• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAMIKA SEJARAH BANGSA INDONESIA

N/A
N/A
H@273_Saiful ikwan Purwito

Academic year: 2024

Membagikan "DINAMIKA SEJARAH BANGSA INDONESIA"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

1

DINAMIKA SEJARAH BANGSA INDONESIA

Tim Pengembang Pembelajaran MKWU Pendidikan Pancasila

Unesa 2018

(2)

Capaian Belajar sesi -2 Perumusan Pancasila

• Mendeskripsikan secara runtut proses perumusan dan pengesahan Pancasila

• Mengidentifikasi nilai-nilai luhur dalam proses perumusan dan pengesahan Pancasila

• Mengargumentasikan relevansi nilai-nilai luhur dalam proses perumusan dan pengesahan

Pancasila dalam konteks kekinian

2

(3)

Makna Bangsa Indonesia

3

• Sebutan lain : Nusantara, Hindia Timur, Hindia Belanda, Insulinde, Indones, Indonesia

• Berawal dari temuan artikel jurnal :

• 1. “The Islands of Indonesia” dalam Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (1847-1859) karya James Richardson Logan

• 2. “Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels” (1884-1889) karya Aldoft Bastian

(4)

Wilayah :

• Masa Sriwijaya : Jawa, Sumatra

• Masa Majapahit : Nusantara

• Masa Penjajahan Belanda : Jawa, Madura, Sunda, Aceh dan sebagian Maluku, Irian

• Masa Penjajahan Jepang : Sumatra, Jawa, Kalimantan, Maluku

• Masa Awal Kemerdekaan : seluruh wilayah Hindia-Belanda

(5)

Masa Pergerakan Nasional

Sikap Patriotisme :

1.Menentukan nasib sendiri

2.Memiliki ideologi dan semangat per-1-an

3.Implementasi aspirasi nasional di bidang politik (volksraad), ekonomi (modern), sosial budaya Plural dan kebebasan beragama

Masa penanaman nilai perjuangan : 1.Sebelum abad XX

2.Abad XX

3.Revolusi fisik kerakyatan

(6)

Dasar per-1-an & ke-1-an bgs

• Budi utomo tahun 1908

• Sumpah Pemuda 1928

• Kumandang Indonesia Raya tahun 1928

• Cita-cita kemerdekaan bgs dlm beragam aspek kehidupan berkesadaran nasional

“Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia”

(7)

Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia

Masa Sebelum Kemerdekaan Masa Sesudah Kemerdekaan

Sebelum Penjajahan

Masa Penjajahan

Masa Kejayaan - Sriwijaya - Majapahit

Belanda Jepang

Pergerakan

• Budi Utomo

• Sumpah Pemuda

• Serikat Islam

Pergerakan

• Putera

• Peta

1945-19 50

1950-19 59

Orde Baru Orde

Lama

(8)

KETIKA JEPANG BERKUASA

DENGAN SLOGAN

3-A

TERNYATA JEPANG HANYA PROPOGANDA SEMATA. BANYAK PEMBERONTAKAN dan JEPANG MENGHADAPI SEKUTU

AKIBAT TERDESAK, MAKA UNTUK AMBIL SIMPATI RAKYAT DIJANJIKAN KEMERDEKAAN DIKEMUDIAN HARI tepatnya 24 Agustus 1945

SEBAGAI REALISASINYA MAKA DIBENTUK BPUPKI ( 29 APRIL 1945) BPUPKI MENGADAKAN SIDANG 2 KALI :

1. TGL 29 MEI -1 JUNI 1945 … DASAR NEGARA

2. 14 JULI - 17 JULI 1945 … DIBENTUK PAN. HUKUM DASAR, YANG MERENCANAKAN UUD ( 19 ANGGOTA)

(9)

Pembentukan dasar negara

1 Juni 1945, istilah Pancasila diresmikan

3 Usulan ideologi :

1. Muh Yamin, 29 Mei 1945 2. Mr. Soepomo, 31 Mei 1945 3. Ir. Soekarno, 1 Juni 1945

Perumusan UUD 1945

KNIP sbg pengganti MPR-DPR sementara Tata Pemerintahan & sistem pemerintahan

(10)

Jepang membentuk Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai (BPUPKI-62 orang) tanggal 29 April 1945 dan dilantik 28 Mei 1945

dengan ketua : Dr. Rajiman Wedyodiningrat dan wakil ketua R. Panji Soeroso dan Ichibangase (orang Jepang) yang mulai bekerja 29 Mei 1945.

Tugas BPUPKI :

1. Membuat rancangan dasar negara

2. Membuat rancangan Undang-Undang Dasar

(11)

SIDANG BPUPKI

• I. 29 MEI - 1 JUNI 1945.

• MEMBAHAS RUMUSAN DASAR NEGARA UNTUK INDONESIA MERDEKA

• DISAMPAIKAN OLEH :

• MOH. YAMIN,

• MR. SUPOMO,

• IR. SUKARNO.

(12)

Sidang I BPUPKI (29-31 Mei dan 1 Juni 1945 membahas dasar negara.

Sidang II BPUPKI (10-17 Juli 1945) membahas Rancangan Pembukaan dan UUD

Usulan rumusan dasar negara :

1. Muhammad Yamin (29 Mei 1945) : usulan secara lisan :

a. Peri Kebangsaan b. Peri Kemanusiaan c. Peri Ketuhanan

d. Peri Kerakyatan (permusyawaratan, perwakilan, kebijaksanaan)

e. Kesejahteraan rakyat (keadilan sosial)

(13)

Setelah berpidato Muhammad Yamin menyampaikan usulan tertulis tentang rancangan UUD yang didalamnya terdapat rumusan lima asas negara merdeka yaitu :

a. Ketuhanan Yang Maha Esa

b. Kebangsaan Persatuan Indonesia

c. Rasa Kemanusiaan Yang adil dan beradab

d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

(14)

2. Soepomo (31 Mei 1945 ) menyampaikan pokok-pokok pikirannya sebagai berikut :

a. Paham Negara Persatuan (dasar persatuan dan kekeluargaan)

b. Takluk kepada Tuhan...Warga negara hendaknya tunduk kepada Tuhan dan supaya ingat kepada Tuhan (Perhubungan negara dan agama)

c. Kerakyatan...Sistem badan permusyawaratan

d. Kekeluargaan dalam bidang ekonomi...Ekonomi negara bersifat kekeluargaan

e. Hubungan antara bangsa yang bersifat Asia Timur

Raya...batasan sbg bagian dari masyarakat/ anggota Asia Timur

(15)

3. Soekarno (1 Juni 1945) menyampaikan lima dasar negara sebagai berikut :

a. Kebangsaan Indonesia

b. Internasionlisme atau Peri kemanusiaan c. Mufakat atau demokrasi

d. Kesejahteraan sosial

e. Ketuhanan yang berkebudayaan

Soekarno mengusulkan kelima dasar tersebut diberi nama Pancasila

(16)

Pidato Bung Karno, 1 Juli 1945

“Kita mendirikan negara kebangsaan Indonesia, Negara Nasional

‘National State’, kebangsaan Indonesia yang bulat, bukan kebangsaan Jawa, bukan kebangsaan Sumatra, Kalimantan dan

bukan kebangsaan Sulawesi dan lain-lain.”

(17)

Amanat Bung Karno Tentang Pancasila

Ernest Renan berkata: “bangsa adalah satu djiwa”, memang benar begitu !

Marilah kita kembali kepada djiwa kita sendiri ! Djangan kita menjadi satu bangsa tiruan !

Djiwa Indonesia adalah djiwa gotong royong, djiwa persaudaraan,djiwa kekeluargaan.

Kita telah merumuskan djiwa jang demikian itu dengan apa jang dinamakan Pantja Sila. Hanya Pantja Sila jang sesuai dengan djiwa Indonesia.

Marilah kita setia kepada Proklamasi 17 agustus 1945,- proklamasi jang bernafas Pantja Sila.

Soekarno

(18)

Ketiga usulan rumusan dasar negara tersebut tidak ada yang ditetapkan sebagai dasar negara, maka dibentuklah Panitia Kecil (Panitia Sembilan) yang terdiri atas :

Soekarno (ketua), Moh. Hatta, Moh. Yamin, Achmad Soebardjo, Wachid Hasyim, Agus Salim, Abdulkahar Moedzakir, Abikusno Tjokrosoejoso, AA. Maramis.

Panitia Kecil berhasil menyusun Piagam Jakarta (Jakarta Charter) nama ini diberikan oleh M. Yamin : 22 Juni 1945, yaitu dokumen yang berisikan asas dan tujuan negara Indonesia Merdeka.

(19)

Sidang BPUPKI ke-2 10 – 16 JULI 1945

MEMBAHAS RANCANGAN UUD

MEMBENTUK PANITIA 9

Ir. Sukarno (ketua), Abdulkahar Muzakir, Drs.Moh. Hatta, K.H.

Abdul Wachid Hasyim, Mr. Moh.

Yamin, H. Agus Salim,Ahmad

Subarjo, Abikusno Cokrosuryo, dan A. A. Maramis

(20)

Tugas BPUPKI selanjutnya

1. 14 Juni 1945 Piagam Jakarta diserahkan BPUPKI dari Panitia 9

2. 9 Agt 1945 BPUPKI bubar diganti dg PPKI dg ketua Ir. Soekarno

3. 17 Agt 1945; Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya

4. 18 Agt 1945 u/ melengkapi syarat ngr merdeka , PPKI bersidang dg hasil:

✔ Menetapkan Dasar Negara Pancasila

(21)

Rumusan Dasar Negara dalam Piagam Jakarta (Jakarta Charter) tanggal 22 Juni 1945:

1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

(22)

PEMBENTUKAN PPKI

• DIBENTUK 7 AGUSTUS 1945

• PPKI dipimpin oleh Ir.

Sukarno, wakilnya Drs.

Moh. Hatta, dan

penasihatnya Ahmad Subarjo

(23)

Panitia 9 Sebagai Perumus Naskah Rancangan Pembukaan UUD 1945

1. Ir. Soekarno (ketua) 2. Dr. M. Hatta

3. Mr. A.A. Maramis

4. Abikusno Tjokrosuyoso 5. Abdul Kohar Muzakhir 6. H. Agus Salim

7. Mr. Ahmad Subondjo 8. K.H.A.W. Hasyim

9. Mr. M.Yamin

(24)

Panitia Perancang UUD

1. A. A, Marumis

2. Otto Iskandardinata 3. Poeroebejo

4. H. Agus Salim

5. Achmad Subardjo 6. Soeparno

7. Ny. Ulfah Santoso

8. KH Wachid Hasyim

9. Parada Harahap 10. Ratu Hantory 11. Susanto

12. Sartono

13. Wongsangoro 14. Warjuningrat

15. Singgih

16. Tan Eng Hoa 17. Husein Dirja Ningrat

18. Sukimin

19. Soekarno (ketua)

Tugas : Merancang UUD dengan membentuk Tim Kecil mengenai Muatan UUD seperti. Kedaulatan, Badan Pemusyawaratan Rakyat,

Presiden, Menteri-Menteri, Dewan Pertimbangan Agung, Dewan Perwakilan Rakyat (Membahas Tentang Isi Batang Tubuh UUD)

(25)

PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ) dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945 yang diketuai oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohamad Hatta (wakil ketua).

PPKI bertugas menentukan dan menyelesaikan bentuk negara dan menuntaskan rancangan hukum dasar serta mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Sebelum sidang PPKI, atas usul dari Mohamad Hatta, telah disepakati sila pertama (Piagam Jakarta) dilakukan perubahan yaitu dengan menghilangkan kata “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

(26)

Panitia 9 (Perumus) menghasilkan

Naskah Rancangan Pembukaan UUD

tanggal 23 Juni 1945 terdiri dari 4 alinea, dikenal dengan Piagam Jakarta

Rancangan Pembukaan UUD ini untuk Pertama Kali Pancasila dicantumkan sebagai Dasar Negara Indonesia (dan

diterima pada Sidang Pleno 16 Juli 1945

(27)

Untuk mengambil kesepakatan atas usulan Dasar negara, shg dibentuk Panitya 9,ketuanya Ir Soekarno, menghasilkan

Rancangan Pembukaan Hukum Dasar disebut “PIAGAM JAKARTA” pada 22 Juni 1945

RUMUSAN PIAGAM JAKARTA

1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam Permusyawaratan/

Perwakilan

5. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

RUMUSAN PANCASILA DI UUD 1945 1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam Permusyawaratan/

Perwakilan

5. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

(28)

Perbedaan Rumusan Pembukaan UUD 1945 dalam Piagam Jakarta dengan UUD 1945

NO Mukadimah Piagam Jakarta Pembukaan UUD 1945

1

2

Pada alenia 4 :

…maka disusunlah

Kemerdekaan Kebang saan

Indonesia itu dalam suatu hukum dasar Indonesia,………

….berdasar kepada KeTuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi

pemeluk-pemeluknya,….

Pada alenia 4 :

……maka disusunlah Kemerde kaan Kebangsaan Indonesia itu dalam

suatu Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia ,

….berdasar kepadaKeTuhanan Yang Maha Esa,….

(29)

Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, diputuskan :

1. Mengesahkan Pembukaan UUD 1945

2. Mengesahkan Rancangan Hukum Dasar menjadi UUD 1945 3. Memilih Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Hoh.

Hatta sebagai wakil presiden.

4. Sebelum terbentuknya MPR kekuasaan dijalankan oleh presiden dengan bantuan Komite nasional.

(30)

Capaian Belajar sesi -3

Perjalanan menjadi Pancasila

• Mendeskripsikan dinamika Pancasila dalam sejarah bangsa sejak kemerdekaan sampai sekarang.

• dinamika Pancasila dalam sejarah bangsa sejak kemerdekaan sampai sekarang (1945-1949,

1949-1950, 1950- 1959, 1959-1998, 1998-sekarang)

30

(31)

PROSES PENETAPAN DASAR NEGARA

• 18 Agustus 1945

• PEMBAHASAN 7 KALIMAT SILA I PANCASILA

• MENGESAHKAN UUD 1945, TERDIRI :

PEMBUKAAN, BATANG TUBUH, PENJELASAN.

(32)

Menurut Inpres RI No.12 tahun 1968 (13 April 1968), telah menguatkan keberadaan Pancasila yang tata urutan dan rumusan sila-silanya ada pada alenia ke-4 Pembukaan UUD 1945 yang ditetapkan oleh PPKI (18 Agustus 1945) yaitu : 1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmat kebijakasanaan dalam

permusyawaratan/Perwakilan

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

(33)

17 Agustus 1945 : Proklamasi Kemerdekaan RI

18 Agustus 1945 :Pengesahan UUD 1945, dengan keputusan : a. Menetapkan dalam mensahkan Pembukaan UUD 1945, yang

bahan-bahannya hampir seluruhnya diambil dari Rancangan Pembukaan UUD, yang disusun oleh Panitia Perumus pada Tgl 22 Juni 1945 (Piagam Jakarta)

b. Menetapkan dan mensahkan UUD 1945 yang bahan-bahannya hampir seluruhnya diambil dari Rancangan UUD yang disusun oleh Panitia

Perancang UUD pada Tgl 16 Juli 1945

c. Memilih Ketua PPKI Ir. Soekarno dan Wakil Ketua PPKI Drs. Moch Hatta Masing-masing menjadi Presiden dan Wakil Presiden RepublikIndonesia d. Pekerjaan Presiden untuk sementara dibantu oleh sebuah Komite

Nasional

(34)

• 19 Agustus 1945 Sidang PPKI memutuskan:

a. Pembentukan 12 Depertemen Negara

b. Pembagian Wilayah Indonesia atau.8 Propinsi tiap Propinsi dibagi dalam

Kresidenan-Kresidenan

(35)

Jepang membuktikan janji kemerdekaan bagi Indonesia

dengan mengumumkan pembentukan BPUPKI pada tanggal 1 Maret 1945.

BPUPKI dibentuk dengan tugas menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan Indonesia merdeka

Sidang pertama BPUPKI berlangsung pada tanggal 29 Mei 1 Juni 1945 .

Panitia Sembilan berhasil merumuskan dasar negara Indonesia merdeka yang disebut Piagam Jakarta atau Jakarta Charter.

Sidang kedua BPUPKI berlangsung pada tanggal 10–16 Juli 1945.

Dasar negara Indonesia disahkan penggunaannya oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945.

Generasi muda Indonesia perlu meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara.

(36)

PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

Pengertian Pancasila

Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Indonesia

Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia

Sila- sila Pancasila

(37)

MASA ORDE LAMA (1959-1966)

A. PENGERTIAN ORLA

- ORDE LAMA MULAI 5 JULI 1959 SD. 11 MARET 1966 (SUPERSEMAR);

- MASA ITU BANYAK PENYELEWENGAN THDP UUD 45, MISLANYA NASAKOM, ANGKAT PRESIDEN SEUMUR HIDUP, PEMBUBARAN DPR OLEH PRESIDEN;

- CIRI-CIRI ORDE LAMA :

A. MEMPUNYAI LANDASAN IDIIL PANCASILA DAN LANDASAN STRUKTURAL UUD 1945

B. MEMPUNYAI TUJUAN :

- MEMBENTUK NKRI YG BERBENTUK KESATUAN, KEBANGSAAN DAN DEMOKRATIS;

- MEMBENTUK MASY. ADIL DAN MAKMUR BAIK MATERIIL MAUPUN SPIRITUAL DALAM NKRI;

- MEMBENTUK KERJASAMA YG BAIK DG SEMUA NEGARA DI DUNIA, TERTAMA ASIA AFRIKA;

- MELAKSANAKANNYA DENGAN MELUTUSKAN SEGALA CARA.

B. BEBERAPA PENYIMPANGAN ORLA

- LEMBAGA NEGARA BELUM TERBENTUK SEPERTI, MPR, DPR, DPA DAN BPK KARENA SEMUANYA BERSIFAT SEMENTARA;

- PRESIDEN MEMBUAT UU TANPA PERSETUJUAN DPR;

- PRESDIEN MEMBUBARKAN DPR KARENA TIDAK MENYETUJUI APBN;

- PRESIDEN MEMEGANG KAKUASAAN SPENUHNYA KEMUDIAN MPR MENGANGAKAT PRESIDEN SBG PRESIDEN SEUMUR HIDUP;

(38)

PEMERINTAHAN ORDE BARU

Pada 1968, MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden, dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan [[1998].

(39)

KELEBIHAN SISTEM PEMERINTAHAN ORDE BARU

• perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1.000

• sukses transmigrasi

• sukses KB

• sukses memerangi buta huruf

(40)

KEKURANGAN SISTEM

PEMERINTAHAN ORDE BARU

semaraknya korupsi, kolusi, nepotisme (KKN)

pembangunan Indonesia yang tidak merata

bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin)

kritik dibungkam dan oposisi diharamkan

kebebasan pers sangat terbatas, diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibreidel

(41)

MASA REFORMASI ( 1998-SEKARANG)

- MENGAMANDEMEN UUD 45 HARUS DILAKUKAN SEBAB UUD 45 MEMILIKI SIFAT PLEKSIBEL, YAITU MAMPU MENYESUAIKAN DIRI DENGAN PERKEMBANGAN BANGSA DAN NEGARA.

- UUD 45 JUGA MENGANDUNG MULTI INTERPRETEBLE PADA PASAL2 NYA SHINGGA PERLU AMANDEMEN;

- PERUBAHAN ATAU AMANDEMEN DIMULAI SIDANG UMUM MPR TAHUN 1999, SIDANG TAHUNAN TAHUN 2000, SIDANG TAHUNAN TAHUN 2001, DAN SIDANG TAHUNAN MPR TAHUN 2002.

- PERUBAHAN TIDAK MENGUBAH PEMBUKAAN, SEBAB PEMBUKAAN MERUPAKAN IKRAR BERDIRINYA NEGARA DAN MEMUAT PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA.

- HASIL AMANDEMEN SEBAGAI BERIKUT :

(42)

PANCASILA

SEBAGAI IDIOLOGI NASIONAL

A. PENGETIAN IDIOLOGI

IDIOLOGI ADALAH SUATU KUMPULAN GAGASAB IDE, KEYAKINAN SERTA KEPERCAYAAN YG BERSIFAT SISTEMATIS YG MENGARAHKAN TINGKAH LAKU SESEORANG DALAM BERBAGAI ASPEK

KEHIDUPAN.

B. KEKUATAN IDEOLOGI

KEKUATAN IDEOLOGI SANGAT BERGANTUNG PADA KUALITAS 3 DIMENSI :

1. DIMENSI REALITA (REALITASNYA NILAI DASAR ITU HIDUP DAN BERSUMBER DARI BUDAYA BANGSA DAN PENGALAMAN SEJARAH);

2. DIMENSI IDELAISME ( NIALI DASAR ITU MENGANDUNG IDEALISME YG MEMBERI HARAPAN MASA DEPAN);

3. DIMENSI FLEKSIBELITAS/PENGEMBANGAN (IDEOLOGI MEMEILIKI KELUWESAN DAN MERANGSANG PEMIKIRAN BARU DAN MENDUKUNG NILAI DASARNYA);

C. MAKNA IDEOLGI BAGI NEGARA

IDEOLGI NEGARA DALAM ARTI CITA2 NEGARA MEMILIKI CIRI SBB :

1. MEMPUNYAI DERAJAT YG TINGGI SEBGAI NILAI HIDUP KEBANGSAAN DAN KENEGARAAN;

2. MEWUJUDKAN SATU AZAS KEROHANIAN PANDANGAN DUNIA, PANDANGAN HIDUP YG HARUS DIPELIHARA, DIKEMBANGKAN, DIAMALKAN, DILESTARIKAN KEPADA GENERASI PENERUS, DIPERJUANGKAN DAN DIPERTAHANKAN.

(43)

KRISIS FINANSIAL ASIA

• Pada pertengahan 1997, Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga minyak, gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. Rupiah jatuh,

inflasi meningkat tajam, dan perpindahan modal dipercepat.

(44)

KERUSUHAN YANG TERJADI DI INDONESIA

Kerusuhan Mei 1998 adalah kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei - 15 Mei

1998, khususnya di ibu kota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain.

Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti.

(45)

NILAI

NORMA

PRAKSIS

PANCASILA

PEMBUKAAN UUD 1945

UUD

NEGARA RI TAHUN 1945

NEGARA KESATUAN REPUBLIK

INDONESIA

BHINNEK A

TUNGGA L

IKA

(46)

TRANSFORMASI PENGETAHUAN YANG BENAR

INTERNALISASI PANCASILA

PEMAHAMAN (VERSTEHEN) PENGHAYATAN KESADARAN

KONSISTEN (KETAATAN)

KEBIASAAN DLM SIKAP PERILAKU

MENTALITAS TERWUJUDNYA KESATUAN AKAL, RASA, KEHENDAK

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini tersimpul dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV yang berbunyi sebagai berikut : “maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam suatu susunan Negara Republik

Penempatan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara adalah sesuai dengan Pembukaan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alinea

UUD 1945 juga menegaskan kembali rumusan sila pertama Pancasila sebagaimana tertulis dalam Alinea Keempat Pembukaan UUD 1945 tersebut dalam Pasal 29 ayat (1) yang menyatakan bahwa

Pengertian Pancasila sebagai dasar negara diperoleh dari alinea keempat Pembukaan UUD 1945 dan sebagaimana tertuang dalam Memorandum DPR-GR 9 Juni 1966 yang

Pancasila yang tercantum dalam alinea IV Pembukaan Pancasila yang tercantum dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945 merupakan hasil kesepakatan PPKI yang UUD 1945 merupakan

Melalui Pembelajaran daring, peserta didik diharapkan dapat mengindentifikasi makna alinea dalam pembukaan UUD NRI Tahun 1945. Menyapa peserta didik lewat aplikasi WA Grup PKN,

Soekarno membentuk Panitia Sembilan untuk menyelidiki usul-usul mengenai perumusan dasar negara yang melahirkan konsep rancangan Pembukaan UUD 1945 yang disetujui pada 22 Juni 1945 dan

FATWA Oleh karena itu pula, tidak mengejutkan jika dalam rumusan Preambule hasil Panitia 9 pengganti Panitia Delapan tertanggal 22 Juni 1945 yang dikenal sebagai Piagam Jakarta,