• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dokumen Teknis Pekerjaan Konstruksi

N/A
N/A
Adhy Saleh

Academic year: 2024

Membagikan "Dokumen Teknis Pekerjaan Konstruksi"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1. Mobilisai

Pekerjaan Mobilisasi, meliputi : A. Fasilitas Kontraktor A. Fasilitas Kontraktor

1. Base Camp 2. Kantor 3. Barak 4. Bengkel 5. Gudang, dll.

B. Fasilitas Laboratorium Layanan 1. Ruang Laboratorium 2. Peralatan Laboratorium 3. Perabot dan Layanan C. Mobilisasi Lainnya

1. Pekerjaan Darurat

2. Komunikasi Lapangan Lengkap 3. As Built Drawing

4. Papan Proyek

2. Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas

3. Pengamanan Lingkungan Hidup

- Uji Udara Emisi & Ambien - Pengukuran Kebisingan - Pengukuran Kualitas Air 4. Manajemen Mutu

II. DRAINASE

1. Galian untuk Selokan, Drainase dan Saluran Air

2. Pasangan Batu dengan Mortar

Material/bahan yang digunakan adalah : - Batu Kali

- Pasir - Semen

Jenis material/bahan dan komposisi campuran adukan mengacu pada Spesifikasi.

Pekerjaan ini dilaksanakan secara mekanis dengan menggunakan Excavator untuk menggali dan meloading, Dump Truck untuk pengangkutan/pembuangan material galian dan dibantu beberapa tenaga manusia untuk perapihan. Hasil galian dibuang di sekitar lokasi pekerjaan dan atau digunakan untuk urugan kembali. Dimensi galian mengikuti Gambar atau petunjuk Direksi Teknik.

Pekerjaan ini dilaksanakan secara manual dengan menggunakan tenaga manusia (tukang batu dan dibantu beberapa pekerja). Sebelum pelaksanaan dimulai, terlebih dahulu dilakukan pemasangan bowplank sebagai acuan bentuk dan dimensi pelaksanaan berdasarkan Gambar pelaksanaan yang telah disetujui Direksi Teknik.

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

Penerapan pelaksanaan Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas dilakukan untuk menjamin keamanan, kenyamanan, kelancaran arus lalu lintas selama masa pelaksanaan pekerjaan dan meminimalisir terjadinya kemacetan akibat pelaksanaan pekerjaan serta menghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas dengan melakukan pengendalian rutin dan pemasangan rambu-rambu peringatan yang diperlukan.

Pengamanan Lingkungan Hidup dilaksanakan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap lingkungan di sekitar lokasi base camp dan lokasi pelaksanaan pekerjaan meliputi lingkungan permukiman manusia serta lingkungan alam baik terhadap hewan maupun terhadap tumbuh-tumbuhan.

Pengujian-pengujian yang perlu dilakukan dalam rangka Pengamanan Lingkungan Hidup antara lain sebagai berikut :

Penerapan pelaksanaan Manajemen Mutu dilakukan untuk menjamin kualitas pekerjaan di lapangan baik sebelum pelaksanaan sampai akhir penyelesaian pekerjaan. Standar acuan pengendalian mutu tetap mengacu pada Spesifikasi.

(2)

3. #REF!

III. PEKERJAAN TANAH 1. Galian Biasa

2. Timbunan Pilihan

3. Penyiapan Badan Jalan

4. Lapis Pondasi Agregat Kelas B

Material yang digunakan adalah Agregat Kelas B, hasil blending (pencampuran) dari : - Agregat Kasar

- Sandy Gravel

- Loading & Angkut Material Agregat yang telah diblending : - Pengangkutan & Pendropan Material Agregat :

- Penghamparan & Pemadatan Lapis Pondasi Agregat :

Pekerjaan ini dilaksanakan di atas tanah dasar (existing) atau di atas timbunan biasa. Alat yang digunakan adalah Wheel Loader untuk loading, Dump Truck utk angkutan material, Bulldozer untuk penghamparan, Vibro Compactor untuk pemadatan, Water Tank Truck untuk penyiraman dan dibantu beberapa tenaga manusia untuk perapihan. Material yang digunakan adalah timbunan pilihan, dimensi sesuai Gambar dan Spesifikasi.

Pekerjaan ini mencakup perbaikan, perpanjangan penggantian atau pembuatan gorong-gorong pipa beton bertulang, Saluran beton Tipe DS maupun tanpa tulangan, gorong-gorong persegi dan Plat beton bertulang, termasuk tembok kepala, struktur lubang masuk dan keluar, serta pekerjaan lainnya yang berhubungan dengan perlindungan pengerusan, sesuai dengan Gambar dan Spesifikasi ini dan pada lokasi yang ditujukan oleh Direksi Pekerjaan.

Seluruh beton bertulang dan pelat penutup harus dibuat sesuai dengan garis dan elevasi dan detail yang ditujukan dalam Gambar, atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, dan memenuhi ketentuan pekerjaan Beton. Bagian permukaan dari saluran terbuka berbentuk U atau bagian permukaan harus seuai dengan rencana serta terhadap elevasi akhir dari perkerasan atau permukaan dari kerb mempunyai toleransi ± 1 cm, Saluran Beton dapat di Cor ditempat atau dengan pracetak, Pelat Penutup harus dibuat sebagai unit pracetak dan dapat dipindahkan.

Pekerjaan Galian Biasa dilaksanakan secara mekanis dengan menggunakan Excavator untuk menggali dan meloading, Dump Truck untuk pengangkutan/pembuangan material galian dan dibantu beberapa tenaga manusia untuk perapihan. Hasil galian dibuang di sekitar lokasi pekerjaan dan atau digunakan untuk urugan kembali. Dimensi galian mengikuti Gambar atau petunjuk Direksi Teknik.

Pekerjaan Galian Struktur dilaksanakan secara manual dengan menggunakan tenaga manusia dengan beberapa alat bantu. Hasil galian dibuang di sekitar lokasi pekerjaan dan atau digunakan untuk urugan kembali. Untuk galian batu menggunakan alat Jack Hammer & Aiir Compressor atau Hydraulic Breacker dengan dibantu beberapa tenaga manusia. Dimensi galian mengikuti Gambar atau petunjuk Direksi Teknik.

Penyiapan badan jalan dilaksanakan pada permukaan jalan lama (existing) dan pada pelebaran perkerasan yang dilakukan sebelum pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi agregat. Pekerjaan ini meliputi pencakaran/pengupasan, penimbunan/perataan dan pemadatan. Peralatan yang digunakan adalah Motor Grader dan Vibro Compactor serta dibantu beberapa tenaga manusia. Material hasil bongkaran dikeluarkan dari lokasi pekerjaan.

Untuk saluran yang dicor di tempat, Direksi Pekerjaan dapat mengijinkan untuk menggunakan sisi galian sebagai pengganti setakan. Dalam hal ini, tebal dinding yang menghadap sisi galian selimut beton harus ditambah 25 mm tanpa pembayaran tambahan.

Untuk saluran yang dicor ditempat, sambungan Konstruksi harus dibuat pada Interval 10 m atau kurang.

Sambungan tersebut, seperti Sambungan antara ruas-ruas beton pracetak harus mempunyai lebar nominal permuaian 1 cm dan harus dibungkus dengan adukan semen yang rata dengan permukaan Saluran.

Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas B dilaksanakan pada pelebaran perkerasan setelah pelaksanaan galian pelebaran dan penyiapan badan jalan. Alat yang digunakan adalah Wheel Loader untuk loading material Agregat Kelas B yang telah diblending (dicampur), Dump Truck untuk angkutan material ke lapangan, Motor Grader untuk penghamparan, Vibro Compactor untuk pemadatan, Water Tank Truck untuk penyiraman, dan dibantu beberapa tenaga manusia untuk perapihan.

Jenis material dan komposisi campuran berdasarkan hasil Job Mix Formula (JMF) yang mengacu pada Spesifikasi. Blending (pencampura dilaksanakan dengan menggunakan alat Wheel Loader.

(3)

5. Baja Tulangan BJ 24

6. Pekerjaan Ayaman Kawat Yang Dilas (Welded Wermesh)

7. Perkerasan Beton Semen

Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan, terlebih dahulu dibuat perancah acuan; beton harus melalui pengetesan (tes kubus) terlebih dahulu; seluruh material yang akan dipakai harus sesuai ketentuan yang disyaratkan dan mendapat persetujuan direksi pekerjaan; bahan-bahan (semen, pasir beton, batu pecah dan air) dimasukkan dalam concrete mixer dengan ukuran sesuai proporsi yang disyaratkan lalu dimix; campuran beton dicorkan kedalam perancah acuan yang disediakan. Peralatan dan detail pelaksanaan harus sesuai spesifikasi kontrak dan atau pentujuk dari direksi teknik.

Mutu beton yang digunakan pada masing-masing bagian dari pekerjaan dalam kontrak harus seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana atau sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.

Penyedia Jasa harus mengirimkan contoh dari seluruh bahan yang hendak digunakan dengan data pengujian yang memenuhi seluruh sifat bahan yang disyaratkan. Penyedia Jasa harus mengirimkan rancangan campuran (mix design) untuk masing-masing mutu beton yang akan digunakan sebelum pekerjaan pengecoran beton dimulai, lengkap dengan hasil pengujian bahan dan hasil pengujian percobaan campuran beton di laboratorium berdasarkan kuat tekan beton untuk umur 7 dan 28 hari, kecuali ditentukan untuk umur-umur yang lain oleh Direksi Pekerjaan.

Pekerjaan ini dilaksanakan sebelum pengecoran. Bahan yang digunakan adalah Baja Tulangan yang dipotong, dibengkok dan dipasang/distel sesuai bentuk dan ukuran yang ditunjukkan dalam gambar kemudian diikat dengan menggunakan Kawat Bindrat. Mutu Baja yang digunakan adalah BJ 24 Polos

Pekerjaan akan mencakup penyediaan, fabrikasi, pemasangan, galvanisasi dan pengecatan logam struktur sebagaimana yang disyaratkan dalam Spesifikasi ini atau sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar. Logam struktur harus meliputi baja struktur, paku keling, pengelasan, baja khusus dan campuran, elektroda logam dan penempaan dan pengecoran baja. Pekerjaan ini harus juga terdiri dari setiap pelaksanaan logam tambahan yang tidak disyaratkan lain, semua sesuai dengan Spesifikasi ini dan dengan Gambar.

Semua elemen yang dirakit harus cocok dan tepat dalam toleransi yang disyaratkan dalam Sambungan dengan baut harus dilengkapi dengan pelat paking, jika diperlukan, untuk menjamin agar celah yang mungkin timbul antar permukaan bidang yang berdampingan yang tidak melampaui 1 mm untuk baut geser tegangan tinggi dan 2 mm untuk jenis sambungan lainnya.

Pemotongan harus dilaksanakan dengan akurat, hati-hati dan rapi. Setiap deformasi yang terjadi akibat pemotongan harus diluruskan kembali. Sudut tepi-tepi potongan pada elemen utama yang merupakan tepi ebas setelah selesai dikerjakan, harus dibulatkan dengan suatu radius kira-kira 0,5 mm atau ditumpulkan.

Pengisi, pelat penyambung, batang pengikat dan pengaku lateral dapat dibentuk dengan pemotongan cara geser (shearing), tetapi setiap bagian yang tajam seperti duri akibat pemotongan harus dibuang. Setiap kerusakan yang terjadi akibat pemotongan harus diperbaiki. Sudut-sudut ini umumnya dibulatkan dengan suatu radius 1,0 mm.

Pekerjaan ini dilaksanakan oleh tenaga manusia (tukang batu dan dibantu beberapa pekerja). Sebelum pelaksanaan dimulai, terlebih dahulu disiapkan anyaman Besi U 24 Polos yang diatur dan dipasang sedemikian rupa dan saling terkait antara anyaman satu dengan yang lainnya di atas existing sesuai gambar rencana, kemudian batu dimasukkan satu demi satu sehingga rongga yang terjadi sekecil mungkin, lalu anyaman kawat ditutup dan diikat.

(4)

Makassar, 12 Mei 2014 Penawar,

CV. REZKHY TIRTA ABADI

MUSRIADI M. SALEH, ST Direktur

Sebelum dilakukan pengecoran, Penyedia Jasa harus membuat campuran percobaan menggunakan proporsi campuran hasil rancangan campuran serta bahan yang diusulkan, dengan disaksikan oleh Direksi Pekerjaan, yang menggunakan jenis instalasi dan peralatan yang sama seperti yang akan digunakan untuk pekerjaan (serta sudah memperhitungkan waktu pengangkutan dll). Dalam kondisi beton segar, adukan beton harus memenuhi syarat kelecakan (nilai slump) yang telah ditentukan. Pengujian kuat tekan beton umur 7 hari dari hasil campuran percobaan harus mencapai kekuatan minimum 90 % dari nilai kuat tekan beton rata-rata yang ditargetkan dalam rancangan campuran beton (mix design) umur 7 hari. Bilamana hasil pengujian beton berumur 7 hari dari campuran percobaan tidak menghasilkan kuat tekan beton yang disyaratkan, maka Penyedia Jasa harus melakukan penyesuaian campuran dan mencari penyebab ketidak sesuaian tersebut, dengan meminta saran tenaga ahli yang kompeten di bidang beton untuk kemudian melakukan percobaan campuran kembali sampai dihasilkan kuat tekan beton di lapangan yang sesuai dengan persyaratan. Bilamana percobaan campuran beton telah sesuai dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan, maka Penyedia Jasa boleh melakukan pekerjaan pencampuran beton sesuai dengan Formula Campuran Kerja (Job Mix Formula, JMF) hasil percobaan campuran.

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan dengan e-Seleksi Sederhana Paket Pekerjaan Jasa Penyusunan Dokumen Lingkungan Pengembangan Kawasan Kota dan Perkantoran terpadu pada DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN

Sehubungan dengan selesainya proses pemilihan langsung dengan pascakualifikasi paket pekerjaan konstruksi pada Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Manggarai Timur Tahun

pembayaran dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang, kecuali peralatan dan/atau bahan yang menjadi bagian dari hasil pekerjaan yang akan diserahterimakan sebagaimana

a) Melaksanakan persiapan pelaksanaan pekerjaan, termasuk menyelesaikan administrasi pekerjaan, mobilisasi personil, penyusunan metodologi dan rencana kerja. b) Melakukan

Pengertian Distribusi Dokumen adalah kegiatan penyaluran dokumen- dokumen sistem manajemen mutu dari kesekretariatan mutu kepada unit yang membutuhkan dokumen dengan mengikuti

Dokumen ini berisi laporan harian pekerjaan konstruksi gedung layanan IT dan Perpustakaan di Politeknik Kesma

Dokumen ini berisi materi pelatihan untuk memeriksa dan memvalidasi izin-izin pelaksanaan pekerjaan dalam konstruksi bangunan

Spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi untuk pemeliharaan Kantor BPT Soasio Tidore pada tahun anggaran