Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
P U T U S A N
Nomor : 18/Pidsus K/2014/PT-Mdn
“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”
PENGADILAN TINGGI MEDAN, mengadili perkara Tindak pidana Korupsi dalam tingkat banding, berdasarkan Penetapan Penunjukan Majelis oleh Ketua Pengadilan Tinggi Medan tanggal 7 April 2014 Nomor : 120/Pen.Pid.Sus K/2014/PT-Mdn telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :
Nama lengkap : Ir. AZZAM RIZAL M.Eng.
Tempat lahir : Medan.
Umur/Tanggal lahir : 50 Tahun / 29 Desember
1963.
Jenis kelamin : Laki-laki
Kebangsaan : Indonesia
Tempat tinggal : Jl. Sisingamangaja No. 1
Medan. Rumah Blok I No. 39 Komp. Perum Pondok Surya Kel. Helvetia Timur Kec.
Medan Helvetia Kota Medan dan atau Blok HH No. 65 Komp. Tasbih Medan.
Agama : Islam.
Pekerjaan : Direktur Utama PDAM
Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara
Pendidikan : Strata - 2
Terhadap Terdakwa dilakukan Penahanan di RUTAN sebagai berikut :
1. Penyidik tanggal 02 Mei 2013 No. SP.Han/09/V/2013/Ditreskrimsus sejak tanggal 02 Mei 2013 sampai dengan tanggal 21 Mei 2013 ;
2. Perpanjangan Penuntut Umum tanggal 20 Mei 2013 No. Print-310/N.2.5/
Ft.1/052013 sejak tanggal 22 Mei 2013 sampai dengan tanggal 30 Juni 2013 ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
3. Perpanjangan Wakil Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan tanggal 24 Juni 2013 No. 41/Pen.Pid.Sus.K/2013/
PN.Mdn sejak tanggal 01 Juli 2013 sampai dengan tanggal 30 Juli 2013 ; 4. Perpanjangan Wakil Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada
Pengadilan Negeri Medan tanggal 29 Juli 2013 No. 48/Pen.Pid.Sus.K/2013/
PN.Mdn sejak tanggal 31 Juli 2013 sampai dengan tanggal 29 Agustus 2013 ; 5. Penuntut Umum tanggal 29 Agustus 2013 No. Print-445/RT-3/Ft.2/08/2013
sejak tanggal 29 Agustus 2013 sampai dengan tanggal 17 September 2013 ; 6. Perpanjangan Wakil Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada
Pengadilan Negeri Medan tanggal 13 September 2013 No. 59/
Pen.Pid.Sus.K/2013/PN.Mdn sejak tanggal 18 September 2013 sampai dengan tanggal 17 Oktober 2013 ;
7. Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan tanggal 26 september 2013 No. 92/Pid.Sus.K/2013/PN.Mdn sejak tanggal 26 September 2013 sampai dengan tanggal 25 Oktober 2013 ;
8. Perpanjangan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Medan tanggal 01 Oktober 2013 No. 78/Pen.Pid/2013/PN.Mdn sejak tanggal 26 Oktober 2013 sampai dengan tanggal 24 Desember 2013 ;
9. Perpanjangan Ketua Pengadilan Tinggi Medan tanggal 13 Desember 2013 No.
494/Pen.Pid.Sus.K/2013/PT.Mdn sejak tanggal 25 Desember 2013 sampai dengan tanggal 23 Januari 2014 ;
10. Perpanjangan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Medan tanggal 10 Januari 2014 No. 09/Pen.Pid.Sus.K/2014/PT.MDN sejak tanggal 24 Januari 2014 sampai dengan tanggal 22 Februari 2014 ;
11. Penahanan oleh Hakim Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Tinggi Medan sejak tanggal 21 Pebruari 2014 s/d tanggal 22 Maret 2014 ;
12. Diperpanjang oleh Ketua Pengadilan Tinggi Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Medan sejak tanggal 23 Maret 2014 s/d tanggal 21 Mei 2014 ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
PENGADILAN TINGGI TERSEBUT :
Setelah membaca dan memperhatikan surat-surat yang berhubungan dengan perkara ini :
A. Surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang berbunyi sebagai berikut : KESATU :
PRIMAIR :
---Bahwa ia Terdakwa Ir. AZZAM RIZAL, M.Engbersama-sama dengan saksi H.
SUBDARKAN SIREGAR, SE pada tanggal 13 Mei 2011 sampai dengan tanggal 31 Desember 2012atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam tahun 2011 sampai dengan tahun 2012 bertempat di Kantor PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera UtaraJalan Sisingamangaraja No. 1 Medan atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang berdasarkan Pasal 5 Undang-undang Nomor 46 tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 3 angka 1 Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 022/KMA/SK/II/2011 tanggal 7 Pebruari 2011 masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan yang berwenang memeriksa dan mengadilinya,sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan, secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri yaitu terdakwa sebesarRp 5.004.637.000,- (Lima Milyar empat juta enam ratus tiga puluh tujuh ribu rupiah) atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negaradari sejumlah kerugian keuangan negara sebesar Rp.5.277.714.368,00 (Lima Milyar Dua ratus tujuh puluh tujuh juta tujuh ratus empat belas ribu tiga ratus enam puluh delapan rupiah) atau setidak-tidaknya sekitar jumlah itu, yang dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
• Bahwa pada tahun 2002 PDAM TIRTANADI Propinsi Sumatera Utara telah melakukan Perjanjian Kerjasama tentang Penagihan Rekening Air antara PDAM TIRTANADI Propinsi Sumatera Utara dengan Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi Propinsi Sumatera Utarayang dituangkan dalam Nomor Perjanjian Pihak I : 06/SPJN/KEU/2002, Nomor Pihak II : 37/SPJN/KKT/2002, tanggal 27 September 2002 maka berdasarkan kontrak tersebutlah Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi melakukan penagihan pada pelanggan PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara.
• Bahwa pada tanggal 11 Maret 2011 terdakwa Ir. AZZAM RIZAL, M.Eng diangkat sebagai Direktur Utama PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utaraberdasarkan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor : 188.44/217/KPTS/2011 tanggal 10 Maret 2011.
• Bahwa pada tanggal 8 Desember 2011Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi yang bernama saksi Subdarkan Siregar, SE ada mengirimkan surat kepada Direktur Utama PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara perihal Perpanjangan Kontrak Kerja Penagihan Rekening Air dengan Nomor Surat : 329/
KKT/XII/2011 dimana dalam surat tersebut isinya memohon :
a. Agar Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi untuk mendapat kesempatan menagih rekening air PDAM Tirtanadi pada wilayah kerja Kota Madya Medan, Deli Serdang dan Padangsidimpuan.
b. Kepada Direktur Utama PDAM Tirtanadi untuk menaikkan table fee serta dapat kembali melaksanakan penagihan rekening air PDAM Tirtanadi periode 12 (dua belas) bulan ke depan.
• Bahwa pada tanggal 30 Desember 2011terdakwa Ir. Azzam Rizal, M.Eng selaku Direktur Utama PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara sebagai Pihak Pertama menandatangani Perjanjian Kerjasama antara PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara dengan Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadidimana selaku Ketua Koperasi Karyawan Tirtanadibernama Subdarkan Siregar, SE sebagai Pihak Keduadengan NomorPerjanjian : tentang Penagihan Rekening Air PDAMTirtanadi Provinsi Sumatera Utara, dengan persentase fee sebagai berikut:
Target Imbalan/Jasa
90% 5,223%
91% 5,348%
92% 5,473%
93% 5,598%
94% 5,723%
95% 5,848%
96% 5,973%
97% 6,098%
98% 6,348%
99% 6,598%
100% 6,848%
Dalam tabel imbalan/jasa tersebut di atas sudah termasuk PPN 10%, dan sejak saat itumaka Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi melaksanakan penagihan rekening air.
• Bahwa terdakwa selaku Direktur Utama PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara telah menunjuk Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi untuk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
melaksanakan penagihan rekening air PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara dan bersama dengan Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi telah menggunakan dana-dana yang tidak lain adalah rekening pelanggan PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara berupa uang hasil penarikan tagihan rekening pelanggan PDAM Tirtanadi secara berturut-turut yang diminta oleh terdakwa kepada saksi Subdarkan Siregar, SE yaitu berupa : 1. Uang tunai dengan nilai total sebesar Rp.2.952.000.000,- (dua milyar sembilan
ratus lima puluh dua juta rupiah)yang digunakan oleh terdakwa untuk kepentingan pribadinya sendiri yang rinciannya adalah sebagai berikut :
• Pada Tanggal 13 Mei 2011 sebesar Rp. 60.000.000,- (Enam Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 19 Mei 2011 sebesar Rp. 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 27 Mei 2011 sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 1 Juni 201 sebesar Rp. 20.500.000,- (Dua Puluh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
• Pada Tanggal 1 Juni 201 sebesar Rp. 479.500.000,- (Empat Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
• Pada Tanggal 03 Juni 2011 sebesar Rp 405.000.000,- (Empat Ratus Lima Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 26 Mei 2011 sebesar Rp 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 09 Juni 2011 sebesar Rp 250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 17 Juni 2011 sebesar Rp 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 13 Juli 2011 sebesar Rp 15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 18 Juli 2011 sebesar Rp 30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 25 Juli 2011 sebesar Rp 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 28 Juli 2011 sebesar Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 29 Juli 2011sebesar Rp 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 5 Agustus 2011 sebesar Rp 130.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Juta Rupiah).
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Pada Tanggal 09 September 2011 sebesar Rp 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 21 September 2011 sebesar Rp 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 28 September 2011 sebesar Rp 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 04 Oktober 2011 sebesar Rp. 4.500.000,- (Empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
• Pada Tanggal 07 Oktober 2011 sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 10 Oktober 2011 sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 10 Oktober 2011 sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 14 Oktober 2011 sebesar Rp 12.000.000,- (Dua Belas Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 14 Oktober 2011 sebesar Rp. 175.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 19 Oktober 2011 sebesar Rp. 175.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 27Oktober 2011 sebesar Rp 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 29 Oktober 2011 sebesar Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal4 Nopember 2011 sebesar Rp. 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 11 Nopember 2011 sebesar Rp 120.000.000,- (Seratus Dua Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 24 Nopember 2011 sebesar Rp 22.500.000,- (Dua Puluh Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
• Pada Tanggal 29 Nopember 2011 sebesar Rp 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 06 Januari 2012 sebesar Rp, 313.000.000,- (Tiga Ratus Tiga Belas Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 09 Februari 2012 sebesar Rp 50.000.000.- (Lima Puluh Juta Rupiah).
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Pada Tanggal 15 Pebruari 2012 sebesar Rp 63.000.000,-(Enam Puluh Tiga Juta Rupiah).
2. Uang tunai sebesar Rp.422.837.000, ( Empat ratus dua puluh dua juta delapan ratus tiga puluh tujuh ribu rupiah) tanggal 27 Juli 2011 dimana dilakukan oleh terdakwa dengan cara menggunakan identitas selaku anggota Koperasi Karyawan PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara untuk memperoleh fasilitas kredit dengan membuat suatu perjanjian dengan Bank Mandiri Syariah KCP Iskandar Muda Medan kemudian terdakwa menggunakan uang tersebut untuk pembelian 1 (satu) unit mobil merek Mitsubishi Pajero Sport warna hitam dengan Nomor Polisi BK 111 IU seharga Rp.401.639.075 (Empat ratus satu juta enam ratus tiga puluh sembilan ribu tujuh puluh lima rupiah).
3. Uang tunai sebesar Rp.185.000.000, (Seratus delapan puluh lima juta rupiah) tanggal 10 Desember 2011yang digunakan oleh terdakwa untuk pembelian atas sebidang tanah yang terletak di desa Terjun Kelurahan Terjun Kecamatan Marelan Kota Medan seluas 423 m2.
4. Uang tunai sebesar Rp.1.012.800.000, (Satu Milyar dua belas juta delapan ratus ribu rupiah) bagi kepentingannya sendiri sejak 25 Pebruari 2012 sampai dengan 21 Desember 2012.
5. Uang tunai sebesar Rp.287.000.000,- (Dua ratus delapan puluh tujuh juta rupiah) tanggal 16 April 2012 yang digunakan oleh terdakwa untuk pembayaran uang muka pengambilan 2 (dua) unit mobil merek Toyota Avanza dimana 1 (satu) Mobil Toyota Avanza warna silver metalik diberikan kepada orang tua terdakwa yang bernama IMRON NASUTION dan sedangkan untuk mertua terdakwa yang bernama Hj. NURHASBAH PULUNGAN diberikan 1 (satu) Mobil Toyota Avanza warna abu-abu metalik.
6. Uang tunai sebesar Rp. 145.000.000,- (seratus empat puluh lima juta rupiah) tanggal 27 Juli 2012 yang masuk pada rekening Bank BSM KCP Iskandar Muda nomorrekening : 7025643032 atas nama Ir. AZZAM RIZAL, M.Eng, kemudian uang tersebut digunakan oleh terdakwa untuk melakukan pembayaran uang muka dan biaya administrasi untuk pembelian 1 (satu) unit Toyota All New Camrywarna hitam No.Pol : BK-176 R.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Sehingga jumlah keseluruhan uang yang diminta oleh terdakwa Ir. AZZAM RIZAL, M.Eng kepada Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) yang bernama saksi Subdarkan Siregar, SE adalah sebesar Rp 5.004.637.000,- (Lima Milyar empat juta enam ratus tiga puluh tujuh ribu rupiah) dimana uang tersebut telah dipergunakan oleh terdakwa bagi kepentingannya sendiri.
• Bahwa dengan adanya Perjanjian Kerjasama Nomor
tentang Penagihan Rekening Air PDAMTirtanadi Provinsi Sumatera Utara dan persentase fee yang diajukan oleh Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi yang bernama Subdarkan Siregar, SE sehingga PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara telah membayarkan jumlah fee tersebut kepada Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi Tahun 2012 adalah sebesar Rp 18.886.957.700,- ( Delapan belas Milyar Delapan ratus delapan puluh enam juta Sembilan ratus lima puluh tujuh ribu tujuh ratus rupiah), dimana perinciannya adalah sebagai berikut:
1) Usulan Pembayaran oleh Koperasi Karyawan dan realisasi pembayaran oleh PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara atas fee penagihan rekening air bulan Januari 2012 sebesar Rp1.504.518.300,00 tanggal 22 Februari 2012;
2) Usulan Pembayaran oleh Koperasi Karyawan dan realisasi pembayaran oleh PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara atas fee penagihan rekening air bulan Februari 2012 sebesar Rp1.492.685.000,00 tanggal 19 Maret 2012;
3) Usulan Pembayaran oleh Koperasi Karyawan dan realisasi pembayaran oleh PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara atas fee penagihan rekening air bulan Maret 2012 sebesar Rp1.542.695.400,00 tanggal 20 April 2012;
4) Usulan Pembayaran oleh Koperasi Karyawan dan realisasi pembayaran oleh PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara atas fee penagihan rekening air bulan April 2012 sebesar Rp1.459.826.200,00 tanggal 21 Mei 2012;
5) Usulan Pembayaran oleh Koperasi Karyawan dan realisasi pembayaran oleh PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara atas fee penagihan rekening air bulan Mei 2012 sebesar Rp1.565.716.600,00 tanggal 22 Juni 2012;
6) Usulan Pembayaran oleh Koperasi Karyawan dan realisasi pembayaran oleh PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
atas fee penagihan rekening air bulan Juni 2012 sebesar Rp1.577.508.800,00 tanggal 23 Juli 2012;
7) Usulan Pembayaran oleh Koperasi Karyawan dan realisasi pembayaran oleh PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara atas fee penagihan rekening air bulan Juli 2012 sebesar Rp1.603.049.100,00 tanggal 23 Agustus 2012;
8) Usulan Pembayaran oleh Koperasi Karyawan dan realisasi pembayaran oleh PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara atas fee penagihan rekening air bulan Agustus 2012 sebesarRp1.588.540.800,00 tanggal 25 September 2012;
9) Usulan Pembayaran oleh Koperasi Karyawan dan realisasi pembayaran oleh PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara atas fee penagihan rekening air bulan September 2012 sebesar Rp1.599.746.700,00 tanggal 23 Oktober 2012;
10)Usulan Pembayaran oleh Koperasi Karyawan dan realisasi pembayaran oleh PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara atas fee penagihan rekening air bulan Oktober 2012 sebesar Rp1.653.281.000,00 tanggal 23 November 2012;
11)Usulan Pembayaran oleh Koperasi Karyawan dan realisasi pembayaran oleh PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara atas fee penagihan rekening air bulan November 2012sebesarRp1.653.923.000,00tanggal 19 Desember 2012;
12)Usulan Pembayaran oleh Koperasi Karyawan dan realisasi pembayaran oleh PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara atas fee penagihan rekening air bulan Desember 2012 sebesar Rp 1.645.466.800,00 tanggal 21 Januari 2013;
• Bahwa biaya yang sesungguhnya digunakan pada kegiatan penagihan rekening air PDAM Tirtanadi Tahun 2012 oleh Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi adalah sebesar Rp 12.490.926.782,00 ( Dua belas Milyar empat ratus sembilan puluh juta sembilan ratus duapuluh enam ribu tujuh ratus delapan puluh dua rupiah) maka selisihnya adalah sebesar Rp.
5.277.714.368,00 ( Lima Milyar Dua ratus tujuh puluh tujuh juta tujuh ratus empat belas ribu tiga ratus enam puluh delapan rupiah)yang menjadi Kerugian Keuangan Negara.
• Bahwa sejak tanggal 13 Mei tahun 2011 sebelum terdakwa selaku Direktur Utama PDAM Tirtandi Propinsi Sumatera Utara menandatangani Perjanjian
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Kerjasama dengan Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi yang bernama saksi Subdarkan Siregar, SE dimana terdakwa telah meminta dan menggunakan uang dari Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi yang bernama saksi Subdarkan Siregar, SE sebesar Rp 5.004.637.000,- (Lima Milyar empat juta enam ratus tiga puluh tujuh ribu rupiah) tersebut bagi kepentingannya sendiri dan untuk menutupi uang yang telah dimintanya tersebut dari Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi yang bernama saksi Subdarkan Siregar, SE, terdakwa menyetujui fee yang diajukan oleh Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi seolah-olah PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara setiap bulannya telah mencapai kenaikan dalam pencapaian target hingga sampai 100 % pada saat melakukan penagihan rekening air PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara, dimana hal tersebut adalah Perbuatan Melawan Hukum yang bertentangan dengan
1. UU No 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara.
Pasal 2 ayat 1, yang mengatakan : bahwa Pemeriksaaan Keuangan Negara meliputi Pemeriksaan atas pengelolaan Keuangan Negara dan Pemeriksaan atas tanggungjawab Keuangan negara.
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013, tentang Keuangan Negara.
Pasal 2 huruf g, yang berbunyi : Keuangan Negara sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 angka 1 meliputi: “g. Kekayaan negara /kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang, surat berharga, piutang, barang, serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang, termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/ perusahaan daerah”
2. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Pasal 4 ayat (1), yang berbunyi :
”Keuangan Daerah dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang- undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan, kepatuhan, dan manfaat untuk masyarakat.”
• Bahwa perbuatan yang telah dilakukan oleh terdakwa yangtelah melakukan Perjanjian Kerjasama Nomor tentang Penagihan Rekening
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Air PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utarakemudian juga menunjuk Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi selaku Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi untuk melaksanakan penagihan rekening air PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara adalah perbuatan melawan hukum dimana hal tersebut bertentangan dengan :
1. UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- undangan.
Peraturan Daerah:
• Pasal 1 angka 7, dijelaskan bahwa:“Peraturan Daerah Provinsi adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibentuk oleh DewanPerwakilan Rakyat Daerah Provinsi denganpersetujuan bersama Gubernur.”
• Pasal 1 angka 2, yang dimaksud dengan peraturan perundang-undangan adalah : “Peraturan Perundang-undangan adalah peraturantertulis yang memuat norma hukum yang mengikatsecara umum dan dibentuk atau ditetapkan olehlembaga negara atau pejabat yang berwenang melaluiprosedur yang ditetapkan dalam PeraturanPerundang-undangan.”
• Pasal8 yang berbunyi :
(1): "Jenis Peraturan Perundang-undangan selainsebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1)mencakup peraturan yang ditetapkan oleh MajelisPermusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat,Dewan Perwakilan Daerah, Mahkamah Agung,Mahkamah Konstitusi, Badan Pemeriksa Keuangan,Komisi Yudisial, Bank Indonesia, Menteri, badan,lembaga, atau komisi yang setingkat yang dibentukdengan Undang-Undang atau Pemerintah atasperintah Undang-Undang, Dewan Perwakilan RakyatDaerah Provinsi, Gubernur, Dewan Perwakilan RakyatDaerah Kabupaten/Kota, Bupati/Walikota, KepalaDesa atau yang setingkat."
(2): “Peraturan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui keberadaannya dan mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang diperintahkan oleh Peraturan Perundang- undangan yang lebih tinggi atau dibentuk berdasarkan kewenangan.”
2. Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor: 539/060/K/Tahun 2009 tentang Pengesahan Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi nomor 148/KPTS/2008 tentang Struktur Organisasi Serta
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Uraian Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi Prov. Sumut.
3. SK Direksi PDAM Tirtanadi No. 81/KPTS/2007 tahun 2007 tentang Pedoman Pengadaan / Jasa di Lingkungan PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara, yang berbunyi :
- Pasal 6 ayat (2), yang berbunyi: “Penggolongan penyedia barang/jasa lainnya:
a. Usaha Kecil dan Koperasi Kecil untuk pengadaan sampai dengan nilai Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah);
b. Usaha Non Kecil dan Koperasi Non Kecil untuk pengadaan sampai dengan nilai diatas Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp. 3.000.000.000,- (tiga milyar rupiah).”
- Pasal 8 huruf B angka 5, yang berbunyi : “Pejabat yang Berwenang menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk pekerjaan Barang/ Jasa Pemborongan Non konstruksi/Jasa Lainnya dengan Nilai Pengadaan (termasuk PPN) diatas Rp. 4 Milyar adalah Direktur Utama dengan Persetujuan Gubernur.”
- Pasal 10 ayat (1), yang berbunyi: “Metoda pengadaan Barang, Jasa Pemborongan, atau Jasa Lainnya dapat dilakukan dengan salah satu metoda di bawah ini:
a.Metode Pelelangan yaitu pengadaan Barang / Jasa Pemborongan / Jasa Lainnya yang dilakukan secara terbuka melalui media cetak dan papan pengumuman resmi PDAM dengan ketentuan bahwa:
(1) Jumlah Rekanan yang dinyatakan lulus dalam proses prakualifikasi yang dilaksanakan oleh panitia pelelangan sekurang-kurangnya 3 (tiga); dan
(2) Nilai Pengadaannya (berdasarkan nilai OE) di atas Rp. 300 juta.
b. Pemilihan Langsung yaitu pengadaan Barang / Jasa Pemborongan / Jasa Lainnya yang dilakukan dengan ketentuan bahwa:
(1) Jumlah rekanan yang diundang sekurang-kurangnya 3 (tiga) dari DRT-PDAM; dan
(2) Nilai Pengadaannya (berdasarkan OE) di atas Rp. 50 Juta sampai dengan Rp. 300 juta.
c. Penunjukan Langsung, pengadaan Barang / Jasa Pemborongan / Jasa Lainnya yang dilakukan dengan cara:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
(1) Menunjuk langsung kepada 1 (satu) Rekanan yang memenuhi persyaratan kualifikasi dan klasifikasi yang dipersyaratkan;
(2) Nilai Pengadaannya (berdasarkan nilai OE) setinggi-tinginya Rp. 50 Juta.
d. Swakelola yaitu pengadaan Barang / Jasa Pemborongan / Jasa Lainnya yang direncanakan, dilaksanakan, diawasi langsung oleh PDAM mengingat bahwa dengan metode lainnya sulit dilaksanakan dan tidak menjamin tercapainya sasaran yang ditetapkan.”
- Pasal 11 ayat (1), yang berbunyi: “Setiap Pengadaan Barang dan Jasa dengan nilai OE diatas Rp. 50 juta harus dibentuk panitia pengadaan.”
- Pasal 12 ayat (1), (5), (6) dan (7), yang berbunyi:
(1) : Setiap paket Pengadaan Barang dan Jasa harus mempunyai OE yang dikalkulasikan secara keahlian dan telah disetujui oleh pejabat yang berwenang;
(5) : OE merupakan salah satu acuan dalam evaluasi penawaran;
(6) : Hal-Hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan OE:
a. Lokasi pekerjaan (geografi, demografi, kemudahan, akses transportasi, dsb);
b. ketersediaan tenaga kerja, bahan dan peralatan;
c. kondisi tapak (elevasi, contour, soil, cuaca, air baku, dsb);
d. data harga satuan upah, bahan, dan peralatan serta data harga satuan angkutan di lokasi setempat;
e. harga kontrak/ SPK dari pengadaan sejenis dengan kondisi atau lokasi yang serupa;
f. analisa harga satuan pekerjaan yang bersangkutan; dan atau g. harga barang di lokasi setempat;
h. harga pasar imbalan jasa (billing rate) tenaga konsultan di lokasi setempat;
i. informasi lain yang dapat dipertanggung jawabkan.
(7) : Setiap penyusunan EE dan OE juga diperhatikan tentang standar dan harga standar PDAM Tirtanadi yang dibuat dalam SK Direksi tersendiri.”
- Pasal 22 ayat (2) Jo. Lampiran 2, yang berbunyi:“Tata cara dan prosedur pengadaan Jasa Pemborongan / Barang /jasa lainnya harus mengikuti ketentuan dalam Lampiran 2 Surat Keputusan ini.”
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
4. Peraturan Daerah Propinsi Sumatera Utara Nomor. 10 Tahun 2009 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara.
- Pasal 65, yang berbunyi:“Kerjasama PDAM Tirtanadi dengan pihak ketiga dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Dewan Pengawas dan berlaku setelah disahkan oleh Gubernur sesuai dengan peraturan perundang- undangan”
• Bahwa akibat dari perbuatan terdakwa yang telah bekerjasama dengan Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara yang bernama saksi Subdarkan Siregar, SE telah mengakibatkan PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara mengalami kerugian padahal uang-uang yang diambil oleh terdakwa tersebut adalah uang milik PDAM Tirtanadi Sumatera Utara yang nota bene adalah uang milik Pemerintah Daerah Propinsi Sumatera Utara.
• Bahwa akibat perbuatan terdakwa Ir. AZZAM RIZAL, M.Eng yang telah memperkaya diri terdakwa sendiri sebesar Rp 5.004.637.000,- (Lima Milyar empat juta enam ratus tiga puluh tujuh ribu rupiah) dari sejumlah kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 5.277.714.368,00 (Lima Milyar Dua ratus tujuh puluh tujuh juta tujuh ratus empat belas ribu tiga ratus enam puluh delapan rupiah) atau setidak- tidaknya memperkaya orang lain dalam hal inisaksi SUBDARKAN SIREGAR, SE sebagaimana Hasil Audit yang dilakukan oleh BPKP Perwakilan Propinsi Sumatera Utara di Medan dengan Laporan No. R-77/PW.02/5/2013 tanggal 02 Juli 2013perihal : Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Perhitungan Kerugian Keuangan Negara atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Kegiatan Penagihan Rekening Air PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2012.---
---Bahwa perbuatan Terdakwa telah melanggar ketentuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo 65 ayat (1) KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.---
SUBSIDIAIR :
---Bahwa ia Terdakwa Ir. AZZAM RIZAL, M.Engselaku Direktur Utama PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utaradiangkat berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor : 188.44/217/KPTS/2011 tanggal 10 Maret 2011bersama-sama dengan saksi H. SUBDARKAN SIREGAR, SE selaku Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 13 Mei 2011 sampai dengan tanggal 31 Desember 2012 atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam tahun 2011
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
sampai dengan tahun 2012 bertempat di Kantor PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera UtaraJalan Sisingamangaraja No. 1 Medan atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang berdasarkan Pasal 5 Undang-undang Nomor 46 tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 3 angka 1 Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 022/KMA/SK/II/2011 tanggal 7 Pebruari 2011 masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan yang berwenang memeriksa dan mengadilinya,sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut melakukan, dengan tujuan untuk menguntungkan diri sendiri sebesar Rp 5.004.637.000,- (Lima Milyar empat juta enam ratus tiga puluh tujuh ribu rupiah) atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan, yang dapat merugikan Keuangan Negara atau Perekonomian Negaradari sejumlah kerugian keuangan negara sebesar Rp.
5.277.714.368,00 (Lima Milyar Dua ratus tujuh puluh tujuh juta tujuh ratus empat belas ribu tiga ratus enam puluh delapan rupiah) atau setidak-tidaknya sekitar jumlah itu, yang dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
• Bahwa pada tahun 2002 PDAM TIRTANADI Propinsi Sumatera Utara telah melakukan Perjanjian Kerjasama Tentang Penagihan Rekening Air antara PDAM TIRTANADI Propinsi Sumatera Utara dengan Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara yang dituangkan dalam Nomor Perjanjian Pihak I : 06/SPJN/
KEU/2002, Nomor Pihak II : 37/SPJN/KKT/2002 tanggal 27 September 2002 maka berdasarkan kontrak tersebutlah Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi melakukan penagihan pada pelanggan PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara.
• Bahwa pada tanggal 11 Maret 2011 terdakwa Ir. AZZAM RIZAL, M.Eng diangkat sebagai Direktur Utama PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utaraberdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor : 188.44/217/KPTS/2011 tanggal 10 Maret 2011.
• Bahwa pada tanggal 8 Desember 2011Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi yang bernama saksi Subdarkan Siregar, SE ada mengirimkan surat kepada Direktur Utama PDAM Tirtanadi perihal Perpanjangan Kontrak Kerja Penagihan Rekening Air dengan Nomor Surat : 329/KKT/XII/2011 dimana dalam surat tersebut Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi yang bernama saksi Subdarkan Siregar, SE memohon :
1. Agar Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi untuk mendapat kesempatan menagih rekening air PDAM Tirtanadi pada wilayah kerja Kota Madya Medan, Deli Serdang dan Padangsidimpuan.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
2. Kepada Direktur Utama PDAM Tirtanadi untuk menaikkan table fee serta dapat kembali melaksanakan penagihan rekening air PDAM Tirtanadi periode 12 (dua belas) bulan ke depan;
• Bahwa pada tanggal 30 Desember 2011terdakwa Ir. Azzam Rizal, M.Eng selaku Direktur Utama PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara sebagai Pihak Pertama menandatangani Perjanjian Kerjasama antara PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara dengan Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadidimana selaku Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi bernama saksi Subdarkan Siregar, SE sebagai Pihak Keduadengan Nomor Perjanjian : tentang Penagihan Rekening Air PDAMTirtanadi Provinsi Sumatera Utara, dengan persentase fee sebagai berikut:
Target Imbalan/Jasa
90% 5,223%
91% 5,348%
92% 5,473%
93% 5,598%
94% 5,723%
95% 5,848%
96% 5,973%
97% 6,098%
98% 6,348%
99% 6,598%
100% 6,848%
Dalam tabel imbalan/jasa tersebut di atas sudah termasuk PPN 10%
• Bahwa berdasarkan Perjanjian Kerjasama Nomor tentang Penagihan Rekening Air PDAMTirtanadi Provinsi Sumatera Utara yang dilakukan oleh terdakwa dan Koperasi Karyawan PDAM (Kopkar) Tirtanadi maka Koperasi Karyawan PDAM (Kopkar) Tirtanadi tersebut melaksanakan penagihan rekening air.
• Bahwa terdakwa selaku Direktur Utama PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara telah menunjuk Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi untuk melaksanakan penagihan rekening air PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara dan terdakwa bersama dengan Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi telah menggunakan dana-dana yang tidak lain adalah rekening pelanggan PDAM Tirtanadi berupa uang hasil penarikan tagihan rekening pelanggan secara berturut-turut yang diminta oleh terdakwa kepada saksi Subdarkan Siregar, SE yaitu :
1. Uang tunai dengan nilai total sebesar Rp.2.952.000.000,- (dua milyar sembilan ratus lima puluh dua juta rupiah), yang digunakan oleh terdakwa untuk kepentingan pribadinya sendiri yang rinciannya adalah sebagai berikut :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Pada Tanggal 13 Mei 2011 sebesar Rp. 60.000.000,- (Enam Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 19 Mei 2011 sebesar Rp. 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 27 Mei 2011 sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 1 Juni 201 sebesar Rp. 20.500.000,- (Dua Puluh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
• Pada Tanggal 1 Juni 201 sebesar Rp. 479.500.000,- (Empat Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
• Pada Tanggal 03 Juni 2011 sebesar Rp 405.000.000,- (Empat Ratus Lima Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 26 Mei 2011 sebesar Rp 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 09 Juni 2011 sebesar Rp 250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 17 Juni 2011 sebesar Rp 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 13 Juli 2011 sebesar Rp 15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 18 Juli 2011 sebesar Rp 30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 25 Juli 2011 sebesar Rp 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 28 Juli 2011 sebesar Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 29 Juli 2011sebesar Rp 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 5 Agustus 2011 sebesar Rp 130.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 09 September 2011 sebesar Rp 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 21 September 2011 sebesar Rp 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 28 September 2011 sebesar Rp 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 04 Oktober 2011 sebesar Rp. 4.500.000,- (Empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Pada Tanggal 07 Oktober 2011 sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 10 Oktober 2011 sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 10 Oktober 2011 sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 14 Oktober 2011 sebesar Rp 12.000.000,- (Dua Belas Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 14 Oktober 2011 sebesar Rp. 175.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 19 Oktober 2011 sebesar Rp. 175.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 27Oktober 2011 sebesar Rp 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 29 Oktober 2011 sebesar Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal4 Nopember 2011 sebesar Rp. 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 11 Nopember 2011 sebesar Rp 120.000.000,- (Seratus Dua Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 24 Nopember 2011 sebesar Rp 22.500.000,- (Dua Puluh Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
• Pada Tanggal 29 Nopember 2011 sebesar Rp 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 06 Januari 2012 sebesar Rp, 313.000.000,- (Tiga Ratus Tiga Belas Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 09 Februari 2012 sebesar Rp 50.000.000.- (Lima Puluh Juta Rupiah).
• Pada Tanggal 15 Pebruari 2012 sebesar Rp 63.000.000,-(Enam Puluh Tiga Juta Rupiah).
2. Pada tanggal 27 Juli 2011 meminta uang tunai sebesar Rp.422.837.000, (Empat ratus dua puluh dua juta delapan ratus tiga puluh tujuh ribu rupiah) dimana dilakukan oleh terdakwa dengan cara menggunakan identitas selaku anggota Koperasi Karyawan PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara untuk memperoleh fasilitas kredit dengan membuat suatu perjanjian dengan Bank Mandiri Syariah KCP Iskandar Muda Medan kemudian terdakwa
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
menggunakan uang tersebut untuk pembelian 1 (satu) unit mobil merek Mitsubishi Pajero Sport warna hitam dengan Nomor Polisi BK 111 IU seharga Rp.401.639.075 (Empat ratus satu juta enam ratus tiga puluh sembilan ribu tujuh puluh lima rupiah).
3. Pada tanggal 10 Desember 2011 meminta uang tunai sebesar Rp.185.000.000, (Seratus delapan puluh lima juta rupiah) dan uang tersebut digunakan oleh terdakwa untuk pembelian atas sebidang tanah seluas 423 m2 yang terletak di desa Terjun Kelurahan Terjun Kecamatan Marelan Kota Medan.
4. Sejak tanggal 25 Pebruari 2012 sampai dengan 21 Desember 2012 meminta Uang tunai sebesar Rp.1.012.800.000, (Satu Milyar dua belas juta delapan ratus ribu rupiah) bagi kepentingannya sendiri.
5. Pada tanggal 16 April 2012 meminta uang tunai sebesar Rp.287.000.000,- (Dua ratus delapan puluh tujuh juta rupiah) yang digunakan oleh terdakwa untuk pembayaran uang muka pengambilan 2 (dua) unit mobil merek Toyota Avanza yang terdiri dari 1 (satu) Mobil Toyota Avanza warna silver metalik diberikan kepada orang tua terdakwa yang bernama IMRON NASUTION dan sedangkan untuk mertua terdakwa yang bernama Hj. NURHASBAH PULUNGAN diberikan 1 (satu) Mobil Toyota Avanza warna abu-abu metalik.
6. Pada tanggal 27 Juli 2012 Uang tunai sebesar Rp. 145.000.000,- (seratus empat puluh lima juta rupiah) yang masuk pada rekening Bank BSM KCP Iskandar Muda nomorrekening : 7025643032 atas nama Ir. AZZAM RIZAL, M.Eng, kemudian uang tersebut digunakan terdakwa untuk melakukan pembayaran uang muka dan biaya administrasi untuk pembelian 1 (satu) unit Toyota All New Camrywarna hitam No.Pol : BK-176 R.
Sehingga jumlah uang yang diminta oleh terdakwa Ir. AZZAM RIZAL, M.Eng kepada Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) yang bernama saksi Subdarkan Siregar, SE keseluruhannya sebesar Rp 5.004.637.000,- (Lima Milyar empat juta enam ratus tiga puluh tujuh ribu rupiah) dimana uang tersebut telah dipergunakan oleh terdakwa bagi kepentingannya sendiri.
• Bahwa sejak tanggal 13 Mei tahun 2011 sebelum terdakwa selaku Direktur Utama PDAM Tirtandi Propinsi Sumatera Utara menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi yang bernama saksi Subdarkan Siregar, SE dimana terdakwa telah meminta dan menggunakan uang dari Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi yang bernama saksi Subdarkan Siregar, SE sebesar Rp 5.004.637.000,- (Lima Milyar empat juta enam ratus tiga
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
puluh tujuh ribu rupiah) tersebut bagi kepentingannya sendiri dan untuk menutupi uang yang telah dimintanya tersebut dari Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi yang bernama saksi Subdarkan Siregar, SE, terdakwa menyetujui fee yang diajukan oleh Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi seolah-olah PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara setiap bulannya telah mencapai kenaikan dalam pencapaian target hingga sampai 100 % pada saat melakukan penagihan rekening air PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara, dimana terdakwa telah menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukanterdakwa tersebut sehingga menguntungkan diri terdakwa dan hal ini bertentangan dengan :
1. UU No 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara.
Pasal 2 ayat 1, yang mengatakan : bahwa Pemeriksaaan Keuangan Negara meliputi Pemeriksaan atas pengelolaan Keuangan Negara dan Pemeriksaan atas tanggungjawab Keuangan negara.
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013, tentang Keuangan Negara.
Pasal 2 huruf g, yang berbunyi : Keuangan Negara sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 angka 1 meliputi: “g. Kekayaan negara /kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang, surat berharga, piutang, barang, serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang, termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/ perusahaan daerah”
3. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Pasal 4 ayat (1):
”Keuangan Daerah dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang- undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan, kepatuhan, dan manfaat untuk masyarakat.”
• Bahwa terdakwa juga telah melakukan perbuatan dengantelah menunjuk Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi selaku Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirtanadi untuk melaksanakan penagihan rekening air PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara dan telah melakukan Perjanjian Kerjasama Nomor tentang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Penagihan Rekening Air PDAMTirtanadi Provinsi Sumatera Utara, dimana terdakwa telah menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukanterdakwa tersebut sehingga menguntungkan diri terdakwa dan hal ini bertentangan dengan:
1. UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.
Peraturan Daerah:
a) Pasal 1 angka 7, dijelaskan bahwa:“Peraturan Daerah Provinsi adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibentuk oleh DewanPerwakilan Rakyat Daerah Provinsi denganpersetujuan bersama Gubernur.”
b) Pasal 1 angka 2, yang dimaksud dengan peraturan perundang- undangan adalah: “Peraturan Perundang-undangan adalah peraturantertulis yang memuat norma hukum yang mengikatsecara umum dan dibentuk atau ditetapkan olehlembaga negara atau pejabat yang berwenang melaluiprosedur yang ditetapkan dalam PeraturanPerundang- undangan.”
c) Pasal 8 yang berbunyi :
(1): " Jenis Peraturan Perundang-undangan selainsebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1)mencakup peraturan yang ditetapkan oleh MajelisPermusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat,Dewan Perwakilan Daerah, Mahkamah Agung,Mahkamah Konstitusi, Badan Pemeriksa Keuangan,Komisi Yudisial, Bank Indonesia, Menteri, badan,lembaga, atau komisi yang setingkat yang dibentukdengan Undang-Undang atau Pemerintah atasperintah Undang-Undang, Dewan Perwakilan RakyatDaerah Provinsi, Gubernur, Dewan Perwakilan RakyatDaerah Kabupaten/Kota, Bupati/Walikota, KepalaDesa atau yang setingkat."
(2): “Peraturan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui keberadaannya dan mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang diperintahkan oleh Peraturan Perundang- undangan yang lebih tinggi atau dibentuk berdasarkan kewenangan.”
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
1. Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor: 539/060/
K/Tahun 2009 tentang Pengesahan Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi nomor 148/
KPTS/2008 tentang Struktur Organisasi Serta Uraian Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi Prov. Sumut.
2. SK Direksi PDAM Tirtanadi No. 81/KPTS/2007 tahun 2007 tentang Pedoman Pengadaan / Jasa di Lingkungan PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara, yang berbunyi :
- Pasal 6 ayat (2), yang berbunyi: “Penggolongan penyedia barang/jasa lainnya:
a. Usaha Kecil dan Koperasi Kecil untuk pengadaan sampai dengan nilai Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah);
b. Usaha Non Kecil dan Koperasi Non Kecil untuk pengadaan sampai dengan nilai diatas Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp. 3.000.000.000,- (tiga milyar rupiah).”
- Pasal 8 huruf B angka 5, yang berbunyi : “Pejabat yang Berwenang menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk pekerjaan Barang/ Jasa Pemborongan Non konstruksi/Jasa Lainnya dengan Nilai Pengadaan (termasuk PPN) diatas Rp. 4 Milyar adalah Direktur Utama dengan Persetujuan Gubernur.”
- Pasal 10 ayat (1), yang berbunyi: “Metoda pengadaan Barang, Jasa Pemborongan, atau Jasa Lainnya dapat dilakukan dengan salah satu metoda di bawah ini:
a.Metode Pelelangan yaitu pengadaan Barang / Jasa Pemborongan / Jasa Lainnya yang dilakukan secara terbuka melalui media cetak dan papan pengumuman resmi PDAM dengan ketentuan bahwa:
(1) Jumlah Rekanan yang dinyatakan lulus dalam proses prakualifikasi yang dilaksanakan oleh panitia pelelangan sekurang-kurangnya 3 (tiga); dan
(2) Nilai Pengadaannya (berdasarkan nilai OE) di atas Rp. 300 juta.
b. Pemilihan Langsung yaitu pengadaan Barang / Jasa Pemborongan / Jasa Lainnya yang dilakukan dengan ketentuan bahwa:
(1) Jumlah rekanan yang diundang sekurang-kurangnya 3 (tiga) dari DRT- PDAM; dan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
(2) Nilai Pengadaannya (berdasarkan OE) di atas Rp. 50 Juta sampai dengan Rp. 300 juta.
c. Penunjukan Langsung, pengadaan Barang / Jasa Pemborongan / Jasa Lainnya yang dilakukan dengan cara:
(1) Menunjuk langsung kepada 1 (satu) Rekanan yang memenuhi persyaratan kualifikasi dan klasifikasi yang dipersyaratkan;
(2) Nilai Pengadaannya (berdasarkan nilai OE) setinggi-tinginya Rp. 50 Juta.
d. Swakelola yaitu pengadaan Barang / Jasa Pemborongan / Jasa Lainnya yang direncanakan, dilaksanakan, diawasi langsung oleh PDAM mengingat bahwa dengan metode lainnya sulit dilaksanakan dan tidak menjamin tercapainya sasaran yang ditetapkan.”
- Pasal 11 ayat (1), yang berbunyi: “Setiap Pengadaan Barang dan Jasa dengan nilai OE diatas Rp. 50 juta harus dibentuk panitia pengadaan.”
- Pasal 12 ayat (1), (5), (6) dan (7), yang berbunyi:
(1) : Setiap paket Pengadaan Barang dan Jasa harus mempunyai OE yang dikalkulasikan secara keahlian dan telah disetujui oleh pejabat yang berwenang;
(5) : OE merupakan salah satu acuan dalam evaluasi penawaran;
(6) : Hal-Hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan OE:
a. Lokasi pekerjaan (geografi, demografi, kemudahan, akses transportasi, dsb);
b. ketersediaan tenaga kerja, bahan dan peralatan;
c. kondisi tapak (elevasi, contour, soil, cuaca, air baku, dsb);
d. data harga satuan upah, bahan, dan peralatan serta data harga satuan angkutan di lokasi setempat;
e. harga kontrak/ SPK dari pengadaan sejenis dengan kondisi atau lokasi yang serupa;
f. analisa harga satuan pekerjaan yang bersangkutan; dan atau g. harga barang di lokasi setempat;
h. harga pasar imbalan jasa (billing rate) tenaga konsultan di lokasi setempat;
i. informasi lain yang dapat dipertanggung jawabkan.
(7) : Setiap penyusunan EE dan OE juga diperhatikan tentang standar dan harga standar PDAM Tirtanadi yang dibuat dalam SK Direksi tersendiri.”
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- Pasal 22 ayat (2) Jo. Lampiran 2, yang berbunyi : “Tata cara dan prosedur pengadaan Jasa Pemborongan / Barang /jasa lainnya harus mengikuti ketentu