PENDAHULUAN
Latar Belakang
Oleh karena itu, disiplin kerja pegawai mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam mewujudkan efektivitas kinerja sumber daya manusia yang berkualitas. Sistem disiplin kerja yang diterapkan di Dinas Kesehatan Kabupaten Barru kurang optimal khususnya dalam hal kehadiran. Dari latar belakang permasalahan tersebut terlihat betapa pentingnya gaya manajemen terhadap disiplin kerja pada Dinas Kesehatan Kabupaten Barru.
Rumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Manajemen Sumber Daya Manusia
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia diperlukan dalam perusahaan untuk meningkatkan efisiensi karyawan guna mencapai tujuan perusahaan. Penyelenggaraan pekerjaan manusia adalah perolehan, pemeliharaan, penempatan, indoktrinasi, pelatihan dan pendidikan sumber daya manusia (sumber daya manusia atau manpower). Dari seluruh sumber daya yang tersedia dalam suatu organisasi, baik pemerintah maupun swasta, sumber daya manusia merupakan sumber daya yang paling penting dan sangat menentukan.
Kepemimpinan
Artinya seorang pemimpin harus mampu memimpin dengan memberi contoh agar anggotanya pun mengikutinya. Kepemimpinan merupakan upaya seorang pemimpin untuk menggugah rasa percaya diri para anggotanya agar secara sukarela melakukan sesuatu untuk tujuan tertentu. Menurut Rivai, kepemimpinan adalah pemimpin dalam proses mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan anggota kelompok.
Disiplin
Lebih lanjut menurut Nitisemino, pengertian disiplin adalah : “Disiplin lebih dapat diartikan sebagai suatu sikap tingkah laku dan tindakan yang sesuai dengan peraturan perusahaan, baik yang tertulis maupun tidak”. Lebih lanjut Moenir menyatakan bahwa: “Disiplin kerja ditujukan pada aturan kedisiplinan waktu dan kedisiplinan tindakan serta tingkah laku sesuai dengan tata cara kerja. Hal ini sesuai dengan pandangan Widjaja sebagai berikut: “Dengan kata lain disiplin merupakan unsur penting yang mempengaruhi kinerja dalam suatu organisasi.
Jika seorang pegawai melanggar disiplin, maka pimpinan harus berani bertindak sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya. Dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan, harus adanya pengawasan yang akan membimbing karyawan agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik dan sesuai dengan yang telah ditentukan. Merupakan upaya untuk menggerakkan karyawan pada suatu aturan dan memerintahkan mereka untuk mematuhi aturan sesuai dengan pedoman yang berlaku pada perusahaan.
Dalam disiplin korektif, pegawai yang melanggar disiplin harus mendapat sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini sesuai dengan pernyataan Keith Davis yang berpendapat bahwa disiplin korektif memerlukan perhatian terhadap proses hukum, artinya prosedur menunjukkan pertimbangan terhadap hak-hak karyawan yang terlibat. Menilai berdasarkan waktu masuk kerja, waktu pulang dan waktu istirahat tepat waktu sesuai aturan yang berlaku di perusahaan.
Mematuhi aturan perilaku di tempat kerja Ditunjukkan dengan cara melakukan pekerjaan sesuai dengan jabatan, tugas dan tanggung jawab serta cara berhubungan dengan unit kerja lainnya.
Penelitian Terdahulu
Mematuhi peraturan lain di perusahaan Peraturan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh karyawan di perusahaan. Penelitian ini fokus pada karyawan PT Sinar Santosa Perkasa yang berlokasi di Banjarnegara karena di sinilah pusat kegiatan manajemen dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara disiplin kerja dengan kinerja pegawai di BPS Kab.
Koefisien determinasi sebesar = 0,682 atau 68,2% Kinerja dapat dijelaskan (dipengaruhi) oleh disiplin kerja sedangkan sisanya (31,8%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak tercakup dalam penelitian ini. Pengaruh motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT.Panen Lestari Internusa Medan” Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara variabel motivasi (X1) dan disiplin kerja (X2) terhadap kinerja karyawan. Kedua variabel (motivasi dan disiplin kerja) mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 37,60% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang diteliti.
Kerangka Pikir
Hipotesis
Sugiyono mengemukakan bahwa populasi adalah suatu wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu, ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Kapahang dkk, 2014). Sugiyono berpendapat bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Accidental Sampling atau hanya pegawai yang bersedia menjadi responden jika ditemui.
Teknik Pengumpulan Data
Upaya memperoleh data dilakukan dengan cara membaca, mempelajari dan mengumpulkan data teoritis yang berkaitan dengan permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini. Data dapat diperoleh melalui literatur, buku referensi dan lain-lain yang berkaitan dengan skripsi ini. Suatu penelitian yang dilakukan langsung pada perusahaan yang bersangkutan untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam pencarian.
Penelitian ini dilakukan dengan melakukan wawancara dan tanya jawab kepada pimpinan dan staf atau pihak-pihak lain yang terlibat, baik langsung maupun tidak langsung, mengenai permasalahan yang akan penulis bahas guna memperoleh informasi yang berkualitas dan dapat dipercaya. Metode pengumpulan data dengan observasi langsung maupun tidak langsung terhadap gaya manajemen dan disiplin kerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Barru. Metode pengumpulan datanya adalah dengan menyebarkan kuisioner/kuesioner kepada sampel yang berisi pertanyaan-pertanyaan terkait gaya.
Metode pengumpulan data berupa gambar dan dokumen yang berhubungan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Barru.
Jenis Dan Sumber Data
Merupakan data yang telah diolah dan tersedia dalam bentuk dokumentasi, laporan atau buku dan literatur yang berkaitan dengan masalah penelitian.
Defenisi Operasional Variabel
Metode Analisis Data
Standar yang digunakan dalam pendistribusian pengisian kuesioner telah memberikan alternatif jawaban pada setiap item, sehingga responden dapat memilih jawaban yang sesuai dengan pendapat dan keadaannya.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Profil Dinas Kesehatan
Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, pelayanan kesehatan harus memberikan perhatian khusus terhadap dasar-dasar pembangunan, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Kesehatan menuju Indonesia Sehat Tahun 2015. Dengan memperhatikan dasar-dasar pembangunan kesehatan dan mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Rencana pembangunan jangka panjang pada akhir tahun 2017 dan dengan memperhatikan perkembangan serta permasalahan dan kecenderungan yang dihadapi oleh dinas kesehatan adalah visi pelayanan kesehatan : “DESAIN IJAZAH MEDIS BARRU OPTIMAL TAHUN 2018”. Sebagai penjabaran dari Visi Pelayanan Kesehatan, tujuan keseluruhan yang ingin kami capai adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan secara efektif dan efisien untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Program dan kegiatan pembangunan di bidang kesehatan pada tahun 2013 ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang ditunjukkan dengan meningkatnya indeks kelangsungan hidup (74,70); angka kematian bayi (26/1000 kelahiran hidup); penurunan angka kematian ibu saat melahirkan hidup); penurunan kasus gizi buruk (20%). Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi tersebut, Dinas Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang secara hukum berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Bupati. Sedangkan untuk kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan, Kepala Pelayanan dibantu oleh seorang sekretaris sebagai fungsi staf dan 4 (empat) orang Kepala Divisi sebagai fungsi lini.
Hasil Penelitian
Sebaran responden menurut kelompok umur pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Barru seperti terlihat pada tabel di bawah ini. Berdasarkan sebaran responden berdasarkan kelompok umur pada Tabel 1 terlihat bahwa terdapat 43 responden yang terdiri dari 9 orang berusia dibawah 20 (20,9)%, 12 orang (27,9)% berusia 25 sampai 35 tahun, Kelompok Usia 35 tahun hingga 39 tahun sebanyak 6 orang (20,9)% dan kelompok umur di atas 40 tahun sebanyak 13 orang (30,2)% responden. Berdasarkan sebaran responden menurut masa kerja pada tabel 5 terlihat sebanyak 43 responden yang terdiri dari kelompok kerja dibawah 2 tahun sebanyak 4 orang (9,6), kelompok masa kerja 6 sampai 8 tahun sebanyak 7 orang (30,8),%, kelompok usia menengah bekerja 3 sampai 5 tahun sebanyak 13 orang.
Berdasarkan data pada tabel diatas, dengan melihat nilai Korelasi Pearson antara gaya kepemimpinan (X) dengan disiplin kerja (Y) berada pada tingkat signifikansi korelasi sebesar. Gaya kepemimpinan adalah kemampuan individu untuk mempengaruhi, memotivasi dan memungkinkan orang lain berkontribusi terhadap efektivitas dan keberhasilan organisasi. Nilai tersebut menunjukkan informasi bahwa 79% nilai besarnya disiplin kerja dapat dijelaskan oleh data gaya kepemimpinan.
Diketahui nilai t-angka sebesar 10,543 > t-tabel sebesar 1,68107 yang berarti gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh positif terhadap disiplin kerja pegawai. Nilai koefisien sebesar 0,672 menunjukkan bahwa peningkatan gaya kepemimpinan sebesar 1% akan meningkatkan kedisiplinan pegawai sebesar 0,672. Hubungan antara gaya kepemimpinan dengan disiplin kerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Barru adalah positif (jika perhatian terhadap gaya kepemimpinan semakin baik maka disiplin kerja juga akan meningkat atau semakin baik).
Dengan demikian dapat disimpulkan dengan uji statistik terdapat pengaruh yang signifikan gaya kepemimpinan terhadap disiplin kerja pegawai yang menunjukkan angka alpha signifikan sebesar 0,00 < 0,05, terdapat tabel ringkasan model.
Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat diketahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap disiplin kerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Barru. Dinas Kesehatan Kabupaten Barru merupakan bagian dari instansi pemerintah yang mempunyai peranan penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan nyatanya Dinas Kesehatan Kabupaten Barru telah mampu menjalankan fungsi tersebut secara maksimal karena gaya kepemimpinan dari Kepala Daerah Kabupaten Barru. Dinas Kesehatan Kabupaten terbukti berkualitas dan dapat diandalkan sehingga mempengaruhi kedisiplinan pegawai. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diatas maka hipotesis yang diajukan sebelumnya dapat diterima yaitu terdapat pengaruh gaya kepemimpinan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barru terhadap disiplin pegawai.
Dari segi pengawasan pekerjaan karyawan, beliau adalah kepala departemen tempat saya menjalankan kepemimpinan saya, yaitu. Kepala dinas menganggap dirinya sebagai orang yang mempunyai kedudukan tertinggi, sehingga tidak peduli dan tidak mau mengetahui kondisi bawahannya. Pengelola pelayanannya mempunyai sifat yang menyenangkan, misalnya suka bercanda dan bersedia membantu saya bila saya mempunyai masalah.
Pengelola pelayanan melakukan evaluasi program yang diadakan dalam mini workshop bulanan untuk meningkatkan keinginan bekerja di dalam dan di luar gedung. Apakah lokasi pekerjaan karyawan tersebut sesuai? Kepala departemen kami lebih memperhatikan kerja kelompok dibandingkan kompetisi individu, misalnya jika ada keberhasilan dalam suatu kegiatan, maka harus diakui sebagai keberhasilan bersama, walaupun kontribusi setiap orang berbeda-beda.
Kepala departemen kami lebih memperhatikan pekerjaan individu setiap karyawan daripada kompetisi kelompok. Misalnya, jika ada keberhasilan dalam suatu kegiatan, maka hal itu harus diakui sebagai keberhasilan individu itu sendiri.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pengolahan data disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan gaya kepemimpinan terhadap disiplin kerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Barru yang ditunjukkan dengan angka alpha signifikan sebesar 0,00 < 0,05 maka terdapat pengaruh signifikan gaya kepemimpinan terhadap disiplin kerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Barru. adalah tabel ringkasan model.
Saran
- Distribusi Responden Menurut Kelompok Umur
- Distribusi Responden menurut Jenis Kelamin
- Distribusi Responden Menurut Tingkat Pendidikan
- Distribusi Responden menurut Masa Kerja
- Correlations
- Reliability Statistics
- Distribusi Kriteria Indeks Reliabilitas
- Tests of Normality
- Model Summary
- Coefficients
Apakah Anda mampu memanfaatkan waktu kerja Anda sebaik-baiknya dan tidak pernah meninggalkan pekerjaan tanpa alasan yang cukup. Dalam melayani masyarakat, apakah Anda bersikap sopan dan santun atau menaati norma-norma sosial di lingkungan kerja?