• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOKUMEN LEGAL REASONING

N/A
N/A
Nugraha D.V.K.

Academic year: 2023

Membagikan "DOKUMEN LEGAL REASONING"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

1

LEGAL REASONING

Dr. R. Narendra Jatna, S.H., LL.M 2023

(2)

2

LEGAL REASONING

Penalaran hukum adalah yaitu pencarian nalar hukum atau pencarian dasar tentang bagaimana seorang hakim memutuskan perkara/ kasus hukum, seorang ahli hukum berargumentasi hukum dan menalar hukum.

Suatu kegiatan untuk mencari dasar atau nalar hukum yang terdapat di dalam suatu peristiwa hukum, baik yang merupakan perbuatan hukum (seperti perjanjian, transaksi perdagangan,) ataupun yang merupakan pelanggaran hukum (pidana, perdata, ataupun administratif) dan memasukkannya ke dalam peraturan hukum yang berlaku.

(3)

3

PENGERTIAN NALAR HUKUM

Tiga pengertian Nalar Hukum:

Nalar untuk mencari substansi hukum untuk diterapkan dalam masalah yang sedang terjadi.

Nalar dari substansi hukum yang ada/berlaku untuk digunakan dalam terhadap putusan yang harus diambil atas suatu perkara.

Nalar tentang putusan yang harus diambil oleh hakim dengan mempertimbangkan semua aspek dalam suatu perkara.

(4)

4

PROFESI HUKUM

PENGGUNA NALAR HUKUM

Dapat membuat doktrin

Magistrat, Advokat dan Akademisi

Polisi? Notaris?

(5)

5

DIALEKTIKA HEGEL

Thesis

Anti-Thesis

Sysnthesis

(6)

6

KONKORDANTIE

Perancis – Belanda - Nederland Indies –Indonesia

163 IS jo 131 IS – Apartheids System

Jepang = Golongan III

Indonesia = Hukum Nasional

(7)

7

SUMBER HUKUM

Legislasi

Putusan Hakim

Doktrin

Aparat Penegak Hukum

(8)

8

TATA URUT PER-UU

Stufenbauw theorien

Grundnorm/Ideologi

TAP MPRS No. XX/1966

TAP MPR No. III/2000

UU No. 10/2004

UU No. 12/2011

(9)

9

SILOGISME HIPOTESIS

Induktif

Deduktif

(10)

10

HUKUM DAN LOGIKA

Hukum = Logis

Logika ≠ Hukum

(11)

11

INTERPRETASI

Sistematis

Gramatikal

Historis

Analogi

Ekstensif

Negatif

Budaya

(12)

12

INTERPRETASI HUKUM ADAT

Kebiasaan- Adat nan Teradat- Hukum Adat

Orientalis:

- 17 rechtkringens (Van Volenhoven)

- Receptie in complexu (Terhaar) - Receptie

Unifikasi-Pluralis

(13)

13

TRADISI HUKUM

Common Law

Pragmatis

Judge made law

Statute law

Civil Law

Filosif

Codificatie

Rechtsvinding

(14)

14

KONSTITUSI

Tradisi Konstitusi

Tradisi Non Konstitusi

(15)

15

KEBERLAKUAN HUKUM

Filosofis

Yuridis

Sosiologis

(16)

16

KEBERLAKUAN ASAS HUKUM

Lex specialis derogat legi generali

Lex posteori derogat legi priori

Lex superiori derogat legi inferiori

(17)

17

INTERPRETASI HAKIM

La bouche de la lois

Kekuasaan kehakiman yang merdeka dan bebas pun tidak bersifat mutlak, karena hakim untuk menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila, sehingga putusannya mencerminkan rasa keadilan rakyat Indonesia

Segala putusan pengadilan selain harus memuat alasan dan dasar putusan tersebut, memuat pula pasal tertentu dari peraturan perundang-undangan yang bersangkutan atau sumber hukum tak tertulis yang dijadikan dasar untuk mengadili.

(18)

18

MINDERHEIDS NOTA

Dissenting opinion

Dalam sidang permusyawaratan,

setiap hakim wajib

menyampaikan pertimbangan atau pendapat tertulis terhadap perkara yang sedang diperiksa dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari putusan

(19)

19

ASAS LEGALITAS

Asas Non-retroaktifitas

Asas Legalitas

Nullum delictum noela poena previae legi poenale

Delik Formil

Delik Materiel

(20)

20

PERBUATAN MELAWAN HUKUM

Wederechtelijke

Onrechtmatige daad

Mal Administrasi

(21)

21

PENINJAUAN KEMBALI

Toetsingsrecht

Herziening/Judicial review

Constitutional review

(22)

22

MAHKAMAH AGUNG

MA dalam UUD 45

Mahkamah Konstitusi dalam UUD 45

MA di US

(23)

23

MAHKAMAH

Raad van Justitie

Raad van Adminstratie

Raad van de Arbeit

Raad van de Conctitutie

(24)

24

MAZHAB

Legistis

Sosiologis

Legal realisme

Progresif

Referensi

Dokumen terkait

Advokat harus mempunyai kemampuan dalam Penalaran Hukum (Legal Reasoning) yang baik, agar dalam melaksanakan layanan hukum tersebut dapat memberikan argumentasi atau

Agar beberapa contoh peristiwa hukum tersebut tidak tercakup kedalam kelompok perjanjian, maka kata perbuatan dalam Pasal 1313 KUHPerdata harus lebih tepat lagi kalau

Sampai saat ini Hukum Positif di Indonesia belum mengatur perbuatan mendapatkan data identitas diri menggunakan teknik phising baik dalam KUHP maupun Undang-Undang No.11

Baik dalam perjanjian maupun dalam perbuatan melanggar hukum, tanggung jawab timbul karena didasari adanya pihak lain yang dirugikan atau dengan bahasa lain, dasar pertanggungjawaban

Dilihat dalam perkembangannya, perbuatan melawan hukum sejalan dengan teori hukum perjanjian bahwa perjanjian harus dibuat dengan itikad baik dan pelanggaran

tetapi dalam peristiwa hukum yang terjadi di perbatasan Jagoi babang Pas lintas batas digunakan untuk keperluan perdagangan yang tujuannya untuk mencari keuntungan

Pada praktiknya terdapat unsur- unsur yang membuat perjanjian nominee tersebut tidak diperbolehkan dibuat karena dianggap sebagai perbuatan melawan hukum, Perbuatan melawan hukum

Mengatur kegiatan perdagangan: Hukum dagang di Indonesia mengatur berbagai aspek perdagangan, termasuk perizinan usaha, pembentukan perusahaan, perjanjian dagang, pembayaran,