tergabung didalamnya.7
Yang kedua yaitu Bank Sampah Dharma Alam (BSDA) yang berlokasi di Perumahan Dharma Alam Sempusari Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Sama halnya dengan Taman Gading, BSDA ini pengelolaannya di lingkup perumahan.8 Ketiga yang berlokasi di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung Kabupaten Jember. Bank sampah ini murni pengelolaan dari Balai Desa Wirowongso yang pendiri utamanya Ibu Eny Kepala Desa Wirowongso. Nantinya proses bank sampah ini akan berjalan
7Evi, wawancara, 28 Oktober 2019.
8Budi, wawancara, 28 Oktober 2019.
dibantu dengan karang taruna desa setempat namun, belum ada konsep yang matang mengenai pengelolaannya.9 Alasan peneliti mengambil tiga tempat bank sampah tersebut, untuk bank sampah sahabat ibu selain status aktif juga mereka mendirikan koperasi bank sampah yang tidak semua bank sampah lain memilikinya. Dharma alam unggul dalam hal keanggotaan dengan jumlah nasabah sekitar 120-an per akhir 2018. Sedangkan untuk bank sampah Wirowongso berada di naungan desa setempat, meskipun tidak terdata di Dinas Lingkungan Hidup tetapi dari segi kelembagaan mereka mendapatkan CSR Bank Mandiri berupa dua alat penghancur sampah yang tidak semua bank sampah mendapatkan fasilitas seperti ini. Sehingga hal ini menjadi menarik untuk menjadi obyek penelitian.
Dari ketiga bank sampah diatas bagaimana kelembagaan yang baik dan benar. Maka peneliti membuat suatu permodelan agar bank sampah nantinya dapat berdampak ekonomi. Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Dinamika Pendapatan dan Transformasi Kelembagaan Bank Sampah di Kabupaten Jember ”.
B. Fokus Penelitian
Adapun fokus masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Bagaimana dinamika pendapatan dari pengelolaan bank sampah ? 2. Bagaimana proses transaksi jual beli dari bank sampah tersebut ? 3. Bagaimana transformasi kelembagaan dari pengelolaan bank sampah ?
9Eny, wawancara, 27 Oktober 2019.
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan fokus penelitian diatas maka penelitian ini bertujuan untuk:
1. Untuk mengetahui dinamika pendapatan dari pengelolaan bank sampah 2. Untuk mengetahui bagaimana proses transaksi jual beli dari bank sampah
tersebut
3. Untuk mengetahui bagaimana transformasi kelembagaan dari pengelolaan bank sampah
D. Manfaat Penelitian
Secara praktis proses penelitian diharapkan memberikan manfaat kepada peneliti secara pribadi maupun seluruh pihak yang bersangkutan untuk mengembangkan penelitian yang berjudul Dinamika Pendapatan dan Transformasi Kelembagaan Bank Sampah di Kabupaten Jember.
Adapun manfaat penelitian ini sebagai berikut : 1. Manfaat Teoritis
a. Bagi Peneliti
Menambah pengetahuan penulis secara teoritis mengenai Dinamika Pendapatan dan Transformasi Kelembagaan Bank Sampah di Kabupaten Jember
b. Bagi Kabupaten Jember
Dapat mengambil manfaat dari penelitian ini dan menjadi bahan masukan dalam perumusan kebijakan
c. Bagi Kalangan Akademisi IAIN Jember
Hasil penelitian ini semoga bermanfaat dan memberikan nilai positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan baik dalam tataran teoritis maupun praktis
2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti
1) Peneliti dapat berbagi informasi pengetahuan dan memberikan kontribusi yang berguna sehingga dapat mengetahui Dinamika Pendapatan dan Transformasi Kelembagaan Bank Sampah di Kabupaten Jember
2) Memberikan wawasan yang utuh dan konkrit terhadap disiplin ilmu yang dimiliki peneliti, khususnya yang berkaitan dengan dinamika pendapatan masyarakat.
b. Bagi Bank Sampah
Dapat dijadikan acuan untuk kemajuan dan keberhasilan dalam menjalankan program bank sampah.
c. Bagi Masyarakat
Untuk memberikan informasi mengenai adanya bank sampah di Jember.
d. Bagi Akademisi
Bagi IAIN Jember, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam program studi Ekonomi Syariah. Penelitian ini dapat digunakan
sebagai literatur ataupun komparasi dalam pengembangan penelitian selanjutnya.
e. Bagi Para Pembaca
Diharapkan bagi para pembaca semoga dapat menambah wawasan pengetahuan tentang Dinamika Pendapatan dan Transformasi Kelembagaan Bank Sampah di Kabupaten Jember.
3. Manfaat Akademis
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan tentang upaya pengembangan bank sampah, dan berguna juga untuk menjadi referensi mahasiswa yang melakukan kajian tentang bank sampah. Serta dapat dijadikan teori tentang transformasi kelembagaan bank sampah yang baik di Kabupaten Jember.
E. Definisi Istilah
Judul merupakan uraian singkat, jelas dan mencerminkan inti suatu penelitian. Maka perlu peneliti uraikan agar mempermudah para pembaca dalam memahami judul diatas :
1. Dinamika Pendapatan
Dinamika dapat diartikan sebagai sesuatu yang selalu bergerak.
Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan suatu benda atau kondisi yang cenderung berubah-ubah atau tidak konstan. Dinamika merupakan lawan dari kata statistika yang berarti diam dan cenderung konstan.
Istilah dinamika banyak digunakan dalam kehidupan karena sebagian besar hal yang terjadi di dunia ini bersifat dinamis.
Sehingga dinamika bisa dikatakan gerak atau kekuatan yang dimiliki sekumpulan orang di dalam masyarakat yang dapat menimbulkan perubahan di tata hidup masyarakat yang bersangkutan.
Pendapatan merupakan sumber penghasilan seseorang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup dan penghidupan seseorang secara langsung maupun tidak langsung.10 Pendapatan masyarakat adalah pendapatan yang menjadi hak penduduk yang dapat dibelanjakan tanpa tanggungan yang menjadi kewajiban (atau singkatnya sering disebut sebagai pendapatan yang siap untuk dibelanjakan).11 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pendapatan adalah hasil kerja (usaha atau sebagainya).12 Seperti halnya yang di kemukakan oleh Towelu bahwa “Untuk memperbesar pendapatan, seorang anggota keluarga dapat mencari pendapatan dan sumber lain atau membantu pekerjaan kepala keluarga sehingga pendapatannya bertambah.13
Dinamika pendapatan dapat di definisikan sebagai kondisi pendapatan masyarakat yang tidak tetap dan cenderung terus berubah dari waktu ke waktu dapat di sebabkan karena adanya penerimaan atau pengeluaran pendapatan. Berdasarkan uraian istilah diatas maka yang dimaksud dengan judul “Dinamika Pendapatan dan Transformasi Kelembagaan Bank Sampah di Kabupaten Jember” ini adalah kondisi
10Golrida K, Akuntansi Usaha Kecil Untuk Berkembang, (Jakarta : Murai Kencana, 2008), 15.
11Iskandar Putong, Pengantar Ekonomi Mikro Dan Makro, (Jakarta : Ghalia Indonesia, 2002), 165.
12Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai Pustaka, 1998), 185.
13Sudarman Toweulu, Ekonomi Indonesia, (Jakarta : Raja Grafindo, 2001), 3.
yang cenderung berubah-ubah atau tidak konstan mengenai peningkatkan pendapatan masyarakat melalui adanya bank sampah sehingga pendapatan masyarakat meningkat dan dapat mencukupi kebutuhan hidup.
2. Transformasi Kelembagaan
Kelembagaan mempengaruhi bagaimana masyarakat mengambil keuntungan dari berbagai kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.14 Perubahan kelembagaan dari perspektif yang berbeda.
Pertama, perubahan kelembagaan terjadi sebagai reaksi dari faktor ekonomi baru, yang biasanya direfleksikan dengan adanya perubahan harga relatif dan selera. Kedua, wirausahawan (bisa organisasi maupun individu) mengeksploitasi seluruh potensi yang terdapat dalam sebuah sistem kelembagaan, yang ujung-ujungnya akan menghasilkan perubahan yang inovatif. Perubahan kelembagaan bisa dipicu oleh otoritas formal (lewat regulasi) maupun otoritas informal (kesepakatan maupun nilai- nilai yang berkembang/berubah). Namun, setiap analis perubahan kelembagaan tidak dalam posisi untuk menentukan model perubahan kelembagaan mana yang lebih ideal. Hal paling maksimal yang bisa dilakukan oleh analis perubahan kelembagaan hanya memetakan segi kelemahan dan kekuatan dari masing-masing tipe perubahan kelembagaan. Lebih dari itu, setiap perubahan kelembagaan yang terjadi dalam proses pertukaran ekonomi selalu bersifat spesifik, sehingga model
14Ahmad Erani Yustika, Teori Ekonomi Kelembagaan, (Malang : Erlangga, 2013), 181.
perubahan kelembagaan yang bagus untuk kegiatan ekonomi tertentu tidak lantas baik juga untuk aktivitas transaksi ekonomi lainnya.
Dalam konteks ekonomi, perubahan kelembagaan selalu dikaitkan dengan atribut keuntungan yang bakal dinikmati oleh pelaku yang terlibat di dalamnya. Dengan diktum ini, perubahan kelembagaan memiliki keuntungan bagi masyarakat hanya jika biaya-biaya yang muncul akibat perlindungan hak-hak (protection of rights) lebih kecil ketimbang penerimaan (gains) dari alokasi sumberdaya yang lebih baik. Apabila biaya yang muncul terlalu tinggi, mungkin diperlukan langkah untuk mendesain kelembagaan nonpasar (nonmarket institutions) dalam rangka mencapai alokasi sumberdaya yang lebih efisien.15
Sehingga Transformasi Kelembagaan itu pada dasarnya yaitu perubahan mindset masyarakat untuk tidak menguasai sesuatu dengan sendirinya. Ada 3 hal yang harus diperhatikan dari kelembagaan ini :
1. Memperkecil Eksternalitas (Kepentingan anggota) 2. Terjaganya modal sosial (sesama anggota guyub rukun)
3. Menghilangkan modal sharing (cita-cita untuk tidak menguasai) Jika dari 3 hal tersebut diatas tidak ada dalam suatu bank sampah maka dapat disimpulkan bahwa bank sampah itu baik. Maka dari itu diperlukan wadah agar ketiga hal tersebut berjalan. Misal dibentuknya 1. Koperasi sebagai wadah untuk transparansi
2. Adanya laporan tiap tahun
15Ahmad Erani Yustika, Teori Ekonomi Kelembagaan, 160.
3. Pembagian SHU (tidak ada dominasi pengurus dan anggota) 4. Kerukunan (guyub rukun) tidak ada protes
Sehingga tujuan dari teori kelembagaan untuk kemakmuran masyarakat. Jika hal ini diterapkan akan baik untuk masyarakat kedepannya.
3. Bank Sampah
Menurut Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle. Melalui Bank Sampah, pada pasal 1 disebutkan bahwa bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan/atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi.16 Sedangkan bank sampah menurut Unilever adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif didalamnya. Sistem ini akan menampung, memilah dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar sehingga masyarakat mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah.17
Penerapan prinsip 3R sedekat mungkin dengan sumber sampah juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah sampah secara terintegrasi dan menyeluruh sehinga tujuan akhir kebijakan Pengelolaan Sampah
16Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle Melalui Bank Sampah
17Unilever Indonesia, Buku Panduan Sistem Bank Sampah & 10 Kisah Sukses, (Jakarta : Unilever, 2014), 3.
Indonesia dapat dilaksanakan dengan baik.18 Tujuan bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah di Indonesia, untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi dan bersih, mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat untuk kerajinan dan lainnya. Jadi dengan kata lain bank sampah sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan/pengolahan sampah dan sekaligus dalam penanganan lingkungan.19
Cara kerja bank sampah pada umumnya hampir sama dengan bank lainnya, ada nasabah, pencatatan pembukuan dan manajemen pengelolaannya. Apabila dalam bank umum yang disetorkan nasabah adalah uang, akan tetapi dalam Bank Sampah yang disetorkan adalah sampah yang mempunyai nilai ekonomis. Bank sampah sebaiknya dikelola oleh orang yang kreatif dan inovatif, serta memiliki jiwa kewirausahaan, agar dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Konsep Bank Sampah mengadopsi manajemen bank pada umumnya.
Selain bisa sebagai sarana untuk melakukan gerakan penghijauan, pengelolaan sampah juga bisa menjadi sarana pendidikan gemar menabung untuk masyarakat dan anak-anak. Metode Bank Sampah juga
18Elvira Suryani, Manajemen Pengelolaan Bank Sampah di Kota Bekasi, 1 (Februari, 2016), 66.
19Munawir, “Bank Sampah : Upaya Pemberdayaan Masyarakat dan Penanganan Lingkungan”, Buletin Bisnis Dan Manajemen, 1, (Februari, 2015), 32.
berfungsi untuk memberdayakan masyarakat agar peduli terhadap kebersihan.20
F. Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan berisi tentang deskripsi alur pembahasan skripsi yang dimulai dari bab pendahuluan hingga bab penutup. Format penulisan sistematika pembahasan adalah dalam bentuk Bab.
Bab I Pendahuluan, terdiri dari latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi istilah, dan sistematika pembahasan.
Bab II Kajian Kepustakaan, terdiri dari penelitian terdahulu dan kajian teori. Teori yang digunakan yaitu teori tentang sampah, bank sampah, kelembagan, Ba’i (jual beli), Kesejahteraan, Sustainable Development dan teori modal sosial. Pada penelitian terdahulu akan dijelaskan penelitian terdahulu yang menjadi salah satu referensi peneliti. Kemudian pada kajian teori dijelaskan tentang pembahasan teori yang dijadikan beberapa materi penjelasan peneliti.
Bab III Metode Penelitian, meliputi pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, subyek penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data dan tahap-tahap penelitian.
20Anih Sri Suryani, “Peran Bank Sampah dalam Efektivitas Pengelolaan Sampah (Studi Kasus Bank Sampah Malang)”, Aspirasi, 1 (Juni, 2014), 74.
Bab IV Hasil Penelitian, pada bagian ini berisi tentang inti atau hasil penelitian ini, yang meliputi gambaran obyek penelitian, penyajian data, analisis dan pembahasan temuan.
Bab V Kesimpulan dan saran yang berisi kesimpulan penelitian yang dilengkapi dengan saran-saran dari peneliti dan diakhiri dengan penutup.
21
BAB II
KAJIAN KEPUSTAKAAN A. Penelitian Terdahulu
Untuk mengetahui lebih luas tentang Dinamika Pendapatan dan Transformasi Kelembagaan Bank Sampah di Kabupaten Jember, maka peneliti berusaha membandingkan dengan penelitian lain dengan berbentuk naratif sebagai berikut :
1. Penelitian yang dilakukan oleh Munawir dari STIMA IMMI Jakarta mengenai Bank Sampah : Upaya Pemberdayaan Masyarakat dan Penanganan Lingkungan. Isi Penelitian tersebut mengenai metode pengelolaan sampah kering yaitu dengan kegiatan bank sampah yang perlu dilakukan sosialisasi terus menerus, sedangkan untuk sampah basah agar selalu diupayakan memprosesnya dengan alat komposter untuk menjadi kompos sebagai pupuk organik tanaman. Penanganan sampah kering dan sampah basah bila dilakukan secara progresif, simultan dan terpadu maka dapat mereduksi jumlah sampah yang sangat besar yang dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Kegiatan bank sampah, dengan memilah sampah kering maka akan terkait dalam pemberdayaan masyarakat dan penanganan lingkungan menjadi lebih baik.21
2. Penelitian yang kedua oleh Sujiyanto mengenai analisis pengelolaan sampah di bank sampah Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan terbentuknya dari berjalannya Bank Sampah Malang ada faktor-
21Munawir, “Bank Sampah : Upaya Pemberdayaan Masyarakat dan Penanganan Lingkungan”, (STIMA IMMI Jakarta 2015)
22
faktor yang mendorongnya yaitu faktor pemerintah, masyarakat, dan swasta (pengusaha). Adanya dukungan dari masyarakat seperti dari Tim Pengerak PKK, Kader Lingkungan, warga masyarakat RW, RT, dan sekolah-sekolah se Kota Malang, adanya dukungan dari swasta (pengusaha) seperti para pedagang lapak baik pabrik, pengepul barang bekas dan tukang rosok individu.
Walaupun demikian kontribusi variasi setelah terbentuk dan berjalannya Bank Sampah Malang yaitu dapat mengurangi volume sampah yang diangkut ke TPA Supiturang, sampah di Kota Malang sebagian dapat dikelola oleh masyarakat dan masyarakat mendapat keuntungan tambahan dari hasil penjualan sampah dan dapat menumbuhkan lapangan pekerjaan di masyarakat.22
3. Penelitian ketiga dilakukan oleh Aan Nuryani mengenai Peranan Bank Sampah Gemah Ripah Terhadap Kesempatan Kerja dan Pendapatan Keluarga di Kecamatan Bantul Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian yaitu Penelitian ini menemukan bahwa peranan Bank Sampah Gemah Ripah terhadap kesempatan kerja di Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta masih kecil yaitu 1,02%. Peranan Bank Sampah Gemah Ripah terhadap pendapatan keluarga di Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta juga masih kecil yaitu 0,90% dari pendapatan hasil menabung Rp 4.772.700,00 dan jumlah pendapatan total keluarga baik
22Sujiyanto, “Analisis Pengelolaan Sampah di Bank Sampah Malang”, (Universitas Tribhuwana Tunggadewi 2016)
23
pendapatan dari pekerjaan pokok maupun pendapatan lainnya Rp 528.322.700,00.
Peranan pendapatan menabung di Bank Sampah Gemah Ripah terhadap pendapatan total keluarga dilihat dari pekerjaan pokok paling besar berasal dari penabung atau nasabah yang mempunyai pekerjaan pokok sebagai buruh 1,34% dan yang paling kecil berasal dari penabung atau nasabah yang memiliki pekerjaan pokok sebagai PNS yaitu 0,63%.
Faktor penghambat dalam perkembangan Bank Sampah Gemah Ripah adalah manajemen Bank Sampah yang belum baik23
4. Penelitian yang dilakukan oleh Makmur Selomo, dkk mengenai bank sampah sebagai salah satu solusi penanganan sampah di kota Makassar.
Hasil penelitian diperoleh variabel yang berhubungan dengan keikutsertaan masyarakat adalah tingkat pengetahuan (p=0.000;φ=0.643).
Variabel yang tidak berhubungan dengan keikutsertaan masyarakat adalah jumlah anggota keluarga (p=0.111) dan penghasilan (p=0.526).
Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan keikutsertaan masyarakat dalam menabung di Bank Sampah Pelita Harapan di Kelurahan Ballaparang Kota Makassar tahun 2015.24
5. Penelitian yang dilakukan Heleina J. Kristina mengenai model konseptual untuk mengukur adaptabilitas bank sampah di Indonesia.
23Aan Nuryani, “Peranan Bank Sampah Gemah Ripah Terhadap Kesempatan Kerja dan Pendapatan Keluarga di Kecamatan Bantul Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta”
(Universitas Negeri Yogyakarta 2012)
24Makmur Selomo, dkk, “Bank Sampah Sebagai Salah Satu Solusi Penanganan Sampah di Kota Makassar” (Universitas Hasanuddin 2016)
24
Program bank sampah yang diberdayakan di Indonesia tentunya diharapkan dapat memberikan sebuah sistem yang efektif dan efisien sehingga proses bisnis dari bank sampah yang diselenggarakan dapat maksimal. Sistem yang efektif dan efisien ini terangkum dalam suatu proses yang dikenal dengan proses adaptabilitas. Adaptabilitas bank sampah adalah kemampuan sistem bank sampah untuk bereaksi secara positif ketika proses atau kondisi faktor kunci mengalami perubahan.25 6. Aditya Nugraha, dkk melakukan penelitian tentang persepsi dan
partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga melalui bank sampah di Jakarta Selatan. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Bank Sampah Rawajati merupakan keterlibatan masyarakat secara langsung maupun tidak langsung dalam upaya mengelola sampah menjadi suatu benda lain yang memiliki manfaat.
Partisipasi merupakan modal yang penting bagi program pengelolaan sampah untuk dapat berhasil mengatasi permasalahan mengenai sampah rumah tangga yang banyak terdapat di lingkungan masyarakat, terutama di perkotaan.26
7. Desiana melakukan penelitian tentang “Analisa Program Bank Sampah”
(Studi Kasus Kontribusi Yayasan Unilever Indonesia Dalam Pemberdayaan Masyarakat Malakasari, Jakarta Timur Periode Februari Sampai Dengan Mei 2013). Isi penelitian mekanisme pembentukan
25Helena J. Kristina, “Model Konseptual Untuk Mengukur Adaptabilitas Bank Sampah di Indonesia” (Universitas Pelita Harapan Tangerang 2014)
26Aditya Nugraha dkk, “Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Melalui Bank Sampah di Jakarta Selatan” (Institut Pertanian Bogor 2018)
25
sistem bank sampah terdiri dari enam tahapan yang terdiri dari sosialisasi awal, pelatihan teknis, pendampingan sistem bank sampah, pengembangan sistem bank sampah, menjalankan sistem bank sampah, dan monitoring serta evaluasi sistem bank sampah. Kemudian didapatkan juga hasil bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan YUI dapat dikatakan berhasil. Serta Program Bank Sampah ini bagi beberapa orang dapat merubah dan membentuk perilaku konsumen untuk mengkonsumsi produk atau tetap setia dengan produk Unilever.27
8. Elvira Suryani melakukan penelitian tentang Manajemen Pengelolaan Bank Sampah di Kota Bekasi. Isi penelitian Kesadaran masyarakat, pemerintah dan stakeholder harus sejalan serta memiliki kesepahaman yang sama dalam menerapkan manajemen pengelolaan bank sampah di Kota Bekasi. Sehingga Bank Sampah mampu berkembang di daerah- daerah lainnya di Kota Bekasi. Bank Sampah Online Gang Gamprit dan Bank Sampah Lestari merupakan perbaduan penerapan manajemen tradisional dan modern. Terobosan baru Bank Sampah Online yang sudah berdiri di Kota Bekasi, diharapkan mampu mencari supplier- suplier sampah dengan mudah. Sehingga akses antrian di bank sampah semakin berkurang.28
9. Shofiyatul Muntazah dan Dra. Indrawati Theresia, M.Si melakukan penelitian Pengelolaan Program Bank Sampah Sebagai Upaya
27Desiana, “Analisa Program Bank Sampah (Studi Kasus Kontribusi Yayasan Unilever Indonesia dalam Pemberdayaan Masyarakat Malakasari Jakarta Timur Periode Februari Sampai dengan Mei 2013)” (Universitas Bina Nusantara Jakarta 2014)
28Elvira Suryani, “Manajemen Pengelolaan Bank Sampah di Kota Bekasi” (anonim, 2016)
26
Pemberdayaan Masyarakat di Bank Sampah Bintang Mangrove Kelurahan Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung Anyar Surabaya.
Isi penelitian Pengelolaan program bank sampah di Bank Sampah Bintang Mangrove sesuai dengan fungsi manajemen, yaitu perencanaan (Intervensi pemerintah dan Swasta, partisipasi masyarakat, adanya sosialisasi), pengorganisasian (Struktur organisasi yang jelas, kerjasama dengan pihak terkait, pembagian peran yang jelas), pelaksananaan (strategi pendekatan secara makro), evaluasi sehingga pelaksanaan program sangat efektif.29
10. Norrina Aprida Ulfah, dkk Judul penelitian tentang Studi Efektifitas Bank Sampah Sebagai Salah Satu Pendekatan Dalam Pengelolaan Sampah Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Banjarmasin. Isi Penelitian Tingkat efektifitas siswa SMA Negeri 1 Banjarmasin, SMA Negeri 2 Banjarmasin, SMA Negeri 3 Banjarmasin, SMA Negeri 4 Banjarmasin, SMA Negeri 5 Banjarmasin, dan SMA Negeri 6 Banjarmasin termasuk dalam kategori efektif. Hal ini disebabkan adanya keikutsertaan semua responden yang menjadi nasabah menjadikan bank sampah efektif sebagai salah satu pendekatan dalam pengelolaan sampah di sekolah.30
29Shofiyatul Muntazah dan Indrawati Theresia, “ Pengelolaan Program Bank Sampah sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Bank Sampah Bintang Mangrove Kelurahan Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung Anyar Surabaya” (Universitas Negeri Surabaya, 2015)
30Norrina Aprida Ulfah, dkk, “Studi Efektifitas Bank Sampah Sebagai Salah Satu Pendekatan Dalam Pengelolaan Sampah Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Banjarmasin” (Universitas Lambung Mangkurat, 2016)
27
Tabel 1.2 Penelitian Terdahulu
No. Nama Judul Metode Hasil Perbedaan Persamaan
1. Desiana 2014
“Analisa Program Bank Sampah”
(Studi Kasus Kontribusi Yayasan Unilever Indonesia Dalam
Pemberdayaan Masyarakat Malakasari, Jakarta Timur Periode Februari Sampai Dengan Mei 2013)
Penelitian
Kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menggunakan wawancara mendalam dan observasi lapangan
Mekanisme pembentukan sistem bank sampah terdiri dari enam tahapan yang terdiri dari sosialisasi awal, pelatihan teknis,
pendampingan sistem bank sampah, pengembangan sistem bank sampah, menjalankan sistem bank sampah, dan monitoring serta evaluasi sistem bank sampah. Kemudian didapatkan juga hasil bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan YUI dapat dikatakan berhasil. Serta Program Bank Sampah ini bagi beberapa orang dapat merubah dan membentuk perilaku konsumen untuk mengkonsumsi produk atau tetap setia dengan produk Unilever.
Hampir sama dengan penelitian Munawir mengenai pemberdayaan masyarakat namun penelitian ini menggunakan studi kasus Yayasan Unilever Indonesia melalui program ini telah berhasil memberdayakan masyarakat serta mengubah pola perilaku
masyarakat sebagai konsumen
Unilever.
Membahas mengenai bank sampah
dengan metode kualitatif
2. Heleina J.
Kristina 2014
Model konseptual untuk mengukur adaptabilitas
Penelitian ini bersifat
eksploratori, lebih banyak bersifat kajian literatur
Program bank sampah yang
diberdayakan di Indonesia tentunya diharapkan dapat memberikan sebuah sistem yang efektif dan efisien sehingga proses bisnis dari
Penelitian ini menggunakan kajian literatur dalam proses penelitian
Membahas mengenai bank sampah
27
28
bank sampah di Indonesia.
yang berhubungan dengan bank sampah,
manajemen proses, serta proses
adaptabilitas dan pendukungnya.
bank sampah yang diselenggarakan dapat maksimal. Sistem yang efektif dan efisien ini terangkum dalam suatu proses yang dikenal dengan proses adaptabilitas.
3. Anih Sri Suryani 2014
Peran Bank Sampah Dalam Efektivitas Pengelolaan Sampah (Studi Kasus Bank Sampah Malang)
Penelitian Kualitatif
Dari aspek kelembagaan, koperasi dinilai cukup efektif membuat BSM bisa mandiri dan berdikari.
Hambatan masih banyak dialami dari segi pembiayaan, sedangkan dari segi regulasi masih diperlukan regulasi pendukung untuk
memperkuat kinerja BSM. Selama ini, peran serta masyarakat sudah cukup baik, tetapi belum optimal.
Hal ini dikarenakan pengetahuan dan pemahaman yang belum merata.
Aspek teknik operasional sudah berjalan dengan efektif namun kendala tempat menjadi masalah utama.
Dari hasil penelitian ini memiliki
kelembagaan yang baik
Membahas mengenai bank sampah dan terdapat koperasi untuk menunjang pengelolaan bank sampah
4.. Munawir 2015
Bank Sampah:
Upaya
Pemberdayaan Masyarakat dan
Penelitian
Kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis
Penelitian tersebut mengenai metode pengelolaan sampah kering yaitu dengan kegiatan bank sampah yang perlu dilakukan sosialisasi terus menerus, sedangkan untuk sampah
Penelitian tersebut lebih mengacu mengenai pemberdayaan masyarakat yang
Membahas mengenai bank sampah
dengan menggunakan
28
29
Penanganan Lingkungan
basah agar selalu diupayakan memprosesnya dengan alat komposter untuk menjadi kompos sebagai pupuk organik tanaman.
diupayakan oleh pemerintah serta mengatasi masalah sampah di
lingkungan
metode kualitatif
5. Muh.
Saleh Jastam 2015
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Sampah (Studi Kasus di Bank Sampah Pelita Harapan, Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Makassar)
Penelitian
Kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis
Kegiatan pengelolaan sampah di Kelurahan Ballaparang pada umumnya dilakukan pada tingkat rumah tangga dengan memisahkan antara sampah organik dan anorganik kemudian membawanya ke tempat penampungan sementara (Bank Sampah Pelita Hara-pan).
Penelitian ini mengenai pemberdayaan masyarakat dengan adanya bank sampah, sama halnya dilakukan oleh Munawir namun studi kasusnya yang berbeda.
Membahas mengenai bank sampah
dengan menggunakan metode kualitatif
6. Shofiyatul Muntazah dan Dra.
Indrawati Theresia, M.Si 2015
Pengelolaan Program Bank Sampah Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Bank Sampah Bintang Mangrove Kelurahan
Penelitian Kualitatif
Pengelolaan program bank sampah di Bank Sampah Bintang Mangrove sesuai dengan fungsi manajemen, yaitu perencanaan (Intervensi pemerintah dan Swasta, partisipasi masyarakat, adanya sosialisasi), pengorganisasian (Struktur organisasi yang jelas, kerjasama dengan pihak terkait, pembagian peran yang jelas), pelaksananaan
Hampir sama dengan penelitian Munawir mengenai pemberdayaan masyarakat
Membahas mengenai bank sampah
29
30
Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung Anyar Surabaya
(strategi pendekatan secara makro), evaluasi sehingga pelaksanaan program sangat efektif.
7. Sujiyanto 2016
Analisis pengelolaan sampah di bank sampah Malang
Penelitian
Kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis
Penelitian ini mengenai terbentuknya dari berjalannya Bank Sampah Malang ada faktor-faktor yang mendorongnya yaitu faktor
pemerintah, masyarakat, dan swasta (pengusaha). Adanya dukungan dari masyarakat seperti dari Tim
Pengerak PKK, Kader Lingkungan, warga masyarakat RW, RT, dan sekolah-sekolah se kota Malang, adanya dukungan dari swasta (pengusaha) seperti para pedagang lapak baik pabrik, pengepul barang bekas dan tukang rosok individu.
Mendiskripsikan dan menganalisa tentang faktor- faktor yang mendorong, dampak yang terjadi dan kendala- kendala yang terjadi setelah terbentuk dan berjalannya Bank Sampah Malang.
Membahas mengenai bank sampah
dengan menggunakan metode kualitatif
8. Makmur Sulomo, dkk 2016
bank sampah sebagai salah satu solusi penanganan sampah di kota Makassar
Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain cross sectional.
Hasil dari penelitian ini ada
hubungan antara tingkat pengetahuan dengan keikutsertaan masyarakat dalam menabung di Bank Sampah Pelita Harapan di Kelurahan Ballaparang Kota Makassar tahun 2015.
Penelitian ini menggunakan uji chi square dan uji phi
Membahas mengenai bank sampah
9. Norrina Aprida
Studi Efektifitas
Penelitian ini menggunakan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya didirikan bank
Penelitian ini menggunakan
Membahas mengenai bank
31
Ulfah, dkk 2016
Bank Sampah Sebagai Salah Satu
Pendekatan Dalam Pengelolaan Sampah Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Banjarmasin
metode diskriptif kuantitatif. Analisis data penelitian ini adalah analisis data statistik deskriptif menggunakan teknik distribusi frekuensi.
sampah sebagai salah satu pendekatan dalam pengelolaan sampah di sekolah masing-masing SMA termasuk kategori efektif. dari tujuan bank sampah sekolah dalam pengelolaan dan pemilahan sampah organik dan anorganik, nasabah mampu memanfaatkan sampah sesuai dengan jenisnya,
metode kuantitatif sampah
10. Aditya Nugraha, dkk 2018
Persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga melalui bank sampah di Jakarta Selatan
Jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan menggunakan software SPSS.
Analisis data menggunakan Uji Chi Square dan Uji Korelasi Rank Spearman.
Partisipasi merupakan modal yang penting bagi program pengelolaan sampah untuk dapat berhasil mengatasi permasalahan mengenai sampah rumah tangga yang banyak terdapat di lingkungan masyarakat, terutama di perkotaan.
Menggunakan penelitian kuantitatif
Membahas mengenai bank sampah
31
32
B. Kajian Teori 1. Sampah
a. Definisi sampah
Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduse, Reuse, dan Recycle melalui Bank Sampah yang dimaksud dengan bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi. Sampah ialah suatu bahan yang terbuang atau dibuang merupakan hasil aktivitas manusia maupun alam yang sudah tidak digunakan lagi karena sudah diambil unsur atau fungsi utamanya. Setiap aktivitas manusia pasti menghasilkan sampah yang bisa bersumber dari pertanian, perkantoran, perumahan, rumah sakit dan lain sebagainya.31
Keberadaan sampah hingga saat ini masih cenderung dianggap sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat dan bahkan merugikan. Bau tak sedap selalu saja muncul darinya. Keadaan inilah yang sering kali membuat banyak orang akan berusaha menghindar sejauh mungkin darinya. Dengan demikian, sampah selalu saja menjadi masalah pelik dan sangat risiko bagi kehidupan manusia dan lingkungannya.32 Sampah atau waste memiliki banyak pengertian dalam batasan ilmu pengetahuan. Namun pada prinsipnya, sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau di buang dari sumber akitivitas manusia maupun
31Kuncoro Sejati, Pengolahan Sampah Terpadu, (Yogyakarta : Kanisius, 2009), 9.
32Basriyanta, Manajemen Sampah, (Kanisius : Yogyakarta, 2007), 11.
33
alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Bentuk sampah bisa berada dalam setiap fase materi, yaitu padat, cair, dan gas.33 Dalam kasus lingkungan dinyatakan bahwa pengertian sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk digunakan secara biasa atau khusus dalam produksi atau pemakaian, barang rusak atau cacat selama manufaktur atau materi berlebihan atau buangan.34
Di Indonesia, sekitar 60-70% dari volume sampah yang dihasilkan merupakan sampah basah dengan kadar air antara 65-75%.
Sumber sampah terbanyak berasal dari pasar tradisional dan pemukiman. Sampah pasar tradisional, seperti pasar lauk pauk dan sayur membuang hampir 95% sampah organik. Sementara itu sampah di daerah pemukiman jauh lebih beragam. Namun, minimal 75% dari total sampah tersebut termasuk sampah organik dan sisanya merupakan sampah anorganik.35
b. Jenis- jenis sampah
Pada prinsipnya sampah dibagi menjadi sampah padat, sampah cair dan sampah dalam bentuk gas (fume, smoke). Sampah padat dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:
1) Berdasarkan zat kimia yang terkandung didalamnya, antara lain:
a) Sampah anorganik (sampah yang mengandung bahan kimia) misalnya : logam-logam, pecahan gelas, dan plastik.
33Tim Penulis PS, Penanganan dan Pengolahan Sampah, (Jakarta: Penebar Swadaya, 2008), 6.
34Undang Subarna, Manfaat Pengelolaan Sampah Terpadu, (Surakarta : CV. Aryhaeko Sinergi Persada, 2014), 17.
35Tim Penulis PS, Penanganan dan Pengolahan Sampah, 11
34
b) Sampah organik (sampah yang tidak mengandung bahan kimia) misalnya : sisa makanan, sisa pembungkus dan lainnya
2) Berdasarkan dapat tidaknya dibakar, antara lain:
a) Mudah terbakar, misalnya : kertas, plastik, kain dan kayu.
b) Tidak mudah terbakar misalnya : kaleng, besi dan gelas.
3) Berdasarkan dapat tidaknya membusuk antara lain:
a) Mudah membusuk misalnya : sisa makanan dan potongan daging.
b) Sukar membusuk misalnya : plastik, kaleng, kaca.
Namun secara umum sampah di sederhanakan jenisnya menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik atau sampah basah adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti dedaunan dan sampah dapur. Sampah jenis ini sangat mudah terurai secara alami (degredable) sehingga dapat membusuk dan dapat dimafaatkan sebagai pupuk, yaitu pupuk kompos, yang berguna untuk pertanian sebagai pupuk tanaman. Sementara itu, sampah anorganik atau sampah kering adalah bagian dari sampah kering, sampah yang tidak dapat membusuk tetapi dapat juga dimanfaatkan untuk didaur ulang kembali sebagai bahan baku.36
36Undang Subarna, Manfaat Pengelolaan Sampah Terpadu, 26
35
c. Pengelolaan sampah
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah, di sebutkan bahwa Pengelolaan sampah diselenggarakan berdasarkan asas tanggung jawab, asas berkelanjutan, asas manfaat, asas keadilan, asas kesadaran, asas kebersamaan, asas keselamatan, asas keamanan, dan asas nilai ekonomi. Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya. Adapun Mekanisme pengelolaan sampah sebagai berikut :37
1) Pengurangan sampah
Kegiatan untuk mengatasi timbulnya sampah sejak dari produsen sampah (rumah tangga, pasar dan lainnya) mendaur ulang sampah di sumbernya atau di tempat pengolahan.
2) Penanganan sampah
Merupakan rangkaian kegiatan penanganan sampah yang mencakup pemilahan (pengelompokan dan pemisahan sampah menurut jenis dan sifatnya), pengumpulan (memindahkan sampah dari sumber sampah ke TPS atau tempat pengolahan sampah terpadu), pengangkatan (kegiatan memindahkan sampah dari sumber TPS atau tempat pengolahan sampah terpadu pengolahan hasil akhir (mengubah bentuk, komposisi, karakteristik dan jumlah
37Undang Subarna, Manfaat Pengelolaan Sampah Terpadu, 52.
36
sampah agar diproses lebih lanjut, dimanfaatkan atau dikembalilan ke alam.
Secara umum pengelolaan sampah di perkotaan dilakukan melalui tiga tahap kegiatan, yaitu : pengumpulan, pengangkutan, dan pembungan akhir atau pengolahan. Pada tahap pembuanga