• Tidak ada hasil yang ditemukan

dipertanggunT.;Fr%Sry ti*

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "dipertanggunT.;Fr%Sry ti* "

Copied!
105
0
0

Teks penuh

Perilaku konsumsi pekerja kantoran dalam belanja fashion online di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba merupakan perilaku yang didorong oleh keinginan untuk berbelanja berbagai macam produk fashion secara berlebihan. Temuan penelitian ini adalah perilaku konsumsi pekerja kantoran dalam belanja fashion online di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba yaitu perilaku belanja berlebihan, belanja iseng, pembelian impulsif.

Rumusan Masalah

Dengan adanya penelitian dan fakta relevan yang terjadi di lapangan pada beberapa pekerja kantoran yang terkena dampak perilaku belanja dan konsumsi fashion online yang berlebihan, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Perilaku konsumsi pekerja kantoran dalam belanja fashion online di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba” .

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian mengenai “Perilaku Konsumtif Pekerja Kantoran Dalam Belanja Fashion Online Di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba”. Fokus penelitian ini adalah pekerja kantoran yang menunjukkan perilaku konsumtif saat berbelanja online di Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Peneliti mengkaji data atau informasi yang dikumpulkan dari observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap perilaku konsumtif pekerja kantoran dalam belanja fashion online di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba.

Hal ini membuat pekerja kantoran membeli produk tersebut karena pengaruh model yang mengiklankan barang tersebut. Biasanya para pekerja kantoran yang paling sering berbelanja melalui media sosial kebanyakan membeli produk yang dijual oleh toko online temannya. Sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti meneliti objek penelitian pekerja kantoran dalam belanja fashion online.

Dilihat dari hasil penelitian mengenai perilaku konsumsi pekerja kantoran dalam belanja fashion online, pembahasan ini didasarkan pada teori yang digunakan dalam penelitian ini yang tergolong dalam teori postmodern. Perilaku konsumsi para pekerja kantoran dalam mode belanja online di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba terjadi karena adanya pengaruh lingkungan sekitar yang mendukung perilaku tersebut, baik dari segi media, metode bahkan dukungan dari pihak lain yang mengharuskan mereka untuk bertindak. melalui mode belanja online.

Gambar 2.1 Pekerja kantoran
Gambar 2.1 Pekerja kantoran

Definis Operasional

TINJAUAN PUSTAKA

Penelitian Relevan

Indah Sri Pinasti, M.Si (2013), dengan judul Perilaku Konsumen Mahasiswa FIS UNY di Klinik Kecantikan”. Anisa Qodaril Thohiroh (2015), dengan judul “Perilaku Konsumtif Melalui Belanja Fashion Online Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta”.

Perilaku Konsumtif

Pendapat lain yang dikemukakan oleh Setiaji (1995) menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah kecenderungan seseorang untuk berperilaku berlebihan dalam membeli sesuatu atau melakukan pembelian yang tidak direncanakan. Anggapan bahwa suatu komoditas merupakan simbol kekayaan mendukung perilaku konsumen karena komoditas tersebut sebenarnya digunakan tidak sesuai fungsinya.

Online Shop

Hasil survei terakhir (Desember 2011) menunjukkan bahwa 36% dari seluruh transaksi perdagangan yang terjadi di Indonesia dilakukan secara online atau di toko online. Di Indonesia sendiri belanja online atau toko online mulai bermunculan sekitar tahun 2000an, dan kini toko online sudah menjamur dimana-mana. Tidak hanya mempunyai kelebihan dari segi kemudahan dimana kita tinggal ‘klik’ saja, menurut Iqbal Maulana, 2012, 7 alasan masyarakat lebih memilih belanja online atau belanja online antara lain :

Belanja online juga dilakukan melalui internet, banyak orang mencari toko online untuk menghindari bertemu langsung dengan penjualnya, salah satunya adalah faktor rasa malu, misalnya jika ingin membelikan sesuatu untuk istri.

Pekerja Kantoran

Pekerja kantoran merupakan salah satu kelompok sosial di masyarakat yang rentan terhadap gaya hidup saat ini. Hal ini dilakukan dengan mencocokkan data dari berbagai sumber diantaranya peneliti mencoba menggali perilaku konsumen pekerja kantoran dalam belanja fashion online di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba dengan sumber primer dari masyarakat yang berprofesi sebagai pekerja kantoran, serta mencari teori. dari beberapa sumber buku. Proses pencarian produk yang digunakan untuk menunjang penampilan pekerja kantoran cukup sulit bagi sebagian pekerja kantoran.

Tampilan produk yang menarik membuat para pekerja kantoran tertarik untuk membeli barang tersebut, karena kemasannya yang berbeda dengan yang lain.

Landasan Teori

Kerangka Pikir

Saat berbelanja produk toko online, para pekerja kantoran mendapatkan kemudahan dalam melakukan transaksi belanja tanpa mengganggu aktivitas pekerjaannya. Hal ini dilakukan para pekerja kantoran sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungannya dan agar dapat diterima oleh kelompok acuannya. Sebab jika perasaan tersebut dibiarkan saja, maka bisa membuat pekerja kantoran tersebut menjadi seseorang yang dikategorikan sebagai pengguna.

Namun di sini, pekerja kantoran berbanding terbalik dengan mereka yang berada di kelas sosial.

METODE PENELITIAN

Lokus Penelitian

Informan Penelitian

Fokus Penelitian

Instrumen Penelitian

  • Teknik Keabsahan Data

Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif kualitatif untuk menginterpretasikan hasil penelitian, baik melalui wawancara maupun observasi langsung. Uji keabsahan data peneliti menggunakan teknik Triangulasi yaitu pengecekan keabsahan data yang menggunakan sesuatu selain data tersebut dengan tujuan untuk memeriksa atau membandingkan data, dan teknik triangulasi yang paling banyak digunakan adalah pengecekan melalui sumber orang lain. . Sebelum menganalisis data lebih lanjut, perlu dilakukan pengecekan keabsahan data yang telah dikumpulkan agar keabsahan data yang diperoleh peneliti benar-benar valid atau valid.

Memeriksa silang data yang diperoleh dengan informasi dokumen dan sumber informasi untuk memperoleh keyakinan terhadap informasi dan kesepakatan pandangan serta pemikiran.

Jadwal Penelitian

Berdasarkan wawancara informan, sangat mudah bagi pekerja kantoran untuk berbelanja di toko online ini, seperti yang diungkapkan salah satu pekerja kantoran di Pusat Pengabdian Masyarakat PKM Palangisang, Ibu Juliana. Karena tuntutan tersebut, para pekerja kantoran selalu mengubah penampilannya sesuai dengan perkembangan zaman dan fashion saat ini. Perilaku para pekerja kantoran yang membeli produk tersebut sesuai dengan perkembangan zaman dan fashion merupakan suatu perilaku konsumen yang dipengaruhi oleh pengaruh luar dalam diri individu.

Sebab dengan semakin konsumtifnya para pekerja kantoran dalam berbelanja online, otomatis hal ini akan mengurangi peluang para pekerja kantoran untuk menabung.

GAMBARAN DAN HISTORIS PENELITIAN

Keadaan Geografis

Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang terletak di bagian selatan dengan jarak sekitar 153 kilometer dari ibu kota provinsi Sulawesi Selatan (Makassar). Kabupaten Bulukumba secara administratif terbagi menjadi 10 kecamatan, meliputi 27 kelurahan dan 99 desa dengan luas kurang lebih 1.154,7 km² atau sekitar 2,5 persen luas wilayah Sulawesi Selatan. Kabupaten Bulukumba mempunyai keistimewaan tersendiri jika dilihat dari letak geografisnya dimana kondisi wilayahnya bergunung-gunung, bergelombang dan datar serta mempunyai garis pantai dengan panjang sekitar 128 km dan luas lautan sekitar 921,6 km² yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Flores. Laut di sebelah selatan dan Teluk Bone di sebelah timur.

Curah hujan antara 1000-1500 mm/tahun meliputi sebagian Kecamatan Gantarang, sebagian Ujung Loe dan sebagian Bonto Tiro.

Tabel  5  Luas  Wilayah  Kabupaten  Bulukumba  Dirinci  menurut  Kecamatan  Tahun 2015
Tabel 5 Luas Wilayah Kabupaten Bulukumba Dirinci menurut Kecamatan Tahun 2015

Penduduk

Keistimewaan topografi, kemiringan lahan dan iklim merupakan peluang potensial untuk mengembangkan berbagai komoditas pertanian yang dilihat dari luasan penggunaan lahan. Berdasarkan kondisi geografis, Kecamatan Kindang pada umumnya merupakan wilayah perbukitan dan mempunyai hutan lindung terluas di Kabupaten Bulukumba, sehingga kondisi ini menyebabkan minimnya jumlah penduduk yang bertempat tinggal di wilayah tersebut.

Tenaga Kerja dan Perindustrian

Tak jarang para pekerja kantoran menjadi semakin konsumtif ketika produk yang dilihatnya diperlihatkan oleh seorang penjamin yang merupakan idolanya. Semakin baik produk dipublikasikan di jejaring sosial dan semakin besar permintaan pekerja kantoran akan penampilan yang modis, semakin besar peluang pekerja kantoran untuk terlibat dalam perilaku konsumen. Hal ini dikarenakan pekerja kantoran lebih cenderung mengeluarkan uang dalam jumlah besar dibandingkan menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan lain yang lebih diperlukan.

Tak jauh berbeda dengan para pekerja kantoran yang rela rela mengeluarkan banyak uang untuk membeli barang-barang branded/limited edition melalui situs belanja fashion online hanya demi menjaga gengsi dan status sosial di lingkungan tempat tinggal informan bahkan bersosialisasi.

PENGARUH ONLINE SHOPPING FASHION TERHADAP

Adanya Kelompok Referensi

Belanja online menjadi salah satu alternatif bagi para pekerja kantoran yang membutuhkan cara mudah mendapatkan produk seperti tas dan sepatu untuk menunjang penampilan. Mengenai penjelasan Baudrillard dan pernyataan informan di atas jelas menunjukkan bahwa banyak sekali manfaat dari toko online, dengan menggunakan toko online para pekerja kantoran tidak mengganggu pekerjaannya. Konteks ini menunjukkan adanya perubahan, perubahan makna belanja online yang memiliki nilai manfaat bagi para pekerja kantoran, beralih pada tanda atau simbol yang melekat pada toko online sebagai peningkatan rasa percaya diri dan kemampuan menjadi seperti orang lain. teman-teman

Para pekerja kantoran diimbau untuk tidak mudah terpengaruh dengan toko online yang menawarkan berbagai macam barang/produk, namun pertimbangkan juga harga dan kebutuhannya sehingga tidak perlu membeli barang tersebut hanya karena ingin terlihat seperti orang lain.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMTIF

Faktor Sosial

Perilaku seperti ini pada akhirnya akan terlihat sebagai perilaku konsumen dalam belanja fashion online. Demi gengsi, orang lebih memilih membeli barang yang menurutnya bisa menjaga penampilan dibandingkan barang yang lebih dibutuhkannya. Kelas sosial yang berstatus lebih tinggi akan membeli kebutuhan dari merek-merek ternama, di tempat-tempat khusus dan dengan harga yang cukup mahal.

Sedangkan lapisan masyarakat bawah akan membeli kebutuhan sesuai dengan kemampuannya dan di tempat biasa.

Faktor Pribadi

Pengaruh kelas sosial terhadap perilaku konsumen terlihat pada pembelian kebutuhan sehari-hari, bagaimana para pekerja kantoran membeli kebutuhan sehari-hari, baik kebutuhan pokok maupun sekedar hiasan, pada kelas sosial yang berbeda-beda. Dari hasil wawancara dengan informan dapat disimpulkan bahwa belanja online merupakan salah satu dampak dari proses globalisasi yang tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang, namun juga terjadi di negara-negara ketiga, atau dengan kata lain globalisasi tidak hanya terjadi di perkotaan. masyarakat, namun juga menjangkau masyarakat pedesaan, salah satunya. Belanja online yang dilakukan oleh masyarakat atau pekerja kantoran khususnya perempuan di Kecamatan Ujung Loe merupakan tuntutan zaman yang mencakup seluruh aspek kehidupan, belanja online juga menjadi salah satu pertanda bahwa seseorang bahkan berasal dari kalangan yang lebih tinggi. Walaupun kenyataannya tidak semua orang yang berbelanja online berasal dari kalangan atas, karena barang-barang yang ditawarkan belanja online memiliki harga yang terjangkau selain merknya.

Persamaan dan Perbedaan dengan Penelitian Yang Relevan

Terlihat jelas juga dari pernyataan informan lainnya bahwa pemilihan toko online yang dilakukan informan juga merupakan simbol atau tanda bahwa pengguna toko online bisa tampil berbeda. Berkaitan dengan pernyataan informan di atas dengan penafsiran Baudrillard bahwa aktivitas pemilihan produk fashion yang dilakukan informan selain agar terlihat lebih percaya diri dan terlihat setara dengan orang lain, bisa juga menjadi alasan bagi informan untuk terlihat setara dengan orang lain. pengguna toko online yang termasuk dalam biaya melebihi batas. Kami berpesan kepada para pekerja kantoran untuk bisa mengontrol diri, dan jika tidak bisa mengontrol diri, sebaiknya kurangi frekuensi menggunakan toko online bersama teman, yang berpotensi meningkatkan keinginan mereka untuk berbelanja.

Hubungan antara harga diri dengan konformitas dan perilaku konsumsi terhadap produk fashion pada remaja putri.

Gambar 2.2 merupakan tahapan wawancara mengenai pengeluaran dana yang biasa dilakukan oleh informan
Gambar 2.2 merupakan tahapan wawancara mengenai pengeluaran dana yang biasa dilakukan oleh informan

Gambar

Gambar 2.1 Pekerja kantoran
Tabel  5  Luas  Wilayah  Kabupaten  Bulukumba  Dirinci  menurut  Kecamatan  Tahun 2015
Gambar 2.2 merupakan tahapan wawancara mengenai pengeluaran dana yang biasa dilakukan oleh informan
Gambar 2.5 proses wawancara bersama ibu uliyanti

Referensi

Dokumen terkait